• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PENGAWASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "STRATEGI PENGAWASAN"

Copied!
71
0
0

Teks penuh

Report on On-Site Training/Workshop on Capacity Building for Integrating Fisheries and Habitat Management and Fishing Capacity Management, Medan-North Sumatera Province, Indonesia, 19-22 July 2010 by the Southeast Asian Fisheries Secretariat Development Center ( SEAFDEC). Report on On-Site Training/Workshop on Capacity Building for Integrating Fisheries and Habitat Management and Fishing Capacity Management, Medan-North Sumatera Province, Indonesia, 19-22 July 2010, Southeast Asian Fisheries Development Center.

INTRODUCTION

The on-site training/workshop was officially opened by the Director General of Capture Fisheries, Ministry of Marine Affairs and Fisheries, represented by the Director of Fishing Vessels and Fishing Gear. He wished that this on-site training can motivate the fishermen at all levels to manage fish resources and habitats to achieve sustainable fishing.

BACKGROUND AND INTRODUCTION OF THE ON-SITE TRAINING

RESOURCE PRESENTATION

The existence of bureaucratic obstacles / limitations of the budget in the control and supervision in the field of fisheries;. Importation of fishery products from neighboring countries entering the Belawan fishing port may harm the fishing activities in the port.

RECOMMENDATION

Belawan Fishing Port, Medan is one of the largest and busiest fishing ports in Sumatra, also one of the main fishing ports in Indonesia. The Belawan Fishing Port has the main objective to facilitate the production and marketing of fishery products in North Sumatra, especially in Medan and surrounding areas, to exercise control over the use of fish resources for conservation (sustainability of fisheries) and the smooth operation of fishing boats and port services.

CLOSING OF THE ON-SITE TRAINING

He is also determined to improve the quality of excellent service at the fishing ports and make the fishing harbor a center of fishing information. Sondang Simanjuntak Regency Office of Marine and Fisheries of Sergei Bende Rukun DS XIII Tanjung Beringin-Sergei.

This on-site training/workshop should be an important input in the process to initiate the steps to be taken to improve fisheries management to achieve long-term sustainability of fisheries and reduced vulnerability to climate change impacts. Therefore, I again hope that all participants will participate actively in the discussion sessions and exchange opinions based on the information provided as well as experiences from other countries.

The meeting emphasized the need for capacity building, through on-site training for local communities in the. The possibility of establishing larger management areas (refugia) in the Andaman Sea based on existing smaller management schemes should be explored. As a step in this direction, a process has been initiated to develop a fishing vessel record and inventory in Southeast Asia as well as in the Gulf of Thailand Sub-region.

Provide capacity building on MCS at national, provincial and local level and build on the "vessel record and inventory" and "port monitoring" forms and in the process provide input to the survey forms to enter required information, as available. In the process of training and awareness more emphasis on the needs of the local communities, e.g. In addressing the need for capacity building through on-the-ground training for local communities in the Andaman Sea sub-region and in the process recognizing the need to ensure improved understanding among government agencies on aspects of local knowledge and local organizations as applied in community-based governance of fisheries.

Dyah Harini, SH Bagian Hukum dan Organisasi, DJPT (Pejabat Hukum dan Organisasi, DJBC, KKP Indonesia). Status sumber daya ikan tenggiri (Rastrelliger spp.) dan jenis ikan terkait lainnya di perairan Selat Malaka dan sekitarnya (migrasi, pemijahan, dll). Status ikan tenggiri dan jenis-jenis sejenisnya di Selat Malaka dan sekitarnya). Panglima Laot Aceh dalam mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan (peran dan pengalaman Panglima Laot Aceh dalam mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan).

Pada tahun 1993, konversi hutan mangrove menjadi budidaya udang mencapai sekitar 7% dari total hutan mangrove di Provinsi Sumatera Utara (McPadden, 1993). Pada tahun 1989, diperkirakan BOD dari sampah domestik di wilayah pesisir Indonesia, Malaysia dan Singapura adalah 5.014 ton/hari. Kadar logam yang tinggi juga ditemukan di sedimen Sungai Pakning di Provinsi Riau, yang merupakan lokasi penyulingan minyak, eksploitasi minyak lepas pantai, dan aktivitas transportasi utama.

