kecepatan maksimum

Top PDF kecepatan maksimum:

Pembatasan Kecepatan Maksimum dan Kaitannya Terhadap Kapasitas Lintas Jalur Kereta Api Muara Enim – Lahat Sumatera Selatan

Pembatasan Kecepatan Maksimum dan Kaitannya Terhadap Kapasitas Lintas Jalur Kereta Api Muara Enim – Lahat Sumatera Selatan

Dengan dioperasikannya KA yang memiliki kecepatan maksimumyang lebih tinggi, diharapkan akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas angkut kereta api dalam melayani kebutuhan angkutan penumpang dan berbagai hasil bumi lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan pokok-pokok permasalahan penyebab tidak optimalnya kecepatan maksimum KA yang dapat dioperasikan di lintas Muara Enim – Lahat sepanjang + 38 Kilometer. Hasil penelitian ini menjadi sangat penting karena dapat digunakan lebih lanjut untuk menyusun langkah- langkah upaya optimalisasi ataupun peningkatan kecepatan maksimum KA yang diizinkandi jalur KA eksisting.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN ALAT PEMBERI ISYARAT KECEPATAN MAKSIMUM MELALUI SMS GATEWAY BERBASIS MIKROKONTROLER PADA HELM

RANCANG BANGUN ALAT PEMBERI ISYARAT KECEPATAN MAKSIMUM MELALUI SMS GATEWAY BERBASIS MIKROKONTROLER PADA HELM

Tujuan dari pembuatan alat ini adalah untuk dapat melihat kecepatan sepeda motor dengan menggunakan sensor tekanan angin yang dipasang pada helm dengan output LCD, Buzzer dan SMS. Dimana dalam pembuatan alat ini akan menggunakan Mikrokontroler Arduino Nano sebagai pusat pemrosesannya. Mikrokontroler sendiri adalah suatu mikroprosesor plus yang merupakan pusat dari suatu sistem elektornika. Alat ini dilengkapi dengan sensor tekanan angin untuk mendeteksi tekanan angin yang dilintasi. Saat sensor tekanan angin membaca kecepatan kendaraan bermotor telah melewati kecepatan yang telah ditentukan maka program pada mikrokontroler akan melakukan proses selanjutnya. Hasil Kecepatan kendaraan sepeda motor akan ditampilkan di LCD, buzzer dan SMS akan berfungsi jika ada tekanan angin telah melintasi kecepatan maksimum yang telah ditentukan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN ALAT PEMBERI ISYARAT KECEPATAN MAKSIMUM MELALUI SMS GATEWAY BERBASIS MIKROKONTROLER PADA HELM - POLSRI REPOSITORY

RANCANG BANGUN ALAT PEMBERI ISYARAT KECEPATAN MAKSIMUM MELALUI SMS GATEWAY BERBASIS MIKROKONTROLER PADA HELM - POLSRI REPOSITORY

yang lebih panjang karena tidak memiliki koneksi langsung terhadap si SMSC. Karena itu, kapasitas dan kecepatan pengirimannya tidak sebaik performa jika langsung menggunakan jalur SMSC. Karena relatif lebih mudah untuk diimplementasikan, SMS gateway dengan menggunakan ponsel / GSM/CDMA modem cukup berkembang dan banyak digunakan. Modem GSM/CDMA memang di desain bekerja untuk keperluan SMS gateway, memiliki peforma yang baik dan stabil dibandingkan dengan ponsel biasa.

