Top PDF Bab 1 Kerajinan Bahan Lunak dan Wirausaha

Bab 1 Kerajinan Bahan Lunak dan Wirausaha

Bab 1 Kerajinan Bahan Lunak dan Wirausaha

Pada awalnya, produk keramik dibuat dengan tangan secara langsung sehingga hasilnya berupa benda keramik dengan bentuk yang terbatas dan sangat sederhana. Namun, kini berbagai teknik pembentukan karya keramik telah berkembang dengan pesat. Proses pembentukan ini berkembang sejalan dengan kemajuan di bidang teknologi, mulai dari proses pengambilan bahan tanah liat dari alam, pengolahan, pembentukan, pengglasiran dan dekorasi serta pembakarannya. Di industri atau pabrik-pabrik keramik saat ini sudah menggunakan teknologi yang lebih maju dalam proses pembentukannya dengan waktu yang relatif pendek, namun menghasilkan produk dalam jumlah yang besar. Proses pembentukan merupakan proses pembuatan benda keramik. Proses ini membutuhkan keterampilan tangan mulai dari proses pengulian (melumatkan tanah supaya homogen dan plastis) hingga penyelesaian akhir ( inishing ). Pembentukan benda keramik dapat dilakukan dengan tangan langsung (handbuilt) atau dengan bantuan alat lain seperti alat putar, jigger-jolley alat cetak.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

BAB 1 Kerajinan Bahan Lunak dan Wirausaha BAB 2 Makanan Khas Daerah

BAB 1 Kerajinan Bahan Lunak dan Wirausaha BAB 2 Makanan Khas Daerah

Analisis SWOT adalah suat u kajian t erhadap lingkungan int ernal dan ekst ernal perusahaan. Analisis SWOT pada usaha produk kerajinan didasarkan pada asum si bahw a st rat egi yang efekt if adalah dengan mem aksim alkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities) , sert a m eminim alkan kelemahan (w eaknesses) dan ancaman (threats) . Analisis ini didahului oleh proses ident ifikasi fakt or ekst ernal dan int ernal. Unt uk m enent ukan st rat egi yang t erbaik, dilakukan pem bobot an t erhadap t iap unsur SWOT berdasarkan t ingkat kepent ingan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Prakarya dan Kewirausahaan SMA Kelas XI. Bab 1. Kerajinan Bahan Lunak dan Wirausaha   Database www.dadangjsn.com

Prakarya dan Kewirausahaan SMA Kelas XI. Bab 1. Kerajinan Bahan Lunak dan Wirausaha Database www.dadangjsn.com

Gips sebagai bahan utama dalam pembuatan cetakan harus benar-benar dipilih dengan baik dalam arti gips tersebut memenuhi persyaratan untuk dibuat cetakan. Persyaratan itu di antaranya adalah butiran gips halus, apabila dicampur air, cepat hangat dan mengeras serta memiliki daya serap tinggi (porous) terhadap slip tanah liat. Hal ini dimaksudkan agar slip tanah liat yang dituang di dalam cetakan gips akan mudah diserap dan menempel pada cetakan gips secara merata dan membentuk dinding benda keramik. Dengan demikian, tanah liat akan menyusut dan terlepas dari dinding cetakan gips sehingga mempermudah melepas benda dari cetakan gips. Perbedaan kualitas gips dapat dilihat dari: kekerasan bahan gips, perbandingannya dengan air, dan lamanya reaksi dengan air.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Bab 5 Kerajinan Behan Keras dan Wirausaha

Bab 5 Kerajinan Behan Keras dan Wirausaha

Bambu dapat dijadikan berbagai produk kerajinan yang bernilai estetis dan ekonomi tinggi. Sejak ratusan tahun lalu, orang Indonesia telah menggunakan bambu untuk berbagai kebutuhan, mulai dari yang paling sederhana sampai yang rumit. Sampai saat ini, bambu masih digunakan untuk keperluan tersebut. Bahkan saat ini, produk kerajinan bambu tampil dengan desain lebih menarik dan artistik. Beberapa teknik dalam pembuatan kerajinan bahan alam dari bambu adalah teknik anyaman dan teknik tempel atau sambung. Anyaman Indonesia sangat dikenal di mancanegara dengan berbagai motif dan bentuk yang menarik. Berikut contoh kerajinan dari bambu.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Bab 5 Wirausaha Produk Kerajinan Fungsional dari Limbah

