Perencanaan Perawatan Pada Screw Press Menggunakan RCM (Reliability Centered Maintenance) Di Pabrik Kelapa Sawit PT.PP.London Sumatra Turangie. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggunakan mesin press ulir untuk meningkatkan kualitas produksi dan mengurangi risiko cacat produksi, serta membantu secara langsung mengurangi beban kerja selama pemeliharaan rutin. RCM ) Pemeliharaan yang berpusat pada keandalan juga berguna untuk meningkatkan kualitas produk, dan pemeliharaan yang dilakukan dapat mencegah, mendeteksi kegagalan, atau menemukan kegagalan tersembunyi.
Preventive Maintenance Planning on Screw Press Machine Using Reliability Centered Maintenance (RCM) Method in PT. London Sumatra Indonesia Turangie Oil Oil Mill still runs unscheduled maintenance and not in a comprehensive way. The study aims to carry out a maintenance plan for screw press machines in order to improve product quality and reduce the risk of production failure.
RCM juga dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas produk, dan untuk mencegah atau mendeteksi kegagalan atau kegagalan yang tersembunyi sekaligus. Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini PT. Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk dapat menyelesaikan program studi sarjana (S1) pada jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Medan Area.
Nyonya. Yuana Delvika, ST, MT, selaku Ketua Program Studi dan Koordinator Kerja Praktek program studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Medan Area.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mencoba mengusulkan sistem perawatan mesin dengan mengusulkan sistem perawatan mesin menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM).
Perumusan Masalah
Batasan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Perawatan (Maintenance)
Pemeliharaan preventif, suatu sistem pemeliharaan peralatan/komponen terencana yang dirancang untuk meningkatkan keandalan suatu mesin dan mengantisipasi kegiatan pemeliharaan yang tidak direncanakan sebelumnya. Ada empat faktor dasar dalam memutuskan untuk melakukan pemeliharaan preventif, yaitu mencegah kegagalan, mendeteksi kegagalan, mengungkap kegagalan yang tersembunyi, dan tidak melakukan apa pun karena lebih efektif daripada menggantinya. Pemeliharaan prediktif didefinisikan sebagai pengukuran yang dapat mendeteksi degradasi sistem sehingga penyebabnya dapat dihilangkan atau dikendalikan, tergantung pada kondisi fisik komponen.
Perawatan korektif, merupakan kegiatan pemeliharaan yang dilakukan untuk memperbaiki dan memperbaiki kondisi mesin agar memenuhi standar yang telah ditetapkan pada mesin. Breakdown maintenance, merupakan kegiatan pemeliharaan yang dilakukan dengan menunggu sampai peralatan mengalami kerusakan, baru kemudian dilakukan perbaikan. Singkatnya, downtime didefinisikan sebagai waktu di mana komponen sistem tidak dapat digunakan (tidak dalam kondisi baik), sehingga fungsi sistem tidak dapat dijalankan.
Mengingat pada hakikatnya prinsip utama dalam manajemen pemeliharaan adalah meminimalkan waktu kegagalan, maka keputusan untuk mengganti komponen sistem berdasarkan waktu henti minimum menjadi sangat penting. Pembahasan berikut akan fokus pada proses pengambilan keputusan penggantian komponen sistem yang meminimalkan downtime, sehingga tujuan utama manajemen pemeliharaan sistem adalah mengurangi periode kegagalan hingga batas minimum yang dapat dicapai. Penentuan tindakan preventif yang optimal dengan meminimalkan downtime akan ditunjukkan berdasarkan interval penggantian.
Tujuannya adalah untuk menentukan penggantian komponen yang optimal berdasarkan total interval waktu produktif antar penggantian preventif dengan menggunakan kriteria meminimalkan total downtime per satuan waktu Gaspersz, Vincent. Ada dua pendekatan yang biasa digunakan dalam merencanakan kegiatan pemeliharaan mesin, yaitu pendekatan RCM (reliability centered maintenance) dan TPM (total productivity maintenance). Pendekatan TBM difokuskan pada aktivitas manajerial sedangkan RCM difokuskan pada aktivitas teknis. RCM dan TPM berevolusi dari metode pemeliharaan preventif, bedanya RCM memberikan pertimbangan berupa tindakan yang dapat dilakukan jika bersifat preventif.
