Available Online: https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/caraka
Efektivitas penerapan strategi membaca dalam pembelajaran pemahaman bacaan
Titis Kusumaningrum Witdaryadi Putri 1, a, Yoga Pradana Wicaksono 2, b *
1 Universitas Negeri Yogyakarta. Jl. Colombo No. 1, Yogyakarta, 55281, Indonesia
2 Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Jl. Batikan UH-III/1043 Yogyakarta 55167, Indonesia
a [email protected]; b [email protected]
* Corresponding Author
Received: 14 May 2023; Revised: 26 May 2023; Accepted: 2 June 2023
Abstrak: Aktivitas membaca memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang kualitas pendidikan. Hampir sebagian besar kegiatan pembelajaran menuntut peserta didik untuk dapat memahami informasi dengan baik. Inilah alasan kemampuan membaca harus dikuasai peserta didik.
Akan tetapi, berdasarkan hasil peneltian PISA tahun 2018 kemampuan membaca peserta didik Indonesia masih jauh dari kata menggembirakan. Evaluasi dalam pembelajaran membaca diperlukan, yaitu dengan penerapan strategi membaca yang dapat membantu peserta didik memahami bacaan dengan komprehenisf. Sebanyak 8 penelitian terdahulu menunjukkan penerapan strategi membaca efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan. Penelitian berbasis studi literatur ini mengkaji efektivitas penerapan strategi membaca terhadap kemampuan pemahaman bacaan peserta didik.
Kata Kunci: Efektivitas, Strategi Membaca, Pemahaman Bacaan
Effectiveness of reading strategy implementation in learning reading comprehension
Abstract: Reading activities play a crucial role in supporting the quality of education. Almost all learning activities require students to be able to comprehend information effectively. This is why reading skills must be mastered by students. However, according to the results of the PISA 2018 assessment, the reading ability of Indonesian students is far from satisfactory. Evaluation in reading instruction is necessary, which involves the implementation of reading strategies that can help students comprehend texts comprehensively. Eight previous studies have shown the effectiveness of implementing reading strategies in improving reading comprehension skills. This literature-based research examines the effectiveness of implementing reading strategies on students' reading comprehension abilities.
Keywords: Effectiveness, Reading Strategies, Reading Comprehension.
How to Cite: Putri, T. K. W., & Wicaksono, Y. P. (2023). Efektivitas penerapan strategi membaca dalam pembelajaran pemahaman bacaan . Caraka: Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, Dan Pembelajarannya, 9(2). https://doi.org/10.30738/caraka.v9i2.14804
PENDAHULUAN
Membaca merupakan satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai peserta didik. Seperti keterampilan berbahasa yang lain, membaca memiliki manfaat yang sangat penting bagi setiap individu karena dapat digunakan untuk memahami, meng- gali, ataupun menkonfirmasi suatu informasi. Bahkan, keterampilan membaca juga berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan dalam berbicara dan menulis (Wicaksono, 2018). Semakin baik kemampuan membaca seseorang, maka semakin baik pula kemampuan seseorang dalam berbicara dan menulis. Dengan demikian,
keterampilan membaca menjadi penting untuk dikuasai peserta didik. Hampir sebagian besar pengetahuan dan informasi yang bermanfaat untuk keberhasilan pendidikan hanya dapat diperoleh dengan cara membaca.
Perlu dipahami bahwa membaca bukan sekadar aktivitas melafalkan simbol baha- sa semata. Lebih dari itu, membaca adalah kemampuan dalam menggali dan menang- kap setiap informasi atau gagasan ide yang disampaikan oleh penulis. Hal tersebut sesuai dengan yang disampaikan Pressley et al. (2023) bahwa membaca perlu dapat untuk memahami, menafsirkan, dan menghubungkan informasi dengan pengetahu- an/pengalaman yang dimiliki pembaca. Agar dapat mencapai tahap yang demikian, diperlukan usaha dan daya upaya sungguh-sungguh dari pembaca agar dapat men- cerna setiap bahan bacaan yang ada. Hal tersebut dilakukan agar pembaca dapat memperoleh sederet manfaat dari kegiatan membaca yang dilakukan.
Tidak sedikit studi yang menyebutkan bahwa kemampuan membaca yang tinggi berbanding lurus dengan pencapaian pendidikan yang tinggi, keberhasilan karir, serta pengembangan diri yang lebih optimal dibandingkan masyarakat umum. Lonigan dan Shanahan (2009) dalam studinya yang dilakukan di Amerika Serikat menemukan bahwa kemampuan membaca anak-anak usia 3 s.d. 5 tahun berkaitan erat dengan prestasi akademik di kelas satu dan dua sekolah dasar. Selain itu Kidd dan Castano (2013) menjabarkan bahwa membaca tidak hanya akan meningkatkan pengetahuan dan kemapuan dalam berbahasa semata. Kemampuan membaca yang baik akan berdampak pada kemampuan dalam berpikir analitis, kritis, melatih empati, dan pemahaman akan budaya ataupun kehidupan masyarakat. Berdasarkan fakta tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa menjadi pembaca yang mahir menjadi predik- tor signifikan agar dapat sukses di sekolah ataupun di kehidupan (O’Connor &
Vadasy, 2013).
