UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN PEMBERIAN NILAI MATEMATIKA KELAS V SD N 6 METRO UTARA TA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian reward dalam pembelajaran spasial dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Siswa hanya mendengarkan dan menyerap apa yang disampaikan guru tanpa memahami apa yang disampaikan guru. Fokus penelitian adalah pada reward, motivasi belajar siswa, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika.
Rumusan Masalah
Apakah upaya meningkatkan motivasi belajar siswa dengan pemberian reward pada mata pelajaran matematika untuk siswa kelas V SD Negeri 6 Kota Metro Utara Tahun Pelajaran 2016/2017. Apakah upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan pemberian reward pada mata pelajaran Matematika Kelas V SD Negeri 6 Metro Utara Kota Metro tahun pelajaran 2016/2017.
Tujuan Penelitian
Manfaaat Penelitian
- Motivasi Belajar
Jika target atau tujuan adalah sesuatu yang diinginkan individu, maka motivasi berperan mendekati (approach motivation), dan jika target atau tujuan tidak diinginkan oleh individu, maka motivasi berperan jauh dari tujuan. (motivation for avoidance). Motivasi menurut kondisi yang cukup kompleks, maka bisa juga terjadi motivasi ini secara bersamaan berperan dalam mendekatkan dan menjauhi tujuan (motivation for approach-avoidance). Berbicara tentang jenis atau jenis motivasi ini dapat dilihat dari sudut yang berbeda, dengan motivasi aktif atau motif sangat berbeda.
Konsep Teori Variabel Bebas 1. Pemberian Reward
- Matematika
- Hipotesis Tindakan
Akhirnya pelajar tersebut mencapai tahap menerima penghargaan daripada dirinya setelah melakukan amal yang mulia iaitu redha hati. Jika penghayatan itu menimbulkan kesombongan, maka penghayatan itu mesti dihentikan; dalam diri pelajar di zaman kanak-kanak tidak ada bantahan terhadap penghargaan yang diberikan dalam bentuk makanan, gula-gula dan sebagainya.
METODE PENELITIAN
Definisi Operasional Variabel
Keberhasilan proses belajar mengajar dapat dilihat dari motivasi belajar yang ditunjukkan oleh siswa saat melakukan kegiatan belajar mengajar. Jumlah siswa yang dapat mencapai tujuan pembelajaran minimal mencapai 75% dari jumlah instruksi yang harus dicapai.
Setting Penelitian
Subjek Penelitian
Prosedur Penelitian
Guru menanyakan kepada siswa tentang bentuk ruangan dengan menanyakan tentang kelas yang sedang mereka tempati saat ini. Kemudian guru menunjukkan kerangka geometri, guru menanyakan kepada siswa nama-nama bentuk geometri dan contoh nyata bentuk geometri yang ada disekitarnya. Guru menginstruksikan setiap kelompok untuk mengidentifikasi sifat-sifat bentuk ruang yang tertera pada lembar kerja siswa dan menjawab pertanyaan pada lembar kerja (lampiran 9-12).
Guru memberikan lembar evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan dan memberikan reward kepada siswa yang mengerjakan soal paling cepat dan tepat pada soal nomor 40. Guru melakukan refleksi terhadap kegiatan yang dilakukan dengan menanyakan kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Setelah mencatat hasil tes pada pertemuan I, guru melakukan perbaikan dan pengayaan kepada siswa pada akhir pertemuan II.
Teknik Pengumpulan Data
Refleksi merupakan kegiatan untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan yang dilakukan oleh guru pada saat tindakan.Refleksi dilakukan melalui diskusi dengan observer, biasanya dilakukan oleh teman sejawat. Observasi adalah teknik penelitian dengan mengamati tingkah laku dalam situasi tertentu.42 Dengan menggunakan metode observasi, kami juga mengumpulkan data motivasi belajar dan data pelaksanaan pembelajaran melalui pemberian penghargaan oleh guru. Tes adalah teknik penelitian yang biasa digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam mencapai suatu kompetensi Tes hasil belajar adalah tes yang mengukur prestasi seseorang dalam suatu ranah sebagai hasil belajar yang khas yang sengaja dilaksanakan dalam bentuk pengetahuan, pemahaman , keterampilan, sikap, dan nilai.43 Tes dilakukan pada awal siklus (pretest) untuk mengetahui kemampuan awal siswa, dan pada akhir siklus (posttest) untuk mengetahui hasil belajar setelah pembelajaran dilakukan. dilakukan dengan reward sesuai KKM yaitu 60 (lampiran 13-16).
Dokumentasi adalah cara yang digunakan untuk memperoleh informasi dari sumber atau dokumen tertulis, baik berupa buku, majalah, catatan harian, dan sebagainya.
Instrumen Penelitian
- Sejarah Singkat SD Negeri 06 Metro Utara
- Visi, Misi Dan Tujuan SD Negeri 06 Metro Utara a. Visi SD Negeri 06 Metro Utara
- Letak Geografis SD Negeri 06 Metro Utara
- Keadaan Sarana Dan Prasarana
- Keadaan Guru Dan Karyawan SD Negeri 06 Metro Utara
- Keadaan Siswa SD Negeri 06 Metro Utara
- Struktur organisasi SD Negeri 06 Metro Utara
Lembar observasi yang disediakan peneliti terdiri dari lembar observasi siswa dan lembar observasi guru, dengan lembar observasi siswa menentukan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, dan lembar observasi guru menentukan aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran. Selain lembar observasi motivasi belajar siswa, dalam penelitian ini juga digunakan lembar observasi untuk aktivitas pembelajaran guru dengan reward selama proses pembelajaran. tanda (√) pada lembar observasi. Sepanjang sejarah pendidikan di Karangrejo, lebih tepatnya pada masa peralihan dari sekolah agama menjadi sekolah dasar negeri, Pak Suyatman berpindah tugas sekaligus menjadi pendiri SD Negeri 2 Karangrejo yang sekarang menjadi SD Negeri 2 Karangrejo. Sekolah Dasar Negeri 6 Metro Utara, pada tahun 1966, dan periode yang dikelola oleh ayah Esman dari tahun 1956 hingga 1971.
Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 06 Metro Utara telah dilakukan beberapa upaya penyediaan fasilitas belajar mengajar. Sarana pendidikan SD Negeri 06 Metro Utara secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.1 dan rencana lokasi dapat dilihat pada Gambar 4.1. Berikut struktur organisasi SD Negeri 06 Metro Utara tahun pelajaran 2016/2017 dapat dilihat pada Gambar 4.2.
Deskripsi Lokasi Penelitian
- Pra Pembelajaran 1. Mempersiapkan siswa
- Kegiatan Pembelajaran
- Penutup 1. Memberikan
Guru menanyakan kepada siswa tentang materi yang telah dipelajari dan materi apa yang belum dipahami siswa serta menarik kesimpulan tentang sifat-sifat bangun ruang geometris limas, tabung, prisma tegak, kerucut. Berdasarkan gambar 4.4 di atas, hasil belajar siswa dari pre-test dan post-test pada siklus I. Hasil pre-test sebelum tindakan siswa dinilai. Kemudian tindakan dimulai dan diadakan post-test, siswa mencapai skor ≥60 untuk 17 siswa dengan tingkat ketuntasan 77%, meningkat 41%.
Dalam kegiatan pengantar ini, guru menyapa siswa kemudian berpartisipasi dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Bersama siswa, guru menarik kesimpulan dari pembelajaran yang telah berlangsung. Guru membagikan tugas individu kepada siswa. Siswa mengumpulkan tugas yang telah dikerjakannya. Berdasarkan gambar 4.6 hasil belajar siswa dari pre-test dan post-test pada siklus II.
Pembahasan
Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata motivasi belajar siswa pada siklus I dan II pada Tabel 4.11 dapat disimpulkan bahwa kegiatan belajar mengajar meningkatkan motivasi belajar siswa yang dapat dilihat pada siklus I dengan rata-rata 2,62 pada siklus II rata-rata sebesar 4,1 terjadi peningkatan rata-rata sebesar 1,48 Peningkatan motivasi belajar siswa tidak terlepas dari reward yang diberikan, karena setelah menerima reward, siswa lebih semangat mengikuti kegiatan belajar mengajar dan semangat dalam melaksanakan tugas belajarnya. Motivasi RA terus meningkat pada Siklus II, peningkatan ini membuktikan bahwa pemberian reward berpengaruh besar terhadap motivasi RA. Tidak hanya RA, setiap siswa mengalami peningkatan motivasi setelah mendapatkan tindakan melalui pemberian reward. Dari tabel 4.12 di atas diketahui bahwa perbandingan hasil belajar siswa pada siklus I dan II mengalami peningkatan, pada siklus I siswa dengan nilai di atas KKM 60 sepenuhnya dapat dijelaskan dengan hasil belajar sebesar 77% dan pada siklus II sebesar 100. %.
