• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR "

Copied!
89
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

RumusanMasalah

TujuanPenelitian

  • TujuanUmum
  • TujuanKhusus

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Pengetahuan

Kata kerja untuk mengukur bahwa orang mengetahui tentang apa yang sedang dipelajari antara lain menyebutkan, mendeskripsikan, mendefinisikan, menyatakan, dan sebagainya. Orang yang telah memahami pokok bahasan atau materi harus mampu menjelaskan, memberi contoh, menyimpulkan, meramalkan, dan sebagainya yang berkaitan dengan pokok bahasan yang dipelajarinya.11 3. Dengan kata lain sintesis adalah kemampuan merangkai rumusan-rumusan baru dari yang sudah ada. formulasi.11 .

Kesehatan Reproduksi

Adat istiadat dan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat tanpa memikirkan apakah yang dilakukannya itu baik atau buruk.12. Pengalaman sebagai sumber pengetahuan merupakan cara memperoleh kebenaran pengetahuan dengan cara mengulangi pengetahuan yang diperoleh dengan memecahkan masalah-masalah sebelumnya.12. 12 Kesehatan reproduksi remaja merupakan suatu keadaan sehat yang berkaitan dengan sistem, fungsi dan proses reproduksi remaja.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat jasmani, rohani, dan sosial serta bebas dari penyakit atau cacat pada sistem reproduksi. Kesehatan reproduksi melibatkan tiga komponen yaitu kompetensi, keberhasilan dan keselamatan. Sukses berarti mampu melahirkan anak sehat yang tumbuh dan berkembang. Prevalensi kesehatan reproduksi di masyarakat sangat memprihatinkan; Banyak kasus kehamilan yang tidak diinginkan hingga berujung pada aborsi, padahal aborsi merupakan tindakan yang membahayakan ibu dan bayinya.

Kesehatan reproduksi dalam Al-Quran berbicara tentang seksualitas, homoseksualitas, kontrasepsi, kehamilan, menyusui dan juga aborsi. 14 Konsep Menjaga Kesehatan Reproduksi Al-Qur'an berbicara tentang larangan berhubungan intim dengan wanita saat menstruasi, anjuran berhubungan badan yang pantas, dan banyak ayat yang menjelaskan hal tersebut. 15 berkaitan dengan kesehatan reproduksi yaitu dapat mencegah perilaku seksual pranikah dan akibat yang ditimbulkannya, antara lain kehamilan yang tidak diinginkan, HIV/AIDS dan penyakit menular seksual yang dapat dicegah. 16.

Dalam memberikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, ada beberapa hal mendasar dalam pengetahuan yang diberikan tentang kesehatan reproduksi, yaitu: 17.

Remaja

Sebagai masa terpenting, masa remaja mempunyai ciri-ciri yang unik dibandingkan dengan masa-masa perkembangan lainnya, ciri-ciri masa remaja dibedakan menjadi 8, yaitu: Keadaan ini menuntut individu untuk mampu beradaptasi secara mental dan melihat pentingnya pembentukan sikap, nilai-nilai dan pencarian jati diri. hal-hal baru 13. Pada masa peralihan pada masa ini seseorang seringkali merasa kebingungan dan tidak jelas mengenai 20 peran yang dibutuhkan oleh lingkungan, misalnya ketika individu menunjukkan perilaku kekanak-kanakan maka akan diminta untuk berperilaku sesuai dengan usianya.

Ada lima ciri perubahan yang khas pada masa ini, yaitu meningkatnya emosi, perubahan cepat yang menyertai kematangan seksual, perubahan tubuh, minat dan peran yang dibutuhkan lingkungan, sehingga menimbulkan permasalahan baru akibat perubahan minat dan pola perilaku. , terjadi pula perubahan nilai, dan sebagian besar remaja merasa biasa saja dengan perubahan yang terjadi. 13. Kedua, karena berkomitmen untuk mandiri, seringkali mereka menolak dibantu oleh orang tua atau guru, sehingga akibatnya adalah kegagalan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. 21 5) Masa remaja merupakan masa pencarian jati diri, pada masa ini interaksi sosial dengan kelompok teman sebaya memegang peranan penting bagi remaja.

Mereka berusaha menemukan jati dirinya dengan cara berpakaian, berbicara dan berperilaku sebanyak mungkin dengan kelompoknya.13. Hal ini membuat remaja sendiri takut untuk menjalankan perannya dan enggan meminta bantuan orang tua atau guru dalam menyelesaikan permasalahannya.13 7) Masa remaja adalah masa yang tidak realistis, remaja pun demikian. kecenderungan untuk melihat kehidupan secara kurang realistis, mereka melihat diri mereka sendiri dan orang lain sebagaimana yang mereka inginkan dan bukan sebagai diri mereka sendiri. Semakin tidak realistis ambisi mereka, mereka akan semakin marah dan kecewa jika tidak dapat mencapainya.13.

