Globalisasi Menantang Eksistensi Jati Diri Bangsa

Top PDF Globalisasi Menantang Eksistensi Jati Diri Bangsa:

Eksistensi Jati Diri Bisa Tergerus Globalisasi

Eksistensi Jati Diri Bisa Tergerus Globalisasi

Hari Jumat , Tanggal 22, Bulan Oktober , Tahun 2010, Halaman 18 Kolom --. Ringkasan :[r]

1 Baca lebih lajut

MATERI 7 GLOBALISASI DAN JATI DIRI BANGSA

MATERI 7 GLOBALISASI DAN JATI DIRI BANGSA

5 menyerap budaya, paham, dan gaya hidup dari negara lain. Tanpa adanya penyaring yang kuat pengaruh-pengaruh tersebut justru akan mengancam kepribadian bangsa yang pada akhirnya menghambat terjadinya integrasi. Situasi dan kondisi inilah yang dialami bangsa Indonesia saat ini. Meminjam istilah Asmah Soetrisno, bangsa Indonesia saat ini sedang terjangkit virus merosotnya semangat kebangsaan, yaitu penyakit governments less (erosi wibawa pemerintah). Tindakan itu menunjukkan bahwa keberadaan hukum sebagai pranata telah diabaikan. Menurut Prof. Dr. Lobby Loeqman, situasi government less terjadi karena hancurnya ikatan kebangsaan di masyarakat Indonesia. Masih banyak lagi yang sedang dialami bangsa Indonesia. Salah satunya rakyat Indonesia mengalami nation less (tidak punya semangat kebangsaan). Di antara mereka merasa seolah-olah bukan warga satu bangsa. Dengan begitu, rasa nasionalisme bangsa Indonesia telah memudar.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

EKSISTENSI ARSIP SEBAGAI JATI DIRI SUATU BANGSA DITEGAKKAN

EKSISTENSI ARSIP SEBAGAI JATI DIRI SUATU BANGSA DITEGAKKAN

Di tangan pengelola lembaga kearsipanlah nasib dari semua dokumen penting negara kita dipertaruhkan keamanannya guna membuktikan kepada publik bawah jati diri suatu bangsa tentang keabsahannya selalu tersimpan dengan baik institusi pemerintah. Maka selanjutnya masyarakat luas juga dapat mengakses semua informasi penting yang telah disimpan di lembaga kearsipan tadi, sepanjang akses tersebut digunakan untuk tujuan-tujuan yang positif sekali, yang penting masih berkaitan dengan kompetensi pengetahuanya. Apabila dari segi performensnya lembaga kearsipan kita sangatlah indah, dan rapih kelihatannya dari luar, maka hal ini akan dapat memotivasi masyarakat luas untuk mengunjungi lembaga kearsipan tersebut. Sebaliknya akan terjadi lembaga kearsipan arsip akan dijauhi masyarakat kita mana kala penampilan secara fisiknya tidak begitu baik dan menarik.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

BAHASA INDONESIA DAN DAERAH SEBAGAI PEREKAT JATI DIRI DAN MARTABAT BANGSA DI ERA GLOBALISASI

BAHASA INDONESIA DAN DAERAH SEBAGAI PEREKAT JATI DIRI DAN MARTABAT BANGSA DI ERA GLOBALISASI

Pengangkatan status bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan ternyata bukan hanya isu. Bahasa Indonesia bisa menjalankan fungsi sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Dengan menggunakan bahasa Indonesia, rasa kesatuan dan persatuan bangsa yang berbagai etnis. Kehadiran bahasa Indonesia di tengah-tengah ratusan bahasa daerah tidak menimbulkan sentimen negatif bagi etnis yang menggunakannya. Sebaliknya, justru kehadiran bahasa Indonesia dianggap sebagai pelindung sentimen kedaerahan dan sebagai penengah ego kesukuan. Penataan, pemilahan, dan pengalokasian fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing pada era globalisasi ini merupakan sebuah keniscayaan. Bahasa daerah yang dipelihara oleh para pemiliknya selayaknya tetap dijadikan ciri jati diri dan sarana komunikasi utama dilingkup lokalnya oleh sebagian besar para ahli warisnya.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Memudarnya Eksistensi Jati Diri Bangsa dan Cara Mengatasinya | Karya Tulis Ilmiah

Memudarnya Eksistensi Jati Diri Bangsa dan Cara Mengatasinya | Karya Tulis Ilmiah

