اََنَثّدَح
ٌدّدَسُم اََنَثّدَح
ُداّمَح
َُنْب
ٍدْيَز
ٍتَِباَث ْنَع
ٍسَنَأ ْنَع
ََيِضَر
َُهْنَع ُ ّا
ََلاَق ىَأَر
ّيِبّنلا
َىّلَص
َِهْيَلَع ُ ّا
َمّلَسَو
َىَلَع
َِدْبَع
ِنَم ْحّرلا
ٍف ْوَع ِنْب
َرَثَأ
ٍةَرْفُص
َلاَقَف
َْمَيْهَم
َْهَم ْوَأ
ََلاَق
ََلاَق
ُت ْجّوَزَت
ًةَأَرْما ىَلَع
َِن ْزَو
ٍةاَوَن
ْنِم
ٍبَهَذ
َلاَقَف
َكَراَب
ُ ّا
ْمِل ْوَأ َكَل
ْوَلَو
ٍةاَشِب
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Hammad bin
Zaid dari Tsabit dari Anas radliallahu 'anhu dia berkata;
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat bekas shufrah (minyak wangi berwarna kuning) pada Abdurrahman bin 'Auf, maka beliau pun bertanya: "Bagaimana keadaanmu?
-Atau bersabda- bagaimana kabarmu? Ia menjawab;
'Sesungguhnya aku telah menikahi seorang wanita dengan mahar seberat biji kurma.' Beliau besabda: 'Semoga Allah memberkahimu, adakanlah pesta perkawinan meskipun dengan seekor kambing.'
ٍسَنَا ْنَع
َلاَق اَم :
َمَل ْوَا
ّيِبّنلا ىَلَع ص
ٍء ْيَش
ْنِم
ِهِئاَسِن اَم
َمَل ْوَا ىَلَع
، َبَنْيَز
َمَل ْوَا
ٍةاَشِب . دمحا و
ىراخبلا و
ملسم
Dari Anas, ia berkata, "Nabi SAW tidak pernah menyelenggarakan walimah atas (pernikahannya) dengan istri-istrinya sebagaimana walimah atas (pernikahannya) dengan Zainab, beliau menyelenggara-kan walimah dengan (menyembelih) seekor kambing". [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim].