Top PDF PENDAHULUAN Studi Pengujian Karakteristik Gasifikasi Berbahan Limbah Gerajen Glugu Dengan Variasi Kecepatan Udara.

PENDAHULUAN  Studi Pengujian Karakteristik Gasifikasi Berbahan Limbah Gerajen Glugu Dengan Variasi Kecepatan Udara.

PENDAHULUAN Studi Pengujian Karakteristik Gasifikasi Berbahan Limbah Gerajen Glugu Dengan Variasi Kecepatan Udara.

tersebut sangat mudah sekali dijumpai ditempat penggergajian kayu dan biasanya belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumbar energi, bahkan kadang bisa jadi hanya menjadi limbah yang tidak terpakai. Agar gerajen glugu tersebut dapat termanfaatkan dengan baik, maka diperlukan sebuah teknologi yang mampu mengolah biomassa tersebut menjadi limbah yang bermanfaat bagi masyarakat umumnya. Teknologi tersebut adalah gasifikasi.

5 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI KARYA ILMIAH STUDI PENGUJIAN KARAKTERISTIK GASIFIKASI  Studi Pengujian Karakteristik Gasifikasi Berbahan Limbah Gerajen Glugu Dengan Variasi Kecepatan Udara.

NASKAH PUBLIKASI KARYA ILMIAH STUDI PENGUJIAN KARAKTERISTIK GASIFIKASI Studi Pengujian Karakteristik Gasifikasi Berbahan Limbah Gerajen Glugu Dengan Variasi Kecepatan Udara.

4. Yulianto (2011), mendisain dan melakukan pengujian alat produksi gas metana dari sampah organik dengan variasi debit udara 0,026 m 3 /s, 0,023 m 3 /s dan 0,020 m 3 /s. Bahan bakar yang digunakan adalah sekam padi dengan berat 5 kg. Bahan bakar dimasukan ke dalam reaktor pembakaran tertutup dengan tujuan memperoleh pembakaran yang tidak sempurna. Setelah melalui beberapa proses kemudian dihasilkan gas metana yang digunakan sebagai bahan bakar kompor. Hasil pengujian pada debit 0,026 m 3 /s didapatkan nyala efektif 152 menit dengan nilai kalor pendidihan 6.222,3 Kj, debit 0,023 m 3 /s didapatkan nyala efektif 184 menit dengan nilai kalor pendidihan 8.296,4 Kj, dan pada debit 0,020 m 3 /s didapatkan nyala efektif 124 menit dengan nilai kalor 5.392,7 Kj.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

TUGAS AKHIR STUDI  PENGUJIAN KARAKTERISTIK GASIFIKASI  Studi Pengujian Karakteristik Gasifikasi Berbahan Limbah Gerajen Glugu Dengan Variasi Kecepatan Udara.

TUGAS AKHIR STUDI PENGUJIAN KARAKTERISTIK GASIFIKASI Studi Pengujian Karakteristik Gasifikasi Berbahan Limbah Gerajen Glugu Dengan Variasi Kecepatan Udara.

Tugas akhir berjudul “Studi Pengujian Karakteristik Gasifikasi Berbahan Limbah Gerajen Glugu Dengan Variasi Kecepatan Udara” dapat terselesaikan atas dukungan dari beberapa pihak. Untuk itu, penulis pada kesempatan ini dengan segala ketulusan dan keikhlasan hati menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar- besarnya kepada:

