ANALISIS KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH KOTA SUNGAI PENUH TAHUN 2015– 2020
FITRI LINDA
Email : [email protected]
Prodi Ekonomi Pembangunan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sakti Alam Kerinci
Abstract
This study aims to analyze the regional financial performance of districts/cities in Sungai Penuh for 2015-2020. The variables used are in terms of the ratio of PAD performance mapping, regional financial capacity index (IKK), level of regional independence, level of regional dependence and mapping of regional financial capacity. The method of collecting data in this research is using document notes and financial reports of regencies/cities in Jambi Province.. The average IKK in the districts/cities in Sungai Penuh City is categorized as high proficiency. The level of regional independence for all districts/cities in Jambi Province is categorized as a low level of independence. The level of regional dependence is still high in all districts/cities in Jambi Province. Mapping of regional financial capacity shows that the regions with a high level of independence with a low level of dependence Sungai Penuh City.
Keywords : Public Regional Finance, Financial Independence Ratio, Financial Growth
PENDAHULUAN
Pergantian orde baru kepada orde reformasi yang dimulai pada tahun 1998 menuntut pelaksanaan otonomi daerah yang memberikan kewenangan yang luas, nyata, dan bertanggung jawab kepada daerah secara proporsional (Rahayu, 2021). Pemberian kewenagan ini telah diwujudkan dengan pengaturan pembagian, pemanfaatan sumber daya nasional dan perimbangan keuangan pusat dan daerah sesuai dengan prinsip demokrasi, dan peran serta masyarakat. Secara konkrit pengaturan itu dilakukan dengan telah terbitnya Undang Undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang Undang nomor 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan dærah yang diperbarui dan disempurnakan dengan UU No 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah dan UU No. 33 Tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antar pemerintah pusat dan daerah. Hal ini tentunya berlaku dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (Ernita, 2021).
(Rahayu, 2023) Konsekuensi dari pelaksanaaan kedua Undang undang tersebut adalah bahwa daerah harus mampu mengembangkan otonomi daerah secara luas, nyata, bertanggung jawab dalam
rangka pemberdayaaan masyarakat, lembaga ekonomi, lembaga hukum, lembaga keagamaan, lembaga adat dan lembaga swadya masyarakat serta seluruh potensi masyarakat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (Syofya et al., 2022).
(Putri, 2023) (A. C. Perdana & Rahayu, 2022)Keberhasilan otonomi daerah tidak terlepas dari kemampuan dalam bidang keuangan yang merupakan salah satu indikator penting dalam menghadapi otonomi daerah. Dalam hal ini pemerintah daerah dituntut untuk menjalankan roda pemerintahan secara efektif dan efisien untuk mendorong peran serta masyarakat dalam pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan dengan meningkatkan pemerataan dan keadilan (Rosi & Andrial, 2021).
Rahayu (2022) dan (M. A. C. Perdana et al., 2023) menjelaskan bahwa ciri utama suatu daerah yang mampu melaksanakan otonomi, yaitu (1) kemampuan keuangan daerah, artinya daerah harus memiliki kewenangan dan kemampuan untuk menggali sumber-sumber keuangan, mengelola dan menggunakan keuangan sendiri yang cukup memadai untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahannya, dan (2) ketergantungan kepada bantuan pusat harus seminimal mungkin, agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat menjadi bagian sumber keuangan terbesar sehingga peranan pemerintah daerah menjadi lebih besar (Stofya, 2023).
Namun pada kenyataannya, sudah dua belas tahun sejak otonomi daerah diberlakukan, saat ini kemampuan keuangan beberapa pemerintah daerah masih sangat tergantung pada penerimaan yang berasal dari pemerintah pusat (Ernita, 2021b).
(Rosi, 2023)Dari berbagai rumusan otonomi daerah dalam Undang-Undang yang pernah berlaku, otonomi daerah memiliki makna korelatif sebagai kewenangan dan kemandirian daerah otonom untuk mengatur dan mengurus rumah tangga sendiri untuk kepentingan masyarakat (Chatra Perdana et al., 2023).
