Proliferasi dan Apoptosis dalam Regulasi Sel

Top PDF Proliferasi dan Apoptosis dalam Regulasi Sel:

Ekspresi Notch1 dan ALDH1A1 pada Lesi Prostat; Hubungannya dengan Diagnosis Histopatologik, Proliferasi dan Apoptosis Sel Kanker

Ekspresi Notch1 dan ALDH1A1 pada Lesi Prostat; Hubungannya dengan Diagnosis Histopatologik, Proliferasi dan Apoptosis Sel Kanker

berhubungan dengan diagnosis patologik dan usia pasien. Hasil kami konsisten dengan pene- litian sebelumnya, yang menunjukkan potensi onkogenik Notch1 dalam proses tumorigenesis di prostat. 16,31 Brown dkk mengungkapkan adanya ekspresi berlebihan dari protein Notch1 pada kanker prostat dibandingkan kontrol prostat jinak. 16 Ekspresi dari protein Notch1 juga telah diamati pada karsinoma serviks, adeno- karsinoma kolon, dan karsinoma skuamosa paru-paru. 32 Selain itu, kami menemukan hubungan yang signifikan antara Notch1 dan proliferasi sel kanker tetapi tidak dengan apoptosis sel kanker. Temuan ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wang dkk, yang menyatakan ekspresi tinggi Notch1 pada mRNA berhubungan dengan berkurang- nya proliferasi sel dan peningkatan apoptosis pada prostat normal, dan menunjukkan peran supresor terhadap kanker prostat. 15,33 Hasil temuan yang berbeda mungkin disebabkan oleh perbedaan tingkat ekspresi Notch1 yang diperiksa. Kami dan peneliti lain yang mendu- kung peran onkogenik Notch1 memeriksa ekspresi Notch1 tingkat protein, sedangkan Wang dkk 15,33 yang menunjukkan peran Notch1 sebagai penekan tumor, memeriksa ekspresi Notch1 di tingkat mRNA. Penelitian lanjuatan diperlukan untuk mendefinisikan secara jelas peran Notch1 dalam perkembangan kanker prostat.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Fraksi    Petroleum    Eter    Tanaman    Ceplukan    (Physalis    angulata    L.)  Menghambat Proliferasi dan Memacu Apoptosis pada Sel HeLa

Fraksi Petroleum Eter Tanaman Ceplukan (Physalis angulata L.) Menghambat Proliferasi dan Memacu Apoptosis pada Sel HeLa

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kanker masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia, demikian juga di dunia. Oleh karena itu, penelitian untuk mengembangkan obat baru sangat penting untuk dilakukan. Ceplukan (Physallis angulata L.) adalah salah satu tanaman yang potensial untuk dikembangkan sebagai cancer chemoprevention agent. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek sitotoksik tanaman ceplukan serta efek pada proliferasi dan apoptosis pada sel HeLa. Tanaman ceplukan diekstraksi dengan etanol 96%, selanjutnya ekstrak difraksinasi menggunakan pelarut yang berbeda kepolarannya yaitu petroleum eter, kloroform dan etil asetat. Penentuan efek sitotoksik dan pengaruh terhadap proliferasi sel HeLa dilakukan dengan metode MTT. Pengaruh sampel terhadap apoptosis pada sel HeLa dilakukan dengan doublestanning menggunakan ethidium bromide-acridyne orange. Protein markers pada apoptosis diamati dengan immunocytochemistry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi petroleum eter mempunyai efek sitotoksik pada sel HeLa dengan nilai IC50 sebesar 120,198 µµg/ml. Fraksi petroleum eter menghambat proliferasi sel HeLa dan memacu terjadinya apoptosis dengan meningkatkan ekspresi protein p53 dan Bax.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Fraksi Petroleum Eter Tanaman Ceplukan (Physalis angulata L.) Menghambat Proliferasi dan Memacu Apoptosis pada Sel HeLa

Fraksi Petroleum Eter Tanaman Ceplukan (Physalis angulata L.) Menghambat Proliferasi dan Memacu Apoptosis pada Sel HeLa

