One Day One Page Sukseskan Gerakan Literasi Sekolah Noviarinta Susilowati, S.Pd.SD
SDN 1 SENDANGHARJO, BLORA
Membaca merupakan suatu proses belajar untuk memperoleh pengetahuan dan informasi. Kemampuan belajar pada diri seorang anak akan mempengaruhi tingkat keberhasilan di sekolah maupun masyarakat untuk membuka peluang kehidupan yang lebih baik. Dengan membaca dapat menambah pengetahuan dan memahami bacaan sehingga mampu berpikir kritis (Aziz, 2017).
Kemampuan dan minat membaca masyarakat Indonesia sangat rendah. Hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) yang mengukur evaluasi sistem pendidikan di dunia melalui kinerja siswa kelas pendidikan menengah dalam kemampuan literasi, matematika, dan sains yang dilakukan 3 tahun sekali, Tahun 2018 Indonesia menempati peringkat ke- 6 dari bawah. Sebagian masyarakat masih menganggap membaca sebagai kegiatan yang membosankan, mereka lebih suka menonton televisi, menggunakan media sosial dan bermain game.
Pemerintah mengambil kebijakan untuk meningkatkan minat membaca, salah satunya dengan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). GLS bertujuan meningkatkan mutu pendidikan melalui budaya membaca yang dikaitkan dengan berbagai kemampuan. Selain itu GLS bertujuan menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca (Widayoko et al., 2018). Program Gerakan Literasi Sekolah tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 23 tahun 2015 tentang kewajiban membaca literatur selama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai (Antasari, 2017).
SDN 1 Sendangharjo, yang berada di wilayah Kecamatan Blora, Kabupaten Blora menerapkan program Gerakan Literasi Sekolah, selain bertujuan mensukseskan program dari pemerintah, sekolah juga berkeinginan meningkatkan minat baca dan berpikir kritis pada siswa. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah One Day One Page. Kegiatan tersebut merupakan pembiasaan siswa setiap hari selama 15 menit untuk membaca buku satu halaman saja sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Dalam waktu satu hari siswa diharuskan membaca satu
halaman buku, kemudian diminta merangkum isi bacaan. Siswa maju secara bergantian untuk menceritakan kembali bacaan yang sudah dirangkum dengan bahasa mereka sendiri. Siswa akan memperoleh penghargaan dari guru berupa bintang prestasi apabila sudah melaksanakan kegiatan membaca, merangkum dan menceritakan kembali isi bacaan dalam satu halaman buku. Guru membimbing siswa dalam pemilihan buku bacaan disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa.
Kegiatan One Day One Page bertujuan meningkatkan kemampuan mengingat dan mengenali isi bacaan, kemampuan menafsirkan bacaan, kemampuan menerapkan konsep membaca, dan kemampuan menganalisis bacaan. Dengan pembiasaan membaca yang dilakukan setiap hari, secara tidak langsung akan memotivasi siswa senang membaca dan berpikir kritis. Sekolah melakukan pemantauan kegiatan One Day One Page di SDN 1 Sendangharjo selama 3 bulan, dengan hasil siswa mampu menyelesaikan membaca satu buku, membuat rangkuman isi bacaan, menceritakan kembali isi bacaan dengan bahasa sendiri menggunakan kalimat sederhana. Sehingga, sekolah tetap menerapkan kegiatan One Day One Page dalam program literasi sekolah dan kegiatan ini sangat di rekomendasikan sebagai salah satu kegiatan untuk meningkatkan minat baca siswa dan mendorong siswa berpikir kritis .