Menurut Syamsi dalam (Putri, 2023) sumber keuangan daerah sebagian besar masih berupa bantuan dari pemerintahan pusat. Hanya sebagian kecil yang merupakan pendapatan asli daerah. ini jelas akan mengurangi sifat kemandirian pemerintah daerah di bidang keuangan. Sebab anggaran pendapatan dan belanja daerah adalah dasar dari pengelolaan keuangan daerah dalam tahun anggaran tertentu, umumnya satu tahun (Ernita, 2023).
Rahayu (2022) Untuk meningkatkan kemandirian daerah, pemerintah daerah harus berupaya terus menerus menggali dan meningkatkan sumber sumber keuangan sendiri. Untuk mendukung upaya peningkatan PAD perlu diadakan pengukuran atau penilaian sumber sumber PAD agar dapat dipungut secara berkesinambungan tanpa memperburuk alokasi faktor faktor produksi (Yelnim & Kartawijaya, 2021).
(Syofya & P, 2022)Meningkatnya PAD memberi indikasi yang baik bagi kemampuan keuangan daerah dalam mengatur rumah tangganya terutama dalam pelaksanaan tugastugas pelayanan kepada masyarakat, serta peningkatan pembangunan. Peningkatan cakupan PAD dapat pula dilakukan dengan meningkatkan jumlah obyek dan subyek pajak dan atau retribusi daerah (Chatra, 2021) (Zasriati, 2022).
Menurut Koswara dalam (Sherlin et al., 2020) dalam (Bustami et al., 2023)ciri utama yang menunjukkan suatu daerah otonom mampu berotonomi terletak pada kemampuan keuangan daerahnya. Artinya daerah otonomi harus memiliki kewenangan dan kemampuan untuk menggali sumber-sumber keuangan sendiri, sedangkan ketergantungan pada bantuan pemerintah pusat harus seminimal mungkin, sehingga PAD harus menjadi bagian sumber keuangan terbesar yang didukung Oleh kebijakan pembagian keuangan pusat dan daerah sebagai prasyarat mendasar sistem pemerintahan negara (Ernita, 2021a). (Budaya, Haryono, et al., 2022)
Dipilihnya Kota Sungai Penuh sebagai objek penelitian, dikarenakan Kota Sungai Penuh merupakan salah satu daerah yang kuat perekonomian dalam kawasan Provinsi Jambi, dimana dalam hal ini sudah menjadi kewajiban bagi Kota Sungai Penuh untuk menjadi daerah mandiri yang merupakan daerah yang memiliki tingkat pendapatan daerah tinggi dari Kabupaten/Kota lainnya (Syofya, 2022). (Budaya, Bustami, et al., 2022)
Tabel 1.1
Pendapatan dan Bantuan Pemerintah Daerah Kota Sungai Penuh Tahun 2015 – 2020
Tahun PAD Bantuan Pemerintah
2015 36.246.931.833,84 95.023.064.000,00
2016 36.632.476.994,33 45.802.540.119,00
2017 31.533.232.386,13 58.172.640.200,00
2018 34.184.049.670,00 44.954.990.570,00
2019 34.956.932.130,00 59.781.908.440,00
2020 28.365.587.880,00 59.781.908.440,00
Sumber : Kota Sungai Penuh Dalam Angka, 2022
Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa Pendapatan Asli Daerah Kota Sungai Penuh pada tahun 2015 – 2020 terjadi fluktuasi, dimana pendapatan Asli Daerah Kota Sungai Penuh tertingi terdapat pada tahun 2019 yaitu sebesar Rp. 34.956.932.130,00 , sedangkan
pendapatan asli daerah terendah terjadi pada tahun 2020 yaitu sebesar Rp. 28.365.587.880,00.
Pada Bantuan Pemerintah Kabupaten Kerinci lebih banyak mendapatkan porsi bantuan dari pemerintah pusat, bantuan pemerintah pusat teritinggi terjadi pada tahun 2015 yaitu sejumlah Rp. 95.023.064.000,00, sedangkan bantuan pemerintah Provinsi tertinggi terdapat pada tahun 2018 yaitu sebesar 44.954.990.570,00.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun Rumusan Masalah pada penelitian ini adalah :
1. Bagaimana Kemandirian keuangan daerah Kota Sungai Penuh dilihat dari Rasio Kemandirian Keuangan?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui kemandirian keuangan daerah Kota Sungai Penuh dilihat dari Rasio Kemandirian Keuangan.
Metode Penelitian
Ruang Lingkup Penelitan
Penelitian ini dilakukan di Kota Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh merupakan salah satu Kabupaten/Kota yang berada dalam kawasan pemerintahan Provinsi Jambi. Kota Sungai Penuh merupakan daerah penyumbang terbesar perekonomian pada sektor perdagangan.
Definisi Operasional Variabel
Kemandirian Keuangan Daerah adalah gambaran pemerintah Kabupaten Kerinci dalam hal ketergantungan terhadap sumber dana pemerintah pusat atau provinsi yang dinyatakan dalam satuan persen. (Efdison et al., 2022) (Rahayu & Yadewani, 2023)
Metode Analisis Data
(Ernita, n.d.) Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, Rasio Efektivitas, Rasio Aktivitas, dan Rasio Pertumbuhan untuk mengetahui kinerja pengelolaan keuangan daerah dan kemandirian Kota Jambi (Halim 2007 : 232).
Rasio Kemandirian Keuangan Daerah =
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Deskripsi Objek Penelitian
Kota Sungai Penuh adalah sebuah kotamadya terbesar kedua yang berada di provinsi Jambi, Indonesia. Kota ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2008 yang merupakan pemekaran dari kabupaten Kerinci dan pengesahannya dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 8 Oktober 2009. Penduduk kota Sungai Penuh tahun 2020 berjumlah 97.190 jiwa, dengan kepadatan 248 jiwa/km2, dan berbatasan langsung dengan provinsi Sumatera Barat, tepatnya di kabupaten Pesisir Selatan.
Hasil Analisis Data
Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakat software ms. Excel, dengan hasil perhitungan sebagai berikut:
Tabel 4.1
Rasio Kemandirian Keuangan Daerah Tahun 2015 – 2020
Tahun PAD Bantuan Pemerintah Rasio Kemandirian Keterangan
2015 36.246.931.833,84 95.023.064.000,00 38,15
Konsultatif
2016 36.632.476.994,33 45.802.540.119,00 79,98
Delegatif
2017 31.533.232.386,13 58.172.640.200,00 54,21
Partisipatif
2018 34.184.049.670,00 44.954.990.570,00 76,04
Delegatif
2019 34.956.932.130,00 59.781.908.440,00 58,47
Partisipatif
2020 28.365.587.880,00 59.781.908.440,00 47,45
Konsultatif
Sumber : Data Diolah Ms. Excel, 2022.
Pada tabel diatas dapat dilhat hasil perhitungan rasio kemandirian keuangan daerah Kota Sungai Penuh tahun 2015 – 2020 adalah Konsultatif, Delegatif dan Partisipatif. Dimana pola konsultatif merupakan campur tangan pemerintah pusat yang sudah mulai berkurang serta lebih banyak memberikan konsultasi, hal ini dikarenakan daerah dianggap sedikit lebih dapat untuk melaksanakan otonomi daerah.
Hal ini dapat sesuai dengan keadaan Kabupaten Kerinci yang sudah mulai mandiri dengan selalu naik pendapatan asli daerah Kabupaten Kerinci, terutama di sektor pariwisata.
Sebagai mana yang telah diketahui bahwa Kabupaten Kerinci merupakan icon pariwisat Provinsi Jambi. Dengan gelar tersebut membuat banyakna wisatawan baik dalam negeri
maupun luar negeri untuk berunjug ke Kabupaten Kerinci menikmati alam Kabupaten Kerinci.
DAFTAR PUSTAKA
Budaya, I., Bustami, E., & Sherlin, I. (2022). PRICE DISCOUNT , BONUS PACK , AND HEDONIC VALUE TOWARDS ONLINE SHOP IMPULSE BUYING : A CASE STUDY ON PRIVATE COLLEGE STUDENTS IN SUNGAI PENUH CITY. 5(2), 242–247.
Budaya, I., Haryono, G., Perdana, A. C., & Desi, D. E. (2022). Marketing Communication For Colleges Through The Word- Of-Mouth Method. 0(1). https://doi.org/10.29099/ijair.v6i1.403
Efdison, Z., Yadewani, D., Harahap, E. F., & Dharma, A. (2022). Pengaruh perceived value , kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen terhadap minat beli ulang pada Distro Agung Sungai Penuh.
4(8), 3604–3609.
Ernita, D. (n.d.). Analisis Dampak Faktor- faktor yang mempengaruhi Pengangguran Terhadap Pertumbuhan ekonomi di Provinsi jambi. 2023.
Rahayu, S., & Yadewani, D. (2023). Analisis Tipologi Sektor Ekonomi Potensial Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. 9(3).
Bustami, E., Budaya, I., Regen, R., Zasriati, M., Nusantara Sakti Sungai Penuh, S., Sakti Alam Kerinci, S., & KBP Padang, S. (2023). Analysis of Factors Influencing Customer Behavioral Intentions to Use Mobile Banking.
International Journal of Artificial Intelligence Research, 6(1.1), 2579–7298.
http://ijair.id/index.php/ijair/article/view/690
Ernita, D. (2023). Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak Pengetahun Pajak Dan Kualitas Layanan Fiskus Dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendraan Bermotor Di Kota Sungai Penuh. JEMSI: Jurnal Ekonomi,
Manajemen, Dan Akuntansi, 9(3), 916–929.
Perdana, A. C., & Rahayu, S. (2022). Analisis Efisiensi Kinerja Agroindustri Kopi di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, Indonesia. Agro Bali : Agricultural Journal, 5(2), 322–330. https://doi.org/10.37637/ab.v5i2.941 Perdana, M. A. C., Sulistyowati, N. W., Ninasari, A., Jainudin, & Mokodenseho, S. (2023). Analisis Pengaruh
Pembiayaan, Skala Usaha, dan Ketersediaan Sumber Daya Manusia terhadap Profitabilitas UMKM. Sanskara Ekonomi Dan Kewirausahaan, 1(03), 135–148. https://doi.org/10.58812/sek.v1i03.120
Putri, O. H. (2023). Analisis Ekspor Komoditas Pertanian di Indonesia. JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi), 9(3), 937–942.
Rahayu, S. (2021). Penentuan Agribisnis Unggulan Komoditi Pertanian Berdasarkan Nilai Produksi di Kabupaten Kerinci. J-MAS (Jurnal Manajemen Dan Sains), 6(1), 154. https://doi.org/10.33087/jmas.v6i1.242
Rahayu, S. (2023). Model Pengembangan Kawasan Renah Kayu Embun Kota Sungai Penuh sebagai Destinasi Wisata.
Jurnal Ekonomi Dan Manajemen Teknologi (EMT), 7(1), 198–207. https://doi.org/10.35870/emt.v7i1.835 Rosi, A. I. (2023). Penentuan Prioritas Pembangunan Melalui Analisis Sektor-Sektor Potensial Di Kabupaten Kerinci.
Pendidikan Tambusai, 7(2), 9243–9251.
Stofya, H. (2023). The Effect of Environmental Sustainabiity and Value Chain Concept in the Context of Local Economy on Value Added of Coffee Commodities in Kerinci. West Science Business and Management, 1(03), 107–117. https://doi.org/10.58812/wsbm.v1i03.84
Syofya, H. (2022). Modeling Analysis of Economic Growth in Asia with a Dynamic Panel Approach Generalized Method of Moment (GMM). IJEBD (International Journal of Entrepreneurship and Business Development), 5(4), 716–725. https://doi.org/10.29138/ijebd.v5i4.1900
Syofya, H., & P, A. C. (2022). The Influence of Traceability of Kerinci Coffee Agricultural Products on Agricultural Value Added in Jambi Province. IJEBD (International Journal of Entrepreneurship and Business Development), 5(2), 246–252. https://doi.org/10.29138/ijebd.v5i2.1746
Yelnim, Y., & Kartawijaya, S. (2021). Improving Student’s Listening Skill by Using Song at Second Semester of STIE- SAK Academic Year 2021/2022. JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 2(5), 431.
