PENDAHULUAN
Latar belakang
Batasan Penelitian
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- LINGKUNGAN SOSIAL
- Definisi Lingkungan Sosial
- Macam-macam Lingkungan Sosial
- BUNUH DIRI
- Definisi Bunuh Diri
- Macam-macam Bunuh Diri
- REMAJA
- Definisi Remaja
- Karakteristik Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja
- TINJAUAN KEISLAMAN
- KERANGKA TEORI
Bunuh diri adalah perilaku destruktif yang ditujukan terhadap diri sendiri oleh seseorang yang melihat bunuh diri sebagai solusi terbaik terhadap suatu masalah (12). Pelaku bom bunuh diri berusaha menggunakan solusi termudah untuk menyelesaikan masalahnya, yaitu dengan melakukan bunuh diri. Bunuh diri kemudian menjadi jalan keluar bagi individu yang mengalami depresi, distorsi budaya dan transisi yang mempengaruhi perilakunya untuk melakukan bunuh diri (6).
Kecenderungan bunuh diri adalah keinginan untuk mengakhiri hidup dengan cara melakukan bunuh diri tanpa dipaksa oleh paksaan orang lain, sebagai satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik dalam hidup dengan cara dan waktu sendiri (13). Bunuh diri terjadi akibat perasaan bahwa kepentingan diri sendiri lebih penting dibandingkan kepentingan lingkungan sosial sekitarnya (14). Bunuh diri dilakukan ketika integrasi sosial begitu kuat sehingga individu tersebut terpaksa melakukan bunuh diri.
Contohnya adalah bunuh diri pengikut Pendeta Jim Jones di Jonestown, Guyana pada tahun 1978 (14). Dari ayat ini dapat disimpulkan bahwa Allah mengharamkan perilaku bunuh diri yang pelakunya mempercepat kematiannya sendiri (20). Selain itu, dia akan disiksa sesuai dengan jenis bunuh diri yang dia lakukan saat berada di dunia.
Yang tak kalah penting, bunuh diri bukanlah solusi, melainkan peralihan dari kesedihan sementara (di dunia) menuju kesedihan abadi di akhirat (21). 22 Terjemahan: Ibrahim berkata: “Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang sesat.” Orang yang bunuh diri berarti sudah putus asa dan bimbang dengan keputusan yang telah Allah tetapkan.
Dan berkata, Hajjaj bin Minhal memberitahu kami Jarir bin Hazim dari Al Hasan memberitahu kami Jundab radillallahu 'anhu: "Di masjid ini kami tidak akan lupa dan kami tidak takut Jundab akan berdusta atas nama Nabi Shallallahu 'alaihiwasallam, katanya. , "Pernah ada seseorang yang dicederakan lalu dia membunuh diri, lalu Allah s.w.t. berfirman: "Hamba-Ku mendahului-Ku dalam urusan hidupnya sehingga Aku haramkan syurga baginya". Dengan ancaman seperti ini, orang beriman tidak akan berani membunuh diri. Pahala bagi orang yang membunuh diri ialah kekal di dalam neraka dan syurga yang diharamkan baginya (21).
Di atas juga telah dijelaskan bahwa Islam menganjurkan kita untuk mempunyai lingkungan pergaulan yang baik dan menghindari tindakan bunuh diri karena hal tersebut merupakan sesuatu yang dilarang dalam agama. 25 memberikan kehati-hatian dan perhatian terhadap hal-hal yang dapat memicu kecenderungan bunuh diri pada seseorang.
- Konsep Pemikiran Variabel
- Konsep Pemikiran
- Definisi Operasional
- Hipotesis
Pengertian: Lingkungan sosial adalah lingkungan tempat kita melakukan aktivitas sehari-hari, baik itu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, tetapi juga lingkungan masyarakat.
