Kurabo Manunggal Textile (PT. KUMATEX) merupakan perusahaan yang memproduksi benang dan kain dengan metode merajut, memintal dan menenun. Kurabo Manunggal Textile (PT. KUMATEX) merupakan perusahaan yang memproduksi benang dan kain dengan metode merajut, memintal dan menenun.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Batasan Penelitian
- Sistematik Penelitian
Pada Bab II, penulis akan membahas semua teori yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan. Pada Bab III, penulis akan memaparkan langkah-langkah yang digunakan dalam membuat laporan penelitian.
TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Dasar Produktivitas
Pengertian Produktivitas
Untuk menentukan produktivitas, orang perlu menanyakan dua hal: apakah hasil yang diinginkan telah tercapai (pertanyaan ini mengenai hasil atau efisiensi) dan tentang sumber daya. Peningkatan produksi berarti peningkatan jumlah hasil yang dicapai, sedangkan peningkatan produktivitas berarti peningkatan hasil dan perbaikan cara produksi.
Unsur Produktivitas
Kualitas merupakan ukuran produktivitas produk, meskipun kualitas sulit diukur secara sistematis melalui rasio output atau input. Kualitas output yang baik secara tidak langsung akan meningkatkan rasio output atau input dalam arti nilai tambah (Value Added), yang berarti peningkatan rasio output atau input berkualitas baik.
Jenis Produktivitas
Kualitas merupakan ukuran yang menunjukkan sejauh mana berbagai persyaratan, spesifikasi dan harapan telah dipenuhi. Orientasi elemen ini terfokus hanya pada aspek pembelian input atau hanya pada aspek output dan aspek distribusi (termasuk kepuasan konsumen) atau kedua-duanya.
Siklus Produktivitas
Kesenjangan yang terjadi antara tingkat produktivitas aktual dengan rencana (productivity gap) merupakan permasalahan produktivitas yang harus dievaluasi dan dicari akar permasalahan yang mungkin menyebabkan kesenjangan tersebut. Untuk mencapai target produktivitas yang direncanakan, berbagai program formal dapat dilakukan untuk terus meningkatkan produktivitas.
Sistem Produktivitas
Pengukuran ini pertama kali dilakukan untuk memberikan kita hasil atau informasi mengenai sejauh mana penurunan atau peningkatan produktivitas pada perusahaan. Berdasarkan evaluasi tersebut, tujuan produktivitas yang akan dicapai baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang dapat direncanakan kembali.
Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas
Apabila produktivitas sistem industri sudah diukur, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi tingkat produktivitas (hasil pengukuran) sebenarnya untuk dibandingkan dengan rencana/tujuan yang telah ditetapkan. Pengaruh serikat pekerja, pengaruh serikat pekerja begitu kuat sehingga memerlukan pemahaman terutama dalam tuntutan kenaikan upah.
Ruang Lingkup Produktivitas
Manajemen menjadi faktor dominan terutama pada proses perencanaan, kejelasan instruksi staf dan pengelolaan beban kerja yang baik. Negara-negara dengan tingkat upah yang tinggi juga cenderung memiliki produktivitas tenaga kerja yang tinggi.
Pengukuran Produktivitas
- Manfaat Pengukuran Produktivitas
- Syarat Pengukuran Produktivitas
- Teknik-Teknik Pengukuran Produktivitas
- Hambatan Pengukuran Produktivitas
Hasil pengukuran produktivitas dapat digunakan untuk memantau perubahan tingkat produktivitas dan memandu upaya perbaikan. Dimasukkannya seluruh faktor yang mempengaruhi input dan output akan menjamin akurasi hasil pengukuran produktivitas yang tinggi.
Objective Matrix (OMAX)
- Kelebihan dan Kekurangan Metode Objective Matrix (OMAX)
- Struktur Metode Objective Matrix (OMAX)
- Penyusunan Matrix
Sistem pengukuran sulit diterapkan dalam sistem yang tidak menggambarkan tanggung jawab atau yang salah menekankan tanggung jawab. Untuk mencapai hasil yang lebih baik, laporan akuntabilitas harus dikembangkan sejauh mungkin dalam organisasi.
