Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penyelesaian wanprestasi dari sudut hukum perdata, bagaimana penyelesaian sengketa jual beli tanah pada saat timbul perselisihan, dan bagaimana pembuktian wanprestasi dalam penyelesaian sengketa jual beli tanah di Pengadilan Negeri Bandung. Tesis ini berjudul “PEMERIKSAAN PERADILAN TERHADAP BUKTI PENGGUNAAN TANAH DALAM PENYELESAIAN SENGKETA JUAL-BELI DI PENGADILAN (Putusan Kajian Nomor: 13/PDT/2018/PT.BDG)”.
Teman penulis, Riski Handayani Hasibuan, yang selalu membantu Penulis dalam Penulisan Skripsi dan yang menyemangati penulis untuk
Sahabat penulis yaitu Riski Handayani Hasibuan yang selalu membantu penulis dalam penyusunan skripsinya dan memberikan semangat kepada penulis dalam menyelesaikannya.
Teman penulis, Toiiban Lubis , adalah teman yang selalu menyemangati penulis dalam menulis Skripsi ini dan teman yang setia membantu penulis
Seluruh rekan-rekan mahasiswa angkatan 2016 Fakultas Hukum Universitas Medan Area mari kita harumkan nama almemater kita
Pengadilan Negeri Medan beserta jajarannya yang telah memberikan tempat bagi penulis untuk memperoleh dan menggali data yang diperlukan
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Istilah jual beli tanah dalam peraturan perundang-undangan disebutkan dalam ketentuan Pasal 26 Undang-undang nomor 5 tahun 1960 tentang UUPA (UU Pokok Agraria) tentang peralihan hak milik atas tanah. Transaksi jual beli tanah yang menjadi bukti peralihan hak atas tanah itu dibuktikan dengan suatu akta yang dibuat oleh dan di hadapan Pejabat Pengadaan Hak Atas Tanah (PPAT) yaitu akta jual beli yang selanjutnya dijadikan dasar. untuk pendaftaran perubahan data pendaftaran tanah sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 95 ayat 1 huruf Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. pembelian.
Rumusan Masalah
Berdasarkan pemahaman tersebut, maka penyelesaian sengketa melalui mediasi harus dipopulerkan, khususnya untuk penyelesaian sengketa pertanahan. Berdasarkan uraian di atas, hal inilah yang melatarbelakangi penulisan skripsi ini, dimana penelitian ini akan mengambil judul: Tinjauan Yuridis Pembuktian Cidera Janji dalam Penyelesaian Sengketa Jual Beli Tanah (Studi Putusan Nomor: 421/Pdt/2018/PT. MDN).
Bagaimana bentuk wanprestasi dalam perkara jual beli tanah pada putusan Nomor 421/PDT/2018/PT.Mdn ?
Bagaimana bentuk penyelesaian sengketa jual beli tanah pada putusan Nomor 421/PDT/2018/PT.Mdn?
Bagaimana pembuktian telah terjadi Wanprestasi dalam jual beli tanah yang terdapat pada putusan Nomor 421/PDT/2018/PT.Mdn?
Berdasarkan uraian di atas, hal inilah yang menjadi latar belakang penulisan disertasi ini, dimana penelitian ini akan diberi judul: Tinjauan Hukum Pembuktian Cidera Janji dalam Penyelesaian Sengketa Jual Beli.
Bagaimana akibat hukumnya bagi para pihak dalam sengketa jual beli tanah?
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Untuk mengetahui bentuk tidak dibayarnya perkara jual beli tanah pada putusan Nomor 421/Pdt/2018/PT.Mdn. Untuk mengetahui cara membuktikan adanya pelanggaran akad dalam jual beli tanah sebagaimana tertuang dalam putusan No. 421/Pdt/2018/PT.Mdn.
