Top PDF Pelatihan Bidang Teknik Mesin Bagi Guru Smk

Pelatihan Bidang Teknik Mesin Bagi Guru Smk

Pelatihan Bidang Teknik Mesin Bagi Guru Smk

Untuk menjamin relevansi jenis seko- lah kejuruan dengan tuntutan para pemakai tamatannya, perlu diupayakan agar setiap sekolah kejuruan mempunyai jaringan kerja sama dengan “institusi pasangan” (lembaga, industri, perusahaan dan sejenisnya) yang diperkirakan akan menggunakan tamatannya (Hamid, A.F., Supriyadi, D., dan Lutan, R. 1993). Ikatan itu akan lebih serasi lagi apabila sebagian dari biaya pendidikan siswa-siswanya ditanggung oleh “institusi pasangan ” itu. Bila suatu jenis sekolah ke- juruan dimaksudkan untuk menghasilkan te- naga-tenaga yang akan melakukan “bisnis mandiri ”, maka pada sekolah kejuruan jenis ini sebaiknya dikembangkan “unit produksi” yang mampu menopang biaya operasi sekolah dengan lebih banyak mengandalkan pada kemampuan sendiri. “Unit produksi” itu merupakan bagian integral dari pendidi- kan disekolah itu, baik dalam rangka mela- tih teknik-teknik pemasaran produknya, maupun dalam rangka melatih cara pengelo- laan “Unit Produksi” yang akan dibangun oleh para tamatan nanti.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Modul pelatihan guru program keahlian teknik mesin paket keahlian teknik pengelasan sekolah menengah kejuruan (SMK) kelompok kompetensi J - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Modul pelatihan guru program keahlian teknik mesin paket keahlian teknik pengelasan sekolah menengah kejuruan (SMK) kelompok kompetensi J - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Dalam penelitian pendidikan, setidaknya dikenal 3 paradigma, yaitu: (1) paradigma positivistik (atau yang lebih dikenal dengan penelitian kuantitatif); (2) paradigma fenomenologis (kualitatif); dan (3) penelitian tindakan (action research), yang mendasarkan pada paradigma teori kritis. Paradigma positivistik, atau yang lebih dikenal dengan penelitian kuantitatif merupakan pendekatan yang paling banyak dikenal dalam penelitian berbagai bidang ilmu, termasuk pendidikan, karena merupakan pendekatan yang paling tua. Pendekatan ini diadopsi dari penelitian ilmu- ilmu keras (hard-science), seperti IPA, yang kemudian diterapkan pada bidang-bidang lain, termasuk bidang sosial dan pendidikan. Pendekatan ini mendasarkan pada suatu asumsi nomotetis, yaitu bahwa sesuatu kebenaran itu tunggal dan akan berlaku di manapun tanpa terikat dengan konteks eko-kultur masyarakat. Paradigma ini telah mewarnai berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan kita selama ini. Paradigma fenomenologis, atau yang lebih dikenal dengan penelitian kualitatif datang di Indonesia lebih belakangan dibanding paradigma positivistik, sehingga kehadirannya banyak menghadapi tantangan dari kubu positivistik. Paradigma ini berpandangan bahwa kebenaran itu tidak tunggal, tetapi dialektif, yang akan sangat tergantung pada konteks dan kultur masyarakat. Ciri lain dari penelitian ini adalah bahwa pengamatannya dilakukan pada skopa yang sempit tetapi mendalam.
Baca lebih lanjut

231 Baca lebih lajut

Modul pelatihan guru program keahlian teknik mesin paket keahlian teknik pemesinan sekolah menengah kejuruan (SMK) kelompok kompetensi H - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Modul pelatihan guru program keahlian teknik mesin paket keahlian teknik pemesinan sekolah menengah kejuruan (SMK) kelompok kompetensi H - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

83 mengakibatkan bidang aktif pahat akan mengalami beban yangberfluktuasi. Bila pahatnya jenis karbida atau keramik (yang relatif getas) maka pengerutan dan pemuaian yang berulang kali akan menimbulkan retak mikro yang justru menjadikan penyebab kerusakan fatal. Dalam proses gerinda rata bila cairan pendingin dikucurkan diatas permukaan benda kerja maka akan dihembus oleh batu gerinda yang berputar kencang sehingga menjauhi daerah penggerindaan. Dari ulasan singkat di atas dapat disimpulkan bahwa selain dipilih cairan pendingin harus juga dipakai dengan cara yang benar. Banyak cara yang dipraktikkan untuk mengefektifkan pemakaian cairan pendingin sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

