SIFAT-SIFAT TANAH DAN PRODUKSI TANAMAN PADI (Oryza sativa) SALIBU
SKRIPSI
Oleh :
MUHAMMAD NURRIDHO 71170713078
AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA MEDAN
2021
UJI PEMBERIAN KOTORAN HEWAN (KOHE) SAPI TERHADAP SIFAT-SIFAT TANAH DAN PRODUKSI TANAMAN PADI (Oryza sativa)
SALIBU SKRIPSI
Oleh :
Muhammad Nurridho 71170713078
Skripsi ini Diajukan Pada Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara Medan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Melaksanakan Ujian Sarjana
Menyetujui Komisi Pembimbing :
Dr. Ir. Rahmad Setia Budi. M.Sc Ir. Rahmawaty. M.P Ketua Pembimbing Anggota Pembimbing
Diketahui :
Dr. Ir. Murni Sari Rahayu. M.P Dr. Yayuk Purwaningrum. S.P. M.P Dekan Ketua Program Studi
AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA MEDAN
2021
RIWAYAT HIDUP
Nama : Muhammad Nurridho
Tempat / Tgl. Lahir : Cikampak / 05Oktober 1997 Jenis Kelamin : Laki – laki
Anak ke : 11
Agama : Islam
Alamat : Jl Eka Rasmi Gang Eka Sari No 3b. Medan Nama Orang Tua :
Ayah : Alm. Sumijan
Pekerjaan : Petani
Ibu : Jumina
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Cikampak, DusunAsahan
Pendidikan yang Pernah di Tempuh :
1. Tahun 2010 Lulus dari SDN 118236 TORGAMBA 2. Tahun 2013 Lulus dari SMP NEGERI 6 TORGAMBA
3. Tahun 2016 Lulus dari MAS PONDOK PESANTREN EL FIRDAUS CIKAMPAK
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr. wb.
Puji dan Syukur Alhamdulillah, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kemudahan dan kesabaran sehingga penulis dapat menyelesaikan Usulan Penelitian ini dengan baik yang dilaksanakan di Medan.
Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad SAW.
Skripsi penelitian ini yang berjudul ”Uji Pemberian Kotoran Hewan (Kohe) Sapi Terhadap Sifat-Sifat Tanah Dan Produksi Tanaman Padi Salibu”
disusun sebagai salah satu syarat bagi setiap Mahasiswa/i semester VII Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatra Utara Medan dalam menyelesaikan pendidikan sarjana.
Dalam kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Dosen pembimbing dan yang lainnya:
1. Bapak Dr.Ir. Rahmad Setia Budi. M.Sc selaku Ketua Pembimbing.
2. Ibu Ir. Rahmawaty.M.P selaku Anggota Pembimbing.
3. Ibu Dr .Ir. Murni Sari Rahayu. M.P selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara Medan
4. Ibu Dr. Yayuk Purwaningrum. SP. M.P. selaku ketua program studi Agroteknologi.
5. Teristimewa untuk Alm.Ayahanda dan Ibunda tercinta yang telah banyak memberikan dukungan material maupun spiritual.
6. Serta teman khususnya stambuk 2017 di Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara.
7. Seluruh staf akademis terkhusus pada Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara yang telah berkontribusi dalam penyusunan usulan penelitian ini.
Akhirul kalam, seperti pepatah “Tak ada jalan yang tak berlubang”, begitu juga dalam penulisan ini, penulis menyadari akan adanya kekurangan dalam tulisan ini, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan Usulan Penelitian ini.
Medan, Januari 2020
Penulis
DAFTAR ISI
RINGKASAN i
SUMMARY ii
RIWAYAT HIDUP iii
KATA PENGANTAR iv
DAFTAR ISI vi
DAFTAR TABEL viii
DAFTAR GAMBAR ix
DAFTAR LAMPIRAN x
PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Tujuan Penelitian 2
1.3 Hipotesis 2
1.4 Kegunaan Penelitian 3
TINJAUAN PUSTAKA 4
2.1 Padi Salibu
2.2 Klasifikasi Tanaman Padi 5
2.3 Morfologi Tanaman Padi 6
2.4 Syarat Tumbuh Tanaman Padi 7
2.5 Pupuk Organik 8
2.6 Manfaat Kohe Sapi Pada Tanah 8
BAHAN DAN METODE PENELITIAN 10
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 10
3.2 Bahan dan Alat 10
3.2.1 Bahan 10
3.2.2 Alat 10
3.3 Metode Penelitian 10
3.4 Analisis Data Penelitian 12
3.5 Pelaksanaan Penelitian 12
3.5.1 Persiapan Lahan 12