Secara Praktis
- Hipotesis
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bentuk penyelesaian sengketa jual beli tanah pada putusan nomor 421/Pdt/2018/PT.Mdn, putusan nomor 421/Pdt/2018/PT.Mdn. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya mengenai penyelesaian wanprestasi jual beli tanah, sehingga tidak timbul perselisihan di kemudian hari dan dapat ditindaklanjuti rekomendasinya sesuai dengan ketentuan yang ada.
Bentuk Wanprestasi dalam Perkara adalah Tidak melakukan apa yang disanggupi untuk dilakukan,Melakukan apa yang diperjanjikan tapi tidak
Salah satu bentuk wanprestasi dalam kasus tersebut adalah kegagalan melakukan apa yang telah disepakati untuk dilakukan, apa yang dijanjikan tetapi tidak dilakukan.
Bentuk Penyelesaian Sengketa Jual Beli Tanah Pada Putusan Nomor421/Pdt/2018/PT.Mdn adalah menerima dan mengabulkan gugatan
Pembuktian Telah Terjadi Wanprestasi Dalam Jual Beli Tanah Yang Terdapat Pada Putusan Nomor 421/PDT/2018/PT.Mdn adalah
Akibat hukum nya bagi para pihak dalam sengketa jual beli tanah adalah seluruh kerugian materil dan imateril yang diderita Penggugat Rekonpensi
- Tinjauan umum tentang pembuktian .1 Pengertian pembuktian .1 Pengertian pembuktian
Dalam hukum acara perdata dikenal dua jenis alat bukti, yaitu: hukum pembuktian substantif dan hukum pembuktian formil. Hukum pembuktian mengatur boleh atau tidaknya suatu bukti tertentu diterima dalam persidangan dan mengatur nilai pembuktian suatu bukti.
Teori Pembuktian subyektif Murni
Teori ini dianut oleh hukum gereja Katolik (canoniek recht), yang disebut juga dengan ajaran positif Wettelijke. Menurut teori ini hakim sangat terikat pada alat bukti, dan dasar pembuktian yang ditetapkan oleh undang-undang, yaitu dalam menetapkan suatu perbuatan yang didakwakan dapat dibuktikan, harus didasarkan pada sesuatu yang disimpulkan dari suatu alat bukti. itu hanya mata yang berdasarkan hukum.
Teori Pembuktian yang Bebas
Teori Pembuktian yang Negatif Menurut Undang-Undang (Negatief Wettelijke) Didalam teori ini pembuktian negatif menurut undang-undang atau
- Sistem Hukum Pembuktian
Sistem Hukum Pembuktian Menurut Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)
Sistem hukum Pembuktian Menurut KUHPer (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)
- Tinjauan umum tentang jual beli .1 Pengertian jual beli .1 Pengertian jual beli
- Syarat sah Jual Beli
Allah SWT telah memerintahkan umat-Nya untuk selalu melakukan kegiatan jual beli yang jauh dari unsur ribawi. Ketentuan Pasal 1320 berlaku terhadap perjanjian jual beli konvensional dan perjanjian jual beli secara daring (online).
Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sementara yakni Camat yang oleh karena jabatannya dapat melaksanakan tugas Pejabat Pembuat Akta Tanah
Pejabat Hak Atas Tanah Sementara yang selanjutnya disingkat PPAT adalah Camat yang berdasarkan jabatannya dapat melaksanakan tugas Pejabat Hak Atas Tanah.
Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yakni Pejabat Umum yang diangkat oleh kepala Badan Pertanahan Nasional yang mempunyai kewenangan
Akta Jual Beli (AJB) Bilamana sudah tercapai kesepakatan mengenai harga tanah termasuk didalamnya cara pembayaran dan siapa yang
Persyaratan Akta Jual Beli (AJB). Hal-hal yang diperlukan dalam membuat Akta Jual Beli tanah di kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah
Bukti Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sepuluh tahun terakhir;
Surat persetujuan suami isteri serta kartu keluarga bagi yang telah berkeluarga
Kartu Tanda Penduduk 2) Kartu Keluarga
Proses pembuatan Akta Jual Beli (AJB) di Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah ( PPAT)
Dilakukan pemeriksaan mengenai keaslian dari sertipikat termaksud di kantor Pertanahan untuk mengetahui status sertifikat
Terkait status tanah dalam keadaan sengketa, maka Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) akan menolak pembuatan Akta Jual
Calon pembeli dapat membuat pernyataan bahwa dengan membeli tanah tersebut maka tidak lantas menjadi pemegang hak atas tanah
Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (TBB) sepuluh tahun terakhir; . 4) Penjual wajib membayar Pajak Penghasilan (Pph) sedangkan pembeli wajib membayar biaya perolehan hak atas tanah dan.
Penjual diharuskan membayar Pajak Penghasilan (Pph) sedangkan pembeli diharuskan membayar bea perolehan hak atas tanah dan
Dalam pembuatan akta harus dihadiri oleh penjual dan calon pembeli atau orang yang diberi kuasa dengan surat kuasa tertulis
Dalam pembuatan akta harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya dua orang saksi
Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) akan membacakan serta menjelaskan mengenai isi dan maksud pembuatan akta, dan bila isi
Akta dibuat dua lembar asli, satu disimpan oleh di kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan lembar lainnya akan
Setelah Akta Jual Beli selesai dibuat, Pejabat Pembuat Akta Tanah menyerahkan berkas tersebut ke kantor pertanahan untuk balik
Penyerahan akta harus dilakukan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak ditandatangani, dengan berkas-berkas yang harus
Saat berkas diserahkan kepada kantor pertanahan, maka kantor pertanahan akan memberikan tanda bukti penerimaan permohonan
Nama penjual dalam buku tanah dan sertipikat akan dicoret dengan tinta hitam dan diberi paraf oleh kepala kantor pertanahan atau
Nama pembeli selaku pemegang hak atas tanah yang baru akan ditulis pada halaman dan kolom yang terdapat pada buku tanah dan
Dalam waktu 14 (empat belas) hari pembeli berhak mengambil sertipikat yang sudah dibalik atas nama pembeli di kantor
- Tinjauan Umum Tentang Sengketa .1 Pengertian sengketa .1 Pengertian sengketa
- Jenis-Jenis Sengketa
Perselisihan adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh dua orang atau lebih, yang ditandai dengan beberapa tanda konflik terbuka. Konflik kepentingan terjadi ketika dua orang mempunyai keinginan yang sama terhadap suatu benda yang dianggap berharga.
Klaim Kebenaran
- Tahap-tahap Terjadinya Sengketa
- Tinjauan Umum Tentang Wanprestasi .1 Pengertian Wanprestasi .1 Pengertian Wanprestasi
- Bentuk Wanprestasi
- Syarat Wanprestasi
Tahap konflik ditandai dengan situasi dimana pihak yang merasa haknya dilanggar memilih jalur konfrontasi dan menyampaikan keluhannya kepada pihak lawan. Tahap sengketa bisa terjadi karena konflik semakin meningkat karena konflik diungkapkan secara terbuka. Perselisihan hanya terjadi ketika pihak yang mengadu telah meningkatkan perselisihan hingga mendekati ranah publik. Penganut teori ini berpendapat bahwa penyelesaian konflik dapat dilakukan melalui berbagai upaya seperti mengubah struktur dan kerangka kerja yang menimbulkan kesenjangan, memperbaiki hubungan dan sikap jangka panjang pihak-pihak yang mengalami konflik, serta mengembangkan proses dan sistem untuk pemberdayaan, keadilan, menciptakan rekonsiliasi. . dan pengakuan. keberadaan satu sama lain.
Hal ini menimbulkan kewajiban bagi debitur untuk memberikan atau membayar ganti rugi (schadervergoeding), atau apabila terjadi wanprestasi di salah satu pihak maka pihak yang lain dapat meminta pembatalan perjanjian.