Mereka percaya bahwa berpakaian dan bertingkah laku seperti orang dewasa seringkali tidak cukup, sehingga mereka mulai memperhatikan perilaku atau simbol yang berhubungan dengan status dewasa, seperti merokok, minum minuman keras, penggunaan narkoba, bahkan hubungan seksual.

Sikap Terhadap Seks Bebas

  • Sikap
  • Seks bebas

Oleh karena itu sikap merupakan suatu respon evaluatif yang didasarkan pada proses evaluasi terhadap apa yang disimpulkan berupa penilaian positif atau negatif yang kemudian dikristalisasi sebagai respon potensial terhadap objek tersebut.20. Mengajak orang lain untuk mengerjakan suatu permasalahan atau mendiskusikan suatu permasalahan dengan orang lain merupakan indikasi dari sikap tingkat ketiga, misalnya seorang ibu yang lain (tetangga, saudara, dll) menimbang anaknya di posyandu atau berdiskusi tentang gizi adalah bukti bahwa ibu mempunyai sikap positif terhadap gizi anak.20. Misalnya seorang ibu ingin menjadi peserta KB padahal ia mendapat tetangga dari mertuanya dan orang tuanya sendiri.

Untuk menjadi landasan pembentukan sikap, pengalaman pribadi harus meninggalkan kesan yang kuat, oleh karena itu sikap akan lebih mudah terbentuk jika pengalaman pribadi itu berlangsung dalam situasi yang melibatkan faktor emosi. Pada umumnya individu cenderung memiliki sikap yang konformis atau sejalan dengan sikap orang yang dianggap penting, kecenderungan ini antara lain dilatarbelakangi oleh keinginan berafiliasi dan keinginan untuk berkonflik dengan orang yang dianggap penting. hal yang harus dihindari 20. Dalam penyediaan surat kabar atau radio atau media komunikasi lainnya, berita yang harus disampaikan secara faktual dan obyektif cenderung dipengaruhi oleh sikap penulisnya sehingga mempengaruhi sikap konsumen.

Konsep moral dan ajaran lembaga pendidikan dan lembaga keagamaan sangat menentukan sistem kepercayaan, sehingga tidak mengherankan jika konsep-konsep tersebut pada gilirannya mempengaruhi sikap.20. Terkadang bentuk sikap merupakan pernyataan berdasarkan emosi dan bertindak sebagai semacam penyaluran beku atau transfer bentuk.20. Seks kasual adalah hubungan antara seorang pria dan seorang wanita tanpa ikatan perkawinan.

Pergaulan bebas dan akibat negatifnya ditinjau dari pendidikan Islam adalah tata cara pergaulan antara manusia dengan orang lain terutama dengan lawan jenis sehingga menimbulkan hubungan seksual di luar nikah.

Kerangka Teori

KERANGKA KONSEP

Kerangka Operasional dan Kriteria Objektif

Hipotesis

Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada remaja dengan sikap remaja terhadap seks bebas. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada remaja dengan sikap remaja terhadap seks bebas. 42, yang memuat pertanyaan tentang pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan sikap remaja terhadap seks bebas.

Sebaran responden berdasarkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMAN 17 Makassar dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Sebaran responden berdasarkan hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sikap remaja terhadap seks bebas di SMAN 17 Makassar dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Distribusi responden berdasarkan hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sikap remaja terhadap seks bebas di SMAN 17 Makassar.

Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi di SMA Negeri 17 Makassar cukup baik karena sebagian besar siswa mempunyai pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi. Terdapat hubungan antara pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan sikap remaja terhadap seks bebas di SMA Negeri 17 Makassar. Hubungan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Dengan Sikap Seksual Pranikah Remaja Di Desa Danguru Kabupaten Klaten.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DAN SIKAP REMAJA TERHADAP SEKS BEBAS DI SMAN 17 MAKASSAR”.

METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian

Populasi dan Sampel

Analisa Data

Penyajian Data

Alur Penelitian

Pengolahan Data

Etika Penelitian

Data tabel diatas menunjukkan bahwa remaja yang mempunyai pengetahuan kurang tentang kesehatan reproduksi sebanyak 68 orang, dan remaja yang mempunyai pengetahuan baik tentang kesehatan reproduksi sebanyak 68 orang, yaitu sebanyak 68 orang (73,9%). 45 Berdasarkan tabel di atas, jumlah remaja berpengetahuan rendah yang memiliki sikap buruk terhadap kesehatan reproduksi sama banyaknya dengan jumlah remaja yang memiliki sikap baik. Kesehatan reproduksi remaja merupakan suatu keadaan sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi remaja.

Untuk mewujudkan kesehatan reproduksi bagi remaja, hal terpenting yang harus dimiliki adalah pengetahuan yang memadai tentang kesehatan reproduksi itu sendiri. Untuk itu, pengetahuan generasi muda mengenai kesehatan reproduksi harus ditingkatkan guna mencapai kehidupan reproduksi yang sehat dan berkualitas. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi belum banyak diberikan karena masih banyak pelajar yang menganggap pendidikan kesehatan reproduksi sebagai hal yang tabu.

