bonded magnet

Top PDF bonded magnet:

Pengaruh Komposisi Bakelit Dan Resin Epoksi Pada Pembuatan Bonded Magnet Permanen Pr-Fe-B

Pengaruh Komposisi Bakelit Dan Resin Epoksi Pada Pembuatan Bonded Magnet Permanen Pr-Fe-B

Bonded magnet is composite magnet material made by mixing magnetic powder with non-magnetic binder. Bonded permanent magnet Pr-Fe-B with bakelite and epoxy resin matrix made manually by mixing powder of Praseodymium Iron Boron (Pr-Fe- B) commercial MQP type 16-7 with each binder by using mortar. The composition of Pr-Fe-B powder was varied at 92, 94, 96 and 98 weight% respectively from each 8 gram total mass. Then this mixture pressed with dry compression moulding method with sampel pressure 5 ton and dried at 150ºC for 2 hours for bakelite and room temperature for 24 hours for epoxy resin. Magnetic properties were characterized by measuring flux density using Gaussmeter and hysteresis kurva using Permagraph. While compressive strength was characterized using Universal Testing Machine and hardness was characterized using Brinell hardness method. The results show that increasing portion of binder, Bakelite and epoxy resin, increase hardness and compressive strength qualitatively but decrease density and magnetic properties. The best magnetic properties value obtained for the 98 weight% composition of Pr-Fe-B and the value of flux density = 1186 gauss, Br = 6.63 kG, HcJ = 6.962 kOe, BHmax = 7.98 MGOe, hardness = 42.2 BHN and compressive strength = 101.4 MPa for Bakelite binder. While for eposy resin binder obtained the value of flux denisty = 1110 gauss, Br = 5,50 kG, HcJ = 5,868 kOe, BHmax = 4,92 MGOe, hardness = 24,4 BHN and compressive strength = 63,3 MPa.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet

Telah dilakukan penelitian pembuatan bonded magnet flakes NdFeB dari proses wet milling HEM (High Energy Milling) dengan ditambahkan toulene pada saat penggilingan terhadap sifat fisis, mikrostruktur dan sifat magnetnya dengan variasi waktu milling yaitu 15 menit, 30 menit, 45 menit, dan 60 menit. Serbuk hasil wet milling kemudian dianalisa ukuran diamer partikel menggunakan PSA, dan struktur fasa kristalin dengan menggunakan XRD. Kemudian dilakukan pembuatan sampel uji berupa pelet dengan proses kompaksi dengan tekanan 80 kgf/cm 2 . Setelah didapatkan sampel pelet dilakukan pengeringan pada suhu 100 0 C selama 1 jam. Kemudian dilakukan karakterisasi sampel pelet dengan Optik Mikroskop untuk mengetahui grain size, bulk density, dam sifat magnet dengan meggunakan Gaussmeter dan VSM. Dari hasil penelitian diameter rata-rata partikel optimum pada waktu milling 60 menit, yaitu 40,30 µm. Hasil analisa XRD menunjukkan 2 fasa yang muncul, yaitu Nd 2 Fe 14 B sebagai fasa dominan dan Fe sebagai fasa minor.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi BaFe12O19 dan Fe pada Pembuatan Hybrid Bonded Magnet Berbasis NdFeB terhadap Sifat Fisis, Magnet dan Mikrostruktur

Pengaruh Komposisi BaFe12O19 dan Fe pada Pembuatan Hybrid Bonded Magnet Berbasis NdFeB terhadap Sifat Fisis, Magnet dan Mikrostruktur

