Analisis Manajemen Risiko Operasional (Aviani, Astuti, Ratri) 16
JURNAL ILMIAH AGRITAS VOL 5 NO 1 MARET 2021 16-25
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO OPERASIONAL PADA PERUSAHAAN GETUK ECO DI KOTA MAGELANG
OPERATIONAL RISK MANAGEMENT ANALYSIS OF GETUK ECO COMPANY IN MAGELANG CITY
Lia Zaeni Aviani¹*, Ari Astuti², Wahyu Setyo Ratri³
1,2,3 Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa,
Yogyakarta
*Email korespondensi: [email protected]
ABSTRAK
Getuk ECO merupakan perusahaan yang berkiprah di bidang makanan, produk yang dihasilkan berupa oleh-oleh khas Magelang yaitu getuk tri warna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya risiko produksi pada perusahaan Getuk ECO dan untuk mengetahui penerapan manajemen risiko operasional yang dilakukan perusahaan Getuk ECO di kota Magelang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan sampel jumlah produksi dari tahun 2016 sampai tahun 2020. Analisis risiko produksi menggunakan koefisien variasi dan di uji menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukan bahwa risiko operasional yang dapat diidentifikasi adalah risiko proses, risiko SDM, risiko teknologi, dan risiko eksternal. Berdasarkan hasil analisis risiko produksi melalui uji t menunjukkan bahwa risiko produksi pada usaha getuk ECO memiliki risiko kecil karena pengembalian produk selama lima tahun rendah yaitu sekitar 13,4%. Untuk manajemen risiko operasional pada usaha getuk ECO menggunakan metode analisis probabilitas dan dampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko operasional pada usaha getuk ECO terdiri dari : 1) Terdapat 70% risiko yang diidentifikasi oleh responden dari total 27 jenis risiko operasional. 2) Terdapat 70% jenis risiko masuk dalam kategori level tinggi, terdapat 15% masuk dalam kategori level menengah, terdapat 15% masuk dalam kategori level rendah. 3) Terdapat 2 jenis perlakuan risiko yang digunakan oleh responden, yakni mitigasi dan menerima risiko. Jadi, analisis risiko produksi getuk ECO memiliki risiko besar dan manajemen risiko operasional Getuk ECO sudah diidentifikasi memiliki risiko tinggi dengan penanganan mitigasi dan menerima risiko.
Dalam mengurangi terjadinya risiko operasional, sangat diperlukan perhatian dan dukungan dari manajemen serta rencana, tindakan, dan akuntabilitas perlakuan risiko harus jelas dan terukur.
Kata kunci : manajemen risiko, probabilitas dan dampak, perusahaan Getuk ECO.
Analisis Manajemen Risiko Operasional (Aviani, Astuti, Ratri) 17 ABSTRACT
Getuk ECO is a company that is active in the food sector, the product that is produced is a typical Magelang souvenir, namely getuk tri-color. The purpose of this study was to determine the amount of production risk at Getuk ECO company and to determine the implementation of operational risk management by Getuk ECO company in the city of Magelang. The research method used is descriptive qualitative and quantitative methods with a sample of total production from 2016 to 2020. Production risk analysis uses a coefficient of variation and is tested using the t test. The results showed that the operational risks that could be identified were process risk, human resource risk, technology risk and external risk. Based on the results of the production risk analysis through the t test, it shows that the production risk in the getuk ECO business has a small risk because the product returns for five years are low, which is around 13.4%. For operational risk management, the ECO getuk business uses probability and impact analysis methods. The results showed that the implementation of operational risk management in the getuk ECO business consisted of: 1) there were 70% of the risks identified by respondents from a total of 27 types of operational risk. 2) 70% of the types of risk are in the high level category, 15% are in the middle level category, there are 15% are in the low level category. 3) There are 2 types of risk treatment used by respondents, namely mitigation and accepting risk. So, the risk analysis of Getuk ECO production has a big risk and the operational risk management of Getuk ECO has been identified as having a high risk by handling mitigation and accepting risks. In reducing the occurrence of operational risk, it is necessary to pay attention and support from management and plan, action and accountability for risk treatment must be clear and measurable. Key words: risk management; probability and impact; Getuk ECO company.
Keywords: risk management, probability and impact, Getuk ECO company
PENDAHULUAN
Usaha yang berdiri di bidang kuliner merupakan salah satu peluang usaha yang hampir tidak pernah mati. Peluang usaha yang penuh potensi, prospek, berkembang dengan sangat cepat, dan merupakan bisnis pembawa kesuksesan dan kemakmuran (Samudera dalam Habib, 2019). Dalam setiap kegiatan pasti ada risiko yang akan mengiringinya, termasuk dalam sebuah bisnis. Risiko dapat diartikan sebagai bahaya, dampak yang dapat terjadi dalam sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang. Oleh sebab itu, sebuah risiko perlu dikelola untuk meminimalisir dampak yang mungkin terjadi dan sebagai warning di masa yang akan datang.
Pengelola risiko dapat dilakukan dengan melakukan manajemen risiko. Menurut Djojosedarso, manajemen risiko adalah pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dalam penanggulangan risiko, terutama risiko yang dihadapi oleh organisasi/perusahaan, keluarga, dan masyarakat (Djojosedarso dalam Latifa, 2018).
Lam (2014) mengungkapkan bahwa operational risk is defined as the risk of loss
Analisis Manajemen Risiko Operasional (Aviani, Astuti, Ratri) 18 resulting from inadequate or failed internal process, people, and system or from external events. Artinya, risiko operasional dapat didefinisikan sebagai risiko atas kerugian yang ditimbulkan dari ketidakcukupan atau kegagalan proses internal, sumber daya manusia, dan sistem atau dari peristiwa-peristiwa eksternal (Lam dalam Robin, 2018).
Risiko operasional selanjutnya dibagi dalam empat jenis risiko operasional, yaitu:
risiko sumber daya manusia, risiko teknologi, risiko proses, risiko eksternal (Fahmi dalam Habib, 2019).
Singkong banyak digunakan untuk bahan baku industri tepung tapioka dan untuk konsumsi langsung. Magelang merupakan daerah sentra industri getuk yang merupakan salah satu olahan singkong cukup terkenal di Jawa Tengah (Purnomo dalam Muchtar, 2016).
Seiring berjalannya waktu, muncul beberapa produsen getuk modern, salah satunya adalah Getuk ECO. Getuk ECO termasuk getuk yang sudah terkenal dan memiliki nama di kalangan masyarakat Magelang. Posisi yang strategis sebagai lokasi wisata maupun lalu lalang transportasi dua ibu Kota Provinsi yaitu Semarang dan Yogyakarta (Anwar, 2019).
Berdasarkan observasi ke Getuk ECO, dalam menjalankan usahanya, Getuk ECO telah mengalami beberapa masalah yang berhubungan dengan operasional yang tidak diduga sebelumnya dan merugikan usahanya. Beberapa risiko operasional yang dihadapi Getuk ECO yaitu risiko SDM, risiko proses, risiko teknologi, dan risiko eksternal.
Manajemen risiko sangat penting untuk meminimalisir kerugian yang ditimbulkan baik dalam bentuk operasional atau pengelolaan. Apabila kemungkinan risiko dapat diantisipasi dan ditangani dengan baik maka kerugian dari risiko pun dapat diminimalisir.
Berdasar data di atas maka diangkat penelitian yang berjudul “Analisis Manajemen Risiko Operasional Pada Peusahaan Getuk ECO di Kota Magelang” dengan rumusan masalah bagaimana risiko produksi pada perusahaan Getuk ECO di Kota Magelang.
Bagaimana manajemen risiko operasional yang dilakukan perusahaan Getuk ECO di Kota Magelang. Hipotesis dari penelitian ini adalah diduga bahwa risiko produksi getuk ECO besar.
METODE PENELITIAN
Metode dasar penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada perusahaan Getuk ECO yang berada di Jl. D.I. Panjaitan No. 5 Magelang. Waktu pra penelitian dilakukan mulai bulan Februari 2020 yaitu sejak pembuatan proposal penelitian. Sedangkan pengambilan data dilakukan pada bulan September 2020.
