• Tidak ada hasil yang ditemukan

Unduh - Perpustakaan Poltekkes Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Unduh - Perpustakaan Poltekkes Malang"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada Bulan Maret 2018 sampai Bulan Mei 2018 di Puskesmas Kendalsari Kota Malang.

Kesimpulan dari penelitian ini yaitu:

5.1.1 Riwayat obstetri yang dapat meningkatkan resiko terjadinya lesi prakanker serviks yaitu paritas > 1 memiliki OR 3,25 (CI 1-10,67).

5.1.2 Riwayat ginekologi yang dapat meningkatkan resiko terjadinya lesi prakanker serviks yaitu penggunaan KB hormonal > 5 tahun memiliki OR 3,65 (CI 1,16-11), usia pertama berhubungan seksual < 17 tahun memiliki OR 10 (CI 1,41-71,3). PMS yang memiliki OR 6 (CI 1,48-25,2) dan keputihan memiliki OR 3,65 (CI 2,25-71,3).

5.1.3 Riwayat obstetri dan ginekologi berhubungan dengan kejadian lesi prakanker serviks. Hal ini dibuktikan dengan hasil persamaan dari regresi logistik yaitu tidak ada β yang sama dengan nol sehingga hipotesis diterima.

5.2 Saran 5.2.1 Bagi Bidan

Bagi bidan diharapkan dapat memberikan KIE mengenai paritas, lama penggunaan KB hormonal, usia pertama berhubungan seksual, PMS dan keputihan yang dapat menyebabkan terjadinya lesi prakanker serviks.

(2)

Hal ini dimaksudkan agar klien selalu waspada dan terhindar dari terjadinya lesi prakanker serviks.

5.2.2 Bagi Masyarakat

Bagi wanita disarankan untuk proaktif mencari informasi yang benar tentang faktor resiko lesi prakanker serviks dan menghindari faktor resiko tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap terjadinya lesi prakanker serviks.

5.2.3 Bagi Peneliti Selanjutnya

Bagi peneliti selanjutnya dapat menganalisa lebih jauh mengenai faktor resiko lain yang diduga berhubungan dengan kejadian lesi prakanker serviks seperti menstruasi < 12 tahun. Merokok, terpapar asap rokok > 1 jam sehari, sering konsumsi lemak, sering konsumsi makanan berpengawet, kurang aktivitas fisik (30 menit/hari), pernah papsmear, riwayat keluarga kanker, riwayat tumor jinak paydara, riwayat operasi kandungan, menopause > 60 tahun, kehamilan pertama > 35 tahun, pernah menyusui.

1. Diet ketat 1. Multiparitas

2. KB

1. Usia tua >50 tahun 1. Merokok

2. Perilaku seksual 1. Usia

pertama kali berhubungan seks

2. PMS 3. Keputihan

Referensi

Dokumen terkait

Kerangka Operasional Penelitian Perbedaan Disfungsi Seksual pada akseptor KB Suntik DMPA dan akseptor KB Suntik Kombinasi di Desa Watugede Wilayah Puskesmas Singosari Kecamatan

1 Sensasi Berkemih 2 Kemampuan Memulai berkemih 3 Pancaran Urin Total Skor Intrepretasi Hasil Skor : Pulih : Jumlah skor > 5 Kurang Pulih : Jumlah Skor < 4 Tidak Pulih : Jumlah

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Inform Consent Lampiran 2 Lembar Kuesioner Lampiran 3 SOP Teknik Relaksasi Benson Lampiran 4 SOP Teknik Relaksasi Otot Progresif Lampiran 5 Lembar

Hubungan Pengetahuan Penyakit Menular Seksual PMS dengan Tindakan Kebersihan Alat Reproduksi Eksternal Remaja Putri di SMA Nasional Makasar

1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Bagi Penulis Dengan adanya penelitian ini penulis dapat mengetahui adanya hubungan pendidikan kesehatan metode demonstrasi dengan kemampuan ibu tentang

3 5.2 Saran 5.2.1 Bagi Orang Tua Bagi orang tua dengan kasus keterlambatan perkembangan bahasa disarankan untuk lebih sering memberikan stimulasi dengan cara sering mengajak berbicara

Pada pola pelecehan seksual di luar keluarga, pelaku biasanya orang dewasa yang dikenal oleh anak dan telah membangun relasi dengan anak tersebut, kemudian membujuk anak ke dalam

Bagi Panti Werdha Usia Tresno Mukti Memberikan informasi hasil penelitian sehingga dapat dilakukan penanganan terhadap lansia yang mengalami gangguan tidur insomnia dengan terapi musik