• Tidak ada hasil yang ditemukan

212303110 TUTINIH LAPORAN ASKEP

N/A
N/A
Tutinih 18

Academic year: 2025

Membagikan "212303110 TUTINIH LAPORAN ASKEP"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM INDIVIDUAL TES EPPS

ASESMEN KEPRIBADIAN

Disusun oleh:

Nama : Tutinih NIM : 212303110 Semester : V

Asisten : Hesty Yuliasari, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS EKONOMI DAN SOSIAL UNIVERSITAS JENDRAL ACHMAD YANI

YOGYAKARTA

2023

(2)

LAPORAN PRAKTIKUM INDIVIDUAL

A. NAMA ALAT TES

Edwards Personal Preference Schedule (EPPS)

Salah satu tes kepribadian yang bersifat Verbal, Bentuk tes ini adalah forced choice technique, dimana testee memilih alternatif A atau B yang lebih disukainya yang merupakan pencerminan keadaan sehari-hari. Penggunaan alat tes ini dapat sebagai educative guidance, vocational guidance, personal problem. Untuk melengkapi hasil tes biasanya disertai wawancara pada testee/subjek. Data digunakan untuk membicarakan kekuatan relatif variabel dalam diri klien pada alat tes EPPS. Ada kemungkinan terjadi kewaspadaan subjek sehingga bisa

“berbohong”. Hal ini dilihat dari hasil krelasi antara apa yang dicerminkan keluar dengan keadaan dalam individu sebesar 0,871. EPPS terdiri dari 225 aitem,yang menunjukkan Inventori kepribadian yang biasa digunakan penuh dengan muatan social desirability.

Adanya muatan social desirability ini membuat testee diminta memilih jawaban dari setiap item. Teori yang mendasari : 20 need dari Murray, tapi Edward hanya menggunakan 15 need.

Mengapa teori need? Karena need adalah sesuatu yang dihindari dari kehidupan manusia.

B. TUJUAN PENGUKURAN

Tujuan pengukuran pada tes ini adalah Untuk melihat/mengetahui kebutuhan-kebutuhan khusus yang dimiliki seseorang.

(3)

C. ASPEK YANG DIUKUR

Aspek yang diukur dalam alat tes ini adalah sebagai berikut : 1. Need of Achievement merupakan Kebutuhan untuk berbuat sebaik

mungkin untuk menyelesaikan tugas yang sukar dan menarik.

2. Need of Deference merupakan Kebutuhan untuk menyuruh orang lain memutuskan sesuatu pendapat bagi dirinya. Kebutuhan untuk menyesuaikan diri, mengikuti tata cara atau norma.

3. Need of Order merupakan Kebutuhan untuk berbuat secara teratur dan rapi dengan suatu perencanaan sebelumnya.

4. Need of Exhibition merupakan Kebutuhan untuk menjadi pusat perhatian / menonjolkan diri.

5. Need of Autonomy merupakan Kebutuhan untuk berdiri sendiri dalam mengambil keputusan dan menghindari campur tangan orang lain .

6. Need of Affiliation merupakan Kebutuhan berinteraksi dengan orang lain, memberikan perhatian terhadap sesama.

7. Need of Intraception merupakan Kebutuhan untuk menganalisa motif atau perasaan diri, memahami dan mengerti perasaan orang lain.

8. Need of Succorance merupakan Kebutuhan untuk menerima bantuan dari orang lain (afeksi dari orang lain).

9. Need of Dominance merupakan Kebutuhan untuk mengatasi atau mempengaruhi orang lain, memerintah, mengatur orang lain berlaku sebagai seorang pemimpin.

10. Need of Abasement merupakan kebutuhan untuk merendahkan diri, adanya keberanian untuk mengakui kesalahan.

11. Need of Nurturance merupakan kebutuhan untuk merawat orang lain, bersedia memberikan pertolongan kepada siapa yang pantas dan layak menerimanya.

(4)

12. Need of Change merupakan kebutuhan untuk berubah atau menginginkan bahkan mencoba hal-hal baru.

13. Need of Endurance merupakan kebutuhan akan keuletan, kegigihan, ketekunan dalam menyelesaikan pekerjaan atau mengatasi rintangan- rintangan yang dihadapi.

14. Need of Heterosexuality merupakan kebutuhan untuk bergaul dengan lawan jenis.

15. Need of Aggression merupakan kebutuhan untuk menyerang pendapat orang lain yang berbeda atau suka mempermainkan orang lain.

D. IDENTITAS TESTEE

1. Nama : A

2. Usia : 20 Tahun

3. Jenis kelamin : Perempuan 4. Pendidikan : SMA

5. Tanggal Pemeriksaan : 30 November 2023 E. WAKTU PENYAJIAN

Total waktu 50 menit, dimana 10 menit untuk memberikan instruksi dan 40 menit untuk mengerjakannya.

F. SKORING

1. Need for Achievement : Skor 21, Percentil Skor 96

Need of achievement yang tinggi menunjukkan bahwa subjek memiliki keinginan untuk berprestasi yang dimana kebutuhannya untuk menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik.

2. Need for Deference : Skor 19, Percentil Skor 89

Need of deference yang tinggi menunjukkan bahwa subjek memiliki kebutuhan/keinginan yang tinggi untuk mengikuti aturan

(5)

yang ada, yang dimana ia suka menerima saran-saran dari orang lain dan dapat menyesuaikan diri serta menuruti aturan-aturan yang ada di masyarakat.

3. Need of Order : Skor 11, Percentil Skor 19

Need of order yang rendah menunjukkan bahwa subjek memiliki kebutuhan yang rendah untuk melakukan sesuatu dengan teratur, tanggung jawab terhadap tugas serta menaati peraturan.

4. Need of Exhibition : Skor 12, Percentil Skor 61

Need of Exhibition yang cukup menunjukkan bahwa subjek memiliki pribadi yang cukup pendiam, lebih introvert, percaya diri dan optimia yang cukup, karena kebutuhan untuk menonjokan diri yang cukup.

5. Need of Autonomy : Skor 11, Percentil Skor 45

Need of autonomy yang cukup menunjukkan bahwa subjek memiliki kebutuhan yang cukup untuk bisa berdiri sendiri, cenderung bergantung dengan orang lain dalam mengambil keputusan, merasa kurang bebas untuk melakukan apa yang ingin dilakukan, bukan hanya itu subjek juga dapat melakukan sesuatu dengan cara menghargai gagasan orang lain dan melakukan sesuatu dengan peraturan atau kebiasaan yang sudah ditetapkan.

6. Need of Affiliation : Skor 18, Percentil Skor 88

Need of affiliation yang tinggi menunjukkan bahwa subjek untuk berteman dengan orang lain berada ditaraf yang sangat wajar, pribadi subjek merupakan orang yang sangat mudah bergaul, tidak tertutup, dan senang untuk melakukan aktivitas sosial.

