Communnity Development Journal Vol.4 No. 4 Tahun 2023, Hal. 7063-7066
P-ISSN 2721-5008| E-ISSN 2721-4990 7063
UPAYA PENINGKATAN PERAN KADER MELALUI PENYEGARAN KADER KESEHATAN JIWA DI CIMAHI SELATAN
Indah Kurniawati1, Anggi Ulfah Mawaddah2, Yonathan Kristian Yuan Putra3, Khrisna Wisnusakti4, Rahmi Imelisa5, Herry Prasetyaningrum6
1)Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Kesehatan dan Teknologi PKP DKI Jakarta
2)Prodi S1 Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
3,4,5,6)Fakultas Ilmu Teknologi Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani
email : [email protected] Abstrak
Masalah kesehatan jiwa pada masyarakat tidak dapat dipandang sebelah mata, karena banyak masalah- masalah gangguan jiwa yang terjadi tidak terdeteksi secara dini, sehingga tidak dapat dilakukan penanganan secara cepat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pencegahan dan dikendalikan salah satunya melalui upaya promotive dan preventif. Kader kesehatan jiwa memiliki peranan yang sangat penting dimasyarakat yaitu deteksi dini, menggerakkan masyarakat, melakukan kunjungan rumah, melakukan rujukan, dan dokumentasi. Dengan adanya kader kesehatan jiwa, diharapkan masyarakat akan lebih terpapar mengenai kesehatan jiwa yang nantinya akan mempermudah proses penemuan kasus baru di masyarakat sehingga dapat dilakukan penanganan lebih cepat oleh tenaga kesehatan. Oleh karena itu, penting dilakukan kegiatan penyegaran kader kesehatan jiwa dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam mengelola dan menjalankan tugas fungsinya melakukan penyampaian informasi dan pendidikan kesehatan secara langsung kepada masyarakat. Metode kegiatan ini dengan melakukan Pendidikan kesehatan kepada 31 kader kesehatan yang dilakukan secara langsung di aula Puskesmas. Hasil penyegaran kader didapatkan peningkatan pengetahuan kader kesehatan sebesar 40% sebelum dan setelah dilakukan kegiatan, sehingga kegiatan penyegaran kader kesehatan jiwa sangat penting dilakukan secara berkala untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dalam upaya meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat.
Kata kunci : Kader Kesehatan, Kesehatan Jiwa, Pendidikan Kesehatan Abstract
Mental health problems in the community cannot be underestimated, because many mental disorders that occur are not detected early enough for treatment. Therefore, it is necessary to prevent and control one of them through promotive and preventive efforts. Mental health cadres have a very important role in the community, namely early detection, community mobilization, home visits, referrals and documentation. With the existence of mental health cadres, it is hoped that the community will be more exposed to mental health, which will facilitate the process of finding new cases in the community so that faster treatment can be carried out by health workers. Therefore, it is important to conduct refresher activities for mental health cadres with the aim of improving the ability of cadres to manage and carry out their functional duties of providing health information and education directly to the community. The method of this activity is to conduct health education for 31 health cadres directly in the Puskesmas Hall. The results of refreshing cadres obtained an increase in knowledge of health cadres by 40% before and after activities, so that mental health cadre refresher activities are very important to be carried out periodically to increase the knowledge and ability of cadres in an effort to improve community mental health.
Keywords: Health Cadre, Mental Health, Health Education.
PENDAHULUAN
Kesehatan jiwa ditujukan untuk menjamin seseorang dapat menikmati kehidupan kejiwaan yang sehat, bebas dari ketakutan, tekanan dan gangguan lain yang dapat mengganggu kesehatan jiwa (Amalita et al., 2019). Namun ironisnya, di lingkungan masyarakat selalu dijumpai orang yang mengalami gangguan kejiwaan baik ringan, sedang maupun berat. Jumlah penderita gangguan kejiwaan setiap tahun menunjukkan peningkatan (Maulana et al., 2019). Tercatat hingga Semester I tahun 2020 ada 542 orang ODGJ berat yang ditangani Dinas Kesehatan Kota Cimahi. Jumlah tersebut mencapai 69,9 persen dari total target Standar Pelayanan Minimal (SPM) tahun ini yang mencapai
Communnity Development Journal Vol.4 No. 4 Tahun 2023, Hal. 7063-7066
P-ISSN 2721-5008| E-ISSN 2721-4990 7064 775 temuan ODGJ, sedangkan di wilayah kerja Puskesmas Cimahi Selatan 30 orang (Dinas Kesehatan Kota Cimahi, 2020).
