komponen biotik

Top PDF komponen biotik:

Modul 2 Makhluk Hidup Dan Lingkungannya

Modul 2 Makhluk Hidup Dan Lingkungannya

Dalam ekosistem terjadi interaksi antara komponen biotik dan abiotik, dimulai dari matahari sebagai sumber energi utama, tumbuhan hijau menerima sebagian radiasi dan mengubahnya sebagai makanan, maka tumbuhan di sebut produsen.Interaksi suatu individu dengan lingkungannya terjadi untuk mempertahankan hidupnya.Perpindahan energi yang berbentuk makanan dari mahluk hidup yang satu ke mahkluk hidup yang lain melalui serangkaian urutan makanan dan dimakan dsebut ratai makanan

9 Baca lebih lajut

Kondisi Ekologi Mangrove di Pantai Bali Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara

Kondisi Ekologi Mangrove di Pantai Bali Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara

Mangrove adalah komunitas tumbuhan yang hidup di antara laut dan daratan yang dipengaruhi oleh pasang surut. Pantai Bali di Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi memiliki kawasan hutan mangrove dengan luas wilayah sekitar 635 ha. Pantai Bali memiliki kawasan mangrove yang masih alami. Namun demikian, pesisir pantai ini telah lama dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai sumber penghidupan terutama penebangan kayu hutan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekologi mangrove dan kondisi perairan yang ada di ekosistem mangrove. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2014 sampai dengan Mei 2014. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling dengan cara pengambilan dan pengamatan komponen biotik yaitu vegetasi mangrove dan cacing Nereis, pengukuran parameter kualitas air. Analisis data yang meliputi analisis vegetasi mangrove, analisis kualitas air, analisis substrat dan analisis morfometri daun. Jenis mangrove yang ditemukan di lokasi penelitian sebanyak 10 jenis yaitu Aegiceras corniculatum, Avicennia lanata, Avicennia marina, Avicennia officinalis, Bruguiera cylindrica, Bruguiera sexangula, Ceriops tagal, Excoecaria agallocha, Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa. Berdasarkan Kepmen LH No. 201 tahun 2004, kerapatan mangrove di semua stasiun termasuk dalam kategori sedang dan penutupan mangrove termasuk dalam kategori jarang. Kondisi perairan mangrove disesuaikan dengan Kepmen LH No. 51 Tahun 2004. Jenis substrat mangrove di lokasi penelitian yaitu tipe liat, lempung dan lempung berdebu. Kandungan tannin dan nitrogen yang ada dalam daun mangrove paling tinggi terdapat pada jenis Avicennia lanata, kadar posfor paling banyak terdapat pada daun Rhizophora stylosa. Pengamatan komunitas cacing Nereis yang paling banyak ditemukan pada stasiun II. Indeks keanekaragaman jenis mangrove paling besar terdapat pada stasiun II.
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP Sat (4)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP Sat (4)

Komponen biotik dan abiotik bukan merupakan satu kesatuan yang tidak berdiri sendiri dalam suatu ekosistem. Kompenen tersebut saling mempengaruhi satu sama lainnya. Contoh: suatu tumbuhan dapat hidup dengan baik karena air, tanah, udara dan cahaya matahari.

21 Baca lebih lajut

KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN SUNGAI SEBUKHAS DI DESA BUMI AGUNG KECAMATAN BELALAU LAMPUNG BARAT - Raden Intan Repository

KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN SUNGAI SEBUKHAS DI DESA BUMI AGUNG KECAMATAN BELALAU LAMPUNG BARAT - Raden Intan Repository

menjadi indikator kualitas air pada tingkat tercemar dapat dilihat pada table 4.1. Dari faktor fisika dan kimia bahwa kelas Arthrophoda memiliki adaptasi yang tinggi terhadap kondisi seperti di lokasi C. Kondisi habitat bagi Gammarus sp.yang memiliki toleransi yang tinggi terhadap faktor fisika dan kimia serta sesuai dengan habitat yang berlumpur dan kadar oksigen terlarut yang cocok dengan keberadan hewan tersebut. 71 Dengan ditemukannya Gammarus sp di lokasi B dan Hirudo sp memang menjadi penanda suatu daerah tercemar atau tidak. Namun, kedua spesies tersebut berdasarkan perhitungan indeks dominansi bukan menjadi spesies yang mendominansi. Oleh karena itu berdasarkan makrozoobentos, daerah Sungai Sebukhas belum dikategorikan tercemar. Berdasarkan keanekaragaman makrozoobentos yang dijadikan sebagai faktor biotik, dari hasil jumlah individu yang diperoleh tidak mendominasi maka daerah sungai Sebukhas tergolong belum tercemar. Sedangkan didasarkan pada faktor abiotik dengan mengukur parameter fisika dan kimia, Sungai Sebukhas belum tercemar. Oleh karena itu berdasarkan hubungan komponen biotik dan abiotik terhadap kualitas perairan maka sungai Sebukhas di Desa Bumi Agung Kecamatan Belalau Lampung Barat belum dikategorikan tercemar.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