194 Baca lebih lajut

Peningkatan Kompetensi Pemrograman Mikrokontroler Guru-guru SMK Bidang Keahlian Teknik Elektronika Pasca Diundangkannya UUGD

Peningkatan Kompetensi Pemrograman Mikrokontroler Guru-guru SMK Bidang Keahlian Teknik Elektronika Pasca Diundangkannya UUGD

a. Perlunnya pemahaman yang komprehensif tentang hal-hal yang berkaitan dengan KTSP dan seluk beluk teknis pelaksanaan kurikulum yang dimaksud, sehingga harapan agar tercapainya standar isi masing-masing bidang keahlian dapat menjadi lebih terbuka, hal ini diperlukan sebagai upaya tindak lanjut workshop yang tidak hanya pada substansi pembelajarannya saja. Akan tetapi dimulai dari pencermatan deskripsi pembelajaran pada masing-masing kompetensi keahlian.

21 Baca lebih lajut

Modul pelatihan guru program keahlian teknik mesin, paketkeahlian teknik pemesinan sekolah menengah kejuruan (SMK), kelompok kompetensi J, profesional; pemanfaatan teknik CAM pada mesin CNC, pedagogik; penelitian tindakan kelas. - Repositori Institusi Kem

Modul pelatihan guru program keahlian teknik mesin, paketkeahlian teknik pemesinan sekolah menengah kejuruan (SMK), kelompok kompetensi J, profesional; pemanfaatan teknik CAM pada mesin CNC, pedagogik; penelitian tindakan kelas. - Repositori Institusi Kem

Dalam penelitian pendidikan, setidaknya dikenal 3 paradigma, yaitu: (1) paradigma positivistik (atau yang lebih dikenal dengan penelitian kuantitatif); (2) paradigma fenomenologis (kualitatif); dan (3) penelitian tindakan (action research), yang mendasarkan pada paradigma teori kritis. Paradigma positivistik, atau yang lebih dikenal dengan penelitian kuantitatif merupakan pendekatan yang paling banyak dikenal dalam penelitian berbagai bidang ilmu, termasuk pendidikan, karena merupakan pendekatan yang paling tua. Pendekatan ini diadopsi dari penelitian ilmu- ilmu keras (hard-science), seperti IPA, yang kemudian diterapkan pada bidang-bidang lain, termasuk bidang sosial dan pendidikan. Pendekatan ini mendasarkan pada suatu asumsi nomotetis, yaitu bahwa sesuatu kebenaran itu tunggal dan akan berlaku di manapun tanpa terikat dengan konteks eko-kultur masyarakat. Paradigma ini telah mewarnai berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan kita selama ini. Paradigma fenomenologis, atau yang lebih dikenal dengan penelitian kualitatif datang di Indonesia lebih belakangan dibanding paradigma positivistik, sehingga kehadirannya banyak menghadapi tantangan dari kubu positivistik. Paradigma ini berpandangan bahwa kebenaran itu tidak tunggal, tetapi dialektif, yang akan sangat tergantung pada konteks dan kultur masyarakat. Ciri lain dari penelitian ini adalah bahwa pengamatannya dilakukan pada skopa yang sempit tetapi mendalam.
Baca lebih lanjut