27 Baca lebih lajut

DESAIN DAN ANALISA SISTEM TENAGA DAN TRANSMISI PADA MOBIL ANGKUTAN MULTIGUNA PEDESAAN BERTENAGA LISTRIK

DESAIN DAN ANALISA SISTEM TENAGA DAN TRANSMISI PADA MOBIL ANGKUTAN MULTIGUNA PEDESAAN BERTENAGA LISTRIK

Berdasarkan karakterisitik diatas dapat diketahui bahwa power atau tenaga dari motor listrik dibawah kecepatan dasar (base speed) akan terus bertambah secara linier sampai mencapai tenaga maksimum yang tepat berada saat berada pada kecepatan base. Dan dari kecepatan dasar sampai dengan kecepatan maksimum, tenaga yang dihasilkan motor listrik konstan sebesar tenaga maksimum yang dapat dihasilkan motor listrik. Sedangkan dari segi torsi yang dihasilkan oleh motor listrik berdasarkan karakteristik diatas dapat dijelaskan bahwa torsi akan tetap pada kecepatan dibawah kecepatan dasar, yaitu sebesar torsi maksimum yang dapat dihasilkan motor listrik. Lalu setelah melewati kecepatan dasar torsi dari motor listrik akan menurun secara hiperbolik, hal ini karena pada kecepatan rendah dibawah kecepatan dasar, tegangan listrik masuk ke motor meningkat dengan meningkatnya putaran yang diatur melalui converter elektronik, sedangkan flux dijaga konstan. Pada saat motor sudah mencapai kecepatan dasar, tegangan pada motor mencapai tegangan dari sumber pemasuk energi. Setelah melewati kecepatan dasar, tegangan pada motor dijaga tetap sedangkan kekuatan flux melemah secara hiperbolik dengan bertambahnya kecepatan.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

Modifikasi Alat Pengupas Kulit Ari Kedelai dengan Blower

Modifikasi Alat Pengupas Kulit Ari Kedelai dengan Blower

= Rp. 596,25/jam (1 tahun = 2.400 jam) - BT untuk kecepatan maksimum = Rp. 10,912/kg (1 jam = 54,64 kg) - BT untuk kecepatan medium = Rp. 13,713/kg (1 jam = 43,48 kg) - BT untuk kecepatan minimum = Rp. 11,329/kg (1 jam = 52,63 kg) Biaya tidak tetap (BTT) = Rp. 5.270,75/jam

34 Baca lebih lajut

T1 192007029 Full text

T1 192007029 Full text

Didalam gerak ayunan ini besarnya kecepatan simpangan maksimum dari kayu menurun seiring dengan bertambahnya waktu dan laju perubahan kecepatan maksimum ini juga sangat dipengaruhi oleh panjang kayu dan jari-jari bola seperti yang terlihat pada Gambar 8 untuk batang kayu yang semakin panjang dan diameter bola yang semakin besar, perubahan kecepatan tetap sama.

20 Baca lebih lajut

SIMULASI PENGARUH JUMLAH SEKAT PADA ALAT PENUKAR KALOR TIPE SELONGSONG DAN TABUNG

SIMULASI PENGARUH JUMLAH SEKAT PADA ALAT PENUKAR KALOR TIPE SELONGSONG DAN TABUNG

x Vmax = Kecepatan maksimum antar tabung di sekitar garis tengah m/s Vt = Kecepatan fluida di dalam tabung m/s Vs = Kecepatan fluida di dalam selongsong m/s wp = Lebar bypass m Xt =[r]

18 Baca lebih lajut

Modifikasi Alat Pengupas Kulit Ari Kedelai dengan Blower

Modifikasi Alat Pengupas Kulit Ari Kedelai dengan Blower

Pada blower kecepatan medium, kapasitas efektif alat lebih rendah dibandingkan dengan kapasitas efektif alat pada blower kecepatan maksimum dan minimum yaitu sebesar 43,47 kg/jam. Hal ini dikarenakan waktu yang dibutuhkan untuk mengupas dan memisahkan kulit ari lebih lama. Kecepatan jatuhnya kedelai hampir sama dengan kecepatan angin yang dihembuskan blower dengan kecepatan medium sehingga dengan kecepatan tersebut menahan jatuhnya biji kedelai untuk keluar dari saluran menuju ke wadah penampungan oleh sebab itu waktu yang dibutuhkan menjadi cukup lama. Dengan waktu yang cukup lama
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

this PDF file MODEL DISTRIBUSI SALINITAS DAN TEMPERATUR AIR LAUT DENGAN MENGGUNAKAN METODE NUMERIK 2D DI MUARA SUNGAI TOAYA DAN MUARA SUNGAI PALU | Rahman | Gravitasi 2 PB

this PDF file MODEL DISTRIBUSI SALINITAS DAN TEMPERATUR AIR LAUT DENGAN MENGGUNAKAN METODE NUMERIK 2D DI MUARA SUNGAI TOAYA DAN MUARA SUNGAI PALU | Rahman | Gravitasi 2 PB