LEMBAR KEGIATAN BELAJAR 1 INTERAKSI MANU

LEMBAR KEGIATAN BELAJAR 1 INTERAKSI MANU

1. Pengaruh komponen abiotik terhadap komponen biotik. Air merupakan salah satu contoh komponen abiotik dalam ekosistem. Air sangat berguna bagi makhluk hidup. Tumbuhan sangat memerlukan air, misalnya untuk bahan baku fotosintetis. Akar tumbuhan menembus ke dalam tanah untuk menyerap air dan zat-zat hara. Jika tanah mengandung cukup air maka tumbuhan akan tumbuh subur. Sebaliknya, jika kekurangan air, tumbuhan tidak akan tumbuh dengan baik. Selain berguna bagi tumbuhan, air juga berguna bagi hewan dan manusia. Hewan memerlukan air untuk minum. Bagi hewan air seperti udang, ikan dan ketam; air merupakan tempat tinggal bagi mereka. Manusia memerlukan air untuk berbagai keperluan, seperti minum, memasak, mandi dan mencuci. Contoh lain komponen abiotik yang berpengaruh terhadap komponen biotik adalah udara. Di dalam udara terdapat gas oksigen dan karbon dioksida. Oksigen merupakan gas yang diperlukan untuk pernapasan, baik manusia, hewan maupun tumbuhan. Adapun karbon dioksida merupakan gas yang menjadi salah satu bahan baku fotosintetis tumbuhan hijau.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

TEKNIK PRODUKSI HASIL HUTAN

TEKNIK PRODUKSI HASIL HUTAN

Kumpulan beberapa rantai makanan akan membentuk jaring-jaring makanan. Pada rantai makanan juga terjadi perpindahan energi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain. Ekosistem merupakan penggabungan dari unit biosistem yang melibatkan hubungan interaksi timbal balik antara organisme serta lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju struktur biotik tertentu sehingga terjadi siklus materi antara organisme dan anorganisme. Matahari adalah sumber dari semua energi yang ada dalam ekosistem. Ketergantungan pada ekosistem dapat terjadi antar komponen biotik atau antara komponen biotik dan abiotik. Ketergantungan antar komponen biotik dapat terjadi melalui:
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Siklus biogeokimia atau yang biasa diseb

Siklus biogeokimia atau yang biasa diseb

Siklus biogeokimia atau yang biasa disebut dengan siklus organik-anorganik adalah siklus unsur-unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke komponen biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi juga melibatkan reaksi-reaksi kimia dalam lingkungan abiotik sehingga disebut sebgai siklus biogeokimia. Fungsi Siklus Biogeokimia adalah sebagai siklus materi yang mengembalikan semua unsur-unsur kimia yang sudah terpakai oleh semua yang ada di bumi baik komponen biotik maupun komponen abiotik, sehingga kelangsungan hidup di bumi dapat terjaga.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Kajian Kualitas Air Sungai Singkil dengan Bioindikator Makrozoobenthos dan Plankton

Kajian Kualitas Air Sungai Singkil dengan Bioindikator Makrozoobenthos dan Plankton

Di ekosistem perairan terdapat berbagai jenis biota akuatik yang selalu hidup berkelompok membentuk komunitas yang saling berhubungan secara kompleks dan memiliki respon yang berbeda terhadap lingkungan. Akibatnya gangguan terhadap salah satu komponen ekosistem perairan akan dapat mempengaruhi komponen ekosistem lainnya. Komunitas makrozoobentos yang merupakan biota akuatik adalah salah satu komponen ekosistem perairan yang secara keseluruhan dapat terpengaruh oleh perubahan lingkungan melalui jaring- jaring makanan. Wardhana (2006) menyatakan bahwa baik buruknya kualitas suatu perairan sangat dipengaruhi oleh berbagai kegiatan disekitarnya. Seringkali kegiatan yang ada dapat menurunkan kualitas lingkungan perairan yang pada akhirnya akan mengganggu kehidupan biota aquatik. Selain itu pemanfaatan sumberdaya alam perairan sering kali juga turut mempengaruhi eksistensi komponen ekosistem perairan baik secara struktural ataupun fungsional.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

Hubungan Kerapatan Mangrove Terhadap Kelimpahan Makrozoobenthos di Pesisir Desa Jaring Halus Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara

Hubungan Kerapatan Mangrove Terhadap Kelimpahan Makrozoobenthos di Pesisir Desa Jaring Halus Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara

“Ada dua komponen keanekaragaman jenis yaitu kekayaan jenis dan kesamarataan”. Kekayaan jenis adalah jumlah jenis dalam suatu komunitas. Kekayaan jenis dapat dihitung dengan indeks jenis atau area yakni jumlah jenis per satuan area (Odum, 1993). Kesamarataan atau akuitabilitas adalah pembagian individu yang merata diantara jenis. Namun pada kenyataan setiap jenis itu mempunyai jumlah individu yang tidak sama. Satu jenis dapat diwakili oleh 100 hewan, yang lain oleh 10 hewan dan yang lainnya pula diwakili oleh 1 hewan. Kesamarataan menjadi maksimum bila semua jenis mempunyai jumlah individu yang sama atau rata. Cara sederhana mengukurkeanekaragaman jenis adalah menghitung jumlah jenis atau spesies (Soegianto, 1994).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PP EKOSISTEM KAJIAN BIOLOGI  tampil

PP EKOSISTEM KAJIAN BIOLOGI tampil

Produsen adalah komponen biotik yang dalam ekosistem berperan sebagai penghasil makanan. Produsen disebut juga makhluk hidup autotrof.Makhluk hidup yang termasuk produsen adalah makhluk hidup yang sel- sel penyusun tubuhnya mempunyai klorofil, mulai dari fitoplankton di perairan sampai tumbuhan tingkat tingkat tinggi. Dengan bantuan cahaya matahari., produsen mampu

46 Baca lebih lajut

Mudah dan Aktif Belajar Biologi SMA Kelas X-Rikky Firmansyah-2009

Mudah dan Aktif Belajar Biologi SMA Kelas X-Rikky Firmansyah-2009

Contoh komponen lainnya yang juga memiliki peran penting bagi kehidupan adalah cahaya matahari, tanah, dan suhu. Cahaya matahari merupakan sumber energi bagi hampir seluruh makhluk hidup di bumi ini. Bagi tumbuhan, cahaya matahari digunakan untuk proses fotosintesis. Telah Anda ketahui pada subbab sebelumnya, bahwa fotosintesis bertujuan menghasilkan zat makanan bagi tumbuhan. Manusia memanfaatkan cahaya matahari untuk beberapa keperluan. Manusia umumnya memanfaatkan panas yang dihasilkan oleh radiasi cahaya matahari, seperti untuk menjemur pakaian, mengeringkan ikan asin, menguapkan tambak garam untuk diambil garamnya, bahkan untuk menggerakkan motor listrik tenaga surya.
Baca lebih lanjut

222 Baca lebih lajut

KELAS X RIKKY FIRMANSYAH

KELAS X RIKKY FIRMANSYAH

Contoh komponen lainnya yang juga memiliki peran penting bagi kehidupan adalah cahaya matahari, tanah, dan suhu. Cahaya matahari merupakan sumber energi bagi hampir seluruh makhluk hidup di bumi ini. Bagi tumbuhan, cahaya matahari digunakan untuk proses fotosintesis. Telah Anda ketahui pada subbab sebelumnya, bahwa fotosintesis bertujuan menghasilkan zat makanan bagi tumbuhan. Manusia memanfaatkan cahaya matahari untuk beberapa keperluan. Manusia umumnya memanfaatkan panas yang dihasilkan oleh radiasi cahaya matahari, seperti untuk menjemur pakaian, mengeringkan ikan asin, menguapkan tambak garam untuk diambil garamnya, bahkan untuk menggerakkan motor listrik tenaga surya.
Baca lebih lanjut

222 Baca lebih lajut

Mudah dan Aktif Belajar Biologi elas 10 Rikky Firmansyah Agus Mawardi H M Umar Riandi 2009

Mudah dan Aktif Belajar Biologi elas 10 Rikky Firmansyah Agus Mawardi H M Umar Riandi 2009

Contoh komponen lainnya yang juga memiliki peran penting bagi kehidupan adalah cahaya matahari, tanah, dan suhu. Cahaya matahari merupakan sumber energi bagi hampir seluruh makhluk hidup di bumi ini. Bagi tumbuhan, cahaya matahari digunakan untuk proses fotosintesis. Telah Anda ketahui pada subbab sebelumnya, bahwa fotosintesis bertujuan menghasilkan zat makanan bagi tumbuhan. Manusia memanfaatkan cahaya matahari untuk beberapa keperluan. Manusia umumnya memanfaatkan panas yang dihasilkan oleh radiasi cahaya matahari, seperti untuk menjemur pakaian, mengeringkan ikan asin, menguapkan tambak garam untuk diambil garamnya, bahkan untuk menggerakkan motor listrik tenaga surya.
Baca lebih lanjut

220 Baca lebih lajut

25b-6 Silabus Biologi Kelas X Multikultur

25b-6 Silabus Biologi Kelas X Multikultur

Komponen ekosistem terdiri dari unsur biotik dan abiotik. Dalam ekosisten terjadi interaksi antar unsur biotik dan abiotik, serta antar unsur biotik dan biotik lainnya (predasi, simbiosis). Hubungan yang dinamis antara unsur-unsur tersebut menyebabkan terjadinya keseimbangan lingkungan.