Budaya asing yang masuk ke indonesia brdampak sangat buruk dengan nilai-nilai kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa indonesia, karena indonesia dengan mudah meniru budaya, perilaku, cara bergaul, dan berpakaian sangat tidak sesuai dengan budaya indonesia. Dampak negatif yang terlihat jelas pada indonesia diantaranya goncangan budaya atau sering disebut dengan culture shock, ini terjadi karena adanya anggota masyarakat yang tidak siap menerima perubahan-perubahan akibat budaya asing yang masuk, misalnya adanya penggusuran karena ada pembangunan gedung atau bangunan, sukarnya mencari lahan tempat tinggal maka hal ini membuat mereka frustasi dalam menghadapi biaya hidup yang semakin besar akhirnya mereka pun melakukan perilaku menyimpang. Selain itu akan terjadinya pergeseran nilai budaya indonesia yag menimbulkan kebimbangan, karena masuknya usur-unsur budaya asing yang sangat cepat dan pesat mengakibatkan perubahan sosial yang berkesinambungan, akibatnya masyarakat yang mengalami kebimbangan, dimana mereka tidak mempunyai pegangan menyebabkan anggota masyarakat tidak mampu mengukur tindakannya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN SUMBERDAYA ARKEOLOGI DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS DAN JATI DIRI BANGSA MENGHADAPI ERA GLOBALISASI

PEMANFAATAN SUMBERDAYA ARKEOLOGI DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS DAN JATI DIRI BANGSA MENGHADAPI ERA GLOBALISASI

Jurusan Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin I. PENDAHULUAN Ketika filsafat positivisme menguasai dunia, perkembangan teknologi terjadi semakin cepat. Kemajuan dalam bidang informasi, telekomunikasi dan transportasi seakan membuka tabir batas-batas manusia dan dunia menjadi semakin kecil. Revolusi teknologi informasi, komunikasi maupun transportasi telah melahirkan apa yang sekarang disebut dengan globalisasi. Sudah tidak jelas lagi batas ruang dan waktu antar bangsa. Dunia menjadi kampung besar “Global Village” yang kejadian atau peristiwa di suatu tempat dapat terlihat dan terdengar di tempat lain pada waktu yang bersamaan. Proses globalisasi yang terjadi kemudian diiringi dengan efek yang kontradiktif (Tanudirjo, 2003). Satu sisi mengakibatkan penyeragaman (homogenisasi), disisi lain melahirkan keragaman (heterogenisasi, Friedman, 1994). Heterogenisasi dapat kita lihat dengan munculnya pribadi-pribadi yang khas dengan pola hidupnya sendiri- sendiri. Homogenisasi dapat kita lihat meratanya pengetahuan seseorang baik yang berada di kota besar maupun yang berada di pedesaan (Supriadi, 2005).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Budaya Daerah dan Jati Diri Bangsa: Pemberdayaan Cerita Rakyat dalam Memasuki Otonomi Daerah dan Globalisasi

Budaya Daerah dan Jati Diri Bangsa: Pemberdayaan Cerita Rakyat dalam Memasuki Otonomi Daerah dan Globalisasi

Atas dasar itu, budaya daerah sangat penting bagi pem-bentukan karakteristik bangsa. Abdul Hadi W.M. (1998:8 -9) juga pernah menyatakan bahwa unsur tradisi tetap menjadi sumber inspirasi baik dalam pembentukan jiwa bangsa maupun sumber ciptaan karya baru. Dalam karya puisi, misalnya kita melihatnya dalam karya -karya Amir Hamzah, Sutardji Calzoum Bachri, Emha Ainun Nadjib, Zawawi Imron. Dalam karya prosa, misal-nya kita melihatnya dalam prosa lirik karya Linus Suryadi AG, cerpen-cerpen Danarto, cerpen-cerpen dan novel Umar Kayam, novel -novel Ahmad Tohari, dan Y.B. Mangunwijaya. Dalam karya drama, misal-nya kita melihatnya dalam karya-karya Arifin C. Noer dan N. Riantiarno. Begitu juga dalam karya seni lainnya seperti seni lukis, rupa, tari, kita melihat begitu banyak karya baru berangkat dari sumber dan akar tradisi. Kenyataan
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Bagaimana jati diri bangsa indonesia sekarang

Bagaimana jati diri bangsa indonesia sekarang

- Perkembangan zaman dapat merubah segalanya termasuk kepribadian suatu bangsa yang telah tertanam setelah bertahun tahun bahkan berabad abad lamanya. Perubahan itu berasal dari berbagai penyebab, salah satunya yaitu dari efek globalisasi yang telah berkembang pesat di seluruh mancanegara.