270 Baca lebih lajut

Persepsi guru guru bidang teknik dan vok

Persepsi guru guru bidang teknik dan vok

“Secara keseluruhannya kecerdasan emosi dilihat berbeza-beza mengikut mana tempat dia berada. Kalau pelajar dibandar, diluar bandar atau dipinggir bandar biasanya ianya dipengaruhi oleh faktor persekitaran dan juga faktor ibu bapa serta pergaulan dimana ia secara tidak langsung membantu dalam mengawal atau membina kecerdasan emosi individu tersebut. Dan kalau lihat sebagai contoh di SMK Tinggi Segamat ini, latar belakang family/keluarga ianya datang dari tempat yang berbeza contohnya di Kg Tengah atau di Kg Tungku Tiga itu adalah kawasan yang agak pendalaman. Kalau lihat di taman-taman di sekitar Sek Tinggi Segamat lebih kepada kawasan Bandar. Kalau kita dapat lihat contohnya di Kg Simpang Jabi agak jauh sikit ia dikira sebagai pinggir bandar atau di Gemereh sebagai pinggir bandar. Jadi kita dapat lihat bahawa kecerdasan emosi pelajar-pelajar ini kebanyakkan agak berbeza dan kalau kita lihat contohnya pelajar-pelajar yang tinggal di pinggir bandar dimana keadaan disekitarnya agak aman tenteram. Kita akan lihat kecerdasan emosi pelajar ini, pelajar-pelajarnya lebih bertatasusila lebih pandai mengawal kemarahan berbanding kalau mereka yang berada dipendalaman mungkin faktor persekitaran yang kehidupannya agak sukar itu sedikit sebanyak berbeza dan kalau kita lihat dibandar khususnya kalau di taman-taman dimana ibubapa mempunyai pendidikan yang tinggi dan mengamalkan sahsiah yang baik maka secara tidak langsung pelajar-pelajar ini mempunyai kecerdasan emosi yang sangat baik.”
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

pelatihan teknologi pengujian geometrik mesin bagi guru smk swasta untuk meningkatkan kualitas pembe

pelatihan teknologi pengujian geometrik mesin bagi guru smk swasta untuk meningkatkan kualitas pembe

Mesin perkakas konvensional merupakan peralatan yang dipergunakan untuk pengerjaan logam yang menghasilkan sebagian besar produknya berupa komponen-komponen mesin dan barang-barang industri logam. Kualitas produk yang dihasilkan dipengaruhi oleh banyak faktor. Beberapa faktor yang sangat mempengaruhi kualitas geometrik produk adalah: ketelitian geometrik mesin perkakas, peralatan yang dipakai untuk mengukur benda kerja dan keahlian operator (Schelesinger, 1970). Khusus untuk mesin perkakas pengujian kualitas geometrik mesinnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu: 1). Pengujian geometrik (geometrical check), menyangkut pengujian dimensi, posisi dari komponen serta pengujian gerakan-gerakan; 2). Pengujian praktik (practical check), menyangkut pengujian geometrik benda kerja (RK. Jain, 1979).
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Modul pelatihan guru program keahlian teknik mesin paket keahlian teknik pengelasan sekolah menengah kejuruan (SMK) kelompok kompetensi H - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Modul pelatihan guru program keahlian teknik mesin paket keahlian teknik pengelasan sekolah menengah kejuruan (SMK) kelompok kompetensi H - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Guru dan tenaga kependidikan wajib melaksanakan Pengembangan Guru Pembelajar baik secara mandiri maupun kelompok. Khusus untuk Pengembangan Guru Pembelajar dalam bentuk diklat dilakukan oleh lembaga pelatihan sesuai dengan jenis kegiatan dan kebutuhan guru. Penyelenggaraan diklat Guru Pembelajar dilaksanakan oleh PPPPTK dan LPPPTK KPTK atau penyedia layanan diklat lainnya. Untuk mempersiapkan kegiatan Guru Pembelajar dalam bentuk diklat bagi guru-guru diperlukan adanya modul yang tepat sesuai dengan tuntutan dari Permendinas no. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Dari permendiknas tersebut, standar kompetensi guru yang dikembangkan dari kompetensi pedagogik memuat sepuluh kompetensi inti guru yang diantaranya memuat tentang penguasaan konsep penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
Baca lebih lanjut

278 Baca lebih lajut

ANALISIS BUTIR SOAL SERTIFIKASI KOMPETENSI P1 BIDANG TEKNIK MESIN DI LSP SMK N 1 MAGELANG.

ANALISIS BUTIR SOAL SERTIFIKASI KOMPETENSI P1 BIDANG TEKNIK MESIN DI LSP SMK N 1 MAGELANG.

Penelitian ini merupakan penelitian analisis dokumen dengan menggunakan desain penelitian survei. Data dikumpulkan dengan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah soal dan seluruh jawaban tes uji mandiri dan uji unjuk kerja tes sertifikasi kompetensi P1 di LSP SMK N 1 Magelang tahun 2015. Analisis butir soal secara kualitatif meliputi aspek materi, konstruksi dan bahasa, sedangkan analisis kuantitatif meliputi analisis validitas, tingkat kesukaran butir soal, daya beda butir soal, efektifitas pengecoh serta reliabilitas soal. Analisis aspek materi, konstruksi dan bahasa dilakukan sesuai dengan kemampuan (expertise) penelaah dengan menggunakan format telaah. Analisis kuantitatif soal dilakukan dengan menggunakan Program ITEMAN (Item and Test Analysis) versi 3.00 yang hasilnya meliputi tingkat kesukaran butir soal, daya beda butir soal, dan efektifitas pengecoh serta reliabilitas soal.
Baca lebih lanjut

188 Baca lebih lajut

Profil Guru SMK Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan dan Relevansinya dengan Kurikulum Program Studi Pendidikan Teknik Mesin FT

Profil Guru SMK Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan dan Relevansinya dengan Kurikulum Program Studi Pendidikan Teknik Mesin FT

UNY dipilih karena kredibilitasnya sebagai lembaga pendidik guru kejuruan khususnya bidang teknik mesin sudah mendapat pengakuan yang baik, terbukti dari akreditasi Prodi yang memperoleh A dan fasilitas praktiknya yang lengkap. Lulusan Prodi PTM FT UNY pun telah menduduki berbagai jabatan strategis dalam bidang pendidikan kejuruan. Profil ideal guru SMK-KKTP yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah uraian mengenai kompetensi apa saja yang perlu dikuasai oleh seorang guru SMK-KKTP. Profil ideal guru SMK-KKTP ini kemudian digunakan untuk mengetahui relevansinya dengan kurikulum Prodi PTM FT UNY dan proses pembelajarannya. Selain itu, rumusan profil ideal guru SMK-KKTP tersebut juga akan digunakan untuk mengetahui profil calon guru SMK-KKTP yang tercermin dari mahasiswa peserta Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Profil calon guru dalam hal ini menyangkut tingkat penguasaan kompetensi mahasiswa peserta PPL dari Prodi PTM FT UNY. Penelitian ini melibatkan mahasiswa peserta PPL, dosen yang menjadi DPL PPL, dan guru SMK-KKTP di SMK wilayah provinsi DIY yang digunakan untuk PPL mahasiswa Prodi PTM FT UNY.
Baca lebih lanjut

521 Baca lebih lajut

Modul pelatihan guru program keahlian teknik mesin paket keahlian teknik pengelasan sekolah menengah kejuruan (SMK) kelompok kompetensi G - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Modul pelatihan guru program keahlian teknik mesin paket keahlian teknik pengelasan sekolah menengah kejuruan (SMK) kelompok kompetensi G - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kegiatan diklat dalam PKB dibagi dalam 4 (empat) jenjang diklat yaitu: (1) Diklat jenjang dasar yang terdiri atas 5 jenjang diklat (grade), yaitu jenjang 1-5; (2) diklat jenjang lanjut yang terdiri atas 2 jenjang diklat, yaitu jenjang 6 dan 7; (3) diklat jenjang menengah yang terdiri atas 2 jenjang diklat, yaitu jenjang 8 dan 9; dan (4) diklat jenjang tinggi hanya terdiri atas 1 jenjang diklat, yaitu jenjang 10. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan diklat tersebut, ketersediaan sumber belajar yang berupa modul-modul diklat menjadi suatu faktor penting. Modul diklat merupakan substansi materi diklat yang dikemas dalam suatu unit program pembelajaran yang terencana guna membantu pencapaian peningkatan kompetensi dan didisain dalam bentuk bahan cetak (Pedoman penyusunan modul diklat PKB, 2015, hlm. 15). Modul ini merupakan panduan bagi peserta diklat (guru dan tenaga kependidikan) dalam meningkatkan kompetensinya, khususnya kompetensi professional.
Baca lebih lanjut