3.5.2 Pemanenan Padi I 13
3.5.3 Pemotongan Batang Padi 13
3.5.4 Pengaplikasian Kohe Sapi 13
3.5.5 Pemeliharaan dan Pengendalian OPT 14
3.5.6 Panen Salibu 15
3.5.7 Analisis Tanah 15
3.6 Parameter Penelitian 15
HASIL DAN PEMBAHASAN 17
4.1 Pengaruh Pemberian Kotoran Hewan Sapi Padat dan Cair Terhadap Sifat
Sifat Tanah Sawah 17
4.1.1 N Total 17
4.1.2 P Total 20
4.1.3 K Total 23
4.1.4 C Organik 26
4.2 Pengaruh Pemberian Kotoran Hewan Sapi Padat dan Cair Terhadap Produksi
Padi Salibu 29
4.2.1 Berat Gabah Per Tanaman 29
4.2.2 Berat Gabah Per Petakan 31
4.3 Interaksi Pemberian Kohe Sapi Padat dan Cair Terhadap Sifat Sifat Tanah
dan Produksi Tanaman Padi Salibu 34
KESIMPULAN DAN SARAN 36
5.1 Kesimpulan 36
5.2 Saran 36
DAFTAR PUSTAKA 37
DAFTAR TABEL
Judul Halaman
1. Kombinasi Perlakuan Pemberian Kohe Sapi Padat dan Cair 11 2. Rekapitulasi Hasil Analisis Sidik Ragam Pemberian Kohe Sapi Terhadap Sifat
Sifat Tanah dan Produksi Tanaman Padi Salibu 17 3. Rataan Kandungan N Total (%) Tanah sawah Pada Tanaman Padi 18 4. Rataan Kandungan P Total (%) Tanah sawah Pada Tanaman Padi 21 5. Rataan Kandungan K Total (me/100g) Tanah sawah Pada Tanaman Padi 23 6. Rataan Kandungan C Organik (%) Tanah sawah Pada Tanaman Padi 26 7. Rataan Berat Gabah Per Tanaman (g) Pada Tanaman Padi Salibu 29 8. Rataan Berat Gabah Per Petakan (g) Pada Tanaman Padi Salibu 32
DAFTAR GAMBAR
Judul Halaman
1. Hubungan Kohe Sapi Padat dengan Nitrogen 19
2. Hubungan Kohe Sapi Padat dengan Posfor 22
3. Hubungan Kohe Sapi Padat dengan Kalium 24
4. Hubungan Kohe Sapi Padat dengan Carbon Organik 27 5. Hubungan Kohe Sapi Padat dengan Berat Gabah Per Tanaman 30 6. Hubungan Kohe Sapi Padat dengan Berat Gabah Per Petakan 33
DAFTAR LAMPIRAN
Judul Halaman
1. Bagan Areal Percobaan 40
2. Bagan Letak Tanaman Sample 41
3. Deskripsi Padi Salibu Varietas Ciherang 42
4. Rataan Kandungan N Total (%) Tanah sawah Pada Tanaman Padi 44 5. Dwi Kasta Kandungan N Total (%) Tanah sawah Pada Tanaman Padi 44 6. Sidik Ragam Kandungan N Total (%) Tanah sawah Pada Tanaman Padi 44 7. Rataan Kandungan P Total (%) Tanah sawah Pada Tanaman Padi 45 8. Dwi Kasta Kandungan P Total (%) Tanah sawah Pada Tanaman Padi 45 9. Sidik Ragam Kandungan P Total (%) Tanah sawah Pada Tanaman Padi 45 10. Data Rataan Kandungan K Total (me/100g) Tanah sawah Pada Tanaman
Padi 46
11. Dwi Kasta Kandungan K Total (me/100g) Tanah sawah Pada Tanaman Padi 46 12. Sidik RagamKandungan K Total (me/100g) Tanah sawah Pada Tanaman
Padi 46
13. Rataan Kandungan C Organik (%) Tanah sawah Pada Tanaman Padi 47 14. Dwi Kasta Kandungan C Organik (%) Tanah sawah Pada Tanaman Padi
Salibu 47
15. Sidik RagamKandungan C Organik (%) Tanah sawah Pada Tanaman Padi
Salibu 47
16. Rataan Kandungan Berat Gabah Per Tanaman (gram) Pada Tanaman Padi
Salibu 48
17. Dwi Kasta Kandungan Berat Gabah Per Tanaman (gram) Pada Tanaman
Padi Salibu 48
18. Sidik RagamKandungan Berat Gabah Per Tanaman (gram) Pada Tanaman
Padi Salibu 48
19. Rataan Kandungan Berat Gabah Per Petakan (gram) Pada Tanaman Padi
Salibu 49
20. Dwi Kasta Kandungan Berat Gabah Per Petakan (gram) Pada Tanaman Padi
Salibu 49
21. Sidik RagamKandungan Berat Gabah Per Petakan (gram) Pada Tanaman
Padi Salibu 49
22. Rangkuman Uji Beda Rataan Pengaruh Pemberian KoheSapi 50
23. Dokumentasi Pelaksanaan Penelitian 51
24. Hasil Analisis Tanah 55
25. Inventarisasi Analisis Tanah 60
26. Data Curah Hujan 62
DAFTAR PUSTAKA
Aniza Pratiwi, 2001. Penggunaan Pupuk Organik Cair Urin Sapi Pada Tanaman. Di
akses melalui serial online.
https://www.kompas.com/homey/read/2021/04/03/135937676/lebih-baik- mana-pemupukan-sebelum-atau-setelah-hujan-lebat?page=all. Di akses Pada Tanggal 01 Oktober 2021. Pukul 20.00 WIB. Medan.
