Pemeliharaan Mesin Kendaraan

Top PDF Pemeliharaan Mesin Kendaraan:

Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

Buku Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan 1 ini berisikan materi pembelajaran peserta didik untuk mencapai kompetensi dasar pengetahuan dalam memahami cara merawat mesin secara berkala (servis berkala) dan kompetensi dasar keterampilan dalam merawat mesin secara berkala (servis berkala). Penjelasan materi dalam buku ini dilengkapi dengan gambar-gambar teknik otomotif sehingga peserta didik akan mudah untuk belajar pengetahuan murni secara mandiri dan pengetahuan sebagai pengantar untuk mempelajari keterampilan. Oleh karena pembelajaran dalam bidang teknik otomotif sebagian besar sangat memiliki resiko keselamatan kerja bagi peralatan, bahan maupun manusianya, maka peserta didik harus mendapatkan bimbingan dan pengawasan dari guru yang mengampu mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan 1. Guru harus menunjukkan dulu bagaimana belajar keterampilan, setelah peserta didik mengamati contoh atau demonstrasi oleh guru, baru kemudian peserta didik menirukan apa yang telah dicontohkan atau didemonstrasikan guru, bahkan mungkin menirukannya bisa beberapa kali sampai dinilai mampu mandiri oleh guru. Kemudian untuk mencapai tahap kompeten dalam keterampilan, peserta didik harus melakukan latihan beberapa kali, namun tetap dalam pengawasan guru.
Baca lebih lanjut

240 Baca lebih lajut

Buku Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Kelas XI SMT2

Buku Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Kelas XI SMT2

Saluran untuk mencampur udara dan bahan bakar yang mengalir dari venturi ke saluran masuk karburator disebut barrel. Bila hanya terdapat satu barrel disebut karburator single barrel, bila dua barrel disebut double barrel. Karburator single barrel umumnya digunakan pada mesin yang ukuran kecil, sedangkan karburator double barrel digunakan pada mesin dengan ukuran yang kecil atau sedang. Karburator vakum konstan bekerja pada prinsip tekanan vakum konstan pada ruang pencampuran. Hal ini berarti ada tekanan yang hampir konstan pada saluran masuk yang bisa diubah-ubah pada putaran dan beban yang berbeda-beda. Kecepatan aliran udara melalui venturi selalu tetap, vakum pada venturi tetap, dan pengabutan bensin baik pada setiap keadaan motor. Perbandingan campuran diatur oleh jarum sesuai posisi torak pengatur
Baca lebih lanjut

175 Baca lebih lajut

Buku Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Kelas XI SMT1

Buku Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Kelas XI SMT1

Buku Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan 1 ini berisikan materi pembelajaran peserta didik untuk mencapai kompetensi dasar pengetahuan dalam memahami cara merawat mesin secara berkala (servis berkala) dan kompetensi dasar keterampilan dalam merawat mesin secara berkala (servis berkala). Penjelasan materi dalam buku ini dilengkapi dengan gambar-gambar teknik otomotif sehingga peserta didik akan mudah untuk belajar pengetahuan murni secara mandiri dan pengetahuan sebagai pengantar untuk mempelajari keterampilan. Oleh karena pembelajaran dalam bidang teknik otomotif sebagian besar sangat memiliki resiko keselamatan kerja bagi peralatan, bahan maupun manusianya, maka peserta didik harus mendapatkan bimbingan dan pengawasan dari guru yang mengampu mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan 1. Guru harus menunjukkan dulu bagaimana belajar keterampilan, setelah peserta didik mengamati contoh atau demonstrasi oleh guru, baru kemudian peserta didik menirukan apa yang telah dicontohkan atau didemonstrasikan guru, bahkan mungkin menirukannya bisa beberapa kali sampai dinilai mampu mandiri oleh guru. Kemudian untuk mencapai tahap kompeten dalam keterampilan, peserta didik harus melakukan latihan beberapa kali, namun tetap dalam pengawasan guru.
Baca lebih lanjut

240 Baca lebih lajut

Kelas 11 SMK Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan 2

Kelas 11 SMK Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan 2

Penyajian  buku  teks  untuk  Mata  Pelajaran  ″  Pemeliharaan Mesin Kendaraan.Ringan ″ ini disusun dengan tujuan agar supaya peserta didik dapat  melakukan proses pencarian pengetahuan berkenaan dengan materi pelajaran melalui berbagai aktivitas proses sains sebagaimana dilakukan oleh para ilmuwan dalam melakukan eksperimen ilmiah (penerapan scientifik), dengan demikian peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta, membangun konsep, dan nilai-nilai baru secara mandiri.