15 Baca lebih lajut

NO. 1 Buku Produksi gas dari padatan

NO. 1 Buku Produksi gas dari padatan

reaksi dekomposisi yang ada pada biomassa (lignoselulosa). Penguraian lignoselulosa terdiri dari hemiselulosa, selulosa, dan lignin, yang masing-masing mempunyai energi aktivasi 105-111 kJ/mol, 195-213 kJ/mol, dan 35-65 kJ/mol, terjadi secara simultan. Karena prosesnya simultan sehingga tidak dapat diketahui reaksi yang sedang berlangsung secara parsial. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik antara kayu lunak dan kayu keras secara kuantitas, dimana zat penyusun dari kedua bahan ini berbeda. Tujuan yang kedua adalah untuk memastikan bahwa analisis devolatilisasi lignoselulosa yang hanya dianggap satu mekanisme dan satu set data kinetis dapat untuk mencari karakteristik devolatilisasi dan parameter kinetis untuk semua kasus. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan untuk kayu keras dan kayu lunak yang diambil dari Eropa dan Amerika yang kandungan mineral dalam tanahnya sangat berbeda ternyata menunjukkan kontur yang hampir sama ketika dilakukan analisis termogravimetri dan diferensial termogravimetri. Hemiselulosa pada kayu lunak terlihat lebih tidak reaktif jika dibandingkan dengan hemiselulosa pada kayu keras. Terlihat juga bahwa zona reaksi selulosa lebih lebar. Selain itu didapatkan kesimpulan bahwa dinamika devolatilisasi dari semua kayu bisa diselesaikan dengan mekanisme yang sederhana yang tergantung dari empat parameter yaitu, jumlah zat ekstraktif, hemiselulosa, selulosa, dan lignin. Ketika zat ekstraksi sangat sedikit sekali (3 parameter) maka nilai energi aktivasi dan karakteristik devolatilisasi akan sama dengan penelitian yang telah dilakukan Gronli. M. G., dkk. (1998).
Baca lebih lanjut

249 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI  Pengaruh Variasi Kecepatan Udara Terhadap Kinerja Tungku Gasifikasi Sekam PAdi Tipe Downdraft Kontinu.

NASKAH PUBLIKASI Pengaruh Variasi Kecepatan Udara Terhadap Kinerja Tungku Gasifikasi Sekam PAdi Tipe Downdraft Kontinu.

Biomassa adalah bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik, baik berupa produk maupun buangan. Contoh biomassa antara lain adalah tanaman, pepohonan, rumput, limbah pertanian, limbah hutan, tinja dan kotoran ternak. Selain digunakan untuk tujuan primer serat, bahan pangan, pakan ternak, minyak nabati, bahan bangunan dan sebagainya, biomassa juga digunakan sebagai sumber energi (bahan bakar). Yang digunakan adalah bahan bakar biomassa yang nilai ekonomisnya rendah atau merupakan limbah setelah diambil produk primernya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI ILMIAH KINERJA CROSSDRAFT GASIFIER DENGAN  Kinerja Crossdraft Gasifier Dengan Bahan Bakar Tongkol Jagung Dengan Kecepatan Udara 3.0, 4.0, 5.0 m/s.

NASKAH PUBLIKASI ILMIAH KINERJA CROSSDRAFT GASIFIER DENGAN Kinerja Crossdraft Gasifier Dengan Bahan Bakar Tongkol Jagung Dengan Kecepatan Udara 3.0, 4.0, 5.0 m/s.

Prasetiyo (2012), melakukan pengujian gasifikasi dengan menggunakan updraft gasifier yaitu dengan memvariasikan kecepatan udara sebagai agen pada updraft gasifier udara yaitu 2.82m/s 2.31 m/s dan 1.90 m/s. Bahan bakar yang digunakan pada penelitian ini berupa sekam padi. Peneliti ini menjadi updraft gasifier sebagai kompor bahan bakar biomassa yang bertujuan untuk memanaskan air hingga mendidih. Dari hasil pengujian yang telah di dapat hasil bahwa pada kecepatan udara 2.82 m/s didapat temperature pembakaran 288.82°C, pada kecepatan udara 2.31 m/s di dapat temperature pembakaran 281.68°C dan kecepatan udara 1.90 m/s didapat temperature pembakaran 235.52°C. Nyala efektif dan lama pendidihan air untuk kecepatan udara 2.82 m/s di dapat nyala efektif 36 menit dan lama pendidihan air 18 menit. Pada kecepatan udara 2.31 m/s di dapat nyala efektif 45 menit dan lama pendidihan air 21 menit. Pada kecepatan udara 1.90 m/s di dapat nyala efektif 48 menit dan lama pendidihan air 29 menit.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

TUGAS AKHIR Pengaruh Variasi Kecepatan Aliran Udara Primer dan Penambahan Udara Pada Reaktor Kompor Gasifikasi Sekam Padi Metode Top-Lit Up Draft Dengan Perbedaan Diameter Silinder Reaktor.

TUGAS AKHIR Pengaruh Variasi Kecepatan Aliran Udara Primer dan Penambahan Udara Pada Reaktor Kompor Gasifikasi Sekam Padi Metode Top-Lit Up Draft Dengan Perbedaan Diameter Silinder Reaktor.

Alhamdulillahirobbil’alamin, puji syukur atas kehadirat Allah SWT, karena berkat izin-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan laporan tugas akhir dengan judul “Pengaruh Variasi Kecepatan Aliran Udara Primer dan Penambahan Udara Pada Reaktor Kompor Gasifikasi Sekam Padi Metode TLUD dengan Perbedaan Diameter Silinder Reaktor”. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada:

15 Baca lebih lajut

PENGUJIAN PENGARUH VARIASI BEBAN KATUP LIMBAH DAN VARIASI VOLUME TABUNG UDARA DENGAN HEAD

PENGUJIAN PENGARUH VARIASI BEBAN KATUP LIMBAH DAN VARIASI VOLUME TABUNG UDARA DENGAN HEAD

dan volume tabung udara..……………………………………………70 Tabel 4.7 Head losses mayor pada pipa pemasukan untuk variasi beban katup limbah dan volume tabung udara….....………………....………………...71 Tabel 4.8 Koefisien kerugian untuk pipa pemasukan............................................72 Tabel 4.9 Head losses minor pada pipa pemasukan untuk variasi beban katup

24 Baca lebih lajut

STUDI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK AERODINAMIK AIRFOIL NACA 4412 DENGAN VARIASI KECEPATAN ALIRAN UDARA

STUDI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK AERODINAMIK AIRFOIL NACA 4412 DENGAN VARIASI KECEPATAN ALIRAN UDARA

Eksperimen dilakukan menggunakan windtunnel. Sebelum airfoil dipasang pada force balance, terlebih dahulu mengatur kecepatan angin pada windtunnel. Kecepatan angin pada windtunnel diatur menggunakan fan controller. Fan controller mengatur frekuensi dari putaran kipas pada windtunnel. Pengaturan pada fan controller dilakukan dengan menaikkan frekuensi hingga frekuensi tertentu kemudian pilih set. Kipas akan berputar sesuai dengan frekuensi yang telah diatur, kemudian kecepatan angin diukur menggunakan anemometer. Jika kecepatan angin belum mencapai kecepatan yang diinginkan, maka frekuensi diubah dengan interval 2 Hz.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Variasi Desain Distributor Udara Terhadap Kinerja Tungku Gasifikasi Tipe Downdraft.

PENDAHULUAN Pengaruh Variasi Desain Distributor Udara Terhadap Kinerja Tungku Gasifikasi Tipe Downdraft.

Indonesia merupakan negara pertanian sehingga Indonesia mempunyai potensi akan biomassa yang sangat besar. Biomassa dapat dengan mudah didapatkan karena jumlahnya melimpah dan untuk sekarang belum banyak dimanfaatkan. Dengan mengetahui komposisi dan kandungan kimia yang terdapat di dalam biomassa, bahan biomassa tersebut dapat dijadikan sumber energi alternatif melalui proses gasifikasi. Gasifikasi merupakan teknologi proses thermo-kimia yang mengubah biomassa padat menjadi gas yang mudah terbakar (combustible gas).

5 Baca lebih lajut

TUGAS AKHIR PENGARUH KECEPATAN UDARA PADA TUNGKU  Pengaruh Kecepatan Udara Pada Tungku Gasifikasi Sekam Padi Terhadap Temperatur Pembakaran.

TUGAS AKHIR PENGARUH KECEPATAN UDARA PADA TUNGKU Pengaruh Kecepatan Udara Pada Tungku Gasifikasi Sekam Padi Terhadap Temperatur Pembakaran.

Penelitian diawali dengan pembuatan tungku gasifikasi sekam padi. Kemudian menganalisis hasil pembakaran tungku gasifikasi dengan kecepatan udara di variasi V=2.82 m/s, V=2.31 m/s, dan V=1.90 m/s. Dalam penelitian tersebut mengukur temperatur pembakaran serta mencatat perubahan temperatur air sebanyak 3 liter setiap 3 menit.

16 Baca lebih lajut

UNJUK KERJA KOMPOR GASIFIKASI PP-PLUS BERBAHAN BAKAR LIMBAH KAYU OLAHAN

UNJUK KERJA KOMPOR GASIFIKASI PP-PLUS BERBAHAN BAKAR LIMBAH KAYU OLAHAN

Start-up dimulai dengan memasukan bahan bakar ke dalam kompor kemudian potongan tipis biomassa dan kerosen 5-7ml untuk mempermudah waktu penyalaan kompor. Setelah nyala api stabil berarti gas sudah mulai terbentuk, dilakukan water boiling test. Temperatur air pada water boiling test diukur setiap dua menit dan temperatur air diukur sampai bahan bakar di dalam kompor habis. Shut down dilakukan setelah air mendidih merata, kemudian arang dan biomassa sisa ditimbang. Skema percobaan unjuk kerja kompor gasifikasi PP-Plus ditampilkan pada Gambar 2.

6 Baca lebih lajut

TUGAS AKHIR PENGARUH KECEPATAN UDARA PADA TUNGKU  Pengaruh Kecepatan Udara Pada Tungku Gasifikasi Sekam Padi Terhadap Temperatur Pembakaran.

TUGAS AKHIR PENGARUH KECEPATAN UDARA PADA TUNGKU Pengaruh Kecepatan Udara Pada Tungku Gasifikasi Sekam Padi Terhadap Temperatur Pembakaran.

Sekam padi dapat diubah menjadi gas metana dengan metode gasifikasi yaitu menggunakan tungku gasifikasi sekam padi. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan udara pada tungku gasifikasi terhadap temperatur pembakaran, mengetahui waktu lama nyala efektif, mengetahui lama pendidihan air, dan mengetahui kecepatan udara optimum pada temperatur pembakaran.

12 Baca lebih lajut

TUGAS AKHIR  Pengaruh Variasi Kecepatan Udara Terhadap Kinerja Tungku Gasifikasi Sekam PAdi Tipe Downdraft Kontinu.

TUGAS AKHIR Pengaruh Variasi Kecepatan Udara Terhadap Kinerja Tungku Gasifikasi Sekam PAdi Tipe Downdraft Kontinu.

Pembakaran adalah proses oksidasi yang sangat cepat antara bahan bakar dan oksidator dengan menimbulkan nyala dan panas. Berdasarkan gas sisa yang dihasilkan pembakaran dibedakan menjadi pembakaran sempurna dan pembakaran tidak sempurna, contoh pembakaran tidak sempurna adalah pada proses gasifikasi. Gasifikasi adalah suatu proses perubahan bahan bakar padat secara termokimia menjadi gas, dimana udara yang diperlukan lebih rendah dari udara yang digunakan untuk proses pembakaran.

15 Baca lebih lajut

PENGARUH VARIASI DESAIN DISTRIBUTOR UDARA TERHADAP KINERJA TUNGKU GASIFIKASI  Pengaruh Variasi Desain Distributor Udara Terhadap Kinerja Tungku Gasifikasi Tipe Downdraft.

PENGARUH VARIASI DESAIN DISTRIBUTOR UDARA TERHADAP KINERJA TUNGKU GASIFIKASI Pengaruh Variasi Desain Distributor Udara Terhadap Kinerja Tungku Gasifikasi Tipe Downdraft.

Penelitian dilakukan pada reaktor gasifikasi jenis downdraft dengan bahan bakar biomassa sekam padi. Untuk melakukan penghematan penggunaan bahan bakar sekam padi ini dapat dilakukan dengan cara meningkatkan efisiensi proses pembakaran yang terjadi, dan peningkatan efisiensi proses pembakaran ini tidak terlepas dari pemanasan awal udara dan desain saluran distribusi udara yang dimana udara merupakan salah satu komponen utama dalam proses pembakaran gasifikasi downdraft .

19 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI KARYA ILMIAH  Studi Gasifikasi Batu Bara Lignite Dengan Variasi Kecepatan Udara Untuk Keperluan Karbonasi.

NASKAH PUBLIKASI KARYA ILMIAH Studi Gasifikasi Batu Bara Lignite Dengan Variasi Kecepatan Udara Untuk Keperluan Karbonasi.

Pada grafik diatas menjelaskan bahwa, temperatur tertinggi yang dihasilkan dengan menggunakan kecepatan udara 2,0 m/s adalah sebesar 232 0 C pada menit ke-23, sedangkan temperatur terendah adalah 135 0 C pada menit ke-82. Penurunan temperatur terjadi karena pembakaran batu bara lignite dalam gasifier telah habis, sehingga gas metana yang dihasilkan oleh tungku perlahan-lahan akan mengalami penurunan.

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Kecepatan Udara Pada Tungku Gasifikasi Sekam Padi Terhadap Temperatur Pembakaran.

PENDAHULUAN Pengaruh Kecepatan Udara Pada Tungku Gasifikasi Sekam Padi Terhadap Temperatur Pembakaran.

Tanaman padi pada umumnya di proses menjadi beras sebagai makanan pokok manusia. Dalam proses pengolahan padi menjadi beras banyak ditemukan sekam padi yang terbuang sia-sia. Hal ini dikarenakan sekam padi di anggap limbah pertanian yang berupa residu dari hasil panen. Melihat mahalnya dan terbatasnya penyediaan bahan bakar di dunia. Dari yang disebutkan diatas pengelolaan energi alternatif adalah salah satu cara untuk menanggulangi keterbatasan dari sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui tersebut. Sehingga hal ini sekam padi yang terbuang sia-sia dan dianggap limbah pertanian, dapat dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar fosil dengan konsep energi alternatif. Sekam padi yang digunakan menjadi energi alternatif kususnya biomas dapat dijadikan dua macam sumber energi yaitu bio ethanol dan gas metana.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Variasi Kecepatan Aliran Udara Pada Tungku Gasifikasi Limbah Biomassa Terhadap Nyala Efektif dan Temperatur Pembakaran

Variasi Kecepatan Aliran Udara Pada Tungku Gasifikasi Limbah Biomassa Terhadap Nyala Efektif dan Temperatur Pembakaran

Hingga sekarang sudah banyak akademisi dan peneliti yang sudah mengembangkan berbagai desain gasifier. Dari yang berskala industri, skala kecil juga gasifier tepat guna. Ada beberapa tipe yang menjadi dasar dalam perancangan pembuatan gasifier diataranya adalah tungku gasifikasi tipe updraft. Keuntungan dari tipe updraft ini adalah hampir seluruh bahan bakar terbakar sempurna, sedikit sekali arang atau abu dari sisa pembakaran ini.Dengan variasi isolator

6 Baca lebih lajut

TUGAS AKHIR STUDI GASIFIKASI BATU BARA LIGNITE   Studi Gasifikasi Batu Bara Lignite Dengan Variasi Kecepatan Udara Untuk Keperluan Karbonasi.

TUGAS AKHIR STUDI GASIFIKASI BATU BARA LIGNITE Studi Gasifikasi Batu Bara Lignite Dengan Variasi Kecepatan Udara Untuk Keperluan Karbonasi.

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi dengan judul: ” Studi Gasifikasi Batu Bara Lignite Dengan Variasi Kecepatan Udara Untuk Keperluan Karbonasi ” , Yang dibuat untuk memenuhi sebagian syarat memperoleh gelar sarjana S1 pada Jurusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta, sejauh yang saya ketahui bukan merupakan tiruan atau duplikasi dari skripsi yang sudah dipublikasikan dan pernah dipakai untuk mendapatkan gelar kesarjanaan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta atau instansi manapun, kecuali bagian yang sumber informasinya saya cantumkan sebagaimana mestinya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

TUGAS AKHIR  Pengaruh Variasi Kecepatan Udara Terhadap Temperatur Pembakaran Pada Tungku Gasifikasi Sekam Padi.

TUGAS AKHIR Pengaruh Variasi Kecepatan Udara Terhadap Temperatur Pembakaran Pada Tungku Gasifikasi Sekam Padi.

Tugas akhir berjudul “ Pengaruh Variasi Kecepatan Udara Terhadap Temperatur Pembakaran Pada Tungku Gasifikasi Sekam Padi ” dapat terselesaikan atas dukungan dari beberapa pihak. Untuk itu penulis pada kesempatan ini dengan segala ketulusan dan keikhlasan hati menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar- besarnya kepada:

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...