Penelitian tentang distribusi salinitas dan temperatur telah dilakukan untuk Perairan Teluk Palu. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan distribusi salinitas dan temperatur yang disebabkan oleh debit sungai dan pola arus dengan pembangkit angin dan pasang surut . Pemodelan ini menggunakan model numerik 2D.Daerah penelitian ini meliputi 2 muara sungai yaitu muara Sungai Palu dan muara Sungai Toaya. Tahapan penelitian menggunakan data primer berupa debit sungai, salinitas sungai dan temperatur sungai sementara untuk data sekunder berupa data batimetri, data pasang surut dan data angin.Hasil penelitian menunjukan bahwa pola arus di perairan Teluk Palu sangat lemah. Kecepatan arus maksimum yang terjadi di mulut Teluk Palu pada saat perbani dan pada saat purnama adalah berturut-turut 0,15 m/s dan 0,1 m/s. Secara keseluruhan distribusi salinitas dan distribusi temperatur permukaan di sekitar muara Sungai Toaya maupun di sekitar muara Sungai Palu memiliki nilai yang lebih besar pada saat pasang dibandingkan pada saat surut. Nilai salinitas muara Sungai Palu dan muara Sungai Toaya pada saat Pasang adalah 6,8‰ dan 32,4‰ sedangkan saat surut adalah 5,2‰ dan 9,4‰. Nilai temperatur muara Sungai Palu dan muara Sungai Toaya pada saat pasang 26,4 °C.dan 27,9 °C.sedangkan saat surut adalah 26,3 °C dan 27,7 °C.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Maximum Output Power Tracking Pada Pemba

Maximum Output Power Tracking Pada Pemba

IV. HASIL SIMULASI DAN PEMBAHASAN Simulasi dilakukan dengan menggunakan program MATLAB. Simulasi dilakukan pada kecepatan angin 5 m/s sampai 10 m/s. Simulasi pertama dilakukan dengan menggunakan PI kontroller. Dalam simulasi ini kecepatan referensi generator diatur secara manual, sehingga didapatkan kecepatan referensi untuk titik daya maksimum pada setiap variasi kecepatan angin. Hasil simulasi menunjukkan bahwa daya maksimum terdapat pada koefisien daya 0.48 dan TSR 8.09 dengan kecepatan referensi seperti yang terdapat dalam TABEL III. Kecepatan referensi ini detraining dengan NNCP dan hasilnya ditunjukkan dalam TABEL III.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Studi Kecepatan Aliran Air dengan Menggunakan Tabung Pitot

Studi Kecepatan Aliran Air dengan Menggunakan Tabung Pitot

Abstrak — Alat dan metode yang digunakan dalam pengukuran kecepatan aliran air kini sudah sangat beragam, diantaranya yaitu dengan menggunakan Venturi Meter, Orifice, Current Meter, Pitot Tube, dan lain sebagainya. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang metode pengukuran kecepatan aliran air, maka dalam rangka meningkatkan profesionalisme dalam bidang sumber daya air dapat dilakukan penelitian di Laboratorium Hidrolika dengan meneliti Analisa Kecepatan Aliran Air dengan Menggunakan Tabung Pitot. Proses penelitian yang akan dilakukan dengan menggunakan tiga sampel dasar saluran yang bervariasi yaitu : meninjau kecepatan aliran air pada dasar saluran dengan dasar licin, meninjau kecepatan aliran air pada saluran dengan dasar batu kerikil, dan meninjau kecepatan aliran air pada saluran dengan dasar beton decking. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah dengan diketahuinya distribusi kecepatan pada suatu penampang misalnya saluran drainase, saluran irigasi dan sungai maka konstruksi bangunan air dapat disesuaikan posisi penempatannya dalam penampang saluran terbuka tersebut. Selain itu dapat dijadikan referensi dalam merencanakan saluran terbuka. Salah satu manfaat pada pembangunan konstruksi cofferdam distribusi kecepatan sangat menentukan sistem dewatering yang akan dilakukan pada saat konstruksi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

