Top PDF DAYA REPELAN GEL MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Cananga odorata (Lmk) Hook.f & Thoms) DALAM BASIS CARBOPOL, TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti

DAYA REPELAN GEL MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Cananga odorata (Lmk) Hook.f & Thoms) DALAM BASIS CARBOPOL, TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti

DAYA REPELAN GEL MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Cananga odorata (Lmk) Hook.f & Thoms) DALAM BASIS CARBOPOL, TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti

Bahan yang digunakan yaitu nyamuk Aedes aegypti betina umur 2-5 hari, bunga kenanga (Cananga odorata (Lmk) Hook.f & Thoms) dari Gelora Susilo Sudarman Gendeng Purwokerto, trietanolamin (Bratachem), etanol 96% (Bratachem), propilenglikol (Bratachem), aquades, carbopol (Aqupec HV 505), nipagin (Bratachem), etanol 96% pro analisis (p.a), toluen (Bratachem), etil asetat (Bratachem), anisaldehid asam sulfat.

12 Baca lebih lajut

DAYA REPELAN GEL MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA ( Cananga odorata ( Lmk ) Hook.f & Thoms ) DALAM BASIS CMC Na,TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti

DAYA REPELAN GEL MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA ( Cananga odorata ( Lmk ) Hook.f & Thoms ) DALAM BASIS CMC Na,TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti

Data yang diperoleh dari hasil uji viskositas, daya sebar, daya lekat sediaan dan uji daya repalan gel minyak atsiri bunga kenanga terhadap nyamuk Aedes aegypti dianalisis statistik dengan uji anova satu arah, apabila F hitung lebih besar daripada F tabel, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf kepercayaan 95%. Untuk data hasil uji viskositas dianalisis statistik dengan uji anova dua arah, dilanjutkan dengan uji BNT. uji korelasi dan regresi untuk mengetahui adanya hubungan antara viskositas dengan daya repelan. HASIL DAN PEMBAHASAN
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH FORMULASI CETYL ALCOHOL TERHADAP SIFAT FISIK DAN AKTIVITAS LOTION MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Cananga odoratum (Lmk.) Hook. & Thoms.) SEBAGAI REPELAN TERHADAP NYAMUK Anopheles aconitus BETINA.

PENGARUH FORMULASI CETYL ALCOHOL TERHADAP SIFAT FISIK DAN AKTIVITAS LOTION MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Cananga odoratum (Lmk.) Hook. & Thoms.) SEBAGAI REPELAN TERHADAP NYAMUK Anopheles aconitus BETINA.

mata, menimbulkan rasa terbakar pada kulit yang terluka atau jaringan membran (Soedarto, 1992), oleh karena itu untuk menghindari efek samping dari DEET sebagai komponen utama dapat diganti dengan bahan yang berasal dari alam, selain itu banyak pula tanaman yang mengandung minyak atsiri yang mempunyai efek sebagai penolak nyamuk (Kardinan, 2003), salah satunya adalah bunga dari tanaman kenanga ( Cananga odorata (Lmk.) Hook. & Thoms.). Kandungan minyak atsiri bunga kenanga ( Cananga odora ta (Lmk.) Hook. & Thoms.) komponen terbesarnya adalah golongan alkohol dan ester yang terdiri dari linalool dan geraniol dengan aroma khas menyengat yang tidak disukai serangga. Sifat minyak atsiri antara lain mudah menguap dan cepat rusak bila terkena panas (Ketaren, 1985). Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa minyak atsiri bunga kenanga 25% mempunyai kemampuan untuk menolak nyamuk Aedes aegypti ketika diujikan pada tangan manusia (Indrawati, 2006).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Potensi Minyak Atsiri Daun Nilam (Pogostemon Cablin B.), Daun Babadotan (Ageratum Conyzoides L), Bunga Kenanga (Cananga Odorata Hook F & Thoms) Dan Daun Rosemarry (Rosmarinus Officinalis L ) Sebagai Repelan Terhadap Nyamuk Aedes Aegypti L.

Potensi Minyak Atsiri Daun Nilam (Pogostemon Cablin B.), Daun Babadotan (Ageratum Conyzoides L), Bunga Kenanga (Cananga Odorata Hook F & Thoms) Dan Daun Rosemarry (Rosmarinus Officinalis L ) Sebagai Repelan Terhadap Nyamuk Aedes Aegypti L.

