semen ionomer kaca

Top PDF semen ionomer kaca:

Peranan Semen Ionomer Kaca Dalam Peningkatan Remineralisasi

Peranan Semen Ionomer Kaca Dalam Peningkatan Remineralisasi

Eva Rotua Simanjuntak : Peranan Semen Ionomer Kaca Dalam Peningkatan Remineralisasi, 2000... Eva Rotua Simanjuntak : Peranan Semen Ionomer Kaca Dalam Peningkatan Remineralisasi, 2000..[r]

36 Read more

Potensi semen ionomer kaca sebagai material bioaktif

Potensi semen ionomer kaca sebagai material bioaktif

sehingga diharapkan semen ionomer kaca dapat membentuk lapisan apatite pada permukaannya dan membentuk semen bioaktif. Percobaan implantasi semen ionomer kaca telah dilakukan dan telah terbukti bahwa semen ionomer kaca tidak dapat berikatan secara kimia dengan tulang seperti material bioaktif. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengevaluasi kemungkinan pembentukan semen ionomer kaca bioaktif. Pada penelitian terakhir yang dilakukan oleh Nourmohammadi dkk pada tahun 2008 ditemukan bahwa terjadi pembentukan kristal apatit karbon tipe B dalam jumlah kecil setelah perendaman semen ionomer kaca modifikasi resin selama 28 hari dalam SBF. Salah satu perkembangan terakhir semen ionomer kaca memiliki ukuran nano pada partikel kacanya, kelebihan jenis semen ionomer kaca ini tahan terhadap kebocoran, permukaan lebih halus dan pelepasan fluornya lebih tinggi, jika dibandingkan dengan semen ionomer kaca modifikasi resin tanpa partikel nano. 8 Pada penelitian yang dilakukan oleh Yong-bin Fan dan Xiao-ying Lu pada tahun 2007, ditemukan bahwa pada komposit nano-hidroksiapatit/chitosan, lapisan apatit dapat terbentuk dengan baik dalam perendaman SBF. 22 Penelitian oleh Kong dkk, dinyatakan bahwa pada perendaman nano hidroksiapatit/polimer biokomposit terjadi pembentukan lapisan apatit menyerupai tulang dengan baik, 21 hal ini mungkin ada kaitannya dengan ukuran partikel nano.
Show more

8 Read more

Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Sebagai Bahan Restorasi

Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Sebagai Bahan Restorasi

Kemala Hayati : Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Sebagai Bahan Restorasi, 2003... Kemala Hayati : Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Sebagai Bahan Restorasi, 2003..[r]

41 Read more

Semen Ionomer Kaca Sebagai Bahan Pelapik Pada Restorasi Sandwich

Semen Ionomer Kaca Sebagai Bahan Pelapik Pada Restorasi Sandwich

Ika Devi Adiana : Semen Ionomer Kaca Sebagai Bahan Pelapik Pada Restorasi Sandwich, 2004... Ika Devi Adiana : Semen Ionomer Kaca Sebagai Bahan Pelapik Pada Restorasi Sandwich, 2004..[r]

41 Read more

Efektifitas Penambahan Flour Pada Bahan Restorasi Semen Ionomer Kaca

Efektifitas Penambahan Flour Pada Bahan Restorasi Semen Ionomer Kaca

Dewi Sri Kesumawati : Efektifitas Penambahan Flour Pada Bahan Restorasi Semen Ionomer Kaca, 2005... Dewi Sri Kesumawati : Efektifitas Penambahan Flour Pada Bahan Restorasi Semen Ionomer [r]

40 Read more

Semen Ionomer Kaca Ditinjau Dari Kelebihannya Terhadap Bahan Tumpatan Pastis Lainnya

Semen Ionomer Kaca Ditinjau Dari Kelebihannya Terhadap Bahan Tumpatan Pastis Lainnya

Lira Fasyamuju Lubis : Semen Ionomer Kaca Ditinjau Dari Kelebihannya Terhadap Bahan Tumpatan Pastis Lainnya, 2004... Lira Fasyamuju Lubis : Semen Ionomer Kaca Ditinjau Dari Kelebihannya [r]

39 Read more

Pengaruh Penyikatan Dengan Pasta Gigi Terhadap Kekasaran Permukaan Nano-ionomer Dan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin

Pengaruh Penyikatan Dengan Pasta Gigi Terhadap Kekasaran Permukaan Nano-ionomer Dan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin

Latar Belakang: Penerapan Nano teknologi di bidang kedokteran gigi pada material restorasi Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin (SIKMR) menghasilkan material restoratif terbaru yaitu Nano-ionomer. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemakaian material adalah tekstur permukaan restorasi. Permukaan yang kasar akan mengakibatkan retensi plak, diskolorasi dan iritasi gingiva. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penyikatan dengan pasta gigi terhadap kekasaran permukaan Nano-ionomer dan SIKMR Metode: Spesimen Nano-ionomer dan SIKMR disikat dengan akuabides, pasta gigi pencegah gigi berlubang, dan pasta gigi pemutih (masing-masing 6 spesimen). Penyikatan dilakukan selama 60 menit dan setiap 10 menit, nilai kekasaran (Ra) diukur menggunakan Surface Roughness Tester. Data hasil penelitian diolah menggunakan uji t-Test berpasangan, One- way ANOVA, dan t-Test tidak berpasangan. Hasil: Peningkatan kekasaran terjadi pada kedua material setelah penyikatan Terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai kekasaran permukaan setelah disikat dengan akuabides, pasta gigi pencegah karies, dan pasta gigi pemutih pada SIKMR, sedangkan pada Nano-ionomer tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Jika dibandingkan, terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai kenaikan kekasaran permukaan SIKMR dengan Nano-ionomer (p<0.05) yang baru terlihat setelah
Show more

10 Read more

Perubahan warna semen ionomer kaca setelah direndam dalam larutan teh hitam

Perubahan warna semen ionomer kaca setelah direndam dalam larutan teh hitam

Porositas mikro dalam semen ionomer kaca berperan terhadap stabilitas warna. Di dalam mulut, SIK berinteraksi dengan saliva, makanan, minuman dan kebersihan mulut yang dapat mempengaruhi stabilitas warna. Tujuan penelitian ini untuk menguji perubahan warna SIK setelah direndam dalam larutan teh hitam. Sebanyak 28 spesimen (diameter 6 mm dan tebal 1 mm) diukur warnanya setelah disimpan dalam tabung tertutup selama 24 jam. Spesimen dibagi secara acak menjadi 4 kelompok, masing-masing 7 spesimen. Spesimen kontrol disimpan dalam saliva. Tiga kelompok lain direndam dalam larutan teh hitam selama 5 menit sebanyak 5x, 7x, dan 14x, kemudian perubahan warna dicatat/diukur. Data dianalisis dengan ANOVA satu arah dan LSD. Hasil penelitian menunjukkan ada perubahan warna yang bermakna dalam SIK setelah perendaman dalam larutan teh hitam. Disimpulkan bahwa semakin lama SIK diredam dalam larutan teh hitam, semakin rendah intensitas perubahan warna, perubahan intensitas yang paling rendah direndam selama 5 menit diulang 14 kali. Kata kunci: semen ionomer kaca, perubahan warna, teh hitam
Show more

7 Read more

Penggunaan Bahan Restorasi Semen Ionomer Kaca Sebagai Bonding Pada Gigi Yang Erosi

Penggunaan Bahan Restorasi Semen Ionomer Kaca Sebagai Bonding Pada Gigi Yang Erosi

Sibarani : Penggunaan Bahan Restorasi Semen Ionomer Kaca Sebagai Bonding Pada Gigi Yang Erosi, 2002... Sibarani : Penggunaan Bahan Restorasi Semen Ionomer Kaca Sebagai Bonding Pada Gigi [r]

37 Read more

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin (SIKMR) ionomer kaca. Waktu kerja yang singkat dan waktu pengerasan yang lama pada

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin (SIKMR) ionomer kaca. Waktu kerja yang singkat dan waktu pengerasan yang lama pada

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin (SIKMR) SIKMR merupakan modifikasi dari semen ionomer kaca dan monomer resin sehingga bahan ini memiliki sifat fisis yang lebih baik dari pada semen ionomer kaca. Waktu kerja yang singkat dan waktu pengerasan yang lama pada semen ionomer kaca mendorong para peneliti menghasilkan bahan baru dengan cara memodifikasi semen ionomer kaca dengan resin yang diaktivasi dengan sinar (Van Noort 2007, p. 141). Semen ionomer kaca konvensional telah diketahui memiliki kekuatan inisial yang rendah dan sensitifitas terhadap kelembaban yang tinggi, Kekurangan dari SIKMR tersebut mendasari ditambahkannya resin untuk meningkatkan kekuatan SIKMR dan fotoinisiator untuk proses penyinaran pada reaksi pengerasan SIKMR agar sensitifitas terhadap kelembaban berkurang (Bhat
Show more