Bab 5 Wirausaha Produk Kerajinan Fungsional dari Limbah

Produk fungsional dapat digunakan sebagai produk yang membantu kegiatan sehari-hari. Kegiatan sehari-hari seperti makan, memasak, bercocok tanam, membawa barang selalu membutuhkan produk fungsional. Ide produk baru dari limbah dapat dengan mengganti material dari produk yang sudah umum digunakan, misalnya membuat tas sekolah dari bahan limbah. Tas sekolah pada umumnya terbuat dari kain atau kanvas. Tas dari bahan limbah dapat memanfaatkan plastik bekas kemasan. Material limbah plastik bekas kemasan harus diolah agar memiliki kekuatan struktur untuk membawa buku dan peralatan sekolah. Tas tersebut akan tampil unik karena terbuat dari limbah dan nilai tambah karena bahan plastik membuat tas menjadi tahan air.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Bab 5 Kerajinan dan Wirausaha Limbah Tekstil

Bab 5 Kerajinan dan Wirausaha Limbah Tekstil

Pembuatan kerajinan limbah tekstil dimulai dengan mempersiapkan bahan limbah yang akan digunakan baik dengan mengelompokkan berdasarkan jenis, ukuran, dan nuansa warna. Bila diperlukan, limbah tersebut juga dapat dibersihkan terlebih dahulu. Persiapkan pula tempat kerja dan peralatan yang akan digunakan. Tahap selanjutnya adalah pengerjaan. Kerjakan setiap tahap sesuai dengan perencanaan produksi yang sudah dibuat sebelumnya. Kamu dapat membuat lebih dari satu produk sesuai dengan ide dan kreativitas. 6. Presentasi

26 Baca lebih lajut

Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Pelaj

Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Pelaj

Makalah Karya Kerajinan Dari Bahan Lunak Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran "Kewirausahaan" Anggota Kelompok XI TGB 1: 1.[r]

1 Baca lebih lajut

Buku Siswa Prakarya Kelas XI Semester 1 CRC.

Buku Siswa Prakarya Kelas XI Semester 1 CRC.

Produk kerajinan lebih banyak memanfaatkan bahan-bahan alam seperti tanah liat, serat alam, kayu, bambu, kulit, logam, batu, rotan dan lain-lain. Ada juga yang memanfaatkan bahan sintetis sebagai bahan kerajinan seperti limbah kertas, plastik, karet. Pembuatan produk kerajinan di setiap daerah memiliki jenis kerajinan lokal yang menjadi unggulan daerah. Misalnya, Kasongan (Daerah Istimewa Yogyakarta), sumber daya alam yang banyak tersedia tanah liat, kerajinan yang berkembang adalah kerajinan keramik. Palu (Sulawesi Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan tanaman kayu hitam, kerajinan yang berkembang berupa bentuk kerajinan kayu hitam. Kapuas (Kalimantan Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan rotan dan getah nyatu sehingga kerajinan yang berkembang adalah anyaman rotan dan getah nyatu. Secara umum, jenis bahan dasar produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu produk kerajinan dari bahan lunak dan produk kerajinan dari bahan keras. Beberapa kerajinan bahan lunak serta pengemasannya akan diuraikan secara singkat pada penjelasan berikut ini. Namun, materi yang diuraikan disini merupakan contoh saja, kamu dapat mempelajarinya sebagai pengetahuan dan diharapkan dapat mengeksplorasi pengetahuan lainnya sebagai bahan pengayaan.
Baca lebih lanjut

216 Baca lebih lajut

Prakarya dan Kewirausahaan SMA Kelas XI. Bab 1. Kerajinan dan Wirausaha Tekstil   Database www.dadangjsn.com

Prakarya dan Kewirausahaan SMA Kelas XI. Bab 1. Kerajinan dan Wirausaha Tekstil Database www.dadangjsn.com

