• Tidak ada hasil yang ditemukan

Whole complex number didefinisikan oleh Carl Freidrich Gauss sebagai abi dengan 𝒂, 𝒃 𝝐 β„€

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Whole complex number didefinisikan oleh Carl Freidrich Gauss sebagai abi dengan 𝒂, 𝒃 𝝐 β„€"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Volume 1 No.1 JULI 2015

97

WAKIL UNSUR PEMBANGUN IDEAL

DARI BILANGAN BULAT GAUSS MODULO (β„€π’Ž[π’Š])

Hastri Rosiyanti Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Jakarta

[email protected]

Abstrak

Telah diketahui bahwa β„€[π’Š] merupakan daerah Euclid maka β„€[π’Š] juga merupakan daerah ideal utama. Misalkan π‘š πœ– β„€+ dan I ideal dari β„€π’Ž[π’Š]. Lebih lanjut, I dibangun secara berhingga dapat dinyatakan banyaknya unsur pembangun dari I dapat direduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menyatakan bahwa setiap ideal di β„€π’Ž[π’Š] dibangun oleh suatu wakil unsur pembangun ideal.

Kata kunci : Bilangan bulat Gauss (β„€[𝐒]), Ideal Utama

 

I , Bilangan Bulat Gauss Modulo (℀𝐦[𝐒]).

PENDAHULUAN

Gelanggang bilangan bulat Gauss merupakan salah satu sistem matematika yang dibentuk dari gelanggang bilangan bulat. Himpunan bilangan bulat Gauss dipelopori oleh Carl Friedrich Gauss pada tahun 1832. Dia memperoleh Teorema Resiprositas Kuartik melalui pendekatan β€œwhole complex numbers”. Whole complex number didefinisikan oleh Carl Freidrich Gauss sebagai abi dengan 𝒂, 𝒃 𝝐 β„€. Pada saat itulah whole complex number, yang sekarang ini dinamakan himpunan bilangan bulat Gauss β„€[π’Š].

Himpunan bilangan bulat Gauss didefiniskan β„€[π’Š] = {𝒂 + π’ƒπ’Š|𝒂, 𝒃𝝐℀} dengan 1

iο€½ ο€­ . Jelas bahwa himpunan bilangan bulat Gauss tersebut tertutup terhadap operasi tambah dan kali. Dapat ditunjukkan bahwa β„€[π’Š] merupakan daerah integral (Muchlis dan Astuti, 2007:8.3). Himpunan bilangan bulat Gauss merupakan daerah integral yang

(2)

FIBONACCI Jurnal Pendidikan Matematika & Matematika

98

memenuhi algoritma pembagian, yang dikenal sebagai daerah Euclid (Irving, 1952:248).

Himpunan bilangan bulat Gauss merupakan daerah integral yang memenuhi algoritma pembagian, yang dikenal sebagai daerah euclid. Dalam menelaah struktur daerah euclid dari diperlukan fungsi norm N yang didefinisikan sebagai berikut.

𝑁:β„€[π’Š]βˆ’{𝟎}β†’ β„€πŸŽ = {𝟎, 𝟏, 𝟐, …} π‘Ž + 𝑏𝑖 β†’ π‘Ž2 + 𝑏2.

Telah diketahui bahwa β„€[π’Š] merupakan daerah Euclid maka β„€[π’Š] juga merupakan daerah ideal utama(Muchlis dan Astuti, 2007: 11.8). Sehingga, setiap ideal dari β„€[π’Š]

dibangun oleh satu unsur(Muchlis dan Astuti, 2007: 10.4). Artinya jika I ideal dari β„€[π’Š]

maka I ο€½ n untuk suatu 𝑛 πœ– β„€[π’Š].

Misalkan π‘š πœ– β„€+, gelanggang bilangan bulat Gauss modulo (β„€[π’Š])π’Ž merupakan salah satu gelanggang yang dikontruksi dari β„€[π’Š] . Himpunan bilangan bulat Gauss modulo dapat didefinisikan sebagai

  

i



m ο€½



abi a b| , οƒŽ



dengan iο€½ ο€­1 . Jelas bahwa himpunan

  

i



m tertutup terhadap operasi tambah dan kali. Dapat ditunjukkan pula bahwa

  

i



m merupakan gelanggang komutatif.

Perhatikan m

 

i dengan mοƒŽ  yang juga merupakan sistem matematika yang dikonstruksi dari

 

i . Himpunan ini didefnisikan sebagai m

 

i ο€½



abi a b| , οƒŽ



dengan iο€½ ο€­1. Himpunan m

 

i dilengkapi dengan operasi tambah dan kali yang didefinisikan sebagai berikut. Untuk setiap v w, οƒŽ m

 

i , dengan vο€½ a bi w, ο€½ c di,



abi

 

 cdi

   

:ο€½ ac  bd i



dan



abi



cdi

 

:ο€½ acο€­bd

 

 adbc i



.

Jelas bahwa himpunan m

 

i tertutup terhadap operasi tambah dan kali. Dapat ditunjukkan bahwa m

 

i merupakan gelanggang komutatif. Dimiliki bahwa Gelanggang m

 

i isomorf dengan gelanggang

  

i



m .

Misalkan mοƒŽ  dan I ideal dari m[ ]i . Karena m[ ]i berhingga maka banyaknya unsur di I berhingga. Sehingga ideal I dibangun secara hingga. Lema 1.1 menyatakan bahwa banyaknya unsur pembangun dari I dapat direduksi. Akibatnya ideal dari m[ ]i dapat dibangun oleh satu unsur.

(3)

Volume 1 No.1 JULI 2015

99

Lema 1.1. Misalkan I ideal dari m[ ]i . Jika I ο€½ x x1, 2,...,xnο€­1,xn dengan nο€Ύ2 maka I ο€½ x x1, 2,...,xnο€­2, 't untuk suatu t'οƒŽ m[ ]i . Lebih jauh I dibangun oleh satu unsur. (Rosiyanti, 2014).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Misalkan I ο€½ x ideal dari m[ ]i dengan x ο€½ a bi, 0ο‚£a b, ο‚£m. Jika xο€½ a bi faktor dari m maka x dinamakan wakil unsur pembangun ideal. Teorema 2.1 menyatakan bahwa setiap ideal di m[ ]i dibangun oleh suatu wakil unsur pembangun ideal. Cara pembuktian yang dilakukan didapat sendiri dan berbeda dengan hasil yang sama yang ditulis dalam artikel lain.

Teorema 2.1. Jika I ideal dari m[ ]i maka terdapat wakil unsur pembangun ideal nο€½ a bi, sehingga I ο€½ n dengan 0ο‚£a b, ο‚£m dan



a bi



faktor dari m .

Bukti. Misalkan I ideal dari m[ ]i . Berdasarkan Lema 1.1, diperoleh I ο€½ n dengan nο€½ a bi. Pandang hubungan antara abi dan mdi [ ]i sebagai berikut.

(1) Jika a bi m | maka nο€½ a bi adalah wakil unsur pembangun ideal.

(2) Jika asumsikan a bi m | . Misalkan gcd



a bi m ,



ο€½t dengan t ο€½ t1 t i2 . Karena N t

 

ο‚£m2 maka t1 ο‚£m t, 2 ο‚£m. Akibatnya terdapat t'ο€½ t1' t i2' , dengan 0ο‚£t t1', '2 ο‚£m, sehingga gcd



a bi m ,



ο€½t'. Menurut Teorema Bezout terdapat x y, οƒŽ

 

i , sehingga dapat ditulis



a bi x



myο€½t'. Pandang di

m[ ]i sehingga



abi x



ο€½t'. Akibatnya t' οƒŒ abi . Karena

 

gcd a bi m , ο€½t'maka t a bi' |  dan t' |m, sehingga



a bi



 ο€½m t v'



w



,

untuk suatu v w, οƒŽ

 

i . Pandang di m[ ]i , diperoleh



a bi



ο€½t v'



w



.

Akibatnya abi οƒŒ t' . Jadi I ο€½ t' dengan t' merupakan wakil unsur pembangun ideal. ο‚ 

(4)

FIBONACCI Jurnal Pendidikan Matematika & Matematika

100

Sebagai contoh dari Teorema 2.1, perhatikan bahwa ideal dari 4[ ]i adalah 1i , 0 , 2 , 2 2 , 1 i . Hasil penelitian ini bermanfaat guna menambah referensi mengenai ideal bilangan bulat Gauss modulo dan sebagai referensi pada matakuliah aljabar abstrak.

DAFTAR PUSTAKA

Irving, R.S. (2000). Integers, Polynomials and Rings. New York: Springer.

Muchlis, A dan Astuti, Pudji. (2007). Aljabar 1. Jakarta: Universitas Terbuka.

Rosiyanti, Hastri. (2014). β€œPembangun Bilangan Bulat Gauss Modulo”. BIAStatistics.

Departemen Statistika Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjajaran. ISSN 1907-6274.

Referensi

Dokumen terkait

ISSN 0081-2455 Contents- lnhoud Introduction, present status and control of alien species at the Prince Edward is- lands, sub-Antarctic The arrival, establishment and control of

Prabowo, Rahmat Sulaksono., 2018, β€œPengaruh Penambahan Inhibitor Organik Ekstrak Buah Bintaro Cerbera Manghas terhadap Efisiensi Inhibisi dan Laju Korosi Pada Baja Jis G3131 di