• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of Perhitungan Harga Pokok Minuman untuk Menentukan Harga Jual pada Data Coffee

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "View of Perhitungan Harga Pokok Minuman untuk Menentukan Harga Jual pada Data Coffee"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Indonesian Accounting Literacy Journal Vol. 3, No. 3, July 2023, pp. 258 – 265

©Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bandung

Indonesian Accounting Literacy Journal ISSN: 2747-1918 (Online) | 258

PERHITUNGAN HARGA POKOK MINUMAN UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL PADA DATA COFFEE

Calculation of Cost of Beverages to Determine the Selling Price at Data Coffee

Wresti Widyastrianti

Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bandung E-mail: [email protected]

Lili Indrawati

Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bandung E-mail: [email protected]

Abstract: This study aims to find out what are the elements of cost in 1 cup of hazelnut icekopsu and how to calculate the cost of the drink according to Wiyasha. The research method used is a descriptive qualitative method and the data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. Based on the results obtained, the calculation of the cost of goods according to the company is IDR 15,363/cup. While the calculation of the cost of the drink according to Wiyasha is IDR 17,255/cup with a selling price of IDR 24,000/cup. the percentage of profit generated by the company is 55%, while according to Wiyasha's calculations, it is 72%. This has an impact on the profits generated by the company and from the calculations of the two, there has been an increase in the calculation of the cost of drinks according to Wiyasha.

Keywords: Cost of Beverages, Wiyasha, Selling Price

1. Pendahuluan

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor usaha yang banyak diminati oleh banyak orang. Banyaknya berbagai usaha yang bermunculan membuat peningkatan sektor usaha menjadi cukup tinggi, hal tersebut dapat menimbulkan persaingan antar sesama pelaku usaha. Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh pemilik usaha adalah dengan meningkatkan kualitas suatu produk yang akan mereka jual dengan harga yang terjangkau.

Dalam penjualan, penentuan harg ajual produk sangat penting karena harga jual pada hakekatnya merupakan nilai yang dapat menutupi seluruh biaya barang atau jasa yang dihasilkan serta berbagai keuntungan yang diinginkan bagi usaha. Penetapan harga jual dapat mempengaruhi kelangsungan perusahaan, karena nilai ini menjadi acuan perhitungan pengembalian investasi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus menentukan harga pokok yang dapat diterima dari barang atau jasa yang dihasilkan.

Penentuan harga pokok produksi produk yang tepat akan mengurangi ketidakpastian dalam penentuan harga jual. Pengusaha harus menghitung harga pokok produksi dari produk yang dijualnya dengan benar dan akurat agar diperoleh harga jual yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, sehingga nantinya dapat memperoleh keuntungan yang diharapka. Masih banyak

(2)

Wresti Widyastrianti, Lili Indrawati

Indonesian Accounting Literacy Journal ISSN: 2747-1918 (Online) | 259

pengusaha kafe yang belum menggunakan metode perhitungan untuk menentukan harga pokok produksi.

Data Coffee merupakan salah satu usaha manufaktur yang bergerak dalam bidang kuliner yang berfokus pada bisnis minuman. Pemilik Data Coffee menghitung harga pokok produksi dengan menggunakan metode perhitungan yang sederhana, dan metode tersebut belum diterapkan untuk menentukan harga pokok produksi. Oleh karena itu, dalam menentukan harga pokok produksi, perusahaan juga harus mengetahui metode mana yang tepat untuk membuat informasi biaya dengan harga jual yang tepat. Perhitungan biaya harus akurat dan konsisten dengan sumber daya yang digunakan oleh aktivitas untuk menghasilkan produk yang dijual. Apabila terjadi kesalahan dalam perhitungan harga pokok produksi, maka akan mempengaruhi harga dan penentuan suatu produk yang dijual sehingga nantinya keuntungan yang didapatkan menjadi tidak sesuai.

Oleh karena itu, dengan menghitung harga pokok produksi yang sesuai dengan metode yang tepat dapat membuat perusahaan mengetahui berapa jumlah dan persentase laba yang dihasilkan dan juga perusahaan dapat melihat jumlah biaya yang dikeluarkan dalam produksi suatu produk sehingga perusahaan dapat menetapkan harga jual yang benar untuk produk yang akan dijual.

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian pada Data Coffee dengan membuat laporan berjudul “Perhitungan Harga Pokok Minuman untuk Menentukan Harga Jual Pada Data Coffee”.