Belum ada penelitian atau informasi mengenai siklus bahan kimia tersebut, namun kemungkinan besar sebagian besar akan terbawa ke sungai dan dibuang ke lingkungan pesisir dan muara di Selat Malaka.

Serangkaian pertemuan teknis: Kelompok Kerja Teknis Pengelolaan Kapasitas Perikanan di La Jolla, AS, 15-18 April 1998; Konsultasi FAO di Roma, 26-30 Oktober 1998; sebelum pertemuan persiapan pada 22-24 Juli 1998 dan Konferensi Internasional FAO tentang Kapasitas Penangkapan Ikan tahun 1999 di Meksiko. Puncaknya terjadi pada sesi COFI tahun 1999 yang mengadopsi “Rencana Aksi Internasional (IPOA) untuk Pengelolaan Kapasitas Penangkapan Ikan”. Pendekatan DEA dalam manajemen kapasitas perikanan bertujuan untuk menghitung efisiensi ekonomi, kapasitas, kapasitas pemanfaatan, kapasitas modal.

Mencari dan memperoleh dukungan dari organisasi regional/internasional dengan mengembangkan kerja sama regional yang dapat menyelaraskan kapasitas penangkapan ikan. Bertugas mengumpulkan dan mengevaluasi kapasitas penangkapan ikan di setiap WPP berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Pusat dan daerah. Eksploitasi sumber daya perikanan Tujuan: untuk menghitung kapasitas penangkapan ikan skala kecil yang beroperasi di Teluk Pelabuhanratu.

PEMERIKSAAN AWAL SAAT MENENTUKAN ALOKASI DAN KETENTUAN HUKUM PERIKANAN ATAU PENGELOLAAN PERIKANAN TENTUNYA. Peraturan Menteri KPp No. PER.08/MEN/2008 tentang Penggunaan Alat Penangkapan Ikan (GILL NET) di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya dugaan tindak pidana penangkapan ikan, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan penangkapan ikan.

Menerapkan sistem dan persyaratan agar ikan yang ditangkap tidak berasal dari IUU fishing; mengendalikan kapal penangkap ikan masing-masing negara anggota yang beroperasi di wilayah perairan dan ZEE negara anggota RPOA lainnya;

Kapal penangkap ikan berbendera Indonesia dan kapal pengangkut ikan yang beroperasi di laut lepas wajib mendaratkan ikan tangkapannya di pelabuhan pangkalan yang telah ditentukan. Orang atau badan hukum Indonesia yang melakukan penangkapan ikan dan/atau pengangkutan ikan di laut lepas. Kapal penangkap ikan berbendera Indonesia dan kapal pengangkut ikan berbendera Indonesia yang menangkap dan/atau mengangkut ikan di laut lepas.

Setiap orang atau badan hukum Indonesia yang akan melakukan penangkapan ikan dan/atau pengangkutan ikan di laut lepas wajib terlebih dahulu memperoleh SIUP. Rencana spesies sasaran dan produksi penangkapan ikan di laut lepas untuk setiap kapal penangkapan ikan; Setiap kapal penangkap ikan dan kapal pengangkut ikan berbendera Indonesia yang beroperasi di laut lepas harus terdaftar pada Badan Pengelola Perikanan Daerah dan diberi tanda.

There is a plan for the completion of the Transboundary Diagnostic Analysis (TDA) and an ongoing update. These water masses move south and leave the Andaman Sea in the wide area between the south of the Andaman Islands and Sumatera. Another surface water body enters the Andaman Sea from the northeast side of the Malacca Strait.

This gyre blocks the outflow of the Malacca Strait over part of its entire width. During SW Monsoon, the surface water masses enter the Andaman Sea over a long stretch from Cape Negrais to the north of Nicobar Islands. The outflow of the Andaman surface water is concentrated between the south of the Nicobar Islands and Sumatera.

Indeks kelimpahan total pelagis kecil dan indeks kelimpahan ikan banyar dan ikan terbang tinggi di Selat Malaka. Ikan banyar dan ikan flathead yang ditangkap di Selat Malaka didominasi oleh ikan yang sudah matang gonad dan akan memijah. Musim pemijahan ikan banyar di perairan Selat Malaka pada tahun 2003–2004 terjadi pada bulan Mei–Oktober dan Desember–Maret.

Daerah pemijahan ikan banyar dan ikan terbang di Selat Malaka konon berada di bagian utara sepanjang garis isoglobin sepanjang 200 meter. Nilai Lm ikan banyar di perairan Banda Aceh (laut dalam) dan timur laut Sabang (20 cm). Nilai Lm ikan banyar dan ikan layang pipih (16 cm) tidak mengalami perubahan dari tahun ke tahun.

Foto jenis-jenis ikan pelagis kecil
Foto jenis-jenis ikan pelagis kecil

Setelah dilengkapi dengan sistem SIPI dan/atau SIKPI, kapal perikanan Indonesia dapat menangkap dan/atau mengangkut ikan di wilayah laut lepas dimana Indonesia menjadi anggota organisasi pengelolaan perikanan daerah. fotokopi tanda registrasi kapal atau log book kapal penangkap ikan dengan gambar asli yang terlihat dan disetujui oleh pejabat yang berwenang; Kapal penangkap ikan berbendera Indonesia dan kapal pengangkut ikan yang beroperasi di laut lepas wajib menerima, membantu kelancaran pelaksanaan tugasnya dan menjaga keselamatan petugas pengawas di atas kapal penangkap ikan (pengamat di kapal) dan petugas inspeksi di kapal. kapal penangkap ikan, kapal (inspektur di kapal).

Setiap kapal penangkap ikan yang mempunyai izin melakukan penangkapan ikan di laut lepas harus dilengkapi dengan vessel monitoring system (VMS). Kapal perikanan yang didaftarkan diberi nomor urut registrasi dan dicatat dalam Buku Induk Kapal Perikanan. Registrasi kapal perikanan digunakan untuk memenuhi persyaratan penerbitan SIPI/SIKPI, kecuali kapal perikanan berukuran di bawah 5 GT;

Buku kapal penangkap ikan dibuat 2 (dua) rangkap, aslinya diberikan kepada pemilik kapal dan salinannya disimpan oleh instansi sesuai dengan kewenangannya; Kapal Perikanan yang telah dilengkapi Buku Kapal Penangkapan Ikan dan SIPI/SIKPI diberikan tanda pengenal kapal Perikanan; Tanda pengenal kapal perikanan dicat hitam dengan ukuran 150 cm x 40 cm, tinggi huruf/angka 25 cm (jika kurang dari 20 karakter) atau tinggi 20 cm (jika lebih dari 20 karakter).

Selain mendapat tanda pengenal kapal perikanan, kapal ikan Indonesia yang beroperasi di wilayah Organisasi Pengelola Perikanan Daerah dapat diberi tanda khusus sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Organisasi Pengelola Perikanan Daerah.

Ω Panglima Laot Lhok dipilih melalui musyawarah oleh operator kapal atau nelayan di Lhok masing-masing. Ω Panglima Laot kabupaten/kota atau nama lain yang dipilih dalam musyawarah Panglima Laot Lhok di wilayah kabupaten/kota. Ω Panglima Laot Aceh atau nama lain yang dipilih dalam musyawarah kabupaten/kota Panglima Laot se-Aceh.

Laot Lhok Struktur sidang hukum adat; 3 orang penasehat, 1 orang Panglima Laot sebagai ketua sidang, 3 orang staf Lembaga sebagai anggota dan 1 orang sekretaris yang bukan anggota. Lembaga Dengar Pendapat Hukum Adat Laot, struktur kabupaten/kota; Pembina sebanyak 3 orang, Panglima Laot sebagai ketua sidang, seluruh Panglima Laot Lhok sebagai anggota dan 1 orang sekretaris yang bukan anggota. Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, seperti tugas Panglima Laot Lhok yang bersifat transversal lho, menyelesaikan perselisihan antar Panglima Laot Lhok lho.

Gambar

Foto jenis-jenis ikan pelagis kecil
Gambar 9b.  Nilai GI bulanan R. kanagurta betina di S. Malaka  (Mei 03 - Okt. 04)0.00

Referensi

Dokumen terkait

The negative prognostic impact of cardiac dysfunction in people living with HIV is reflected by a median survival to AIDS-related death of 101 days in patients with cardiomyopathy