Menurut Hurlock (1994), beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja antara lain pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, yang keduanya diperoleh dari dalam diri. 50 akibat kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi serta kurangnya kontrol dan perhatian orang tua.27. Hasil penelitian ini tidak jauh berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Endarto dan Purnomo (2006) yang berjudul Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Dengan Perilaku Seksual Berisiko Pada Remaja SMK Negeri 4 Yogyakarta.

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan sedang antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual berisiko pada remaja di SMK Negeri 4 Yogyakarta. Pendidikan kesehatan reproduksi bagi pelajar, khususnya seks pranikah, hendaknya diberikan baik di lingkungan formal maupun informal seperti sekolah agar mereka mengetahui dan memahami tentang kesehatan reproduksi dan dampak dari seks pranikah. Bagi lembaga pendidikan dalam hal ini sekolah harus memberikan pendidikan khusus kepada remaja atau pelajar mengenai kesehatan reproduksi dan akibat dari perilaku seksual bebas.

Tabel  5.1.  Karasteristik  Demografi  Responden  Berdasarkan  Umur  dan Jenis Kelmin Di SMAN 17 Makassar
Tabel 5.1. Karasteristik Demografi Responden Berdasarkan Umur dan Jenis Kelmin Di SMAN 17 Makassar

HASIL PENELITIAN HASIL

Karakteristik Demografi Responden

  • Analisis Univariat
  • Analisis Bivariat

Pembahasan

Hal ini sejalan dengan pendapat Notoatmodjo (2003) bahwa seseorang dapat dikatakan mempunyai pengetahuan yang tinggi apabila didukung dengan banyak sumber informasi yang diperolehnya. Seorang remaja harus mempunyai pengetahuan dasar yaitu pemahaman tentang kesehatan reproduksi, bentuk anatomi, fungsi dan cara merawat organ reproduksi, kehamilan dan akibat dari seks bebas dan obat-obatan serta penyakit yang ditimbulkannya. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar remaja di SMA Negeri Makassar masih menganut norma dan adat istiadat ketimuran yang memandang seks bebas sebagai tindakan yang menjijikkan dan tidak sejalan dengan adat istiadat dan nilai agama yang dianutnya.

48 Sikap merupakan konsep terpenting dalam psikologi sosial yang membahas tentang unsur-unsur sikap baik sebagai individu maupun kelompok. Sikap merupakan suatu kecenderungan untuk bereaksi (positif atau negatif) terhadap suatu organisme, suatu benda atau keadaan tertentu, yang menjelaskan bahwa sikap merupakan suatu reaksi yang masih bersifat tertutup, tidak dapat dilihat secara langsung, sehingga sikap hanya dapat dilihat dari tingkah laku yang dimaknai. Oleh karena itu sikap merupakan suatu respon evaluatif yang didasarkan pada proses evaluasi dari apa yang disimpulkan berupa penilaian positif atau negatif yang kemudian mengkristal sebagai respon potensial terhadap objek tersebut.26.

Dalam masyarakat, sesuatu yang dianggap tabu atau terlarang terkadang justru menjadi sesuatu yang membuat penasaran dan menjadi sangat menarik untuk dipelajari atau dipelajari lebih lanjut. Seperti halnya kesehatan reproduksi, hal ini masih jarang diperdebatkan atau diperdebatkan di masyarakat. Remaja yang berada pada tahap perkembangan psikologis labil dan sangat ingin tahu (Irawati, 2009) terkadang menemukan sumber informasi yang salah.

Yang seharusnya ilmu yang dapat mengarah pada hal yang baik justru mengarah pada perilaku menyimpang seperti perilaku seksual, padahal hal tersebut tidak seharusnya dilakukan oleh remaja.

PENUTUP

Keterbatasan penelitian

Saran

BKKBN, Pedoman Pengelolaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja dan Pelajar (PIK R/M), Jakarta: Direktorat Pengembangan Ketahanan, 2012, hal.11. Wanita yang menikah/berhubungan seksual pada usia muda (<20 tahun) atau wanita yang suka berganti-ganti pasangan. Saya tidak akan melakukan hubungan seks bebas karena tidak sesuai dengan adat/budaya yang saya anut.

Gambar

Tabel  5.1.  Karasteristik  Demografi  Responden  Berdasarkan  Umur  dan Jenis Kelmin Di SMAN 17 Makassar
Tabel  5.2.  Distribusi  Responden  Berdasarkan  Pengetahuan  Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Di SMAN 17 Makassar  Pengetahuan kesehatan
Tabel  5.4.  Distribusi  Responden  Berdasarkan  Hubungan  Antara  Pengetahuan  Kesehatan  Reproduksi  Dengan  Sikap  Remaja  Terhadap Seks Bebas Di SMAN 17 Makassar

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Model Awal Step dalam model awal adalah diawali dengan generator-set kedatangan-dilakukan mode FIFO-dilakukan pada setiap jumlah karyawan dan di combine dan akhiranya di exit.. Dari