Masalah kesehatan jiwa pada masyarakat tidak dapat dipandang sebelah mata, karena banyak masalah-masalah gangguan jiwa yang terjadi tidak terdeteksi secara dini, sehingga tidak dapat dilakukan penanganan secara cepat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pencegahan dan dikendalikan dengan upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Namun upaya penanganan masalah gangguan jiwa tidak hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan tetapi perlu melibatkan keluarga dan peran serta masyarakat secara aktif salah satunya kader kesehatan jiwa. Menurut Keliat, dkk (2018), peran kader kesehatan jiwa lebih menekankan pada masalah-masalah psikososial, seperti deteksi dini keluarga, kelompok risiko, dan kelompok gangguan jiwa. Dengan adanya kader kesehatan jiwa, diharapkan masyarakat akan lebih terpapar mengenai kesehatan jiwa yang nantinya akan mempermudah proses penemuan kasus baru di masyarakat sehingga dapat dilakukan penanganan lebih cepat oleh tenaga kesehatan.
Oleh karena itu pengetahuan kader mengenai gangguan jiwa merupakan hal yang penting dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat, terutama dalam upaya promotif dan preventif.
Pengetahuan juga menjadi dasar seorang kader untuk melakukan tindakan mengenai permasalahan gangguan jiwa di masyarakat. Kader kesehatan perlu dilatih dalam meningkatkan kemampuan kader agar dapat mengelola dan menjalankan tugas fungsinya melakukan penyampaian informasi dan pendidikan kesehatan secara langsung kepada masyarakat. Diharapkan dengan pelatihan kader kesehatan jiwa ini dapat meningkatkan kerjasama yang baik antara kader kesehatan jiwa, keluarga, masyarakat dan pelayanan kesehatan untuk bersama sama mengatasi masalah kesehatan jiwa di komunitas.
Tujuan utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilakukan adalah untuk memberikan penyegaran kepada kader kesehatan jiwa dengan penyampaian materi terkait deteksi dini masalah psikososial dan gangguan jiwa, cara perawatan keluarga dengan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dirumah serta prinsip dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga. Sasaran kegiatan PKM ini adalah kader kesehatan jiwa di Wilayah Puskesmas Cimahi Selatan yang telah dibentuk pada tahun 2022 sebanyak 32 kader yang mewakili 16 RW.
METODE
Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini dilakukan dengan memberikan materi melalui ceramah, tanya jawab dan diskusi bersama narasumber dan peserta. Kegiatan penyegaran kader ini dilakukan secara langsung bertempat di aula Puskesmas Cimahi Selatan. Jumlah peserta pada kegiatan ini adalah 31 orang kader kesehatan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Cimahi selatan yang mewakili 16 RW.
Kegiatan ini diawali dengan pretest dan diakhiri dengan post test untuk mengevaluasi tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Intrumen yang digunakan selama kegiatan PKM ini adalah alat tulis, handout materi, media pendidikan kesehatan berupa materi dalam powerpoint, serta proyektor. Pengolahan dan analisis data dilakukan terhadap hasil pre dan post test peserta dengan perhitungan menggunakan excel.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada kegiatan PKM menunjukkan beberapa hasil yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tabel 1. Hasil Pre-test dan Post-test.
