• Tidak ada hasil yang ditemukan

Validasi Modul Tata Surya Model PBL Terintegrasi Al-Qur’an Berbasis Augmented Reality (AR) untuk Siswa Kelas VII SMP/MTs

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Validasi Modul Tata Surya Model PBL Terintegrasi Al-Qur’an Berbasis Augmented Reality (AR) untuk Siswa Kelas VII SMP/MTs"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Edusainstika: Jurnal Pembelajaran MIPA 74

Website: http://ecampus.iainbatusangkar.ac.id/ojs/index.php/edusainstika

E-mail: [email protected] pp : 74-81

Validasi Modul Tata Surya Model PBL Terintegrasi Al-Qur’an Berbasis Augmented Reality (AR) untuk Siswa Kelas VII SMP/MTs

P A Putri1*, A N Chandra1, H Idrus1, P Deswita2, M Anaperta3

1 Tadris Fisika, UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Indonesia

2 Tadris Fisika, UIN Imam Bonjol Padang, Indonesia

3 Pendidikan Fisika, Universitas PGRI Sumatera Barat, Indonesia [email protected]

Abstract. The teaching materials used by teachers are still simple and limited methods, such as only using power points and printed books. The available teaching materials are not integrated with the Qur’an and are technology-based. One of the current technologies being developed is Augmented Reality (AR) which can transform images into 3 dimensions. AR can help visualize Solar System material so that it can attract students' attention. Therefore it is necessary to develop a Solar System module with an Augmented Problem-Based Learning Model. Reality (AR) integrated Qur’an. The type of development research used is the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The data collection technique used is quantitative data collection and quantitative data analysis techniques come from validation instruments. The module was validated in terms of media validation, material, and interpretation. The population of this study is class VII at MTsN 2 Kota Sawahlunto while the sample used is class VIIA. The sampling technique used is Probability Sampling. The results show that the validation of material experts is 83.01% (category is very valid), media validation is 87,5%, (category is very valid), and interpretation validation is 94.4% (category is very valid). Overall, all aspect of validation shows a very valid. So this module was also very valid.

Kata Kunci: Module, Problem-Based Learning, Augmented Reality

1. Pendahuluan

Di era modern dunia pendidikan dituntut untuk lebih aktif memanfaatkan teknologi dalam pembuatan media pembelajaran. Salah satu teknologi yang belum banyak diketahui oleh pendidik yakni teknologi Augmented Reality. Augmented Reality (AR) bisa dipergunakan untuk memvisualisasikan konsep abstrak serta membentuk suatu objek. Sekarang, teknologi Augmented Reality telah merambah ke dunia pendidikan, khususnya pada bidang sains.

Berdasarkan hasil wawancara bersama pendidik mata pelajaran IPA dan peserta didik diperoleh informasi bahwa minat belajar peserta didik masih kurang dalam pembelajaran, serta kurangnya bahan ajar dan media pembelajaran yang digunakan oleh pendidik pada saat pembelajaran. Pendidik belum maksimal dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, sarana belajar di sekolah belum memadai seperti tidak adanya alat peraga untuk membantu proses pembelajaran. Keterbatasan jumlah media ajar seperti proyektor dan perangkat keras jaringan juga menyebabkan kegiatan pembelajaran belum optimal dilaksanakan. Selain itu, media yang digunakan oleh pendidik juga belum bervariasi

(2)

Vol 3 No 1, Juli 2023

Edusainstika: Jurnal Pembelajaran MIPA 75

dan inovatif. Media yang biasa digunakan oleh pendidik yaitu Power Point. Selain itu, model pembelajaran yang digunakan oleh pendidik belum bervariasi masih bersifat konvensional.

Agar pembelajaran dapat menjadi lebih menarik diperlukan bahan ajar yang memanfaatkan teknologi dalam penyampainnya. Suatu bahan ajar uyang menarik, komunikatif, inovatif, kontekstual dan menggunakan teknologi dapat mejadi salah satu sumber belajar yang baik (Nabil et al., 2023). Hal ini sejalan dengan penelitian Ilafi (2022) yang memaparkan bahwasannya dengan memanfaatkan teknologi dalam pembuatan bahan ajar yang menarik dapat meningkatkan minat belajar peserta didik.

