Top PDF Program Perancangan Kegiatan Kredit Mikro (Dana Bergulir) Bagi Mahasiswa di Perguruan Tinggi

Program Perancangan Kegiatan Kredit Mikro (Dana Bergulir) Bagi Mahasiswa di Perguruan Tinggi

Program Perancangan Kegiatan Kredit Mikro (Dana Bergulir) Bagi Mahasiswa di Perguruan Tinggi

Kredit mikro atau dana bergulir masih banyak dilakukan bagi usaha kecil menengah dan koperasi. Pada kenyataanya kredit mikro telah terbukti secara efektif dan popular dalamupaya mengatasi kemiskinan (Grameen Banking, 2003). Dan banyak dilakukan penelitian terhadap profitability ratio yang menganalisis tentang kinerja keuangan kredit mikro terhadap usaha kecil menengah merupakan hasil akhir dari sejumlah kebijakan yang dilakukan oleh perusahaan yang juga menunjukkan gabungan efek-efek dari likuiditas, manajemen aktiva, dan utang pada hasil-hasil operasi (Brigham & Houston, 2008). Pada penelitian ini akan dilakukan program pemberian kredit mikro atau dana bergulir bagi mahasiswa perguruan tinggi yaitu untuk mahasiswa untuk menjalankan usaha baik yang sudah berjalan atau baru berjalan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Perancangan Sistem Kredit Mikro (Dana Bergulir) Bagi Mahasiswa di Perguruan Tinggi

Perancangan Sistem Kredit Mikro (Dana Bergulir) Bagi Mahasiswa di Perguruan Tinggi

Sistem pembiayaan kredit mikro terutama dalam permodalan sering digunakan oleh perbankkan untuk pembiayaan usaha kecil menengah (UKM) yang dijalankan oleh masyarakat. Usaha kecil menengah mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan perekonomian suatu negara, untuk itu jumlah usaha kecil menengah harus di tingkatkan sehingga perekonomian suatu negara mengalami peningkatan dan kemajuan. Jika di bandingkan dengan negara lain indonesia masih tertinggal jauh dengan negara malaysia dan singapura. Untuk meningkatkan jumlah usaha kecil menengah maka harus dilakukan sebuah terobosan yang sangat besar untuk meningkatkan jumlah entrepreneur. Salah satu terobosan yang mampu untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan adalah di perguruan tinggi. Dalam meningkatkan jiwa kewirausahaan di perguruan tinggi maka tidak hanya mengedepankan lebih ke teoritis jika dibandingkan dengan praktek di lapangan. Untuk menjadi seorang entrepreneur harus lebih banyak belajar aplikasi dilapangan jika di bandingkan dengan belajar secara teori yaitu dengan membuat praktek wirausaha di lingkunga kampus. Selain itu karena sistem pembiayaan kredit mikro di Perguruan Tinggi bagi mahasiswa masih tergolong sedikit, maka peneliti ini akan membuat sistem pembiayaan kredit mikro (dana bergulir) bagi mahasiswa di Perguruan Tinggi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Perancangan Sistem Kredit Mikro (Dana Bergulir) Bagi Mahasiswa di Perguruan Tinggi. Lasminiasih 1. Rooswhan Budhi Utomo 2

Perancangan Sistem Kredit Mikro (Dana Bergulir) Bagi Mahasiswa di Perguruan Tinggi. Lasminiasih 1. Rooswhan Budhi Utomo 2

5 meningkatkan jumlah usaha kecil menengah maka harus dilakukan sebuah terobosan yang sangat besar untuk meningkatkan jumlah entrepreneur. Salah satu terobosan yang mampu untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan adalah di perguruan tinggi. Dalam meningkatkan jiwa kewirausahaan di perguruan tinggi maka tidak hanya mengedepankan lebih ke teoritis jika dibandingkan dengan praktek di lapangan. Untuk menjadi seorang entrepreneur harus lebih banyak belajar aplikasi dilapangan jika di bandingkan dengan belajar secara teori yaitu dengan membuat praktek wirausaha di lingkunga kampus. Selain itu karena sistem pembiayaan kredit mikro di Perguruan Tinggi bagi mahasiswa masih tergolong sedikit, maka peneliti ini akan membuat sistem pembiayaan kredit mikro (dana bergulir) bagi mahasiswa di Perguruan Tinggi.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. Perguruan Tinggi adalah mahasiswa yang rata-rata masuk perguruan tinggi pada

BAB I PENDAHULUAN. Perguruan Tinggi adalah mahasiswa yang rata-rata masuk perguruan tinggi pada

Perguruan Tinggi merupakan sebagai bagian integral dari kehidupan bangsa dan Negara. Selain itu, memegang peranan dalam mengisi kehidupan bangsa dan negara diberbagai bidang. Tenaga ahli yang dipersiapkan oleh Perguruan Tinggi adalah mahasiswa yang rata-rata masuk perguruan tinggi pada usia 19-22 tahun, dan diharapkan dengan lamanya pendidikan pada program Strata I atau Sarjana yaitu 4 tahun.

11 Baca lebih lajut

KETIDAKJUJURAN AKADEMIK MAHASISWA PERGURUAN TINGGI X DI SURAKARTA  Ketidakjujuran Akademik Mahasiswa Perguruan Tinggi X di Surakarta.

KETIDAKJUJURAN AKADEMIK MAHASISWA PERGURUAN TINGGI X DI SURAKARTA Ketidakjujuran Akademik Mahasiswa Perguruan Tinggi X di Surakarta.

Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya bahwa kejujuran merupakan sebuah karakter utama yang perlu dimiliki oleh setiap mahasiwa, begitu juga kejujuran dalam lingkup akademik. Perguruan Tinggi X di Surakarta memiliki harapan bahwa mahasiswa mampu menyelaraskan kompetensi dan karakter yang mereka miliki. Kompetensi yang dimiliki masing- masing mahasiswa adalah kekuatan untuk mengaplikasikan ilmu psikologi. Namun, kompetensi tersebut juga perlu disertai dengan karakter-karakter yang positif dari mahasiswa, salah
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Perancangan Model Knowledge Management untuk Memonitoring Prestasi Akademik Mahasiswa pada Perguruan Tinggi

Perancangan Model Knowledge Management untuk Memonitoring Prestasi Akademik Mahasiswa pada Perguruan Tinggi

Model KMS mengakomodasi kebutuhan data, informasi dan pengetahuan untuk melakukan peringatan dini, menentukan sanksi akademik, dan rekomendasi beasiswa. Sehingga Perguruan Tinggi memiliki sebuah model yang membantu mahasiswa lulus tepat waktu. Informasi yang dapat digunakan oleh BAAK ke jurusan, dalam mengontrol prestasi akademik mahasiswa pada IBI Darmajaya. Adapun model knowledge manajemen untuk memonitoring prestasi akademik mahasiswa pada perguruan tinggi dapat dilihat pada gambar 2.1 ;

6 Baca lebih lajut

Mahasiswa dan Tridharma Perguruan Tinggi

Mahasiswa dan Tridharma Perguruan Tinggi

Tri Dharma perguruan tinggi merupakan tiga pilar dasar pola pikir dan menjadi kewajiban bagi mahasiswa sebagai kaum intelektual di negara ini. Karena mahasiswa adalah ujung tombak perubahan bangsa kita ke arah yang lebih baik. Pernyataan ini menjadi terbukti ketika kita melihat sejarah bangsa ini dimana sebagian perubahan besar yang ada di negara ini dimulai oleh mahasiswa, dalam hal ini pemuda-pemudi Indonesia. Peran mahasiswa dalam aktualisasi tri dharma perguruan tinggi sangat di perlukan. Karena mahasiswa diharapkan untuk menjadi mahasiswa yang lebih termotivasi dan sadar bahwa betapa pentingnya peranan kita sebagai mahasiswa untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 yaitu “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”. Mari kita tinjau ketiga tri dharma tersebut.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

MODEL STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO DAN KECIL MILIK MAHASISWA BERBASIS PERANAN STRATEGIS PERGURUAN TINGGI