Pre-Test Post-Test Peningkatan
64,7 80 15,3
Berdasarkan hasil tabel 1, tingkat pengetahuan kader kesehatan jiwa memiliki peningkatan sebesar 15,3 dari hasil pre-test dan post-test. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Febrianto yang menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan dengan pemberian pendidikan kesehatan pada kader kesehatan jiwa (Febrianto et al, 2019). Selain itu, Kusumawaty juga mengatakan kegiatan penyegaran kader dapat meningkatkan pemahaman tentang deteksi dini gangguan jiwa dan cara merawat penderita gangguan jiwa. (Kusumawaty et al, 2020). Pengetahuan merupakan hasil dari tahu yang terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek dimana
Communnity Development Journal Vol.4 No. 4 Tahun 2023, Hal. 7063-7066
P-ISSN 2721-5008| E-ISSN 2721-4990 7065 penginderaan ini terjadi melalui kelima Indera manusia, namun tetap membutuhkan proses belajar (Gunawan & Sukarna, 2016). Informasi kesehatan yang didapatkan melalui pendidikan kesehatan akan masuk sebagai input, kemudian diproses didalam otak yang selanjutnya akan keluar sebagai pengetahuan (Budiman, 2013). Adanya pemberian pendidikan kesehatan yang dilakukan kepada kader kesehatan jiwa merupakan proses belajar melalui Indera penglihatan dan pendengaran. Pendekatan yang dilakukan kepada kader kesehatan jiwa dapat meningkatkan pengetahuannya selain melalui proses belajar dengan penginderaan, metode ceramah dan diskusi yang dilakukan selama kegiatan PKM melibatkan penyampaian informasi secara lisan kepada sekelompok individu dengan bantuan media visual yang tepat dapat membantu audiens memahami dan mengingat informasi dengan baik (Notoadmodjo, 2014).
Tabel 2. Pre-test Tingkat Pengetahuan Kader
No Pernyataan Frekuensi (%)
Benar Salah 1. Pengetahuan tentang gangguan jiwa 20 (64,5%) 11 (35,5%) 2. Tanda gejala dari gangguan jiwa 26 (83,9%) 5 (16,1%) 3. Bentuk dukungan keluarga 14 (45,2%) 17 (54,8%)
4. Cara perawatan ODGJ 18 (58,1%) 13 (41,9%)
5. Teknik penyuluhan 21 (67,7%) 10 (32,3%)
6. Media penyuluhan 20 (64,5%) 11 (35,5%)
Pada tabel 2 diatas menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan, peserta paling mengetahui tentang tanda dan gejala dari gangguan jiwa, yaitu sebanyak 83,9% peserta menjawab secara benar. Sedangkan untuk hal yang paling tidak dipahami oleh peserta adalah bentuk dukungan keluarga terhadap pasien gangguan jiwa, sebanyak 45,2% peserta yang dapat menjawab secara benar.
Secara keseluruhan sebanyak 64% peserta yang menjawab benar dari pertanyaan yang diberikan pada saat pre-test.
Tabel 3. Post-test Tingkat Pengetahuan Kader
No Pernyataan Frekuensi (%)
Benar Salah 1. Pengetahuan tentang gangguan jiwa 28 (93,5%) 3 (6,5%) 2. Tanda gejala dari gangguan jiwa 31 (100%) 0 (0%) 3. Bentuk dukungan keluarga 24 (77,4%) 7 (22,6%)
4. Cara perawatan ODGJ 25 (80,6%) 6 (19,4%)
5. Teknik penyuluhan 24 (77,4%) 7 (22,6%)
6. Media penyuluhan 24 (77,4%) 7 (22,6%)
Tabel 3 menunjukkan hasil dari jawaban post-test setelah dilakukan pemberian pendidikan kesehatan. Berdasarkan hasil post-test didapatkan semua peserta benar (100%) dalam menjawab tanda dan gejala gangguan jiwa, dan hasil post-test memperlihatkan peningkatan jumlah jawaban benar dibandingkan dengan pre-test. Dari pertanyaan yang diberikan, semua peserta secara rata-rata dapat menjawab 80% pertanyaan secara benar.
Berdasarkan hasil diatas, dapat dilihat bahwa Sebagian besar kader kesehatan jiwa dapat memahami penyampaian yang diberikan oleh narasumber, hal ini terbukti dengan terjadinya peningkatan jawaban benar dari peserta pada saat post-test lebih dari 50% peserta menjawab secara benar. Salah satu factor keberhasilan peningkatan pengetahuan ini adalah narasumber yang memiliki kompetensi serta menguasai materi yang disampaikan dan dibantu dengan alat bantu pengajaran yang tepat. Kunci keberhasilan pelaksanaan metode ceramah adalah apabila penceramah dapat menguasai audiens, dengan memberikan sikan dan penampilan yang meyakinkan, dan menggunakan audio visual semaksimal mungkin (Pakpahan et al, 2021).