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kanker masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia, demikian juga di dunia. Oleh karena itu, penelitian untuk mengembangkan obat baru sangat penting untuk dilakukan. Ceplukan (Physallis angulata L.) adalah salah satu tanaman yang potensial untuk dikembangkan sebagai cancer chemoprevention agent. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek sitotoksik tanaman ceplukan serta efek pada proliferasi dan apoptosis pada sel HeLa. Tanaman ceplukan diekstraksi dengan etanol 96%, selanjutnya ekstrak difraksinasi menggunakan pelarut yang berbeda kepolarannya yaitu petroleum eter, kloroform dan etil asetat. Penentuan efek sitotoksik dan pengaruh terhadap proliferasi sel HeLa dilakukan dengan metode MTT. Pengaruh sampel terhadap apoptosis pada sel HeLa dilakukan dengan doublestanning menggunakan ethidium bromide-acridyne orange. Protein markers pada apoptosis diamati dengan immunocytochemistry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi petroleum eter mempunyai efek sitotoksik pada sel HeLa dengan nilai IC50 sebesar 120,198 µµg/ml. Fraksi petroleum eter menghambat proliferasi sel HeLa dan memacu terjadinya apoptosis dengan meningkatkan ekspresi protein p53 dan Bax.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Ekstrak Etanolik Biji Buah Pinang (Areca catechu L.) mampu menghambat proliferasi dan memacu apoptosis sel MCF-7

Ekstrak Etanolik Biji Buah Pinang (Areca catechu L.) mampu menghambat proliferasi dan memacu apoptosis sel MCF-7

Penghambatan proliferasi dan mekanisme apoptosis pada MCF-7 bisa melewati jalur independent mitokondria, yakni melalui Fas receptor dengan mengaktifkan caspase 8, atau melalui jalur dependent mitokondria dengan didahului oleh aktivasi tumor supresor p53 sebagai respon adanya sel stress. Aktivasi p53 akan meningkatkan ekspresi protein proapoptosis (Bad, Bax, Bid) yang memacu pelepasan sitokrom C dari mitokondria. Sitokrom C bersama dengan Apaf-1 akan mengaktifkan caspase 9. Selanjutnya baik caspase 8 maupun caspase 9 akan mengaktivasi caspase 3, 6 atau 7 (Hanahan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK ETHANOL PROPOLIS TERHADAP KSPRESI PROTEIN CASPASE 8, APOPTOSIS, DAN PROLIFERASI PADA KULTUR SEL ADENOKARSINOMA KOLON (WiDr)

PENGARUH EKSTRAK ETHANOL PROPOLIS TERHADAP KSPRESI PROTEIN CASPASE 8, APOPTOSIS, DAN PROLIFERASI PADA KULTUR SEL ADENOKARSINOMA KOLON (WiDr)

perlakuan pemberian dosis ekstrak ethanol propolis, kontrol positif (5-FU), kombinasi ekstrak ethanol propolis dengan 5-FU, dan kontrol negatif (tanpa obat). Pengamatan ekspresi protein Caspase 8 dilakukan dengan metode imunositokimia, pengamatan apoptosis dilakukan dengan double staining menggunakan pewarnaan akridin oranye–etidium bromide, sedangkan pengamatan proliferasi menggunakan MTT assay dengan doubling time. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa EEP cenderung menekan viabilitas sel WiDr dengan IC 50 sebesar 140 µg/mL. EEP konsentrasi 70,140, 280 µg/mL mampu meningkatkan ekspresi protein Caspase 8 dan menginduksi apoptosis yang sebanding dengan peningkatan konsentrasi yang diberikan. EEP konsentrasi 70 µg/mL dapat menghambat proliferasi sel sebanding dengan EEP konsentrasi 140 dan 280 µg/Ml. Penelitian ini menunjukkan EEP mampu menekan viabilitas sel WiDr. Aktivitas ini kemungkinan terkait dengan kemampuannya dalam meningkatkan ekspresi protein Caspase 8 dan apoptosis sebanding dengan peningkatan konsentrasi yang diberikan. EEP pada konsentrasi terkecil yang diuji (70 µg/mL) mampu menghambat proliferasi pada sel WiDr sebanding dengan dosis yang lebih tinggi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK PROPOLIS TERHADAP EKSPRESI CASPASE 3, PROLIFERASI DAN INDUKSI APOPTOSIS PADA SEL KANKER KOLON (CELL LINE WiDr)

PENGARUH EKSTRAK PROPOLIS TERHADAP EKSPRESI CASPASE 3, PROLIFERASI DAN INDUKSI APOPTOSIS PADA SEL KANKER KOLON (CELL LINE WiDr)

Kanker kolorektal mencapai sepuluh persen dari total tipe tumor di seluruh dunia dan merupakan kanker dengan mortalitas tertinggi di seluruh dunia. Kejadian kanker kolon terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk baik di negara berkembang maupun negara maju. Kemoterapi belum memberikan hasil yang optimal dan sering menimbulkan efek samping yang serius karena pada umumnya tidak bekerja spesifik pada sel kanker tetapi juga pada sel normal. Banyak bahan alam yang berpotensial untuk dikembangkan sebagai agen kombinasi seperti propolis, jinten, tapak dara, mengkudu, dan daun dewa. Propolis merupakan suplemen nutrisi yang dihasilkan oleh lebah dan telah digunakan sebagai pengobatan tradisional di dunia. Propolis sudah banyak dijadikan bahan penelitian karena aktivitas antibakteri, antijamur, antivirus dan hepatoprotektifnya. Propolis dan senyawa lainnya telah digunakan untuk mengobati inflamasi, untuk meningkatkan kekebalan tubuh, dan agen anti kanker. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian propolis dari daerah Kerjo, Karanganyar, Indonesia terhadap ekspresi caspase 3, proliferasi dan induksi apoptosis pada kultur sel kanker kolon (cell line WiDr). Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorik dengan post test with control group design. Penelitian menggunakan kultur sel WiDr (sel kanker kolon) dengan pemberian ekstrak ethanol propolis (EEP). Pengamatan ekspresi caspase 3 dengan metode imunositokimia, sedangkan pengamatan proliferasi dengan metode doubling time dan induksi apoptosis dengan metode double staining. Hasil Penelitian didapatkan EEP dengan IC 50 sebesar 140 µg/mL meningkatkan ekspresi caspase 3 sebesar 42,1% dibandingkan kelompok kontrol 6,89%. EEP meningkatkan ekspresi caspase 3 sebanding dengan peningkatan konsentrasi EEP. EEP dengan dosis konsentrasi 70, 140, 280 µg/mL mampu menekan proliferasi baik pada proliferasi jam ke-24, 48 , maupun 72. EEP dengan IC50 sebesar 140 µg/mL meningkatkan induksi apoptosis sebesar 53,16% dibandingkan kelompokkontrol 0,64%. Pemberian EEP meningkatkan induksi apoptosis sebanding dengan peningkatan konsentrasi EEP. Penelitian ini menunjukkan bahwa EEP mempunyai sifat antiproliferasi dan mampu menginduksi apoptosis pada sel WiDr.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK ETHANOL PROPOLIS TERHADAP KSPRESI PROTEIN CASPASE 8, APOPTOSIS, DAN PROLIFERASI PADA KULTUR SEL ADENOKARSINOMA KOLON (WiDr)

PENGARUH EKSTRAK ETHANOL PROPOLIS TERHADAP KSPRESI PROTEIN CASPASE 8, APOPTOSIS, DAN PROLIFERASI PADA KULTUR SEL ADENOKARSINOMA KOLON (WiDr)

Kanker kolorektal merupakan kanker terbanyak ketiga pada pria, kedua pada wanita, dan menjadi penyebab kematian keempat, sekitar 8% dari penyebab kematian karena kanker. Sebagian besar pasien kanker kolorektal didiagnosis dalam stadium yang sudah tidak dapat dioperasi. Propolis diketahui memiliki aktivitas anti kanker. Mekanisme anti kanker propolis melalui induksi apoptosis dan juga melalui penghambatan proliferasi dalam siklus sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek anti kanker ekstrak ethanol propolis (EEP) yang berasal dari Kerjo, Karanganyar, Indonesia pada kultur sel adenokarsinoma kolorektal (cell line WiDr) melalui pengaruhnya terhadap ekspresi protein Caspase 8, apoptosis dan proliferasi sel. Penelitian ini merupakan penelitian experimental laboratories, post test with control group design. Penelitian dilakukan pada kultur sel WiDr dengan perlakuan pemberian dosis ekstrak ethanol propolis, kontrol positif (5-FU), kombinasi ekstrak ethanol propolis dengan 5-FU, dan kontrol negatif (tanpa obat). Pengamatan ekspresi protein Caspase 8 dilakukan dengan metode imunositokimia, pengamatan apoptosis dilakukan dengan double staining menggunakan pewarnaan akridin oranye–etidium bromide, sedangkan pengamatan proliferasi menggunakan MTT assay dengan doubling time. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa EEP cenderung menekan viabilitas sel WiDr dengan IC 50 sebesar 140 µg/mL. EEP konsentrasi 70,140, 280 µg/mL mampu meningkatkan ekspresi protein Caspase 8 dan menginduksi apoptosis yang sebanding dengan peningkatan konsentrasi yang diberikan. EEP konsentrasi 70 µg/mL dapat menghambat proliferasi sel sebanding dengan EEP konsentrasi 140 dan 280 µg/Ml. Penelitian ini menunjukkan EEP mampu menekan viabilitas sel WiDr. Aktivitas ini kemungkinan terkait dengan kemampuannya dalam meningkatkan ekspresi protein Caspase 8 dan apoptosis sebanding dengan peningkatan konsentrasi yang diberikan. EEP pada konsentrasi terkecil yang diuji (70 µg/mL) mampu menghambat proliferasi pada sel WiDr sebanding dengan dosis yang lebih tinggi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens Merr. & Perry) TERHADAP AKTIFITAS PROLIFERASI SEL DAN INDEKS APOPTOSIS KANKER PAYUDARA MENCIT C3H

PENGARUH EKSTRAK SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens Merr. & Perry) TERHADAP AKTIFITAS PROLIFERASI SEL DAN INDEKS APOPTOSIS KANKER PAYUDARA MENCIT C3H

Alternatif pengobatan kanker payudara dengan tanaman obat saat ini sedang dieksplorasi. Sarang semut ( myrmecodia pendens Merr & Perry ) merupakan tumbuhan asli Indonesia yang berasal dari papua. Secara empiris banyak digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Uji in vitro menunjukkan bahwa myrmecodia pendens dapat menghambat pertumbuhan kanker usus, cerviks dan paru. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh dosis bertingkat ekstrak myrmecodia pendens terhadap aktifitas proliferasi dan indeks apoptosis adenokarsinoma mamma. Penelitian eksperimental pada hewan coba dengan desain penelitian randomized post test only control group. Sampel 28 ekor mencit C3H yang diinokulasi tumor, dibagi dalam 4 kelompok : kelompok kontrol dan tiga kelompok perlakuanyang diberi ekstrak myrmecodia pendens dosis bertingkat (4 mg/hari, 8 mg/hari, 16 mg/hari) selama 3 minggu. Kemudian dilakukan pemeriksaan aktifitas proliferasi dan indeks apoptosis. Proliferasi sel tumor diketahui dengan menghitung AgNOR setelah dipulas dengan perak nitrat koloidal. Sel yang mengalami apoptosis diketahui dengan menghitung indeks apoptosis setelah dipulas dengan TUNEL. Terdapat perbedaan bermakna aktifitas proliferasi (p< 0,05) ketiga kelompok yang diberikan ekstrak myrmecodia pendens dibandingkan kontrol (P1= 3,2±1,40, P2= 3,2±0,52, P3= 4,6±1,06, K= 5,8±0,51) peningkatan dosis tidak diikuti penurunan aktifitas proliferasi. Terdapat perbedaan bermakna indeks apoptosis (p< 0,05) pada ketiga kelompok yang diberikan ekstrak myrmecodia pendens dibandingkan kontrol (P1 = 2,9±0,46, P2= 3,2±0,0,196, P3= 2,9±0,35, K= 1,6±0,55) peningkatan dosis tidak diikuti peningkatan indeks apoptosis. Pemberian ekstrak myrmecodia pendens dapat menginduksi apoptosis dan menurunkan aktifitas proliferasi sel kanker.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK ETHANOL PROPOLIS DAN PERBEDAANNYA DENGAN 5-FLUOROURACIL TERHADAP EKSPRESI PROTEIN CASPASE 8, APOPTOSIS, DAN PROLIFERASI PADA KULTUR SEL ADENOKARSINOMA KOLON (WiDr).

PENGARUH EKSTRAK ETHANOL PROPOLIS DAN PERBEDAANNYA DENGAN 5-FLUOROURACIL TERHADAP EKSPRESI PROTEIN CASPASE 8, APOPTOSIS, DAN PROLIFERASI PADA KULTUR SEL ADENOKARSINOMA KOLON (WiDr).

v KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillaahirabbil’aalamin penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan kasih sayang, rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan tesis yang berjudul: Pengaruh Ekstrak Ethanol Propolis dan Perbedaannya dengan 5- Fluorouracil Terhadap Peningkatan Ekspresi Protein Caspase 8 , Apoptosis dan Proliferasi Pada Kultur Sel Adenokarsinoma Kolon ( WiDr ) ini dapat terselesaikan dengan baik. Penelitian ini untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam memperoleh gelar Magister Kedokteran Keluarga dari Program Pasca Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK ETHANOL PROPOLIS DAN PERBEDAANNYA DENGAN 5-FLUOROURACIL TERHADAP EKSPRESI PROTEIN CASPASE 8, APOPTOSIS, DAN PROLIFERASI PADA KULTUR SEL ADENOKARSINOMA KOLON (WiDr).

PENGARUH EKSTRAK ETHANOL PROPOLIS DAN PERBEDAANNYA DENGAN 5-FLUOROURACIL TERHADAP EKSPRESI PROTEIN CASPASE 8, APOPTOSIS, DAN PROLIFERASI PADA KULTUR SEL ADENOKARSINOMA KOLON (WiDr).

vi UCAPAN TERIMAKASIH Puji syukur Alhamdulillaahirabbil’aalamin penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan kasih sayang, rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan tesis yang berjudul: ” Pengaruh Ekstrak Ethanol Propolis dan Perbedaannya dengan 5- Fluorouracil Terhadap Peningkatan Ekspresi Protein Caspase 8 , Apoptosis dan Proliferasi Pada Kultur Sel Adenokarsinoma Kolon ( WiDr ) ” ini dapat terselesaikan dengan baik. Penelitian ini untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam memperoleh gelar Spesialis Penyakit Dalam dari PPDS I Penyakit Dalam Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Ethanol Propolis Terhadap Ekspresi Protein p53, Apoptosis dan Proliferasi Pada Kultur Sel Hepatoma ( Cell Line HepG2) - UNS Institutional Repository

Pengaruh Ekstrak Ethanol Propolis Terhadap Ekspresi Protein p53, Apoptosis dan Proliferasi Pada Kultur Sel Hepatoma ( Cell Line HepG2) - UNS Institutional Repository

1. Tesis yang berjudul “Pengaruh Ekstrak Ethanol Propolis Terhadap Ekspresi Protein P53, Apoptosis dan Proliferasi Pada Kultur Sel Hepatoma (Cell Line HepG2 )” ini adalah karya penelitian penulis sendiri dan tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik serta tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang tertulis dengan acuan yang disebutkan sumbernya, baik dalam naskah karangan dan daftar pustaka. Apabila ternyata di dalam naskah tesis ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur plagiasi, maka penulis bersedia menerima sanksi, Tesis penulis dibatalkan serta diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Peranan Curcumin terhadap Proliferasi, Apoptosis dan Diferensiasi Hepatosit Mice BalbC yang Dipapar dengan Benzapyrene

Peranan Curcumin terhadap Proliferasi, Apoptosis dan Diferensiasi Hepatosit Mice BalbC yang Dipapar dengan Benzapyrene

benzapyrene menyebabkan peningkatan indeks apoptosis yang sangat tinggi, bahkan melampaui indeks apoptosis mencit normal (P<0,01). Walaupun terdapat peningkatan indeks proliferasi juga, tetapi tampaknya proliferasi tersebut kurang mengimbangi peningkatan apoptosis, sehingga tampak banyak ruang kosong diantara sel-sel hepatosit (Gambar 5). Hal ini karena dosis curcumin yang diberikan dalam penelitian ini (0,2% dari total pakan) termasuk dosis tinggi, sesuai dengan penelitian Banjerdpongchai et al. (2002), pada penelitian tersebut pengaruh curcumin pada apoptosis tampak bergantung pada dosis yang diberikan. Penelitian tersebut menyatakan bahwa curcumin pada dosis rendah (0,27nM-0,27M) dapat mencegah apoptosis sel HL60, sedangkan pada dosis yang lebih tinggi (2,71-27,15M), curcumin bekerja secara sinergis dengan doxorubicin, menyebabkan apoptosis sel HL60 [19]. Hal ini sesuai dengan Banjerdpongchai et al., (2002) [19] dan Leu et al., (2002) [9] bahwa curcumin menunjukkan efek antioksidan maupun prooksidan, pada dosis rendah curcumin berperan dalam scavenger radikal bebas dan donasi elektron atau hidrogen, dan hal ini yang menyebabkan adanya efek protektif curcumin. Sedangkan efek prooksidan curcumin dapat terjadi karena adanya ion Cu(II), dengan adanya ion tersebut, curcumin dapat menyebabkan pembentukan reactive oxygen species (ROS) khususnya hydroxyl radical. Hal ini dapat terjadi karena struktur curcumin mengandung diferuloylmethane sebagai komposisi mayor dan beberapa derivat minor misalnya monomethoxy- curcumin, demethoxy-curcumin, dan bisde- methoxycurcumin. Semua derivat tersebut mempunyai perlengkapan yang berbeda-beda sebagai aktifitas prooksidan dan antioksidan. Pada penelitian ini, ROS yang dihasilkan akibat pemberian 0,2% curcumin sangat tinggi, sehingga terjadi peningkatan apoptosis yang berlebihan dan mengakibatkan ruang-ruang kosong yang tidak diisi oleh sel hepar.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK ETANOL PROPOLIS DAN PERBEDAANNYA DENGAN 5-FLUOROURACIL TERHADAP EKSPRESI CASPASE 3, PROLIFERASI DAN APOPTOSIS PADA KULTUR SEL KANKER KOLON (CELL LINE WiDr).

PENGARUH EKSTRAK ETANOL PROPOLIS DAN PERBEDAANNYA DENGAN 5-FLUOROURACIL TERHADAP EKSPRESI CASPASE 3, PROLIFERASI DAN APOPTOSIS PADA KULTUR SEL KANKER KOLON (CELL LINE WiDr).

1.2.11. Adakah perbedaan pemberian ekstrak etanol propolis (½ IC50, IC50, 2IC50), 5 FU, IC50, dan dosis kombinasi ekstrak etanol propolis IC50 dan 5 FU IC50 terhadap proliferasi pada kultur sel WiDr. 1.2.12. Adakah perbedaan pemberian ekstrak etanol propolis (½ IC50, IC50, 2IC50), 5 FU, IC50, dan dosis kombinasi ekstrak etanol propolis IC50 dan 5 FU IC50 terhadap apoptosis pada kultur sel WiDr.

7 Baca lebih lajut

PERAN C-FOS SEBAGAI AGEN PROLIFERASI DAN PRO-APOPTOSIS SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN PENGOBATAN KANKER

PERAN C-FOS SEBAGAI AGEN PROLIFERASI DAN PRO-APOPTOSIS SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN PENGOBATAN KANKER

Analisis profil molekuler telah memberikan pengertian lebih dalam berkenaan dengan kompleksitas penyakit kanker di tingkat molekuler serta membuka potensi pengunaannya untuk mempelajari jalur onkogenik, hubungan jalur keganasan dengan sensitivitas terhadap terapi yang memberikan potensi yang besar sebagai petunjuk pengunaan terapi target. C-Fos merupakan proto-onkogen, berikatan dengan Jun membentuk komplek faktor transkripsi activating protein 1 (AP-1). Sebagai anggota dari AP- 1, c-Fos memainkan peran merespon transduksi sinyal proliferasi dan diferensiasi sel yang menyebabkan pertumbuhan sel yang invasif. Sebaliknya laporan penelitian lainnya membuktikan bahwa c-Fos juga memiliki peran sebagai tumor supresor dengan keterlibatannya pada proses apoptosis. Mekanisme molekuler yang jelas tentang keterlibatan c-Fos baik sebagai tumor modulator proliferasi sel maupun supresor pertumbuhan tumor masih belum jelas. Penelitian lebih lanjut keterlibatan c-Fos di tingkat molekuler sangat penting untuk membuka jalan bagi target baru terapi kanker maupun sebagai marker prognostik penyakit kanker.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Peranan Curcumin Terhadap Proliferasi, Apoptosis Dan Diferensiasi Hepatosit Mice Balb/C Yang Dipapar Dengan Benzapyrene

Peranan Curcumin Terhadap Proliferasi, Apoptosis Dan Diferensiasi Hepatosit Mice Balb/C Yang Dipapar Dengan Benzapyrene

benzapyrene menyebabkan peningkatan indeks apoptosis yang sangat tinggi, bahkan melampaui indeks apoptosis mencit normal (P<0,01). Walaupun terdapat peningkatan indeks proliferasi juga, tetapi tampaknya proliferasi tersebut kurang mengimbangi peningkatan apoptosis, sehingga tampak banyak ruang kosong diantara sel-sel hepatosit (Gambar 5). Hal ini karena dosis curcumin yang diberikan dalam penelitian ini (0,2% dari total pakan) termasuk dosis tinggi, sesuai dengan penelitian Banjerdpongchai et al. (2002), pada penelitian tersebut pengaruh curcumin pada apoptosis tampak bergantung pada dosis yang diberikan. Penelitian tersebut menyatakan bahwa curcumin pada dosis rendah (0,27nM-0,27 PM) dapat mencegah apoptosis sel HL60, sedangkan pada dosis yang lebih tinggi (2,71-27,15PM), curcumin bekerja secara sinergis dengan doxorubicin, menyebabkan apoptosis sel HL60 [19]. Hal ini sesuai dengan Banjerdpongchai et al., (2002) [19] dan Leu et al., (2002) [9] bahwa curcumin menunjukkan efek antioksidan maupun prooksidan, pada dosis rendah curcumin berperan dalam scavenger radikal bebas dan donasi elektron atau hidrogen, dan hal ini yang menyebabkan adanya efek protektif curcumin. Sedangkan efek prooksidan curcumin dapat terjadi karena adanya ion Cu(II), dengan adanya ion tersebut, curcumin dapat menyebabkan pembentukan reactive oxygen species (ROS) khususnya hydroxyl radical. Hal ini dapat terjadi karena struktur curcumin mengandung diferuloylmethane sebagai komposisi mayor dan beberapa derivat minor misalnya monomethoxy- curcumin, demethoxy-curcumin, dan bisde- methoxycurcumin. Semua derivat tersebut mempunyai perlengkapan yang berbeda-beda sebagai aktifitas prooksidan dan antioksidan. Pada penelitian ini, ROS yang dihasilkan akibat pemberian 0,2% curcumin sangat tinggi, sehingga terjadi peningkatan apoptosis yang berlebihan dan mengakibatkan ruang-ruang kosong yang tidak diisi oleh sel hepar.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Polifenol Mahkota Dewa Terhadap Proliferasi Sel dan Apoptosis pada Mencit Strain Balb/C yang Diinduksi Benzo(a) Pyrene (BaP) | Watuguly | MEDIA MEDIKA INDONESIANA 11375 26044 1 SM

Pengaruh Polifenol Mahkota Dewa Terhadap Proliferasi Sel dan Apoptosis pada Mencit Strain Balb/C yang Diinduksi Benzo(a) Pyrene (BaP) | Watuguly | MEDIA MEDIKA INDONESIANA 11375 26044 1 SM

Pengujian bahan alam sebagai agen kemopreventif dimaksudkan untuk meningkatkan sensifitas sel, mengurangi efek samping, menghambat pertumbuhan tumor, menghambat ekspresi protein dan pemacuan apoptosis. Kegagalan dalam kemoterapi biasanya ber- kaitan dengan kegagalan agen antikanker menginduksi kematian sel secara terprogram (apoptosis). 1 Dengan mempelajari berbagai jalur apoptosis, diharapkan agen kemopreventif dapat meningkatkan proses apoptosis pada sel kanker. 2,3 Kematian sel yang terprogram yang disebut apoptosis adalah suatu proses yang diregulasi secara genetik yang berperan penting dalam perkembangan dan keseimbangan. 4 Abnormalitas pada apoptosis dihubungkan dengan berbagai macam penyakit pada manusia seperti kanker dan gangguan lainnya. 5 Sementara itu, proses proliferasi sel merupakan satu dari banyaknya proses biologis dasar karena berperan dalam proses petumbuhan dan pemeliharaan homeostatis jaringan. 6,7 Penilaian aktivitas proliferasi sel dapat diukur dengan bercak nucleolar organizer region. AgNOR merupakan 2 protein yang berperan dalam biogenesis ribosome (nucleolin dan B23). Nucleolin dan B23 ini berperan dalam reaksi pada fase interfase siklus sel. Kecepatan biosintesis ribosome secara langsung berhubungan dengan aktivitas RNA polimerase 1 yang juga merupakan salah satu komponen protein AgNOR. 8 Proliferasi yang meningkat atau tidak terkontrol dan gangguan apoptosis berperan dalam menentukan akumulasi sel-sel ganas dan menyebabkan pembentukan karsinogenesis multistage. Proliferasi sel dapat dipelajari baik dengan cara menghancurkan jaringan seperti metode ‘ flowsitometri ’ maupun dengan cara tetap mempertahankan struktur jaringan seperti pelabelan dengan radioisotop, Ki-67, PCNA (proliferating cell nuclear antigen) dan teknik pewarnaan AgNOR. 9 Dengan pewarnaan silver, protein AgNORs akan tampak sebagai titik hitam (black dot) yang dapat dihitung. Aktivitas proliferasi sel diukur dengan nilai mAgNOR, yaitu perbandingan antara jumlah titik hitam dalam sel (black dot) dengan jumlah sel. Semakin tinggi tingkat proliferasi, maka semakin banyak titik hitam yang dapat diamati. 10
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Peran Gen p63 dalam Regulasi Proliferasi Sel