Menyadari pentingnya kemampuan membaca, justru keterampilan ini menjadi tantangan bagi sebagian peserta didik terutama yang berada di tingkat SMP. Tantang- an tersebut tidak hanya berasal dari faktor internal semata, tetapi juga disebabkan oleh faktor eksternal masing-masing perserta didik. Cain dan Oakhill (2011) dalam peneli- tiannya mengungkapkan bahwa salah satu faktor internal yang menyebabkan rendah- nya kemampuan peserta didik dalam membaca adalah karena kurangnya pengalam- an peserta didik dalam membaca. Hal ini menyebabkan terbatasnya kosakata yang dimiliki sehingga menyulitkan peserta didik untuk memahami arti dari teks yang sedang dihadapi. Perfetti dan Stafura (2014) juga menunjukkan bahwa kurangnya kemampuan peserta didik dalam memahami kata menyebabkan peserta didik kesu- litan untuk memahami makna yang terkandung dalam bacaan. Tak ayal, peserta didik yang ingin meningkatkan kemampuan dalam membaca juga perlu meningkatkan kemampuan dalam memahami kata. Selanjutnya, kemampuan kognitif dan juga moti- vasi juga menjadi faktor internal yang menyebabkan rendahnya kemampuan mem- baca peserta didik (Netten et al., 2011).
Selain faktor internal yang menjadi penyebab rendahnya kemampuan dalam mem- baca, faktor eksternal juga memberikan kontribusi rendahnya kemampuan peserta didik dalam membaca. Guthrie et al. (2012) membahas faktor eksternal yang berkontri- busi terhadap tinggi rendahnya kemampuan peserta didik dalam membaca adalah lingkungan keluarga, sosial, dan sekolah. Lingkungan keluarga merupakan lingkung- an pertama yang dapat membentuk kebiasaan setiap peserta didik. Dukungan, latar
belakang pendidikan orang tua, dan kemudahan akses ke bahan bacaan dapat mem- pengaruhi kemampuan dan keterampilan anak dalam membaca. Tak kalah penting, lingkungan sekolah juga memberikan dampak tumbuh kembangnya kemampuan peserta didik dalam membaca. Fasilitas sekolah yang memadai, metode pembelajaran yang tepat, dan kurikulum yang sesuai dapat meningkankan motivasi dan kemam- puan peserta didik dalam membaca secara signifikan (Adesope et al., 2010). Oleh sebab itu, peran sekolah perlu ditingkatkan sehingga dapat menciptakan budaya membaca bagi seluruh peserta didik.
Tak kalah penting, perpustakaan memiliki peran yang signifikan dalam meningkat- kan minat dan pemahaman membaca kalangan peserta didik. Banyak studi telah membahas hal ini, seperti yang disampaikan Donovan (2020a) bahwa pembaca akan lebih mudah memahami isi bacaan apabila berada di lingkungan yang kaya dengan buku bacaan. Selanjutnya, Chen et al. (2016) menyarankan kepada orang tua untuk sering berkunjung ke perpustakaan. Hal ini berdasar dari penelitian yang dilakukan bahwa orang tua yang rajin berkunjung ke perpustakaan akan berpeluang memiliki anak yang memiliki kemampuan tinggi dalam membaca sejak dini. Oleh sebab itu, peran perpustakaan tidak boleh tergerus dengan adanya perkembangan ataupun digitalisasi. Penambahan jumlah sumber bacaan perlu selalu diupayakan. Selain itu, koleksi bacaan dalam bentuk cetak juga perlu dipertahankan karena peserta didik akan memiliki pengalaman lebih baik dalam membaca apabila berasal dari sumber kertas daripada elektronik (Clinton, 2019; Delgado et al., 2018; Donovan, 2020b; Singer
& Alexander, 2017)
Perlu disadari bahwa kemampuan membaca yang dimiliki setiap individu tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan. Lebih dari itu, kemampuan membaca yang baik juga dapat meningkatkan keterampilan hidup lain- nya seperti kemampuan dalam berkomunikasi. Mart (2012) dalam penelitiannya ber- hasil membuktikan bahwa kemampuan berkomunikasi memiliki kaitan erat dengan kemampuan membaca yang dimiliki. Apabila seseorang ingin meningkatkan kete- rampilan berbicara maka tidak dapat mengabaikan kemampuan dalam membaca. Hal ini beralasan karena membaca akan melatih seseorang untuk dapat menggunakan tata bahasa, diksi, dan gaya bahasa dengan baik dan benar.
Data PISA (Program for International Student Assessment) tahun 2018 menyebutkan bahwa kondisi kemampuan membaca peserta didik Indonesia berada pada urutan ke 74 dari 79 negara yang diikutsertakan. Rata-rata skor kemampuan membaca peserta didik Indonesia berada pada skor 371 poin. Skor tersebut berada jauh di bawa skor rata-rata yang telah ditentukan oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) yaitu sebesar 487 poin. Lebih lanjut, skor yang diperoleh peserta didik Indonesia juga menunjukkan bahwa 60% peserta didik Indonesia belum mencapai tingkat literasi dasar yang dibutuhkan untuk dapat ikut berpartisipasi penuh dalam masyarakat ekonomi global (OECD, 2018).