Asgar Tayieb, 2017 Kebutuhan unsur hara pada tanah sawah melalui serial online https://stafsite.untad.ac.id/197610142002121001/5-parameter-kesuburan- kimia-tanah-hutan.html. Di akses pada 10 Oktober 2021. Medan
Budi R.S, 2018 Characterization And Rejuvination Of Upland Red Rice In North Sumatera serial online https//www.ijstr.org.
Budi R.S, 2019. Perbaikan Genetik Padi Gogo Beras Merah Sumatera Utara Melalui Pemuliaan Mutasi serial online https//www.ijstr.org.
Fitri, dkk, 2017. Pemanffatan Limbah Sebagai Pupuk Organik Cair https://jempolkaki.com/membuat-pupuk-organik-cair/ Di akses Pada Tanggal 08 Oktober 2021. Pukul 14.30 WIB. Medan.
Hadi suwito, 2008. Kebutuhan Beras di Indonesia. Di akses melalui serial online.
https://www.indonesia.investments.com/id/bisnis/komoditas/beras/item18 3?. Di akses Pada Tanggal 16 Februari 2021. Pukul 15.15 WIB. Medan.
Hakim, 2006. Membuat Pupuk Kompos Cair. Agromedia. Jakarta
Hanafiah, K. A. 2012. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada. Edisi 3. 360 hal
Hasanudin. 2003. Peningkatan dan Ketersediaan dan Serapan N dan P serta HasilTanaman Jagung melalui Inokulasi Mikoriza, Azotobacter dan BahanOrganik pada Ultisol. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 5(2):83- 89.
Ilvia, dkk. 2014. Faktor faktor Interaksi pupuk pada tanaman dan tanah.
https://www.ijstr.org
James, 2009. Budidaya Tanaman Padi. Di akses melalui serial onlinehttp://pertanian.jatimprov.go.id/klinik-tani/cara-menanam-padi- yang-baik-dan-benar/. Di akses Pada Tanggal 16 Februari 2021. Pukul 15.30 WIB. Medan.
Kusmanto, 2010. Kandungan Pupuk Organik kotoran Sapi. Di akses melalui serial online http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/71972/Penyuluhan- Manfaat-Kotoran-Sapi-Bagi-Pertumbuhan-Tanaman-Padi--Di-Poktan- SrisadonoDesa-KarangrejoKec-KerjoKab-Karanganyar/. Di akses Pada Tanggal 01 Oktober 2021. Pukul 20.30 WIB. Medan.
Lakitan. B. 2003. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Raja GrafindoPersada. Jakarta.
Lingga, P dan Marsono. 2001. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya.Jakarta.
Makarim, 2008. Morfologi tanaman Padi.Di akses melalui serial online.https://www.sampulpertanian.com/2017/10/klasifikasi-dan-
morfologi-tanaman-padi.html. Di akses Pada Tanggal 17 Februari 2021.
Pukul 13.50 WIB. Medan.
Maryono,2019.TanahAndisol. https://media.neliti.com/media/publications/97938- ID-none.pdf
Masto, 2017.Pengaplikasian Pupuk Organik Cair melalui serial online https://unsurtani.com/2017/12/aplikasi-poc-waktu-dan-cara-penggunaan- pupuk-organik-cair-pada-tanaman#google_vignette.Di akses Pada Tanggal 01 Oktober 2021. Pukul 21.30 WIB. Medan.
Muzahid, 2009.Tingkat Produksi Tanaman Padi Salibu melalui serial online https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/20228,Di akses Pada Tanggal 08 Oktober 2021. Pukul 14.30 WIB. Medan.
Muklis, 2011. Manfaat Pupuk Organik Kotoran Sapi melalui serial online https://unsurtani.com/2017/12/aplikasi -dan-cara-penggunaan-pupuk- organik- -pada-tanaman#google_vignette.Di akses Pada Tanggal 17 Februari 2021. Pukul 13.50 WIB. Medan.
Naldo, 2011. Sifat-Sifat Tanah Sawah. Di akses melalui serial online.
https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/repos/FileUpload/Tanah%20dan%
20Kehidupan_IK/Sifat.tanah.html#:~:text=Sifat%20fisika%20tanah%20m encakup%20tekstur,ukuran%20partikel%20yang%20menyusun%20tanah.
&text=Perbedaan%20warna%20tanah%20umumnya%20dipengaruhi,men unjukkan%20tanah%20tersebut%20semakin%20subur. Di akses Pada Tanggal 17 Februari 2021. Pukul 14.50 WIB. Medan.
Nasrul,2018. Beberapa Varietas Padi Unggul.Di akses melalui serial online.https://www.republika.co.id/berita/qcoi6s380/inilah-jenis-varietas- padi-tahan-kekeringan-apa-saja. Di akses Pada Tanggal 17 Februari 2021.
Pukul 13.30 WIB. Medan.
Nurhayati 2005. Pemanfaatan Lahan Pertanian Untuk Tanaman Pangan. Penebar Swadaya. Jakarta.