2. Kajian Pustaka

2.1. Harga Pokok Produksi

Menurut Astuti dan Komala (2021:7) harga pokok produksi merupakan biaya yang dibeli untuk diproses sampai selesai baik sebelum ataupun selama periode akuntansi berlangsung. Semua biaya kemudian dikelompokkan sebagai biaya persediaan yang semua biayanya diakui sebagai aktiva dalam neraca.

2.2. Food Costing

Harga pokok makanan dan minuman merupakan semua bahan makanan dan minuman yang digunakan untuk memproduksi suatu jenis makanan dan minuman (Wiyasha, 2011). Food costing digunakan sebagai acuan bagi perusahaan untuk mengetahui berapa besar keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan.

2.3. Harga Jual

Mulyadi (2012) berpendapat bahwa harga jual sebagai besaran harga yang akan dilimpahkan kepada konsumen yang didapatkan dan dihitung dari biaya produksi ditambah biaya non produksi dan laba yang diinginkan. Metode pendekatan harga jual yang digunakan adalah metode penggandaan harga pokok atau pendekatan mark-up-pricing yang banyak digunakan dalam menghitung persentase harga jual makanana dan minuman atas harga jual yang ditetapkan terlebih dahulu dan ditentukan angka penggandaan harga pokoknya (Wiyasha 2011).

2.4. Perhitungan Food Costing 1. Perhitungan Food Cost Ideal

Food Cost = Biaya Resep

Harga Jual x 100%

(3)

Wresti Widyastrianti, Lili Indrawati

Indonesian Accounting Literacy Journal ISSN: 2747-1918 (Online) | 260

2. Perhitungan Food Cost Aktual

3. Perhitungan Margin Keuntungan

Margin keuntungan dapat didapatkan sesuai seberapa besar keuntungan yang diinginkan oleh perusahaan. Margin yang diinginkan bisa sebesar 20%, 30%, atau 45% hingga 50%.

Besarnya persentase tersebut akan dihitung dari total harga pokok penjualan.

3. Metode Penelitian

3.1. Langkah-Langkah dan Metodologi Penelitian

Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang berasal dari hasil pengamatan, wawancara, dokumentasi, catatan lapangan, dan penelitian dilakukan dengan mendeskripsikan suatu keadaan yang akan diamati di lapangan dan merupakan suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dengan tujuan serta kegunaan tertentu (Sugiyono 2018).

Langkah dasar untuk menyelesaikan masalah dimulai dengan penelitian pendahuluan dengan studi kepustakaan dan studi lapangan. Selanjutnya identifikasi masalah dan penentuan tujuan penelitian ditetapkan untuk menemukan jawaban atas permasalahan tersebut. Kemudian mengumpulkan data dan mengolah data sehingga dibuat kesimpulan dan saran di akhir penelitian.

3.2. Metode Pengumpulan Data

Data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif adalah data yang berupa kata dan data kuantitatif berupa data yang berbentuk angka (Sugiyono 2018). Sumber data adalah data sekunder yang dihasilkan secara tidak langsung baik secara lisan maupun tulisan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dan narasumber, dokumentasi yang memberikan gambaran tentang informasi yang relevan, dan observasi yang dilakukan melalui pengamatan secara langsung pada tempat usaha (Pogtiku&Kayame, 2019).

3.3. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang diterapkan adalah menggunakan rumus dengan tahapan menghitung harga pokok produksi, menghitung harga pokok menggunakan food costing berdasarkan teori yang terdapat pada buku Wiyasha, dan Langkah terakhir adalah membandingkan perhitungan menurut perusahaan dengan food costing.

3.4. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di UMKM Data Coffee yang berlokasi di jalan Halimuun No. 18, Malabar, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40262. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2023 dan pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2023.

4. Hasil dan Pembahasan

4.1. Kebijakan Perhitungan Perusahaan

1. Perhitungan Biaya Bahan Baku (Direct Material)

Harga Pokok Makanan Dijual = Nilai Persediaan Awal + Pembelian - Nilai Persediaan Akhir

Food Cost Aktual = Harga Pokok Makanan Dijual

Penjualan Bersih x 100%

(4)

Wresti Widyastrianti, Lili Indrawati

Indonesian Accounting Literacy Journal ISSN: 2747-1918 (Online) | 261 Tabel 4.1 Perhitungan Biaya Bahan Baku Perusahaan

Sumber: Data Coffee yang Diolah (2021)

Berdasarkan tabel biaya bahan baku pada icekopsu hazelnut adalah sebesar Rp 7.656.000 dan Rp 10.633 untuk 1 cup icekopsu hazelnut.

2. Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labour) Tabel 4.2 Biaya Tenaga Kerja Perusahaan

Sumber: Data Coffee yang Diolah (2021)

Berdasarkan tabel biaya bahan baku yang dikeluarkan perusahaan adalah sebesar Rp 2.000.000/bulan dengan tarif Rp 65.000/hari.

3. Perhitungan Biaya Overhead Pabrik (Factory Overhead)

Tabel 4.3 Biaya Overhead Pabrik Perusahaan

Sumber: Data Coffee yang Diolah (2021)

Berdasarkan tabel biaya overhead pabrik untuk memproduksi 1 cup icekopsu hazelnut adalah sebesar Rp 1.405.000.

Jenis Biaya Kuantitas Harga Perolehan Jumlah Biaya Unit Biaya per cup

Biji kopi 15.000gr 150.000/1.000kg 2.250.000 720 3.125

Krimmer 17.820gr 34.000/495gr 1.224.000 720 1.700

Susu kental manis 7.425gr 15.000/495gr 225.000 720 313

Fresh milk 90.000gr 18.000/1000gr 1.620.000 720 2.250

Hazelnut sirup 11.050gr 80.000/650gr 1.360.000 720 1.889

Es batu 31 ball 17.000/1ball 527.000 720 732

Cup 720 cup 25.000/50pcs 375.000 720 521

Sedotan 720 sedotan 30.000/300pcs 75.000 720 104

7.656.000 10.633

TOTAL

Elemen Biaya Jumlah (Rp) Gaji karyawan 2.000.000

TOTAL 2.000.000

Elemen Biaya Jumlah (Rp) Biaya Listrik 500.000 Biaya Kebersihan 80.000

Biaya Wifi 375.000

Tunjangan Uang Makan 450.000

TOTAL 1.405.000

(5)

Wresti Widyastrianti, Lili Indrawati

Indonesian Accounting Literacy Journal ISSN: 2747-1918 (Online) | 262

4. Perhitungan Harga Pokok Produksi

Tabel 4.4 HPP Perusahaan

Sumber: Data Coffee yang Diolah (2021)

Berdasarkan tabel harga pokok produksi dalam satu bulan periode adalah sebesar Rp 11.061.000 dan hpp untuk I cup icekopsu hazelnut adalah sebesar Rp 15.363.

5. Harga Jual Perusahaan

Data Coffee menentukan persentase labanya sebesar 55%. Maka dari itu pada pesanan 720 cup icekopsu hazelnut pemilik menargetkan harga per 1 cup cekopsu hazelnut sebesar Rp 24.000. Maka harga jualnya adalah

Harga Jual/Unit = Rp 15.363 + (55% x Rp 15.363) = Rp 15.363 + Rp 8.499

= Rp 23.812

Laba yang didapatkan oleh perusahaan yaitu harga jual per cup sebesar Rp 24.000, dikurangi dengan harga pokok produksi per cup sebesar Rp 15.363, yaitu Rp 8.637. Maka laba perusahaan atas penjualan 720 icekopsu hazelnut adalah Rp 6.218.640.

4.2. Pembahasan

1. Perhitungan Biaya Bahan Baku (Direct Material)

Selama periode April 2023, Data Coffee memproduksi icekopsu hazelnut sebanyak 720 cup. Berikut adalah biaya bahan baku pada satu cup icekopsu hazelnut pada periode April 2023.

Tabel 4.5 Biaya Bahan Baku

Berdasarkan tabel biaya bahan baku langsung icekopsu hazelnut adalah sebesar Rp 10.633/cup dan total biaya yang dikeluarkan adalah sebesar Rp 7.656.000 untuk 720 cup icekopsu hazelnut.

2. Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labour)

No Keterangan Jumlah Unit Diproduksi (Cup) Biaya Per Cup (Rp)

1 Biaya Bahan Baku Langsung 7.656.000 720 Rp10.633

2 Biaya Tenaga Kerja Langsung 2.000.000 720 Rp2.778

3 Biaya Overhead Pabrik 1.405.000 720 Rp1.951

11.061.000 Rp 15.363

Total HPP

Jenis Biaya Kuantitas Harga Perolehan Jumlah Biaya Unit Biaya per cup

Biji kopi 15.000gr 150.000/1.000kg 2.250.000 720 3.125

Krimmer 17.820gr 34.000/495gr 1.224.000 720 1.700

Susu kental manis 7.425gr 15.000/495gr 225.000 720 313

Fresh milk 90.000gr 18.000/1000gr 1.620.000 720 2.250

Hazelnut sirup 11.050gr 80.000/650gr 1.360.000 720 1.889

Es batu 31 ball 17.000/1ball 527.000 720 732

Cup 720 cup 25.000/50pcs 375.000 720 521

Sedotan 720 sedotan 30.000/300pcs 75.000 720 104

7.656.000 10.633

TOTAL

(6)

