Asam Sitrat Dan Asam Oksalat

Top PDF Asam Sitrat Dan Asam Oksalat:

ANALISIS ASAM SITRAT DAN ASAM OKSALAT DALAM BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) MENGGUNAKAN HPLC C-18 FASE TERBALIK

ANALISIS ASAM SITRAT DAN ASAM OKSALAT DALAM BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) MENGGUNAKAN HPLC C-18 FASE TERBALIK

Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengetahui ekstraksi asam organik dari sampel biji kopi; (ii) mengetahui kondisi pemisahan optimum untuk pemisahan asam oksalat dan asam sitrat menggunakan HPLC fase terbalik; (iii) mengetahui karakteristik linearitas, sensitivitas, resolusi, dan limit deteksi dalam pemisahan asam oksalat dan asam sitrat menggunakan HPLC fase terbalik; (iv) mengetahui asam sitrat dan asam oksalat dalam ekstrak kopi dapat dipisahkan menggunakan HPLC fase terbalik; (v) mengetahui kadar asam sitrat dan asam oksalat dalam ekstrak biji kopi yang dipisahkan menggunakan HPLC fase terbalik.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

EKSTRAKSI ASAM SITRAT DAN ASAM OKSALAT : PENGARUH KONSENTRASI SOLUT TERHADAP KOEFISIEN DISTRIBUSI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

EKSTRAKSI ASAM SITRAT DAN ASAM OKSALAT : PENGARUH KONSENTRASI SOLUT TERHADAP KOEFISIEN DISTRIBUSI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Pemisahan endapan Mg(OH)2 dilaksanakan dengan saringan vakum. Pencucian endapan pertama dengan air laut, lalu dengan air bersih untuk menghilangkan kandungan NaCl. (kandungan NaCl didalam endapan selalu dipantau). Pembentukan larutan magnesium sulfat yaitu mereaksikan sejumlah tertentu endapan dengan larutan asam sulfat yang divariasi konsentrasinya untuk mendapatkan fraksi magnesium sulfat didalam larutan terletak pada kisaran antara 0,275 dan 0,48.

5 Baca lebih lajut

PEMBUATAN KRISTAL EPSOMITE DARI AIR TUA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PEMBUATAN KRISTAL EPSOMITE DARI AIR TUA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Limbah cair pabrik asam sitrat pada umumnya mengandung asam sitrat, asam oksalat, cukup tinggi akibat proses pengendapan calsium sitrat yang kurang sempurna. Proses ekstraksi cair-cair adalah salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk pengambilan kembali asam sitrat dan asam oksalat, baik pada proses pemisahan produk yang keluar dari fermentor maupun pada proses pengolahan limbah cairnya. Pada penelitian ini telah dilakukan pengkajian tentang ekstraksi asam sitrat dan asam oksalat dengan menggunakan trioctylamine sebagai extracting power dengan pelarut dodecane dan hexanol, dengan perbandingan berat 15 : 70 : 15. Ekstraksi pada berbagai konsentrasi solut dilakukan pada corong pemisah, yang penggojokannya dilakukan dengan bantuan automatic shaker yang di set pada kecepatan tertentu selama 2,5 jam. Rafinat dan ekstrak dipisahkan dengan corong pemisah, selanjutnya dianalisis kadar asam sitrat maupun asam oksalat dengan menggunakan HPLC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makin besar konsentrasi solute dalam diluen, makin besar koefisien distribusi dan persentase pemisahan baik untuk ekstraksi asam sitrat maupun asam oksalat. Pada ekstraksi asam sitrat menghasilkan koefisien distribusi dan persentase pemisahan yang terbesar berturut-turut 6,16 dan 93,90% pada perbandingan solven dan diluen 2,5 : 1 sedang untuk ekstraksi asam oksalat sebesar 22,20 dan 97,49% pada perbandingan solven dan diluen 2 : 1.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisis Efektivitas Asam Organik Dalam Melarutkan Batuan Fosfat Alam