Purwanto. 2002. Biota Tanah Sebagai Indikator kualitas Tanah. Malang:
Universitas Brawijaya
Purwono dkk, 2007. Budidaya Padi Ratun. Kalimantan Selatan: BBPP Binuang.
Rima, 2018.Teknik Budidaya Padi Salibu melalui serial online https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/budidaya-padi- salibu-94.Di akses Pada Tanggal 10 Oktober 2021. Pukul 11.30 WIB.
Medan.
Rina, 2015.Manfaat posfor pada tanaman padi melalui serial online http://kaltim.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&v
iew=article&id=707&Itemid=59.Di akses Pada Tanggal 18 Oktober 2021.
Pukul 14.30 WIB. Medan.
Saragih Sri. 2016. Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril.) Terhadap Aplikasi Pupuk Hayati dan Tepung Cangkang Telur. Jurnal Agroteknologi Vol. 4, E-ISSN No. 2337- 6597 .
Sarwono, 2011. Agronomi Ratun Genotipe-Genotipe Padi Potensial Untuk Lahan Pasang Surut.Disertasi. Sekolah Pascasarjana IPB. Bogor.
Sri, dkk, 2014.Pupuk Kandang Sapi melalui serial onlie https://www.neliti.com/id/publications/138716/distribusi-kandungan- karbon-organik-total-kot-dan-fosfat-di-perairan-sayung-kabu.Di akses Pada Tanggal 10 Oktober 2021. Pukul 11.00 WIB. Medan.
Suryawati, 2004.Kandungan Pupuk Organik melalui serial online https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/22790.Di akses Pada Tanggal 08 Oktober 2021. Pukul 15.00 WIB. Medan.
Stevenson, F.J. 2001. Humus, Chemystry, Genesis, Compositions, Reactions.
JohnWilly & Sons. New York
Suciantini, 2015. Mineral Nutrition of Higher Plant. London: Academic Press Syaiful, 2008. Pemanfaatan Limbah Kandang Sapi. Di akses melalui serial
online.https://disnakkan.grobogan.go.id/info/artikel-jurnal/253-manfaat- yang-terpendam-dari-kotoran-sapi. Di akses Pada Tanggal 17 Februari 2021. Pukul 14.30 WIB. Medan.
Sutejo, 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta, Jakarta.
Wisyanto, 2018.Pemanfaatan sisa batang panen padi atau padi salibu melalui serial online https://www.industry.co.id/read/92725/selain-mampu-tingkatkan- produksi-budidaya-padi-teknik-salibu-juga-lebih-hemat.Di akses Pada Tanggal 08 Oktober 2021. Pukul 14.30 WIB. Medan.
Zainuddin, 2019.Pengaplikasian pupuk sesuai 5 T melalui serial online https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/20228.Di akses Pada Tanggal 18 Oktober 2021. Pukul 20.30 WIB. Medan.
Zidan, 2019. Pengolahan Tanah sawah melalui serial online https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/berita/69-pengolahan- tanah-yang-tepat-mempengaruhi-produktivitas-tanah-dan-tanaman.Di akses Pada Tanggal 11 Oktober 2021. Pukul 10.30 WIB. Medan.
Lampiran 1. Bagan Areal Penelitian
Ulangan I Ulangan II Ulangan III
B C
A U
KETERANGAN
A: JARAK ANTAR PETAK, B: JARAK ANTAR PETAK, C: JARAK ANTAR ULANGAN
Luas areal = 54 x 14,5 m = 783m2
Jumlah ulangan = 3 Ulangan
Jumlah petakan = 48 Petakan
Ukuran petakan = 6,5m x 2 m
K0U3 K2U3
K2U1 K0U3 K1U0 K3U0
K1U1 K3U1 K1U2 K3U2 K1U3 K3U3
K1U1 K2U3 K0U2 K3U1 K3U3 K0U1
K0U1 K2U1 K1U2K3U3
K2U1 K1U0 K2U3 K2U2
K1U2 K3U2
K2U0 K2U2 K1U3 K1U0 K0U2 K2U2
K3U2K0U1 K3U1K0U3 K201K3U0
K1U3 K1U1 K0U0 K2U0
K0U2K0U0
K0U0 K3U0
Jarak antar petakan = 30 cm Jarak antar ulangan = 50 cm
Lampiran 2. Bagan Tanaman dan Tanaman Sampel 2M
6,5M
30cm
25 cm
Tanaman sampel Populasi 173 tanaman/petak Tanaman sample 35 tanaman.
Lampiran 3. Deskripsi Padi Ciherang Tahun Dilepas : 2000
SK Menteri Pertanian : 60/Kpts/TP.240/2/2000 Tanggal 25 Februari 2000 Nomor Seleksi : S3383-1d-Pn-41-3-1
Asal Persilangan : IR18349-53-1-3-1-3/3*IR19661-131-3-1-3//4*IR64
Golongan : Cere
Umur Tanaman : 116-125 hari Bentuk Tanaman : Tegak Tinggi Tanaman : 91-106 cm Daun Bendera : Tegak Warna daun telinga : Putih Warna lidah daun : Putih Daun bendera : Tegak
Bentuk Gabah : Ramping Panjang Warna Gabah : Kuning Bersih
Kerontokan : Sedang
Kerebahan : Sedang
Jumlah anakan : 14 – 17 batang Tekstur Nasi : Pulen
Kadar Amilosa : 23%
Indeks Glikemik : 88
Berat 1000 Butir : 27-28 gram Rata Rata Hasil : 5-7 t/ha Kebutuhan benih/ hektar : 15 -17 Kg
Hama : Tahan terhadap wereng coklat biotipe 2, agak tahan terhadap wereng coklat biotipe 3.
Penyakit : Tahan terhadap hawar daun bakteri strain III, rentan terhadap strain IV dan VIII
Anjuran Tanam : Baik ditanam disawah irigasi dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl.
Status : Komersial
Pemulia : Tarjat T, Z. A. Simunallang, E. Sumadi dan Aan A.
Daradjat
NITROGEN
Lampiran 4. Rataan Kandungan Nitrogen Total (%) Tanah Sawah pada Tanaman Padi.
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
I II III
K0U0 0,36 0,40 0,52 1,28 0,43 K0U1 0,42 0,56 0,65 1,63 0,54 K0U2 0,57 0,45 0,50 1,52 0,51 K0U3 0,55 0,50 0,55 1,60 0,53 K1U0 0,67 0,50 0,75 1,92 0,64 K1U1 1,02 0,55 0,85 2,42 0,81 K1U2 0,85 0,85 1,02 2,72 0,91 K1U3 0,92 0,69 1,10 2,71 0,90 K2U0 0,72 0,89 0,75 2,36 0,79 K2U1 0,62 0,70 0,80 2,12 0,71 K2U2 1,12 0,85 0,77 2,74 0,91 K2U3 1,05 0,91 0,82 2,78 0,93 K3U0 0,89 0,88 0,95 2,72 0,91 K3U1 0,95 0,85 0,92 2,72 0,91
K3U2 1,15 0,92 0,85 2,92 0,97
K3U3 0,05 0,80 1,02 1,87 0,62
Total 11,91 11,3 12,82 36,03 12,01
Rataan 0,74 0,71 0,80 2,25 0,75
Lampiran 5. Dwi Kasta Kandungan Nitrogen Total (%) Tanah Sawah pada Tanaman Padi
Perlakuan U0 U1 U2 U3 Total Rataan
K0 1,28 1,63 1,52 1,60 6,03 1,5075
K1 1,92 2,42 2,72 2,71 9,77 2,4425
K2 2,36 2,12 2,74 2,78 10,00 2,5
K3 2,72 2,72 2,92 1,87 10,23 2,5575
Total 8,28 8,89 9,90 8,96
Rataan 2,07 2,2225 2,48 2,24
Lampiran 6. Sidik RagamKandungan Nitrogen Total (%) Tanah Sawah pada Tanaman Padi.
SK Db JK KT F- Hitung F-Tabel
0,05 0,01
Kelompok 2 0,07314 0,03657 1,18 tn 3,32 5,39
K 3 0,99387 0,33129 10,71 ** 2,92 4,51
U 3 0,11182 0,03727 1,21 tn 2,92 4,51
Interaksi 9 0,37299 0,04144 1,34 tn 2,21 3,06
Galat 30 0,92766 0,03092 Total 47 2,47948 0,05275 KK = 15,62 %
POSFOR
Lampiran 7. Rataan Kandungan Posfor (%) Tanah Sawah pada Tanaman Padi.
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
I II III
K0U0 0,15 0,16 0,15 0,46 0,15 K0U1 0,16 0,16 0,15 0,47 0,16 K0U2 0,18 0,15 0,21 0,54 0,18 K0U3 0,14 0,21 0,19 0,54 0,18 K1U0 0,15 0,20 0,18 0,53 0,18 K1U1 0,19 0,15 0,22 0,56 0,19 K1U2 0,21 0,15 0,14 0,50 0,17 K1U3 0,13 0,14 0,20 0,47 0,16 K2U0 0,22 0,18 0,18 0,58 0,19 K2U1 0,14 0,21 0,15 0,50 0,17 K2U2 0,14 0,21 0,22 0,57 0,19 K2U3 0,15 0,20 0,15 0,50 0,17
K3U0 0,18 0,18 0,20 0,56 0,19 K3U1 0,20 0,21 0,21 0,62 0,21
K3U2 0,20 0,19 0,21 0,60 0,20
K3U3 0,22 0,25 0,18 0,65 0,22
Total 2,76 2,95 2,94 8,65 2,88
Rataan 0,17 0,18 0,18 0,54 0,18
Lampiran 8. Dwi Kasta Kandungan Posfor (%) Tanah Sawah pada Tanaman Padi
Perlakuan U0 U1 U2 U3 Total Rataan
K0 0,46 0,47 0,54 0,54 2,01 0,5025
K1 0,53 0,56 0,50 0,47 2,06 0,515
K2 0,58 0,50 0,57 0,50 2,15 0,5375
K3 0,56 0,62 0,60 0,65 2,43 0,6075
Total 2,13 2,15 2,21 2,16
Rataan 0,5325 0,5375 0,5525 0,54
Lampiran 9. Sidik Ragam Posfor (%) Tanah Sawah pada Tanaman Padi.
