• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uraian Teori dan Instrumen

N/A
N/A
Aufa Nur Aliftyani

Academic year: 2025

Membagikan "Uraian Teori dan Instrumen"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Instrumen Penelitian dan Teori Pendukung

1. Iklim Organisasi

Teori iklim organisasi mengacu pada persepsi karyawan terhadap lingkungan kerja yang memengaruhi perilaku dan sikap mereka di tempat kerja. Menurut Litwin dan Stringer (1968), iklim organisasi terdiri dari beberapa dimensi seperti struktur, dukungan, penghargaan, komunikasi, dan kehangatan. Instrumen yang digunakan untuk mengukur iklim organisasi dapat diadaptasi dari Organizational Climate Questionnaire (OCQ).

Contoh Indikator dan Pernyataan:

1. Dukungan: Pimpinan memberikan dukungan dalam penyelesaian pekerjaan.

2. Komunikasi: Komunikasi antara atasan dan bawahan berjalan terbuka.

3. Struktur: Tugas-tugas pekerjaan terstruktur dan jelas.

4. Penghargaan: Pekerjaan saya dihargai oleh organisasi.

5. Kehangatan dan Keadilan: Saya merasa lingkungan kerja saya adil dan nyaman.

2. Keterlibatan Kerja

Keterlibatan kerja adalah kondisi psikologis dimana individu secara positif terkait dengan pekerjaannya. Menurut Kahn (1990), keterlibatan kerja muncul ketika individu mengalami meaningfulness, safety, dan availability. Schaufeli dan Bakker (2003) mengembangkan Utrecht Work Engagement Scale (UWES) yang terdiri dari tiga dimensi utama: vigor, dedication, dan absorption.

Contoh Indikator dan Pernyataan:

1. Vigor: Saya merasa penuh energi saat bekerja.

2. Dedication: Pekerjaan saya sangat berarti bagi saya.

3. Absorption: Saya sering merasa begitu tenggelam dalam pekerjaan sehingga waktu terasa cepat berlalu.

4. Dedication: Saya bangga dengan pekerjaan saya.

5. Vigor: Saya merasa antusias ketika akan bekerja.

(2)

3. Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja adalah kondisi emosional yang menyenangkan akibat penilaian terhadap pekerjaan seseorang. Menurut Locke (1976), kepuasan kerja adalah perasaan positif tentang pekerjaan yang merupakan hasil dari evaluasi terhadap berbagai aspek pekerjaan.

Paul Spector (1994) mengembangkan Job Satisfaction Survey (JSS) yang digunakan secara luas dalam mengukur kepuasan kerja.

Contoh Indikator dan Pernyataan:

1. Kompensasi: Saya puas dengan gaji dan tunjangan yang saya terima.

2. Lingkungan kerja: Saya menikmati suasana kerja di lingkungan saya.

3. Pengakuan: Saya merasa pimpinan menghargai kontribusi saya.

4. Relasi interpersonal: Saya puas dengan hubungan saya dengan rekan kerja.

5. Kepuasan umum: Saya puas secara keseluruhan terhadap pekerjaan saya saat ini.

Referensi

Dokumen terkait

Robbins dan Judge (2008:99) menyatakan bahwa kepuasan kerja (job satisfaction) sebagai suatu perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari

itu sendiri. Jadi berhubungan dengan job content atau disebut juga sebagai aspek intrinsik dalam pekerjaan. Faktor-faktor yang termasuk di sini adalah: 1) Achievement (keberhasilan

Berdasarkan definisi tersebut diatas pada dasarnya sama, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa kepuasan kerja merupakan tingkat perasaan seseorang terhadap hasil dari pekerjaan

Hasil penelitian Frone, Russel & Cooper (1994) mengungkapkan bahwa multi dimensi yang mempengaruhi kepuasan kerja (job satisfaction) adalah tekanan pekerjaan,

Kepuasan kerja adalah perasaan positif seseorang mengenai kinerjanya yang merupakan evaluasi dari karakteristik pekerjaan tersebut (Robbins, 2003).Salah satu faktor yang

Menurut Robbins dan Judge dalam Candra kepuasan kerja (job satisfaction) dapat didefinisikan sebagai suatu perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil

Job-relevant information membantu manajer untuk memahami dengan jelas apa yang penting dalam menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik (Kren, 1992), dan untuk

Dari definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah sikap dan perasaan positif yang dirasakan oleh karyawan karena mereka telah melakukan