Paduan nanocrystalline Nd – Fe – B merupakan salah satu bahan diantara bahan magnetik unggul dengan energi produk maksimal (mendekati 50 MGOe). Disamping memiliki remanen dan koersivitas yang tinggi, juga temperatur Curie yang tinggi (mendekati 312 °C), membuat tipe paduan magnet ini diidentifikasi sangat cocok untuk dilakukan penelitian dan pengembangan yang lebih jauh dari komposit magnetik dengan matriks polimer atau disebut juga bonded magnet. Penelitian modern tentang komposit magnet berbasis paduan Fe – B diarahkan dalam beberapa tujuan seperti meningkatkan energi magnetik dengan maksud optimalisasi kapasitas magnetik, meningkatkan ketahanan terhadap korosi, optimalisasi proses produksi seperti parameter proses, penurunan kadar serbuk tanah jarang (Nd), penargetan dalam menurunkan harga dari material magnet sambil menjaga nilai energi maksimum magnetik tetap tinggi. Aplikasi dari berbagai teknik dalam proses produksi bonded magnet memberikan kemungkinan untuk pemanfaatan berbagai serbuk magnet dalam penggabungan dengan bahan polimer yang berbeda-beda sebagai zat pengikat. Keuntungan dari penggunaan material komposit magnet termasuk teknologi serderhananya, kemungkinan menghasilkan sifat akhir yang baik, biaya pembuatan yang rendah dan kehilangan presentase bahan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Polyvinyl Butyral (PVB) Pada Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Mikrostruktur, Sifat Fisis dan Magnet

Pengaruh Komposisi Polyvinyl Butyral (PVB) Pada Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Mikrostruktur, Sifat Fisis dan Magnet

Pembuatan bonded magnet merupakan magnet komposit yang dibuat dari serbuk magnet yang dicampur dengan perekat (binder) yang bersifat non-magnet. Proses pembuatan bonded magnet NdFeB dilakukan dengan mencampurkan serbuk magnet neodymium iron boron (NdFeB) komersil type MQP-B dengan serbuk polyvinyl butyral menggunakan beaker gelas. Perbandingan variasi komposisi serbuk magnet NdFeB dengan binder PVB sebesar (% berat) 98:2, 96:4, 94:6 dan 93:7 dari massa total sampel 8 gram. Setelah pencampuran serbuk, kemudian dicetak dengan menggunakan metode compression moulding dengan tekanan 8 ton selama 20 menit pada suhu pengerasan (curing temperature) 160 0 C. Sampel yang telah dicetak dilakukan karakterisasi sifat fisis yang meliputi pengukuran densitas, analisis mikrostruktur menggunakan SEM-EDX dan karakterisasi sifat magnet yang meliputi pengukuran kuat medan magnet menggunakan Gaussmeter dan kurva histeresis menggunakan VSM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan binder PVB pada bonded magnet NdFeB mengakibatkan penurunan densitas dan kuat medan magnet. Perolehan hasil densitas dan kuat medan magnet terbaik pada pembuatan bonded magnet, diperoleh dengan penambahan binder 2 % sebesar 5,66 g/cm 3 dan kuat medan magnet sebesar 1862,4 G. Nilai Mr = 72,86 emu/gram, Ms = 103 emu/g, Hc = 8,490 KOe dan BH max = 5,1 MGOe diperoleh
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet

Telah dilakukan penelitian pembuatan bonded magnet flakes NdFeB dari proses wet milling HEM (High Energy Milling) dengan ditambahkan toulene pada saat penggilingan terhadap sifat fisis, mikrostruktur dan sifat magnetnya dengan variasi waktu milling yaitu 15 menit, 30 menit, 45 menit, dan 60 menit. Serbuk hasil wet milling kemudian dianalisa ukuran diamer partikel menggunakan PSA, dan struktur fasa kristalin dengan menggunakan XRD. Kemudian dilakukan pembuatan sampel uji berupa pelet dengan proses kompaksi dengan tekanan 80 kgf/cm 2 . Setelah didapatkan sampel pelet dilakukan pengeringan pada suhu 100 0 C selama 1 jam. Kemudian dilakukan karakterisasi sampel pelet dengan Optik Mikroskop untuk mengetahui grain size, bulk density, dam sifat magnet dengan meggunakan Gaussmeter dan VSM. Dari hasil penelitian diameter rata-rata partikel optimum pada waktu milling 60 menit, yaitu 40,30 µm. Hasil analisa XRD menunjukkan 2 fasa yang muncul, yaitu Nd 2 Fe 14 B sebagai fasa dominan dan Fe sebagai fasa minor.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Polyvinyl Butyral (PVB) Pada Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Mikrostruktur, Sifat Fisis dan Magnet