SK Db JK KT F- Hitung F-Tabel
0,05 0,01
Kelompok 2 0,0014292 0,000715 0,86 tn 3,32 5,39
K 3 0,0087896 0,002930 3,52 * 2,92 4,51
U 3 0,0002896 0,000097 0,12 tn 2,92 4,51
Interaksi 9 0,0064188 0,000713 0,86 tn 2,21 3,06
Galat 30 0,0249708 0,000832 Total 47 0,0418979 0,000891 KK = 11,54 %
K Tukar
Lampiran 10. Rataan K-Tukar (me/100 g) Tanah Sawah pada Tanaman Padi.
Perlakuan Ulangan Total Rataan
I II III
K0U0 0,63 0,65 0,71 1,99 0,66 K0U1 0,63 0,71 0,67 2,01 0,67 K0U2 0,70 0,67 0,65 2,02 0,67 K0U3 0,65 0,65 0,60 1,90 0,63 K1U0 0,68 0,62 0,72 2,02 0,67 K1U1 0,71 0,71 0,77 2,19 0,73 K1U2 0,70 0,81 0,67 2,18 0,73 K1U3 0,81 0,82 0,82 2,45 0,82 K2U0 0,87 0,75 0,77 2,39 0,80 K2U1 0,65 0,65 0,85 2,15 0,72 K2U2 0,58 0,62 0,81 2,01 0,67 K2U3 0,75 0,75 0,75 2,25 0,75 K3U0 0,82 0,71 0,87 2,40 0,80 K3U1 0,80 0,82 0,85 2,47 0,82
K3U2 0,85 0,80 0,78 2,43 0,81
K3U3 0,70 0,85 0,82 2,37 0,79
Total 11,53 11,59 12,11 35,23 11,74
Rataan 0,72 0,72 0,76 2,20 0,73
Lampiran 11. Dwi Kasta K-Tukar Tanah Sawah pada Tanaman Padi
Perlakuan U0 U1 U2 U3 Total Rataan
K0 1,99 2,01 2,02 1,90 7,92 1,98
K1 2,02 2,19 2,18 2,45 8,84 2,21
K2 2,39 2,15 2,01 2,25 8,80 2,2
K3 2,40 2,47 2,43 2,37 9,67 2,4175
Total 8,80 8,82 8,64 8,97
Rataan 2,2 2,205 2,16 2,2425
Lampiran 12. Sidik Ragam K-Tukar Tanah Sawah pada Tanaman Padi.
SK Db JK KT F- Hitung F-Tabel
0,05 0,01
Kelompok 2 0,012717 0,006358 1,73 tn 3,32 5,39
K 3 0,127723 0,042574 11,58 ** 2,92 4,51
U 3 0,004556 0,001519 0,41 tn 2,92 4,51
Interaksi 9 0,057669 0,006408 1,74 tn 2,21 3,06
Galat 30 0,110283 0,003676 Total 47 0,312948 0,006658 KK = 14,45 %
C Organik
Lampiran 13. Rataan C-Organik (%) Tanah Sawah pada Tanaman Padi.
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
I II III
K0U0 1,96 1,80 0,89 4,65 1,55 K0U1 1,94 1,87 1,80 5,61 1,87 K0U2 2,13 1,65 2,01 5,79 1,93 K0U3 1,92 1,50 1,16 4,58 1,53 K1U0 1,89 1,79 1,65 5,33 1,78 K1U1 1,56 2,03 1,02 4,61 1,54 K1U2 1,92 1,97 1,99 5,88 1,96 K1U3 1,91 1,92 1,90 5,73 1,91 K2U0 1,89 1,98 1,75 5,62 1,87 K2U1 2,01 1,69 1,69 5,39 1,80 K2U2 1,89 2,11 1,77 5,77 1,92 K2U3 1,75 2,20 1,80 5,75 1,92 K3U0 2,01 2,20 1,68 5,89 1,96 K3U1 1,69 2,28 2,21 6,18 2,06
K3U2 2,20 1,90 2,01 6,11 2,04
K3U3 1,98 1,88 2,12 5,98 1,99
Total 30,65 30,77 27,45 88,87 29,62
Rataan 1,92 1,92 1,72 5,55 1,85
Lampiran 14. Dwi Kasta C-Organik (%) Tanah Sawah pada Tanaman Padi
Perlakuan U0 U1 U2 U3 Total Rataan
K0 4,65 5,61 5,79 4,58 20,63 5,1575
K1 5,62 5,39 5,77 5,75 22,53 5,6325
K2 5,33 4,61 5,88 5,73 21,55 5,3875
K3 5,89 6,18 6,11 5,98 24,16 6,04
Total 21,49 21,79 23,55 22,04 Rataan 5,3725 5,4475 5,8875 5,51
Lampiran 15. Sidik Ragam C-Organik (%) Tanah Sawah pada Tanaman Padi.