Hasil penelitian kemampuan peserta didik Indonesia yang dilakukan PISA dalam bidang membaca perlu ditanggapi dengan bijaksana. Rendahnya kemampuan dalam membaca akan berdampak pada kualitas hidup setiap individu. Masalah membaca yang dibiarkan secara terus menerus meningkatkan potensi gangguan emosional anak, seperti kecemasan, depresi, ataupun buruknya suasana hati (Maughan et al., 2003). Perlu upaya nyata yang harus dilakukan agar dapat meningkatkan kemampuan
peserta didik dalam membaca. Sekolah sebagai lembaga resmi perlu menjalankan perannya secara optimal. Peran tersebut dapat direalisasikan dalam bentuk program literasi yang dirancang membentuk tradisi membaca yang kuat di lingkungan sekolah.
Lebih lanjut, guru sebagai seorang pendidik memiliki peran yang besar dalam me- numbuhkembangkan keterampilan membaca peserta didik. Guru memainkan peran penting dalam menciptakan pebelajaran membaca yang menyenangkan agar peserta didik termotivasi untuk membaca. Hal tersebut selaras dengan Clark & Kate Rumbold (2006) yang menyatakan bahwa keberadaan guru dapat membentuk kebiasaan peserta didik dalam membaca. Guru sebagai seorang fasilitator dapat menciptakan lingkung- an yang mendukung peserta didik untuk membaca, baik itu di dalam kelas ataupun di luar kelas, serta dapat mencari dan memilih bahan bacaan yang tepat dengan peserta didik yang diampu.
Lebih lanjut, dalam lingkup pengajaran, guru dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilan peserta didik dalam membaca dengan menggunakan berbagai model, metode, atau strategi pembelajaran membaca yang tepat. Duke dan Pearson (2009) menyampikan bahwa pembelajaran seperti membaca bergantian, membaca bersama, ataupun diskusi kelompok dapat membantu peserta didik menikmati aktivitas dalam membaca. Peserta didik perlu diarahkan dan difasilitasi agar dapat sukses dalam meningkatkan kemampuan dalam membaca. Semakin tinggi kemampu- an dalam membaca maka peluang sukses untuk belajar akan semakin tinggi. Oleh sebab itu, guru perlu memahami berbagai model, metode, ataupun strategi pembel- ajaran membaca agar kemampuan membaca peserta didik dapat berkembang secara optimal.
Terdapat berbagai strategi pembelajaran membaca yang dapat diterapkan guru untuk meningkatkan kemampuan membaca peserta didik. strategi pembelajaran tersebut, antara lain SQ3R, KWL, DRTA, Reciprocal Teaching (RT), dll. Strategi pembel- ajaran membaca tersebut harapannya dapat dikuasai dan dipahami guru dengan baik, sehingga dapat diaplikasikan dengan baik di dalam kelas.
SQ3R merupakan metode pembelajaran membaca yang diperkenalkan oleh Robinson (1946). SQ3R merupakan kepanjangan dari survey, question, read, recite, dan review yang pada penerapannya menjadi tahapan dalam pelaksanaan kegiatan mem- baca. Strategi membaca berikutnya adalah KWL (Know, Want to Know, dan Learned).
Penerapan strategi KWL ini dapat membantu peserta didik untuk mengorganisasi pengetahuan tentang suatu topik baik dari sebelum, selama, dan sesudah membaca (Harvey & Goudvis, 2007).
Lebih lanjut, strategi membaca yang dapat diterapkan dalam membaca adalah DRTA (Directed Reading Thinking Activity). Strategi ini pertama kali diperkenalkan Stauffer (1969). Strategi membaca ini memfasilitasi peserta didik untuk terlibat dengan teks melalui tahapan yang terdapat di dalamnya, yakni memprediksi, membaca, dan membuktikan prediksi. Penerapan strategi ini dapat mendorong perkembangan pemahaman bacaan dan kemampuan berpikir kritis peserta didik (Wisendanger (2001:
86). Strategi ini membantu siswa memperoleh keterampilan berpikir yang diperlukan untuk memahami bacaan secara mendalam dan menginterpretasikan pesan yang tersirat. Strategi membaca berikutnya, yakni reciprocal teaching. Tahapan strategi ini meliputi prediksi, membaca, membuat pertanyaan, mengklarifikasi, dan merangkum (Wiesendanger, 2001, pp. 189-190).
Berbagai strategi dalam pembelajaran membaca tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Oleh sebab itu, guru sebagai pendidik harus cermat dalam memilih dan menggunakan sesuai dengan target dan tujuan pembelajaran membaca yang hendak dicapai. Semakin cermat guru dalam memilih dan menggunakan strategi tersebut, maka akan semakin besar peran guru dalam membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan dalam membaca. Penelitian pustaka ini akan mengung- kap keefektifan penerapan berbagai strategi membaca terhadap kemampuan pemahaman bacaan peserta didik.