Menurut Kardinan (2003), tanaman Babadotan (Ageratum conyzoides) mempunyai potensi sebagai insektisida hayati, karena mengandung senyawa-senyawa toksik di antaranya saponin, flavonoid, polifenol, alkaloid, edultin, friedelin dan prekosenkumarine, eugenol 5%, HCN dan minyak atsiri yang komponen-komponennya adalah pinen, kamfor, eugenol, borneol, dan kumarin. 7 Babadotan sering dijumpai di sawah- sawah, ladang, semak belukar, kebun, tepi jalan dan tanggul. Babadotan merupakan tumbuhan liar, digunakan secara luas dalam pengobatan tradisional oleh masyarakat di berbagai belahan dunia. Walaupun masyarakat Indonesia sudah lama mengenal Babadotan untuk obat luka, radang, radang usus, gatal-gatal, penurun panas, sakit perut, sakit dada juga sebagai insektisida nabati, namun hingga kini belum ada industri yang tertarik mengembangkan bahan alami ini lebih lanjut. Keberadaan Babadotan bahkan seringkali dianggap tumbuhan liar yang mengganggu keindahan taman, sehingga semakin lama semakin tersingkir. Pembangunan gedung-gedung baru dan rumah- rumah penduduk membuat tumbuhan ini semakin sulit ditemukan di daerah perkotaan, kalau tidak segera dilakukan budidaya, dikhawatirkan tumbuhan ini akan semakin sulit didapatkan. 7
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSENTRASI MINYAK KENANGA (Cananga odorata) TERHADAP AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIRADIKAL BEBAS

PENGARUH KONSENTRASI MINYAK KENANGA (Cananga odorata) TERHADAP AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIRADIKAL BEBAS

Pada penelitian ini, minyak kenanga untuk uji antiradikal diperoleh dari hasil isolasi bunga kenanga (Cananga odorata) segar dengan distilasi uap. Aktivitas benzil benzoat (4,53%) dalam minyak kenanga sebagai antiradikal terhadap minyak jagung (radiasi UV 254 nm) ditentukan dengan ESR. ESR adalah alat yang digunakan untuk mengukur aktivitas antiradikal dan menentukan jenis radikal bebas dalam bahan. Hasil penelitian ini adalah penambahan minyak kenanga pada konsentrasi 7 µL memiliki aktivitas optimal sebagai antiradikal untuk memerangkap radikal hidroksil sebesar 80,5%, alkil 50% dan peroksil 42,8%. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa minyak kenanga efektif sebagai antiradikal.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS REPELAN TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti BETINA  SEDIAAN EMULGEL MINYAK ATSIRI BIJI PALA (Myristica fragrans Houtt.)

UJI AKTIVITAS REPELAN TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti BETINA SEDIAAN EMULGEL MINYAK ATSIRI BIJI PALA (Myristica fragrans Houtt.)

Minyak atsiri biji pala (Myristica fragrans Houtt.) mengandung zat yang berpotensi sebagai alternatif repelan alami untuk mencegah gigitan nyamuk Aedes aegypti betina penyebab demam berdarah. Formulasinya dalam bentuk sediaan emulgel diharapkan akan meningkatkan pemanfaatannya di masyarakat. Untuk itu dilakukan penelitian mengenai uji aktivitas repelan minyak atsiri biji pala dalam bentuk sediaan emulgel. Minyak atsiri biji pala hasil destilasi uap air dibuat dalam bentuk sediaan emulgel dengan variasi konsentrasi: FI (6%), FII (8%), FIII (10%), FIV (12%), FV (14%), FVI (16%) dan FVII (18%). Sediaan emulgel diuji stabilitas, uji sifat fisik, iritasi kulit dan uji aktivitas repelan menggunakan nyamuk Aedes aegypti betina. Data diolah menggunakan SPSS dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi minyak atsiri biji pala akan meningkatkan daya lekat (detik), dan meningkatkan efek repelan (detik) dimana FI < FII < FIII < FIV < FV. Peningkatan konsentrasi tidak mempengaruhi nilai pH yaitu 5 dan luas penyebaran: FI (2,92 ± 0,02 cm²), FII ( 2,49 ± 0,03 cm²), FIII (2,38 ± 0,02 cm²), FIV (2,63 ± 0,04 cm²), FV (2,46 ± 0,04 cm²), FVI (2,60 ± 0,03 cm²), FVII (2,52 ± 0,02 cm²). Kesimpulan penelitian ini adalah formula VII emulgel dengan konsentrasi minyak atsiri biji pala 18% merupakan formula optimum.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Aktivitas Minyak Atsiri Kulit Buah Jeruk Sambal (Citrus Microcarpa) Sebagai Repelan Terhadap Nyamuk Aedes Aegypti L Dengan Metode Whopes