Analisis Efektivitas Asam Organik Dalam Melarutkan Batuan Fosfat Alam

Reaktivitas Asam Organik Terhadap Pelepasan P batuan fosfat dalam tanah (Oxisol). Dosis batuan fosfat yang digunakan: 0, 100kg ha -1 , 200kg ha -1 , dan 300kg ha -1 . Tahap III: Uji Pengaruh Asam Organik dan Batuan Fosfat Terhadap Ketersediaan P Tanaman. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Hasil penelitian tahap I menunjukkan bahwa asam oksalat dan asam citrat mempunyai kemampuan yang tinggi dalam melepas P pada deposit Tuban, Gresik, Ciamis dan Pamekasan. Asam oksalat dan citrat selanjutnya dipakai sebagai bahan pelarut P dan digunakan untuk penelitian tahap II. Hasil penelitian tahapII menunjukkan bahwa asam oksalat dan asam sitrat belum mampu melepas P dalam larutan tanah (oxisol), sampai dosis 300kg ha -1 . Sedangkan hasil penelitian tahap III: Pada deposit Ciamis (300kg ha -1 ) dengan perlakuan asam sitrat mampu memberikan serapan P yang berbeda nyata dibanding dosis yang lebih rendah. Sedangkan pada deposit Cileungsi, Tuban dan Pamekasan terdapat interaksi antara dosis batuan fosfat dan perlakuan asam organik.Pada deposit Cileungsi interaksi terjadi antara dosis batuan fosfat pada asam oksalat dan asam sitrat. Pada deposit Tuban interaksi terjadi antara dosis 300kg ha -1 pada asam oksalat dan asam citrat. Sedangkan pada deposit Pamekasan interaksi terjadi mulai dosis 200kg ha -1 pada asam oksalat dan asam citrat Interaksi antara dosis batuan fosfat, asam oxalat dan asam sitrat terjadi pada deposit Tuban dan Pamekasan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

DI NAMI KA KELOMPOK PETANI JAMUR MERANG DAN HUBUNGANNYA TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI KECAMATAN WULUHAN KABUPATEN JEMBER

DI NAMI KA KELOMPOK PETANI JAMUR MERANG DAN HUBUNGANNYA TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI KECAMATAN WULUHAN KABUPATEN JEMBER

Penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial (RAL) 2 X 2 dengan tiga ulangan, faktor yang pertama dosis batuan fosfat yaitu 0 dan 300 kg/ha dan faktor kedua asam-asam organik yaitu asam oksalat (A1) dan asam sitrat (A2). Dari faktor pertama dan kedua diperlakukan pada masing-masing deposit batuan fosfat yaitu batuan fosfat deposit Ciamis (C), Cileungsi (L), Tuban (T) dan Pamekasan (P) diaplikasikan pada tanaman jagung dan Oxisol.

16 Baca lebih lajut

B08 Mekanisme Adaptasi Genotipe Baru Kedelai Dalam Mendapatkan Hara Fosfor dari Tanah mineral Masam

B08 Mekanisme Adaptasi Genotipe Baru Kedelai Dalam Mendapatkan Hara Fosfor dari Tanah mineral Masam

Pertanaman pada kondisi kahat P memperlihatkan genotipe 25EC mengeksudasikan asam oksalat dan malat, genotipe 13ED mengeksudasikan asam sitrat, sedangkan genotipe Slamet dan 19BE tidak m[r]

7 Baca lebih lajut

5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tanaman Kelapa

5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tanaman Kelapa

Asam oksalat telah dikenal pada abad XVII yang ada dalam wood sorrel (oxalis acetosella) dan dalam sour dock (rumex acetosa) sebagai garam pottasium. Untuk membuktikannya Carl W.Scheele pada tahun 1776 melakukan sintesa dengan cara mengoksidasi gula (glukosa) dengan asam sitrat. Pada tahun 1784 telah dibuktikan bahwa asam oksalat merupakan asam dari garam yang berasal dari jenis tanaman sorrel. (Kirk R.E, Orthmer, D.F, 1945)

20 Baca lebih lajut

Studi Perbandingan Nenas dan Kangkung dengan Konsentrasi Gum Arab terhadap Mutu Fruit Leather

Studi Perbandingan Nenas dan Kangkung dengan Konsentrasi Gum Arab terhadap Mutu Fruit Leather