METODE
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka atau literatur review. Zed (2004) mengemukakan bahwa penelitian kepustakaan merupakan serang- kaian kegiatan yang berkaitan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengolah bahan penelitian. Adapun penelitian ini dilakukan melalui studi literatur dengan cara mengidentifikasi topik permasalahan yang relevan, melakukan pencarian data dari jurnal-jurnal terkait, dan menganalisis secara mendalam untuk memperoleh informasi yang relevan dan bermanfaat.
Sumber data dari penelitian ini adalah sumber data sekunder. Data sekunder merujuk pada informasi yang diperoleh dari sumber tidak langsung. Jenis data ini umumnya tersedia dalam bentuk dokumen atau arsip. Sehubungan dengan hal tersebut, data dalam penelitian ini sejumlah 8 literatur artikel jurnal yang terdiri dari artikel jurnal nasional dan internasional. Selanjutnya secara spesifik, data yang diper- oleh dari sumber-sumber referensi tersebut kemudian dianalisis dan diinterpretasikan dengan menggunakan metode analisis kualitatif.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang fokus pada penjelasan dan pemahaman mendalam tentang fenomena yang diteliti, yaitu efektivitas penerapan strategi membaca dalam pembelajaran pemahaman bacaan pada peserta didik. Dalam penelitian kualitatif, peneliti memperoleh data berupa kata-kata, gambar, atau objek lainnya, dan menggunakan analisis kualitatif untuk menginterpretasikan data tersebut.
Data yang diperoleh dari studi pustaka kemudian dianalisis dan diinterpretasikan untuk memperoleh temuan atau kesimpulan yang relevan dengan topik penelitian.
Temuan atau kesimpulan tersebut kemudian disusun dalam bentuk laporan studi pustaka yang mencakup ringkasan hasil penelitian terdahulu, temuan atau kesimpulan, serta saran-saran untuk penelitian selanjutnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitan ini mengkaji 8 literatur yang terdiri dari artikel jurnal nasional dan internasional terkait efektivitas penerapan strategi membaca dalam pembelajaran pemahaman bacaan. Tabel 1 merupakan kajan secara spesifik terkait literatur tersebut.
Literatur pertama merupakan penelitian Vy & Ha (2020) berjudul “The effect of the KWL strategy on Vietnamese fifth-grade students’ reading comprehension achieve- ment at Vstar school.” Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh penerapan strategi Know - Want to Know - Learned (KWL) terhadap kemampuan pemahaman baca peserta didik kelas lima di Sekolah Vstar di Kota Ho Chi Minh. Penelitian melibatkan 50 peserta didik kelas V sebagai sampel penelitian. Hasil menunjukkan bahwa
terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan akhir pemahaman bacaan peserta didik akibat intervensi strategi KWL. Teknik analisis data menggunakan uji t sampel bebas. Hasil uji homogenitas varians pada kedua kelompok menunjukkan bahwa populasi berasal dari varians yang homogen. Berdasarkan uji homogenitas diperoleh nilai F=1,242 dan p=0,271>0,05, yang berarti bahwa populasi dalam penelitian tersebut tidak berbeda variansinya. Selanjutnya, analisis uji t sampel bebas pada skor prates kelompok eksperimen dan kontrol diperoleh nilai sig two tail (p)=0,648>0,05. Hasil ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan awal kedua kelompok sebelum penerapan strategi KWL.
Tabel 1. Data Hasil Penelitian
No. Penulis Judul Tahun
1. Vy & Ha The effect of the KWL strategy on Vietnamese fifth-grade students’
reading comprehension achievement at Vstar school
2020 2. Wu et al. Differential effects of reading strategy intervention for three levels
of comprehenders: Focus on text omprehension and autonomous reading motivation
2023
3. Afiana et al. Keefektifan Metode SQ3R dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Teks Fiksi di Masa Pandemi Covid-19 pada Peserta didik SMP
2021
4. Sukma &
Haryadi Keefektifan Strategi REAP dan Request dalam Pembelajaran
Membaca Pemahaman Peserta didik Kelas VIII SMP 2016 5. Parisa Jalilifar The effect of cooperative learning techniques on college students’
reading comprehension 2010
6. Parisa Tajalli dan Samaneh S.
Effectiveness of Metacognitive Strategies on Reading Skills of Students with Hearing Disorders
2013
7. Jolana R. &
Radka W. Reading Strategies Activated in Experimental Research 2016 8. Zargham G. dan
Saeedeh B. The Impacct of Brainstorming on Reading Comprehension and
Critical Thinking Ability of EFL Learners 2014 Tabel 2. Data Penelitian 1
1. Vy &
Ha
The effect of the KWL strategy on Vietnamese fifth-grade students’ reading comprehension achievement at Vstar school
2020
Selanjutnya, hasil uji homogenitas varians pada skor pascates kelompok eksperi- men dan kontrol menunjukkan bahwa populasi berasal dari varians yang homogen.
Hal ini dapat diketahui dari nilai F=3,753 dan p 0,059>0,05, yang berarti populasi dalam penelitian tersebut tidak berbeda variansinya. Selanjutnya, uji t sampel bebas pada skor pascates pada kedua kelompok menunjukkan nilai sig two tail (p)=0,046<0,05. Hasil ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan akhir pemahaman bacaan peserta didik setelah diberi perlakuan strategi KWL. Jadi, penerapan strategi KWL memiliki dampak yang signifikan dalam mening- katkan kemampuan baca peserta didik.