Aneka bentuk karya kerajinan tekstil atau kain tradisional Indonesia, beberapa di antaranya membutuhkan perawatan khusus. Pada umumnya, kain tradisional Indonesia sebelum disimpan dalam lemari, tiap lembar kainnya dibungkus dengan menggunakan kertas roti dan diberi kamper agar kain tradisional terlindung dari gigitan rayap dan tidak mudah lapuk. Secara berkala kain-kain tersebut harus dikeluarkan dari pembungkusnya supaya tidak lembab dengan cara menjemurnya di tempat yang tidak mendapat terik matahari secara langsung. Pencucian bagi kain-kain tenun cukup direndam dalam air suam-suam kuku dan dijemur di tempat teduh. Kain batik dicuci dengan menggunakan buah lerak agar warna kain batik tetap terjaga. Kain dibilas dengan air bersih dan dijemur di tempat teduh. Benda-benda lain yang menggunakan kain tradisional namun sudah dibentuk dan berfungsi selain kain dapat dicuci biasa baik dengan menggosok menggunakan tangan maupun dengan menggunakan mesin cuci. Keterangan cara perawatan produk kerajinan tekstil sebaiknya juga dicantumkan pada kemasan agar pembeli mendapat infomasi yang tepat untuk merawat produk tersebut.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Bahan lunak

Bahan lunak

Teknik menenun pada dasarnya hampir sama dengan teknik menganyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan. Untuk anyaman, kita cukup melakukannya dengan tangan (manual) dan hampir tanpa menggunakan alat bantu, sedangkan pada kerajinan menenun kita menggunakan alat yang disebut lungsin dan pakan. Pada beberapa daerah di wilayah Nusantara terdapat kesamaan teknik namun berbeda Prakarya dan Kewirausahaan 19

4 Baca lebih lajut

Kelas 11 SMA Prakarya dan Kewirausahaan Siswa

Kelas 11 SMA Prakarya dan Kewirausahaan Siswa

Produk kerajinan lebih banyak memanfaatkan bahan-bahan alam seperti tanah liat, serat alam, kayu, bambu, kulit, logam, batu, rotan dan lain-lain. Ada juga yang memanfaatkan bahan sintetis sebagai bahan kerajinan seperti limbah kertas, plastik, karet. Pembuatan produk kerajinan di setiap daerah memiliki jenis kerajinan lokal yang menjadi unggulan daerah. Misalnya, Kasongan (Daerah Istimewa Yogyakarta), sumber daya alam yang banyak tersedia tanah liat, kerajinan yang berkembang adalah kerajinan keramik. Palu (Sulawesi Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan tanaman kayu hitam, kerajinan yang berkembang berupa bentuk kerajinan kayu hitam. Kapuas (Kalimantan Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan rotan dan getah nyatu sehingga kerajinan yang berkembang adalah anyaman rotan dan getah nyatu. Secara umum, jenis bahan dasar produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu produk kerajinan dari bahan lunak dan produk kerajinan dari bahan keras. Beberapa kerajinan bahan lunak serta pengemasannya akan diuraikan secara singkat pada penjelasan berikut ini. Namun, materi yang diuraikan disini merupakan contoh saja, kamu dapat mempelajarinya sebagai pengetahuan dan diharapkan dapat mengeksplorasi pengetahuan lainnya sebagai bahan pengayaan.
Baca lebih lanjut

216 Baca lebih lajut

Kelas11 prakarya dan kewirausahaan buku siswa 1685

Kelas11 prakarya dan kewirausahaan buku siswa 1685

Produk kerajinan lebih banyak memanfaatkan bahan-bahan alam seperti tanah liat, serat alam, kayu, bambu, kulit, logam, batu, rotan dan lain-lain. Ada juga yang memanfaatkan bahan sintetis sebagai bahan kerajinan seperti limbah kertas, plastik, karet. Pembuatan produk kerajinan di setiap daerah memiliki jenis kerajinan lokal yang menjadi unggulan daerah. Misalnya, Kasongan (Daerah Istimewa Yogyakarta), sumber daya alam yang banyak tersedia tanah liat, kerajinan yang berkembang adalah kerajinan keramik. Palu (Sulawesi Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan tanaman kayu hitam, kerajinan yang berkembang berupa bentuk kerajinan kayu hitam. Kapuas (Kalimantan Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan rotan dan getah nyatu sehingga kerajinan yang berkembang adalah anyaman rotan dan getah nyatu. Secara umum, jenis bahan dasar produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu produk kerajinan dari bahan lunak dan produk kerajinan dari bahan keras. Beberapa kerajinan bahan lunak serta pengemasannya akan diuraikan secara singkat pada penjelasan berikut ini. Namun, materi yang diuraikan disini merupakan contoh saja, kamu dapat mempelajarinya sebagai pengetahuan dan diharapkan dapat mengeksplorasi pengetahuan lainnya sebagai bahan pengayaan.
Baca lebih lanjut

216 Baca lebih lajut

k11 bs prakarya sm 1

k11 bs prakarya sm 1

Produk kerajinan lebih banyak memanfaatkan bahan-bahan alam seperti tanah liat, serat alam, kayu, bambu, kulit, logam, batu, rotan dan lain-lain. Ada juga yang memanfaatkan bahan sintetis sebagai bahan kerajinan seperti limbah kertas, plastik, karet. Pembuatan produk kerajinan di setiap daerah memiliki jenis kerajinan lokal yang menjadi unggulan daerah. Misalnya, Kasongan (Daerah Istimewa Yogyakarta), sumber daya alam yang banyak tersedia tanah liat, kerajinan yang berkembang adalah kerajinan keramik. Palu (Sulawesi Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan tanaman kayu hitam, kerajinan yang berkembang berupa bentuk kerajinan kayu hitam. Kapuas (Kalimantan Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan rotan dan getah nyatu sehingga kerajinan yang berkembang adalah anyaman rotan dan getah nyatu. Secara umum, jenis bahan dasar produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu produk kerajinan dari bahan lunak dan produk kerajinan dari bahan keras. Beberapa kerajinan bahan lunak serta pengemasannya akan diuraikan secara singkat pada penjelasan berikut ini. Namun, materi yang diuraikan disini merupakan contoh saja, kamu dapat mempelajarinya sebagai pengetahuan dan diharapkan dapat mengeksplorasi pengetahuan lainnya sebagai bahan pengayaan.
Baca lebih lanjut

216 Baca lebih lajut

Bab 4 Pengolahan dan Wirausaha Pengawetan Bahan nabati dan Hewani

Bab 4 Pengolahan dan Wirausaha Pengawetan Bahan nabati dan Hewani

Pasteurisasi adalah suatu proses pemanasan yang relatif cukup rendah (umumya dilakukan di bawah 100 oC) dengan tujuan untuk mengurangi populasi mikroorganisme pembusuk sehingga bahan pangan yang dipas- teurisasi tersebut akan mempunyai daya awet beberapa hari (misalnya produk susu pasteurisasi) sampai beberapa bulan (misalnya produk sari buah pateurisasi). Walaupun proses ini hanya mampu membunuh sebagian populasi mikroorganisme, namun pasteurisasi ini sering diaplikasikan terutama jika dikhawatirkan bahwa penggunaan panas yang lebih tinggi akan menyebabkan terjadinya kerusakan mutu (misalnya pada susu). Tujuan utama proses pemanasan hanyalah untuk membunuh mikro- organisme pathogen (penyebab penyakit; misalnya pada susu) atau inaktivasi (menghentikan aktivitas) enzim-enzim yang dapat merusak mutu (misalnya pada sari buah).
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

RPP PRAKARYA KERAJINAN VIII.1

RPP PRAKARYA KERAJINAN VIII.1

3. Buku pelajaran, buku refensi yang relevan, majalah, koran, hasil penelitian, audio- visual, media maya (internet) dan produksi pembuatan karya kerajinan dari kerajinan dari bahan limbah organik lunak atau keras (serat alam, biji-bijian, kerang, serbuk/hasil serutan kayu, batok kelapa, potongan kayu, dll) di lingkungan setempat

10 Baca lebih lajut

Bab 1 Kerajinan dari Bahan Alam

Bab 1 Kerajinan dari Bahan Alam

Modiikasi penciptaan bentuk baru memerlukan pembuatan desain yang tidak sedikit. Seorang perajin dapat membuat beberapa sketsa untuk menghasilkan satu produk kerajinan yang terbaik. Kamu sudah mendapat pengalaman dalam meniru karya kerajinan yang sudah ada. Maka, kini kamu diharapkan dapat membuat karya baru dengan cara memodifikasi bahan alam. Memodifikasi karya dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu dengan menggayakan bentuk dan menyederhanakan bentuk. Menggayakan dan menyederhanakan bentuk ini dapat dilakukan pada bahan dasar, teknik atau motif dari karya kerajinan. Maka, hal yang perlu diperhatikan adalah karya asli yang akan digayakan atau disederhanakan harus ada terlebih dahulu sebagai patokan agar dapat dihasilkan desain baru.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Bab 1 Wirausaha Produk Kerajinan Hiasan dari Limbah

Bab 1 Wirausaha Produk Kerajinan Hiasan dari Limbah

Kegiatan wirausaha membutuhkan kerjasama dari beberapa pihak. Hubungan baik antara wirausahawan dengan pemasok bahan baku, pekerja dan pembeli harus terjaga. Hubungan baik dapat terjadi dengan adanya rasa kepercayaan dan sikap saling menghargai. Kerjasama yang baik juga didukung oleh pembagian tugas yang adil dan sesuai dengan kompetensinya. Pada proyek wirausaha produk fungsional ini, masing-masing kelompok akan melakukan pembagian peran dan tanggung jawab untuk sebuah kegiatan wirausaha. Kegiatan terdiri dari pengembangan desain, produksi, pemasaran, dan pengaturan keuangan. Kompetensi, kerjasama, dan tanggung jawab dari masing-masing anggota menjadi kunci dari keberhasilan proyek ini.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Bahan Lunak

Bahan Lunak

1. Pengertian Kerajinan Dari Bahan Lunak. Kerajian dari bahan lunak merupakan kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak. Untuk pembuatan produk kerajinan dari bahan lunak sendiri biasanya memakai teknik membentuk, menganyam, menenun, dan mengukir. Setiap pembuatan produk kerajian harus memperhatikan unsur estetika dan ergonomis. Ada 2 bahan yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan dari bahan lunak yaitu bahan lunak alami dan bahan lunak buatan. Kedua bahan tersebut akan di jelaskan di bawah ini.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

BAB 1 Kerajinan Limbah Lunak

BAB 1 Kerajinan Limbah Lunak

Beberapa referensi menyatakan bahwa kertas merupakan bagian dari limbah lunak organik. Hal ini karena kertas dapat terurai dalam tanah. Sifat kertas memiliki pori-pori yang lebar sehingga mudah hancur, selain itu mudah menyerap air dalam waktu singkat. Kandungan lemnya tidak begitu besar sehingga tidak menghalanginya untuk proses pelapukan. Meskipun kertas mudah hancur jika terkena air, namun jika digunakan sebagai bahan dasar produk kerajinan kertas dapat diolah sedemikian rupa agar tidak mudah hancur, yaitu dengan menambah kandungan lem atau zat pelindung anti air seperti melanin/politur, dapat pula dengan dilapisi plastik. Hal ini dimaksudkan agar produk kerajinan yang dihasilkan dari kertas dapat tahan lama, tidak mudah rusak, dan terlihat lebih kuat sehingga unsur kelemahan yang ada pada kertas tidak nampak, sedangkan keunikan limbah kertasnya dapat dipertahankan.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Bab 1 Kerajinan dan Wirausaha Tekstil

Bab 1 Kerajinan dan Wirausaha Tekstil

Aneka bentuk karya kerajinan tekstil atau kain tradisional Indonesia, beberapa di antaranya membutuhkan perawatan khusus. Pada umumnya, kain tradisional Indonesia sebelum disimpan dalam lemari, tiap lembar kainnya dibungkus dengan menggunakan kertas roti dan diberi kamper agar kain tradisional terlindung dari gigitan rayap dan tidak mudah lapuk. Secara berkala kain-kain tersebut harus dikeluarkan dari pembungkusnya supaya tidak lembab dengan cara menjemurnya di tempat yang tidak mendapat terik matahari secara langsung. Pencucian bagi kain-kain tenun cukup direndam dalam air suam-suam kuku dan dijemur di tempat teduh. Kain batik dicuci dengan menggunakan buah lerak agar warna kain batik tetap terjaga. Kain dibilas dengan air bersih dan dijemur di tempat teduh. Benda-benda lain yang menggunakan kain tradisional namun sudah dibentuk dan berfungsi selain kain dapat dicuci biasa baik dengan menggosok menggunakan tangan maupun dengan menggunakan mesin cuci. Keterangan cara perawatan produk kerajinan tekstil sebaiknya juga dicantumkan pada kemasan agar pembeli mendapat infomasi yang tepat untuk merawat produk tersebut.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...