APLIKASI PELACAK OBJEK TUGAS AKHIR - Aplikasi pelacak objek - USD Repository

APLIKASI PELACAK OBJEK TUGAS AKHIR - Aplikasi pelacak objek - USD Repository

sinyal pertama kali dipancarkan akan membuat kurangnya akurasi dalam penentuan koordinat objek. Kecepatan sinyal yang dipancarkan sama dengan kecepatan cahaya pada ruang hampa. Dengan adanya atmosfir dan hambatan lain maka kecepatan ini akan berkurang. Asumsikan bahwa ruang antara satelit dan penerima berada dalam ruang hampa sehingga kecepatannya sama dengan kecepatan cahaya dan dengan beda waktu sebesar ( T ), dapat diperoleh rumus : jarak (S) = Waktu (T) x Kecepatan Cahaya (V), dengan jarak (S) adalah nilai yang digunakan dalam menentukan titik acuan.
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

S FIS 1201912 Abstract

S FIS 1201912 Abstract

Studi paramaterik pengaruh intensitas curah hujan terhadap jarak jangkauan (run-out) dan kecepatan longsor dilakukan pada lereng potensi longsor di Kabupaten Bandung Barat yang telah dikarakterisasi menggunakan uji keteknikan tanah. Daerah-1 memiliki kemiringan 68 o dan Daerah-2 memiliki kemiringan 79 o . Karakteristik tanah bidang gelincir Daerah-1 termasuk jenis tanah lempung kelanauan dan Daerah-2 termasuk jenis tanah lempung dengan tingkat kepadatan lebih tinggi dibandingkan dengan tanah bahan longsor yang termasuk tanah lanau. Intensitas curah hujan menurunkan nilai faktor keamanan hingga menjadi konstan pada suatu nilai tertentu dimana nilai tersebut mengindikasikan batas kemampuan tanah mengikat air. Daerah-1 memiliki kemampuan mengikat air lebih banyak dengan kecepatan yang lebih cepat dibandingkan Daerah-2 sehingga Daerah-1 akan lebih cepat jenuh seiring dengan jumlah air yang terinfiltrasi. Batas kemampuan mengikat air pada Daerah-1 yaitu pada intensitas curah hujan 10 mm/jam dan Daerah-2 pada intensitas curah hujan 30 mm/jam. Nilai faktor keamanan Daerah-1 konstan pada nilai 0,698 dengan intensitas 10 mm/jam dan Daerah-2 konstan pada nilai 0,692 dengan intensitas 30 mm/jam. Intensitas curah hujan mempengaruhi run- out dan kecepatan longsor. Semakin tinggi intensitas curah hujan maka semakin rendah run-out hingga konstan pada nilai tertentu. Run-out longsor maksimum pada Daerah-1 yaitu 1,454 m dan run-out longsor minimum pada Daerah-1 yaitu 1,364 m. Sedangkan run-out longsor maksimum pada Daerah-2 yaitu 3,175 m dan run-out longsor minimum pada Daerah-2 yaitu 1,620 m. Begitupun dengan kecepatan longsor, semakin tinggi intensitas curah hujan maka semakin rendah kecepatan longsor tersebut hingga konstan pada nilai tertentu. Daerah-1 memiliki kecepatan longsor maksimum yaitu 2,082 m/s dan kecepatan longsor minimum 1,112 m/s pada intensitas curah hujan 10 mm/jam sedangkan Daerah-2 memiliki kecepatan longsoran maksimum yaitu 5,311 m/s dan kecepatan longsor minimum yaitu 3,983 m/s pada intensitas curah hujan 30 mm/jam. Perbedaan nilai run-out dan kecepatan longsor antara Daerah-1 dan Daerah-2 disebabkan oleh perbedaan kemiringan dan sudut geser lereng.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Perhitungan Panjang Antrian Akibat Hambatan Samping Dengan Metode Gelombang Kejut (Studi Kasus : Ruas Jalan A.H Nasution)

Perhitungan Panjang Antrian Akibat Hambatan Samping Dengan Metode Gelombang Kejut (Studi Kasus : Ruas Jalan A.H Nasution)

Pertumbuhan lalu lintas di masa yang akan datang tentu akan memerlukan perencanaan dan pengendalian arus lalu lintas pada jaringan jalan sehingga diharapkan mampu melayani arus lalu lintas yang lewat. Salah satu kendala lalu lintas yang terdapat pada ruas jalan adalah penyempitan jalan (bottleneck) yang diakibatkan oleh hambatan samping. Penyempitan jalan adalah suatu bagian jalan dengan kondisi kapasitas lalu lintas sesudahnya lebih kecil dari bagian masuk (sebelumnya). Penyempitan ruas jalan akan menimbulkan hambatan dalam lalulintas, yaitu terjadinya penurunan kecepatan dan timbulnya antrian kenderaan. Akan tetapi pengaruh penyempitan jalan tidak berarti sama sekali apabila arus lalu-lintas (demand) lebih kecil dari pada daya tampung atau kapasitas jalan (supply) pada daerah penyempitan sehingga arus lalu lintas dapat terlewatkan dengan mudah tanpa ada hambatan.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Pengaturan Kecepatan Motor DC Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Feedforward Backpropagation - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Pengaturan Kecepatan Motor DC Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Feedforward Backpropagation - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Dengan menggunakan bobot dan bias awal 0,05, pengaruh parameter jaringan syaraf serta parameter pada skema kontroler fix stabilizing controller dapat diamati. Learning rate akan berpengaruh terhadap kecepatan plant mencapai kondisi tunak. Momentum juga mempunyai pengaruh yang sama dengan learning rate. Pengamatan juga dilakukan terhadap pengaruh jumlah hidden layer dalam jaringan serta pengaruh nilai penguat proporsional. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa jaringan dengan satu hidden layer lebih cepat mencapai kondisi tunak dibandingkan jaringan dengan dua hidden layer. Nilai penguat proporsional dimana respon plant masih stabil adalah 2.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Arus Terhadap Sebaran Muatan Padatan Tersuspensi Di Pantai Slamaran Pekalongan

Pengaruh Arus Terhadap Sebaran Muatan Padatan Tersuspensi Di Pantai Slamaran Pekalongan

Berdasarkan pengukuran arus selama 3 hari di lapangan (28 Mei – 30 Mei 2012) diperoleh kecepatan arus maksimum dan minimum pada tiap – tiap lapisan yaitu permukaan, tengah, dan dasar. Kecepatan arus maksimum dan minimum pada lapisan permukaan yaitu sebesar 0,428 m/dt dengan arah 3,5 o (utara - timur) dan 0,0001 m/dt dengan arah 90 o (utara – timur). Pada lapisan tengah kecepatan arus maksimum yaitu 0,221 m/dt dengan arah sebesar 116,6 o (utara – timur) dan kecepatan arus minimum yaitu 0,0001 m/dt dengan arah sebesar 90 o (utara – timur). Pada lapisan dasar kecepatan arus maksimum yaitu 0,217 m/dt dengan arah sebesar 118,3 o (utara – timur) dan kecepatan arus minimum sebesar 0,0001 m/dt dengan arah sebesar 180 o (utara – selatan) seperti ditunjukkan dalam Tabel 1.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Penerapan Model Greenberg Untuk Arus Lalu Lintas (Studi Kasus : Jalan Ir. Juanda Medan)

Penerapan Model Greenberg Untuk Arus Lalu Lintas (Studi Kasus : Jalan Ir. Juanda Medan)

Alamsyah, A.A (2008) menyatakan bahwa tidak ada arus lalu lintas yang sama bahkan pada keadaan yang serupa, sehingga arus pada suatu ruas jalan tertentu selalu bervariasi. Dengan demikian diperlukan parameter yang dapat menunjukkan kondisi arus suatu ruas jalan. Parameter-parameter tersebut adalah volume, kecepatan, dan kepadatan, tingkat pelayanan, dan derajat kejenuhan.