2 Baca lebih lajut

I. PENDAHULUAN. Era Globalisasi membuat jati diri bahasa Indonesia perlu dibina dan. dimasyarakatkan luas pada khususnya. Agar bangsa Indonesia tidak

I. PENDAHULUAN. Era Globalisasi membuat jati diri bahasa Indonesia perlu dibina dan. dimasyarakatkan luas pada khususnya. Agar bangsa Indonesia tidak

sosialisasi nilai kemasyarakat, bagaimana sebuah norma kesopanan disosialisasikan kepada generasi muda dengan contoh: Prilaku guru (Nonverbal) atau dengan pernyataan nasihat langsung (Verbal), juga bisa dilihat ketika seorang siswa dimarahi guru karena berkata kotor di depan gurunya. Penggunaan bahasa dari kalangan “bawah” dengan kalangan “Ningrat” akan berbeda. Dalam peribahasa sering dikenal bahasa menunjukkan bangsa. “Bahasa sebagai alat komunikasi menunjukkan jati diri individu yang bersangkutan”.

12 Baca lebih lajut

PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP EKSISTENSI KEBUDAYAAN DAERAH

PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP EKSISTENSI KEBUDAYAAN DAERAH

Proses saling mempengaruhi adalah gejala yang wajar dalam interaksi antar masyarakat. Melalui interaksi dengan berbagai masyarakat lain, bangsa Indonesia ataupun kelompok-kelompok masyarakat yang mendiami nusantara (sebelum Indonesia terbentuk) telah mengalami proses dipengaruhi dan mempengaruhi. Kemampuan berubah merupakan sifat yang penting dalam kebudayaan manusia. Tanpa itu kebudayaan tidak mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang senantiasa berubah. Perubahan yang terjadi saat ini berlangsung begitu cepat. Hanya dalam jangka waktu satu generasi banyak negara-negara berkembang telah berusaha melaksanakan perubahan kebudayaan, padahal di negara-negara maju perubahan demikian berlangsung selama beberapa generasi. Pada hakekatnya bangsa Indonesia, juga bangsa-bangsa lain, berkembang karena adanya pengaruh-pengaruh luar. Kemajuan bisa dihasilkan oleh interaksi dengan pihak luar, hal inilah yang terjadi dalam proses globalisasi. Oleh karena itu, globalisasi bukan hanya soal ekonomi namun juga terkait dengan masalah atau isu makna budaya dimana nilai dan makna yang terlekat di dalamnya masih tetap berarti.. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dalam berbagai hal, seperti anekaragaman budaya, lingkungan alam, dan wilayah geografisnya. Keanekaragaman masyarakat Indonesia ini dapat dicerminkan pula dalam berbagai ekspresi keseniannya. Dengan perkataan lain, dapat dikatakan pula bahwa berbagai kelompok masyarakat di Indonesia dapat mengembangkan keseniannya yang sangat khas. Kesenian yang dikembangkannya itu menjadi model- model pengetahuan dalam masyarakat.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Kajian Etnomatematika Dan Jati Diri Bangsa

Kajian Etnomatematika Dan Jati Diri Bangsa

Di sisi lain, globalisasi telah memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat dunia, kemajuan teknologi informasi memudahkan manusia mengakses berbagai jenis informasi yang ia butuhkan maupun yang tidak dibutuhkan. Dampak secara tidak langsung dialami oleh pendidikan, dimana media dan informasi menjadi sumber pembelajaran yang secara tidak langsung mendidik siswa. Sehingga kecanggihan teknologi menjadi seperti pisau yang jika salah digunakan akan menjadi sebuah kerugian. Sebagaimana diketahui bersama peserta didik saat ini dilahirkan dalam zaman yang telah dikelilingi oleh teknologi informasi, salah satu dampaknya jika tidak diperkenalkan terhadap jati dirinya sebagai bangsa Indonesia maka peserta didik tersebut tidak mampu mengenal jati dirinya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

REVITALISASI JATI DIRI BANGSA SEBAGAI PE

REVITALISASI JATI DIRI BANGSA SEBAGAI PE

Kondisi masyarakat Indonesia yang kian memprihatinkan dan semakin kehilangan jati diri memaksa kita untuk ikut bertanggung jawab serta berperan penting dalam perbaikan kerusakan sosial yang sedang terjadi. Krisis identitas yang saat ini melanda masyarakat merupakan persoalan serius yang seharusnya sudah bisa diprediksi jauh-jauh hari sebelumnya. Sejak bergulirnya reformasi 1998, instabilitas berbagai dimensi kehidupan mengakibatkan semakin merosotnya kultur-kultur masyarakat Indonesia, kehalusan budi, kerukunan, toleransi, serta solidaritas sosial telah hilang dan hanyut akibat derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang penuh paradoks. Krisis identitas yang melanda menyadarkan kita bahwa upaya pelestarian budaya semakin perlu digalakkan sebagai komitmen konstitusional sebagaimana telah dirumuskan oleh pendiri bangsa dan dituangkan dalam UUD 1945.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Kajian Etnomatematika Dan Jati Diri Bangsa

Kajian Etnomatematika Dan Jati Diri Bangsa

Di sisi lain, globalisasi telah memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat dunia, kemajuan teknologi informasi memudahkan manusia mengakses berbagai jenis informasi yang ia butuhkan maupun yang tidak dibutuhkan. Dampak secara tidak langsung dialami oleh pendidikan, dimana media dan informasi menjadi sumber pembelajaran yang secara tidak langsung mendidik siswa. Sehingga kecanggihan teknologi menjadi seperti pisau yang jika salah digunakan akan menjadi sebuah kerugian. Sebagaimana diketahui bersama peserta didik saat ini dilahirkan dalam zaman yang telah dikelilingi oleh teknologi informasi, salah satu dampaknya jika tidak diperkenalkan terhadap jati dirinya sebagai bangsa Indonesia maka peserta didik tersebut tidak mampu mengenal jati dirinya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Kajian Etnomatematika Dan Jati Diri Bangsa

Kajian Etnomatematika Dan Jati Diri Bangsa

Di sisi lain, globalisasi telah memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat dunia, kemajuan teknologi informasi memudahkan manusia mengakses berbagai jenis informasi yang ia butuhkan maupun yang tidak dibutuhkan. Dampak secara tidak langsung dialami oleh pendidikan, dimana media dan informasi menjadi sumber pembelajaran yang secara tidak langsung mendidik siswa. Sehingga kecanggihan teknologi menjadi seperti pisau yang jika salah digunakan akan menjadi sebuah kerugian. Sebagaimana diketahui bersama peserta didik saat ini dilahirkan dalam zaman yang telah dikelilingi oleh teknologi informasi, salah satu dampaknya jika tidak diperkenalkan terhadap jati dirinya sebagai bangsa Indonesia maka peserta didik tersebut tidak mampu mengenal jati dirinya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

EKSISTENSI PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI

EKSISTENSI PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI

( srimurti05@gmail.com /082186315331) Abstrak Bahasa merupakan sarana manusia untuk berpikir yang merupakan sumber awal manusia memperoleh pemahaman dan ilmu pengetahuan, sebagai simbol sebuah pemahaman, bahasa telah memungkinkan manusia untuk memahami apa yang ada di sekitarnya, dan mengantarkan dia memiliki ilmu pengetahuan dan keahlian. Globalisasi merupakan era terjadinya perubahan masa akibat pengaruh budaya asing. Globalisasi mempengaruhi semua aspek kehidupan, termasuk bahasa. Bahasa yang semakin global dipakai oleh semua bangsa di dunia ialah bahasa Inggris, yang pemakainya lebih dari satu miliar. Seperti yang dikutip dari kompas online yang menjelaskan bahwa Bahasa Inggris, misalnya, walaupun pemakainya semakin besar sebagai bahasa kedua, masyarakat suatu negara akan semakin kuat juga memempertahankan bahasa ibunya. Eksistensi Bahasa Indonesia yang merupakan jati diri bangsa Indonesia pada era globalisasi sekarang ini, perlu dibina dan dimasyarakatkan oleh setiap warga negara Indonesia. Hal ini diperlukan agar bangsa Indonesia tidak terbawa arus oleh pengaruh dan budaya asing yang tidak sesuai dengan bahasa dan budaya bangsa Indonesia. Pengaruh alat komunikasi yang begitu canggih harus dihadapi dengan memertahankan jati diri bangsa Indonesia, termasuk jati diri bahasa Indonesia. Ini semua menyangkut kedisiplinan berbahasa nasional, dengan mematuhi semua kaidah atau aturan pemakaian bahasa Indonesia. Dengan disiplin berbahasa Indonesia akan membantu bangsa Indonesia untuk mempertahankan dirinya dari pengaruh negatif asing atas kepribadiannya sendiri.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

