• Tidak ada hasil yang ditemukan

VOLUNTARISME POLITIK DI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "VOLUNTARISME POLITIK DI"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

VOLUNTARISME POLITIK DI

KALANGAN KELAS MENENGAH URBAN : TEMUAN AWAL

URBAN : TEMUAN AWAL

WASISTO RAHARJO JATI

PUSAT PENELITIAN POLITIK – LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (P2P – LIPI)

PAPER DIDISKUSIKAN PADA SERI DISKUSI AGUSTUS 2016.

VOLUNTARISME POLITIK DI

KALANGAN KELAS MENENGAH URBAN : TEMUAN AWAL

URBAN : TEMUAN AWAL

LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN

PAPER DIDISKUSIKAN PADA SERI DISKUSI DI EPISTEMA INSTITUTE, 5

(2)

LATAR BELAKANG MASALAH

Voluntarisme Politik di kalangan Kelas Menengah Indonesia muncul karena ada dua hal yakni :

1). Praktik korupsi, pemerintahan yang elitis, dan praktik demokrasi 1). Praktik korupsi, pemerintahan yang elitis, dan praktik demokrasi formal telah merenggangkan hubungan negara dan masyarakat

2) Kebutuhan akan partisipasi dan representasi politik publik secara lebih luas, tidak hanya sebatas pemilu saja

3) Kebutuhan akan kepemimpinan yang populis dan teknis.

LATAR BELAKANG MASALAH

Voluntarisme Politik di kalangan Kelas Menengah Indonesia muncul

Praktik korupsi, pemerintahan yang elitis, dan praktik demokrasi Praktik korupsi, pemerintahan yang elitis, dan praktik demokrasi formal telah merenggangkan hubungan negara dan masyarakat

2) Kebutuhan akan partisipasi dan representasi politik publik secara lebih luas, tidak hanya sebatas pemilu saja

3) Kebutuhan akan kepemimpinan yang populis dan teknis.

(3)

DEFINISI VOLUNTARISME DALAM POLITIK

Voluntarisme secara sederhana diartikan sebagai

yang berdimensi altruistik dan filantropis berorientasikan pada perubahan sosial-politik (Wilson, 2007).

perubahan sosial-politik (Wilson, 2007).

Voluntarisme merupakan bagian upaya untuk mentransformasikan modal sosial menjadi modal politik dalam ruang publik

DEFINISI VOLUNTARISME DALAM POLITIK

Voluntarisme secara sederhana diartikan sebagai kerja politik filantropis berorientasikan pada politik (Wilson, 2007).

politik (Wilson, 2007).

Voluntarisme merupakan bagian upaya untuk mentransformasikan modal sosial menjadi modal politik dalam ruang publik

(4)

URGENSI VOLUNTARISME DALAM KONSTELASI POLITIK INDONESIA

Keterbatasan kapasitas negara dalam akar rumput.

Keinginan publik untuk self-organized

Keinginan publik untuk self-organized

Kesadaran kritis politik publik yang menengah semakin kuat

Gejala “Deparpolisasi” : Ketiadaan partisipasi politik secara lebih luas.

URGENSI VOLUNTARISME DALAM KONSTELASI

dalam menyelesaikan permasalahan di organized berbasis semangat komunitarian.

organized berbasis semangat komunitarian.

yang semakin kuat dimotori kelas Ketiadaan saluran representasi dan

(5)

KARAKTER VOLUNTARISME POLITIK KELAS MENENGAH INDONESIA

Gerakan bersifat sporadis, instan, emosional,

Keanggotaan bersifat cair, inklusif, dan egaliter

Dibutuhkan adanya entitas “imaji” yang diakronis (saling berlawan

Dibutuhkan adanya entitas “imaji” yang diakronis (saling berlawan

lawanan) misal otoritarian vs demokrasi, elitis vs populis. Selain itu, figur juga berpegaruh.

Digerakan secara over-connected berbasis media sosial dan internet

Bersifat temporer dan tidak melembagakan diri.

KARAKTER VOLUNTARISME POLITIK KELAS

sporadis, instan, emosional, dan berbasis issue Keanggotaan bersifat cair, inklusif, dan egaliter

Dibutuhkan adanya entitas “imaji” yang diakronis (saling berlawan- Dibutuhkan adanya entitas “imaji” yang diakronis (saling berlawan-

lawanan) misal otoritarian vs demokrasi, elitis vs populis. Selain itu, figur berbasis media sosial dan internet

Bersifat temporer dan tidak melembagakan diri.

(6)

MODEL VOLUNTARISME POLITIK DALAM KELAS MENENGAH INDONESIA

Social Partisan Groups : Gerakan voluntarisme berbasis pada figuritas dan populisme tokoh : “Teman Ahok”, “Relawan

Jokowi”, “Sahabat Ridwan Kamil”, dsb.

Social Independent Groups : Gerakan kolektif yang terbebas dari unsur kepentingan politik : “Kawal Pemilu”, “ Kawal

Pemilukada”. “WikiDPR”, “Change.Org”,

Organic Partisan Groups : “Repdem (PKB), “TIDAR” (Gerindra), dsb.

MODEL VOLUNTARISME POLITIK DALAM KELAS

: Gerakan voluntarisme berbasis pada figuritas dan populisme tokoh : “Teman Ahok”, “Relawan

Jokowi”, “Sahabat Ridwan Kamil”, dsb.

: Gerakan kolektif yang terbebas dari unsur kepentingan politik : “Kawal Pemilu”, “ Kawal

“Change.Org”, dsb.

Organic Partisan Groups : “Repdem (PDI-P), “Garda Bangsa”

(PKB), “TIDAR” (Gerindra), dsb.

(7)

KESIMPULAN

Voluntarisme Politik merupakan ice breaker

saluran partisipasi dan representasi politik yang buntu dari masyarakat akar rumput ke tingkatan negara.

rumput ke tingkatan negara.

Namun, Voluntarisme tersebut hanya berbasis issuue dan temporer, namun lemah dalam strategi advokasi dan militansi

Perlu adanya institusionalisasi politis yang sifatnya informal dan independen.

ice breaker dan problem solver terhadap

saluran partisipasi dan representasi politik yang buntu dari masyarakat akar

Namun, Voluntarisme tersebut hanya berbasis issuue dan temporer, namun lemah dalam strategi advokasi dan militansi

Perlu adanya institusionalisasi politis yang sifatnya informal dan independen.

Referensi

Dokumen terkait

dkk Alamat : Gunung Anyar Emas Blok AA/03 RT.001/RW.008, Gunung Anyar Tambak, Gunung Anyar, Surabaya, KOTA SURABAYA, JAWA TIMUR, 60294 Kewarganegaraan : Indonesia Pemegang Hak Cipta