Evaluasi Produktivitas
Perencanaan Produktivitas
Peningkatan Produktivitas
Metode Fault Tree Analysis (FTA)
- Prinsip Kerja Fault Tree Analysis (FTA)
- Simbol Dalam Fault Tree Analysis (FTA)
Fault tree menggambarkan hubungan antara base event (penyebab dasar kegagalan) dan peak event (kesalahan yang terjadi) yang digambarkan secara grafis (Avianda et al., 2014). Triangle-in atau transfer-in, titik di mana pohon sub-kesalahan dapat dimulai sebagai kelanjutan dari transfer keluar.
METODOLOGI PENELITIAN
Tempat dan Waktu penelitian
Studi Observasi
Identifikasi Masalah
Studi Pendahuluan
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Pengumpulan Data
Pengolahan Data
Analisa Pembahasan
Kesimpulan dan Saran
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Gambaran Umum Perusahaan
- Profil Perusahaan
- Lokasi Perusahaan
- Visi, Misi Perusahaan
- Struktur Organisasi
- Pengaturan Jam Kerja
- Proses Bisnis
- Proses Produksi
- Layout
Kurabo Manunggal Textile (PT. KUMATEX) merupakan perusahaan yang tergolong dalam industri tekstil yang memproduksi benang dan kain dengan metode rajut, pemintalan dan tenun. Departemen ini bertanggung jawab atas segala hal yang berkaitan dengan pengaturan dan pengendalian utilitas pabrik. Departemen ini bertanggung jawab atas segala hal yang berkaitan dengan organisasi dan manajemen kegiatan di pabrik pemintalan depan.
Departemen ini bertanggung jawab terhadap segala hal yang berkaitan dengan pengorganisasian dan pengendalian kegiatan pada departemen backspinning. Departemen ini bertanggung jawab terhadap segala hal yang berkaitan dengan pengaturan dan pengendalian kegiatan pada departemen tenun, rajut dan MR. Internasional kemudian diterima oleh bagian spinning, kemudian disesuaikan dengan kemampuan PT Kumatex dalam memproduksi barang.
Pada tahap awal pembuatan benang ini, proses pencampuran bahan baku dilakukan pada mesin peniup. Mesin ini juga melakukan proses penguraian serat sintetis yang menggumpal akibat proses pengepresan bahan bakunya dan juga ada proses pembuangan kotoran pada serat kapas.
Pengumpulan Data
- Data Hasil Produksi
- Data Produk Baik/Standar
- Data Produk Reject
- Data Lama Pemakaian Mesin
- Data Waktu Lama Kerusakan Mesin
- Data Jumlah Tenaga Kerja
- Data Jumlah Absensi
- Data Jumlah Jam Kerja Normal
- Data Jumlah Jam Lembur
- Data Pemakaian KWH Listrik
Pengolahan Data
- Menentukan Kriteria
- Perhitungan Rasio
- Menentukan Nilai Standar Awal (Skor 3)
- Menentukan Nilai Terendah (Skor 0)
- Menentukan Sasaran Akhir (Skor 10)
- Penentuan Sasaran Jangka Pendek (Skor 1, 2 dan Skor 4 – 9 )
- Penentuan Bobot (Weight) dan Nilai (Value)
- Pengoprasian Matrix
- Perhitungan Indikator Produktivitas
- Perhitungan Indeks Produktivitas
Sedangkan nilai terendah terjadi pada bulan Januari 2019 dengan nilai kinerja sebesar 3,560 kg/jam dan nilai yang diperoleh adalah 0, serta berada pada skor 0 dengan bobot 15. Sedangkan nilai terendah terjadi pada bulan Agustus 2019 dengan nilai kinerja sebesar 0,0040 kg/kwh dan nilai yang diperoleh adalah 0, serta mempunyai skor 0 dengan bobot 10. Sedangkan nilai terendah terjadi pada bulan Januari 2019, dengan nilai kinerja sebesar 12,211 kg/org dan nilai yang diperoleh adalah 0, dan mempunyai skor 0 dengan bobot 15%.
Sedangkan skor terendah terjadi pada bulan Juni 2019 dengan nilai kinerja sebesar 8,150% dan skor tercapai 0, serta berada pada skor 0 dengan bobot 10%. Nilai tertinggi terjadi pada bulan April 2019 dengan nilai keberhasilan sebesar 0,144141% dan perolehan skor sebesar 84, serta berada pada skor 6 dengan bobot 14%. Sedangkan nilai terendah terjadi pada bulan Agustus 2019 dengan nilai kinerja sebesar 0,316503% dan skor 0, serta berada pada skor 0 dengan bobot 14%.
Nilai terbesar terjadi pada bulan April 2019 dengan nilai kinerja sebesar 0,144497% dan perolehan skor sebesar 84, serta berada pada skor 6 dengan bobot 14%. Sedangkan nilai terendah terjadi pada bulan Agustus 2019 dengan nilai kinerja sebesar 0,317508% dan nilai yang dicapai sebesar 0, serta berada pada skor 0 dengan bobot 14%. Sedangkan skor terendah terjadi pada bulan Juni 2019 dengan nilai kinerja sebesar 16,550% dan perolehan skor 0, serta berada pada skor 0 dengan bobot 10%.
Sedangkan skor terendah terjadi pada bulan Juli 2019 dengan nilai kinerja sebesar 3,820% dan perolehan skor 0, serta berada pada skor 0 dengan bobot 12%.
ANALISA PEMBAHASAN
Analisa Tiap Kriteria Produktivitas
- Rasio 1 (Efisiensi Jam Kerja)
- Rasio 3 (Efisiensi Tenaga Kerja)
- Rasio 4 (Efisiensi Jam Lembur)
- Rasio 5 (Rasio Produk Reject)
- Rasio 6 (Rasio Produk Baik)
- Rasio 7 (Rasio Absensi)
- Rasio 8 (Rasio Kerusakan Mesin)
Dari sisi nilai, pada periode Januari 2019 – Maret 2020 rasio efisiensi jam kerja belum baik, dari 15 bulan terdapat 7 bulan dengan hasil kurang baik dan 8 bulan dengan hasil cukup baik. Nilai tertinggi terjadi pada bulan Maret 2020 dengan nilai kinerja 20.729 kg/orang dengan skor 90 dan berada pada poin 6 dengan bobot 15%. Dari segi nilai, pada periode Januari 2019 – Maret 2020, rasio efisiensi kerja masih kurang baik, karena dari 15 bulan terdapat 6 bulan dengan hasil kurang baik dan 9 bulan dengan hasil cukup baik.
Nilai terbesar terjadi pada bulan Mei, Juli 2019 dan Maret 2020, dengan nilai kinerja sebesar 3,020% dan nilai 70, serta berada pada skor 7 dengan bobot 10%. Dilihat dari nilai, pada periode Januari 2019 – Maret 2020 rasio efisiensi lembur cukup baik, dari 15 bulan terdapat 8 bulan dengan nilai baik, 5 bulan dengan nilai cukup baik dan 2 bulan dengan nilai kurang baik. . Dilihat dari nilainya, pada periode Januari 2019 – Maret 2020 rasio produk ditolak cukup baik, dari 15 bulan terdapat 1 bulan dengan nilai sangat baik, 11 bulan dengan nilai cukup baik dan 3 bulan dengan nilai 'buruk'. skor.
Dilihat dari nilai-nilainya, pada periode Januari 2019 – Maret 2020 rasio produk baik sudah cukup baik, dari 15 bulan ada 1 bulan dengan hasil sangat baik, 11 bulan dengan hasil sangat baik dan 3 bulan dengan hasil yang buruk. . Nilai terbesar terjadi pada bulan November 2019 dengan nilai kinerja sebesar 0,420% dan nilai terima sebesar 120, serta berada pada poin 10 dengan bobot sebesar 12%.