- Objek penelitian
- Metode Penelitian
- Teknik pengambilan sampel
- Rumus sampel dan besar sampel
- Alur penelitian
- Teknik pengumpulan data
- Teknik analisis data
Dari subjek penelitian yang memiliki lingkungan sosial keluarga cukup baik, sebagian besar tidak memiliki kecenderungan bunuh diri. Begitu pula pada subjek penelitian dengan lingkungan sosial yang baik, sebagian besar tidak melakukan bunuh diri. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara lingkungan sosial keluarga dengan kecenderungan bunuh diri (p p < 0,05).
Dari subjek penelitian yang memiliki lingkungan sosial cukup positif, mayoritas tidak memiliki kecenderungan bunuh diri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar subjek penelitian memiliki lingkungan sosial keluarga dan lingkungan pergaulan yang baik, serta tidak memiliki kecenderungan bunuh diri. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa mayoritas subjek penelitian dengan lingkungan sosial keluarga yang buruk memiliki kecenderungan bunuh diri.
Hal serupa juga terjadi pada subjek penelitian dengan lingkungan sosial yang baik, mayoritas tidak memiliki kecenderungan bunuh diri. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara lingkungan sosial keluarga dengan kecenderungan bunuh diri (p=0.005; p<0.05). Sedangkan pada subjek penelitian dengan lingkungan sosial yang buruk, mayoritas memiliki kecenderungan bunuh diri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara lingkungan sosial keluarga dengan depresi pada remaja yang mengarah pada keinginan bunuh diri (25). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara keterampilan sosial dengan keinginan bunuh diri pada remaja di Bener Meriah. Hal buruk tersebut juga mencakup kecenderungan bunuh diri yang muncul pada diri seseorang akibat hubungan atau lingkungan sosial yang buruk.
Jadi sekali lagi: kita harus selalu menjaga hubungan baik satu sama lain untuk menciptakan lingkungan sosial yang baik dan mencegah kecenderungan bunuh diri pada siapapun. Penelitian ini juga memberikan gambaran bahwa lingkungan sosial dapat menjadi pemicu berkembangnya kecenderungan bunuh diri pada seseorang. Bahwa seluruh masyarakat senantiasa menjaga hubungan baik satu sama lain untuk menciptakan lingkungan sosial yang baik dan mencegah timbulnya kecenderungan bunuh diri pada siapapun.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Karakteristik Subjek Penelitian
Survei ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui media sosial pada bulan September hingga Desember 2020.
Gambaran Lingkungan Sosial
Gambaran Kecenderungan Bunuh Diri
Hubungan Antara Lingkungan Sosial dengan Kecenderungan Bunuh Diri
Hubungan Antara Lingkungan Pergaulan dengan Kecenderungan Bunuh
Penelitian ini menggunakan kuesioner Parental Bonding Instrument milik Parker (1979) yang diterjemahkan oleh Tustikarana (2016) dan Scale of Suicide Ideation (1979), untuk mengukur care dan control sebagai ukuran dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengasuhan orang tua mempunyai hubungan negatif yang kuat dan signifikan terhadap pikiran untuk bunuh diri pada remaja (r = -0.519, p < 0.001), yang menjelaskan bahwa semakin besar perhatian yang diberikan orang tua maka semakin rendah pula pikiran untuk bunuh diri yang dimilikinya. remaja dan sebaliknya. Dimensi kontrol orang tua memiliki hubungan signifikan rendah dengan arah positif (r = 0.254, p < 0.001), yang menjelaskan bahwa semakin tinggi kontrol yang diberikan orang tua maka semakin tinggi pula keinginan bunuh diri remaja tersebut (23).
Penelitian dengan desain kualitatif yang melibatkan delapan subjek penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis masalah yang dihadapi siswa dan kontribusinya terhadap munculnya pikiran untuk bunuh diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan kesehatan, gangguan psikis, faktor keluarga, pelecehan seksual, kenakalan remaja, permasalahan pertemanan, permasalahan ekonomi, akademik dan kepribadian merupakan permasalahan yang dapat menimbulkan pemikiran untuk bunuh diri pada siswa. Penelitian ini menggunakan Kuesioner Skala Hubungan Orang Tua-Anak, Kuesioner Penerimaan Diri Tanpa Syarat dan Skala Keputusasaan Beck (BHS) sebagai alat ukur dalam penelitian.