Peran Gen p63 dalam Regulasi Proliferasi Sel

Teresa Liliana Wargasetia Bagian Biologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha, Bandung Abstract p63 gene that exits in chromosome 3q27-28 has two promoters and three different C ends, namely α , β , and γ so that the transcription of p63 gene produces 6 variants. Various researches show that p63 gene plays a role in inducting the stoppage of cell cycles in the form of G1 arrest and G2 arrest. The products of p63 gene also have a role in activating the extrinsic/death receptor-mediated apoptosis pathway and the intrinsic/mitochondria-mediated apoptosis pathway. Understanding of the role of p63 gene in regulating cell proliferation and the synergic effect of p63 and chemotherapy medicines is essential to develop strategies for cancer therapy.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Gangguan Pertumbuhan, proliferasi dan diferensasi sel

Gangguan Pertumbuhan, proliferasi dan diferensasi sel

Pada jaringan normal, proliferasi sel mengarah kepada penambahanjaringan. Dimana jumlah sel tidak hanya tergantung kepada proliferasi sel tetapi juga oleh kematian sel. kematian sel terprogram (apoptosis) adalah proses dikeluarkannya sel-sel yang rusak. Keseimbangan antara produksi sel baru dan kematian sel itulah yang mempertahankan sel yang tepat pada jaringan (homeostasis).

17 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Proliferasi sel menghasilkan dua sel yang berasal dari satu sel. Keadaan ini

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Proliferasi sel menghasilkan dua sel yang berasal dari satu sel. Keadaan ini

Proses apoptosis dapat terjadi melalui beberapa jalur. Salah satu jalur yang mempunyai kaitan erat dengan kanker adalah melalui induksi apoptosis oleh protein p53. Protein p53 merespon kerusakan DNA atau stres sel yang meliputi aktivitas onkogen (gen pendorong terbentuknya tumor), hipoksia (kekurangan oksigen dalam sel), erosi telomerase (pemendekan DNA akibat non-aktif-nya enzim telomerase) dan stres sel yang lain (Stokloza dan Golab, 2005)

15 Baca lebih lajut

Apoptosis dan Respon Biologik Sel sebagai Faktor Prognosa Radioterapi Kanker

Apoptosis dan Respon Biologik Sel sebagai Faktor Prognosa Radioterapi Kanker

berhubungan erat dengan apoptosis. Apoptosis dapat dideteksi menggunakan teknik immunohistokimia atau menggunakan suatu kit komersial. Sel dengan tingkat/indeks apoptosis yang tinggi akan memberikan respon yang baik terhadap radiasi. Radiosensitivitas sel dapat dimodifikasi dengan memberikan suatu perlakuan atau dengan menentukan fase siklus sel kanker dan perlu ditunjang oleh banyak segi. Potensi proliferasi tumor merupakan salah satu faktor pengendalian tumor dan prediktor biologik penting dalam radioterapi. Hal ini sangat jelas bahwa pertumbuhan sel selama pemberian sitotoksik seperti radiasi akan memberikan dampak langsung pada keluaran (outcome). Bukti klinik dan laboratorium melalui berbagai penelitian mengindikasikan bahwa laju pengontrolan sel lokal dengan radioterapi dapat menurun dengan membagi waktu pemberian dosis dan semua ini ditentukan oleh kemampuan sel melakukan repopulasi selama pengobatan. Dari sekian banyak parameter yang berpengaruh, spektrum radiosensitivitas kultur in vitro sel tunggal yang dibuat dari berbagai macam kanker cukup berpengaruh pada keberhasilan pengobatan kanker dengan radioterapi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 7827 documents...