Berdasarkan pemaparan di atas dapat diketahui bahwa pada siklus I ketuntasan belajar adalah 77% sampai 100% pada siklus II. Dengan peningkatan ketuntasan belajar sebesar 23%. Sehingga dapat diketahui bahwa ketuntasan belajar pembelajaran individual dan ketuntasan klasikal telah mencapai 100% dari ketuntasan seluruh siswa yang mendapat nilai ≥60. Dengan demikian penelitian ini selesai dan tidak perlu dilanjutkan pada siklus III. Hal ini terkait dengan peningkatan persentase hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II yang meningkat sebesar 100%. Pemberian reward sangat besar pengaruhnya bagi siswa berinisial DMS, karena siswa tersebut setelah diberikan tindakan oleh peneliti hasil belajarnya meningkat, pada siklus I hasil pre test 35, setelah diberikan tindakan, nilai nilai postes menjadi 60 sedangkan pada siklus II.
Kesimpulan
Saran
Selama proses pembelajaran, pendidik diharapkan mampu memberikan perlakuan dan penggunaan media pembelajaran yang lebih bervariasi, salah satunya dengan memperlakukannya dengan reward, karena dengan pemberian reward maka siswa akan lebih termotivasi untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar yang ditempuh. Pembelajaran matematika dengan memberikan reward kepada siswa kelas V dapat dijadikan salah satu alternatif kegiatan pembelajaran karena dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Pembelajaran dan KKM Matematika di SD N 6 Metro Utara pada tanggal 11 Oktober 2016 pukul 09:20 WIB.
Tujuan Pembelajaran
Materi Bangun Ruang
Metode pembelajaran 1. Diskusi
Kegiatan pembelajaran
- Pendahuluan
- Kegiatan Inti
- Kegiatan Akhir
Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang B. Mengidentifikasi sifat-sifat silinder, prisma tegak, limas, dan kerucut. Guru mengkomunikasikan tujuan pembelajaran dan memberikan motivasi. siswa dan guru mengajukan pertanyaan tentang contoh benda, termasuk bentuk limas, prisma tegak, tabung, dan kerucut. Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang bangun ruang limas, prisma tegak, silinder, dan kerucut.
Siswa dan guru mengajukan pertanyaan tentang sifat-sifat limas, prisma tegak, silinder, dan kerucut. Setiap kelompok mengerjakan LKS dengan melakukan observasi terhadap gambar-gambar yang ada di masing-masing LKS. 45 menit). akan mendapatkan reward berupa jajan untuk kelompok lain akan mendapatkan reward berupa semangat).
Alat/Bahan Sumber Belajar
Materi Bangun Ruang
Metode pembelajaran 4. Diskusi
Kegiatan pembelajaran
- Pendahuluan
- Kegiatan Inti
Perwakilan siswa dari masing-masing kelompok maju ke depan untuk memaparkan hasil diskusinya di papan tulis (kelompok yang benar akan mendapat hadiah berupa jajanan sedangkan kelompok yang lain akan mendapat hadiah berupa semangat).
Alat/Bahan Sumber Belajar
Materi Bangun Ruang
Metode dan Model Pembelajaran 7. Model Pembelajaran Kooperatif
- Kegiatan pembelajaran
- Pendahuluan
- Kegiatan Inti
Guru meminta siswa untuk menginterpretasikan apa yang dimaksud dengan jaring-jaring bangun ruang, agar siswa berpikir kritis.
Alat/Bahan Sumber Belajar
Kompetensi Dasar
- Pendahuluan
- Kegiatan Inti
- LEMBAR PENILAIAN No. Nama
Apersepsi : guru melakukan apersepsi dengan cara bertanya dan menjawab pertanyaan tentang materi kemarin yaitu jaring-jaring kubus, tabung dan prisma tegak. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari hari ini yaitu tentang jaring-jaring yang berbentuk persegi panjang, kerucut dan limas. Guru dan siswa bertanya dan menjawab pertanyaan untuk mengingatkan siswa tentang sifat-sifat bangun ruang, persegi panjang, kerucut, dan limas.
Siswa berdiskusi dengan kelompoknya dan menyusun potongan-potongan kertas untuk membentuk jaring-jaring geometri. Memiliki ketinggian yang merupakan jarak dari puncak alas ke limas - Memiliki titik puncak yaitu. Memiliki ketinggian yang merupakan jarak dari puncak alas ke limas - Memiliki puncak yang merupakan titik pertemuan beberapa buah.
Ia memiliki ketinggian, yaitu jarak dari puncak alas ke limas - ia memiliki 5 sisi, 5 sudut, dan 8 tepi. Buat blok dengan membuat kisi, buat dengan desain kisi yang berbeda.