25 Baca lebih lajut

Saling Ketergantungan antar makhluk hidu

Saling Ketergantungan antar makhluk hidu

Gas nitrogen ikatannya stabil dan sulit bereaksi, sehingga tidak bisa dimanfaatkan secara langsung oleh makhluk hidup. Nitrogen dalam tubuh makhluk hidup merupakan komponen penyusun asam amino yang akan membentuk protein. Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen dengan bantuan kilat atau petir membentuk nitrat (NO). Tumbuhan menyerap nitrogen dalam bentuk nitrit ataupun nitrat dari dalam tanah untuk menyusun protein dalam tubuhnya. Ketika tumbuhan dimakan oleh herbivora, nitrogen yang ada akan berpindah ke tubuh hewan tersebut bersama makanan.Ketika tumbuhan dan hewan mati ataupun sisa hasil ekskresi hewan (urine) akan diuraikan oleh dekomposer menjadi amonium dan amonia.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMANFAATAN TAMAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA MATERI EKOSISTEM MELALUI PEMBELAJARAN LUAR RUANG TERHADAP HASIL BELAJAR DI SMA NEGERI 1 AMBARAWA.

PENGARUH PEMANFAATAN TAMAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA MATERI EKOSISTEM MELALUI PEMBELAJARAN LUAR RUANG TERHADAP HASIL BELAJAR DI SMA NEGERI 1 AMBARAWA.

Di dalam ekosistem juga terjadi aliran energi yang melibatkan faktor biotik dan abiotik. Energi dapat diartikan sebagai kemampuan kerja. Energi diperoleh organisme dari makanan yang dikonsumsinya. Cahaya matahari merupakan sumber energi utama kehidupan. Organisme memanfaatkan energi matahari untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organik. Aliran energi merupakan rangkaian urutan perpindahan bentuk energi satu ke bentuk lainnya dimulai dari sinar matahari lalu ke produsen, ke konsumen dan sampai ke saproba. Pengalihan energi juga berlangsung melalui sederetan organisme yang memakan dan yang dimakan di dalam suatu rantai makanan.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

B. Tujuan Pembelajaran : - RPP SDA 1

B. Tujuan Pembelajaran : - RPP SDA 1

Sumberdaya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah (http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_alam )

14 Baca lebih lajut

Literatur Lingkungan dan Konsep Lingkung

Literatur Lingkungan dan Konsep Lingkung

Di dalam lingkungan hidup alami terdapat hubungan saling mempengaruhi antara komponen abiotik dengan biotik. Komponen abiotik berupa batuan, tanah, air, udara (cuaca dan iklim) mempengaruhi keberadaan organisme di suatu wilayah. Keberadaan tumbuhan dan pertumbuhannya sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah, cuaca dan iklim. Tumbuhan sayuran sangat baik pertumbuhannya di daerah pegunungan yang suhunya dingin dan tanah vulkanik yang subur. Sebaliknya, tumbuhan palma (kelapa, nipah dan lain-lain) sangat baik pertumbuhannya di daerah pantai yang bersuhu panas (megaterma). Komponen biotik juga mempengaruhi abiotik. Sebagai contoh, suhu udara dipengaruhi oleh keberadaan tumbuhan. Jika kita berada di daerah yang banyak tumbuhannya, maka udara akan terasa lebih nyaman.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

struktur dan fungsi terarium sebagai miniatur ekosistem

struktur dan fungsi terarium sebagai miniatur ekosistem

Interaksi yang terjadi dalam ekosistem mengakibatkan terjadinya kebergantungan antar komponen biotik atau antara komponen biotik dan abiotik. Sebagai alternatif interaksi dalam terarium ini, antara lain dapat dilihat dari segi penyiramannya, yaitu seandainya tanaman di siram 1 kali dalam seminggu atau dengan yang disiram 1 kali dalam 2 minggu, apakah respon tanaman yang dimunculkan sama, misalnya: warna daun, tinggi tanaman, dan lain-lain. Selain bapak-ibu guru, siswa juga diajak untuk mengamati respon yang terjadi dalam terarium, sehingga mereka dapat belajar untuk bertanggung jawab dan merawat terarium tersebut. Pada gambar 2 dapat dilihat contoh terarium.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...