Gum arab digunakan sebagai campuran minuman untuk mengurangi tekanan permukaan (surface tension) air dan stabilizer(Wikipedia, 2012).Gum arab bersifat netral, agak asam dalam bentuk garam, polisakarida dan kalsium. Gum arab memiliki sifat dapat mempertahankan flavor dari bahan yang dikeringkan hal ini dikarenakan gum arab mampu melapisi partikel flavor sehingga bahan terlindung dari oksidasi, evaporasi dan absorpsi air dari udara. Gum arab biasa digunakan sebagai pengikat aroma, penstabil dan pengemulsi (Koswara, 1995). Menurut Jackson (1995) viskositas dari larutan gum arab akan menurun dengan meningkatnya suhu dan pH. pH maksimal dari gum arab adalah 6.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

TAP.COM -   JURNAL PENDIDIKAN IPA INDONESIA - UNNES JOURNAL

TAP.COM - JURNAL PENDIDIKAN IPA INDONESIA - UNNES JOURNAL

Jadi pada bagian ini lebih ditekankan pem- bahasan mengenai masuknya glukosa ke dalam sel melalui protein karier spesifik yang terdapat pada membran sel. Kemudian setelah masuk ke dalam sel tepatnya di sitoplasma, glukosa akan mengalami proses glikolisis. Glikolisis merupa- kan reaksi pemecahan molekul glukosa (6 atom C) menjadi asam piruvat (3 atom C) yang ber- langsung secara anaerob dalam sitoplasma dan menghasilkan energi berupa 2 molekul ATP. Pada bagian ini akan dibahas reaksi glikolisis (10 langkah) secara mendetail yang melibatkan sejumlah enzim, koenzim dan kofaktor. Pada ba- gian ini ditekankan juga mengenai apa saja yang ditakakan enzim, koenzim dan kofaktor, yang ke- semua ini akan membantu jalannya reaksi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - BAB II LINTANG KARTIKO ASIH FARMASI'17

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - BAB II LINTANG KARTIKO ASIH FARMASI'17

Percobaan tersebut dilakukan dengan jalan tempe bongkrek diinokulasi dengan Bakteri P. cocovenenans dan ditambahkan 4 mL suspense spora R. Oligosporus. Pada salah satu diberikan tambahan 10% Asam Asetat atau 20% NaCl dan yang lainnya tidak diberi bahan tambahan apapun. Setelah itu, diinkubasi selama 48 jam pada suhu 30 0 C. kemudian tempe tersebut diujikan kandungan racunnya dengan metode kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC) (Buckel dkk., 1989). Setelah penelitian ini tidak ditemukan lagi penelitian- penelitian lebih lanjut tentang penghambatan pertumbuhan bakteri P. cocovenenans. Penelitian selanjutnya lebih ditekankan pada bagaimana mekanisme bakteri tersebut dapat menyebabkan keracunan. Pada penelitian yang dilakukan oleh Ross dkk (2014) dilakukan penelitian untuk mendapatkan gambaran umum tentang kemampuan toksogenik metabolisme sekunder strain P. cocovenenans dan untuk menyelidiki kontribusi metaboliknya terhadap interaksi jamur-bakteri, ia melakukan survei sistematis mengenai potensi biosintesisnya pada tingkat genomik dan kimia analitik.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI SEKAM PADI.

PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI SEKAM PADI.

Asam oksalat merupakan senyawa dikarboksilat yang atom-atom C nya mampu mengikat lebih dari satu gugus hidroksil. Asam ini mempunyai bentuk kristal rombis pyramid, tidak berwarna dan transparan, tidak berbau dan higroskopis. Asam oksalat mudah teroksidasi total dan oleh pengaruh panas yang tinggi akan terurai menjadi CO 2

5 Baca lebih lajut

Pembuatan Asam Oksalat dari Batang Eceng

Pembuatan Asam Oksalat dari Batang Eceng

Asam Oksalat yang mempunyai banyak kegunaan, antara lain untuk menetralkan kelebihan alkali pada pencucian dan sebagai bleaching, sebagai bahan pencampur zat warna dalam industri tekstil dan cat, dimana kebutuhannya sampai saat ini masih mengimpor dari luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Asam Oksalat yang terkandung dalam batang eceng gondok, metode yang digunakan adalah peleburan hemiselulosa (suatu polisakarida lain yang terdapat dalam tumbuhan dan tergolong senyawa organik) dengan pelarut alkali (NaOH).