175 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PRAKTIK PADA MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PRAKTIK PADA MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN

Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Efektivitas Penggunaan Multimedia Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Praktik Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan. Metode Penelitian Yang Digunakan Adalah Quasi Experimental Design, Yaitu Desain Yang Mempunyai Kelompok Kontrol, tetapi tidak sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Hasil penelitian di dapat data pada nilai N-gain didapat rata-rata (mean) N-gain kelas ekperimen sebesar 0.56 nilai rata-rata (mean) N-gain kelas kontrol sebesar 0,422, nilai t hitung sebesar 3,015 berada di luar nilai t tabel ( 0.030 dan 0.148) berada di bawah taraf signifikansi  = 0,05.Sedangkan perubahan nilai N-gain pada kelas eksperimen sebesar 0,56., maka dapat disimpulkan terdapat efektifitas penggunaan multimedia dalam upaya peningkatan hasil belajar praktek siswa pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan di SMK Negeri 4 Garu
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PRAKTIK PADA MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PRAKTIK PADA MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN

Berdasarkan data hasil perhitungan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol tersebut diatas, maka dapat disimpulkan terdapat efektifitas penggunaan multimedia dalam upaya peningkatan hasil belajar praktek siswa pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan di SMK Negeri 4 Garut. Dari penelitian yang dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa multimedia ini telah banyak memberikan kontribusinya terhadap proses pendidikan, mulai dari seleksi dengan CBT sampai dengan meguji kompetensi siswa yang akan lulus masih harus mengikuti seleksi secara digital seperti CBT. Menurut Darmawan, D and Harahap E. (2016:8643), menyatakan bahwa “ From the findings and expert opinions above shows that in implementing the communication
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Kelas11 pemeliharaan mesin kendaraan ringan 1614

Kelas11 pemeliharaan mesin kendaraan ringan 1614

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, dan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan menyampaikan terima kasih, sekaligus saran kritik demi kesempurnaan buku teks ini dan penghargaan kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam membantu terselesaikannya buku teks siswa untuk Mata Pelajaran Teknik Pemeliharaan Mesin Kendaraan .Ringan kelas X/Semester 2 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

175 Baca lebih lajut

Kelas 11 SMK Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan 1

Kelas 11 SMK Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan 1

Buku Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan 1 ini berisikan materi pembelajaran peserta didik untuk mencapai kompetensi dasar pengetahuan dalam memahami cara merawat mesin secara berkala (servis berkala) dan kompetensi dasar keterampilan dalam merawat mesin secara berkala (servis berkala). Penjelasan materi dalam buku ini dilengkapi dengan gambar-gambar teknik otomotif sehingga peserta didik akan mudah untuk belajar pengetahuan murni secara mandiri dan pengetahuan sebagai pengantar untuk mempelajari keterampilan. Oleh karena pembelajaran dalam bidang teknik otomotif sebagian besar sangat memiliki resiko keselamatan kerja bagi peralatan, bahan maupun manusianya, maka peserta didik harus mendapatkan bimbingan dan pengawasan dari guru yang mengampu mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan 1. Guru harus menunjukkan dulu bagaimana belajar keterampilan, setelah peserta didik mengamati contoh atau demonstrasi oleh guru, baru kemudian peserta didik menirukan apa yang telah dicontohkan atau didemonstrasikan guru, bahkan mungkin menirukannya bisa beberapa kali sampai dinilai mampu mandiri oleh guru. Kemudian untuk mencapai tahap kompeten dalam keterampilan, peserta didik harus melakukan latihan beberapa kali, namun tetap dalam pengawasan guru.
Baca lebih lanjut

240 Baca lebih lajut

S TM 1106538 Table of content

S TM 1106538 Table of content

3. Rasio Sarana Praktik yang Tersedia dengan Siswa yang Praktik Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan di SMK Negeri 6 Bandung. 36 BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI A. Simpulan ................................................................................................... 38

