• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Korelasi Puri Pratami Ardina Ningrum

N/A
N/A
Alga Hendika

Academic year: 2024

Membagikan "Uji Korelasi Puri Pratami Ardina Ningrum "

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Uji Korelasi

Puri Pratami Ardina Ningrum

(2)

Uji korelasi merupakan

• metode statistik yang digunakan untuk mengukur sejauh mana

hubungan antara dua variabel atau lebih. Hasilnya dinyatakan dalam koefisien korelasi, yang berkisar antara -1 hingga 1, dengan nilai 0

menunjukkan tidak ada

(3)

Uji Korelasi Apa saja?

• Uji Korelasi dengan R.

• Korelasi Pearson.

• Korelasi Rank Spearman.

• Korelasi Cramer.

• Korelasi Phi.

• Korelasi Kendal Tau.

• Referensi.

(4)

Apa saja syarat Korelasi ?

• a. Variabel dalam analisis korelasi yaitu variabel bebas dan variabel terikat harus berupa data yang berskala interval.

• b. Sampel dalam penelitian harus homogen

• c. Garis regresi merupakan garis linear.

(5)

Uji Korelasi Dengan Pearson

Untuk menyatakan ada atau tidaknya

hubungan antara variabel X dengan variabel

Y. Terdapat asumsi yang harus dipenuhi

yakni data berdistribusi normal, dan data

berskala interval atau rasio.

(6)

Tabel klasifikasi nilai koefisien korelasi r pearson:

Interval Koefisien Ingkat Hubungan

0.80 – 1.00 Sangat Kuat

0.60 - 0.79 Kuat

0.40 – 0.59 Cukup Kuat

0.20 – 0.39 Rendah

0.00 – 1.99 Sangat Rendah

(7)

Berdasarkan tabel di atas, dapat kami jelaskan tentang nilai koefisien korelasi uji pearson product moment dan makna keeratannya dalam sebuah analisis statistik atau analisis data. Berikut penjelasannya:

1.Nilai koefisien 0 = Tidak ada hubungan sama sekali (jarang terjadi), 2.Nilai koefisien 1 = Hubungan sempurna (jarang terjadi),

3.Nilai koefisien > 0 sd < 0,2 = Hubungan sangat rendah atau sangat lemah, 4.Nilai koefisien 0,2 sd < 0,4 = Hubungan rendah atau lemah,

5.Nilai koefisien 0,4 sd < 0,6 = Hubungan cukup besar atau cukup kuat, 6.Nilai koefisien 0,6 sd < 0,8 = Hubungan besar atau kuat,

7.Nilai koefisien 0,8 sd < 1 = Hubungan sangat besar atau sangat kuat.

8.Nilai negatif berarti menentukan arah hubungan, misal: koefisien korelasi antara

penghasilan dan berat badan bernilai -0,5. Artinya semakin tinggi nilai

penghasilan seseorang maka semakin rendah berat badannya dengan besarnya

keeratan hubungan sebesar 0,5 atau cukup kuat (lihat tabel di atas).

(8)

Rumus Uji Pearson Produt Moment

(9)

Contoh Soal Korelasi Product moment

• Berikut ini merupakan data perusahaan mengenai harga permintaan suatu komoditi (X) dan harga rata-rata suatu komoditi (Y) disajikan dalam tabel berikut:

X Y

178 105

224 105

160 130

315 130

229 130

250 150

181 150

306 170

257 170

300 180

(10)

Hitunglah koefisien korelasi pada kasus tersebut dan

bagaimana arti dari hasil koefisien korelasi yang didapat!

Data X Y X2 Y2 XY

1 178 105 31684 11025 18690

2 224 105 50176 11025 23520

3 160 130 25600 16900 20800

4 315 130 99225 16900 40950

5 229 130 52441 16900 29770

6 250 150 62500 22500 37500

7 181 150 32761 22500 27150

8 306 170 93636 28900 52020

9 257 170 66049 28900 43690

10 300 180 90000 32400 54000

Total 2400 1420 604072 207950 348090

Jawaban Soal 1:

Berikut ini hasil perhitungan tabel untuk mendapatkan nilai total untuk X, Y, X2, Y2, dan XY:

(11)

Dengan memasukan nilai total dari semua variabel pada tabel dan jumlah data ke dalam rumus korelasi Pearson

Product Moment maka didapat hasil sebagai berikut:

(12)

Korelasi Rank Sperman

• Koefisien korelasi Spearman atau sering disebut juga sebagai

Spearman Rank Correlation Coefficient, digunakan untuk menghitung korelasi berdasarkan data yang berbentuk peringkat (ranking).

Berdasarkan kondisi dalam data, terdapat dua cara dalam penghitungan koefisien korelasi Spearman, yaitu

1. Apabila tidak terdapat peringkat yang “kembar/sama” (“tied rank”).

2. Rumus yang digunakan untuk menghitung korelasi Spearman tanpa

peringkat sama, yaitu :

(13)

Apabila terdapat peringkat yang “kembar/sama” (“tied rank”).

Rumus yang digunakan jika terdapat ranking kembar, yaitu:

rumus korelasi spearman

(14)

Contoh Soal 1:

Sebuah perusahaan sedang melakukan rekrutmen pegawai. Pimpinan

perusahaan ingin mengetahui apakah ada hubungan antara nilai ujian tertulis dengan jumlah barang yang dijual oleh masing-masing salesman yang baru direkrut tersebut. Di bawah ini adalah data mengenai ranking nilai ujian tertulis dan ranking hasil penjualan dari sampel 10 orang salesman yang baru direkrut.

Salesman Ranking Nilai Ujian Tertulis Ranking Jumlah Penjualan

A 5 3

B 6 7

C 8 5

D 3 1

E 2 6

F 7 8

G 1 2

H 4 9

I 10 4

J 9 10

(15)

Pembahasan:

Hipotesis:

H0

: Tidak ada hubungan antara ranking nilai ujian tertulis salesman dengan rangking jumlah penjualan oleh salesman di tingkat populasi

H1

: Ada hubungan antara ranking nilai ujian tertulis salesman dengan rangking jumlah penjualan oleh salesman di tingkat populasi

Tingkat Signifikansi: α=5%

Statistik uji:

Data yang sudah di ranking.

(16)

Salesman Ranking Nilai Ujian Tertulis Ranking Jumlah Penjualan di d2i

A 5 3 2 4

B 6 7 -1 1

C 8 5 3 9

D 3 1 2 4

E 2 6 -4 16

F 7 8 -1 1

G 1 2 -1 1

H 4 9 -5 25

I 10 4 6 36

J 9 10 -1 1

∑=98

(17)

Kemudian, dari tabel korelasi Spearman diperoleh nilai rs (0,05;10)=0,648 .

Keputusan: Karena rs

hit < rs tabel (0,41 < 0,648) maka diputuskan gagal tolak H0 .

Kesimpulan: Dengan tingkat signifikansi 5%, belum cukup bukti untuk mengatakan terdapat hubungan/keterkaitan ranking nilai ujian tertulis dengan ranking jumlah penjualan.

Referensi

Dokumen terkait

Hipotesis ketiga yang diajukan yaitu terdapat hubungan yang berarti (signifikan) antara power otot tungkai (X 1 ), kelincahan (X 2 ) secara bersama-sama terhadap kemampuan

Adapun hipotesis yang diuji adalah sebagai berikut : H0 = Tidak terdapat hubungan body image dengan tingkat konsumsi energi dan status gizi remaja di SMP Negeri 3 Kota Malang H1 =