MODEL STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO DAN KECIL MILIK MAHASISWA BERBASIS PERANAN STRATEGIS PERGURUAN TINGGI

kolateral), sehingga kesulitan melakukan ekspansi usaha; (iv) pengelolaan usaha tidak berbasis IPTEK sehingga perkembangan usaha cenderung stagnan; (v) manajemen usaha yang bersifat historically transmitted, sehingga menghambat perkembangan usaha (kasus untuk jenis usaha tertentu); (vi) Skill kewirausahaan yang relatif masih rendah, sehingga usaha tidak berkembang secara optimal; (vii) Untuk jenis usaha tertentu, kesulitan dalam pembelian bahan baku, sehingga kesulitas dalam memenuhi permintaan pasar yang besar dan (viii) penetapan harga produk cenderung mahal, sebagai akibat dari biaya produksi yang tinggi; (2) Masalah- masalah yang sudah diidentifikasi tersebut dijadikan sebagai dasar untuk menyusun analisis SWOT untuk memformulasikan grand strategy dan model pengembangan usaha mikro dan kecil milik mahasiswa berbasis peranan strategis perguruan tinggi (Gambar 4.3.). dan (3) Peran strategis perguran tinggi dalam mengembangkan usaha mikro dan kecil milik mahasiswa meliputi: (a) mendata (men-survey) beberapa hal yang terkait dengan: (i) berapa populasi mahasiswa yang sudah menjalankan dan atau merintis bisnis mikro; (ii) apa saja jenis usaha yang dikelola; dan (iii) tempat kedudukan usaha dimana; (b) melakukan analisis SWOT terhadap bisnis mikro terebut; (c) memformulasikan strategi pengembangan usaha mikro dan kecil, yaitu: (i) pengajaran kewirausahaan dan manajemen usaha berbasis soft skill dan (ii) menyelenggarakan pendidikan dan latihan secara intensif, sistematis dan terpadu tentang manajemen usaha dan kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi; (d) perguruan tinggi bersinergi dengan Bank dan HIPMI untuk keperluan evaluasi kelayakan business plan, pendampingan usaha dan konsultan bisnis bagi mahasiswa pelaku usaha; (e) memberikan kemudahan akses permodalan bagi mahasiswa pelaku usaha yang business plan-nya dinilai layak oleh tim penilai.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisis Indeks Kepuasan Mahasiswa Terhadap Kualitas Layanan Perguruan Tinggi Di Perguruan Tinggi X.

Analisis Indeks Kepuasan Mahasiswa Terhadap Kualitas Layanan Perguruan Tinggi Di Perguruan Tinggi X.

Jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia dibawah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi total berjumlah 4.312. Jumlah perguruan tinggi yang banyak ini membuka peluang baru dibidang jasa yaitu jasa pendidikan tingi. Semakin banyaknya perguruan tinggi terjadi persaingan yang ketat dengan cara menawarkan berbagai jenis layanan pendidikan yang berkualitas tinggi. Oleh karena itu Perguruan Tinggi X sebagai Perguruan Tinggi Negeri merupakan instansi pemerintah wajib melaksanakan Permenpan Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan Publik, Permenpan Nomor 16 Tahun 2014 tentang Survei Kepuasan Masyarakat, dan Permenpan Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Pengaduan, sehingga dituntut untuk memberikan jasa atau layanan pendidikan yang berkualitas dan bernilai tinggi agar mahasiswa merasa puas, semakin percaya, tidak pindah ke perguruan tinggi lain.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Kesejahteraan Mahasiswa: Implikasi Terhadap Program Konseling Di Perguruan Tinggi

Kesejahteraan Mahasiswa: Implikasi Terhadap Program Konseling Di Perguruan Tinggi

Pendidikan merupakan salah satu strategi peningkatan sumber daya manusia suatu bangsa. Untuk itu pemerintah Indonesia menerapkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap perguruan tinggi. Memasuki perguruan tinggi memberikan pengalaman positif dan menawarkan berbagai kesempatan bagi mahasiswa untuk menemukan, mengeksplorasi dan membentuk nilai-nilai personal serta pilihan gaya hidup, beradaptasi dengan nilai-nilai lingkungan baru, menciptakan hubungan sosial baru, mempersiapkan untuk menghadapi tuntutan akademik dan mencapai tujuan karier (Von Ah, Ebert, Ngamvitroj, Park, & Kang, 2004). Salmela- Aro, Aunola, dan Nurmi (2007) bahwa transisi dari sekolah menengah ke perguruan tinggi menantang generasi muda untuk hidup mandiri, mengelola keuangan, mempertahankan standar dan integritas akademik dan beradaptasi pada kehidupan sosial yang baru.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PROGRAM PENGEMBANGAN BUDAYA KEWIRAUSAHAAN BAGI MAHASISWA PERGURUAN TINGGI MELALUI KETERAMPILAN PERCETAKAN

PROGRAM PENGEMBANGAN BUDAYA KEWIRAUSAHAAN BAGI MAHASISWA PERGURUAN TINGGI MELALUI KETERAMPILAN PERCETAKAN

orang biasanya bekerja asal mendapatkan makan dengan tidak dipikirkan kualitas kerja serta upah yang diterima. Tidak sedikit orang bertindak berusaha untuk mendapatkan uang dengan jalan berwirausaha. Berwirausaha adalah suatu upaya jalan pintas untuk mendapatkan pekerjaan secara mandiri, bangkit, dan berani untuk berdiri sendiri. Berwirausaha telah terbukti sebagai penyelamat per- ekonomian bangsa di kala bangsa ini mengalami krisis perekonomian yang baru lalu, di samping juga memiliki nilai positif yaitu mengurangi jumlah pengangguran. Berkaitan dengan program pengembangan budaya kewirausahaan di Perguruan Tinggi, banyak kemampuaan atau keterampilan produktif yang relevan untuk dilatihkan kepada mahasiswa. Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang secara institusional dipersiapkan sebagai calon guru tidak ada jeleknya diberikan pula kuliah kewirausahaan. Hal ini diharapkan bahwa lulusan FKIP selain dipersiapkan sebagai calon guru, diharapkan pula disela-sela waktu yang tersisa dipergunakan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan. Pertanyaan yang muncul adalah apakah mahasiswa sudah dipersiapkan demikiaan. Untuk itulah diperlukan kuliah kewirausahaan di perguruan tingi.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Strategi Pengembangan Program Studi Dalam Meningkatkan Perolehan Jumlah Mahasiswa Pada Perguruan Tinggi Swasta

Strategi Pengembangan Program Studi Dalam Meningkatkan Perolehan Jumlah Mahasiswa Pada Perguruan Tinggi Swasta

Konsep dasar strategi adalah kemampuan memadukan kekuatan kunci yang tepat terfokus kearah sasaran. Secara jelas strategi berasal dari Bahasa Yunani yaitu Strategos, yang terbentuk dari kata Stratos yang berarti militer dan –ag yang berarti pemimpin. (Robert M. Grant 1996:11) Kemudian Alfret D. Chandler dalam Robert M. Grant (1995 : 10) mendefinisikan strategi adalah suatu bentuk atau rencana yang mengintegrasikan organisasi yang menjadi suatu kesatuan yang utuh. Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran dalam perguruan tinggi, penggunaan strategi harus sesuai dengan sumberdaya yang dimiliki oleh perguruan tinggi dan bertumpu pada kekuatan inti yang dimiliki oleh perguruan tinggi(Alimudin, A.,2015; Alimudin, A.,2017).Untuk dapat meningkatkan strategi bersaing maka peningkatan kepuasan layanan kepada mahasiswa dengan memberikan pelayanan sepenuh hati akan menjadi strategi bersaing program studi untuk meningkatkan jumlah mahasiswanya (Alimudin, A.,2017).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Perancangan Model Knowledge Management untuk Memonitoring Prestasi Akademik Mahasiswa pada Perguruan Tinggi

Perancangan Model Knowledge Management untuk Memonitoring Prestasi Akademik Mahasiswa pada Perguruan Tinggi

Dari permasalahan tersebut diatas, maka dibuat perancangan model knowledge management untuk monitoring prestasi akademik pada Perguruan Tinggi. Model digambarkan dengan usecase diagram, pemodelan proses, dan tahapan pengembangan system mulai dari analisis, desain dan implementasi. Model yang dihasilkan adalah knowledge management system dapat mengakomodasi data perkembangan prestasi akademik, informasi prestasi akademik, dan pengetahuan dalam pemberian peringatan dini. Merekomendasikan mediasi kekonselor bagi mahasiswa yang mengalami penurunan prestasi selama tiga semester dan penyampaian informasi perkembangan prestasi kepada orang tua. Model KMS untuk memonitoring prestasi akademik pada IBI Darmajaya sesuai kebutuhan dan laporan prestasi akademik yang dihasilkan dapat digunakan sebagai control prestasi akademik mahasiswa tiap semester mendukung mahasiswa lulus tepat waktu.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Motivasi Berprestasi Pada Mahasiswa Di Perguruan Tinggi

Motivasi Berprestasi Pada Mahasiswa Di Perguruan Tinggi

Mahasiswa adalah sebagian kecil dari generasi muda Indonesia yang mendapat kesempatan untuk mengasah kemampuannya di Perguruan Tinggi. Tentunya sangat diharapkan mendapat manfaat yang sebesar-besarnya dalam pendidikan agar kelak mampu menyumbangkan kemampuannya untuk memperbaiki kualitas hidup bangsa Indonesia yang saat ini belum pulih sepenuhnya dari krisis yang dialami pada akhir abad ke20 (Salim dan Sukadji, 2006).

18 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI PADA PERGURUAN TINGGI NEGERI DAN PERGURUAN TINGGI SWASTA TERHADAP PROFESI AKUNTAN (Studi Kasus Pada Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta di Surabaya) - Perbanas Institutional Repository

PERBEDAAN PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI PADA PERGURUAN TINGGI NEGERI DAN PERGURUAN TINGGI SWASTA TERHADAP PROFESI AKUNTAN (Studi Kasus Pada Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta di Surabaya) - Perbanas Institutional Repository

menyatakan terdapat perbedaan persepsi mahasiswa perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta terhadap pilihan akuntansi sebagai aktivitas kelompok didalam penelitian ini dapat diterima. Mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun mahasiswa perguruan tinggi swasta sama-sama beranggapan bahwa akuntansi adalah suatu aktivitas sosial. Ikhsan dan Iskhak (2008) Akuntansi sosial bersifat fokus baik pada kinerja pemerintahan maupun pelaku bisnis, akuntansi sosial berarti identifikasi, mengukur, dan melaporkan hubungan antara bisnis dan lingkungan, lingkungan bisnis meliputi sumber daya alam, komunitas dimana bisnis itu beroperasi, orang-orang yang dipekerjakan, pelanggan, pesaing, dan perusahaan serta kelompok lain yang berurusan dengan bisnis tersebut. Hal ini sejalan dengan pernyataan Ikhsan dan Iskhak (2008) Aktivitas sosial yang dimaksud adalah menyusun, mengukur, dan menganalisa terhadap konsekuensi-konsekuensi sosial
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI 

PENILAIAN MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI  

 (Studi Kasus Program Studi Teknik Informatika 

Universitas Pasundan)

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENILAIAN MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI (Studi Kasus Program Studi Teknik Informatika Universitas Pasundan)

Tabel 2.1 Nilai [NAS05] ……………………………………….……………………………………..2-9 Tabel 2.2 Standar Penilaian Perguruan Tinggi ………………….…………………………………..2-10 Tabel 2.3 Domain Kognitif …………………………………………………………………………..2-11 Tabel 2.4 Domain Afektif ……………………………………………………………………………2-12 Tabel 2.5 Domain Psikomotorik …………………………………………………………………….2-12 Tabel 3.1 Hasil Wawancara …………………………………………………………………………...3-5 Tabel 3.2 Kriteria penilaian keaktifan mahasiswa dalam HMTIF ……………………………………3-8 Tabel 3.3 Kriteria penilaian keaktifan mahasiswa dalam HMTIF …………………………………..3-10 Tabel 3.4 Deskripsi Entitas …………………………………………………………………………..3-14 Tabel 4.1 Daftar entitas ……………………………………………………………………………….4-2 Tabel 4.2 Indeks reputasi mahasiswa …………………………………………………………………4-3 Tabel 4.3 Standar penilaian ………………………………………………………………………….4-10 Tabel 4.4 Klasifikasi Fungsi ………………………………………………………………………...4-15 Tabel 4.5 Daftar Event ………………………………………………………………………………4-20 Tabel 4.6 Matriks peran pengguna terhadap fungsi …………………………………………………4-21 Tabel 4.7 Matrik peran pengguna terhadap fungsi yang kritis ………………………………………4-21 Tabel 4.8 Deskripsi input/output ……………………………………………………………………4-22 Tabel 4.9 Matriks Event terhadap Entitas …………………………………………………………...4-23 Tabel 4.10 Deksripsi Entitas …………………………………………………………………………4-24
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI TEORI SUPER PADA PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR UNTUK MAHASISWA PERGURUAN TINGGI

IMPLEMENTASI TEORI SUPER PADA PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR UNTUK MAHASISWA PERGURUAN TINGGI

ditemukan hubungan yang positif dengan variabel keterlibatan mahasiswa, sementara keraguan karir muncul sebagai prediktor negatif. Identifikasi dengan komitmen juga ditemukan berhubungan positif dengan keterlibatan afektif dan kognitif mahasiswa, tetapi bukan keterlibatan perilaku. Selain itu, nilai persepsi mahasiswa dalam kegiatan akademik memainkan peran penting dalam memediasi hubungan ini. Terlepas dari asosiasi yang signifikan, proses identitas kejuruan lainnya (penjelajahan karir yang luas, komitmen dan fleksibilitas karier) dan keyakinan motivasi (kepercayaan kompetensi dan biaya yang dirasakan) masing-masing gagal bertindak sebagai prediktor dan mediator, seperti yang dihipotesiskan. Meskipun demikian, penelitian tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan identitas kejuruan dalam pembelajaran mahasiswa sarjana, dan menyarankan perlunya lebih banyak intervensi identitas atau layanan konseling karir dalam konteks perguruan tinggi dan pra-universitas.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI AKADEMIK MAHASISWA DAN KOMPETENSI SOSIAL MAHASISWA TERHADAP CITRA LEMBAGA PENDIDIKAN : Survey pada mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia yang melaksanakan Program Mobilitas Mahasiswa dan Transfer Kredit.

PENGARUH KOMPETENSI AKADEMIK MAHASISWA DAN KOMPETENSI SOSIAL MAHASISWA TERHADAP CITRA LEMBAGA PENDIDIKAN : Survey pada mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia yang melaksanakan Program Mobilitas Mahasiswa dan Transfer Kredit.

Namun sebetulnya selain program tersebut, telah terdapat suatu kegiatan yang dikenal dengan skema Bologna Accord, yaitu konsep kerjasama antara perguruan tinggi yang dilakukan oleh universitas-universitas di negara- negara yang tergabung dalam Uni Eropa. Dimana mahasiswa yang terdaftar di suatu universitas dapat mengambil dan mengikuti bagian dari program pendidikan (kuliah) di universitas lain sebagai bagian dari program pendidikannya. Hal itu mengakibatkan mobilitas dan akses dari mahasiswa menjadi lebih luas, dengan demikian menimbulkan suatu konsekuensi umum dimana otomatis harus ada standarisasi dari universitas-universitas yang tergabung di dalamnya, yang telah disepakati secara bersama sehingga menjamin keselarasan diantara negara anggota.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

Perancangan buku berilustrasi mengenai

penyesuaian diri bagi calon mahasiswa di

perguruan tinggi

Perancangan buku berilustrasi mengenai penyesuaian diri bagi calon mahasiswa di perguruan tinggi

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kuasanya, penulis mampu menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul “Perancangan Buku Berilustrasi mengenai Penyesuaian Diri bagi Calon Mahasiswa di Perguruan Tinggi”. Perancangan Tugas Akhir ini bertujuan untuk membantu calon mahasiswa dalam melewati masa penyesuaian diri di tahun pertama perkuliahan yang umumnya sulit untuk dilewati.

19 Baca lebih lajut

LITERASI KEAGAMAAN MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN

LITERASI KEAGAMAAN MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN

Wawancara selanjutnya peneliti mencoba membandingkan kemampuan pemahaman dan sumber literasi antara mahasiswa yang berasal dari MA, SMA, SMK dan pondok pesantren. Ada lima mahasiswa yang peneliti wawancarai, diantaranya adalah Sirajudin Anhari dari pondok Pesantren, Bayu Mandrajati lulusan SMK (teknik elektro), dan yang lulusan MA adalah Kholid dan Siti Julaeha, Syam lulusan SMA. Dari hasil wawancara ada beberapa kesulitan yang dialami oleh lulusan SMA terutama hal-hal yang berhubungan dengan bahasa arab dan kitab kuning. Tetapi hal ini dapat diminimalisir dengan adanya bantuan dari teman-teman di kelas yang berasal dari pesantren. Dan lulusan pesantren memang lebih mendominasi kemampuan mereka dibandingkan dengan lulusan yang SMA, SMK dan MA. Menurut Sirojuddin Anhar, “saya lebih tertarik belajar dari kyai langsung karena dengan begitu sanadnya lebih sampai dan karomah guru ada ketimbang kita mengaji secara online”. (wawancara selasa, 22 mei 2019, pukul 12.30). Hal ini yang tidak dilakukan oleh lulusan SMA,SMK dan MA. Biasanya jika lulsan SMA,SMK dan MA mereka lebih tertarik dengan media online, seperti menggunakan media sosial, instagram dan youtub dalam menambah wawasan keagamaan.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...