44 Baca lebih lajut

PEMODELAN DAN ANALISIS PENGARUH VARIASI LUASAN SISI KOMPRESI DAN EKSPANSI DENGAN PERUBAHAN DIAMETER PISTON, ORIFICE, DAN PISTON ROD TERHADAP GAYA REDAM SHOCK ABSORBER DAN RESPON DINAMIS SEPEDA MOTOR YAMAHA MIO J - ITS Repository

PEMODELAN DAN ANALISIS PENGARUH VARIASI LUASAN SISI KOMPRESI DAN EKSPANSI DENGAN PERUBAHAN DIAMETER PISTON, ORIFICE, DAN PISTON ROD TERHADAP GAYA REDAM SHOCK ABSORBER DAN RESPON DINAMIS SEPEDA MOTOR YAMAHA MIO J - ITS Repository

Pada simulasi model setengah kendaraan motor saat kondisi sebelum dan setelah modifikasi , didapatkan respon getaran akibat 2 jenis input, yaitu input sinusoidal dengan variasi kecepatan kendaraan dan input bump yang dimodifikasi. Sebelum dilakukan simulasi pada sistem suspensi yang di modifikasi, terlebih dahulu dilakukan simulasi pada sistem suspensi asli. Adapun simulasi awal yang dilakukan yaitu simulasi pada silinder hidrolik dengan variasi frekuensi (0.5 – 2 Hz), variasi diameter piston (0,02 m – 0,018 m), variasi diameter piston rod (0,01 m, 0,008 m, dan 0,006 m) dan variasi diameter orifice (0,002 m, 0,0015 m 0,001 m). Dari simulasi tersebut didapatkan gaya redam pada saat sistem suspensi asli dan suspensi modifikasi. Kemudian dipilih variasi modifikasi yang memiliki dimensi paling efisien dan menghasilkan gaya redam yang optimal yang nantinya disimulasikan di model setengah kendaraan motor untuk dianalisa kenyamanannya.
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

KONTROL KESEIMBANGAN UPPER BODY PADA PROSES AKSELERASI DAN DESELERASI GERAKAN BERJALAN ROBOT SEPAK BOLA HUMANOID

KONTROL KESEIMBANGAN UPPER BODY PADA PROSES AKSELERASI DAN DESELERASI GERAKAN BERJALAN ROBOT SEPAK BOLA HUMANOID

Penelitian pada Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengembangkan Ro- bot Sepak Bola Humanoid. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan ro- bot humanoid dengan derajat kebebasan 20 DoF dan tinggi 88 cm. Salah satu hal yang paling penting dalam pertandingan robot sepak bola ada- lah kecepatan robot untuk mengejar bola. Pada saat melakukan akselerasi atau deselerasi kecepatan berjalan, bagian badan robot akan cenderung mempertahankan posisi awal sehingga keseimbangan robot akan terpe- ngaruh. Dalam penelitian ini dilakukan penambahan proses akselerasi dan deselerasi pada robot dan penambahan kontrol keseimbangan pada ping- gul (hip) robot untuk menjaga keseimbangan badan robot saat melakukan pergerakan akselerasi atau deselerasi. Berdasarkan hasil penelitian dida- patkan desain mekanik robot yang dapat berjalan lurus dengan kecepatan 0,23 m/s, berjalan kesamping dengan kecepatan 0,75 m/s, dan berputar dengan kecepatan 30 derajat setiap langkahnya. Penerapan kontrol PD dengan metode metode trial and eror dengan nilai P sebesar 0,04 dan D sebesar 0,02 pada aktuator robot bagian hip pitch saat berjalan dengan proses akselerasi dapat membuat robot lebih stabil saat berjalan dengan mencapai steady state dalam 2.5 detik
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Pengaruh Kadar Karbondioksida (CO2 ) dan Nitrogen (N2) Pada Karakteristik Pembakaran Gas Metana

Pengaruh Kadar Karbondioksida (CO2 ) dan Nitrogen (N2) Pada Karakteristik Pembakaran Gas Metana

framenya. Dari hasil gambar ini dilakukan pengukuran jarak api setiap frame menggunakan software lunak ImageJ. Kecepatan kamera yang digunakan adalah 25 frame/detik, maka waktu yang diperlukan untuk satu frame adalah 1/25 detik. Dengan demikian kecepatan rambat api bisa didapat dengan jalan membagi jarak api pada setiap frame dengan waktu. Dengan menggunakan Software Excel diperoleh tabel kecepatan yang kemudian dibuat grafik hubungan- hubungan yang dicari. Bentuk serta pola rambat api dapat ditampilkan dalam bentuk gambar transparan yang diproses menggunakan Software AdobePhotoshop CS3.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 8962 documents...