10 Read more

Kekerasan permukaan semen ionomer kaca konvensional tipe II akibat lama penyimpanan

Kekerasan permukaan semen ionomer kaca konvensional tipe II akibat lama penyimpanan

Hasil kekerasan permukaan semen ionomer kaca konvensional tipe II yang menggunakan powder lama dan liquid lama dalam penelitian ini paling rendah = 48,938 VHN, meskipun demikian kekerasan permukaan dalam penelitian ini masih lebih tinggi daripada kekerasan permukaan semen ionomer kaca modifikasi tipe II dengan aktivasi sinar (merek Fuji II LC) = 36,2 VHN, 12 tetapi lebih rendah dari kekerasan permukaan semen ionomer kaca tipe II dalam kapsul (merek Fujicap II) = 74 VHN. 12 Komposisi semen ionomer kaca modifikasi tipe II dengan aktivasi sinar, berbeda dengan semen ionomer kaca konvensional tipe II, karena ada tambahan resin hidroksietil metakrilat (HEMA) pada liquidnya. HEMA bersifat sangat hidrofilik, menyerap air lebih banyak, menyebabkan semen ionomer kaca ekspansi dan menurunkan daya tahan terhadap keausan. 13 Pada penelitian kekerasan permukaan lain menggunakan semen ionomer kaca modifikasi tipe II dengan aktivasi sinar warna A3, didapatkan hasil 50,37 VHN. 4 Adanya perbedaan kekerasan permukaan pada semen ionomer kaca modifikasi tipe II dengan aktivasi sinar tersebut, dapat disebabkan karena ada perbedaan warna powder semen ionomer kaca, perbedaan alat dan metode penelitian yang dipakai. Komposisi semen ionomer kaca tipe II dalam kapsul sama dengan semen ionomer kaca konvensional tipe II. Kekerasan permukaan semen ionomer kaca dalam kapsul lebih tinggi karena perbandingan powder dan liquid akurat, pencampuran tepat, cepat dan tidak ada masalah kelembaban udara (tertutup rapat dalam kapsul, pencampuran secara mekanik selama 10 detik 4000 rpm), dan dimasukkan ke kavitas langsung dengan menyuntikkan material dari dalam kapsul. Hasil pencampurannya tepat dan seragam, dengan rasio powder dan liquid yang tinggi memberikan kekuatan mekanik optimal. 1,14
Show more

5 Read more

Semen Ionomer Kaca Sebagai Penutup PIT Dan Fisur Pada Praktek Kedokteran Gigi Anak

Semen Ionomer Kaca Sebagai Penutup PIT Dan Fisur Pada Praktek Kedokteran Gigi Anak

Fransiska Andriani : Semen Ionomer Kaca Sebagai Penutup PIT Dan Fisur Pada Praktek Kedokteran Gigi Anak, 2006... Fransiska Andriani : Semen Ionomer Kaca Sebagai Penutup PIT Dan Fisur Pad[r]

42 Read more

Efek Pra-perlakuan Resin Komposit dan Semen Ionomer Kaca Terhadap Kebocoran Tepi

Efek Pra-perlakuan Resin Komposit dan Semen Ionomer Kaca Terhadap Kebocoran Tepi

Pendahuluan: Aplikasi bahan pit dan fissure sealants dilakukan pada gigi dengan anatomi pit dan fisura yang dalam sebagai pencegahan terhadap karies. Bahan yang biasanya digunakan untuk aplikasi pit dan fissure sealants antara lain resin komposit dan semen ionomer kaca. Bahan-bahan tersebut memiliki komposisi, teknik, dan aplikasi yang berbeda. Seiring dengan berjalannya waktu, bahan tumpatan pit dan fissure sealants pada gigi seringkali ditemukan sudah tidak utuh. Tujuan: Mengetahui tingkat kebocoran tepi bahan pit dan fissure sealants yang akan berpengaruh terhadap kegagalan tumpatan. Metode: Sebanyak 60 spesimen gigi premolar atas dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu komposit flowable tanpa etsa (kelompok A), komposit flowable dengan etsa (kelompok B), semen ionomer kaca tanpa dentin conditioner (kelompok C), dan semen ionomer kaca dengan dentin conditioner (kelompok D). Masing-masing kelompok spesimen dibagi menjadi 3 subkelompok, yaitu perendaman selama 0, 7, dan 14 hari di dalam saliva buatan, suhu 37˚C. Setelah itu, dilakukan perendaman di dalam Methylene Blue 1% selama 48 jam. Masing-masing spesimen dipotong menggunakan Struers Accutom-2 dan diamati menggunakan Stereomicroscope (Nikon, Japan) untuk mengetahui tingkat kebocoran tepi. Data yang ada diuji menggunakan statistik SPSS 17 Komolgorov- smirnov. Hasil: Kelompok A dan B memiliki kebocoran tepi yang lebih kecil dibandingkan kelompok C dan D (p<0.05). Kelompok B memiliki kebocoran tepi yang lebih kecil dibandingkan dengan kelompok A (p>0.05). Kesimpulan: Pra-perlakuan etsa pada kelompok komposit flowable akan menambah daya adhesif. Sedangkan, pra-perlakuan dentin
Show more

