• Tidak ada hasil yang ditemukan

Yesus memberi makan 5000 orang - MEDIA SABDA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Yesus memberi makan 5000 orang - MEDIA SABDA"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

Yesus memberi makan 5000

orang

Alkitab untuk Anak-anak

memperkenalkan

(2)

Allah menunjuk kepada Tuhan dalam Alkitab.

Penulis: Edward Hughes

Digambar oleh : Janie Forest Disadur oleh: Ruth Klassen

Diterjemahkan oleh: Widi Astuti Diproduksi oleh: Bible for Children

www.M1914.org

©2010 Bible for Children, Inc.

Ijin: Saudara mempunyai hak untuk mengkopi atau mencetak cerita ini, sepanjang tidak untuk dijual.

(3)

Pemimpin-pemimpin agama (disebut orang-orang Farisi) berkata

bohong tentang

Yesus.

(4)

Bahkan beberapa diantara mereka

mencoba untuk membunuh Yesus.

(5)

Mereka tidak percaya bahwa Dia sungguh- sungguh Allah.Anak

(6)

Mereka tidak menerima Dia meskipun Dia melakukan

banyak …

(7)

… mujizat yang membuktikan bahwa Dia adalah Anak

Allah.

(8)

Suatu hari, Yesus menyeberangi Danau Galilea.

(9)

Mungkin Dia membutuhkan sedikit istirahat dari banyak orang yang selalu berkumpul mengelilingi Dia.

(10)

Tetapi orang banyak itu dengan segera menemukan Dia. Mereka tahu bahwa Yesus melakukan mujizat- mujizat besar.

Mereka ingin berada bersama

dengan Dia.

(11)

Yesus memimpin murid-muridNya untuk naik ke atas gunung dan duduk disitu dimana Dia

duduk untuk mengajar.

(12)

Banyak dan lebih banyak lagi orang yang datang. Waktu

makan malam segera tiba.

Setiap orang pastilah

merasa lapar.

(13)

Yesus melihat kumpulan orang banyak itu. “Dimanakah kita akan membeli roti, supaya

mereka ini mendapat makan?”

(14)

Dia bertanya kepada Filipus. Di

sekitar itu tidak ada tempat untuk membeli makanan. Rencana

apa yang akan dilakukan Yesus?

(15)

“Pastilah membutuhkan uang banyak untuk memberi makan semua orang ini,” jawab Filipus kepada Yesus. Yesus dan murid-muridNya tidak mempunyai

cukup uang.

(16)

Murid yang lain, Andreas (saudara Simon Petrus) berkata kepadaNya: “Di sini ada seorang anak,

yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan, …”

(17)

“… tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”

(18)

Andreas tidak tahu bagaimana

makan siang si anak kecil itu bisa cukup untuk memberi makan orang

sebanyak itu - meskipun si anak laki- laki itu ingin memberikan

makan

siangnya kepada Yesus.

(19)

Yesus menjawab, “Suruhlah orag-

orang itu duduk.” Jadi, orang banyak itu duduk, berkelompok-kelompok

sekitar lima ribu orang.

(20)

Wow! LIMA RIBU ORANG! Itu tidak termasuk perempuan dan anak-anak yang

bergabung disana

juga.

(21)

Kemudian, Yesus mengambil roti jelai dan ikan itu. Anak

laki-laki kecil itu pastilah percaya kepada

Yesus.

(22)

Dia tidak tahu mengapa Yesus membutuhkan makan

siangnya, atau apa yang akan dilakukan Yesus dengan makan siangnya

itu.

(23)

Mungkin dia berpikir, “Jika aku

memberikan bekal makan siangku, aku tidak akan bisa

makan.” Tetapi ia

memberikannya juga kepada

Yesus.

(24)

Kemudian, Yesus berdoa. Dia

mengucap syukur kepada Tuhan.

Untuk lima roti jelai dan dua

ikan? Yeah! Yesus

“Mengucap syukur”

kepada Tuhan dan memohon

Dia memberkati makanan itu.

(25)

Sesudah berdoa, Yesus memberikan roti itu kepada

murid-muridNya untuk dibagikan

kepada orang banyak itu. Itulah saat

orang-orang itu melihat mujizat yang dilakukan Yesus.

(26)

Masing-masing orang makan sebanyak

yang mereka inginkan.

Sekarang

roti jelai dan ikan-ikan itu berguna.

(27)

Setelah semua orang makan, masih banyak roti dan ikan yang tersisa.

“Kumpulkan potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada

yang terbuang.”

(28)

Yesus berkata kepada murid-muridNya.

(29)

Mereka mengisi dua belas keranjang dengan potongan-potongan dari

kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.

(30)

Pada hari itu, Yesus memberi makan 5000 orang dengan bekal

makan siang seorang anak laki-laki kecil.

(31)

Di waktu lain, Dia memberi makan 4000 orang dengan tujuh roti

jelai dan sedikit ikan. Ketika orang orang biasa melihat

tanda-tanda itu, mereka tidak

marah seperti

orang-orang Farisi.

(32)

Malahan mereka berkata, “Dia ini adalah benar-benar nabi

yang akan datang ke dalam dunia.”

(33)

Yesus memberi makan 5000 orang

satu cerita dari Firman Tuhan, Alkitab, terdapat dalam

Yohanes 6

“Jika tersingkap, firman-firmanMu memberi pengertian.” Mazmur 119:130

(34)

TAMAT

(35)

Cerita Alkitab ini mengatakan pada kita tentang Allah kita yang hebat yang telah menciptakan

kita dan ingin kita mengenal Dia.

Allah tahu kita telah berbuat hal yang buruk, yang Ia sebut dosa. Hukum dosa ialah maut, tapi

Allah sangat mengasihi kita. Ia mengutus putraNya, Yesus, untuk mati di kayu salib dan dihukum karena dosa-dosa kita. Kemudian Yesus

hidup kembali dan pergi ke Surga! Jika kamu percaya pada Yesus dan minta Dia mengampuni

dosa-dosamu, Ia akan melakukannya! Ia akan datang dan tinggal di dalammu sekarang, dan

kamu akan hidup bersama Dia selamanya.

(36)

Jika kamu ingin berbalik dari dosa-dosamu, katakan ini pada Allah:

Allah yang baik, aku percaya bahwa Yesus telah mati untukku dan sekarang hidup kembali.

Datanglah dalam hidupku dan ampunilah dosa- dosaku, agar aku dapat memiliki hidup yang baru sekarang, dan suatu saat nanti pergi bersamaMu

selamanya. Tolonglah aku untuk hidup bagiMu sebagai anakMu. Amin.

Bacalah Alkitab dan berbicaralah pada Allah setiap hari! Yohanes 3:16

Referensi

Dokumen terkait

Proses memberi pengertian atau pemaknaan ini dapat melalui komunikasi maupun teladan/tindakan, contoh : jika ingin anak disiplin maka orang tua dapat memberi teladan kepada si

Meskipun tahu bagaimana kepandaian si anak muda tadi, tapi karena melihat pemuda itu tak mirip dengan orang gagah, kedua poh-piau itu cepat mencabut golok, tanyanya ; “Mau apa

Meskipun jengkel melihat tingkah kesombongan pemuda bermuka pucat itu namun sebagai orang yang tahu seluk beluk ilmu silat Lestari harus mengakui bahwa ilmu pedang si pemuda

Mereka telah memberi makan para remaja itu piza sekitar satu jam yang lalu, dan anak-anak tersebut menggunakan bensin untuk menggosok mobil dan saling menyemprot

Mengapa itu perlu diterapkan di usia anak sekarang, hal ini disebabkan semua anak-anak memlikiki rasa ingin tahu yang kuat, anak-anak zaman sekarang harus di kenalkan

Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari tahu gambaran kejadian picky eating pada anak usia pra-sekolah dan gambaran perilaku makan ibu,

Tapi misalnya kalau memang orang tua bisa menanyakan: sepertinya sedang tidak enak, bertanya dengan cara yang memang memberikan kenyamanan, itu akan membuat anak lebih bisa mengaku,

ABSTRAK Stress dapat dialami siapa saja, tidak hanya dialami oleh orang dewasa stress juga dapat di alami oleh anak. Anak usia sekolah lebih rentan terhadap stress yang dipicu oleh adanya stimulasi dari orang tua yang menekan anak dengan berbagai kegiatan belajar untuk memenuhi obsesi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan Tingkat Stress Dengan Pola Makan Anak Usia Sekolah. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. populasi dalam penelitian ini sebanyak 300 responden dan sampelnya sebanyak 32 responden dengan teknik total sampling. Variabel Independen Tingkat Stress, variabel dependent Pola Makan Anak Usia Sekolah. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, analisa data menggunakan uji statistik Spearman Rank. Dari hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar responden mengalami stress ringan sebanyak 24 responden (75%) dan sebagian besar responden memiliki pola makannya baik sebanyak 24 responden (75%) sedangkan sebagian kecil responden mengalami stress sedang sebanyak 8 responden (25%) dan sebagian kecil responden memiliki pola makannya cukup sebanyak 8 responden (25%). Hasil uji statistik didapatkan p value = 0,01 jadi p< α, 0,01<0,05 sehingga H1 diterima, artinya ada Hubungan Tingkat Stress Dengan Pola Makan Anak Usia Sekolah Kelas 5 Dan 6 Di SDN Mancar 3 Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang analisa data menggunakan uji statistik Spearman Rank. Orang tua memberikan makanan bergizi dan memperkenankan anak untuk mengutarakan makanan yang diinginkan dengan jumlah yang mereka inginkan dan Pihak sekolah juga harus berpartisipasi dalam meningkatkan partisipasi program sarapan dan makan siang di sekolah dengan pemberian nutrisi yang tepat. Kata kunci: Tingkat Stress, Pola Makan, Anak Usia