254 Baca lebih lajut

Modul pelatihan guru program keahlian teknik mesin paket keahlian teknik pengelasan sekolah menengah kejuruan (SMK) kelompok kompetensi F - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Modul pelatihan guru program keahlian teknik mesin paket keahlian teknik pengelasan sekolah menengah kejuruan (SMK) kelompok kompetensi F - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Sasaran program strategi pencapaian target RPJMN tahun 2015 – 2019 antara lain adalah meningkatnya kompetensi guru dilihat dari Subject Knowledge dan Pedagogical Knowledge yang diharapkan akan berdampak pada kualitas hasil belajar siswa. Oleh karena itu, materi yang ada di dalam modul ini meliputi kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional. Dengan menyatukan modul kompetensi pedagogik dalam kompetensi profesional diharapkan dapat mendorong peserta diklat agar dapat langsung menerapkan kompetensi pedagogiknya dalam proses pembelajaran sesuai dengan substansi materi yang diampunya. Selain dalam bentuk hard-copy, modul ini dapat diperoleh juga dalam bentuk digital, sehingga guru dapat lebih mudah mengaksesnya kapan saja dan dimana saja meskipun tidak mengikuti diklat secara tatap muka.
Baca lebih lanjut

279 Baca lebih lajut

(PPM) Pelatihan Pengujian Geometrik Mesin Bagi Guru SMK Swasta di Sleman

(PPM) Pelatihan Pengujian Geometrik Mesin Bagi Guru SMK Swasta di Sleman

Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah 90 % peserta memahami materi teknologi pengujian geometrik mesin dengan skor hasil tes rata-rata 86,6 dan mampu melakukan pengujian geometrik mesin dengan benar, dari laporan hasil penugasan diperoleh informasi bahwa kondisi mesin yang ada di SMK 60 % tidak presisi atau tingkat ketelitian geometrisnya rendah. Kesimpulan yang dapat diambil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru-guru praktik dalam menguji kualitas geometrik mesin perkakas adalah dengan kegiatan pelatihan; materi pengujian geometrik mesin perkakas adalah pengujian terhadap kelurusan, kedataran, kesejajaran, ketegaklurusan, dan penyimpangan rotasi; peralatan yang dibutuhkan untuk pengujian geometrik mesin perkakas adalah jam ukur (Dial Indicator), mandrel penguji, pendatar (Spirit level), pelurus (Straight edge), siku atau master siku (Squares or Master Squares); pemahaman peserta pelatihan terhadap materi yang disampaikan adalah 90% peserta telah memahami materi pengujian geometrik mesin perkakas dan mampu melakukan pengujian secara mandiri dengan cara yang benar; kondisi mesin perkakas yang ada di SMK peserta pelatihan 60% tidak presisi atau nilai penyimpangan terhadap tingkat ketelitian geometrisnya melebihi batas yang diijinkan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Modul pelatihan guru program keahlian teknik mesin paket keahlian teknik gambar mesin sekolah menengah kejuruan (SMK) kelompok kompetensi E - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Modul pelatihan guru program keahlian teknik mesin paket keahlian teknik gambar mesin sekolah menengah kejuruan (SMK) kelompok kompetensi E - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Modul ini disusun sebagai materi utama dalam program peningkatan kompetensi guru mulai tahun 2016 yang diberi nama diklat PKB sesuai dengan mata pelajaran/paket keahlian yang diampu oleh guru dan kelompok kompetensi yang diindikasi perlu untuk ditingkatkan. Untuk setiap mata pelajaran/paket keahlian telah dikembangkan sepuluh modul kelompok kompetensi yang mengacu pada kebijakan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan tentang pengelompokan kompetensi guru sesuai jabaran Standar Kompetensi Guru (SKG) dan indikator pencapaian kompetensi (IPK) yang ada di dalamnya. Sebelumnya, soal UKG juga telah dikembangkan dalam sepuluh kelompok kompetensi. Sehingga diklat PKB yang ditujukan bagi guru berdasarkan hasil UKG akan langsung dapat menjawab kebutuhan guru dalam peningkatan kompetensinya.
Baca lebih lanjut

166 Baca lebih lajut

KUALITAS BUKU “MEMAHAMI BAHASA INDONESIA UNTUK SMK BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN, TEKNIK ELEKTRO, DAN TEKNIK BANGUNAN

KUALITAS BUKU “MEMAHAMI BAHASA INDONESIA UNTUK SMK BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN, TEKNIK ELEKTRO, DAN TEKNIK BANGUNAN

SMKN 1 Miri menggunakan kelas terbang, seperti pada perguruan tinggi. Artinya, dalam satu hari bisa berganti tempat sesuai dengan mata pelajarannya. Seperti kurikulum SMK pada umumnya, bahwa pembagian pelajaran meliputi teori dan praktik. Waktu untuk teori 40% dari total keseluruhan, sedangkan untuk praktik 60%. Oleh karena itu, siswa banyak menghabiskan waktu di bengkel. Khusus untuk siswa kelas XI juga harus menempuh Praktik Kerja Lapangan atau PKL selama 6 bulan penuh. Pada akhir semester juga harus menempuh Studi Industri atau SI. Sehingga ada hal menarik di sini, bahwasannya seharusnya materi disampaikan selama satu tahun pelajaran, tetapi hanya disampaikan dalam satu semester atau 6 bulan. Pemadatan ini berlaku untuk semua mata pelajaran di kelas XI, baik normatif, adaptif, maupun program kejuruan.
Baca lebih lanjut

206 Baca lebih lajut

Teknik Mesin Bidang Studi

Teknik Mesin Bidang Studi

Buku ajar dalam bentuk modul yang relatif singkat tetapi komprehensif ini diterbitkan untuk membantu para peserta dan instruktur dalam melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Mengingat cakupan dari setiap bidang atau materi pokok PLPG juga luas, maka sajian dalam buku ini diupayakan dapat membekali para peserta PLPG untuk menjadi guru yang profesional. Buku ajar ini disusun oleh para pakar sesuai dengan bidangnya. Dengan memperhatikan kedalaman, cakupan kajian, dan keterbatasan yang ada, dari waktu ke waktu buku ajar ini telah dikaji dan dicermati oleh pakar lain yang relevan. Hasil kajian itu selanjutnya digunakan sebagai bahan perbaikan demi semakin sempurnanya buku ajar ini.
Baca lebih lanjut

169 Baca lebih lajut

(PPM) Pelatihan Teknologi Pengujian Geometrik Mesin Bagi Guru SMK se DIY

(PPM) Pelatihan Teknologi Pengujian Geometrik Mesin Bagi Guru SMK se DIY

Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah 90 % peserta memahami materi teknologi pengujian geometrik mesin dengan skor hasil tes rata-rata 77,46 dan mampu melakukan pengujian geometrik mesin dengan benar, dari laporan hasil penugasan diperoleh informasi bahwa kondisi mesin yang ada di SMK 60 % tidak presisi atau tingkat ketelitian geometrisnya rendah. Kesimpulan yang dapat diambil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru-guru praktik dalam menguji kualitas geometrik mesin perkakas adalah dengan kegiatan pelatihan; materi pengujian geometrik mesin perkakas adalah pengujian terhadap kelurusan, kedataran, kesejajaran, ketegaklurusan, dan penyimpangan rotasi; peralatan yang dibutuhkan untuk pengujian geometrik mesin perkakas adalah jam ukur (Dial Indicator), mandrel penguji, pendatar (Spirit level), pelurus (Straight edge), siku atau master siku (Squares or Master Squares); pemahaman peserta pelatihan terhadap materi yang disampaikan adalah 90% peserta telah memahami materi pengujian geometrik mesin perkakas dan mampu melakukan pengujian secara mandiri dengan cara yang benar; kondisi mesin perkakas yang ada di SMK peserta pelatihan 60% tidak presisi atau nilai penyimpangan terhadap tingkat ketelitian geometrisnya melebihi batas yang diijinkan.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pelatihan Pemograman Mesin CNC Fanuc Untuk Guru SMK DIY

Pelatihan Pemograman Mesin CNC Fanuc Untuk Guru SMK DIY

Kompetensi guru dalam mengoperasikan mesin CNC dengan sistem kontrol Fanuc pada saat ini sangat terbatas, di beberapa sekolah biasanya hanya ada satu orang guru yang menguasai pemesinan CNC. Dengan demikian diperlukan peningkatan kompetensi guru dalam bidang pemesinan CNC melalui pelatihan atau workshop. Pelatihan terutama dalam hal pengoperasian dan pemrograman mesin CNC terutama mesin frais CNC.

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects