PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Penulis memilih pembahasan yang fokus pada pengendalian biaya lingkungan untuk kegiatan lingkungan hidup di rumah sakit, karena masih banyak perusahaan yang melakukan kegiatan operasional tanpa menangkap biaya-biaya yang berkaitan dengan kegiatan lingkungan hidup. Penelitian ini difokuskan pada Rumah Sakit Umum Daerah Lamaduckelleng Kabupaten Wajo yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan masyarakat. Mengingat rumah sakit menghasilkan limbah yaitu limbah B3 baik limbah cair maupun limbah padat yang dapat membahayakan lingkungan, maka pencatatan biaya lingkungan sangat diperlukan.
Sedangkan pada penelitian ini fokusnya hanya pada analisis identifikasi, pengakuan, pengukuran, pengungkapan dan penyajian biaya lingkungan rumah sakit.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, melihat betapa pentingnya biaya lingkungan yang terjadi di rumah sakit, maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam permasalahan pengendalian biaya lingkungan dalam penelitian ini yang akan mengungkap metode pencatatan biaya lingkungan yang dihasilkan oleh rumah sakit dan selama ini akan terjadi. dilakukan dalam penelitian bertajuk “Analisis Pengendalian Biaya Lingkungan di RSUD Lamaddukkelleng Kabupaten Wajo”.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan sebagai bahan penelitian selanjutnya dan dapat dikembangkan sesuai dengan ide dan kreatifitas masing-masing. Bagi penulis, penelitian ini bermanfaat sebagai tambahan wawasan mengenai akuntansi lingkungan dan konsep pelaporan biaya lingkungan dalam akuntansi. Bagi instansi, hal ini berguna sebagai bahan pertimbangan rumah sakit dalam kaitannya dengan pelaporan dan pengalokasian biaya lingkungan dalam kaitannya dengan tanggung jawab sosial lingkungan, khususnya dalam hal sisa operasional lingkungan.
Bagi pembaca, semoga bermanfaat untuk memberikan informasi dan tambahan pengetahuan tentang akuntansi lingkungan dan sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya terkait dengan manajemen biaya lingkungan.
Pengertian dan Fungsi Biaya
- Pengertian Biaya
- Fungsi Biaya
Melakukan kajian terhadap biaya-biaya yang dapat digunakan untuk memperoleh kebijakan dan merumuskan rencana operasi yang menguntungkan. Sebagai penyalur informasi kepada pihak ketiga mengenai seluruh aspek biaya operasional, misalnya untuk keperluan perpajakan.
Klasifikasi Biaya
Klasifikasi Biaya Biaya variabel adalah biaya yang besarnya bervariasi, namun perubahannya sebanding dengan perubahan volume produksi/penjualan. Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak berubah meskipun jumlah yang diproduksi berubah pada kapasitas normal. Biaya langsung merupakan biaya yang manfaatnya dapat langsung diketahui pada produk yang dihasilkan.
Biaya tidak langsung (indirect cost) merupakan biaya yang manfaatnya tidak dapat diidentifikasikan dengan produk yang dihasilkan.
Biaya Lingkungan
- Pengertian Biaya Lingkungan
- Klasifikasi Biaya Lingkungan
- Penerapan Akuntansi Biaya Lingkungan
Menurut Sari dan Tjahjono (2017:197), biaya lingkungan adalah biaya yang timbul akibat buruknya kualitas lingkungan atau buruknya kualitas lingkungan yang mungkin terjadi. Sama halnya dengan biaya kualitas, biaya lingkungan adalah biaya yang timbul karena kualitas yang buruk. Biaya lingkungan langsung adalah biaya yang dapat ditelusuri langsung ke objeknya (misalnya biaya tenaga kerja akibat proses, biaya pengelolaan suatu produk, biaya konsumsi energi produk, dan lain-lain).
Biaya lingkungan tidak langsung adalah biaya yang dialokasikan pada objek biaya (biaya pelatihan lingkungan, biaya gaji manajer lingkungan, biaya pembelian produk yang tidak mempengaruhi proses secara langsung, dan sebagainya).
Penelitian Terdahulu
Dimana peneliti mengunjungi langsung fasilitas penelitian yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Lamaddukkelleng Kabupaten Wajo untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam pengendalian biaya lingkungan. Lokasi penelitian dilakukan di wilayah Kabupaten Wajo tepatnya di Rumah Sakit Umum Daerah Lamaddukkelleng yang terletak di Jl. Dalam hal ini peneliti menganalisis data observasi yang berkaitan dengan cara pengendalian biaya lingkungan di RS Lamaddukkelleng Kabupaten Wajo.
Dari pernyataan hasil wawancara terlihat bahwa RSUD Lamaddukkelleng Kabupaten Wajo mengakui sendiri biaya lingkungan ketika memberikan manfaat meskipun belum dikeluarkan dananya. Dari pernyataan hasil wawancara terlihat bahwa RSUD Lamaddukkelleng Kabupaten Wajo belum mempunyai akun tersendiri dalam laporan keuangannya untuk biaya pengendalian lingkungan. Dari pernyataan hasil wawancara terlihat jelas bahwa RSUD Lamaddukkelleng Kabupaten Wajo belum membeberkan kebijakan khusus mengenai biaya terkait.
Biaya lingkungan rumah sakit umum di daerah Lamaddukelleng yang dapat dikategorikan sebagai biaya deteksi adalah biaya pemeriksaan sampel air limbah dan abu hasil pembakaran. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa Rumah Sakit Umum Lamadukkeleng mengungkapkan biaya lingkungan dalam laporan keuangannya. Rumah Sakit Umum Daerah Lamaddukelleng Kabupaten Wajo telah mengelola lingkungannya dengan baik untuk mencegah terjadinya kualitas lingkungan yang buruk.
Biaya yang timbul sehubungan dengan biaya lingkungan hidup di Rumah Sakit Umum Daerah Lamaddukkkeleng Kabupaten Wajo terdiri dari biaya administrasi perkantoran, biaya pemeliharaan dan biaya barang dan jasa. Dalam penyajian biaya lingkungan hidup, Rumah Sakit Umum Daerah Lamaddukkelleng Kabupaten Wajo menyajikan dalam laporan arus kas, laporan posisi keuangan dan laporan operasional yang dikelompokkan dengan biaya-biaya lain yang sejenis.
Kerangka Konsep
Metode Pengumpulan Data
Observasi dalam penelitian ini yaitu penulis melakukan pengamatan langsung terhadap kegiatan yang berkaitan dengan analisis pengendalian biaya lingkungan di tempat penelitian yang telah ditentukan yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Lamaddudkelleng Kabupaten Wajo. Wawancara dalam penelitian ini adalah pertemuan 2 (dua) orang atau lebih yaitu dengan staf bagian keuangan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan yaitu staf perencanaan, pengembangan dan pemeliharaan, staf instalasi pengolahan dan K3RS (keamanan, kesehatan, dan keselamatan rumah sakit). staf untuk bertukar informasi, informasi dan gagasan melalui tanya jawab langsung dengan otoritas rumah sakit untuk memperoleh data yang relevan dan akurat serta informasi yang diperlukan. c) Dokumentasi.
Metode Analisis
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Rumah Sakit
Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang kompleks, padat keahlian, padat modal, dan padat teknologi. Kompleksitas ini muncul karena pelayanan di rumah sakit mencakup fungsi yang berbeda-beda, termasuk pelayanan, pendidikan dan penelitian, serta melibatkan tindakan dan jenis disiplin pelayanan yang berbeda. Agar rumah sakit dapat menjalankan fungsi kompleks tersebut, maka rumah sakit harus mempunyai peralatan pendukung sumber daya manusia yang profesional baik di bidang teknis kedokteran maupun bidang administrasi kesehatan.
RSUD Lamaddukelleng Kabupaten Wajo termasuk dalam kategori Tipe C dan rumah sakit ini telah lulus dengan akreditasi dasar untuk 12 pelayanan. Kecenderungan rumah sakit dan klinik kesehatan swasta yang di satu sisi memberikan pelayanan serupa sebagai mitra, namun berpotensi menjadi pesaing jika RS Lamaddukkelleng di Kabupaten Wajo tidak segera direnovasi, akan menimbulkan permasalahan besar bagi manajemen rumah sakit di kemudian hari. Tantangan dan tekanan di rumah sakit umum daerah akan selalu muncul seiring dengan perkembangan teknologi kedokteran, perkembangan jenis penyakit dan tuntutan masyarakat untuk meningkatkan mutu pelayanan.
Pada tahun 1930 di Kabupaten Wajo didirikan asrama tentara Belanda, menurut asrama tersebut juga difungsikan sebagai rumah sakit. Sejak tahun 1964 hingga saat ini berdiri sendiri sebagai Rumah Sakit Umum Sengkang, dan tidak berada di bawah pengawasan Kabupaten Bone, Rumah Sakit ini telah mengalami perbaikan dan rehabilitasi dengan dibangunnya ruang rontgen pada tahun 1987. Guna meningkatkan mutu pelayanan pelayanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Dati II Wajo membangun rumah sakit umum pada tahun 1994 yang terletak di Jalan Kartika Chandra Kirana No.9 Kelurahan.
Dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2008, ditetapkan kedudukan, tugas, pokok dan fungsi Rumah Sakit Umum Daerah Lamaddukkelleng Kabupaten Wajo yang berbentuk lembaga teknis daerah yang merupakan unsur pendukung kepala daerah di bidang kesehatan. sektor dipimpin oleh seorang kepala dengan seorang direktur di bawahnya dan bertanggung jawab memimpin melalui sekretaris daerah. Berdasarkan Kepmenkes 856/MENKES/SK/IX/2009, setiap rumah sakit wajib memiliki pelayanan gawat darurat yang berkualitas. Berdasarkan Permenkes Nomor 65 Tahun 2015, pelayanan fisioterapi di rumah sakit umum menurut klasifikasinya memberikan pelayanan kesehatan kepada individu untuk semua jenis.
Pelayanan rawat inap adalah pelayanan bagi pasien rawat inap yang menempati tempat tidur perawatan untuk keperluan observasi, diagnosis, terapi, rehabilitasi medik dan atau pelayanan medik lainnya.
Hasil Penelitian
Dari pendapat hasil wawancara terlihat bahwa RSUD Lamaddukkelleng Kabupaten Wajo dalam mengukur dan mencairkan biayanya sendiri menggunakan satuan moneter rupiah dengan melihat realisasi biaya pada periode sebelumnya. Rumah Sakit Umum Daerah Lamaddukelleng Kabupaten Wajo mengeluarkan anggaran terkait pengelolaan sampah. Anggaran tersebut dicatat dalam laporan ringkasan anggaran rumah sakit tahun 2016. Setelah melakukan penelusuran berbasis bukti mengenai biaya-biaya yang berkaitan dengan kualitas lingkungan di Rumah Sakit Umum Daerah Lamaddukkelengg Kabupaten Wajo. maka diketahui adanya biaya lingkungan hidup yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit.
Rumah Sakit Umum Daerah Lamaddukelleng Kabupaten Wajo mengidentifikasi biaya-biaya yang berkaitan dengan pengelolaan sampah sebagai bagian dari biaya pelayanan, biaya administrasi dan umum dalam laporan kegiatan. Biaya lingkungan hidup rumah sakit umum di wilayah Lamaddukelleng yang dapat dikategorikan sebagai biaya pencegahan adalah biaya pemeliharaan gedung perkantoran, instalasi, UPF dan biaya pemeliharaan genset dan mesin pemotong rumput. Biaya lingkungan hidup rumah sakit umum di daerah Lamaddukelleng yang dapat dikategorikan sebagai biaya kegagalan internal adalah biaya jasa kebersihan, biaya pengelolaan limbah B3, biaya perbaikan pabrik limbah atau biaya perabotan.
Berdasarkan hasil penelusuran diketahui bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Lamaddukelleng Kabupaten Wajo dalam mengukur dan memperkirakan biaya yang dikeluarkan menggunakan satuan moneter rupiah sesuai dengan realisasi biaya pada periode sebelumnya dan sama dengan cos. Rumah Sakit Umum Daerah Lamaddukelleng Kabupaten Wajo mempunyai peralatan pengolahan limbah yaitu instalasi pengolahan dan insinerator yang disajikan sebagai aset tetap di neraca. RSUD Lamaddukelleng Wajo dalam penyusutan aktiva tetap dengan metode penyusutan garis lurus dengan nilai sisa Rp0.
Biaya lingkungan hidup pada umumnya disajikan pada biaya pelayanan, dan biaya administrasi dan umum pada laporan operasional pada Tabel 4.1 dan laporan arus kas pada Tabel 4.2, sehingga diketahui tidak terdapat penyajian biaya khusus terkait biaya lingkungan hidup pada pelayanan publik daerah Lamaddukelleng Wajo. rumah sakit. Sari, Mitra. 2017. Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan di RSUD Daya Makassar. Jurnal Penelitian Edisi XII.Vol.3.No.
PENUTUP
Kesimpulan
Hal ini terlihat dengan adanya besarnya anggaran yang dikeluarkan Rumah Sakit sehingga menimbulkan biaya pengendalian lingkungan, namun biaya lingkungan tidak disajikan secara spesifik dalam laporan keuangan. Seperti pada laporan operasional dan laporan arus kas biaya pemeliharaan, biaya administrasi perkantoran serta biaya barang dan jasa. Hal ini dapat dibuktikan dalam laporan keuangan rumah sakit, biaya-biaya yang berkaitan dengan kualitas lingkungan dikelompokkan ke dalam sub-unit yang serupa.
Saran
Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan di Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro.Jurnal Akuntansi dan Keuangan.Vol. 2017. Analisis Penerapan Akuntansi Biaya Lingkungan Sebagai Tanggung Jawab Sosial di RSI Hidayatullah Yogyakarta, Jurnal Kajin Bisnis, Vol.25.No. Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan Pada Unit Pengelolaan Sampah Terpadu pada Badan Usaha Milik Desa (Studi Kasus pada BUM Desa Mandala Giri Desa Amertha Tajun Kecamatan Kubudindingan Kabupaten Buleleng Provinsi Bali).
Analisis penerapan perhitungan biaya lingkungan dalam pengelolaan sampah (studi sampah di Pondok Pesantren Baru Kediri tahun 2016).