Tabel 3. Data Penelitian 2 2. Wu et
al.
Differential effects of reading strategy intervention for three levels of comprehenders: Focus on text omprehension and autonomous reading motivation
2023
Literatur kedua, penelitian Wu et al. (2023) berjudul “Differential effects of reading strategy intervention for three levels of comprehenders: Focus on text comprehension
and autonomous reading motivation.” Salah satu tujuan penelitian ini adalah mene- laah efektivitas intervensi strategi membaca gradual release of responsibility (GRR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa instruksi yang terdapat dalam strategi GRR dapat meningkatkan pemahaman membaca bahasa Cina. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan prates, pascates, dan tes lanjutan. Analisis data menggunakan uji one- way Anova. Hasil uji one-way Anova terhadap skor prates pemahaman bacaan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan F=0,024 dan p=0,877.
Hasil ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang siginifikan di antara kedua kelompok tersebut. Selanjutmya, uji one-way Anova terhadap skor pasca- tes kemampuan pemahaman bacaan menunjukkan nilai F=362,111 dan p=0,001<0,05.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemam- puan pemahaman bacaan peserta didik setelah diberi intervensi strategi GRR. Adanya perlakuan yang diberikan pada kelompok eksperimen menggunakan strategi mem- baca berbasis GRR dapat mendorong peserta didik untuk membaca secara strategis, mandiri, dan efektif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa GRR lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca peserta didik dibandingkan pengajaran membaca konvensional.
Tabel 4. Data Penelitian 3
3. Afiana et al. Keefektifan Metode SQ3R dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Teks Fiksi di Masa Pandemi Covid-19 pada Peserta didik SMP
2021
Literatur ketiga adalah penelitian Afiana et al. (2021) yang berjudul “Keefektifan Metode SQ3R dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Teks Fiksi di Masa Pandemi Covid-19 pada Peserta didik SMP.” Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SQ3R efektif digunakan dalam pembelajaran membaca pemahaman di masa pandemi Covid-19 pada peserta didik SMP. Analisis uji t terhadap skor pascates menunjukkan nilai p=0,004<0.05, yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampu- an membaca akhir pada kelompok kontrol dan eksperimen. Dalam penelitian ini kelompok kontrol diberi perlakuan dengan metode penugasan secara konvensional, sedangkan kelompok eksperimen diberi perlakuan menggunakan metode SQ3R.
Peserta didik yang diberi perlakukan metode SQ3R menunjukkan tingkat keaktifan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol dalam mengikuti pembel- ajaran secara daring. Tingkat partisipasi yang tinggi ini dapat membuat peserta didik lebih mudah dalam memahami materi yang disampaikan guru. Selain itu, penerapan metode SQ3R ini membantu peserta didik untuk memahami bacaan secara terstruktur melalui langkah-langkah yang ada di dalamnya, yakni survey, question, read, recite dan review. Keefektifan metode tersebut juga dapat diketahui dari peningkatan nilai (gain ternormalisasi) diperoleh nilai p=0,000<0.05, yang berarti metode SQ3R efektif digunakan dalam pembelajaran membaca pemahaman di masa pandemi bagi peserta didik SMP.
Tabel 5. Data Penelitian 4 4. Sukma &
Haryadi
Keefektifan Strategi REAP dan Request dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Peserta didik Kelas VIII SMP
2016
Literatur keempat, yakni penelitian Sukma & Haryadi (2016) berjudul “Keefektifan Strategi REAP dan Request dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Peserta didik Kelas VIII SMP.” Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuasi-eksperimen.
Populasi dalam penelitian adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 2 Herlang dengan sampel penelitian kelas VIII.2, VIII.3, dan VIII.4 sebagai kelompok ekpserimen 1, kelompok eksperimen 2, dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan membaca peserta didik dengan penerapan strategi REAP, strategi request, dan tradisional. Hal ini dapat diketahui dari hasil uji anava yang menunjukkan nilai Fhitung sebesar 43,315 dan p=0,000<0,05.
Selanjutnya, untuk mengetahui strategi yang paling efektif di antara ketiga strategi tersebut dilanjutkan dengan uji scheffe.
Hasil analisis uji Scheffe terhadap skor pascates pada kelompok eksperimen 1 yang dikenai perlakukan menggunakan strategi REAP dan kelompok kontrol yang diberi perlakuan menggunakan strategi konvensional menunjukkan nilai p=0.000<0,05, yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan membaca pada kelompok eksperimen 1 setelah diberi perlakuan menggunakan strategi REAP dan kelompok kontrol setelah diberi perlakuan menggunakan strategi konvenisonal. Selanjutnya, uji Scheffe terhadap skor pascates kelompok eksperimen 2 yang dikenai perlakukan stra- tegi request dan kelompok kontrol yang diberi perlakuan strategi konvensional me- nunjukkan nilai p=0,000<0,05, yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan membaca pada kelompok eksperimen 2 setelah diberi perlakuan meng- gunakan strategi request dan kelompok kontrol setelah diberi perlakuan mengguna- kan strategi konvenisonal.
Terakhir, uji Scheffe dilakukan terhadap skor pascates kelompok ekpserimen 1 dan kelompok eksperimen 2 diperloleh nilai p=0,031<0,0, yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan membaca pada kelompok eksperimen 1 setelah diberi perlakuan menggunakan strategi REAP dan kelompok ekperimen 2 setelah diberi perlakuan menggunakan strategi request. Selanjutnya, untuk mengetahui strategi yang lebih efektif di antara keduanya, dilihat dari perbandingan batas atas dan batas bawah.
Batas bawah kelompok eksperimen 1 bernilai positif, yakni 0,3701 dan batas atas 9,5674, sedangkan batas bawah kelompok eksperimen 2 bernilai negatif, yakni -9,5674 dan batas atas -0, 3701. Jadi, dapat disimpulkan bahwa strategi REAP lebih efektif digunakan dalam pembelajaran membaca pemahaman. Strategi REAP dan request dapat digunakan sebagai alternatif bagi guru dalam pembelajaran membaca karena terbukti efektif dan dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami isi bacaan. Langkah-langkah yang terdapat dalam strategi ini dapat mendorong peserta didik untuk aktif dan kritis dalam pembelajaran, sehingga pemahaman bacaan peserta didik lebih mendalam.
Tabel 6. Data Penelitian 5
5. Jalilifar The effect of cooperative learning techniques on college students’ reading
comprehension 2010
Literatur kelima, penelitian Jalilifar (2010) berjudul “The effect of cooperative learning techniques on college students’ reading comprehension.” Penelitian ini mengkaji pengaruh teknik student team achievement division (STAD) dan teknik group investigation (GI), terhadap kemampuan pemahaman bacaan peserta didik dalam
bahasa Inggris sebagai bahasa Asing (EFL). Sampel penelitian melibatkan 90 peserta didik perguruan tinggi pada tingkat pre-intermediate bahasa Inggris yang dibagi secara acak ke dalam tiga kelompok. Kelompok eksperimen 1 diberi perlakuan mengguna- kan teknik STAD, kelompok eksperimen 2 menggunakan teknik GI, dan kelompok kontrol menggunakan teknik konvensional. Analisis data menggunakan one-way Anova dan statistik post hoc Scheffe. Hasil analisis data terhadap skor prates pada ketiga kelompok diperoleh nilai F=0,04 dan p=0.95>0.05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan kemampuan pemahaman bacaan peserta didik sebelum dikenai perlakuan. Selanjutnya, analisis data skor pascates ketiga kelompok diperoleh nilai F=3,46 dan p=0,036<0,05, yang artinya terdapat perbedaan yang signifi- kan pada hasil akhir kemampuan pemahaman bacaan peserta didik. Tes statistik post hoc Scheffe dilakukan untuk menguji strategi yang lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan baca peserta didik. Hasil uji Scheffe menunjukkan bahwa teknik STAD lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan peserta didik.
Adapun teknik GI dan konvensional tidak meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami bacaan secara signifikan.
Tabel 7. Data Penelitian 6 6. Parisa T. dan
Samaneh S. Effectiveness of Metacognitive Strategies on Reading Skills of
Students with Hearing Disorders 2013
Literatur keenam, penelitian Tajalli & Satari (2013) berjudul “Effectiveness of Metacognitive Strategies on Reading Skills of Students with Hearing Disorders.”
Penelitian ini bertujuan mengakaji efektivitas penerapan strategi metakognitif dalam meningkatkan keterampilan membaca peserta didik dengan gangguan pendengaran.
Desain penelitian ini menggunakan post-tes dan pret-test design dengan melibatkan 10 peserta didik usia 9 - 10 tahun dengan gangguan pendengaran. Peserta didik yang masuk dalam kelompok eksperimen memperoleh perlakuan selama delapan sesi (tiap sesi 45 menit).
Analisis data menggunakan uji t, diperoleh hasil bahwa penerapan strategi meta- kognitif terbukti efektif untuk meningkatkan keterampilan peserta didik dalam membaca. Kesimpulan tersebut berdasarkan temuan bahwa kelompok eksperimen memperoleh mean sebesar -2/5 dengan standart deviation 2/12, sedangkan kelompok kontrol memperoleh mean sebesar -0/4 dengan standar deviation 1/42. Pada hasil penelitian tersebut, diperoleh nilai t sebesar ⅖ dengan df sebesar 8. Nilai t tersebut menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok esperimen dan kelom- pok kontrol dalam kemampuan membaca setelah strategi metakognisi diberikan. Nilai t positif menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan membaca kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada kelompok kontrol.
Tabel 8. Data Penelitian 7
7. Jolana R. & Radka W. Reading Strategies Activated in Experimental Research 2016
Literatur ketujuh, penelitian Ronková & Wildová (2016) berjudul “Reading Stra- tegies Activated in Experimental Research.” Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh penggunaan metode Double-Entry Diary dalam meningkatkan kemampuan membaca peserta didik. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas empat dari dua sekolah terpilih yang berlokasi di Praha. Metode penelitian yang digunakan
adalah kuantitatif-kualitatif dengan menggunakan eksperimen dan tes didaktik stan- dar dari PIRLS. Selanjutnya, analisis data dalam penelitian ini menggunakan program SPSS versi 12 dan Microsoft Excel untuk mengolah data kuantitatif.
