Proses Dukungan Sosial pada UPT Rehabilitasi

Top PDF Proses Dukungan Sosial pada UPT Rehabilitasi:

Proses Rehabilitasi Sosial Klien Psikotik (Studi di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Pasuruan)

Proses Rehabilitasi Sosial Klien Psikotik (Studi di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Pasuruan)

Mengingat semakin berkembang dan banyaknya usaha pembangunan, modernisasi dan industrialisasi yang berakibat kompleksnya masyarakat, maka banyak menimbulkan masalah-masalah sosial dan gangguan mental di kota-kota besar. Semakin banyaklah warga masyarakat yang tidak mampu melakukan penyesuaian diri dengan cepat terhadap macam-macam perubahan sosial.

10 Read more

DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA BAGI PENYANDANG PSIKOTIK  (Studi Kasus di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Pasuruan)

DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA BAGI PENYANDANG PSIKOTIK (Studi Kasus di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Pasuruan)

9. Orang terdekat yaitu Gigih Pambudi yang telah memberikan dukungan dan support dalam proses penyelesaian skripsi ini. Seluruh teman-teman Ilmu Kesejahteraan Sosial 15 kelas B [r]

17 Read more

DUKUNGAN SOSIAL DI UPT REHABILITASI SOSIAL BINA KARYA WANITA (RSBKW) KEDIRI BAGI EKS-WANITA TUNA SUSILA(WTS) SKRIPSI

DUKUNGAN SOSIAL DI UPT REHABILITASI SOSIAL BINA KARYA WANITA (RSBKW) KEDIRI BAGI EKS-WANITA TUNA SUSILA(WTS) SKRIPSI

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi syarat kelulusan dalam gelar Sarjana (S-1) Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang. Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak terlepas dari kesulitann dan hambatan-hambatan yang dihadapi, akan tetapi atas bimbingan dan kerjasama yang baik dari berbagai pihak penulis dapat menyelesaikan tugas akhir skripsi ini. Oleh karena itu, penulis menyampaikan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam penyelesaian tugas akhir skripsi ini. Dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terimakasih kepada yang terhormat :
Show more

20 Read more

Interaksionisme Simbolik dalam Praktik Rehabilitasi Narkoba di UPT Rehabilitasi Sosial ANKN Surabaya

Interaksionisme Simbolik dalam Praktik Rehabilitasi Narkoba di UPT Rehabilitasi Sosial ANKN Surabaya

Penelitian ini dilakukan di UPT Rehabilitasi Sosial ANKN Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Menurut pusat data dan informasi kementrian kesehatan RI, Provinsi tertinggi tingkat peredaran narkoba adalah provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu peneliti memilih UPT Rehabilitasi Sosial ANKN yang merupakan lembaga yang berdiri dibawah naungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur sebagai lokasi penelitian. Dalam Penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah konselor dan peserta rehabilitasi narkoba. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Mei 2016. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik purposive (Husaini, 2006: 26). Purposive adalah teknik penentuan subyek dengan pertimbangan tertentu berdasarkan tujuan penelitiannya. Pertimbangan tersebut berupa sumber data yang dianggap paling tahu tentang tujuan yang diharapkan peneliti, sehingga mempermudah peneliti menjelajahi subyek atau situasi sosial yang sedang diteliti.
Show more

10 Read more

Interaksionisme Simbolik dalam Praktik Rehabilitasi Narkoba di UPT Rehabilitasi Sosial ANKN Surabaya

Interaksionisme Simbolik dalam Praktik Rehabilitasi Narkoba di UPT Rehabilitasi Sosial ANKN Surabaya

Penelitian ini dilakukan di UPT Rehabilitasi Sosial ANKN Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Menurut pusat data dan informasi kementrian kesehatan RI, Provinsi tertinggi tingkat peredaran narkoba adalah provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu peneliti memilih UPT Rehabilitasi Sosial ANKN yang merupakan lembaga yang berdiri dibawah naungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur sebagai lokasi penelitian. Dalam Penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah konselor dan peserta rehabilitasi narkoba. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Mei 2016. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik purposive (Husaini, 2006: 26). Purposive adalah teknik penentuan subyek dengan pertimbangan tertentu berdasarkan tujuan penelitiannya. Pertimbangan tersebut berupa sumber data yang dianggap paling tahu tentang tujuan yang diharapkan peneliti, sehingga mempermudah peneliti menjelajahi subyek atau situasi sosial yang sedang diteliti.
Show more

10 Read more

Profil UPT Rehabilitasi Sosial Gelandangan dan Pengemis MADIUN 2020

Profil UPT Rehabilitasi Sosial Gelandangan dan Pengemis MADIUN 2020

Akibatnya, akan terjadi kesemrawutan, ketidaknyamanan, gangguan ketertiban, serta menganggu keindahan suatu wilayah. Apabila dicermati lebih lanjut, penyandang masalah kesejahteraan sosial seperti gelandangan dan pengemis seharusnya berhak atas penghidupan yang lebh baik. Pernyataan ini sesuai dengan amanat undang-undang dasar 1945 pasal 27 ayat 2 yang berbunyi : Tiap- tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan, Serta pada pasal 28 A : setiap warga negara berhak mempertahankan hidup dan

41 Read more

Proses Rekruitmen Rehabilitasi Sosial Ge

Proses Rekruitmen Rehabilitasi Sosial Ge

Rehabilitasi adalah mengembalikan kemampuan yang pernah dimilikinya, karena suatu hal musibah ia harus kehilangan kemampuannya, kemampuan yang hilang inilah yang dikembalikan seperti semula atau kondisi sebelum terjadi musibah yang dialaminya, meliputi; pemulihan kembali kepercayaan diri, mandiri serta tanggung jawab pada diri, keluarga, masyarakat ataupun lingkungan sosialnya.

9 Read more

Implementasi Rencana Program Rehabilitasi Sosial Bagi Penyandang Disabilitas Netra (Studi di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Netra Malang)

Implementasi Rencana Program Rehabilitasi Sosial Bagi Penyandang Disabilitas Netra (Studi di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Netra Malang)

Penyelenggaraan kesejahteraan sosial ditujukan untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan sosial warga negara termasuk penyandang disabilitas netra sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar. Oleh karena itu diperlukan adanya upaya-upaya nyata agar kesamaan dan kesetaraan dengan warga negara Indonesia lainnya dapat terwujud, terpadu dan berkesinambungan yang pada akhirnya akan menciptakan kesetaraan, kemandirian dan kesejahteraan hidup bagi penyandang disabilitas netra. Sehingga mereka dapat mandiri, minim tergantung dengan orang lain, dan kesejahteraan sosial mereka dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi rencana program Rehabilitasi Sosial bagi penyandang disabilitas netra di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Netra Malang, dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat implementasi rencana program Rehabilitasi Sosial bagi penyandang disabilitas netra di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Netra Malang. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data berasal dari informan dan dokumen-dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, dokumentasi, dan pengamatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasilnya implementasi rencana program Rehabilitasi Sosial bagi penyandang disabilitas netra di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Netra Malang sudah berjalan dengan baik akan tetapi pelaksanaannya tidak dapat berkembang dikarenakan keterbatasan sumber daya. Sumber daya yang terbatas dan kurang responnya dunia kerja terhadap penyandang disabilitas khususnya netra menjadi faktor penghambat yang utama. Akan tetapi hal tersebut tertutupi oleh kemampuan pegawai UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Netra Malang yang dapat menjalankan berbagai peran dan mempunyai hati nurani serta tingkat ketulusan dan kesabaran yang tinggi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan bagi klien UPT. Dukungan dari semua pihak baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam pemenuhan sumber daya yang diperlukan agar pelaksanaan program Rehabilitasi Sosial bagi penyandang disabilitas netra dapat terlaksana dengan baik dan memberikan output serta outcome yang optimal.
Show more

8 Read more

Implementasi Rencana Program Rehabilitasi Sosial Bagi Penyandang Disabilitas Netra (Studi di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Netra Malang)

Implementasi Rencana Program Rehabilitasi Sosial Bagi Penyandang Disabilitas Netra (Studi di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Netra Malang)

Penyelenggaraan kesejahteraan sosial ditujukan untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan sosial warga negara termasuk penyandang disabilitas netra sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar. Oleh karena itu diperlukan adanya upaya-upaya nyata agar kesamaan dan kesetaraan dengan warga negara Indonesia lainnya dapat terwujud, terpadu dan berkesinambungan yang pada akhirnya akan menciptakan kesetaraan, kemandirian dan kesejahteraan hidup bagi penyandang disabilitas netra. Sehingga mereka dapat mandiri, minim tergantung dengan orang lain, dan kesejahteraan sosial mereka dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi rencana program Rehabilitasi Sosial bagi penyandang disabilitas netra di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Netra Malang, dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat implementasi rencana program Rehabilitasi Sosial bagi penyandang disabilitas netra di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Netra Malang. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data berasal dari informan dan dokumen-dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, dokumentasi, dan pengamatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasilnya implementasi rencana program Rehabilitasi Sosial bagi penyandang disabilitas netra di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Netra Malang sudah berjalan dengan baik akan tetapi pelaksanaannya tidak dapat berkembang dikarenakan keterbatasan sumber daya. Sumber daya yang terbatas dan kurang responnya dunia kerja terhadap penyandang disabilitas khususnya netra menjadi faktor penghambat yang utama. Akan tetapi hal tersebut tertutupi oleh kemampuan pegawai UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Netra Malang yang dapat menjalankan berbagai peran dan mempunyai hati nurani serta tingkat ketulusan dan kesabaran yang tinggi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan bagi klien UPT. Dukungan dari semua pihak baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam pemenuhan sumber daya yang diperlukan agar pelaksanaan program Rehabilitasi Sosial bagi penyandang disabilitas netra dapat terlaksana dengan baik dan memberikan output serta outcome yang optimal.
Show more

8 Read more

Pengembangan Program Rehabilitasi Sosial Sebagai Upaya Peningkatan Kesempatan Kerja Penyandang Disabilitas di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh Pasuruan

Pengembangan Program Rehabilitasi Sosial Sebagai Upaya Peningkatan Kesempatan Kerja Penyandang Disabilitas di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh Pasuruan

Kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki oleh klien di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh Pasuruan tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk melakukan kegiatan dan aktivitas sehari- hari layaknya orang normal lainnya sehingga klien tidak lagi bergantung pada orang lain. Dengan kata lain klien menjadi manusia yang memiliki kemandirian hidup sehingga dapat mengurus diri mereka sendiri tanpa bantuan orang lain.Kemandirian tersebut tercermin dari aktivitas yang dilakukan sehari-hari yang dilakukan oleh klien seperti mencuci, berjalan, melakukan bimbingan keterampilan dan lain-lain. Hal inilah yang nantinya akan menjadi bekal bagi klien untuk terjun dalam dunia kerja yang nyata sebagai upaya untuk mencapai taraf kesejahteraan sosialnya. Seperti yang diakatakan oleh Inoue (dalam Astuti 2013:57) bahwasannya penyandang cacat juga ingin mencapai taraf kesejahteraan sosial yang baik, karena mereka juga mampu untuk memenuhi kebutuhan mereka tanpa mengharapkan belas kasihan orang lain. Mereka menjadi tauladan bagi orang-orang yang normal dengan segala kekurangannya tapi mereka mampu menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak.
Show more

15 Read more

PERAN UNIT PELAKSANAAN TEKNIS (UPT) DALAM PELAKSANAAN REHABILITASI SOSIAL WANITA TUNA SUSLA (WTS) DI JAWA TIMUR ( Studi di UPT Rehabilitasi Sosial Tuna Susila Kota Kediri ).

PERAN UNIT PELAKSANAAN TEKNIS (UPT) DALAM PELAKSANAAN REHABILITASI SOSIAL WANITA TUNA SUSLA (WTS) DI JAWA TIMUR ( Studi di UPT Rehabilitasi Sosial Tuna Susila Kota Kediri ).

dapat terbilang banyak, karena untuk satu angkatan yang lamanya rehabilitasi selama 4 bulan saja jumlahnya hampir 40 wts, apa lagi jika dihitung secara keseluruhan dalam satu tahun maka kemungkinan akan lebih banyak lagi. Jadi diharapkan peran UPT untuk menangani permasalahan sosial seperti wts yang dapat membuat masyarakat merasa terganggu. Dalam tabel diatas juga dapat dilihat bahwa umur mereka rata-rata dibawah 35 tahun. Dari sisi umur tersebut memang mereka masih tergolong muda, sehingga mungkin dengan alasan tersebut mereka masih tetap menjajakan diri sebagai wts, tetapi tidak menutup kemungkinan juga karena masalah ekonomi/ pendidikan yang rendah dan lain sebagainya. Namun, seiring berjalannya kegiatan rehabilitasi wts yang salah satunya dilakukan oleh UPT tersebut, maka jumlah wts di Jawa Timur mulai berkurang. Hal tersebut terlihat dengan adanya data dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang menujukkan jumlah WTS di Jawa Timur dari tahun ke tahun jumlahnya semakin menurun, hal ini dapat dilihat pada tabel dibawah.
Show more

130 Read more

PERAN UNIT PELAKSANAAN TEKNIS (UPT) DALAM PELAKSANAAN REHABILITASI SOSIAL WANITA TUNA SUSLA (WTS) DI JAWA TIMUR ( Studi di UPT Rehabilitasi Sosial Tuna Susila Kota Kediri ) SKRIPSI

PERAN UNIT PELAKSANAAN TEKNIS (UPT) DALAM PELAKSANAAN REHABILITASI SOSIAL WANITA TUNA SUSLA (WTS) DI JAWA TIMUR ( Studi di UPT Rehabilitasi Sosial Tuna Susila Kota Kediri ) SKRIPSI

dapat terbilang banyak, karena untuk satu angkatan yang lamanya rehabilitasi selama 4 bulan saja jumlahnya hampir 40 wts, apa lagi jika dihitung secara keseluruhan dalam satu tahun maka kemungkinan akan lebih banyak lagi. Jadi diharapkan peran UPT untuk menangani permasalahan sosial seperti wts yang dapat membuat masyarakat merasa terganggu. Dalam tabel diatas juga dapat dilihat bahwa umur mereka rata-rata dibawah 35 tahun. Dari sisi umur tersebut memang mereka masih tergolong muda, sehingga mungkin dengan alasan tersebut mereka masih tetap menjajakan diri sebagai wts, tetapi tidak menutup kemungkinan juga karena masalah ekonomi/ pendidikan yang rendah dan lain sebagainya. Namun, seiring berjalannya kegiatan rehabilitasi wts yang salah satunya dilakukan oleh UPT tersebut, maka jumlah wts di Jawa Timur mulai berkurang. Hal tersebut terlihat dengan adanya data dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang menujukkan jumlah WTS di Jawa Timur dari tahun ke tahun jumlahnya semakin menurun, hal ini dapat dilihat pada tabel dibawah.
Show more

22 Read more

MAKNA REHABILITASI PADA ANAK “DELINKUEN” (Studi Tentang Pemaknaan Rehabilitasi Bagi Anak “Delinkuen” di UPT Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Marsudi Putra Kota Surabaya)

MAKNA REHABILITASI PADA ANAK “DELINKUEN” (Studi Tentang Pemaknaan Rehabilitasi Bagi Anak “Delinkuen” di UPT Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Marsudi Putra Kota Surabaya)

dimaknai sebagai satu bentuk perilaku konsumsi pil hingga membuat anak tidak sadarkan diri dengan apa yang anak lakukan dan hal ini masih terjadi dalam panti meski berlangsung secara sembunyi- sembunyi. Pada simbol lain yakni “kroyokan” yang masih dilakukan dalam panti dengan catatan pada saat pengawasan dari petugas sedang lemah yang kemudian anak memanfaatkan hal ini untuk bertindak main hakim sendiri terhadap teman yang dianggap melakukan kesalahan. Simbol lain yang menjadi motto terlebih berlaku pada anak berhadapan dengan hukum yakni “tidak akan berhenti sebelum ditembak mati” yakni pada pelaksanaanya sikap kriminalitas anak ABH tidak akan bisa berhenti sekalipun melalui proses rehabilitasi sebab anak memahami bahwa perilaku kriminalnya sudah tidak dapat dihentikan dan merasa berbuat kriminal adalah sesuatu yang menguntungkan bagi diri mereka.
Show more

15 Read more

Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup pada Pecandu Narkoba yang Sedang Menjalani Rehabilitasi

Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup pada Pecandu Narkoba yang Sedang Menjalani Rehabilitasi

Individu yang memiliki kualitas hidup yang baik akan memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang baik, sehingga dapat menjalankan hidup di dalam masyarakat sesuai perannya masing-masing. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas hidup individu adalah dengan adanya dukungan sosial. Selama menjalani proses rehabilitasi, para pecandu narkoba seringkali mendapat masalah sehingga para pecandu merasa tertekan. Hal ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan psikologis para pecandu dan dapat menurunkan kualitas hidup para pecandu di dalam panti rehabilitasi, sehingga penting kiranya memberikan dukungan sosial terhadap pecandu narkoba dari pihak-pihak yang dianggap berarti oleh para pecandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pada pecandu narkoba yang sedang menjalani rehabilitasi. Metode dalam penelitian adalah metode kuantitatif dengan melibatkan subjek penelitian 50 pecandu narkoba yang sedang menjalani rehabilitasi, baik pria maupun wanita. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0,788 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 ! Hal ini berarti ada hubungan positif yang sangat signifikan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pada pecandu narkoba yang sedang menjalani rehabilitasi.
Show more

7 Read more

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PENGGUNA NARKOBA SELAMA MENGIKUTI PROGRAM REHABILITASI

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PENGGUNA NARKOBA SELAMA MENGIKUTI PROGRAM REHABILITASI

Puji syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat, hidayah dan kasih sayank- Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ hubungan dukungan sosial dengan penyesuaian diri pengguna narkoba selama mengikuti program rehabilitasi” sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjama psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang. Selama proses penyusunan skripsi ini, penulis banyak mendapat bimbingan dan petunjuk serta bantuan yang bermanfaat dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
Show more

12 Read more

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Netra Malang (RSCN) merupakan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Netra Malang (RSCN) merupakan

Hasil Analisis Regresi Pengaruh Tidak Langsung Antara Harapan dan Kualitas Hidup dengan Mediasi Dukungan Sosial. Coefficients a Model Unstandardized Coefficients t Sig.[r]

27 Read more

Pelaksanaan Program Rehabilitasi Dalam Meningkatkan Motivasi Menekuni Keterampilan Bagi Peserta Didik di UPT Rehabilitasi Sosial Tuna Susila Kota Kediri

Pelaksanaan Program Rehabilitasi Dalam Meningkatkan Motivasi Menekuni Keterampilan Bagi Peserta Didik di UPT Rehabilitasi Sosial Tuna Susila Kota Kediri

Dalam pelaksanaan program rehabilitasi yang diberikan oleh UPT kepada peserta didik telah memenuhi prosedur-prosedur yang telah ditentukan dan dilakukan dengan baik. Program- program kegiatan yang diberikan oleh UPT memberikan banyak manfaat. Program-program tersebut diantaranya yaitu : bimbingan sosial, bimbingan mental, bimbingan fisik, serta bimbingan keterampilan. Dari masing-masing program bimbingan tersebut bertujuan untuk memulihkan kembali rasa harga diri, percaya diri, kesadaran serta tanggung jawab terhadap masa depan diri, keluarga dan memulihkan kembali kemauan dan kemampuan dalam menghadapi kehidupan dan penghidupan agar dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar didalam masyarakat. Melihat pelaksanaan program rehabilitasi yang diberikan oleh UPT kepada peserta didik memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan peserta didik selanjutnya. Sehingga dalam pelaksanaan program rehabilitasi yang diberikan oleh UPT kepada peserta didik sangat baik karena sesuai sasaran, tujuan dan hasil yang telah diharapkan. Program rehabilitasi yang ada di UPT memberikan dampak yang positif atau baik bagi peserta didik yaitu memberikan dukungan, motivasi serta membekali para peserta didik dengan berbagai macam program keterampilan kepada peserta didik. Sehingga harapannya peserta didik dapat berubah menjadi lebih baik lagi dan meninggalkan profesi yang ditekuni sebelumnya.
Show more

8 Read more

PROSES REHABILITASI SOSIAL WANITA TUNA SUSILA DI BALAI REHABILITASI SOSIAL KARYA WANITA (BRSKW) PALIMANAN KABUPATEN CIREBON

PROSES REHABILITASI SOSIAL WANITA TUNA SUSILA DI BALAI REHABILITASI SOSIAL KARYA WANITA (BRSKW) PALIMANAN KABUPATEN CIREBON

ABSTRAK Masalah pelacuran atau prostitusi merupakan masalah sosial yang sangat kompleks karena populasi setiap tahunnya masih terlihat sangat banyak. Kemudian perilaku para pekerja pelacuran merupakan hal yang sangat bertentangan dengan norma dan nilai yang berlaku didalam masyarakat. Oleh karena itu perlu adanya penanganan yang serius untuk merespon permasalahan ini. Rehabilitasi sosial adalah salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan wanita tuna susila (WTS). Rehabilitasi sosial juga merupakan ranah praktik pekerjaan sosial, maka dari itu perlu adanya kontribusi dari pekerja sosial dalam penanganan masalah tersebut. Salah satu lembaga pemerintah yang melaksakan fungsi rehabilitasi sosial adalah Balai Rehabilitasi Sosial Karya Wanita (BRSKW) Palimanan Kabupaten Cirebon. Adapun waktu rehabilitasi dilakukan kurang lebih selama enam bulan. Dari hal tersebut penulis tertarik untuk meneliti proses rehabilitasi yang dilakukan oleh pihak lembaga, dan hasil dari proses rehabilitasi tersebut. Karena pada kebanyakan kasus para WTS yang sudah mengikuti rehabilitasi akan kembali lagi menjadi WTS.
Show more

5 Read more

Hubungan syukur dengan kebahagiaan pada penyandang cacat  netra di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Netra Malang

Hubungan syukur dengan kebahagiaan pada penyandang cacat netra di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Netra Malang

Kebahagiaan laksana sebuah barang berharga yang hilang, yang selalu dicari keberadaannya oleh setiap manusia. Begitu pula dengan penyandang cacat netra. Berdasarkan hasil penelitian masih banyak terdapat penyandang cacat yang tidak puas dengan kehidupan yang dijalani karena merasa terhambat melakukan aktivitas atas kekurangan yang dimiliki, kurang percaya diri dan semakin besar tingkat kecacatan seseorang maka akan semakin besar pula tingkat penolakan sosial. Berbagai hal dapat dilakukan untuk mencapai kebahagiaan, salah satunya adalah dengan senantiasa bersyukur. Fokus pada rasa syukur mampu membuat hidup lebih memuaskan, bermakna, dan produktif, cenderung mengalami emosi positif, memiliki kepuasan dan harapan lebih besar pada kehidupan serta mendorong untuk berperilaku prososial.
Show more

17 Read more

Pengaruh Stres Kerja dan Dukungan Sosial terhadap Konflik Kerja-keluarga Pegawai di Upt Pasar Klungkung

Pengaruh Stres Kerja dan Dukungan Sosial terhadap Konflik Kerja-keluarga Pegawai di Upt Pasar Klungkung

Tabel 7 PHQXQMXNNDQ SHUQ\DWDDQ ³NXUDQJQ\D GXNXQJDQ DWDVDQ GDODP pemberian penghargaan atas usaha yang telah saya lakukan dalam membangun SHUXVDKDDQ´ PHPLOLNL VNRU UDWD-rata tertinggi sebesar 4,00, maka ini pihak instansi harus menghargai segala usaha yang telah dilakukan dalam melaksanakan pekerjaannya melalui pemberian penghargaan sebagai apresiasi pada pegawai. 3HUQ\DWDDQ ³NXUDQJQ\D UDVD VDOLQJ PHQJKDUJDL GL OLQJNXQJDQ NHUMD´ PHPLOLNL VNRU rata-rata terendah sebesar 3,58, maka dari itu pimpinan harus menegaskan kepada pegawai agar membina kerjasama sehingga adanya rasa saling menghargai sesama pegawai. Secara keseluruhan menjelaskan persepsi responden mengenai variabel dukungan sosialberada dalam kategori rendah yaitu sebesar 3,71 persen.
Show more

27 Read more

Show all 10000 documents...