https://doi.org/10.36418/syntax-imperatif.v2i5.109
Chatra, A. (2021). Pengembangan Industri Olahan Makanan Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi Tahun 2020. IJEBD (International Journal of Entrepreneurship and Business Development), 1(3), 443–452. https://doi.org/10.53363/buss.v1i3.21
Chatra Perdana, A., Rahayu, S., Marselina, S., Studi Ekonomi Pembangunan, P., Sakti Alam Kerinci, S., & Studi Akuntansi, P. (2023). Pendampingan Koperasi Koerintji Spices Dalam Pengelolaan Kelembagaan Dan Pengembangan Produk Kayu Manis. Community Development Journal, 4(2), 4778–4782.
Ernita, D. (2021a). Analisis Pengaruh Inflasi Dan Produk Domestik Regional Bruto Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Kerinci. Bussman Journal : Indonesian Journal of Business and Management, 1(1), 63–73. https://doi.org/10.53363/buss.v1i1.23
Ernita, D. (2021b). Analisis Pengaruh Pajak Hotel, Pajak Restoran, Dan Pajak Penerangan Jalan Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Kerinci. Bussman Journal : Indonesian Journal of Business and Management, 1(1), 74–84.
https://doi.org/10.53363/buss.v1i1.24
Putri, O. H. (2023). Peta Perbandingan Kemampuan Keuangan Daerah pada Pemerintahan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Jurnal EMT KITA, 7(1), 191–197.
https://doi.org/10.35870/emt.v7i1.834
Rahayu, S. (2022). Potensi Ekonomi Sektor Pertanian, Kehutanan Dan Perikanan Kabupaten Merangin. Bussman Journal : Indonesian Journal of Business and Management, 2(1), 147–163. https://doi.org/10.53363/buss.v2i1.45
Rosi, A. I., & Andrial, J. (2021). Analisis Pendapatan Petani Padi Sawah Di Desa Simpang Tiga Rawang Kecamatan Hamparan Rawang Kota Sungai Penuh. Agregate, 4(2).
Sherlin, I., Siswadhi, F., & Sarmigi, E. (2020). Analysing the Decoy Effect on Online Product Purchasing Preference: An Experimental Study. 132(AICMaR 2019), 125–130.
https://doi.org/10.2991/aebmr.k.200331.027
Syofya, H., Tinggi, S., Sakti, I. E., Kerinci, A., Sudirman No, J. J., Raya, P., & Penuh, S.
(2022). Model Persamaan Simultan Ekspor dan Inflasi Negara Malaysia. Journal on Education, 05(01), 547–554.
Zasriati, M. (2022). Analisis Ketimpangan Pembangunan Di Indonesia Tahun 2010-2020. Al- Dzahab, 3(2), 119–131. https://doi.org/10.32939/dhb.v3i2.1494
Adhiantoko, Hony. 2012. Analisis Kinerja Keungan Pemerintah Kabupaten Blora (Studi Kasuspada DPPKD Kabupaten Biora Tahun 2007-2011).
Adisasmiîa, Rahardjo. 2011. Pengelolaan Pendapatan dan Anggaran Daerah.Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Agustina, Oesi. 2013. Jurnal Analisis Kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah danTingkat Kemandirian Daerah di Era Otonomi Daerah: Studi Kasus KotaMalang (Tahun Anggaran 2007-2011). Jurnal Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang.
Candra dkk.2015. Jurnal Analisis Rasio Keuangan Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jembaran (Tahun Anggaran 2010-2014). Daling,Machelino. 2012. Jurnal Analisis Kinerja Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara.