Wresti Widyastrianti, Lili Indrawati

Indonesian Accounting Literacy Journal ISSN: 2747-1918 (Online) | 263 Tabel 4.6 Biaya Tenaga Kerja

Berdasarkan tabel biaya tenaga kerja biaya per hari yang dikeluarkan pemilik adalah sebesar Rp 66.667 dan dalam sebulan adalah sebesar Rp 2.000.000.

3. Perhitungan Biaya Overhead Pabrik (Factory Overhead) Tabel 4.7 Perhitungan BOP Per Cup

Berdasarkan tabel perhitungan BOP biaya yang dikeluarkan dalam satu bulan periode adalah sebesar Rp 2.767.875 dan biaya BOP per satu cup icekopsu hazelnut adalah sebesar Rp 3.844.

4. Perhitungan Harga Pokok Minuman

Tabel 4.8 Perhitungan Harga Pokok Minuman

Berdasarkan tabel perhitungan harga pokok minuman menurut Wiyasha adalah sebesar Rp 17.255/cup dan jumlah biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 12.423.875.

5. Perhitungan Food Costing Ideal

Perhitungan food cost adalah Rp17.255 x 100% : 24.000 = 0,7189 atau 72%. Dari perhitungan di tersebut dapat diketahui bahwa persentase food cost untuk 1 cup icekopsu hazelnut adalah 72%.

Elemen Biaya Kuantitas Jumlah (Rp) Biaya Per Hari Biaya Per Cup

Gaji karyawan 30 hari 2.000.000 66.667 2.778

2.000.000 66.667 2.778

TOTAL

Tisu 4 Box 19.000/Box 76.000 720 106

Filter Kopi 7 Box 31.000/Box 217.000 720 301

Plastik 1 Pack 60.000/Pack 60.000 720 83

Biaya Listrik - - 500.000 720 694

Biaya Kebersihan - - 80.000 720 111

Biaya Wifi - - 375.000 720 521

Biaya Makan Pekerja 2 450.000/Bulan 900.000 720 1.250

Depresiasi - - 359.875 720 500

Sewa Bangunan 1 6.000.000 200.000 720 278

2.767.875 3.844

Jenis Biaya Kuantitas Harga Perolehan

Per Satuan Jumlah Biaya Unit Biaya Per Cup

TOTAL

1 Biaya Bahan Baku Langsung 7.656.000 720 10.633

2 Biaya Tenaga Kerja Langsung 2.000.000 720 2.778

3 Biaya Overhead Pabrik 2.767.875 720 3.844

12.423.875 17.255

No Keterangan Jumlah Unit

Total HPP

Harga Pokok Per Cup

Food Cost = Biaya Resep

Harga Jual x 100%

(7)

Wresti Widyastrianti, Lili Indrawati

Indonesian Accounting Literacy Journal ISSN: 2747-1918 (Online) | 264

6. Perhitungan Food Costing Aktual

Rp 6.000.000 + Rp 8.000.000 – Rp 720.000 = Rp 13.280.000 maka hpp untuk per set menu icekopsu hazelnut adalah sebesar Rp 13.280.000. Selanjutnya menetapkan persentase food cost aktual dengan rumus sebagai berikut

Pada perhitungan ini dilakukan untuk mengetahui totalitas penjualan. Pada bulan April 2023 Data Coffee menjual 720 cup icekopsu maka totalitasnya adalah 720 x Rp 24.000 = Rp 17.280.000. Total hpp per set menu icekopsu adalah Rp 21.072.000 sehingga angka food cost adalah Rp 13.280.000 : Rp 17.280.000 x 100% = 77%.

7. Penentuan Harga Jual

penentuan harga jualnya dapat dihitung menggunakan metode angka penggandaan harga pokok atau pendekatan mark-up pricing, pada metode tersebut persentase harga pokok minuman atas harga jualnya ditetapkan terlebih dahulu oleh pemilik perusahaan. Harga jual yang ditentukan oleh perusahaan adalah sebesar Rp24.000.

Harga pokok icekopsu per cup Rp17. 255. Persentase harga pokok sebesar 72% dan angka penggandaan harga pokok adalah 1/72% = 1,39. Maka hara jual per cup icekopsu hazelnut adalah 1,39 x Rp17. 255 = Rp 23.984.

5. Kesimpulan

1. Data Coffee sudah menerapkan perhitungan harga pokok produksi. Akan tetapi dalam perhitungan yang dilakukan oleh Data Coffee perhitungannya masih belum sesuai dengan perhitungan harga pokok minuman menurut Wiyasha. Hal tersebut dapat terlihat dari adanya dua struktur biaya yang tidak dihitung ke dalam perhitungan oleh pemilik perusahaan, salah satunya terdapat pada perhitungan biaya overhead pabrik.

2. Hasil Perhitungan yang diperoleh dalam menghitung harga pokok minuman terdapat selisih antara perhitungan perusahaan dengan perhitungan harga pokok minuman menurut Wiyasha sebesar Rp 1.892.

3. Harga jual per cup icekopsu yang ditentukan oleh pemilik adalah sebesar Rp 24.000 dengan persentase keuntungan yang dihasilkan oleh perhitungan perusahaan lebih kecil dari persentase yang dihasilkan oleh perhitungan menurut Wiyasha. Persentase menurut perusahaan adalah 55% dengan harga jual sebesar Rp 23.812 sedangkan menurut perhitungan harga pokok minuman sebesar 72% dengan harga jual sebesar Rp 23.984.

4. Laba yang dihasilkan pada perhitungan perusahaan adalah sebesar Rp 6.218.640 sedangkan laba yang dihasilkan dari perhitungan Wiyasha adalah sebesar Rp 4.856.400 dan selisih yang didapatkan adalah sebesar Rp 1.362.240. Meskipun terdapat perbedaan dari persentase keuntungan yang dihasilkan, namun hal tersebut tidak berdampak pada harga jual yang sudah ditentukan tetapi berdampak pada laba yang diharapkan dan direncanakan oleh perusahaan.

Harga Pokok Makanan Dijual = Nilai Persediaan Awal + Pembelian - Nilai Persediaan Akhir

Food Cost Aktual = Harga Pokok Makanan Dijual

Penjualan Bersih x 100%

(8)

Wresti Widyastrianti, Lili Indrawati

Indonesian Accounting Literacy Journal ISSN: 2747-1918 (Online) | 265

Daftar Pustaka

Astuti, W. A. & Komala, A. R. (2021). Akuntansi Biaya Teori dan Implementasi. Bandung: Informatika.

Mulyadi. (2018). Akuntansi Biaya Edisi 5. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan Sekolah tinggi Ilmu Manajemen YKPN.

Pongtiku, A. M., & Kayame, R. (2019). METODE PENELITIAN TRADISI KUALITATIF.

Bogor: IN MEDIA.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: CV Alfabeta.

Wiyasha, IBM. (2011). F & B Cost Control untuk Hotel & Restoran.Yogyakarta: Andi Offset.

Referensi

Dokumen terkait

data lainnya yang berkaitan dengan penelitian di dalam perhitungan harga

Pembebanan biaya tidak langsung dengan menggunakan activity based costing system dapat menghasilkan perhitungan harga pokok produksi dan harga jual yang berbeda dibandingkan

Penulisan ilmiah ini hanya dibatasi pada penentuan harga pokok produksi terhadap harga jual roti manis isi coklat dengan metode yang diterapkan oleh Pabrik Roti Dee-Dee

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa, harga pokok produksi merupakan biaya-biaya yang dapat diukur dengan satuan uang untuk mengolah bahan baku

Ph as e Menghitung Persentase Markup Laba Yang Diharapkan Menghitung Harga Pokok Produksi Harga Pokok Produksi Biaya bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead

Peneliti menemukan ada beberapa biaya produksi yang tidak dibebankan perusahaan dalamkalkulasi harga pokok produksi yaitu biaya penyusutan gedung pabrik sebesar Rp

Dari hasil perhitungan antara metode UKM Seblak WS dengan metode full costing dimana pada UKM Seblak WS untuk menentukan harga pokok produksi hanya menghitung biaya bahan baku dan

Penentuan harga pokok produksi Sambal Kentang dengan metode Full Costing yang seharusnya menurut standar akuntansi adalah dengan menghitung seluruh unsur-unsur harga pokok produksi yang