Modul adalah suatu bahan ajar yang dirancang secara terstruktur dan lengkap, terdiri dari seperangkat pengalaman belajar yang direncanakan dan disusun untuk mendukung penguasaan tujuan pembelajaran secara khusus (Daryanto, 2013 : 9). Keunggulan penggunaan modul dalam pembelajaran yaitu dapat mengatasi keterbatasan waktu, dapat digunakan dengan metode yang bervariasi serta membuat peserta didik belajar lebih aktif sehingga motivasi belajar mereka menjadi meningkat (Maidah, 2015). Dengan penggunaan modul memungkinkan peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, karena di dalam modul mereka dituntut mengerjakan tugas, informasi pendukung, dan prosedur kerja terkait dengan materi yang dipelajari. Modul juga dapat membimbing kemampuan berpikir dan meningkatkan kemandirian peserta didik untuk belajar serta mampu membangun pengetahuan mereka sendiri (Chandra et al., 2021).

Untuk mendukung bahan ajar yang efektif diperlukan pemilihan yang tepat terhadap penggunaan model pembelajaran. Terdapat beberapa model pembelajaran salah satunya yaitu model Problem Based Learning. Model Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang melibatkan peserta didik dalam proses pemecahan masalah dalam kehidupan nyata (Suari, 2018). Model PBL dapat membantu meningkatkan kemampuan pemcahan masalah peserta didik dikehidupan nyata. Hal ini sejalan dengan penelitian Khoirunnisa et al., (2020) yang menyatakan bahwa modul berbasis PBL memungkinkan peserta didik lebih aktif, antusias, serta mandiri dalam pembelajaran. Kelebihan model PBL yaitu: a) Peserta didik terlibat aktif dan langsung dalam pembelajaran sehingga mereka dapat menyerap dengan baik materi yang disampaikan, b) Peserta didik terlatih untuk dapat bekerjasama dalam kelompok, c) Peserta didik mendapatkan solusi pemecahan masalah dari berbagai sumber (Masrinah et al., 2019).

Untuk membuat modul menjadi lebih menarik diperlukan teknologi yang dapat memvisualisasikan gambar-gambar yang terdapat dalam modul menjadi 3D. Salah satu cara untuk membuat gambar-gambar dalam modul menjadi 3D dan menjadi lebih menarik yaitu dengan menggunakan teknologi Augmented Reality. AR ialah teknologi yang menggabungkan objek virtual ke dalam tampilan nyata (Maramis et al., 2016). Teknologi AR dapat diaplikasikan pada smartphone sebagai sebuah media pembelajaran yang inovatif (Rachmawati et al., 2020 :93). Penggunaan AR sebagai alat pendukung dapat membantu memvisualisasikan sesuatu yang tidak bisa dilihat secara langsung dalam wujudnya sehingga diyakini dapat meningkatkan pemahaman peserta didik (Suharso, 2012). Keunggulan AR yaitu memiliki tampilan yang menarik, dapat menampilkan objek 3D dan animasinya yang seolah-olah ada di dunia nyata (seperti tata surya), diharapkan dapat menjadi media pembelajaran alternatif yang mampu membuat peserta didik tertarik mempelajarinya (Mustaqim, 2017). Salah satu aplikasi yang dapat dipakai untuk membuat AR yakni Assembler Edu. Aplikasi Assembler Edu memiliki keunggulan yaitu mudah digunakan,

(3)

Edusainstika: Jurnal Pembelajaran MIPA 76 tampilan yang menarik, tersedia materi yang dibutuhkan, berbasis visual (Nugrohadi &

Anwar, 2022).

Selain itu, untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik diperlukan bahan ajar yang tertintegrasi dengan Al-Qur’an karena alam dan seisinya sudah dijelaskan dalam Al- Qur’an sehingga perlu adanya kaitan materi pembelajaran dengan ayat Al-Qur’an. Nilai ilmu yang terkandung dalam IPA merupakan nilai-nilai religi yang dapat dikembangkan, misalnya dengan memasukan ayat Al-Qur’an yang relevan dengan dengan materi (Latifah, 2015)

Berdasarkan latar belakang ini peneliti tertarik mengembangkan Modul Tata Surya Berintegrasi Al-Qur’an dengan Model Problem Based Learning Berbasis Augmented Reality (AR) untuk siswa Kelas VII SMP/MTsN. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana validasi, modul Tata Surya Berbasis Augmented Reality berintegrasi Al-Qur’an Kelas VII SMP/MTsN.

2. Metode

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang memiliki tujuan untuk mengembangkan Modul Tata Surya Terintegrasi Al-Qur'an dengan model Problem Based Learning berbasis Augmented Reality kelas VII SMP/MTsN. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yakni model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) (Rayanto & Sugianti, 2020). Pada tahap analysis dilakukan observasi dan wawancara bersama pendidik, menganalisis KI, KD, Indikator dan materi, menganalisis media pembelajaran yang dipakai dan kendala materi yang sulit dipahami. Pada tahap design dilakukan perancangan produk. Pada tahap development dilakukan validasi terhadap modul. Tahap Implementation dilaksanakan uji praktikalitas modul. Pada tahap Evaluation dilakukan mengidentifikasi kendala-kendala yang terjadi dalam pengembangan modul. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini yaitu Lembar validasi.

Teknik analisis data didapatkan dari data kuantitatif, data yang diperoleh secara kuantitatif berasal dari instrumen validasi.

3. Hasil dan Pembahasan

Pada tahap Analysis telah dilakukan observasi dan wawancara dengan pendidik dan peserta didik. Dari wawancara tersebut, didapatkan informasi bahwa peserta didik sulit memahami materi Tata Surya dari buku cetak karena materi ini mengandung dimensi yang luas.

Tampilan dari buku cetak juga kurang menarik serta bahasa penyampaiannya sulit dipahami, hal ini menjadi kendala bagi peserta didik dalam memahami materi. Pendidik belum inovatif dalam menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi. Dari penyebaran angket di dapatkan media yang sering di pakai guru yaitu powerpoint dengan persentase 23,4%, dan buku cetak dengan persentase 85,9%. Selain itu, metode yang sering digunakan guru yaitu metode ceramah menggunakan papan tulis sehingga peserta didik kurang semangat pada saat pembelajaran.

Pada tahap Design dilakukan perancangan modul yang terdiri dari beberapa tahapan mengacu pada (Riana, 2012) yaitu: a) pembuatan Garis Besar Program Media (GBPM) seperti yang terlihat pada Tabel 1, b) membuat flowchart atau bagan alir program yang akan dibuat dari pembukaan hingga penutup, c) membuat storyboard untuk menjelaskan bagian-bagian apa saja yang terdapat pada modul seperti tampilan, gambar, tulisan seperti yang terlihat pada Gambar 1, d) mengumpulkan objek yang akan dirancang, seluruh bahan yang diperlukan di kumpulkan terlebih dahulu seperti materi, gambar 3D yang dibuat menggunakan aplikasi Assembler Edu, e) menggabungkan semua bahan menjadi modul yang dikembangkan, f) Finishing, pada tahap ini dilakukan review terhadap modul dengan melakukan uji coba

(4)

Vol 3 No 1, Juli 2023

Edusainstika: Jurnal Pembelajaran MIPA 77

sebelum divalidasi. Dilakukan pengetesan terhadap barcode AR apakah dapat berjalan dengan lancar atau tidak. Gambaran tampilan produk ini dapat dilihat pada Gambar 2.

Tabel 1. Garis Besar Program Media (GBPM)

NO Aspek Uraian

1. Judul Modul Tata Surya Berbasis Augmented Reality (AR) Terintegrasi Al-Quran untuk siswa SMP/MTs Kelas VII 2. Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/ Madrasah Tsanawiyah

(MTs) 3. Kelas / Semester VII/1

4. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam 5. Materi pembelajaran Tata Surya

6. Kompetensi dasar 3.11. Memahami sistem tata surya, rotasi dan revolusi bumi dan bulan, serta dampaknya bagi kehidupan di bumi.

4.11. Menyajikan karya tentang dampak rotasi dan revolusi bumi dan bagi kehidupan di bumi, berdasarkan hasil pengamatan atau penelusuran berbagai sumber informasi.

7. Ayat Al-Qur’an a. Sistem tata surya

- Q.S Asy-Syam ayat 1 - Q.S At Thalaq ayat 12

b. Pergerakan bumi dan bulan serta dampaknya bagi kehidupan - Q.S Luqman ayat 29

1. Gerhana

- Q.S Ibrahim ayat 33

8. Media Modul Cetak

Smartphone

Gambar 1. Contoh Storyboard

(5)

Edusainstika: Jurnal Pembelajaran MIPA 78 bulan seperti yang terlihat pada Gambar 1.a. Selain itu pada desain cover ditambahkan gambar Al-Qur’an yang merupakan ciri khas bahwa modul ini terintegrasi dengan Al-Qur’an.

Modul ini menggunakan sintak-sintak PBL sehingga dapat terlihat pada setiap kegiatan pembelajaran pada modul terdapat sintak-sintak PBL. Modul ini dilengkapi dengan konten Augmented Reality (AR) seperti yang terlihat pada Gambar 1.b yang merupakan keunikan dari modul ini yang mana tampilan AR dibuat menjadi sebuah barcode yang dapat discan dan dapat menampilkan gambar 3 dimensi.

a) b)

Gambar 2. Tampilan Produk; a) Cover, b) Materi dan Barcode AR

Pada tahap Pengembangan (Development) dilakukan validasi terhadap modul yang dikembangkan. Proses validasi dilaksanakan oleh validator ahli materi, validator ahli media, dan validator ahli tafsir dengan menggunakan instrumen lembar validasi. Aspek-aspek yang dibahas pada instrument validasi ahli media yaitu aspek kegrafikan dan aspek bahasa. Aspek- aspek yang dibahas pada instrument validasi materi yakni kelayakan isi, kelayakan penyajian, kualitas bahasa. Sementara itu, aspek yang dinilai pada validasi tafsir adalah kualitas isi, kelayakan penyajian, kualitas bahasa. Setiap aspek terdiri dari beberapa indikator yang mendukung terciptanya modul yang valid dan layak digunakan dalam kegiatan belajar. Pada tahap ini validator memberikan masukan dan saran untuk mendukung terciptanya modul yang menarik dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam pembelajaran. Beberapa saran yang diberikan oleh validator yaitu : a) memperbaiki penulisan yang salah, b) memperbaiki tata letak backround cover dan perpaduan warna menjadi lebih menarik, c) memperbaiki Maind Mapping. Hasil Validasi produk berupa Modul Tata Surya Berbasis AR Berintegrasi Al- Qur’an oleh ahli media ditampilkan pada Tabel 2.

Tabel 2. Hasil validasi produk oleh ahli media

No Aspek Validator Jumlah Max % Ket

1 2 3

1 Kegrafikan 63 53 62 178 204 87,2 Sangat valid 2 Aspek Bahasa 10 12 10 32 36 88,8 Sangat valid

Rata-rata 87,5 Sangat valid

(6)

Vol xx No x, Bulan Tahun 202x ISSN: 2354-8975 (p)

79 Berdasarkan Tabel 2, terlihat bahwa pada aspek kegrafikan memperoleh presentase 87,2%, aspek Bahasa 88,8% dan hasil rata-rata validasi media yaitu 87,5% dengan kategori sangat valid karena desain pada Modul, tampilan AR jelas. Pada bagian cover, desain cover Modul menarik, ukuran font yang digunakan jelas serta mudah dibaca. Struktur bahasa yang digunakan komunikatif dan mudah dipahami. Struktur bahasanya jelas dan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Maka, dapat disimpulkan validasi ahli media valid, hal ini sesuai dengan penelitian Maulida & Sukartiningsih (2015) yang memaparkan media pembelajaran dikatakan valid jika memperoleh persentase dengan kriteria validitas mencapai rata-rata pengukuran validitas yang berlaku yaitu ≥ 61%.

Hasil Validasi produk berupa Modul Tata Surya Berbasis AR Berintegrasi Al-Qur’an berdasarkan ahli materi diuraikan pada Tabel 3.

Tabel 3. Hasil validasi produk oleh ahli materi

Berdasarkan Tabel 3, terlihat hasil validasi ahli materi pada aspek kelayakan isi dengan persentase 82,2%, aspek kelayakan penyajian dengan persentase 88,3%, dengan kategori sangat valid yang menunjukkan bahwasannya Modul yang dirancang menarik serta mudah dipahami dan digunakan oleh peserta didik. Menurut Majid (2012) bahan ajar yang digunakan harus dapat membantu pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran, Modul mampu membantu pendidik dalam kegiatan pembelajaran dan sebagai pedoman bagi peserta didik.

Aspek kulitas Bahasa dengan persentase 80,5% dan hasil rata-rata dari seluruh aspek yaitu 83,0% dengan kategori valid. Artinya, modul sudah merujuk kepada kompetensi dasar dan indikator pembelajaran, dan bahasa yang digunakan mudah dipahami serta sesuai dengan perkembangan peserta didik. Hal ini sejalan dengan BSNP (2013) yang menyebutkan bahwa standar bahasa dalam penggunaan bahan ajar terdiri dari penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, kejelasan bahasa yang digunakan, dan kemudahan saat dibaca dalam penggunaannya.

Hasil Validasi produk berupa Modul Tata Surya Berbasis AR Berintegrasi Al-Qur’an berdasarkan ahli tafsir diuraikan pada Tabel 4.

Tabel 4. Hasil validasi produk oleh ahli tafsir

Berdasarkan Tabel 4, terlihat hasil rata-rata dari keseluruhan validasi tafsir yakni 94,4%

dengan kategori sangat valid. Aspek kelayakan isi yaitu 91,6%, pada aspek kelayakan

No Aspek Validator Jumlah Max % Ket

1 2 3

1 Kelayakan Isi 45 52 52 148 180 82,2 Valid 2 Kelayakan

Penyajian

18 17 18 53 60 88,3 Sangat valid 3 Kualitas Bahasa 22 18 18 58 72 80,5 Valid

Rata-rata 83,0 Valid

No Aspek Validator Jumlah Max % Ket

1 2 3

1 Kualitas Isi 14 16 14 44 48 91,6 Sangat valid 2 Kelayakan

Penyajian

8 7 7 22 24 91,6 Sangat valid

3 Kualitas Bahasa 24 23 23 70 72 97,2 Sangat valid

Rata-rata 94,4 Sangat valid

(7)

80 penyajian diperoleh 91,6%, dan pada aspek kelayakan bahasa diperoleh sebesar 97,2%.

Validator memberikan saran untuk bagian evaluasi diakhir modul ditambahkan soal-soal integrasi Al-Quran. Hal ini berarti dari segi integrasi Al-Qur’an modul sudah layak digunakan sejalan dengan penelitian (Mastuang et al., 2019) yang mengatakan bahwasannya bahan ajar seperti modul dengan integrasi ayat Al-Qur’an baik untuk digunakan dan mampu meningkatlan hasil belajar peserta didik. Dengan demikian, modul siap digunakan sebagai sumber belajar yang bisa membantu kegiatan peserta didik dalam pembelajaran.

Penggunaan Modul Berintegrasi Al-Qur’an dengan model PBL Berbasis Augmented Reality ini diharapkan dapat menarik minat dan meningkatkan pemahaman peserta didik. Hal ini sejalan dengan penelitian Ilafi (2022) bahwasannya penggunaan modul berbasis Augmented Reality mampu menarik perhatian dan meningkatkan minat belajar peserta.

Penggunaan model PBL dalam modul ini mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik, hal ini sejalan dengan penelitian (Pistanty et al., 2015) yang menyatakan adanya peningkatan kemampuan memecahkan masalah peserta didik saat belajar dengan modul berbasis PBL.

4. Kesimpulan

Berdasarkan hasil dari penelitin yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Modul Tata Surya Berintegrasi Al-Qur’an dengan Model PBL Berbasis Augmented Reality dinyatakan sangat valid dengan persentase berdasarkan ahli media 87,5%, materi 83,01% dan tafsir 94,4%. Sehingga secara keseluruhan validasi modul ini memiliki persentase 88,30% dengan kategori sangat valid. Dengan demikian, dapat disimpulkan modul yang dikembangkan sangat valid dan dapat dilanjutkan ke tahap praktikalitas.

5. Daftar Pustaka

BSNP. (2013). Standar Isi Untuk Ssatuan Pendidikan Dasar Dan Menengah. BSNP.

Chandra, A. N., Haris, V., & Yulita, D. (2021). Pengembangan Modul Fisika Berbasis REACH Berintegrasi Al-Quran Materi Suhu dan Kalor. Journal of Science and Technology, 1(2), 198–206.

Daryanto, & Darmiatun, S. (2013). Menyusun modul : bahan ajar untuk persiapan guru dalam mengajar. Gava Media.

Ilafi, M. M. (2022). Pengembangan Modul Interaktif Berbasis Augmented Reality Berbantuan Assemblr Pada Materi Tata Surya Kelas VII SMP/MTS.

Khoirunnisa, A., Nulhakim, L., & Syachruroji, A. (2020). Pengembangan Modul Berbasis Problem Based Learning Materi Perpindahan Kalor Mata Pelajaran Ipa. Profesi Pendidikan Dasar, 7(1), 25–36. https://doi.org/10.23917/PPD.V7I1.10559

Latifah, S. (2015). Pengembangan Modul IPA Terpadu Terintegrasi Ayat-Ayat Al-Qur’an Pada Materi Air Sebagai Sumber Kehidupan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 4(2), 155–164. https://doi.org/10.24042/jipfalbiruni.v4i2.89

Maidah, A. al. (2015). Pengembangan Modul Tematik Sebagai Penunjang Bahan Ajar Siswa Kelas I Sekolah Dasar Negeri Patuk 1 Gunungkidul. Jurnal Teknologi Pendidikan, 1.

Majid, N. K. (2012). Pengembangan bahan ajar berbasis media interaktif pada mata pelajaran fisika materi relativitas khusus di SMA Negeri 2 Malang / Nur Kholis Majid.

Maramis, M. I., Lumenta, A. S. M., & Sugiarso, B. A. (2016). Augmented Reality Pada Aplikasi Android Untuk Memperlihatkan Gedung Fatek. Jurnal Teknik Elektro Dan Komputer, 5(1), 40–48. https://doi.org/10.35793/JTEK.5.1.2016.11542

Masrinah, E. N., Aripin, I., & Gaffar, A. A. (2019). Problem Based Learning (Pbl) Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, 1, 924–932.

Mastuang, M., Misbah, M., Yahya, A., & Mahtari, S. (2019). Developing the Physics Module

(8)

Vol xx No x, Bulan Tahun 202x ISSN: 2354-8975 (p)

81 Containing Quranic Verses to Train the Local Wisdom Character. Journal of Physics:

Conference Series, 1171(1). https://doi.org/10.1088/1742-6596/1171/1/012018

Maulida, H., & Sukartiningsih, W. (2015). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Adobe Flash Untuk Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi Siswa Kelas III SD.

Mustaqim, I. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality.

Jurnal Edukasi Elektro, 1(1). https://doi.org/10.21831/JEE.V1I1.13267

Nabil, Z. F., Haris, V., Idrus, H., & Ayop, S. K. (2023). Development of a Physics Module Based on Augmented Reality Integrated with Al-Quran Verses on Electricity. 15(1), 61–

68.

Nugrohadi, S., & Anwar, M. T. (2022). Pelatihan Assembler Edu untuk Meningkatkan Keterampilan Guru Merancang Project-based Learning Sesuai Kurikulum Merdeka Belajar. Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Dan Pengajaran, 16(1), 77–80. https://doi.org/10.26877/MPP.V16I1.11953

Pistanty, M. A., Sunarno, W., & Maridi. (2015). Pengembangan Modul Ipa Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Pada Materi Polusi Serta Dampaknya Pada Manusia Dan Lingkungan Siswa Kelas XI SMK Pancasila Purwodadi. Jurnal Inkuiri, 4(2), 68–75.

Rachmawati, R., Wijayanti, R., & Putri Anugraini, A. (2020). Pengembangan eksplorasi MAR (Matematika Augmented Reality) dengan penguatan karakter pada materi bangun ruang sekolah dasar. Delta-Pi: Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 9(2), 93. https://doi.org/10.33387/dpi.v9i2.2315

Rayanto, Y. H., & Sugianti. (2020). Model Penelitian Pengembangan ADDIE & R2D2 (Teori dan Praktek). Lembaga Academic & Reserch Institute.

Riana, C. (2012). Media Pembelajaran. Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementrian Agama RI.

Suari, ni putu. (2018). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Motivasi Belajar IPA. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 2(3), 241–247.

https://doi.org/10.23887/JISD.V2I3.16138

Suharso, A. (2012). Model Pembelajaran Interaktif Bangun Ruang 3D Berbasis Augmented Reality. Majalah Ilmiah SOLUSI, 11(24). https://doi.org/10.35706/SOLUSI.V11I24.111

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian pengembangan modul pembelajaran IPA berbasis HOTS ini menggunakan prosedur pengembangan 4D yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), perancangan (design),