Pengaruh Komposisi Polyvinyl Butyral (PVB) Pada Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Mikrostruktur, Sifat Fisis dan Magnet

Manufacture of bonded magnet is composite magnet material made by mixing magnetic powder with non-magnetic binder. The process in manufacturing bonded magnet NdFeB made by mixing powder of neodymium iron boron (NdFeB) commercial type MQP-B with a polyvinyl butyral powder using a glass beaker. The comparisons of variation in composing NdFeB magnets powders with a binder of PVB (% weight) are 98:2, 96:4, 94:6 and 93:7 0f 8 grams from total mass of the sample. After mixing the powder, it is molded by using a compression molding method with 8 tons pressure for 20 minutes at curing temperature 160 0 C. The molded samples are conducted by characterizing the physical properties which include measurement of density, microstructure analysis using SEM-EDX and magnetic properties which include measurement of the magnetic field strength using a gaussmeter and hysteresis curve using VSM. The result of the study shows that the addition of and binder PVB in bonded magnet NdFeB causes a decrease in the density and magnetic field strength. The best result of density and magnetic field in the manufacture of bonded magnets is obtained by the addition of 2 % binder of 5.66 g/cm 3 and strong magnetic field of 1862.4 G. the score of Mr = 72.86 emu/g, Ms = 103 emu/gram, Hc = 8.490 KOe and BH max =
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Polyvinyl Butyral (PVB) Pada Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Mikrostruktur, Sifat Fisis dan Magnet

Pengaruh Komposisi Polyvinyl Butyral (PVB) Pada Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Mikrostruktur, Sifat Fisis dan Magnet

Manufacture of bonded magnet is composite magnet material made by mixing magnetic powder with non-magnetic binder. The process in manufacturing bonded magnet NdFeB made by mixing powder of neodymium iron boron (NdFeB) commercial type MQP-B with a polyvinyl butyral powder using a glass beaker. The comparisons of variation in composing NdFeB magnets powders with a binder of PVB (% weight) are 98:2, 96:4, 94:6 and 93:7 0f 8 grams from total mass of the sample. After mixing the powder, it is molded by using a compression molding method with 8 tons pressure for 20 minutes at curing temperature 160 0 C. The molded samples are conducted by characterizing the physical properties which include measurement of density, microstructure analysis using SEM-EDX and magnetic properties which include measurement of the magnetic field strength using a gaussmeter and hysteresis curve using VSM. The result of the study shows that the addition of and binder PVB in bonded magnet NdFeB causes a decrease in the density and magnetic field strength. The best result of density and magnetic field in the manufacture of bonded magnets is obtained by the addition of 2 % binder of 5.66 g/cm 3 and strong magnetic field of 1862.4 G. the score of Mr = 72.86 emu/g, Ms = 103 emu/gram, Hc = 8.490 KOe and BH max =
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi BaFe12O19 dan Fe pada Pembuatan Hybrid Bonded Magnet Berbasis NdFeB terhadap Sifat Fisis, Magnet dan Mikrostruktur

Pengaruh Komposisi BaFe12O19 dan Fe pada Pembuatan Hybrid Bonded Magnet Berbasis NdFeB terhadap Sifat Fisis, Magnet dan Mikrostruktur

bahan perekat Exopy Resin sebanyak 6 %wt dan dicetak dengan gaya 8 tonf sehingga membentuk pellet dengan diameter 18,5 mm dan tebal 4,3 mm. Sampel yang telah dicetak kemudian dikeringkan menggunakan Under Vacuum Dryer dengan temperatur 80°C dengan tekanan 15 mbar ditahan selama 1 jam. Karakterisasi yang diuji meliputi sifat fisis (densitas, kekerasan dan laju korosi), mikrostruktur menggunakan Optical Microscope dan sifat magnet dengan menggunakan Vibrating Sample Magnetometer. Dari hasil pengukuran densitas dan kekerasan hybrid bonded magnet menunjukkan bahwa nilai densitas cenderung menurun dan kekerasan cenderung meningkat sebanding dengan jumlah penambahan BaFe 12 O 19 . Kondisi optimum dicapai pada
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pembuatan Magnet Bonded Permanen PrFeB  dengan Binder Polyester dan Silicone Rubber

Pembuatan Magnet Bonded Permanen PrFeB dengan Binder Polyester dan Silicone Rubber

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan bonded magnet PrFeB type MQEP 16-7 dengan binder polyester dan silicone rubber. Keunggulan dari bonded magnet ini dapat diaplikasikan pada komponen berbentuk kecil dan rumit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh matriks polyester dan silicone rubber terhadap sifat mekanik dan magnetik pada pembuatan bonded magnet PrFeB. Proses pembuatan bonded magnet PrFeB dilakukan dengan cara mencampurkan serbuk magnet PrFeB dan masing-masing binder dengan variasi komposisi binder (%berat) 2, 4, 6, dan 8. Untuk setiap cuplikan dibutuhkan 8 gram massa total cuplikan bonded magnet PrFeB. Setelah campuran serbuk dibuat, kemudian dicetak menggunakan metode compression moulding dengan tekanan sampel sebesar 5 ton. Suhu pengerasan (curing temperature) cuplikan 150 o C untuk bonded magnet binder polyester dan suhu ruang untuk bonded magnet binder silicone rubber. Karakterisasi cuplikan terdiri dari pengujian sifat magnet dan sifat mekanik. Dari hasil penelitian diperoleh kuat medan magnet terbaik yaitu pada pembuatan bonded magnet dengan 2% binder silicone rubber sebesar 1156,9 G dan menghasilkan energi produk (BH) max 9,15 MGOe, serta nilai kekerasan
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Polyvinyl Butyral (PVB) Pada Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Mikrostruktur, Sifat Fisis dan Magnet

Pengaruh Komposisi Polyvinyl Butyral (PVB) Pada Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Mikrostruktur, Sifat Fisis dan Magnet

Thales, seorang filosof Yunani yang hidup pada abad VI SM, adalah orang pertama yang menaruh perhatian pada sifat biji besi. Akan tetapi, kemungkinan sebelum itu pun telah banyak diketahui. Setelah masa Thales, batuan bermuatan itu sering disebut dalam tulisan kuno. Batu bermuatan itu dinamai magnet, kata magnet berasal dari bahasa Greek “magnítis líthos” yang be rarti “batu magnesia” juga berarti sebuah wilayah di Asia kecil, tempat ditemukannya banyak endapan magnetik. Istilah Magnesian ini mengacu pada daerah di kawasan Turki yang sekarang menjadi wilayah Yunani dengan nama Magnisa. Daerah Magnisa inilah banyak ditemukan sumber batu magnet sejak zaman dahulu.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Polyvinyl Butyral (PVB) Pada Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Mikrostruktur, Sifat Fisis dan Magnet

Pengaruh Komposisi Polyvinyl Butyral (PVB) Pada Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Mikrostruktur, Sifat Fisis dan Magnet

Habibi Taufik. 2006. Pembuatan Magnet Komposit Berbasis Karet Alam dan Serbuk Magnet Barium Ferrite (Studi kasus di Universitas Negeri Semarang, Semarang). [Thesis]. Semarang: Universitas Negeri Semarang. Pragram Sarjana S-1.

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Polyvinyl Butyral (PVB) Pada Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Mikrostruktur, Sifat Fisis dan Magnet

Pengaruh Komposisi Polyvinyl Butyral (PVB) Pada Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Mikrostruktur, Sifat Fisis dan Magnet

Magnet NdFeB adalah material magnet permanen generasi ketiga yang terbuat dari tanah jarang yang memiliki energi produk yang besar, sudah menjadi bagian yang penting dalam kehidupan sehari-hari manusia. Magnet NdFeB ini banyak diaplikasikan pada berbagai peralatan seperti motor listrik, speaker, CD player, oven microwave. Aplikasi lain dari komponen magnet juga banyak dijumpai pada peralatan intrumentasi, peralatan produksi dan pada laboratorium penelitian. Akan tetapi kontribusi magnet sering diabaikan karena komponen ini sudah tertanam di dalam suatu perangkat dan tidak terlihat. Pada kenyataannya kebutuhan akan komponen ini menjadi sangat beragam tergantung kepada kegunaan dan fungsi suatu perangkat. Secara umum, kebutuhan akan komponen magnet dibedakan berdasarkan bentuk, dimensi dan kuat medannya. NdFeB dikenal sebagai magnet tanah jarang karena komposisi materialnya tersusun dari unsur-unsur tanah jarang. NdFeB memiliki sifat korosif dan energi produk yang maksimum (Wanzhong, 2011).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pembuatan Magnet Bonded Permanen PrFeB dengan Binder Polyester dan Silicone Rubber

Pembuatan Magnet Bonded Permanen PrFeB dengan Binder Polyester dan Silicone Rubber

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan bonded magnet PrFeB type MQEP 16-7 dengan binder polyester dan silicone rubber. Keunggulan dari bonded magnet ini dapat diaplikasikan pada komponen berbentuk kecil dan rumit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh matriks polyester dan silicone rubber terhadap sifat mekanik dan magnetik pada pembuatan bonded magnet PrFeB. Proses pembuatan bonded magnet PrFeB dilakukan dengan cara mencampurkan serbuk magnet PrFeB dan masing-masing binder dengan variasi komposisi binder (%berat) 2, 4, 6, dan 8. Untuk setiap cuplikan dibutuhkan 8 gram massa total cuplikan bonded magnet PrFeB. Setelah campuran serbuk dibuat, kemudian dicetak menggunakan metode compression moulding dengan tekanan sampel sebesar 5 ton. Suhu pengerasan (curing temperature) cuplikan 150 o C untuk bonded magnet binder polyester dan suhu ruang untuk bonded magnet binder silicone rubber. Karakterisasi cuplikan terdiri dari pengujian sifat magnet dan sifat mekanik. Dari hasil penelitian diperoleh kuat medan magnet terbaik yaitu pada pembuatan bonded magnet dengan 2% binder silicone rubber sebesar 1156,9 G dan menghasilkan energi produk (BH) max 9,15 MGOe, serta nilai kekerasan
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Hubungan Antara Ukuran Partikel Pada Pembuatan Bonded Permanen Magnet Nd-Fe-B Terhadap Struktur Mikro dan Sifat Magnet

Hubungan Antara Ukuran Partikel Pada Pembuatan Bonded Permanen Magnet Nd-Fe-B Terhadap Struktur Mikro dan Sifat Magnet

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan bonded magnet NdFeB type MQP- B + dengan melihat hubungan antara ukuran partikel terhadap struktur mikro dan sifat magnet. Proses pembuatan magnet permanen bonded Nd-Fe-B dengan matriks Polyvinyl Chloride type KH-10 dilakukan dengan mencampurkan serbuk magnet Neodymium Iron Boron (Nd-Fe-B) komersil tipe MQP-B + yang telah diayak menggunakan mesh fluorsifiyer. Masing-masing ukuran partikel yaitu Original Powder dan ukuran partikel yang lolos ayakan 50, 100, 200, dan 325 mesh. Komposisi polyvinyl chloride sebesar 2% berat dari massa total sampel 3 gram. Campuran ini kemudian dicetak dengan metode dry compression moulding dengan tekanan sampel 40 MPa dan dikeringkan pada temperatur 150ºC selama 30 menit dalam lingkungan Argon. Karakterisasi struktur mikro dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) dan X-Ray Diffraction (XRD). Sifat magnet dikarakterisasi menggunakan Gaussmeter dan Permagraph untuk mengetahui kuat medan dan kurva histerisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil ukuran partikel maka semakin meningkat nilai densitasnya tetapi tidak berpengaruh dengan nilai kuat medan magnetnya. Sifat magnet terbaik pada ukuran partikel 100 mesh, menghasilkan nilai bulk denstity = 6,47 g/cm 3 dan nilai kuat medan = 2332 gauss, Br = 6,12 kG, HcJ = 8,450 kOe, BHmax = 7,43 MGOe .
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi BaFe12O19 dan Fe pada Pembuatan Hybrid Bonded Magnet Berbasis NdFeB terhadap Sifat Fisis, Magnet dan Mikrostruktur