16 Baca lebih lajut

PRARANCANGAN PABRIK ASAM OKSALAT DIHYDRAT DARI MOLASSES DAN ASAM NITRAT   Prarancangan Pabrik Asam Oksalat Dihydrate Dari Molasses Dan Asam Nitrat Kapasitas 17.000 Ton/Tahun.

PRARANCANGAN PABRIK ASAM OKSALAT DIHYDRAT DARI MOLASSES DAN ASAM NITRAT Prarancangan Pabrik Asam Oksalat Dihydrate Dari Molasses Dan Asam Nitrat Kapasitas 17.000 Ton/Tahun.

(H-170) diumpankan ke rotary dryer (B-180) dengan menggunakan belt conveyor (J – 181) untuk dikeringkan. Pada rotary dryer digunakan udara panas suhu 131 o C yang telah dipanaskan menggunakan heat exchanger (E – 186). Udara yang keluar dari rotary dryer masih sedikit mengandung asam nitrat, sehingga dimasukan ke unit pengolahan limbah.

13 Baca lebih lajut

PENGOLAHAN LIMBAH LABORATORIUM KIMIA DENGAN KOMBINASI METODE ELEKTROKOAGULASI, FILTRASI DAN PENGIKATAN LOGAM DENGAN ASAM JAWA

PENGOLAHAN LIMBAH LABORATORIUM KIMIA DENGAN KOMBINASI METODE ELEKTROKOAGULASI, FILTRASI DAN PENGIKATAN LOGAM DENGAN ASAM JAWA

Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini akan mencoba untuk mencari alternatif tanaman lain yang juga mengandung asam sitrat yang dapat digunakan untuk pengikatan logam. Salah satu tanaman yang mengandung asam sitrat adalah tanaman asam jawa yang memiliki nama ilmiah Tamarindus indica. Telah diketahui bahwa buah polong asam jawa mengandung senyawa kimia antara lain asam appel, asam sitrat, asam anggur, asam tartrat, asam sukinal, pectin dan gula invert. 5 Sebagaimana dalam hasil penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Puspasari pada tahun 2014 menghasilkan bahwa biji asam jawa memiliki potensi yang besar untuk dijadikan koagulan alami yang ramah lingkungan dapat diperoleh dengan harga murah. 6
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

Pemisahan Dan Penentuan Kadar Asam Sitrat Dari Buah Asam Jawa (Tamarindus Indica.L)

Pemisahan Dan Penentuan Kadar Asam Sitrat Dari Buah Asam Jawa (Tamarindus Indica.L)

Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh pembentukan warna dari kompleks perntabromo aseton dengan alkali pyridine untuk larutan standar 8 mg/L asam sitrat adalah berwarna merah, sehingga panjang gelombang yang maksimum yang diperoleh adalah 520 nm (gambar 1 dalam lampiran). Pengukuran dengan spektrofotometri sinar tampak perlu dilakukan pengukuran khusus untuk menentukan waktu operasi yaitu pada saat mana suatu larutan berwarna mencapai transmisi minimum atau absorbansi maksimum, hal ini di lakukan karena senyawa yang terbentuk antara pentabromo aseton dengan alkali pyridine tidak stabil. Waktu operasi dari larutan standar 8 mg/L asam sitrat diperoleh dengan waktu 10 menit (gambar 2 dalam lapiran).
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

PADA PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI TONGKOL JAGUNG

PADA PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI TONGKOL JAGUNG

Selulosa adalah sebuah polisakarida yang tersusun dari polimer glukosa yang dihubungkan oleh ikatan glikoksida yang membentuk rantai lurus. (Waymen.2005). Menurut Fessenden, selulosa merupakan senyawa polisakarida yang terdapat pada dinding sel tumbuhan. Disakarida akan dihasilkan dengan hidrolisa parsil dari selulosa dan pada hidrolisis yang sempurna akan dihasilkan D-glukosa. Produk hidrolisa selulosa (glukosa) lebih mudah dioksidasi untuk menghasilkan asam oksalat dengan asam kuat.

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Formulasi Tablet Efervesen Antioksidan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) Dengan Kombinasi Asam Sitrat-Asam Tartrat.