9 Read more

GAMBARAN KEKUATAN TEKAN BAHAN TUMPATAN SEMEN IONOMER KACA YANG DIRENDAM DALAM MINUMAN BERALKOHOL

GAMBARAN KEKUATAN TEKAN BAHAN TUMPATAN SEMEN IONOMER KACA YANG DIRENDAM DALAM MINUMAN BERALKOHOL

Abstrak: Semen ionomer kaca adalah bahan restorasi yang melekat pada enamel dan dentin melalui ikatan kimia, terdiri dari campuran powder dan liquid. PowderSIK adalah kaca aluminosilikat dan liquid larutan asam poliakrilik. Beberapa sifat yang dimiliki semen ionomer kaca yaitu biokompatibilitas melepas fluor sehingga dapat mencegah karies lebih lanjut, estetis, daya larut rendah, translusen, dan bersifat anti bakteri. Minuman beralkohol yang banyak dikonsumsi masyarakat saat ini mempunyai sifat asam dan sebagai pelarut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perubahan kekuatan tekan bahan tumpatan SIK tipe II yang direndam dalam minuman beralkohol dengan berbagai presentase. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan post test only control group design. Masing-masing sampel dibuat 5 buah untuk setiap perlakuan. Sampel terdiri atas bahan SIK tipe II yang direndam dengan variasi presentase 5%, 10%, 40% alkohol dan aquades sebagai kontrol selama 24 jam. Kekuatan tekan SIK diukur menggunakan alat tes kompresi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata-rata pengukuran kekuatan SIK yang direndam dalam alkohol 5%, 10%, 40%, dan kontrol aquades masing-masing 2,84 MPa, 3,36 MPa, 4,5 MPa, 2,58 MPa. Gambaran dari hasil penelitian ini bahwa perubahan kekuatan tekan SIK semakin meningkat apabila direndam dalam kadar minuman beralkohol lebih tinggi karena proses pembuatan sampel SIK belum sempurna.
Show more

6 Read more

KANDUNGAN UNSUR FLUORIDA PADA GIGI TETAP MUDA YANG DI TUMPAT SEMEN IONOMER KACA DAN KOMPOMER

KANDUNGAN UNSUR FLUORIDA PADA GIGI TETAP MUDA YANG DI TUMPAT SEMEN IONOMER KACA DAN KOMPOMER

Setelah sekresi email yang terakhir, email yang sudah terbentuk lengkap masih belum termineralisasi secara sempurna. Penyelesaian mineralisasi terjadi setelah 2-3 tahun erupsi, yaitu proses maturasi email. 6 Proses ini sangat kompleks dimana protein dan air di email dikeluarkan bersamaan dengan penyerapan kalsium dan fosfat. Penyerapan ion kalsium dan fosfat dipengaruhi oleh konsentrasi, laju difusi, dan nilai pH pada saat itu. 6,7 Ion fluorida mempunyai peran dalam proses demineralisasi dan mineralisasi. 6 Bahan restorasi gigi harus dipilih secara tepat dan cermat sesuai dengan indikasinya. Untuk gigi sulung dan gigi tetap muda bahan yang sering digunakan adalah Glass Ionomer Cement (Semen Ionomer Kaca=SIK) dan Compomer (Kompomer). 8,9,10,11 Semen Ionomer Kaca mempunyai komposisi bahan bubuk acid soluable calcium fluoraluminosilicate glass dan cairan aqueous solution of polyacrilyc acid. Kandungan fluorida pada bahan ini sangat tinggi, fluorida tersebut berfungsi untuk memperendah suhu fusi kaca, meningkatkan kekuatan dan translusensi semen. 9,12,13 Kompomer adalah bahan restorasi dengan kombinasi keuntungan antara bahan Resin Komposit dan Semen Ionomer Kaca. 14
Show more

7 Read more

Penyerapan Air Dan Kelarutan Bahan Semen Ionomer Kaca Sebagai Penutup Pit Dan Fisur Gigi

Penyerapan Air Dan Kelarutan Bahan Semen Ionomer Kaca Sebagai Penutup Pit Dan Fisur Gigi

Latar Belakang: Pit dan fissure sealant merupakan bahan yang sering digunakan untuk perawatan pencegahan, khususnya pada permukaan oklusal gigi yang rentan karies. Semua bahan restorasi yang berkontak dengan air akan mengalami 2 mekanisme, yaitu penyerapan air, yang menyebabkan pembengkakan matriks serta meningkatnya massa dan kelarutan air, yaitu terlepasnya komponen dari monomer yang tidak bereaksi dan menyebabkan berkurangnya massa. Tujuan: mengukur nilai penyerapan air dan kelarutan bahan semen ionomer kaca sebagai penutup pit dan fisur gigi. Metode: Peneltian ini merupakan jenis penelitian eksperimental. Hasil Penelitian: Nilai penyerapan air semen ionomer kaca sebagai penutup pit & fisur gigi mengalami penurunan hingga hari kedua lalu meningkat hingga hari ketujuh, dengan rata-rata penyerapan air untuk perendaman selama 1 hari sebesar 42,68  g/mm³, 2 hari 40,53  g/mm³ dan 7 hari 42,99  g/mm³. Nilai kelarutan dalam air semen ionomer kaca sebagai penutup pit & fisur gigi mengalami penurunan hingga hari kedua lalu meningkat hingga hari ketujuh, dengan rata-rata kelarutan bahan untuk perendaman selama 1 hari sebesar 41,46  g/mm³, 2 hari 39,39  g/mm³ dan 7 hari 41,91  g/mm³. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan yang signifikan untuk nilai penyerapan air dan kelarutan bahan selama masa perendaman 1, 2 dan 7 hari. Disarankan agar dalam pengaplikasian semen ionomer kaca sebagai penutup pit dan fisur gigi harap diperhatikan dalam pemberian varnish atau pelindung agar mengurangi terjadinya penyerapan air dan kelarutan bahan. Selain itu, pit dan fisur gigi yang sudah diberi penutup, hendaknya dikontrol 3 bulan kemudian untuk mengetahui apakah penutupnya masih utuh atau sudah rusak maupun lepas. Disarankan pula agar ada penelitian lanjutan untuk mengetahui nilai penyerapan air dan kelarutan bahan jika direndam di dalam saliva buatan selama lebih dari 7 hari.
Show more

13 Read more

Penyerapan Air dan Kelarutan Bahan Semen Ionomer Kaca sebagai Penutup Pit dan Fisur Gigi

Penyerapan Air dan Kelarutan Bahan Semen Ionomer Kaca sebagai Penutup Pit dan Fisur Gigi

Semen ionomer kaca sebagai penutup pit dan fisur gigi dirancang untuk gigi dengan indikasi remineralisasi maupun gigi sehat yang membutuhkan proteksi dari kemungkinan terjadinya karies. Gigi-gigi dengan indikasi tersebut seringkali dimiliki oleh anak-anak dalam masa gigi bercampur, yang tentunya memiliki produksi saliva lebih banyak daripada orang dewasa. Bahan penutup fisur gigi sebaiknya adalah bahan yang bersifat penyerapan air dan kelarutan bahannya rendah. Untuk saat ini, yang bisa memenuhi ketentuan tersebut adalah resin komposit (Veranes, 2006). Namun perlu diingat bahwa dalam pengaplikasian resin komposit sebagai penutup pit dan fisur gigi, membutuhkan pengetsaan email, yang artinya ada pengikisan sebagian kecil email. Selain itu, resin komposit tidak melepaskan fluor yang bisa menjadi agen pencegah karies gigi. Semen ionomer kaca memiliki nilai penyerapan air dan kelarutan bahan yang lebih tinggi dari resin komposit, namun dalam pengaplikasiannya tidak mengikis email dan justru melepaskan fluor untuk mencegah karies gigi.
Show more

13 Read more

PERBEDAAN KEKUATAN TARIK ANTARA RESIN SEMEN DAN SEMEN IONOMER KACA PADA RESTORASI VENEER INDIREK RESIN KOMPOSIT NANOHIBRID INTISARI

