1. Secara filosofis, manusia selalu mencari dan berlindung pada zat yang lebih kuat darinya.
Pemikiran ini mendorong konsep ketuhanan, dengan Tuhan adalah dzat yang Maha Besar dan tidak dapat dibagi lagi. Konsep ini menyiratkan bahwa Tuhan adalah esa atau hanya satu.
Terminologi Islam kaffah berasal dari surat Al-Baqarah ayat 208 yang berarti “Islam secara keseluruhan” atau “Islam yang paripurna”. Konsep ini menjelaskan bahwa pemeluk agama Islam seharusnya mengamalkan agama Islam sepenuhnya, bukan setengah-setengah atau bahkan bersamaan dengan ajaran lain yang bertentangan dengan ajaran Islam. Dalam memandang ajaran Islam, terdapat tiga ruang lingkup yaitu aqidah, syari’at, dan akhklak.
Aqidah adalah bagaimana pemeluk agama Islam mempercayai keesaan Allah SWT dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Syari’at diartikan sebagai hukum-hukum dan aturan yang mengatur perilaku kehidupan beragama, Sementara itu, Akhlak adalah perilaku dari tiap individu dalam mengamalkan ajaran Islam.
2. Allah tidak membutuhkan manusia, tetapi sebaliknya manusia membutuhkan Allah SWT.
Manusia diwajibkan untuk menyembah dan beribadah kepada Allah sebagai wujud bergantungnya manusia, karena tanpa Allah SWT, manusia tidak mampu untuk hidup di dunia.
Kewajiban beribadah justru menunjukkan bahwa Allah maha kaya karena tidak membutuhkan apapun, melainkan manusia yang meminta.
Dalam kehidupan sehari-hari, tujuan manusia sebagai khalifah di Bumi dapat diwujudkan dengan cara-cara sederhana. Cara-cara ini seperti tidak menyudutkan kelompok tertentu, menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri, bertanggung jawab terhadap kewajiban kuliah, dan rutin bersedekah. Hal ini sejalan dengan surat An-Nahl ayat 90 yang menyatakan bahwa manusia hendaklah untuk berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan tidak berbuat perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan.
3. Sebagai petunjuk umat manusia, Al-Quran mengandung petunjuk-petunjuk kehidupan.
Petunjuk yang dimaksud berupa hukum-hukum yang mengatur kehidupan manusia secara adil dan menuntun kepada kebaikan. Selain itu, Al-Quran juga mengandung ilmu pengetahuan yang dapat dijadikan manusia untuk bertahan hidup di dunia.
Ajaran Islam
Aqidah Syari’at Akhlak
Dalam Q.S. Ali Imran ayat 190-191 dijelaskan bahwa ciptaan Allah dapat manusia temui di alam sekitarnya. Merujuk pada istilah ‘ijaz ‘ilmi, istilah ini memiliki makna ajaran Al-Quran telah mengabarkan ilmu pengetahuan di masa kini dan fakta sains yang masih akan dibuktikan di masa depan. Fakta-fakta sains tersebut termasuk fenomena alam di Bumi dan alam semesta.
4. Sunah yang mesti diikuti berupa sunah yang berkaitan dengan kehidupan beragama umat Islam, seperti bentuk dan tata cara salat, berpuasa, haji, dan sebagainya. Sementara itu, sunah yang dapat tidak diikuti meliputi beberapa kehidupan sehari-hari Nabi Muhammad yang menyangkut soal keduniaan, seperti cara berpakaian, pertanian, transportasi, dan lainnya. Meskipun demikian, umat islam harus tetap berhati-hati dalam membedakan kedua sunah ini agar tidak salah kaprah.
Menurut saya pribadi, kebijakan ini memiliki dua sisi. Di satu sisi, Indonesia bukanlah negara yang menerapkan syariat Islam (kecuali Aceh) yang sebenarnya memperbolehkan adanya aktivitas perdagangan minuman keras. Meskipun demikian, Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam sehingga peraturan ini sangat normal untuk menimbulkan kontroversi. Saya setuju apabila Presiden mencabut peraturan ini karena meskipun ditujukan kepada non-muslim, kebebasan penjualan miras bukan tidak mungkin menjurumuskan umat Islam.
5. Beribadah dengan niat lain selain beribadah kepada Allah diperbolehkan. Namun, niat ini jangan sampai menggugurkan niat utama beribadah, yakni kepada Allah. Contoh dari perbuatan yang tidak sesuai adalah beribadah hanya ketika memiliki keinginan dan meninggalkannya setelah keinginan tersebut tercapai.
Berpuasa merupakan kesempatan bagi manusia untuk semakin bertakwa kepada Allah.
Berpuasa bukan hanya menahan lapar dan haus saja, melainkan juga menahan nafsu duniawi, memperbanyak ibadah, dan menjalankan sunah-sunah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad.
Dengan demikian, puasa dapat meningkatkan derajat ketakwaan kepada Allah SWT.
Referensi:
Taqiyuddin, Muhammad. (2016). Konsep Keesaan Menurut Al-Farabi. Ponorogo: Unida Gontor.
Imam, Muhammad Aniq. (2013). Problematika Sunnah Tsyri’iyah dan Gairu Tasyri’iyah (7:2). Kairo: Universitas Al-Azhar.
Iliyya, Anzah Muhimatul. (2019). I’jaz ‘Ilmy Al-Quran dalam Penggunaan Kata Sama’ dan Bashar (18:2). Jakarta: Jurnal Refleksi.
Bay, Kaizal. (2015). Kriteria Sunnah Tasyri’iyah yang Mesti Diikuti (23:1). Riau: Jurnal Ushuluddin