• Tidak ada hasil yang ditemukan

Zaki Azmirrijali Tugas ke 3 (Pertemuan 4)

N/A
N/A
Zaki Azmirrijali

Academic year: 2025

Membagikan "Zaki Azmirrijali Tugas ke 3 (Pertemuan 4)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ANTARA BAHASA, LOGIKA, MATEMATIKA DAN STATISTIKA

Nama : Zaki Azmirrijali

NIM : 23201021004

Tugas : Resume

Mata Kuliah : Filsafat Ilmu

Manusia adalah makhluk yang terkenal dengan pemikirannya. Namun, ternyata tidak hanya berfikir, melainkan juga membuat alat. Oleh karena itu, selain sebagai Homo Sapiens, manusia juga disebut dengan Homo Faber. Dalam mengembangkan pengetahuannya, manusia membutuhkan sebuah alat. Alat sendiri bisa disebut dengan sarana. Dalam berfikir ilmiah, diperlukan juga sebuah sarana ilmiah. Lantas, apakah sarana yang dibutuhkan dalam berfikir ilmiah? Dalam buku yang di resume ini, yaitu karya Jujun S. Suriasumantri ini, terdapat empat sarana yaitu bahasa, logika, matematika dan statistika. Kesemuanya tentu memiliki peran penting dalam berfikir ilmiah dan memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing yang saling melengkapi.

Sarana yang pertama adalah bahasa. Disini, bahasa merupakan alat berpikir dan alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan jalan pikiran. Dalam hal ini, Bahasa dimaknai juga sebagai sebuah simbol yang digunakan untuk menyebutkan sesuatu. Bahasa memungkinkan manusia untuk berpikir secara abstrak dimana obyek-obyek yang faktual dan ditransformasikan menjadi sebuah simbol Bahasa yang bersifat abstrak juga. Perubahan sebuah objek faktual menjadi simbol abstrak yang diwujudkan lewat perbendaharaan kata ini dirangkaikan oleh tata bahasa untuk mengemukakan suatu jalan pikiran atau ekspresi perasaan.

Jadi disini, bahasa memiliki dua aspek yaitu aspek informatif dan emotif. Informatif berarti memberikan informasi. Sedangkan emotif adalah menggambarkan perasaan yang sedang dialami. Maka disini kita juga bisa menilai bahwa bahasa mengkomunikasikan tiga hal yaitu buah pikiran, perasaan, dan sikap.

Bahasa memang penting dalam menyampaikan suatu hal. Baik itu yang bersifat informatif ataupun emotif. Baik itu buah pikiran, perasaan maupun sikap. Hanya saja, bahasa memiliki kekurangan. Kekurangan pertama, dalam menyampaikan suatu hal yang ilmiah, tentunya kita ingin menghidari sebuah hal yang berkaitan dengan perasaan. Atau disini kita menyebutnya dengan unsure motif dan afektif. Namun, kenyataannya kita tidak bisa menghindari hal tersebut. Kekurangan kedua adalah bahasa tidak memiliki arti yang jelas dan eksak. Hal ini menyebabkan munculnya banyak tafsir terhadap suatu pernyataan, sehingga menimbulkan banyaknya salah tafsir juga mengenai suatu hal. Atau tidak sesuai denga napa yang dimaksudkan oleh orang yang mengeluarkan sebuah pernyataan. Kekurangan ketiga adalah bahasa sering berputar-putar dalam mempergunakan kata-kata terutama dalam memberikan definisi. Kekurangan yang lain adalah bahasa sering bersifat emosional.

Sarana kedua adalah logika. Dimana secara ilmiah diperlukan dua logika yaitu logika deduktif dan induktif. Logika deduktif sendiri disampaikan melalui matematika. Matematika sendiri adalah sarana ketiga, dimana matematika berusha menutupi kekurangan bahasa yaitu

(2)

berusaha untuk menjelaskan dengan eksak. Matematika memiliki bahasa tersendiri yang lebih tegas, jelas dan eksak, namun sedikit rumit. Matematika adalah bahasa yang berusaha untuk menghilangkan sifat kubur, majemuk, dan emosional dari bahasa verbal. Perbedaan dari matematika dan bahasa verbal adalah matematika menggunakan bahasa numerik, yang artinya matematika menjelaskan suatu objek secara kuantitatif. Sedangkan bahasa verbal dengan kualitatif.

Matematika sendiri juga masih memiliki kekurangan, yaitu tidak menggunakan logika induktif. Maka untuk menyeimbangkannya, diperlukan ilmu statistika. Statistika sendiri adalah ilmu yang menjadi sarana dalam logika induktif. Jika deduktif adalah proses penarikan kesimpulan secara tertentu dengan premis-premis yang telah ditetapkan, logika induktif jauh berbeda dengan hal tersebut. Logika induktif berusaha untuk menarik peluang dari premis- premis baru yang muncul. Atau bisa dibilang, logika induktif adalah secara umum, sedangkan logika induktif secara khusus. Maka disini untuk mendapatkan data valid, matematika tidak bisa berdiri sendiri, masih memerlukan statistika sebagai data tambahan.

Dari sini dapat kita lihat bahwa sarana ilmiah ini penting. Bahasa berguna sebagai penyampai jalan pikiran. Matematika bermanfaat dalam pengambilan logika deduktif.

Sedangkan statistika menjelaskan dengan logika induktifnya. Semuanya saling mengisi kekurangan yang ada. Maka, sarana ilmiah ini perlu adanya dalam proses berfikir ilmiah.

Kesemuanya ini biasa kita gunakan dalam metode ilmiah.

Referensi

Dokumen terkait