Enjelita, Naukoko, Londa. 2016. analisis kinerja pengelolaan keuangan daerah dan tingkat kemandirian daerah di era otonomi daerah: studi pada kota manado (tahun 2010- 2014). Universitas Sam Ratulangi, Volume 16 No.20
Halim, Abdul. 2007. Akuntansi Keuangan Daerah. Edisi Revisi. Jakarta: Salemba Empat YKPN.
Haryanto, dkk. 2007. Akuntansi Sektor Publik, Edisi Pertama. Universitas Diponegoro.
Hesel, Nogi. 2007. Manajemen Publik Jakarta: Grasindo.
—„Keban, Jeremias T. 2008. Enam Dimensi Strategis Administrasi Publik : Konsep, Teori dan Isu Keuangan Daerah. Yogyakarta: Penerbit Gava Media.
Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 690.900 —327 Tahun 1996 tentang Skala Kriteria Rasio Efektivitas.
Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 690.900—327 Tahun 1996 tentang Skala Kriteria Rasio Efisiensi Belanja.
Kurniawan, Panca dan Agus Purwanto. 2010. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah di Indonesia. Jakarta: Bayumedia.
Machmud dkk. 2014, Jurnal Analisis Kinerja Keuangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Tahun Anggaran 2007-2012).
Mahmudi. 2011. Manajemen Keuangan Daerah. Jakarta: Erlangga.
Marizka, Addina. 2010.Analisis Kinerja Pengelolaan anggaran Pendapatan dan BelanjaDaerah Pemerintah Koja Medan (Skripsi)
M. Suparmoko, 2003. Keuangan Negara dalam Teori dan Praktik, Edisi ke-5, BPFE, Yogyakarta.
Nirzawan. 2001. Tinjauan Umum Terhadap Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah di Bengkulu Utara, Manajemen Keuangan Daerah. Yogyakarta UPP YKPN.
Pramono, Joko. 2014. Analisis Rasio Keuangan Untuk Menilai Kinerja KeuanganPemerintah Daerah. Among Makarti,Vol.7 No. 13, Juli 2014.
.Undang-Undang Nomor17 Tahun 2003 tentang Sumber Sumber Pendapatan Daerah.
. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang PAD.
. Undang-Undang Nomor 22 dan 25Tahun 1999tentang Otonomi Daerah.
. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah
. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
. Undang-Undang Nomor 32Tahun 2004 tentang tentang Pemerintah Daerah.
. Undang-Undang Nomor 5Tahun 1974 tentang pembiayaan daerah.
. Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah.
. Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan.
. Peraturan Pemerintah No.5dan 6Tahun 1975tentang cara penyusunan, pelaksanaan dan pertanggung jawaban APPBD.
. Peraturan Menteri Datam NegeriNo. 2Tahun 1994 Jo 1996 tentang cara penyusunan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban APBD.
. Peraturan Pemerintah No. 97 Tahun 2012 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
. Peraturan Pemerintah No. 66Tahun 2008tentang Retribusi Jasa Usaha.
.Keputusan Menpan Nomor 25/KEP/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Penyusunan Indeks Kepuasan MasyarakatUnit Pelayanan Instansi Pemerintah.
Umar, Husein. 2003. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Rudiyanto, Muhammad. 2015. Analisis Kinerja serta Keampuan Keuangan Pemerintah Daerah dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah Kabupaten/Kota Provinsi Yogyakarta dan Banten
Savitry. 2013. kinerja keuangan Kota Makassar pada rentang waktu antara tahun 2007 hingga 2011. Government: Jurnal Ilmu Pemerintahan Volume 4, Nomor 1, Januari 2011 (23-34) ISSN 1979-5645
Sekaran, Uma. (2009). Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. Edisi 4. Jakarta: Salemba Empat.
Shiddiqy. 2012. analisis perkembangan kemampuan keuangan daerah dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah dipemerintah kabupaten bantul. Universitas negeri Yogyakarta
Sugiyono.2009. Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D).
Bandung: Alfabeta.
Sularso, Restianto. 2011 Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Alokasi Belanja Modal dan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Universitas Jendral Soedirman, ISSN 2088-2106 vol 1 No. 2