Upaya Penanggulangan Permasalahan Pertanahan
Permasalahan pertanahan bertalian erat dengan tindak kejahatan terhadap tanah. Oleh karenanya dalam hal upaya penanggulangan kejahatan terhadap tanah pada hakekatnya tidak hanya terpaku pada upaya aparat penegak hukum dalam menanggulangi tindak kejahatan tersebut.
Penanggunalangan juga membutuhkan peran semua pihak meliputi instansi Badan Pertanahan Nasional (BPN) maupun instansi lain terkait dengan perannya sebagai stageholder pemerintah dibidang legalitas ha katas tanah. Demikian juga dengan peran masyarakat dalam konteks pihak pemilik/pemegang ha katas tanah. Peran masing masing pihak dalam tiga tahap upaya
penanggulangan kejahatan terhadap tanah sebagaimana diuraikan dibawah ini, yaitu a. Upaya Pre-Emtif
Yang dimaksud dengan upaya Pre-Emtif adalah upaya upaya yang awal dapat dilakukan oleh subyek pemilik/pemegang ha katas tanah untuk mencegah terjadinya kejahatan terhadap tanah. Target dari upaya ini adalah hilangnya niat pihak lain lain untuk melakukan kejahatan terhadap tanah yang dimiliki oleh seseirang meskipun ada kesempatan dari pihak yang akan melakukan kejahatan terhadap tanah
b. Upaya preventif
Upaya upaya preventif adalah merupakan tindak lanjut dari upaya pre-emtif yang masih dalam tataran pencegahan sebelum terjadinya kejahataan terhadap tanah. Upaya preventif ini lebih menitik beratkan terlaksananya pendaftaran tanah dalam rangka tercapainya jaminan kepastian hukum terhadap hak atas tanah sehingga upaya preventif ini berisikan kewajiban kewajiban bagi masyarakat untuk mendaftarkan bidang tanah yang
dimiliki/dikuasai. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut tentunya pihak yang paling aktif berperan adalah masyarakat sebagai subjek hak dan institusi BPN sebagai peranjangan tangan Negara untuk melaksanakan tugas pendaftaran tanah di Indonesia yang juga tidak terlepas dari keberadaan institusi lain terkait dengan izin penggunaan dan pemanfaatan atas tanah tersebut.
c. Upaya represif
Upaya ini dilakukan pada saat telah terjadi tindak pidana/kejahatan yang tindakannya berupa penegakan hukum (law eaforcement) dengan menjatuhkan hukuman. Sudah barang tentu upaya ini yang berperan adalah pihak penegak hukum baik kepolisian, kejaksaan maupun hakim di lingkungan peradilan pidana yang tentunya tidak lepas dari adanya pihak pelapor dan terlapor serta pihak saksi saksi (tidak menutup kemungkinan dari institusi pemerintah termasuk BPN) dalam kaitan terjadinya tindakan kejahatan terhadap tanah
Urgensi pembentukan peradilan khusus pertanahan
Ada beberapa alasan alasan mengapa pembentukan pengadilan khsusus pertanahan dinilai perlu dan penting untuk merespon lonjakan angka sengketa, konflik dan perkara pertanahan yang terjadi selama ini di Indonesia. Berikut beberapa ulasannya antara lain :
a. Masalah tanah merupakan masalah yang khusus/spesifik memerlukan pengetahuan khusus. Ketika sengketa tersebut diajukan ke pengadilan untuk diperiksa dan diputus guna mendapatkan keadilan, niscaya dibutuhkan hakim yang menguasai hukum agraria karena dalam realita hakim yang memutus perkara agraria memiliki pengetahuan hukum yang umum saja.
b. Sejumlah besar kasus sengketa tanah di Indonesia belum dapat diselesaikan secara tuntas oleh pengadilan umum. Sejumlah besar kasus sengketa tanah yang terjadi di Indonesia tidak mampu diselesaikan dengan tuntas oleh lembaga peradilan nasional dan
mengakibatkan sengketa pertanahan yang berlarut larut dan tidak adanya keepastian hukum atas status kepemilikan tanah
c. Alternatif penyelesaian sengketa diluar pengadilan masih memiliki banyak kelemahan.
Dalam penyelesaian sengketa pertanahan yag dihadapi oleh badan pertanahan nasional ada beberapa kelemahan dalam penyelesaian sengketa tersebut.
Kelemahan itu adalah
Mekanisme eksekusi yang sulit. Jika salah satu pihak tidak bersedia
melaksanakan isi perdamaian/kesepakatan yang telah terjadi dalam mediasi maka pihak lain tidak dapat memaksa agar pihak lawan melaksanakannya. Karena itu cara yang dapat ditempuh adalah dengan mengajukan gugatan kepengadilan sehingga pada akhirnya perkata tersebut memerlukan waktu penyelesaian yang cukup lama.