PENDAHULUAN Formulasi Tablet Efervesen Antioksidan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) Dengan Kombinasi Asam Sitrat-Asam Tartrat.

dengan air. Banyak keuntungan yang dimiliki tablet efervesen, selain cara penggunaannya yang menarik, tablet tersebut dapat memberi cita rasa menyenangkan dari reaksi karbonasi, tablet mudah digunakan setelah dilarutkan, nyaman, lebih mudah diberikan kepada pasien yang sulit menelan kapsul atau tablet, serta lebih stabil untuk bahan aktif yang tidak stabil dalam air (Siregar, 2010). Tablet efervesen dibuat dengan menggunakan sumber asam dan sumber basa. Sumber asam yang digunakan antara lain asam sitrat dan asam tartrat. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Anam et al (2013), sumber asam yang hanya menggunakan asam sitrat dalam pembuatan granul sebelum dibuat tablet efervesen, akan mengakibatkan sulitnya campuran melekat dan menjadi granul, jika hanya asam tartrat saja yang hanya sebagai sumber asam maka campuran
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ISOLASI DAN KARAKTERISASI GEN SITRAT SINTASE BAKTERI Pseudomonas aeruginosa DARI FILOSFER Hevea brasiliensis Muell. Arg.

ISOLASI DAN KARAKTERISASI GEN SITRAT SINTASE BAKTERI Pseudomonas aeruginosa DARI FILOSFER Hevea brasiliensis Muell. Arg.

Gen CS di genus Pseudomonas memiliki kesamaan urutan di 8 asam amino pertama dari kodon star dan kodon stop, sehingga memudahkan untuk mengisolasi gen tersebut dengan desain berdasarkan urutan dari sisi 5' dan di sisi 3'nya. PaCS terdiri atas 1287 pb dan dideduksi menyandi 428 asam amino.Variasi gen CS pada strain P. aeruginosa berada di urutan DNA di urutan 724-748 pb atau di urutan asam amino 242-248. Gen sitrat sintase pertama diisolasi dari P. aeruginosa berukuran 1287 pb dan mempunyai homologi yang tinggi dengan spesies Pseudomonas lainnya (Donald et al., 1989). Ukuran CS eukariotik lebih besar dari prokariotik yaitu sekitar 1700 pb (Park et al.,1997; Min et al., 2011) (Gambar 3).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Bubur Buah Sirsak dan Pepaya Serta Penambahan Gum Arab terhadap Mutu Fruit Leather

Pengaruh Perbandingan Bubur Buah Sirsak dan Pepaya Serta Penambahan Gum Arab terhadap Mutu Fruit Leather

Menurut Arbuckle dan Marshall (2000), fungsi utama penstabil adalah mengikat air dan menghasilkan kekentalan yang tepat. Penstabil berperan dalam meningkatkan kekuatan bentuk dan tekstur produk fruit leather. Dari penelitian Safitri (2012), pembuatan fruit leather mangga-rosela terbaik dengan perbandingan buah (35% : 25%) dan gum arab 1 % dengan penambahan gula 40% dan juga diperoleh hasil bahwa formulasi dengan perbandingan yang terbaik untuk menghasilkan fruit leather yang diterima oleh panelis adalah 35% mangga 25% rosella dan gula 40%, dengan kadar air 14,77%, total asam 1,344 mg/g. Menurut Historiarsih (2010) sifat kimia dan organoleptik terbaik dari hasil studi pembuatan fruit leather sirsak-rosella adalah pada konsentrasi gum arab 0,6% dan gula 40% karena menghasilkan fruit leather sirsak-rosella dengan kadar air 14,517% sedangkan total asam 0,8179 mg/g.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Mata kuliah Praktikum Kimia Fisika I membahas dan menentukan tentang daya larut asam borat dalam serta menghitung panas pelarutan dalam keadaa jenuh pada berbagai suhu, energi pembakaran alkohol, massa rumus molekul suatu zat yang tidak mudah menguap melalui kenaikan titik didih atau penurunan titik beku; konstanta keseimbangan dan koefisien distribusi suatu solute terhadap dua solven yang tidak bercampur; menentukan volume molal parsial dan berbagai komponen dalam suatu larutan; energy bebas Gibbs suatu sel elektrokimia pada berbagai suhu.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...