Syarat materil yaitu sebagai berikut
Berikut syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh seorang debitur agar dapat dikatakan wanprestasi, antara lain:
Syarat formil, yaitu adanya peringatan atau somasi hal kelalaian atau wanprestasi pada pihak debitur harus dinyatakan dahulu secara resmi,
- Penyebab Terjadinya Wanprestasi
Adanya Kelalaian Debitur ( Nasabah )
Dalam keadaan memaksa ini, debitur tidak dapat dipersalahkan, sebab keadaan memaksa itu timbul di luar kehendak dan kemampuan debitur. Prestasi yang diperoleh bukan karena suatu peristiwa yang merusak benda yang menjadi sasaran perintah; ini selalu permanen.
Tidak dipenuhi prestasi karena suatu peristiwa yang membinasakan benda yang menjadi objek perikatan, ini selalu bersifat tetap
Tidak bisa dipenuhi prestasi karena suatu peristiwa yang menghalangi perbuatan debitur untuk berprestasi, ini bisa bersifat tetap atau sementara
Peristiwa tersebut tidak bisa diketahui atau diduga akan terjadi pada waktu membuat perikatan baik debitur maupun kreditur. Jadi bukan karena
- Cara Penyelesaian Terjadinya Wanprestasi Dalam sengketa Tanah Wanprestasi termasuk dalam jenis perkara perdata, oleh karena itu
Tambahan Replik --> Tambahan Duplik
Pemeriksaan Alat Bukti 5. Konklusi
Vonnis
- Tempat Penelitian
- Metode Penelitian .1 Jenis Penelitian .1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian normatif yang digunakan semata-mata untuk memperoleh data yang lengkap sebagai dasar penulisan karya ilmiah ini, yaitu Penelitian Normatif (Studi Pustaka). Dalam hal ini penulis mencari dan mengumpulkan data dengan melakukan penelitian kepustakaan terhadap sumber-sumber bacaan berupa buku-buku ilmiah para ilmuwan, profesional hukum, dan akademisi terkait dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini. Data sekunder adalah data yang meliputi dokumen resmi, buku, hasil penelitian yang berupa laporan.24.
Data sekunder yang bersifat publik yaitu
- Sifat Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Analisa Data
Sifat penelitian yang digunakan dalam penyelesaian skripsi ini adalah analisis deskriptif terhadap studi keputusan Nomor: 13/PDT/2018/PT.BDG Studi keputusan merupakan penelitian studi hukum tentang pembuktian akta jual beli dalam penyelesaian sengketa pertanahan yang mengarah pada penelitian hukum empiris, yaitu suatu bentuk penulisan hukum berdasarkan ciri-ciri ilmu hukum yang didasarkan pada ciri-ciri empiris ilmu hukum. Sifat penelitian ini adalah deskriptif analisis yaitu menyediakan data yang selengkap-lengkapnya.Penelitian dilakukan di Pengadilan Negeri Medan dengan mengambil berbagai data dan menganalisisnya berkaitan dengan penulisan disertasi. Penelitian kepustakaan (Library Research) adalah penelitian yang dilakukan atas dasar sumber bacaan yaitu undang-undang, buku.
Data-data yang diperoleh dalam penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif yaitu dengan memperhatikan fakta-fakta di lapangan sesuai dengan penelitian yang dilakukan di Pengadilan Negeri Medan.Dari hasil penelitian tersebut dapat diperoleh sumber permasalahan hukum internal. telah diidentifikasi.