Penelitian dengan desain cross-sectional yang melibatkan 365 remaja bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pikiran untuk bunuh diri dengan faktor risiko bunuh diri pada remaja. Tidak ada hubungan antara karakteristik usia dengan keinginan bunuh diri, dan tidak ada hubungan antara karakteristik gender dengan keinginan bunuh diri. Tidak ada hubungan antara faktor keluarga, faktor lingkungan sosial, faktor riwayat bunuh diri dan faktor orientasi seksual dengan keinginan bunuh diri.
Penelitian dengan desain studi kasus yang melibatkan total 346 subjek penelitian berusia 15 hingga 18 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keinginan bunuh diri dengan keterampilan sosial pada remaja di Bener Meriah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pemikiran bunuh diri pada remaja di Bener Meriah berada pada kategori rendah dan keterampilan sosial berada pada kategori rendah dengan nilai koefisien korelasi (r)=0,089 dan nilai signifikansi (p)=0,068 (p>0,05). Ketiga, terdapat variabel perancu lain yang tidak mungkin dikecualikan dalam penelitian ini, dan kedua penelitian tersebut juga dapat mempengaruhi hasil penelitian.
Dengan kata lain menjauhi juga larangan-Nya, seperti bunuh diri yang dilarang dalam Islam (29). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, ditemukan bahwa 36 dari 108 orang sampel penelitian memiliki kecenderungan bunuh diri. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menciptakan rasa kepedulian, perhatian dan dukungan terhadap orang-orang di lingkungan kita, terutama bagi mereka yang merasa kesepian dan membutuhkan dukungan di masa-masa sulit untuk mencegah timbulnya kecenderungan bunuh diri dalam diri.
Kesimpulan
Saran
1 Saya mempunyai anggota keluarga yang dapat saya andalkan ketika saya mengalami masa-masa sulit. 3 Saya dapat bercerita kepada keluarga saya mengenai permasalahan hidup saya dan merasa nyaman setelahnya.4 Saya merasakan bantuan fisik (uang, barang, jasa, dll) dari keluarga saya ketika saya mengalami masa-masa sulit. 5 Saya merasa mempunyai orang-orang di keluarga saya yang dapat saya andalkan untuk membantu saya menyelesaikan permasalahan hidup saya.
6 Saya mempunyai teman sekolah yang dapat saya “sandarkan” ketika saya menghadapi masa-masa sulit. 9 Saya merasakan bantuan fisik (uang, barang, jasa, dll) dari teman sekolah ketika saya menghadapi masa sulit. 10 Saya merasa mempunyai teman sekolah yang dapat saya andalkan untuk membantu saya menyelesaikan permasalahan hidup saya.
11 Saya mempunyai teman-teman di luar sekolah yang dapat saya andalkan ketika saya menghadapi masa-masa sulit. 12 Saya merasakan sikap peduli yang membuat saya merasa nyaman berada dalam lingkungan pergaulan di luar sekolah. 14 Saya merasakan bantuan fisik (uang, barang, jasa, dll) dari teman ini ketika saya menghadapi masa sulit.
15 Saya merasa mempunyai orang lain selain keluarga saya yang dapat saya andalkan untuk membantu saya menyelesaikan permasalahan hidup saya. 19 Saya mencoba bunuh diri 20 Saya merasa ingin pergi ke suatu tempat yang jauh. 1 Saya mempunyai anggota keluarga yang dapat saya andalkan ketika saya menghadapi masa-masa sulit.
4 Saya merasakan bantuan fisik (uang, barang, jasa, dll) dari keluarga saya ketika saya menghadapi masa-masa sulit. Skor total 5-12 → lingkungan sosial buruk Skor total 13-19 → lingkungan sosial cukup Skor total 20-25 → lingkungan sosial baik. Skor total 10-20 → lingkungan sosial buruk Skor total 14-26 → lingkungan sosial cukup Skor total 21-30 → lingkungan sosial baik.