7. Need of Intraception : Skor 22, Percentil Skor 95

Need of intraception yang tinggi menunjukkan bahwa subjek memiliki kebutuhan yang tinggi untuk mencampur tangan terhadap urusan orang lain, dapat memahami bagaimana masalah yang dirasakan orang lain, mampu menempatkan diri sesuai pada tempatnya, sangat mudah untuk berintropeksi bahkan menilai dan mengevaluasi diri diserta perasaannya.

(6)

8. Need of Succorance : Skor 6, Percentil Skor 8

Need of succorance yang rendah menunjukkan bahwa subjek miliki kebutuhan rendah untuk mendapatkan bantuan dari orang lain, cenderung pribadi yang independen, tidak tergantung dengan situasi social, senang dengan aktivitas diri dan mengacuhkan situasi social meskipun dirinya menjadi pusat perhatian.

9. Need of Dominance : Skor 15, Percentil Skor 85

Need of dominance yang tinggi menunjukkan subjek memiliki kebutuhan yang tinggi untuk bisa menguasai orang lain, mendominasi tinggi terhadap situasi social, mudah mengendalikan dan mengarahkan kelompoknya, termasuk memimpin untuk bertindak sesuai keinginanya.

10. Need of Abasement : Skor 10, Percentil Skor 11

Need of abasement yang rendah menunjukkan bahwa subjek memiliki kebutuhan yang rendah untuk bisa mengalah, pribadi yang kadang berpikir positif, tidak terlalu memperdulikan kesalahan yang dilakukan orang lain, namun sangat sensitive terhadap kesalahan yang telah dilakukannya.

11. Need of Nurturance : Skor 25, Percentil Skor 96

Need of nurturance yang tinggi menunjukkan bahwa subjek memiliki kebutuhan yang tinggi untuk merawat orang lain, bersedia memberikan pertolongan kepada siapapun yang pantas dan layak mendapatkan pertolongan tersebut.

12. Need of Change : Skor 11, Percentil Skor 18

Need of change yang rendah menunjukkan bahwa subjek memiliki kebutuhan yang rendah untuk berubah atau menginginkan sesuatu ataupun mencoba hal yang baru.

13. Need of Endurance : Skor 21, Percentil Skor 85

Need of endurance yang tinggi menunjukkan bahwa subjek memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap menyelesaikan tugas dalam sebuah pekerjaan termasuk baik, mudah merasa tidak nyaman dan cepat bosan bila adanya ketidak jelasan situasi dan

(7)

tujuan dalam tugas-tugas tersebut. Tingkat ketekunan atau tidak ingin diganggu selama bertuga dalam taraf yang tinggi.

14. Need of Heterosexuality : Skor 4, Percentil Skor 37

Need of heterosexuality yang cukup menunjukkan bahwa subjek memiliki kebutuhan terhadap ketertarikan untuk bergaul dengan lawan jenis sangat cukup untuk upaya mendapatkan perhatian terhadap lawan jenis.

15. Need of Aggression : Skor 4, Percentil Skor 9

Need of aggression yang rendah menunjukkan bahwa subjek memiliki kebutuhan yang rendah untuk menyerang orang lain, pribadi ini cenderung tidak berani dan masih bisa mengontrolnya, tidak nekat ataupun menunjukkan perilaku yang tidak baik.

G. KESIMPULAN HASIL

Berdasarkan hasil tes EPPS (Edwards Personal Perference Schedule), need of Achievement, dan need of dominance yang dimana Need of achievement yang tinggi menunjukkan bahwa subjek memiliki keinginan untuk berprestasi yang tinggi dengan adanya sikap subjek yang mampu menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik dan di dukung oleh aspek Need of dominance yang tinggi juga sehingga dengan adanya keinginan untuk berpretasi yang tinggi untuk menunjukkan bahwa subjek bisa menguasai orang lain, mendominasi tinggi terhadap situasi social, mudah mengendalikan dan mengarahkan kelompoknya, termasuk memimpin untuk bertindak sesuai keinginanya namun Need of Exhibition yang cukup yang dimana subjek pendiam dalam perihal lingkungan sosialnya.

Need of affiliation yang tinggi menunjukkan bahwa subjek untuk berteman dengan orang lain berada ditaraf yang sangat wajar, pribadi subjek merupakan orang yang sangat mudah bergaul, tidak tertutup, dan senang untuk melakukan aktivitas sosial namun tidak dengan bergaul dalam lawan jenis yang menunjukkan Need of heterosexuality yang cukup menunjukkan bahwa subjek memiliki kebutuhan terhadap

(8)

ketertarikan untuk bergaul dengan lawan jenis sangat cukup untuk upaya mendapatkan perhatian terhadap lawan jenis.

Need of nurturance yang tinggi menunjukkan bahwa subjek memiliki kebutuhan yang tinggi untuk merawat orang lain, bersedia memberikan pertolongan kepada siapapun yang pantas dan layak mendapatkan pertolongan tersebut namun pada Need of succorance yang rendah menunjukkan bahwa subjek miliki kebutuhan rendah untuk mendapatkan bantuan dari orang lain, cenderung pribadi yang independen, tidak tergantung dengan situasi social, senang dengan aktivitas diri dan mengacuhkan situasi social meskipun dirinya menjadi pusat perhatian.

Need of deference yang tinggi menunjukkan bahwa subjek memiliki kebutuhan/keinginan yang tinggi untuk mengikuti aturan yang ada, yang dimana ia suka menerima saran-saran dari orang lain dan dapat menyesuaikan diri serta menuruti aturan-aturan yang ada di masyarakat. Hal ini di dukung dengan adanya Need of intraception yang tinggi yang dimana subjek suka mencampur tangan terhadap urusan orang lain, dapat memahami bagaimana masalah yang dirasakan orang lain, mampu menempatkan diri sesuai pada tempatnya, sangat mudah untuk berintropeksi bahkan menilai dan mengevaluasi diri diserta perasaannya. Namun dengan demikian Need of aggression yang rendah yang dimana subjek masih bisa menunjukkan perilaku yang cukup baik terhadap masalah yang ia campur tanganinya

Need of order yang rendah menunjukkan bahwa subjek memiliki kebutuhan yang rendah untuk melakukan sesuatu dengan teratur, tanggung jawab terhadap tugas serta menaati peraturan. Namun dengan adanya Need of endurance yang tinggi subjek bisa menyelesaikan tugas dengan baik karena adanya sikap subjek yang tekun terhadap dalam menyelesaikan tugasnya. Need of autonomy yang cukup menunjukkan bahwa subjek memiliki kebutuhan yang cukup untuk bisa berdiri sendiri, cenderung bergantung dengan orang lain dalam mengambil keputusan, merasa kurang bebas untuk melakukan apa yang ingin dilakukan, bukan

(9)

hanya itu subjek juga dapat melakukan sesuatu dengan cara menghargai gagasan orang lain dan melakukan sesuatu dengan peraturan atau kebiasaan yang sudah ditetapkan. Hal ini didukung dengan Need of change yang rendah yang menunjukkan subjek tidak adanya keinginan untuk berubah atau menginginkan sesuatu ataupun mencoba hal yang baru.