6 Baca lebih lajut

S TM 1106538 Abstract

S TM 1106538 Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya sekolah yang belum memenuhi standar sarana dan prasarana praktik yang di atur dalam peraturan menteri pendidikan nasional nomor 40 tahun 2008, diantaranya di SMK Negeri 6 Bandung yang belum memenuhi standar rasio luas ruang praktik dan rasio antara jumlah peralatan praktik dengan jumlah siswa yang praktik pemeliharaan mesin kendaraan ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersedian sarana dan prasarana praktik pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan di SMK Negeri 6 Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan instrumen observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik kendaran ringan memiliki rasio perbandingan antara luas ruangan dengan jumlah siswa yang paling kecil diantara kompetensi keahlian yang lainnya. Tingkat ketersedian area kerja mesin sebesar 55%, area kerja kelistrikan sebesar 36%, area kerja chasis sebesar 39%, Ruang penyimpanan peralatan dan bahan sebesar 121%, ruang instruktur sebesar 84% sehingga dikategorikan kurang layak karena hanya area penyimpanan peralatan dan bahan sebesar yang sudah memenuhi standar. Tingkat ketersedian sarana praktik sebesar 91 % sehingga dikategorikan sangat layak. Rasio jumlah alat praktik yang tersedia dengan jumlah siswa pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan di SMK Negeri 6 Bandung sebesar 56% sehingga dikategorikan kurang layak.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

SDP Pemeliharaan Kendaraan

SDP Pemeliharaan Kendaraan

Sehubungan dengan undangan Pengadaan Langsung nomor____________:KN.01.03/ULP/789/02/2018tanggal________dan setelah kami pelajari dengan saksama Dokumen Pengadaan, dengan ini kami mengajukan penawaran untuk pekerjaan Pengadaan Pemeliharan Kendaraan Berupa Pembelian Spare Part (Ban Mobil Avanza,dll) Rp_______________ (___________________).

Baca lebih lajut

2015 2959 ped Pedoman Survei Khusus Neraca Produksi 2015

2015 2959 ped Pedoman Survei Khusus Neraca Produksi 2015

Jasa Kesehatan Swasta: biaya khususnya misalnya berupa obat-obatan yang digunakan; bahan baku obat/ farmasi; bahan kimia dan barang kimia lainnya; bahan pembersih; peralatan medis yang umur pemakaiannya kurang dari satu tahun; nilai alat-alat kesehatan sekali pakai yang digunakan; bahan makanan & minuman yang diolah (bahan makanan, sayur-sayuran, buah-buahan, bumbu- bumbuan, daging, ikan, telur, hasil olahan dari kedelai, minyak & lemak, makanan lainnya, susu, teh, coklat, gul apasir, dll); makanan & minuman jadi; bahan lainnya (kertas, tissue, barang dari plastik, dsb); pemeliharaan peralatan kesehatan; dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S TM 1106538 Chapter1

S TM 1106538 Chapter1

Informasi terkait kondisi sarana praktik di sekolah SMK Negeri 6 Bandung yang peneliti terima dari Kepala Program Studi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan, sarana praktik sudah kurang memadai. Jumlah peralatan praktik yang ada sekarang tidak seimbang dengan jumlah murid ditambah lagi kondisi peralatan praktik yang banyak rusak. Salah satu contoh peralatan praktik yang jumlahnya kurang adalah timing light, yang hanya tersedia 3 buah. Peralatan praktik yang semestinya harus ada dan digunakan sebagaimana mestinya tidak mencukupi dan tidak sesuai dengan BSNP, sehingga dapat menghambat PBM, tidak tercapai tujuan pembelajaran, dan hasil belajar tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

MODIFIKASI SUDUT KATUP DAN POROS NOK MOTOR SUPRA X UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA MESIN.

MODIFIKASI SUDUT KATUP DAN POROS NOK MOTOR SUPRA X UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA MESIN.

Masa kerja katup (valve timing) adalah saat membuka dan menutupnya katup yang berhubungan dengan posisi penggerak torak. Pada saat mesin berputar dengan kecepatan tinggi maka katup harus membuka lebih cepat dan menutup lebih lambat. Hal ini untuk memberikan kesempatan bagi masuknya campuran udara dan bensin ke dalam silinder sebanyak mungkin. Sebaliknya, katup buang akan membuka sebelum langkah usaha berakhir dan tetap terbuka sampai beberapa saat setelah langkah hisap dimulai.

Baca lebih lajut

Manajemen Pemeliharaan Mesin-Mesin Produksi

Manajemen Pemeliharaan Mesin-Mesin Produksi

Said (1980) dalam Fachrurrozi (2002) menyatakan bahwa mesin-mesin produksi merupakan faktor produksi yang berfungsi mengkonversi bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Mesin merupakan pesawat pengubah energi yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip logis, rasional dan matematis. Kebutuhan produktivitas yang lebih tinggi serta meningkatnya keluaran mesin pada tahun-tahun terakhir ini telah mempercepat perkembangan otomatisasi. Hal ini pada gilirannya memperbesar kebutuhan akan fungsi pemeliharaan (maintenance) mesin- mesin tersebut, selain karena mesin-mesin tersebut cenderung terus mengalami kelusuhan sehingga diperlukan reparasi atau perbaikan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...