Hasil analisis skor pasca tes menunjukkan bahwa peserta didik pada kelompok eksperimen mencapai tingkat keberhasilan yang tinggi dibandingkan dengan kelom- pok kontrol pada semua strand keterampilan membaca. Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil tes peserta didik kelompok eksperimen dan kontrol.
Kelompok eksperimen, secara statistik, mengungguli kelompok kontrol dalam peng- ujian. Lebih khusus, penelitian ini menemukan bahwa baik peserta didik perempuan ataupun laki-laki (kelompok eksperimen) menunjukkan peningkatan dalam pencari- an informasi. Peserta didik perempuan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam evaluasi teks dan peserta didik laki-laki menunjukkan penigkatan yang signifikan dalam interpretasi dan integrasi teks.
Tabel 9.Data Penelitian 8 8. Zargham G. dan
Saeedeh B.
The Impacct of Brainstorming on Reading Comprehension and Critical Thinking Ability of EFL Learners
2014
Literatur kedelapan, penelitian Ghabanchi & Behrooznia (2014) berjudul “The Impacct of Brainstorming on Reading Comprehension and Critical Thinking Ability of EFL Learners.” Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan stra- tegi brainstorming terhadap kemampuan pemahaman bacaan dan kemampuan berpi- kir kritis pada pembelajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Penelitian dengan menggunakan desain eksperimen ini melibatkan 29 responden yang masuk ke dalam kelompok kontrol dan 25 reponden yang masuk dalam kelompok eksperimen.
Uji prates menunjukkan bahwa kedua kelompok responden tersebut memiliki tingkat pemahaman bacaan dan kemampuan berpikir kritis yang sama. Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang diberi perlakukan menggunakan strategi brainstorming memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih baik daripada kelompok kontrol. Kelompok eksperimen juga memiliki kemampuan pemahaman bacaan yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol. Hasil tersebut diperoleh setelah dilakukan uji t terhadap skor pascates sehingga diperoleh nilai t sebesar 2,33 dan p = 0,023 untuk nilai kemampuan berpikir kritis. Selanjutnya, untuk nilai kemampuan pemahaman membaca, nilai t sebesar 2,66 dan p = 0,01. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan akhir berpikir kritis dan kemampuan pemahaman bacaan akibat penerapan strategi brainstorming.
SIMPULAN
Hasil kajian terhadap berbagai literatur yang telah dijabarkan sebelumnya menun- jukkan bahwa penerapan berbagai strategi atau metode membaca dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemahaman bacaan peserta didik.
Penerapan berbagai strategi atau metode membaca dapat digunakan sebagai alternatif guru dalam upaya meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan peserta didik.
Berbagai tahapan atau instruksi yang terdapat dalam strategi membaca dapat memfasilitasi peserta didik untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini
tentu berdampak positif karena peserta didik termotivasi dalam mengikuti pembel- ajaran, sehingga hasil belajarnya dapat meningkat. Selain itu, strategi membaca juga dapat membantu peserta didik untuk memahami bacaan secara kritis dan kreatif yang akhirnya berdampak pada pemahaman bacaan peserta didik yang lebih mendalam.
Penerapan berbagai strategi tersebut dapat digunakan pengjajar dari jenjang SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, penting bagi pengajar untuk memper- timbangkan penerapan strategi membaca dalam pembelajaran di kelas.
DAFTAR PUSTAKA
Adesope, O. O., Lavin, T., Thompson, T., & Ungerleider, C. (2010). A systematic review and meta-analysis of the cognitive correlates of bilingualism. Review of Educational Research, 80(2), 207–245. https://doi.org/10.3102/0034654310368803 Afiana, R., Pratiwi, W. D., & Nurhasanah, E. (2021). Keefektifan metode SQ3R dalam
pembelajaran membaca pemahaman teks fiksi di masa pandemi Covid-19 pada siswa SMP. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(5), 2362–2370.
https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i5.855
Cain, K., & Oakhill, J. (2011). Matthew effects in young readers. Journal of Learning Disabilities, 44(5), 431–443. https://doi.org/10.1177/0022219411410042
Chen, P., Rea, C., Shaw, R., & Bottino, C. J. (2016). Associations between public library use and reading aloud among families with young children. The Journal of Pediatrics, 173, 221-227.e1. https://doi.org/10.1016/j.jpeds.2016.03.016
Clark, C., & Kate Rumbold. (2006). Reading for pleasure: a research overview. National Literacy Trust.