PENUTUP
Bentuk Wanprestasi dalam perkara adalah Sama sekali tidak memenuhi prestasi yang dijanjikan; Melakukan prestasi yang dijanjikan, tapi hanya
Bentuk penyelesaian sengketa jual beli tanah terdapat pada Putusan adalah Bahwa Menimbang, bahwa ternyata sampai dengan sekarang
Pembuktian wanprestasi telah terjadinya wanprestasi dalam jual beli tanah yang terdapat pada putusan adalah Bahwa setelah lebih dari enam bulan
Herman Wijaya hanya membuat pondasi di depan dan selang beberapa bulan toko tersebut tidak dibangun sesuai perjanjian dan permintaan penggugat kepada almarhum. Herman Wijaya rupanya tidak memiliki modal usaha untuk membangun toko sehingga penggugat harus mencari pinjaman untuk membangun toko di atas tanah milik penggugat.
Akibat hukum bagi para pihak dalam sengketa jual beli tanah pada perkara putusan adalah menghukum Penggugat Konvensi / Tergugat Rekonvensi /
- SARAN
Diharapkan kepada pemerintah dan aparat penegak Hukum untuk mensosialisasikan perihal yang berhubungan dengan wanprestasi sesuai
Akibat hukum bagi para pihak yang bersengketa jual beli tanah dalam suatu perkara putusan adalah menghukum penggugat/tergugat perjanjian. Masyarakat atau para pihak yang mengadakan perjanjian diharapkan dapat mengikuti tata cara jual beli tanah dengan baik.
Diharapkan kepada masyarakat atau para pihak yang membuat perjajian agar mengikuti prosedur penyelesaian Jual Beli Tanah sesuai dengan
Diharapkan kepada Aparat Penegak Hukum seperti Notaris agar kedepannya tidak melakukan suatu kesalahan seperti membuat Akta yang
BUKU
Yahya Harahap, Hukum Acara Perdata Tentang Gugatan
Subekti, 1983, Hukum Pembuktian, (Jakarta: Pranadya Paramita)
Al-Maliki Abdurahman dan Ahmad Ad-Daur, 2004, Sistem sanksi dan hukum pembuktian dalam Islam, diterjemahkan oleh Syamsuddin Ramadhan, dkk (Bogor: Pustaka Thariqul Izzah).
Satrio,2012, wanprestasi menurut KUHPerdata, Doktrin, dan Yurispridensi, Citra Aditya, Bandung
PERUNDANG-UNDANGAN
WEBSITE
JURNAL
HASIL WAWANCARA
Perjanjian Perjanjian Jual Beli No 75 tanggal 22 Maret 2006 dibuat di hadapan Notaris RAHANUM, S.H di Medan. Herman Wijaya, tanpa sepengetahuan dan persetujuan Penggugat, ternyata pada tanggal 22 Maret 2006 telah menandatangani Akta Pengikatan Jual Beli No. Herman Wijaya dengan Tergugat yang menandatangani Akta Perjanjian Jual Beli No. 75 tanggal 22 Maret 2006 yang dibuat di hadapan Rahanum, SH Notaris di Medan, yang isinya tampaknya benar, padahal akta tersebut sebenarnya dibuat sebagai hasil rekayasa antara alm.
Sedangkan berdasarkan Akta Perjanjian Jual Beli No. 75 tanggal 22.03.2006 yang dibuat di hadapan Rahanum, SH Notaris di Medan, Alm.
PETITUM
Bahwa karena Tergugat menguasai dua unit ruko, maka tidak berdasarkan hak yang sah menurut hukum karena hanya didasarkan pada Akta Perjanjian Jual Beli Nomor 75 tanggal 22 Maret 2006 dan Surat Kuasa. untuk dijual no. 10 tanggal 8 Mei 2008, semuanya itu dilakukan melawan karena tidak memenuhi syarat sahnya suatu perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUH Perdata, sehingga sangat beralasan jika Penggugat meminta agar Majelis Hakim Hakim yang menyelidiki dan mengadili perkara ini memerintahkan Tergugat untuk mengembalikan atau menyerahkan kedua pintu ruko tersebut kepada Penggugat. Akta kuasa jual beli No 10 tanggal 8 Mei 2008 dibuat di hadapan Notaris Aida Selli Siburian, SH di Medan. Sebidang tanah seluas ± 4.681 M2 yang terletak di Simpang Pos Kota Medan dijual berdasarkan surat kuasa dari Herman Wijaya.
Surya Tjiang membeli 2 (dua) petak RUKO di hadapan Kantor Notaris dan Catatan Tanah (PPAT) daripada Herman Wijaya berdasarkan Kuasa Jual.
GUGATAN ERROR IN PERSON
Apabila dicermati maka Penggugat juga paham dan memahami bahwa Penggugat tidak mempunyai standing karena gugatannya SALAH PRIBADI untuk menggugat TERGUGAT dan TIM TERGUGAT, dengan penjelasan sebagai berikut; Anthonius Ginting S.PoG tidak termasuk sebagai Pihak dalam perkara a quo, namun disebutkan dalam gugatan PENGGUGAT menarik TERGUGAT dan TIM TERGUGAT sebagai Pihak yang bersamanya. Agar Penggugat dapat dengan yakin, tepat dan benar menentukan pihak-pihak mana yang layak digugat menurut hukum, sehingga gugatan a quo tidak bersifat prediktif, mengada-ada dan SALAH.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, sudah selayaknya menurut hukum gugatan a quo dianggap tidak memenuhi syarat formil.
GUGATAN EROR IN OBJECTO
GUGATAN NEBIS IN IDEM
Putusan Pengadilan Tinggi Medan tanggal 2 September 2009 No. 279/PDT/2009/PT.Mdn, putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap; Menyatakan sah dan mengikat secara hukum (Akta Eksekusi Jual Beli No. 75 tanggal 22 Maret 2006 yang dibuat di hadapan Rahanum, SH, Notaris di Medan; Akta Eksekusi Perdamaian No. 09 tanggal 8 Mei 2008 yang dibuat di hadapan Aida Selli Siburian, SH, Notaris di Medan, Surat Kuasa Jual Beli No. 10 tanggal 8 Mei 2008 yang dibuat di hadapan Aida Selli Siburian, SH, Notaris Medan);. Kwala Bekala, sub. Medan Johor, Kota Medan berdasarkan Perjanjian Jual Beli No. 75 tanggal 22 Maret 2006 yang dibuat di hadapan Rahanum, SH, Notaris di Medan; surat pernyataan perdamaian No. 09 tanggal 08 Mei 2008 yang dibuat untuk Aida Selli Siburian, SH, Notaris di Medan;.
Akta Kuasa Jual No. 10 bertarikh 8 Mei 2008, dilaksanakan di hadapan Aida Selli Siburian, SH, notaris Medan;
GUGATAN TIDAK JELAS/ KABUR (OBSCUUR LIBEL)
- DALAM POKOK PERKARA
- DALAM POKOK PERKARA
Akta Perubahan Perjanjian Pembangunan Nomor 9 tanggal 10 Maret 2006 yang dibuat di hadapan Notaris RAHANUM, S.H di Medan; Akta pengikatan lengkap Jual Beli No. 75 tanggal 22 Maret 2006 yang dibuat di hadapan Notaris RAHANUM, S.H di Medan. Surat Kuasa Jual No. 10 tanggal 8 Mei 2008 dibuat di hadapan Notaris Aida Selli Siburian, SH di Medan.
Akta Pernyataan Perdamaian No.9 tanggal 8 Mei 2008 dibuat dihadapan AIDA SELLI SIBURIAN,SH Notaris di Medan (T-17. Hal itu diketahui oleh almarhum Herman Wijaya dan Surya Tjiang dalam pembuatan Akta Kuasa Jual Beli No.10 tanggal 8 Mei 2008 di hadapan Aida Selli Siburian, SH Akta Pernyataan Perdamaian No.9 tanggal 8 Mei 2008 yang dibuat di hadapan AIDA SELLI SIBURIAN, SH.