REGIONALISME DALAM KAITANNYA DENGAN JATI DIRI ARSITEKTUR DI ERA GLOBALISASI

REGIONALISME DALAM KAITANNYA DENGAN JATI DIRI ARSITEKTUR DI ERA GLOBALISASI

Pada pihak yang lain, seiring perkembangan jaman yang semakin maju, yang ditandai dengan fenomena globalisasi yang terutama karena kemajuan teknologi, informasi dan ekonomi membawa pengaruh tersendiri terhadap keberadaan arsitektur tradisional. Terjadilah perjumpaan budaya antara budaya setempat yang telah berumur lama dan budaya baru yang dibawa oleh arus globalisasi. Hentakan arus ini sedikit banyak telah menguncangkan kemapanan arsitektur tradisional. Banyak karya arsitektur yang terbentuk tanpa mengindahkan budaya setempat atau hanya mengambil bentuk luarnya saja tanpa memperhatikan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Keadaan ini merupakan tantangan yang harus dihadapi agar jati diri dari bangsa kita yang terekspresikan melalui karya arsitektur tidak luntur. Harus kita akui bahwa arus globalisasi tidak bisa kita hindari karena arus ini telah melanda ke hampir semua negara di dunia ini, tetapi kita perlu menyaringnya agar arus yang masuk ke negara kita tidak membuat kita menjadi tenggelam dalam arti kehilangan jati diri.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Dampak Globalisasi Terhadap Eksistensi Pancasila Sebagai Staatsfundamentalnorm Bagi Bangsa Dan Negara Indonesia Dalam Pembentukan Hukum Nasional

Dampak Globalisasi Terhadap Eksistensi Pancasila Sebagai Staatsfundamentalnorm Bagi Bangsa Dan Negara Indonesia Dalam Pembentukan Hukum Nasional

Di era pemerintahan Jokowi, dampak globalisasi ekonomi terlihat semakin jelas dan begitu nyata setelah kekuatan ekonomi negara China semakin memiliki peran yang begitu besar bagi negara Indonesia. Perkembangan hubungan politik luar negeri negara Indonesia beberapa tahun terakhir kerap menjalin hubungan kerjasama antara dua negara dengan negara tersebut di bidang perdagangan dan investasi. 9 Melalui program mega-infrastruktur China-OBOR (One Belt One Road), China juga berupaya melakukan pendekatan terutama terhadap negara-negara yang memiliki ketegangan dengannya di Laut China Selatan. OBOR yang diwujudkan dengan kerjasama investasi menjadi salah satu instrumen yang digunakan negara China untuk mempengaruhi sikap negara-negara yang memiliki hubungan dengan Laut China Selatan, termasuk negara Indonesia. 10 Pengaruh imprealisme kapitalisme melalui konsep liberalisasi ekonomi telah menjadi realita baru yang sebelumnya tidak pernah terjadi di negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Pengaruh paham liberal ditandai dengan kuatnya tarikan dari pasar bebas dan investasi asing. Menghadapi tekanan tersebut, negara-negara berkembang cenderung lemah, bahkan nyaris tidak berdaya. 11
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Jati Diri Bangsa.

Jati Diri Bangsa.

Jerman sebagai bangsa teknokrat, Jepang seba- gai bangsa inovatif, Korea sebagai bangsa ginseng, Cina sebagai bang.- sa perantau yang tangguh, Amerika sebagai bangsa adikuasa, Inggris se[r]

1 Baca lebih lajut

Eksistensi Agama Dalam Era Globalisasi

Eksistensi Agama Dalam Era Globalisasi

Luhmann berspekulasi bahwa kompleksitas yang lebih besar dari subsistem fungsional modern adalah hanya mungkin pada basis sebuah keunggulan mode kognitif. Mengaitkan observasi empiriknya bahwa jenis komunikasi yang dimiliki globalisasi merupakann sebagian besar orientasi kognitif yang akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa masyarakat dunia adalah sebuah konsekuensi langsung dari modernisasi yang belakangan dipahami sebagai pergantian pada diferensiasi fungsional dari subsistem dominan masyarakat. Luhmann kemudian melihat globalisasi seperti konsekuensi yang hampir bersifat insidental dari modernisasi struktural di masyarakat Barat. Luhmann menggambarkan sebuah konsistensi per­ bedaan antara apakah masyarakat sebagai sebuah sistem sosial dan re­ presentasi tematik ataukah kesan masyarakat tersebut. Oleh karena itu, Luhmann juga bicara di antara kesan dominan dan kesan yang terlibat atau bersaing. Bagi Luhmann, sebuah masyarakat lebih kompleks adalah yang lebih problematik pada semua dirinya sendiri menjadi tematisasi. Maka tidak mengherankan jika pandangan Luhmann tentang masyarakat global modern sebagai didominasi diferensiasi fungsional yang memainkan suatu peran kunci dalam kesimpulannya.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...