Analisis Manajemen Risiko Operasional (Aviani, Astuti, Ratri) 19 Metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah: Teknik pengamatan, teknik wawancara dan diskusi langsung dengan owner Getuk Eco, daftar pertanyaan, teknik studi pustaka. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder.
Teknik analisis kuantitatif CV = 𝜎/𝑥
Di mana :
CV = koefisien variasi (Coefficient variation) σ = standar deviasi (simpanga baku)
𝑥 = Rata-rata hasil
Kriteria pengambilan keputusan
- Apabila nilai CV < 1 maka produksi getuk ECO yang dianalisis memiliki risiko kecil.
- Apabila nilai CV ≥ 1 maka produksi getuk ECO yang dianalisis memiliki risiko besar.
Teknik analisis kualitatif
Mendeskripsikan profil perusahaan Getuk ECO, risiko-risiko operasional, hasil analisis risiko, melakukan evaluasi risiko, dan mendeskripsikan hasilnya menggunakan risk matriks, mendeskripsikan perlakuan risiko, dan menarik kesimpulan.
HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Hipotesis
Pengujian analisis risiko produksi getuk ECO dilakukan dengan menggunakan uji t atau nilai t yang dihitung =
−
𝑡 = 𝐾𝑉₁− 𝐾𝑉₀ 𝑆 √𝑛
Ho: CV < 1, t hitung ≤ t tabel, Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya risiko kecil.
Ha: CV ≥ 1, t hitung > t tabel, Ho ditolak dan Ha diterima artinya risiko besar.
Nilai t tabel = 2,132. Nilai signifikan =
5%. Dimana nilai t hitung lebih kecil dari t tabel.
Analisis Manajemen Risiko Operasional (Aviani, Astuti, Ratri) 20
A9
A5, A10, A12
A7, A11
A4 A2,
A3 A1 A8
A6
LIKELIHOOD
Analisis Risiko Produksi
Tabel 1. Analisis Risiko Produksi.
Sumber : Data Primer (2021)
Rata-rata koevisien variasi dari tahun 2016 - 2020 adalah 3,31, sedangkan nilai Ho yang digunakan dalam analisis ini adalah 1, hasil simpangan baku yaitu sebesar 24,5, dan nilai n yang dipakai adalah 5. Dari hasil tersebut dapat diketahui nilai t-hitung pada analisis ini adalah 0,2109 dan nilai t tabel 2,13185 dengan nilai signifikan 0,05(df=4). Jadi, dapat disimpulkan dari hasil tersebut, bahwa t-hitung lebih kecil dari t-tabel sehingga Ho diterima dan Ha ditolak, maka hasil analisis risiko produksi dan uji t menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima, artinya risiko produksi usaha Getuk ECO memiliki risiko besar.
Analisis Manajemen Risiko Perusahaan Getuk ECO
Analisis identifikasi pada ruang lingkup SDM, responden telah mengidentifikasi risiko sebanyak 70%. Sedangkan jenis-jenis risiko proses diidentifikasi atau diketahui oleh responden Getuk ECO yaitu sebanyak 88%. Analisis identifikasi pada ruang lingkup teknologi, responden telah mengidentifikasi risiko sebanyak 60%. Analisis identifikasi pada ruang lingkup eksernal, responden telah mengidentifikasi risiko sebanyak 68%. Berdasarkan analisis risiko SDM analisis probabilitas dan dampak risiko pada ruang lingkup SDM, rata- rata probabilitas yang terjadi adalah sangat besar sedangkan rata-rata dampak yang terjadi adalah besar, artinya sangat besar kemungkinan terjadinya risiko dan berpengaruh besar terhadap tidak tercapainya sasaran. Matriks evaluasi, risiko SDM mencakup 12 jenis risiko diantaranya tujuh jenis risiko masuk dalam zona merah (high risk), dua jenis risiko masuk dalam zona kuning (medium risk), tiga jenis risiko masuk dalam zona hijau (low risk).
Berikut matriks risiko SDM.
5 4 3 2 1
1 2 3 4 5 IMPACT
Sumber : Data Primer Diolah, 2020
Ukuran Hasil Dalam Satuan Dus (per tahun)
2016 2017 2018 2019 2020
Hasil prod.
Rata-rata prod.
Simpangan baku CV
344.770 28.730,8 95.289,4 3,31
313.136 26.094,7 86.546,2 3,31
264.237 22.019,9 73.031,2 3,31
238.174 19.847,8 65.827,8 3,31
181.670 15.139,2 50.210,9 3,31
Analisis Manajemen Risiko Operasional (Aviani, Astuti, Ratri) 21
B3 B4
B1, B5
B2
LIKELIHOOD LIKELIHOOD
Berdasarkan analisis probabilitas dan dampak risiko pada ruang lingkup proses, rata- rata probabilitas yang terjadi adalah sangat besar begitu juga dengan dampak yang terjadi adalah sangat besar. Matriks evaluasi risiko proses mencakup lima jenis risiko diantaranya empat jenis risiko masuk dalam zona merah (high risk) yakni risiko return produk, risiko harga bahan baku, risiko kendala distribusi, risiko penurunan produksi dan satu jenis risiko masuk dalam zona hijau (low risk) yakni risiko perangkapan tugas. Berikut matriks risiko proses.
5 4 3 2 1
1 2 3 4 5
IMPACT
Sumber : Data Primer Diolah, 2020
Berdasarkan analisis probabilitas dan dampak pada ruang lingkup teknologi, rata-rata probabilitas yang terjadi adalah sangat besar begitu juga dengan dampak yang terjadi adalah sangat besar. Sedangkan matriks evaluasi risiko teknologi mencakup lima jenis risiko diantaranya tiga jenis risiko masuk dalam zona merah (high risk) yakni risiko korosi alat penggilingan, risiko kemacetan mesin penggiling, risiko tranportasi dan dua jenis risiko masuk dalam zona kuning (medium risk) risiko korosi alat pemotongan dan risiko gangguan system computer. Berikut matriks risiko teknologi.
5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 IMPACT
Sumber : Data Primer Diolah, 2020
Berdasarkan analisis probabilitas dan dampak pada ruang lingkup eksternal, rata-rata probabilitas adalah sangat besar begitu juga dengan dampak yang terjadi adalah sangat besar, matriks evaluasi risiko eksternal mencakup lima jenis risiko yang masuk dalam zona merah
C4 C5
C1
C2
C3
Analisis Manajemen Risiko Operasional (Aviani, Astuti, Ratri) 22
LIKELIHOOD
yakni risiko perubahan cuaca, risiko listrik padam, risiko kebakaran, risiko banjir risiko pandemik, artinya semua jenis risiko memiliki risiko tinggi. Berikut matriks risiko eksternal.
5 4 3 2 1
1 2 3 4 5 IMPACT
Sumber : Data Primer Diolah, 2020
Distribusi Jumlah Perlakuan Risiko
Sumber : Data Primer Diolah, 2020
Dari kedua opsi perlakuan risiko pada tabel, dapat diketahui bahwa opsi mitigasi merupakan opsi perlakuan risiko yang memiliki jumlah pernyataan terbanyak, yakni sebanyak 23 pernyataan (85%). Sebanyak empat pernyataan (15%) dijawab oleh responden dengan jawaban menerima. Sementara itu, opsi menghindari dan berbagi merupakan opsi perlakuan risiko yang tidak dipilih oleh responden.
Pembahasan
Getuk ECO merupakan perusahaan yang berkiprah di bidang makanan, produk yang dihasilkan berupa oleh-oleh khas Magelang yaitu getuk tri warna. Dalam menjalankan usahanya, Getuk ECO telah mengalami beberapa masalah yang berhubungan dengan operasional yang tidak diduga sebelumnya dan merugikan usahanya. Beberapa risiko operasional yang dihadapi Getuk ECO yaitu risiko SDM, risiko proses, risiko teknologi, dan risiko eksternal. Dari hasil perhitungan produksi dari tahun 2016 sampai tahun 2020, hasil produksi tertinggi terdapat pada tahun 2016, responden mengungkapkan bahwa pada tahun tersebut paling banyak wisatawan serta kunjungan-kunjungan dari berbagai wilayah guna untuk membeli produk getuk ECO. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa nilai koevisien variasi setiap tahunnya sama. Berdasarkan analisis risiko produksi, dapat disimpulkan bahwa risiko produksi pada usaha Getuk ECO di kota Magelang adalah kecil. Berdasarkan perhitungan uji t-hitung, dapat disimpulkan bahwa t-hitung lebih kecil dari t tabel sehingga
D2 D1, D4
D3, D5
No Jenis Perlakuan Risiko
Ruang Lingkup Risiko Operasional Jumlah Persetase Proses SDM Teknologi Eksternal
1 Mitigasi 4 9 5 5 23 85%
2 Menerima 1 3 4 15%
Jumlah 5 12 5 5 27 100%
Analisis Manajemen Risiko Operasional (Aviani, Astuti, Ratri) 23 Ho diterima dan Ha ditolak, maka hasil analisis risiko produksi dan uji t menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan ditolak, artinya risiko produksi pada usaha Getuk ECO memiliki risiko kecil, hal ini dikarenakan pengembalian produk selama lima tahun rendah yaitu sekitar 13,4%.
Dalam penerapan manajemen risiko operasional, analisis ini menggunakan prinsip manajemen risiko ISO 31000: 2009. Proses manajemen risiko tersebut terdiri dari identifikasi risiko, analisis dan evaluasi risiko, serta penanganan risiko. Hasil identifikasi risiko pada empat ruang lingkup operasional, menunjukkan bahwa responden telah mengidentifikasi atau mengetahui risiko-risiko yang berpotensi timbul dari proses operasional, SDM, teknologi dan eksternal. Hal ini dapat diketahui dari total persentase identifikasi risiko yang berada di atas 50% untuk masing-masing ruang lingkup operasional.
Hasil analisis risiko yang diperoleh menunjukkan seberapa besar atau kecilnya probabilitas terjadi, menurut responden hal ini didasarkan dari sering atau tidaknya risiko pada ruang lingkup tersebut terjadi, diperoleh keadaan risiko yang besar atau sangat besar jika risiko teridentifikasi lebih dari 60%. Pada ruang lingkup SDM, hasil rata-rata probabilitas adalah sangat besar sedangkan dampak yang terjadi adalah besar, hal ini karena risiko yang disebabkan oleh sumber daya manusia tergantung pada keahlian dan kedisiplinan dari karyawan. Pada ruang lingkup proses, hasil rata-rata probabilitas dan dampak adalah sangat besar, hal ini disebabkan karena ruang lingkup proses terdiri dari beberapa jenis proses mulai dari produksi hingga penjualan yang sering terjadi adanya kesalahan dalam pencapaian target serta adanya kenaikan harga bahan baku secara tiba-tiba dan berangsur lama. Pada ruang lingkup teknologi hasil rata-rata probabilitas dan dampak adalah sangat besar, hal ini disebabkan karena gangguan pada teknologi sulit untuk diprediksi. Pada ruang lingkup eksternal, hasil rata-rata probabilitas dan dampak adalah sangat besar, hal ini disebabkan karena perubahan cuaca yang ekstrim serta kondisi alam yang sulit dihindari.
Berdasarkan gambar matriks level of risk, dapat diketahui bahwa hampir keseluruhan, risiko-risiko operasional dalam waktu lima tahun masuk ke dalam zona merah (high risk), yakni sebanyak 19 pernyataan (70%), hal ini disebabkan karena banyak jenis risiko (70%) dari ruang lingkup operasional yang teridentifikasi terjadinya risiko dan mempunyai dampak yang besar terhadap operasional Getuk ECO. Sementara itu, sebanyak 4 pernyataan (15%) masuk ke dalam zona kuning (moderate risk) hal ini disebabkan karena adanya kemungkinan terjadi risiko dalam jenis risiko tersebut dalam pencapaianya masih dibawah target. dan sebanyak 4 pernyataan (15%) masuk ke dalam zona hijau (low risk), hal ini disebabkan
Analisis Manajemen Risiko Operasional (Aviani, Astuti, Ratri) 24 karena pada jenis risiko tersebut kemungkinan kecil terjadinya risiko dan dampak tidak bepengaruh pada jalannya operasional Getuk ECO.
Dari analisis perlakuan risiko dapat diketahui bahwa opsi mitigasi merupakan opsi perlakuan risiko yang memiliki jumlah pernyataan terbanyak. Responden mengungkapkan bahwa keterlibatannya secara langsung sebagai pemilik dan/atau pengelola dalam aktivitas operasional sudah sangat membantu untuk mengurangi timbulnya risiko-risiko dari berbagai ruang lingkup. Selanjutnya, responden memilih opsi menerima karena menurut responden tidak menimbulkan risiko yang signifikan dan tidak menimbulkan masalah yang besar yang merugikan operasional Getuk ECO. Sementara itu, opsi menghindari dan berbagi merupakan opsi perlakuan risiko yang tidak dipilih oleh responden. Menghindari dianggap menjadi opsi yang tidak mungkin untuk dilakukan karena mereka relatif sulit untuk tidak melakukan aktivitas-aktivitas yang mengandung risiko baik dalam ruang lingkup risiko proses, SDM, teknologi, maupun eksternal. Sedangkan responden tidak memilih opsi berbagi karena tidak ada jenis risiko operasional di Getuk ECO menggunakan opsi berbagi, selain itu perusahaan Getuk ECO tidak bekerja sama dengan pihak asuransi untuk membagi risiko.
KESIMPULAN Melalui pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data risiko produksi pada usaha Getuk ECO di Kota Magelang dapat disimpulkan bahwa risiko produksi pada perusahaan Getuk ECO adalah kecil, hal ini dikarenakan pengembalian produk selama lima tahun rendah yaitu sekitar 13,4%.
2. Manajemen risiko operasional yang dihadapi perusahaan Getuk ECO yaitu risiko proses, risiko SDM, risiko teknologi, dan risiko eksternal. Dari ruang lingkup risiko operasional tersebut telah diidentifikasi oleh responden. Besar risiko operasional dalam waktu lima tahun masuk dalam zona merah (high risk) artinya risiko tinggi. Dalam menangani risiko ini responden memilih mitigasi dan menerima risiko, artinya bahwa manajemen mengelola risiko dengan membuat prosedur dan pengawasan internal serta menerima risiko karena tidak berpotensi menimbulkan masalah pada aspek operasional.
DAFTAR PUSTAKA
Anwar, Prasetyo. 2019. Pengaruh Kualitas Produksi dan Kualitas Pelayanan Dengan Lokasi
Analisis Manajemen Risiko Operasional (Aviani, Astuti, Ratri) 25 Sebagai Variabel Moderasi Terhadap Keputusan Pembelian UMKM Getuk Eco Kota Magelang. Jurnal Universitas Muhammadiyah Magelang. Magelang.
Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. 2018. Statistik Produktivitas Ubi Kayu Provinsi Jawa Tengah. https://jateng.bps.go.id/statictable/2019/10/15/1741/luas-panen- produksi-dan-produktivitas-ubi-kayu-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-jawa tengah-2018.html.
Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Magelang. 2017. Data Produktivitas Ubi Kayu di Kabupaten Magelang. Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Magelang. Magelang.
Habib, Ahmad. 2019. Analisis Manajemen Risiko Operasional Pada Usaha Kue dan Roti CV Jaya Bakery dalam Perspektif Ekonomi Islam. Jurnal Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Latifa, Huda. 2018. Analisis Aspek Bisnis dan Manajemen Risiko Pada Bisnis Katering Diet Sehat Dapur Menthik. Jurnal Universitas Islam Indonesia.
Muchtar, Yazid. 2016. Perancangan Promosi Getuk Eco Magelang Melalui Media Iklan Perpustakaan Universitas Komputer Indonesia. Bandung.
Robin, Innosensius. 2018. Analisis Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000 pada Aspek Operasional Perusahaan. Jurnal Universitas Sanata Dharma.