PERBEDAAN KEKUATAN TARIK ANTARA RESIN SEMEN DAN SEMEN IONOMER KACA PADA RESTORASI VENEER INDIREK RESIN KOMPOSIT NANOHIBRID INTISARI

Salah satu macam resin komposit adalah resin komposit nanohibrid yang merupakan gabungan dari komposit microfiller dan komposit nanofiller, rata-rata berukuran 0,2-3 µm. Komposit nanohibrid memiliki sifat fisik dan mekanis yang baik serta mudah dipoles (permukaannya halus) (Uskovic, 2010). Resin komposit tidak mampu berikatan secara kimiawi dengan jaringan keras gigi sehingga dapat menyebabkan marginal leakage, marginal stain, karies sekunder dan iritasi pulpa sehingga dibutuhkan suatu bahan adhesif (Philips, 1991). Terdapat berbagai macam bahan adhesif, salah satunya adalah resin semen dan semen ionomer kaca (Anusavice, 2004). Philips, (1991) mengatakan bahwa semen resin sebagai pelekat restorasi estetis merupakan komposit microfilled atau hibrid dengan kandungan utama resin Bis-GMA atau urethane dimethacrylate, dan filler silica atau glass dan semen ionomer kaca atau disebut dengan ASPA (Aluminate Silicate and Polyacrilic Acid), selain sebagai bahan restorasi, SIK dapat digunakan sebagai bahan perekat, bahan pengisi untuk restorasi gigi anterior dan posterior, pelapis kavitas, penutup pit dan fisur, bonding agent pada resin komposit, serta sebagai semen adhesif pada perawatan estetis (Anusavice, 2004). Ukuran partikel gelas SIK bervariasi, yaitu 50 µm sebagai bahan restorasi dan sekitar 20 µm sebagai bahan luting (Heymann dkk, 2002).
Show more

10 Read more

KANDUNGAN UNSUR FLUOR PADA GIGI TETAP MUDA DENGAN TUMPATAN SEMEN IONOMER KACA VISKOSITAS TINGGI

KANDUNGAN UNSUR FLUOR PADA GIGI TETAP MUDA DENGAN TUMPATAN SEMEN IONOMER KACA VISKOSITAS TINGGI

Pembahasan Pada penelitian ini menggunakan dua bahan tumpatan Semen Ionomer Kaca Viskositas tinggi, karena bahan ini sudah banyak beredar di pasaran dan sudah banyak digunakan secara luas untuk menumpat gigi pada anak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa adanya pelepasan unsur fluor dari bahan tumpatan ini dapat membantu proses remineralisasi email dan mencegah karies gigi. 1 Dengan demikian, SIK sangat baik digunakan untuk anak dengan resiko karies yang tinggi dan karena aplikasinya yang mudah, juga baik untuk anak yang kurang kooperatif. 2

8 Read more

Kekasaran Permukaan Bahan Restorasi Semen Ionomer Kaca Tipe II Setelah Direndam dalam Minuman Isotonik

Kekasaran Permukaan Bahan Restorasi Semen Ionomer Kaca Tipe II Setelah Direndam dalam Minuman Isotonik

Seiring dengan perkembangan zaman, ilmu kedokteran gigi telah mengembangkan bahan-bahan untuk kepentingan estetik dengan berbagai sifat karakteristik dan warna. Semen ionomer kaca diperkenalkan pada tahun 1971 oleh Wilson dan Kent. Semen ionomer kaca terdiri dari bubuk kaca aluminosilikat dan larutan asam poliakrilat yang memiliki keunggulan seperti melepaskan fluor untuk menghambat karies, biokompatibilitas dan estetis yang baik tetapi rapuh, memiliki sifat daya tahan terhadap fraktur dan keausan rendah sehingga tidak dapat digunakan untuk merestorasi gigi dengan beban besar. 1-2 Semen ini dirancangkan untuk tambalan estetik pada gigi anterior dan dianjurkan untuk penambalan gigi dengan preparasi kavitas kelas III dan V. 3 Bahan ini juga digunakan untuk bahan pencegah karies, oleh karena adanya pelepasan fluoride pada bahan ini. Selain itu, bahan ini juga digunakan sebagai tambalan untuk daerah erosi, bahan perekat, pelapik, bahan restorative untuk restorasi konservatif kelas I dan II, dan sebagai penutup ceruk dan fisura. 3-4
Show more

56 Read more

Show all 5628 documents...