Selain itu, factor lain adalah kepercayaan. Kepercayaan masyarakat menjadi salah satu factor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan kesehatan. Pesan yang disampaikan seseorang yang memiliki sumber kepercayaan akan menimbulkan pengaruh yang kuat bagi pendengar (Febrianto, 2019). Dalam hal ini, penyampaian informasi kesehatan mengenai deteksi dini masalah psikososial dan gangguan
Communnity Development Journal Vol.4 No. 4 Tahun 2023, Hal. 7063-7066
P-ISSN 2721-5008| E-ISSN 2721-4990 7066 jiwa serta cara perawatan keluarga dengan pasien ODGJ disampaikan langsung oleh narasumber yang merupakan Dosen keperawatan jiwa Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi.
SIMPULAN
Kegiatan penyegaran kader kesehatan jiwa ini dapat meningkatkan pengetahuan kader kesehatan jiwa. Salah satu bentuk yang dapat dilakukan adalah dengan secara rutin memberikan edukasi kepada kader kesehatan jiwa dengan informasi terbaru sehingga pengetahuan kader semakin meningkat, dengan meningkatnya pengetahuan kader diharapkan kader dapat mengedukasi masyarakat diwilayahnya sehingga kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat.
UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada mitra kami yakni Puskesmas Cimahi Selatan yang telah memberikan dukungan dan fasilitas kepada kami dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini.
DAFTAR PUSTAKA
Amalita, A. R., Alawiya, N., & Utami, N. A. T. (2019). Perlindungan Hukum Terhadap Penderita Gangguan Jiwa Dalam Pelayanan Kesehatan Pada Struktur Peraturan Perundang-Undangan Indonesia. Jurnal Online Internasional & Nasional, 7 (1). Issn 2502-3632 (Online) Issn 2356-0304 (Paper)
Budiman, Riyanto A. (2013). Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Dan Sikap Dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta Selatan: Salemba Medika
Febrianto, T., Ph, L., & Indrayati, N. (2019). Peningkatan Pengetahuan Kader Tentang Deteksi Dini Kesehatan Jiwa Melalui Pendidikan Kesehatan Jiwa. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 1(1), 33-40. Https://Doi.Org/10.37287/Jppp.V1i1.17.
Gunawan, J., & Sukarna, R. A. (2016). Potret Keperawatan Di Belitung Indonesia.
Https://Books.Google.Com/Books/About/Potret_Keperawatan_Di_Belitung_I%0andonesia.Html?
Hl=Id&Id=Wltxdwaaqbaj
Keliat, B. A. (2018). Dukungan Kesehatan Jiwa Dan Psikososial (Mental Health And Psychosocial Support) Keperawatan Jiwa. In Ipkji.
Keliat,B.A, (2011). Keperawatan Kesehatan Komunitas Cmhn (Basiccourse).Jakarta : Egc Press Kusumawaty, I., Yunike, Y., & Pastari, M. (2020). Penyegaran Kader Kesehatan Jiwa Mengenai
Deteksi Dini Gangguan Jiwa Dan Cara Merawat Penderita Gangguan Jiwa. Journal Of Community Engagement In Health, 3(1), 25-28. Https://Doi.Org/10.30994/Jceh.V3i1.27
Maulana, I., S, S., Sriati, A., Sutini, T., Widianti, E., Rafiah, I., Hidayati, N. O., Hernawati, T., Yosep, I., H, H., Amira D.A, I., & Senjaya, S. (2019). Penyuluhan Kesehatan Jiwa Untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Tentang Masalah Kesehatan Jiwa Di Lingkungan Sekitarnya. Media Karya Kesehatan. Https://Doi.Org/10.24198/Mkk.V2i2.22175
Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan (2nd Ed.). Jakarta : Rineka Cipta.
Pakpahan, Martina Et Al. (2021). Promosi Kesehatan Dan Perilaku Kesehatan. Yayasan Kita Menulis.
Isbn: 978-623-6840-73-3