SK Db JK KT F- Hitung F-Tabel
0,05 0,01
Kelompok 2 0,443267 0,221633 3,52 ** 3,32 5,39
K 3 0,569723 0,189908 3,02 * 2,92 4,51
U 3 0,209923 0,069974 1,11 tn 2,92 4,51
Interaksi 9 0,558685 0,062076 0,99 tn 2,21 3,06
Galat 30 1,887800 0,062927 Total 47 3,669398 0,078072 KK = 15,75 %
Berat Gabah Per Tanaman
Lampiran 16. Rataan Berat Gabah Per Tanaman (g) pada Tanaman Padi.
Ulangan
Perlakuan I II III Total Rataan
K0U0 31.56 32.34 30.98 94.88 31.63 K0U1 33.45 33.54 33.67 100.66 33.55 K0U2 32.45 34.56 33.9 100.91 33.64 K0U3 34.56 30.78 34.67 100.01 33.34 K1U0 36.98 31.67 35.89 104.54 34.85 K1U1 35.67 31.89 34.78 102.34 34.11
K1U2 35.88 32.34 35.78 104 34.67 K1U3 36.78 33.12 34.92 104.82 34.94 K2U0 34.78 35.67 36.67 107.12 35.71 K2U1 34.79 34.99 36.99 106.77 35.59 K2U2 36.89 35.67 37.23 109.79 36.60 K2U3 39.89 36.8 36.78 113.47 37.82 K3U0 40.41 39.56 37.88 117.85 39.28 K3U1 39.9 36.79 38.23 114.92 38.31 K3U2 40.54 38.89 38.56 117.99 39.33 K3U3 41.47 39.66 36.98 118.11 39.37 Total 586 558.27 573.91 1718.18 572.73 Rataan 36.63 34.89 35.87 107.39 35.80
Lampiran 17. Dwi Kasta Berat Gabah Per Tanaman pada Tanaman Padi
Perlakuan U0 U1 U2 U3 Total Rataan
K0 94.88 100.66 100.91 100.01 396.46 99,11
K1 104.54 102.34 104 104.82 415.7 103,92
K2 107.12 106.77 109.79 113.47 437.15 109,28 K3 117.85 114.92 117.99 118.11 468.87 117,22
Total 424.39 424.69 432.69 436.41
Rataan 106,1 106,12 108,17 109,1
Lampiran 18. Sidik Ragam Berat Gabah Per Tanaman pada Tanaman Padi.
SK Db JK KT F- Hitung
F-Tabel
0,05 0,01 Kelompok 2 24.16105417 12.08052708 5.998400124 tn 3,32 5,39
K 3 240.8827417 80.29424722 39.86887486 * 2,92 4,51 U 3 8.930358333 2.976786111 1.47807741 tn 2,92 4,51 Interaksi 9 12.36829167 1.37425463 0.682365023 tn 2,21 3,06
Galat 30 60.42 2.013958194
Total 47 346.76
KK = 3,96 %
Berat Gabah Per Petak
Lampiran 19. Rataan Berat Gabah Per Petak (g) pada Tanaman Padi.
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
I II III
K0U0 5600 5100 5820 16520 5506.7 K0U1 5700 6400 6190 18290 6096.7 K0U2 5180 5200 5500 15880 5293.3 K0U3 7100 6800 6290 20190 6730.0 K1U0 7200 6800 5280 19280 6426.7 K1U1 5080 6800 6400 18280 6093.3 K1U2 6700 7200 7800 21700 7233.3 K1U3 5600 6300 5800 17700 5900.0 K2U0 5800 5490 5900 17190 5730.0 K2U1 6200 6400 7500 20100 6700.0 K2U2 7300 6200 5300 18800 6266.7 K2U3 7200 6080 6100 19380 6460.0 K3U0 7100 7500 6200 20800 6933.3 K3U1 5900 6800 7300 20000 6666.7 K3U2 6500 6400 5400 18300 6100.0 K3U3 7600 8100 7200 22900 7633.3 Total 101760 103570 99980 305310 101770.0 Rataan 6360.0 6473.1 6248.8 19081.9 6360.6
Lampiran 20. Dwi Kasta Berat Gabah Per Petak pada Tanaman Padi
Perlakuan U0 U1 U2 U3 Total Rataan
K0 16520 18290 15880 20190 70880 17720
K1 19280 18280 21700 17700 76960 19240
K2 17190 20100 18800 19380 75470 18868
K3 20800 20000 18300 22900 82000 20500
Total 73790 76670 74680 80170
Rataan 18448 19165 18670 20043
Lampiran 21. Sidik Ragam Berat Gabah Per Petak pada Tanaman Padi.