RCM adalah pendekatan pemeliharaan yang menggabungkan praktik dan strategi pemeliharaan preventif dan pemeliharaan korektif untuk memaksimalkan umur dan fungsi peralatan dengan biaya minimal. Sedangkan TPM dilaksanakan dengan menerapkan sistem pelaksanaan pemeliharaan preventif secara komprehensif sepanjang umur peralatan, melibatkan seluruh departemen, perencana, pengguna dan pemelihara peralatan, melibatkan seluruh karyawan mulai dari manajemen puncak hingga pekerja lini depan, dan pemeliharaan preventif dengan mengembangkan manajemen motivasi. kegiatan kelompok kecil mandiri. Oleh karena itu pada penelitian ini digunakan pendekatan RCM (reliability centered maintenance) untuk memperoleh rencana perawatan mesin screw press di PT.
Fungsi Sistem dan Kegagalan Fungsi
- Reliability Centered Maintenance (RCM)
- Keandalan (Reliability)
- EasyFit
- Pola Distribusi Data dalam Keandalan (Reliability) Pola distribusi data dalam Keandalan (Reliability) antara lain
- Diagram Pareto
- Jenis Penelitian
- Objek Penelitian
- Metode Penelitian
- Pengumpulan dan Pengolahan Data
- Pengumpulan Data
- Langkah – Langkah Pengolahan Data Beberapa tahapan pengolahan data antara lain
RCM juga melakukan pendekatan dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif sehingga memungkinkan untuk mendeteksi akar penyebab kegagalan fungsional dan memberikan solusi yang tepat sesuai dengan akar permasalahannya. Yang perlu diperhatikan di sini adalah standar kinerja yang digunakan untuk menentukan kegagalan fungsional. FMEA merupakan suatu metode yang bertujuan untuk mengevaluasi rancangan sistem dengan mempertimbangkan berbagai mode kegagalan sistem yang terdiri dari komponen-komponen dan menganalisis pengaruhnya terhadap keandalan sistem.
Dengan menelusuri konsekuensi kegagalan komponen pada tingkat sistem, item kritis tertentu dapat dinilai dan tindakan perbaikan diperlukan untuk meningkatkan desain dan menghilangkan atau mengurangi kemungkinan mode kegagalan kritis, Davidson, John [1988]. RPN ditentukan sebelum rekomendasi tindakan perbaikan dilaksanakan, dan digunakan untuk mengetahui bagian mana yang menjadi prioritas utama berdasarkan nilai RPN tertinggi. Ketertelusuran disediakan untuk sistem kontrol yang sedang digunakan yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi penyebab atau mode kegagalan.
RCM dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang digunakan untuk menentukan apa yang perlu dilakukan untuk memastikan bahwa aset fisik tertentu dapat berfungsi secara normal untuk menjalankan fungsi yang diinginkan oleh penggunanya dalam konteks operasi saat ini. RCM menjaga fungsionalitas sistem, tidak hanya dengan menjaga sistem/perangkat agar berfungsi, namun dengan menjaga agar fungsi sistem/perangkat memenuhi harapan. RCM didasarkan pada keandalan yaitu kemampuan suatu sistem/peralatan untuk terus beroperasi sesuai fungsi yang diinginkan.
Tujuan RCM adalah menjaga keandalan fungsi sistem sesuai dengan kemampuan yang dirancang untuk sistem. Selain sebagai ukuran kinerja suatu sistem pemeliharaan, keandalan juga digunakan untuk menentukan perencanaan pemeliharaan itu sendiri. Fitur utama EasyFit adalah kemampuan untuk secara otomatis memasukkan lebih dari 40 distribusi ke data sampel dan memilih model terbaik (pengguna tingkat lanjut dapat menggunakan fungsi pemasangan manual).
EasyFit memungkinkan untuk secara otomatis atau manual menautkan sejumlah besar distribusi ke data Anda dan memilih model terbaik dalam hitungan detik. Oleh karena itu, diagram Pareto digunakan untuk mewakili prioritas suatu permasalahan dimana solusi yang ditargetkan terhadap permasalahan dominan dapat diimplementasikan. Data yang digunakan untuk merencanakan perawatan preventif pada mesin press ulir dengan metode Reliability Centered Maintenance di PT.PP.
Jika modus kegagalan diketahui, dampak kegagalan dapat ditentukan, dengan menjelaskan apa yang akan terjadi jika modus kegagalan terjadi. Hal ini kemudian digunakan untuk menentukan akibat dan memutuskan apa yang akan dilakukan untuk mengantisipasi, mencegah, mendeteksi atau memperbaikinya. . Pemilihan tugas dilakukan untuk menentukan kebijakan yang kemungkinan akan diterapkan (secara efektif) dan untuk memilih tugas yang paling efisien untuk setiap mode kegagalan. Deskripsi sistem dan diagram blok fungsi Fungsi sistem dan kegagalan fungsi Fmea (mode kegagalan dan analisis efek) Analisis pohon logika (LTA.