Kereta api berkecepatan tinggi diperlukan untuk mendorong modernisasi transportasi massal, konektivitas antar kota dan pembangunan wilayah, khususnya di koridor Jakarta-Bandung. Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan proyek strategis dan setelah masa konsesinya 50 tahun akan dikelola oleh BUMN Indonesia, sehingga BUMN harus dilibatkan sejak awal. Perakitan kereta api dan kereta cepat serta kereta ringan (light rail transport) akan dilakukan di Indonesia, sehingga kedepannya BUMN Indonesia juga ikut berpartisipasi.
Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung merupakan proyek yang diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia sebagai hasil kunjungan pemerintah Indonesia ke Tiongkok pada tanggal 26 Maret 2015. Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan permulaan dari pengembangan kereta api berkecepatan tinggi di seluruh Indonesia dimana kedepannya semua pulau akan memiliki kereta api.cepat. Pembangunan kereta api berkecepatan tinggi merupakan bagian dari rencana besar pemerintah untuk mengembangkan transportasi massal, konektivitas antar kota, dan pengembangan wilayah untuk menciptakan pusat-pusat ekonomi baru.
Kereta cepat ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk menyediakan transportasi massal yang andal, aman, dan nyaman. Kereta api berkecepatan tinggi merupakan salah satu model modernisasi transportasi massal yang memungkinkan mobilisasi orang dan barang secara optimal. Kedepannya, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang ditargetkan beroperasi pada 2019 akan menjadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara dan belahan bumi selatan.
Kontribusi PPN selama masa pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung: USD 451 juta selama tiga tahun (konsorsium berharap pemerintah dapat memberikan bantuan);
MENGAPA PERLU MEMBANGUN KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG JIKA TELAH TERSEDIA
NASIONAL)?
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan bagian dari rencana pembangunan angkutan kereta api massal yang akan berlangsung di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua sepanjang 3.258 km. Koridor Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan awal mula menghubungkan kota-kota lain di Indonesia dengan teknologi kereta cepat. Jalur Jakarta-Bandung mendapat prioritas karena saat ini kepadatan jalur Jakarta-Bandung melalui Tol Cipularang mencapai lebih dari 140 ribu per hari.
Sementara dari sisi ekonomi, pemerintah memandang koridor Jakarta-Bandung mempunyai potensi besar bagi pengembangan industri, perdagangan, dan pariwisata. Kawasan Jakarta-Bandung juga dinilai memiliki daya beli yang cukup tinggi hingga mampu membayar biaya tiket kereta api berkecepatan tinggi.
APAKAH MEMBANGUN KERETA CEPAT
JAKARTA-BANDUNG MENDESAK UNTUK SAAT INI?
Koridor selanjutnya ke Cirebon, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta akan dibangun, kegiatan perekonomian akan lebih efisien dan pertumbuhan ekonomi akan dipercepat lebih cepat.
APAKAH PEMBANGUNAN KERETA CEPAT
JAKARTA-BANDUNG
MENGGUNAKAN DANA APBN?
MENJAMIN
PROYEK KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG?
JEPANG DAN TIONGKOK DALAM PEMBANGUNAN
MENGAPA PEMERINTAH MEMILIH KONSORSIUM DARI
TIONGKOK?
Investor asal China menawarkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang lebih murah dan kualitas bersaing. Kereta berkecepatan tinggi Tiongkok sepanjang 142 km mencakup pembebasan lahan, terowongan, jembatan, struktur dan operasi di atas kepala, tanpa pendanaan APBN, tanpa jaminan, tanpa subsidi tarif senilai $5,5 miliar. Sedangkan kereta cepat Jepang sepanjang 142 km tidak melibatkan pembebasan lahan, menggunakan dana APBN, mendapat jaminan pemerintah dan subsidi tarif, dengan nilai total $6,2 miliar.
Selain harga yang lebih murah dan non APBN, teknologi yang dikembangkan China adalah teknologi Siemens, Jerman. Selain itu, sistem persinyalan kereta berkecepatan tinggi Tiongkok telah disertifikasi oleh Loyd's dan TUV, sebanding dengan Siemens, Alstom, dan Bombardier. Selama periode 2003-2015, Tiongkok membangun dan mengoperasikan 17.000 km kereta berkecepatan tinggi dengan menggunakan teknologi Siemens dalam pembangunan kereta berkecepatan tingginya.
Jepang sejak tahun 1964 Kereta api berkecepatan tinggi dikembangkan di Jepang sesuai dengan kebutuhan kondisi iklim empat musim.
PEMBANGUNAN KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG?
JAKARTA-BANDUNG?
MENGAPA PEMBANGUNAN KERETA CEPAT JAKARTA-
BANDUNG HARUS MELIBATKAN
BUMN DARI TIONGKOK, APAKAH KUALITAS DAN
PENGALAMANNYA TERJAMIN?
DARIMANA
SUMBER PEMBIAYAAN PROYEK INI?
APAKAH PROYEK KERETA CEPAT
JAKARTA-BANDUNG MUNGKIN MENGALAMI KERUGIAN?
TIONGKOK
MENGAMBILALIH KEPEMILIKAN BUMN INDONESIA MELALUI PROYEK KERETA
Hingga saat ini, proyek tersebut telah mengantongi izin trayek, izin pendirian badan usaha perkeretaapian, dan izin lingkungan (amdal) sesuai peraturan perundang-undangan. Karena seluruh dokumen diisi dengan cermat, maka dikeluarkanlah izin lingkungan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sebagai proyek yang strategis dan berjangka panjang, semua aturan harus dipatuhi dan tidak ada pengecualian terhadap aturan tersebut.
Pengurusan izin Amdal akan memakan waktu lama jika dokumennya tidak lengkap, padahal jika dokumennya lengkap, saat ini tidak ada alasan untuk memperlambat prosesnya sebagai bagian dari reformasi birokrasi.
APAKAH PROYEK INI SUDAH MEMILIKI IZIN
ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN (AMDAL)?
Sementara itu, kesepakatan penyelenggaraan infrastruktur kereta api kecepatan tinggi (perjanjian konsesi, izin usaha pengoperasian infrastruktur perkeretaapian, dan izin mendirikan bangunan pengoperasian perkeretaapian umum) sedang dibahas antara KCIC dan Kementerian Perhubungan. Menyusul terbitnya Keputusan Presiden Nomor 107 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Api Kecepatan Tinggi Jakarta-Bandung, Menteri Perhubungan melalui Surat Kementerian Perhubungan Nomor memberikan izin dan perjanjian terkait jalur Jakarta-Bandung. Rel Berkecepatan Tinggi. Sejak 19 Oktober 2015, PT KCIC telah mengajukan permohonan penerbitan izin sebagaimana dimaksud dalam surat Menteri Perhubungan.
Ketiga izin tersebut ditetapkan dan diterbitkan sebelum 21 Januari 2016, dan izin lainnya diterbitkan di luar Kementerian Perhubungan, seperti Izin Prinsip Penggunaan Tanah untuk Prasarana Angkutan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
DILAKSANAKAN SEBELUM PROSES PERIZINAN PROYEK RAMPUNG?
APAKAH PEMBANGUNAN DAERAH WALINI
YANG BERADA DI JALUR KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG AKAN
MENGANTISIPASI
ADANYA DAERAH PATAHAN TANAH DAN RAWAN GEMPA DI JALUR
BAGAIMANA UPAYA PEMERINTAH UNTUK
PROYEK INI?
APAKAH PEMBANGUNAN KERETA CEPAT AKAN
KANDUNGAN LOKAL DAN ALIH PENGETAHUAN
DAN TEKNOLOGI KEPADA INDUSTRI KERETA API
NASIONAL?
Dalam pelaksanaan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung akan dilakukan transfer teknologi yang akan mendukung industri perkeretaapian nasional. Sehubungan dengan alih teknologi tersebut, akan dibentuk perusahaan patungan antara Konsorsium BUMN Indonesia dan Konsorsium BUMN China. Tenaga kerja asing akan dibutuhkan untuk pekerjaan yang belum dikuasai oleh tenaga kerja lokal, seperti tenaga ahli dan pengawas kereta kecepatan tinggi.
Dengan dipekerjakannya tenaga terampil di bidang kereta kecepatan tinggi pada proyek ini, diharapkan terjadi transfer ilmu dari tenaga kerja asing ke tenaga kerja lokal guna meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal. Untuk mendukung penyiapan tenaga kerja Indonesia yang terampil dan terampil, telah disepakati bahwa pendidikan, pelatihan, dan magang akan dilakukan di Tiongkok. Sesuai perjanjian yang ditandatangani pada 10 Agustus 2015, sebagai langkah awal, tenaga kerja Indonesia akan dikirim ke Tiongkok untuk belajar dan praktek di bidang perkeretaapian tanpa biaya tambahan. Pengiriman peserta magang dimulai pada tanggal 20 Februari 2016 dan akan dilakukan pada tahap selanjutnya tanpa biaya tambahan.
Program magang dan pelatihan ini menekankan pada pengoperasian dan pemeliharaan, termasuk kegiatan profesional seperti pengoperasian kereta api berkecepatan tinggi, lokomotif, infrastruktur.
BERAPAKAH HARGA JUAL TIKET
KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG?
APAKAH BENAR PROYEK KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG INI
DIBANDINGKAN DENGAN PROYEK KERETA CEPAT DI IRAN?
Saat ini proyek kereta cepat di Iran baru memasuki tahap 1 yaitu untuk jalur Tehran-Qom dengan anggaran pemerintah (bukan anggaran proyek) sebesar $2,1 juta.