SK Db JK KT F- Hitung
F-Tabel 0,05 0,01 Kelompok 2 402762.5 201381.25 0.503197158 tn
3,32 5,39 K 3 5248989.583 1749663.194 4.371934068 * 2,92 4,51 U 3 2002939.583 667646.5278 1.668267704 tn 2,92 4,51 Interaksi 9 10043085.42 1115898.38 2.188327581 tn 2,21 3,06
Galat 30 12006104.17 400203.4722
Total 47 29703881.25 631997.4734
KK = 9,95 %
Lampiran 22. Rangkuman Uji Beda
Perlakuan
Berat Gabah
per Malai
(g)
Berat Gabah
Per Petak
(g)
K-Tukar (me/100g)
C-Organik (%)
Nitrogen (%)
Posfor (%) Kotoran Sapi
(padat)
K0 (0 ) 49,5 8860 0,66 1,72 0,50 0,17
K1 () 52,2 9620 0,74 1,80 0,81 0,17
K2 () 54,7 9434 0,73 1,88 0,83 0,18
K3 () 58,2 10250 0,81 2,01 0,85 0,20
Kotoran Sapi (cair)
U0 (0) 52,6 9224 0,73 1,79 0,69 0,18
U1 () 53,1 9582 0,74 1,82 0,74 0,18
U2 () 53,8 9335 0,72 1,96 0,83 0,18
U3 () 54,6 10022 0,75 1,84 0,75 0,18
Interaksi
K0U0 31.63 5506.7 0,66 1,55 0,43 0,15
Lampiran 23. Dokumentasi Pelaksanaan Penelitian
K0U1 33.55 6096.7 0,67 1,87 0,54 0,16
K0U2 33.64 5293.3 0,67 1,93 0,51 0,18
K0U3 33.34 6730.0 0,63 1,53 0,53 0,18
K1U0 34.85 6426.7 0,67 1,78 0,64 0,18
K1U1 34.11 6093.3 0,73 1,54 0,81 0,19
K1U2 34.67 7233.3 0,73 1,96 0,91 0,17
K1U3 34.94 5900.0 0,82 1,91 0,90 0,16
K2U0 35.71 5730.0 0,80 1,87 0,79 0,19
K2U1 35.59 6700.0 0,72 1,80 0,71 0,17
K2U2 36.60 6266.7 0,67 1,92 0,91 0,19
K2U3 37.82 6460.0 0,75 1,92 0,93 0,17
K3U0 39.28 6933.3 0,80 1,96 0,91 0,19
K3U1 38.31 6666.7 0,82 2,06 0,91 0,21
K3U2 39.33 6100.0 0,81 2,04 0,97 0,20
K3U3 39.37 7633.3 0,79 1,99 0,62 0,22
KK (%) = 14,29 %
Fermentasi kohe sapi padat dan cair
Pemotongana batang padi dan pembuatan petakan
Pengaplikasian kohe
(Pertumbuhan 2 HSP) (Pertumbuhan 5 HSP)
(Pertumbuhan 7 HSP) (Pertumbuhan 15 HSP)
(Pertumbuhan 25 HSP) (Pertumbuhan 50 HSP)
(Pertumbuhan 60 HSP) (Pertumbuhan 70 HSP)
Pengendalian secara kimia dan mekanik terhadap gulma, hama, dan keong
Pemasangan jaring pada tanaman padi salibu
Panen pada tanaman padi salibu
Lampiran 25. Inventarisasi Biaya Penelitian A. Biaya Budidaya Tanaman Padi
No. Keterangan Harga
1. Kohe Rp. 600.000,-
2. Urin Sapi Rp. 200.000,-
3. M4 Rp. 25.000,-
4. Gula Merah Rp. 5.000,-
5. Terasi Rp. 5.000,-
6. Sewa Pick Up Rp. 150.000,-
7 Jaring Rp. 135.000,-
8. Ember Rp. 10.000,-
9. Jerigen Rp, 10.000,-
10. Racun Keong (Moluksida Ongatan 60 WP) Rp. 80.000,- 11. Racun Insektisida Colombus Rp. 45.000,-
12. Jaring Besar Rp. 600.000,-
13. Sewa lahan Rp. 570.000,-
15. Tali Rp. 30.000,-
Jumlah Rp. 2.470.000,-
B. Biaya Analisis Tanah a. Analisis Tanah Awal
No. Unsur Harga
1. N Rp. 28.000,-
2. P Rp. 30.000,-
3. K Rp. 30.000,-
4. C Organik Rp. 28.000,-
5. pH Rp. 32.000,-
Jumlah Rp. 148.000,- b. Analisis Kohe Padat
No. Unsur Harga
1. N Rp. 28.000,-
2. P Rp. 30.000,-
3. K Rp. 30.000,-
4. C Organik Rp. 28.000,-
Jumlah Rp. 116.000,- c. Analisis Kohe Cair
No. Unsur Harga
1. N Rp. 28.000,-
2. P Rp. 30.000,-
3. K Rp. 30.000,-
4 C Organik Rp. 28.000,-
Jumlah Rp. 116.00,-
d. Analisis Tanah Perlakuan
No. Unsur Jumlah Sampel Harga
1. N 48 Sampel @Rp.28.000,- Rp. 1.344.000,- 2. P 48 Sampel @Rp.30.000,- Rp. 1.440.000,- 3. K 48 Sampel @Rp.30.000,- Rp. 1440.000,- 4 C Organik 48 Sampel @Rp.28.000,- Rp. 1.344.000,-
Jumlah Rp. 5.568.000,-