(10)

LAPORAN PRAKTIKUM INDIVIDUAL TES GRAFIS (BAUM, DAP, dan HTP)

ASESMEN KEPRIBADIAN

Disusun oleh : Nama : Tutinih NPM : 212303110 Semester : V

Asisten : Hesty Yuliasari, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS EKONOMI DAN SOSIAL UNIVERSITAS JENDRAL ACHMAD YANI

YOGYAKARTA

2023

(11)

LAPORAN PRAKTIKUM INDIVIDUAL A. NAMA ALAT TES

TES BAUM

Tes ini diciptakan oleh Emil Jucker yang pada awalnya untuk pemilihan jurusan di sekolah-sekolah yang kemudian dikembangkan oleh Charles Koch. Mengapa harus Pohon? Pohon itu memiliki karakteristik yang hampir sama seperti manusia. Pohon selalu tumbuh & berkembang, selain itu untuk hidup pohon memerlukan makanan dan minuman. Hasil penelitian budaya dikatakan pohon memiliki arti dan makna yang penting bagi manusia. Oleh karena itu pohon dianggap mewakili manusia. Tiga pendekatan yang digunakan dalam tes BAUM yaitu psikoanalisa, fenomenologis dan perkembangan. Pendekatan Psikoanalisa menekankan pada masalah-masalah tidak sadaran diri.

Pohon termasuk dalam tes proyektif karena dapat memancing hal- hal yang tidak disadari oleh seseorang tersebut. Pendekatan Fenomenologis menjelaskan sesuatu yang dibuat individu merupakan gejala yang ditampilkan. Gejala tersebut memiliki makna bagi orang tersebut. Pendekatan Perkembangan menjelaskan adanya sifat eksperimental, misalnya pada usia tertentu gambar yang dibuat cenderung menunjukkan bentuk yang sama.

B. TUJUAN PENGUKURAN

Tujuan pengukuran pada tes ini adalah untuk mengetahui karakter kepribadian seseorang dilihat dari berdasarkan isi apa yang digambar.

Jucker mengatakan menggunakan pohon sebagai hal yang digambar karena pohon dianggap memiliki karakteristik yang hampir sama seperti manusia dimana pohon terus tumbuh dan berkembang serta membutuhkan makanan sama halnya dengan manusia.

(12)

C. ASPEK YANG DIUKUR

Aspek yang diukur dalam alat tes ini adalah sebagai berikut:

A. Umur 2 tahun Pohon tidak menyerupai pohon biasanya hanya berupa coretan pendek karena belum mampu mengekpresikan sesuatu.

B. Umur 3 tahun Sudah mulai timbul coretan yang naik-turun yang sifatnya melingkar. Seringkali batang digambarkan 1 garis, demikian juga dahan. Batang menyerupai huruf T (T stamp) seperti pohon cemara. Dahan di gambar horizontal (bukan arah pertumbuhan dari kiri ke kanan) dan gambar dimulai dari atas ke bawah.

C. Umur 4 tahun Posisi gambar mulai naik ke atas. Dahan yang semula mendatar mulai naik ke atas.

D. Umur 5 tahun Gambar mulai mengenal apa yang disebut sebagai kompensasi (hambatan dalam menggambar). Di atasi dengan menggambar rumah dulu, sedangkan gambar pohon persis seperti anak 4 tahun. Posisi gambar mulai naik ke atas dengan dahan dan ranting menyiku. Pada beberapa gambar posisi gambar makin mendekati pertengahan atas.

E. Umur 6 tahun Gambar pohon sama dengan anak usia 5 tahun, namun sudah lebih besar. Ranting mulai diberi buah. Tekanan mulai lebih tebal dan hitam.

F. Umur 7 tahun Gambar pohon seperti umur 6 tahun akan tetapi ranting yang mendatar dan mentiku mulai hilang. Coretan dahan mulai ke arah pertumbuhan dan gejala dasar mulai timbul. Garis dasar menunjukkan orientasi ruang yang berkaitan dengan dasar berpijak / berdiri. Mulai muncul aksesoris sebanyak (12%), ex : burung kecil, dll.

G. Umur 8 tahun Mulai muncul batang bergaris rata. Dari batang tumbuh dahan dan ranting yang masih garis tunggal tetapi batang dengan bentuk T mulai hilang.

(13)

D. IDENTITAS TESTEE

1. Nama : A

2. Usia : 20 Tahun

3. Jenis kelamin : Perempuan 4. Pendidikan : SMA

5. Tanggal Pemeriksaan : 05 Desember 2023

E. WAKTU PENYAJIAN

Total waktu 7 menit, dimana 2 menit untuk memberikan instruksi dan 5 menit untuk mengerjakannya.

F. INTERPRETASI FRAGMENTAL

Bagian Hasil tes Interpretasi Daun/ Mahkota Mahkota berbentuk

bulat dan memperlihatkan tumpukan daun secara

detail.

Tertutup dalam interaksi sosial dan perfeksionis.

Batang/

Dahan / Ranting

Batang terbuka dan dahan berbentuk pipa

yang terbuka.

Indikasi mudah dipengaruhi.

Akar Akar terlihat jelas dan besar.

Memiliki dorongan/

keinginan yang besar selalu diutamakan.

(14)

G. KESIMPULAN HASIL

Berdasarkan hasil tes BAUM pada bagian akar yang terlihat jelas dan besar yang dimana subjek memiliki dorongan atau keinginan yang besar untuk selalu di utamakan, namun Daun/ mahkota yang berbentuk bulat dan memperlihatkan tumpukkan daun secara detail yang dimana subjek adalah tipikal orang yang tertutup dalam interaksi sosialnya dengan batang/dahan/ranting yang terbuka dan dahan berbentuk pipa yang terbuka karena dengan itu subjek mudah untuk dipengaruhi. Makanya subjek tipikal orang yang tertutup dalam lingkungan sosialnya.