Clinton, V. (2019). Reading from paper compared to screens: A systematic review and meta‐analysis. Journal of Research in Reading, 42(2), 288–325.
https://doi.org/10.1111/1467-9817.12269
Delgado, P., Vargas, C., Ackerman, R., & Salmerón, L. (2018). Don’t throw away your printed books: A meta-analysis on the effects of reading media on reading comprehension. Educational Research Review, 25, 23–38.
https://doi.org/10.1016/j.edurev.2018.09.003
Donovan, J. M. (2020a). Keep the books on the shelves: Library space as intrinsic facilitator of the reading experience. The Journal of Academic Librarianship, 46(2), 102104. https://doi.org/10.1016/j.acalib.2019.102104
Donovan, J. M. (2020b). Keep the books on the shelves: Library space as intrinsic facilitator of the reading experience. The Journal of Academic Librarianship, 46(2), 102104. https://doi.org/10.1016/j.acalib.2019.102104
Duke, N. K., & Pearson, P. D. (2009). Effective practices for developing reading comprehension. Journal of Education, 189(1–2), 107–122.
https://doi.org/10.1177/0022057409189001-208
Ghabanchi, Z., & Behrooznia, S. (2014). The impact of brainstorming on reading comprehension and critical thinking ability of EFL learners. Procedia – Social and Behavioral Sciences, 98, 513–521. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.03.447
Guthrie, J. T., Wigfield, A., & You, W. (2012). Instructional contexts for engagement and achievement in reading. In Handbook of Research on Student Engagement (pp.
601–634). Springer US. https://doi.org/10.1007/978-1-4614-2018-7_29
Harvey, S., & Goudvis, A. (2007). Strategies that work: teaching comprehension for understanding and engagement (2nd ed.). Stenhouse Publishers.
Jalilifar, A. (2010). The effect of cooperative learning techniques on college students’
reading comprehension. System, 38(1), 96–108.
https://doi.org/10.1016/j.system.2009.12.009
Kidd, D. C., & Castano, E. (2013). Reading literary fiction improves theory of mind.
Science, 342(6156), 377–380. https://doi.org/10.1126/science.1239918
Lonigan, C. J., & Shanahan, T. (2009). Developing early literacy: report of the national early literacy panel. executive summary. a scientific synthesis of early literacy development and implications for intervention. National Institute for Literacy . Mart, C. T. (2012). Developing speaking skills through reading. International Journal of
English Linguistics, 2(6). https://doi.org/10.5539/ijel.v2n6p91
Maughan, B., Rowe, R., Loeber, R., & Stouthamer-Loeber, M. (2003). Reading problems and depressed mood. Journal of Abnormal Child Psychology, 31(2), 219–229.
https://doi.org/10.1023/A:1022534527021
Netten, A., Droop, M., & Verhoeven, L. (2011). Predictors of reading literacy for first and second language learners. Reading and Writing, 24(4), 413–425.
https://doi.org/10.1007/s11145-010-9234-2
O’Connor, R. E., & Patricia F. Vadasy. (2013). Handbook of reading interventions. Guilford Press,.
OECD. (2018). PISA 2018 Results (Volume II): Where all students can succeed. Country Note: Indonesia. .
Perfetti, C., & Stafura, J. (2014). Word knowledge in a theory of reading comprehension. Scientific Studies of Reading, 18(1), 22–37.
https://doi.org/10.1080/10888438.2013.827687
Pressley, T., Allington, R. L., & Pressley, M. (2023). Reading instruction that works: the case for balanced teaching (5th ed.). Guilford Press.
Robinson, F. P. (1946). Effective study. Harper & Brothers.
Ronková, J., & Wildová, R. (2016). Reading strategies activated in experimental research. Procedia – Social and Behavioral Sciences, 217, 363–371.
https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2016.02.103
Singer, L. M., & Alexander, P. A. (2017). Reading on paper and digitally: what the past decades of empirical research reveal. Review of Educational Research, 87(6), 1007–
1041. https://doi.org/10.3102/0034654317722961
Stauffer, R. G. (1969). Directing reading maturity as a cognitive process. Harper & Row.
Sukma, S., & Haryadi, H. (2016). Keefektifan strategi REAP dan request dalam pembelajaran membaca pemahaman siswa kelas VIII SMP. LingTera, 3(1), 99.
https://doi.org/10.21831/lt.v3i1.8476
Tajalli, P., & Satari, S. (2013). Effectiveness of metacognitive strategies on reading skills of students with hearing disorders. Procedia – Social and Behavioral Sciences, 84, 139–143. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.06.524
Vy, L. T. T., & Ha, N. T. T. (2020). The effect of the KWL strategy on Vietnamese fifth- grade students’ reading comprehension achievement at Vstar school. SOCIAL
SCIENCES, 10(1), 67–78.
https://doi.org/10.46223/HCMCOUJS.soci.en.10.1.547.2020
Wicaksono, Y. P. (2018). Hubungan minat membaca, penguasaan kosakata, dan nilai rapot terhadap keterampilan berpidato siswa kelas IX. Diksi, 25(1).
https://doi.org/10.21831/diksi.v25i1.16182
Wu, L., Valcke, M., & Van Keer, H. (2023). Differential effects of reading strategy intervention for three levels of comprehenders: Focus on text comprehension and autonomous reading motivation. Learning and Individual Differences, 104, 102290.
https://doi.org/10.1016/j.lindif.2023.102290
Zed, M. (2004). Metode penelitian kepustakaan. Pustaka Pelajar.