Pengaruh Komposisi BaFe12O19 dan Fe pada Pembuatan Hybrid Bonded Magnet Berbasis NdFeB terhadap Sifat Fisis, Magnet dan Mikrostruktur

Magnet menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia masa kini. Mulai dari peralatan listrik sampai dengan peralatan non listrik memanfaatkan magnet tetap. Contohnya pengeras suara, meteran air, KWH-meter, rice cooker, transformer dan generator. Karakterisitik bahan-bahan magnetik ditentukan oleh besaran-besaran magnetik seperti suseptibilitas, magnetisasi remanen, magnetisasi saturasi dan medan koersivitas (Rahmatil Hayati, 2016)

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi BaFe12O19 dan Fe pada Pembuatan Hybrid Bonded Magnet Berbasis NdFeB terhadap Sifat Fisis, Magnet dan Mikrostruktur

Pengaruh Komposisi BaFe12O19 dan Fe pada Pembuatan Hybrid Bonded Magnet Berbasis NdFeB terhadap Sifat Fisis, Magnet dan Mikrostruktur

bahan perekat Exopy Resin sebanyak 6 %wt dan dicetak dengan gaya 8 tonf sehingga membentuk pellet dengan diameter 18,5 mm dan tebal 4,3 mm. Sampel yang telah dicetak kemudian dikeringkan menggunakan Under Vacuum Dryer dengan temperatur 80°C dengan tekanan 15 mbar ditahan selama 1 jam. Karakterisasi yang diuji meliputi sifat fisis (densitas, kekerasan dan laju korosi), mikrostruktur menggunakan Optical Microscope dan sifat magnet dengan menggunakan Vibrating Sample Magnetometer. Dari hasil pengukuran densitas dan kekerasan hybrid bonded magnet menunjukkan bahwa nilai densitas cenderung menurun dan kekerasan cenderung meningkat sebanding dengan jumlah penambahan BaFe 12 O 19 . Kondisi optimum dicapai pada
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pembuatan Bonded Anisotropi Magnet NdFeB  dan Karakterisasinya

Pembuatan Bonded Anisotropi Magnet NdFeB dan Karakterisasinya

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan bonded magnet NdFeB type MQA- 37-16 dengan binder polivynil chloride. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh kuat medan orientasi terhadap sifat fisis dan magnet pada pembuatan bonded magnet NdFeB. Proses preparasi dengan mencampurkan serbuk magnet NdFeB dan binder polivynil chloride secara kering menggunakan Shaker Mill. Untuk setiap cuplikan dibutuhkan 4 gram massa total cuplikan bonded magnet NdFeB. Pencetakan dilakukan secara isotropi dan anisotropi dengan menggunakan medan magnet orientasi sebesar 2661,6; 3266,4; 3755,6 dan 4799,8 gauss dan diberi tekanan cuplikan sebesar 35 MPa. Kemudian di curing dengan suhu (curing temperature) cuplikan 150 o C selama 30 menit di inert (argon) atmosfer. Karakterisasi meliputi : analisa pengukuran densitas dengan prinsip Archimedes, analisa XRD, Struktur Mikro dengan menggunakan SEM, pengukuran kuat medan magnet (Fluks density) menggunakan Gaussmeter dan pengukuran BH curve dengan menggunakan Permagraph. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan bonded magnet dengan kuat medan magnet orientasi sebesar 3266,4 gauss menghasilkan flux magnet density optimum sebesar 3216,7 G dengan nilai bulk densitas = 5,39 g/cm 3 , Remanensi (B r ) = 4,01
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Annealing dan Komposisi Aditif Ferro Boron (FeB) Terhadap Sifat Fisis dan Magnet Dari Barium Heksaferit (BaFe12O19)

Pengaruh Annealing dan Komposisi Aditif Ferro Boron (FeB) Terhadap Sifat Fisis dan Magnet Dari Barium Heksaferit (BaFe12O19)

Hutahaean,R.M 2014. Efek Holding Time Dan Heat Treatment Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Dan Sifat Magnet Pada Pembuatan Bonded Magnet Pr – Fe - B.[Skripsi]. Medan: Universitas Sumatera Utara. Program Sarjana S-1. Jurusan FMIPA Fisika.

Baca lebih lajut

Pembuatan Bonded Anisotropi Magnet NdFeB dan Karakterisasinya

Pembuatan Bonded Anisotropi Magnet NdFeB dan Karakterisasinya

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan bonded magnet NdFeB type MQA- 37-16 dengan binder polivynil chloride. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh kuat medan orientasi terhadap sifat fisis dan magnet pada pembuatan bonded magnet NdFeB. Proses preparasi dengan mencampurkan serbuk magnet NdFeB dan binder polivynil chloride secara kering menggunakan Shaker Mill. Untuk setiap cuplikan dibutuhkan 4 gram massa total cuplikan bonded magnet NdFeB. Pencetakan dilakukan secara isotropi dan anisotropi dengan menggunakan medan magnet orientasi sebesar 2661,6; 3266,4; 3755,6 dan 4799,8 gauss dan diberi tekanan cuplikan sebesar 35 MPa. Kemudian di curing dengan suhu (curing temperature) cuplikan 150 o C selama 30 menit di inert (argon) atmosfer. Karakterisasi meliputi : analisa pengukuran densitas dengan prinsip Archimedes, analisa XRD, Struktur Mikro dengan menggunakan SEM, pengukuran kuat medan magnet (Fluks density) menggunakan Gaussmeter dan pengukuran BH curve dengan menggunakan Permagraph. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan bonded magnet dengan kuat medan magnet orientasi sebesar 3266,4 gauss menghasilkan flux magnet density optimum sebesar 3216,7 G dengan nilai bulk densitas = 5,39 g/cm 3 , Remanensi (B r ) = 4,01
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Hubungan Antara Ukuran Partikel Pada Pembuatan Bonded Permanen Magnet Nd-Fe-B Terhadap Struktur Mikro dan Sifat Magnet

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Hubungan Antara Ukuran Partikel Pada Pembuatan Bonded Permanen Magnet Nd-Fe-B Terhadap Struktur Mikro dan Sifat Magnet

Magnet adalah suatu benda yang mempunyai medan magnet dan mempunyai gaya tolak menolak dan tarik menarik terhadap benda-benda tertentu. Efek tarik menarik dan tolak menolak pada magnet disebut dengan magnetisme. Kata magnet berasal dari bahasa Yunani yaitu Magnitis Lithos yang berarti batu Magnesian. Magnesian adalah nama sebuah wilayah Yunani pada masa lalu, dimana terdapat batu magnet yang ditemukan sejak zaman dulu di wilayah tersebut. Setiap magnet mempunyai dua kutub yang terletak dibagian ujung- ujungnya yaitu kutub selatan dan kutub utara. Material magnet adalah salah satu komponen yang banyak digunakan pada peralatan elektronika, telekomunikasi dan otomotif, dan sampai saat ini komponen tersebut sebagian besar masih diimpor. Material magnet dibagi menjadi dua jenis yaitu material magnet lunak dan material magnet keras. Material magnet lunak dapat diaplikasikan pada sirkulator dan pada transformator. Sedangkan, material magnet keras dapat diaplikasikan pada motor DC, kWh meter, meteran air dan lain-lainnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 1277 documents...