(15)

LAPORAN PRAKTIKUM INDIVIDUAL

A. NAMA ALAT TES TES DAP

Pada tahun 1885, Awal tes ini digunakan untuk memahami kepribadian seseorang di bidang Psikologi. Tokoh yang pertama kali menggunakan adalah Ebenezer Cooke yang melibatkan objeknya adalah Anak. Hal ini dikarenakan adanya asumsi bahawa gambar yang dihasilkan anak menggambarkan karakteristik kepribadian anak tersebut. Pada tahun 1900- 1915 dilakukan 2 proyek penelitian mengawali studi tentang hasil gambar yang dibuat oleh anak. Pada tahun 1920, Florence L. Goodenough menulis tentang “Measurement of Intelegence by Drawings”. Tahun-tahun berikutnya muncul tokoh-tokoh seperti Bemder, Buck Hammer, Jolles, Levy dan Machover. Orang pertama yang menggunakan tes menggambar untuk keperluan pemeriksaan kepribadian adalah Machover (1949).

B. TUJUAN PENGUKURAN

Tujuan pengukuran pada tes ini adalah untuk mengetahui hubungan antara apa yang digambar dengan kepribadian orang yang menggambar, ekspresi diri ataupun body images seseorang yang dibentuk dari pengalaman pribadi, menggambarkan kebutuhan tubuh dan konflik yang dialami, mengetahui emosionalitas, pshychosexsual maturity, kecemasan, guilt, tingkat agresi individu dan untuk menggambarkan bagaimana individu tersebut dalam lingkungan kelompok sosialnya.

C. ASPEK YANG DIUKUR

Aspek yang diukur dalam alat tes ini adalah sebagai berikut:

1. Kognitif : Mencakup Kemampuan berpikir, menghafal serta mengingat suatu konsep tertentu yang penting.

2. Emosi Berupa respon atau perasaan seseorang terhadap stimulus yang diberikan orang lain.

(16)

3. Sosial Mencakup bagaimana individu dapat beradaptasi dan berinteraksi dengan orang lain.

D. IDENTITAS TESTEE 1. Nama : A

2. Usia : 20 Tahun 3. Jenis kelamin : Perempuan 4. Pendidikan : SMA

5. Tanggal Pemeriksaan : 05 Desember 2023

E. WAKTU PENYAJIAN

Total waktu 7 menit, dimana 1 menit untuk memberikan instruksi dan 6 menit untuk mengerjakannya.

F. INTERPRETASI FRAGMENTAL

Bagian Hasil tes Interpretasi Prinsip Gerak Arah coretan tegas

namun samar(tidak terlalu jelas), teratur

.

Prinsip Ruang Gambar cenderung kecil dan terlalu ke atas

Bentuk Gambar terlihat samar dan pada beberapa bagian berbentuk Sketsa

Cenderung cemas dan tidak percaya diri

(17)

Shading Shading cendrung dominan

Kreatif yang dimana subjek memiliki type dominan dalam lingkungannya.

Kepala Kepala

menggunakan hijab sehingga telinga tidak terlihat, mata hidung mulut semuanya lengkap.

Cukup baik dalam aspek kognitif, emosi dan sosialnya.

Lengan/tangan/

bahu dan dada

Lengan lengkap, bahu lengkap(tertutup hijab) dan dada juga lengkap.

Tidak adanya hambatan dalam segi

kognitifnya.

Badan / torso Bentuk badan kecil seperti seorang anak- anak dengan

menggunakan baju sekolah.

Subjek menimbulkan sikap kecenderungan seperti anak-anak.

Tungkai/ paha Paha tidak terlihat karena menggunakan rok paanjang dan sepatu disertai menggunakan kaos kaki.

Adanya kontrol diri yang sangat baik dalam segi kognitif, sosial dan emosi.

(18)

G. KESIMPULAN HASIL

Berdasarkan hasil tes DAP, Subjek adalah seorang individu yang tegas dan tidak ada keraguan dalam mengambil suatu keputusan. Hal ini membuat subjek cukup mampu beradaptasi dilingkungan sosialnya dan mampu mengendalikan emosinya, Subjek juga memiliki kemampuan berpikir yang cukup bagus sehingga menunjukkan adanya kreatifitas dalam berpikir hanya saja terkadang muncul rasa cemas dan tidak percaya diri, meskipun begitu subjek cukup dominan pada lingkungan sosialnya.

(19)

LAPORAN PRAKTIKUM INDIVIDUAL

A. NAMA ALAT TES TES HTP

Tes ini merupakan tes proyektif dimana testee diminta untuk menggambar 3 objek yaitu : rumah, pohon dan orang (Buck 1948, 1981).

Hampir sama dengan DAP, awalnya untuk mengukur performansi optimal seseorang atau intelegensi namun sampai saat ini banyak digunakan untuk melihat kepribadian seseorang. Tes ini dilakukan untuk melihat kepribadian seseorang melalui hubungan keluarga yang mana interpretasinya lebih menekankan pada keseluruhan yaitu ketiganya harmoni atau tidak.

B. TUJUAN PENGUKURAN

Tujuan pengukuran pada tes ini adalah untuk mengukur aspek kepribadian seseorang melalui interpretasi gambar dan tanggapan terhadap pertanyaan, kadang-kadang juga digunakan sebagai bagian dari penilaian kerusakan otak atau fungsi neuorologis secara keseluruhan.

C. ASPEK YANG DIUKUR

Aspek yang diukur dalam alat tes ini adalah sebagai berikut :

1. Kognitif : Mencakup Kemampuan berpikir, menghafal serta mengingat suatu konsep tertentu yang penting.

2. Emosi : Berupa respon atau perasaan seseorang terhadap stimulus yang diberikan orang lain.

3. Sosial : Mencakup bagaimana individu dapat beradaptasi dan berinteraksi dengan orang lain.

4. Motivasi.

(20)

D. IDENTITAS TESTEE 1. Nama : A 2. Usia : 20 Tahun 3. Jenis kelamin : Perempuan 4. Pendidikan : SMA

5. Tanggal Pemeriksaan : 05 Desember 2023

E. WAKTU PENYAJIAN

Total waktu 9 menit, dimana 1 menit untuk memberikan instruksi dan 8 menit untuk mengerjakannya.

F. INTERPRETASI FRAGMENTAL

Bagian Hasil tes Interpretasi

House Rumah lebih besar dibandingkan orang.

Pintu tertutup, lengkap dengan atap dan jendela depan (tiga),

jendela samping (empat)

Adanya peran figur seorang ibu dalam keluarganya.

Penerimaan yang cukup baik dari ibu dan lingkungan sosialnya.

Tree Pohon terlihat bagus dan sama besarnya dengan rumah dibandingkan dengan orang. Ada batang, daun yang lengkap.

Adanya figur seorang ayah yang memberi penilaian yang posistif dan menyenangkan.

Person Ukuran orang kecil, dekat dengan pohon namun sedikit jauh dari rumah, seluruh badan lengkap, gambar orangnya menghadap

subjek memiliki ibu dan ayah yang memiliki peran yang sama- sama seimbang sehingga adanya penerimaan yang cukup baik bagi ibu sehingga membuat subjek juga memiliki persepektif yang

(21)

G. KESIMPULAN HASIL

Berdasarkan hasil tes HTP subjek memiliki ibu dan ayah yang memiliki peran yang sama-sama seimbang sehingga adanya penerimaan yang cukup baik bagi ibu sehingga membuat subjek juga memiliki persepektif yang positif pada orangtuanya.

H. INTEGRASI HASIL GRAFIS (BAUM, DAP dan HTP)

Berdasarkan hasil tes BAUM pada bagian akar yang terlihat jelas dan besar yang dimana subjek memiliki dorongan atau keinginan yang besar untuk selalu di utamakan, namun Daun/ mahkota yang berbentuk bulat dan memperlihatkan tumpukkan daun secara detail yang dimana subjek adalah tipikal orang yang tertutup dalam interaksi sosialnya dengan batang/dahan/ranting yang terbuka dan dahan berbentuk pipa yang terbuka karena dengan itu subjek mudah untuk dipengaruhi. Makanya subjek tipikal orang yang tertutup dalam lingkungan sosialnya.

Sedangkan Berdasarkan hasil tes DAP, Subjek adalah seorang individu yang tegas dan tidak ada keraguan dalam mengambil suatu keputusan. Hal ini membuat subjek cukup mampu beradaptasi dilingkungan sosialnya dan mampu mengendalikan emosinya, Subjek juga memiliki kemampuan berpikir yang cukup bagus sehingga menunjukkan adanya kreatifitas dalam berpikir hanya saja terkadang muncul rasa cemas dan tidak percaya diri, meskipun begitu subjek cukup dominan pada lingkungan sosialnya.

kearah lain.

positif pada orangtuanya.

(22)

Dan Berdasarkan hasil tes HTP subjek memiliki ibu dan ayah yang memiliki peran yang sama-sama seimbang sehingga adanya penerimaan yang cukup baik bagi ibu sehingga membuat subjek juga memiliki persepektif yang positif pada orangtuanya.

(23)

LAPORAN PRAKTIKUM INDIVIDUAL TES WARTEG (WARTEGG ZEIHEN TEST)

ASESMEN KEPRIBADIAN

Disusun oleh :

NAMA : Tutinih NPM : 212303110 Semester : V

Asisten : Hesty Yuliasari, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS EKONOMI DAN SOSIAL UNIVERSITAS JENDRAL ACHMAD YANI

YOGYAKARTA

2023

(24)

LAPORAN PRAKTIKUM INDIVIDUAL

A. NAMA ALAT TES TES WARTEGG

Adalah tes psikologi yang memberikan stimulus tidak terstruktur dan ambigu untuk dapat menafsirkan, serta menyimpulkan kepribadian seseorang, yang dimana subjek harus menggambar dari delapan titik noda yang diberikan.

B. TUJUAN PENGUKURAN

Tujuan pengukuran pada tes ini adalah untuk mengukur emosi, imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek.

C. ASPEK YANG DIUKUR

Aspek yang diukur dalam alat tes ini adalah sebagai berikut:

1. Rational volitional (persepsi, kontrol).

2. Vital emotional (emosi, imajinasi, dorongan kekuatan).

3. Integral : tipe kepribadian yang produktif dan seimbang karena terintegrasi dari 2 tipe di atas.

D. IDENTITAS TESTEE 1. Nama : A 2. Usia : 20 Tahun 3. Jenis kelamin : Perempuan 4. Pendidikan : SMA

5. Tanggal Pemeriksaan : 05 Desember 2023.

E. WAKTU PENYAJIAN

Total waktu 30 menit, dimana 5 menit untuk memberikan instruksi dan 25 menit untuk mengerjakannya.

(25)

F. INTERPRETASI KUANTITATIF WARTEG

Rangsang 1 2 3 4 5 6 7 8

Urutan rangsang klien

6 4 1 3 7 5 8 2

Kesesuain urutan gambar

- + + - + + + +

(M) (S) (+) (-)

(-) (S) (M) (+)

Adekuat/

tidak

- -      -

G. KESIMPULAN HASIL

Subjek mengerjakan urutan rangsang 6, 4, 1, 3, 7, 5, 8, 2, yang tidak sesuai dengan urutan rangsang 1 (6), 4 (3). Dalam pengerjaan, rangsang yang dianggap mudah 6 (5) sulit 3 (1) sangat disukai 8 (2) dan tidak disukai 1 (6). Dilihat dari adekuat/ tidaknya rangsang yaitu rangsang no 3, 4, 5, 6, & 7 merupakan rangsang adekuat, rangsang No. 1, 2, & 8.

Merupakan rangsang tidak adekuat.

(26)

LAPORAN PRAKTIKUM INDIVIDUAL TES DISC

ASESMEN KEPRIBADIAN

Disusun oleh :

Nama : Tutinih NPM : 212303110

Semester : V

Asisten : Hesty Yuliasari, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS EKONOMI DAN SOSIAL UNIVERSITAS JENDRAL ACHMAD YANI

YOGYAKARTA

2023

(27)

LAPORAN PRAKTIKUM INDIVIDUAL A. Alat Tes yang digunakan

TES DISC

DISC adalah sebuah psychometric tool yang konsep dasarnya mengacu pada hasil kerja Psikolog Amerika – William Moulton Marston-, yang juga menciptakan Polygraph/Lie detector. DISC merupakan pengukuran kepribadian/Asessment tool yang bertujuan untuk melihat &

mengukur perilaku kerja (Work Behavior) seseorang yang didasarkan pada 4 type kepribadian seseorang yaitu : Dominant, Influence, Steady dan Compliance.

B. TUJUAN PENGUKURAN

Tujuan pengukuran pada tes ini adalah untuk mengukur gaya kepribadian seseorang yang meliputi kekuatan (strenghets), kelemahan (weakness), motivasi dan bagaimana seseorang berperilaku ditempat kerja.

C. ASPEK YANG DIUKUR

Aspek yang diukur dalam alat tes ini adalah sebagai berikut:

1. Karakteristik tipe D (Dominance) adalah bagaimana seseorang bereaksi terhadap masalah dan tantangan serta bagaimana seseorang dapat menggunakan kekuasaan.

2. Karakteristik tipe I (Influence) adalah bagaimana seseorang menjalin komunikasi dan mencoba memengaruhi orang lain.

3. Karakteristik tipe S (Steadiness) adalah bagaimana seseorang merespon perubahan, variasi dan kecepatan lingkungannya.

4. Karakteristik tipe C (Compliance) adalah bagaimana seseorang bereaksi terhadap peraturan dan prosedur yang ditetapkan pihak lain.

(28)

D. IDENTITAS TESTEE 1. Nama : A 2. Usia : 20 Tahun 3. Jenis kelamin : Perempuan 4. Pendidikan : SMA

5. Tanggal Pemeriksaan : 05 Desember 2023.

E. WAKTU PENYAJIAN

Total waktu 20 menit, dimana 5 menit untuk memberikan instruksi dan 15 menit untuk mengerjakannya.

F. SKORING DISC

1. Most merupakan public self yaitu karakter yang ditampilkan subjek mengenai dirinya di hadapan orang lain.

D (Dominance) : Skor 5

Skor ini menunjukkan karakter diri subjek yang ditampilkannya terhadap orang lain dalam hal beraksi terhadap masalah dan tantangan serta bagaimana seseorang dapat menggunakan kekuasaan.

I (Influence) : Skor 5 Skor ini menunjukkan karakter diri subjek yang ditampilkannya terhadap orang lain dalam hal seseorang menjalin komunikasi dan mencoba memengaruhi orang lain.

S (Steadiness) : Skor 3 Skor ini menunjukkan karakter diri subjek yang ditampilkannya terhadap orang lain dalam hal bagaimana seseorang merespon perubahan, variasi dan kecepatan lingkungannya.

C (Compliance) : Skor 5 Skor ini menunjukkan karakter diri subjek yang ditampilkannya terhadap orang lain dalam hal bagaimana seseorang bereaksi terhadap peraturan dan prosedur yang ditetapkan pihak lain.

2. Least merupakan private self yaitu karakter diri yang cenderung tidak akan ditampilkan subjek pada orang lain dan hanya ingin diketahui oleh subjek sendiri.

D (Dominance) : Skor 3

(29)

Skor ini menunjukkan karakter diri subjek yang ditampilkannya terhadap orang lain dalam hal beraksi terhadap masalah dan tantangan serta bagaimana seseorang dapat menggunakan kekuasaan.

I (Influence) : Skor 4 Skor ini menunjukkan karakter diri subjek yang ditampilkannya terhadap orang lain dalam hal seseorang menjalin komunikasi dan mencoba memengaruhi orang lain.

S (Steadiness) : Skor 5

Skor ini menunjukkan karakter diri subjek yang ditampilkannya terhadap orang lain dalam hal bagaimana seseorang merespon perubahan, variasi dan kecepatan lingkungannya.

C (Compliance) : Skor 6

Skor ini menunjukkan karakter diri subjek yang ditampilkannya terhadap orang lain dalam hal bagaimana seseorang bereaksi terhadap peraturan dan prosedur yang ditetapkan pihak lain.

3. Change merupakan perceived self yaitu karakter diri subjek yang dilihat oleh orang lain dan diketahuui pula oleh subjek itu sendiri.

D (Dominance) : Skor 2

Skor ini menunjukkan karakter diri subjek yang ditampilkannya terhadap orang lain dalam hal beraksi terhadap masalah dan tantangan serta bagaimana seseorang dapat menggunakan kekuasaan.

I (Influence) : Skor 1

Skor ini menunjukkan karakter diri subjek yang ditampilkannya terhadap orang lain dalam hal seseorang menjalin komunikasi dan mencoba memengaruhi orang lain.

S (Steadiness) : Skor -2

Skor ini menunjukkan karakter diri subjek yang ditampilkannya terhadap orang lain dalam hal bagaimana seseorang merespon perubahan, variasi dan kecepatan lingkungannya.

C (Compliance) : Skor -1

Skor ini menunjukkan karakter diri subjek yang ditampilkannya terhadap orang lain dalam hal bagaimana seseorang bereaksi terhadap peraturan dan prosedur yang ditetapkan pihak lain.

(30)

G. KESIMPULAN HASIL

Berdasarkan hasil tes, aspek yang cenderung muncul pada diri subjek adalah D (Dominance) menunjukkan karakter diri subjek yang ditampilkannya terhadap orang lain dalam hal beraksi terhadap masalah dan tantangan serta bagaimana seseorang dapat menggunakan kekuasaan, I (Influence) aspek ini menunjukkan karakter diri subjek yang ditampilkannya terhadap orang lain dalam hal seseorang menjalin komunikasi dan mencoba memengaruhi orang lain, dan C (Compliance) aspek ini menunjukkan karakter diri subjek yang ditampilkannya terhadap orang lain dalam hal bagaimana seseorang bereaksi terhadap peraturan dan prosedur yang ditetapkan pihak lain.

Terlihat dari diagram skoring yang sering muncul pada tes DISC pada most, least, dan change.

(31)

LAPORAN PRAKTIKUM INDIVIDUAL TES PAPIKOSTIK

ASESMEN KEPRIBADIAN

Disusun oleh :

Nama : Tutinih NPM : 212303110 Semester : V

Asisten : Hesty Yuliasari, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS EKONOMI DAN SOSIAL UNIVERSITAS JENDRAL ACHMAD YANI

YOGYAKARTA

2023

(32)

LAPORAN PRAKTIKUM INDIVIDUAL A. Alat Tes yang digunakan

PAPIKOSTIK

PAPI (Personality and Preference Inventory) adalah personality assessment atau alat tes penilaian kepribadian terkemuka yang digunakan oleh para profesional HR (Human Resource) dan manajer terkait untuk mengevaluasi perilaku dan gaya kerja individu pada semua tingkatan.

PAPI disusun sebagai dua aspek yang terpisah, yaitu pengukuran kebutuhan atau needs dan pengukuran persepsi atau roles (persepsi keadaan individu di tempat kerja). Dikembanglan oleh Dr Max Kostick, seorang psikolog dari Amerika pada tahun 1960 (Guru Besar Psikologi Industri dari Massachusetts, Amerika). Dasar pemikiran untuk desain dan formulasi PAPI didasarkan pada penelitian dan teori kepribadian “needs- press” oleh Murray (1938).PAPI-I bersifatipsative self report inventory terdiri dari 90 aitem yang berbentuk forced choice. Tes PAPI Kostick bertujuan untuk mengukur aspek-aspek psikologis dan untuk mengevaluasi perilaku dan gaya kerja individu di tempat kerja.

B. TUJUAN PENGUKURAN

Tujuan pengukuran pada tes ini adalah untuk mengukur aspek- aspek psikologis dan untuk mengevaluasi perilaku dan gaya kerja individu di tempat kerja.

C. ASPEK YANG DIUKUR

Aspek yang diukur dalam alat tes ini adalah untuk menjabarkan kepribadian dalam 20 aspek yang masing-masing mewakili need dan role tertentu. Aspek-aspek tersebut adalah sebagai berikut:

1. Work Direction (Arah Kerja)

a. Need to finish task (N) – Kebutuhan menyelesaikan tugas secara mandiri.

b. Hard intense worked (G) – Peran pekerja keras.

c. Need to achieve (A) – Kebutuhan berprestasi.

(33)

2. Leadership (Kepemimpinan)

a. Leadership role (L) – Peran kepemimpinan.

b. Need to control others (P) – Kebutuhan mengatur orang lain.

c. Ease in decision making (I) – Peran membuat keputusan.

3. Activity (Aktivitas kerja) a. Pace (T) – Peran sibuk.

b. Vigorous type (V) – Peran penuh semangat.

4. Social Nature (Relasi sosial)

a. Need for closeness and affection (O) – Kebutuhan kedekatan dan kasih saying.

b. Need to belong to groups (B) – Kebutuhan diterima dalam kelompok.

c. Social extension (S) – Peran hubungan social.

d. Need to be noticed (X) – Kebutuhan untuk diperhatikan.

5. Work Style (Gaya Kerja)

a. Organized type (C) – Peran mengatur.

b. Interest in working with details (D) – Peran bekerja dengan hal – hal rinci.

c. Theoretical type (R) – Peran orang yang teoritis.

6. Temperament (Sifat temperamen)

a. Need for change (Z) – Kebutuhan untuk berubah.

b. Emotional resistant (E) – Peran pengendalian emosi.

c. Need to be forceful (K) – Kebutuhan untuk agresif.

7. Followership (Posisi atasan-bawahan)

a. Need to support authority (F) – Kebutuhan membantu atasan.

b. Need for rules and supervision (W) – Kebutuhan mengikuti aturan dan pengawasan.

(34)

D. IDENTITAS TESTEE 1. Nama : A 2. Usia : 20 Tahun 3. Jenis kelamin : Perempuan 4. Pendidikan : SMA

5. Tanggal Pemeriksaan : 05 Desember 2023.

E. WAKTU PENYAJIAN

Total waktu 24 menit, dimana 5 menit untuk memberikan instruksi dan 19 menit untuk mengerjakannya.

F. SKORING PAPIKOSTIK 1) Ketaatan

a). Dukungan dari Atasan (F) : Skor 6, Kategori Tinggi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis dengan menggunakan alat tes PAPI Kostick, testee memperoleh skor 6. Hasil tersebut masuk ke dalam kategori tinggi, Hal tersebut menunjukkan bahwa testee mampu mengerjakan pekerjaan sesuai dengan kebutuhan dalam membantu atasan.

b). Kebutuhan Taat Pada Aturan (W): Skor 5, Kategori rata-rata.

Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis dengan menggunakan alat tes PAPI kostick, testee memperoleh skor 5. Hasil tersebut masuk ke dalam kategori rata-rata, hal tersebut menunjukkan bahwa testee mampu mengerjakan pekerjaan sesuai dengan kebutuhan mengikuti aturan dan pengawasan.

2) Arah Kerja

a) Menyelesaiakn Tugas secara Pribadi (N) : Skor 6, Kategori Tinggi.

Berdasarkan hasil pada pemeriksaan psikologis dengan menggunakan alat tes PAPI Kostick, testee memperoleh skor 6. Hasil tersebut masuk ke dalam kategori tinggi, hal tersebut menunjukkan bahwa testee mampu menyelesaikan tugas secara pribadi.

(35)

b) Peranan sebagai Pekerja Keras (G) : Skor 6, Kategori Tinggi.

Berdasarkan hasil pada pemeriksaan psikologis dengan menggunakan alat tes PAPI Kostick, testee memperoleh skor 6. Hasil tersebut masuk ke dalam kategori tinggi, hal tersebut menunjukkan bahwa testee adalah seorang yang pekerja keras.

c) Hasrat untuk Berprestasi (A) : Skor 6, Kategori Tinggi.

Berdasarkan hasil pada pemeriksaan psikologis dengan menggunakan alat tes PAPI Kostick, testee memperoleh skor 6. Hasil tersebut masuk ke dalam kategori tinggi, hal tersebut menunjukkan bahwa testee memiliki hasrat untuk berprestasi tinggi.

3) Kepemimpinan

a) Peran sebagai Pemimpin (L) : Skor 7, Kategori Tinggi. Berdasarkan hasil pada pemeriksaan psikologis dengan menggunakan alat tes PAPI Kostick, testee memperoleh skor 7. Hasil tersebut masuk ke dalam kategori tinggi, hal tersebut menunjukkan bahwa testee memiliki peran sebagai pemimpin.

b) Mengendalikan Orang Lain (P) : Skor 6, Kategori Tinggi.

Berdasarkan hasil pada pemeriksaan psikologis dengan menggunakan alat tes PAPI Kostick, testee memperoleh skor 6. Hasil tersebut masuk ke dalam kategori tinggi, hal tersebut menunjukkan bahwa testee mampu mengendalikan orang lain.

c) Mudah dalam Membuat Keputusan (I) : Skor 4, kategori rata-rata.

Berdasarkan hasil pada pemeriksaan psikologis dengan menggunakan alat tes PAPI Kostick, testee memperoleh skor 4. Hasil tersebut masuk ke dalam kategori trata-rata, hal tersebut menunjukkan bahwa testee adalah individu yang mampu dalam membuat keputusan.

4) Aktivitas

a) Tipe Selalu Sibuk (T) : Skor 0, Kategori sangat rendah.

Berdasarkan hasil pada pemeriksaan psikologis dengan menggunakan alat tes PAPI Kostick, testee memperoleh skor . Hasil tersebut masuk ke dalam kategori sangat rendah, hal tersebut menunjukkan bahwa testee adalah tipe orang yang tidak sibuk.

(36)

b) Tipe orang yang Bersemangat (V) : Skor 1, Kategori rendah.

Berdasarkan hasil pada pemeriksaan psikologis dengan menggunakan alat tes PAPI Kostick, testee memperoleh skor 1. Hasil tersebut masuk ke dalam kategori rendah, hal tersebut menunjukkan bahwa testee adalah tipe orang yan tidak bersemangat.

5) Pergaulan

a) Untuk Mendapat Perhatian ( X) : Skor 5, Kategori rata-rata.

Berdasarkan hasil pada pemeriksaan psikologis dengan menggunakan alat tes PAPI Kostick, testee memperoleh skor 5. Hasil tersebut masuk ke dalam kategori rata-rata, hal tersebut menunjukkan bahwa testee cukup mampu untuk mendapat perhatian.

b) Pergaulan Luas (S) : Skor 7, Kategori Tinggi. Berdasarkan hasil pada pemeriksaan psikologis dengan menggunakan alat tes PAPI Kostick, testee memperoleh skor 7. Hasil tersebut masuk ke dalam kategori tinggi, hal tersebut menunjukkan bahwa testee tipe orang yang pergaulannya luas.

c) Kebutuhan Betah terhadap Kelompok (B) : Skor 1, Kategori rendah. Berdasarkan hasil pada pemeriksaan psikologis dengan menggunakan alat tes PAPI Kostick, testee memperoleh skor 1. Hasil tersebut masuk ke dalam kategori rendah, hal tersebut menunjukkan bahwa testee tidak betah terhadap kelompoknya.

d) Kebutuhan untuk mendekati & Menyayangi (O) : Skor 4, Kategori rata-rata. Berdasarkan hasil pada pemeriksaan psikologis dengan menggunakan alat tes PAPI Kostick, testee memperoleh skor 4. Hasil tersebut masuk ke dalam kategori rata-rata, hal tersebut menunjukkan bahwa testee cukup bisa memenuhi kebutuhan untuk mendekati&

menyayangi.

6) Gaya Kerja

a) Type Teoritikal (R) : Skor 5. Kategori rata-rata. Berdasarkan hasil pada pemeriksaan psikologis dengan menggunakan alat tes PAPI Kostick, testee memperoleh skor 5. Hasil tersebut masuk ke dalam kategori rata-rata, hal tersebut menunjukkan bahwa testee tipe orang

(37)

yang teoritikal.

b) Suka Pekerjaan yang terperinci (D) : Skor 6, Kategori tinggi.

Berdasarkan hasil pada pemeriksaan psikologis dengan menggunakan alat tes PAPI Kostick, testee memperoleh skor 6. Hasil tersebut masuk ke dalam kategori tinggi, hal tersebut menunjukkan bahwa testee suka pekerjaan yang terperinci.

c) Type Pengatur (C) : Skor 5, Kategori rata-rata. Berdasarkan hasil pada pemeriksaan psikologis dengan menggunakan alat tes PAPI Kostick, testee memperoleh skor 5. Hasil tersebut masuk ke dalam kategori rata-rata, hal tersebut menunjukkan bahwa testee type orang yang cukup pengatur.

7) Sifat

a) Hasrat untuk Berubah (Z) : Skor 3, Kategori rendah. Berdasarkan hasil pada pemeriksaan psikologis dengan menggunakan alat tes PAPI Kostick, testee memperoleh skor 3. Hasil tersebut masuk ke dalam kategori rendah, hal tersebut menunjukkan bahwa testee hasrat untuk berubah rendah.

b) Pengendalian Emosi ( E) : Skor 4, Kategori rata-rata. Berdasarkan hasil pada pemeriksaan psikologis dengan menggunakan tes PAPI Kostick, testee memperoleh skor 4. Hasil tersebut masuk kedalam kategori rata-rata, hal tersebut menunjukkan bahwa testee cukup mampu dalam pengendalian emosi.

c) Agresi ( K) : Skor 3, Kategori rendah. Berdasarkan hasil pada pemeriksaan psikologis dengan menggunakan tes PAPI Kostick, testee memperoleh skor 3. Hasil tersebut masuk kedalam kategori rendah, hal tersebut menunjukkan bahwa testee agresi yang rendah.

G. KESIMPULAN HASIL

Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologi menggunakan alat tes papikostik, pada aspek ketaatan berupa dukungan dari atasan subjek memiliki skor tinggi, namun pada kebutuhan untuk taat pada aturan memiliki kategori sedang yang dimana subjek kurang taat tanpa adanya

(38)

dukungan dari atasannya. Pada aspek arah kerja berupa menyelesaikan tugas secara pribadi subjek memiliki kategori tinggi, sehingga Subjek cukup mampu menyelesaikan tugasnya secara pribadi hal ini dikarenakan adanya peranan diri subjek sebagai individu yang pekerja keras didukung dengan keinginan subjek untuk memperlihatkan hasil yang lebih baik dari pekerjaanya peranan sebagai pekerja keras subjek memiliki kategori tinggi, hasrat untuk berprestasi subjek memiliki kategori tinggi.

Pada aspek kepemimpinan berupa peranan sebagai pemimpin subjek memiliki kategori tinggi, mengendalikan orang lain tinggi, mudah dalam membuat keputusan subjek memiliki kategori sedang. Pada aspek aktivitas berupa tipe selalu sibuk subjek memiliki kategori paling rendah, tipe orang yang bersemangat subjek memiliki kategori rendah. Pada aspek pergaulan berupa untuk mendapat perhatian subjek memiliki kategori sedang, pergaulan luas subjek memiliki kategori tinggi, kebutuhan betah terhadap kelompok subjek memiliki kategori rendah, kebutuhan untuk mendekati& menyayangi subjek memiliki kategori sedang.

Pada aspek Gaya kerja berupa type teoritikal subjek memiliki kategori sedang, suka pekerjaan yang terperinci subjek memiliki kategori tinggi, type pengatur subjek memiliki kategori sedang. Pada aspek sifat berupa hasrat untuk berubah subjek memiliki kategori rendah, pengendalian emosi subjek memiliki kategori sedang, dan yang terakhir agresi subjek memiliki kategori rendah.

Dengan kata lain Subjek memiliki dukungan dari atasan yang tinggi, namun subjek kurang taat tanpa adanya dukungan dari atasannya.

Subjek juga cukup mampu menyelesaikan tugasnya secara pribadi hal ini dikarenakan adanya peranan diri subjek sebagai indvidu yang pekerja keras didukung dengan keinginan subjek untuk memperlihatkan hasil yang lebih baik dari pekerjaanya.

Referensi

Dokumen terkait

FEAR OF SUCCESS PADA WANITA YANG BEKERJA DITINJAU DARI NEED FOR ACHIEVEMENT YANG DIMILIKI.. bcnar-benar merupakan hasil karya

Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa need of achievement memiliki pengaruh paling besar terhadap intensi berwirausaha dibandingkan dengan

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa personal financial need yang diproksikan melalui melalui OSHIP (kepemilikan saham oleh orang dalam) tidak memberikan pengaruh

Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan PLS, ditemukan bahwa variabel need for achievement memediasi pengaruh internal locus of control dan social support

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa personal financial need yang diproksikan melalui melalui OSHIP (kepemilikan saham oleh orang dalam) tidak memberikan pengaruh

Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpul- kan bahwa untuk variabel bebas yang terdiri dari need for achievement, locus of control, self effi- cacy, instrumental readiness dan

Jadi dari hasil tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan dimana penggunaan media tanam tanah lebih baik dan lebih optimal dibandingkan media tanam kapas yang apabila dikaitkan dengan

Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpul- kan bahwa untuk variabel bebas yang terdiri dari need for achievement, locus of control, self effi- cacy, instrumental readiness dan