Analisa Indeks Produktivitas
- Indeks Produktivitas Terhadap Periode Sebelumnya
- Indeks Produktivitas Terhadap Periode Standar
Periode standar mempunyai nilai 300 karena seluruh indikator mencapai tiga ketika matriks mulai bekerja. Nilai indeks produktivitas periode standar tertinggi terjadi pada bulan November 2019 dengan nilai indikator produktivitas sebesar 477 dan share indeks sebesar 59%. Sedangkan nilai indeks produktivitas periode standar terendah terjadi pada bulan Juni dengan nilai indikator kinerja sebesar 122 dan persentase indeks -59%.
Analisa Usaha Peningkatan Produktivitas
Dari hasil perhitungan yang ada terlihat bahwa skor rasio terendah terdapat pada rasio 2, dimana rasio 2 merupakan perbandingan total produk yang dihasilkan dengan energi listrik dengan skor sebesar 37 dengan persentase sebesar 8,4%. Setelah menentukan top event dari rendahnya total produk yang dihasilkan dari penggunaan energi listrik, langkah selanjutnya adalah menentukan penyebab gangguan dasar (basic event) dari setiap top event, dimana penyebabnya merupakan permasalahan besar yang harus dicari solusi yang tepat. menjadi tindakan yang terpecahkan.
Usulan Strategi Peningkatan Produktivitas
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Kurabo Manunggal Tekstil periode Januari 2019 – Maret 2020 kurang baik dan diperlukan upaya perbaikan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan karena tidak ada metrik produktivitas yang menunjukkan nilai produktivitas baik yang berlaku. Untuk nilai indeks produktivitas periode sebelumnya nilai tertinggi tercatat pada bulan Juli 2019 dengan nilai indikator produktivitas sebesar 283 dan persentase indeks meningkat sebesar 132%, sedangkan untuk nilai indeks periode sebelumnya nilai terendah tercatat pada bulan Juni dengan nilai indikator kinerja sebesar 122, dan persentase indeksnya turun sebesar 73%. Nilai indeks produktivitas periode standar tertinggi pada bulan November 2019 dengan nilai indikator produktivitas sebesar 477 dan persentase indeks meningkat sebesar 59%, sedangkan nilai indeks produktivitas periode standar terendah pada bulan Juni 2019 dengan nilai indikator kinerja sebesar 122 dan persentase indeks turun sebesar 59%.
Dari hasil perhitungan yang ada terlihat bahwa rating rasio yang paling rendah terdapat pada rasio 2, 6 bulan dengan rating buruk dan 9 bulan dengan rating cukup baik, dengan rating 54 dan persentase sebesar 8,4%. Jadi rasio 2 yaitu rasio total produk yang dihasilkan terhadap konsumsi listrik merupakan faktor yang berpengaruh dan diperlukan analisis untuk meningkatkan produktivitas. Dengan menggunakan metode FTA, diperoleh usulan strategi analisis permasalahan dari perbandingan 2 rasio total produk yang dihasilkan dengan menggunakan listrik, sebagai berikut.
Mengecek dan memperbaiki mesin-mesin yang tidak berfungsi dengan baik sehingga mengakibatkan penggunaan listrik menjadi kurang efisien. Memantau dan memperbaiki bahan baku yang buruk sehingga menghasilkan produk yang kurang optimal.
Saran
Mengukur produktivitas peneliti menggunakan metode integrasi tujuh langkah dan matriks tujuan (Studi kasus: Kelompok penelitian di lembaga X). Usulan Strategi Peningkatan Produktivitas Berdasarkan Hasil Analisis Pengukuran Objective Matrix (OMAX) Pada Departemen Pembuatan Trafo (Studi Kasus pada PT.