Aktivitas Minyak Atsiri Kulit Buah Jeruk Sambal (Citrus Microcarpa) Sebagai Repelan Terhadap Nyamuk Aedes Aegypti L Dengan Metode Whopes

8 sitronelol, sitronelal, kampor dan timol merupakan konstituen yang telah dibuktikan memiliki aktivitas repelan (dicitasi oleh 6, h373). Wai (2013) telah melakukan identifikasi senyawa volatil dalam kulit buah C. microcarpa, ditemukan beberapa senyawa dominan antara lain α-pinen, β-pinen, limonen, linalool, germasren dan geranil asetat, namun Jantan, dkk (1996) menyebutkan bahwa limonen merupakan senyawa yang paling dominan dengan kadar mencapai lebih dari 94% (4,5) . Berdasarkan hal tersebut, senyawa dalam minyak atsri kulit buah C. microcarpa yang diduga paling berperan dalam memberikan aktivitas repelan adalah limonen.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS MINYAK ATSIRI DAUN KECOMBRANG (Etlingera elatior) DALAM SEDIAAN LOSION SEBAGAI BAHAN AKTIF REPELAN TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti SKRIPSI

UJI AKTIVITAS MINYAK ATSIRI DAUN KECOMBRANG (Etlingera elatior) DALAM SEDIAAN LOSION SEBAGAI BAHAN AKTIF REPELAN TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti SKRIPSI

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh vektor nyamuk Aedes aegypti. Virus dengue dapat dicegah dengan menghindari gigitan nyamuk dan menggunakan penolak nyamuk (repelan) yang mengandung N,N-dietil-metoluamida (DEET). Senyawa tersebut bila digunakan dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping. Minyak atsiri daun kecombrang memiliki aktivitas sebagai repelan terhadap nyamuk Aedes aegypti. Penggunaannya secara langsung pada kulit kurang efektif sehingga perlu diformulasikan dalam bentuk losion. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas daya repelan minyak atsiri daun kecombrang (Etlingera elatior) yang diformulasi kedalam sediaan losion terhadap nyamuk Aedes aegypti. Penelitian dilakukan dengan metode Eksperimental dengan rancangan penelitian Randomized Block Design. Penelitian ini dibuat 3 macam formula dengan variasi konsentrasi minyak atsiri daun kecombrang yaitu Formula 1 (5%), Formula 2 (10%), Formula 3 (15%). Losion yang dihasilkan dievaluasi sifat fisiknya meliputi pengamatan organoleptis, uji pH, kestabilan losion, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan identifikasi minyak atsiri daun kecombrang. Hasil evaluasi losion pada tiap formulasi dapat dikatakan stabil secara fisik. Uji daya repelan dilakukan dengan memasukkan tangan naracoba kedalam sangkar uji dan ada lima kelompok perlakuan, meliputi tangan tanpa intervensi, kontrol negatif, minyak atsiri daun kecombrang, tiga formula losion minyak atsiri daun kecombrang, dan kontrol positif berupa losion merk “X”. Hasil uji daya repelan losion minyak atsiri daun kecombrang dianalisis dengan uji anova satu arah dengan taraf kepercayaan 95% dilanjutkan dengan uji BNT pada data yang memiliki perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya repelan losion minyak atsiri daun kecombrang efektif pada konsentrasi 15% dan konsentrasi minyak atsiri berbanding lurus dengan daya repelannya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Minyak Atsiri Bunga Kamboja (Plumeira acuminate Ait) sebagai Repellent terhadap Nyamuk Aedes aegypti

Uji Aktivitas Minyak Atsiri Bunga Kamboja (Plumeira acuminate Ait) sebagai Repellent terhadap Nyamuk Aedes aegypti

diameter lubang untuk memasukkan tangan probandus 15 cm2, masing- masing kurungan berisi 50 ekor nyamuk Aedes aegypti betina yang berumur 3 – 5 hari dan telah dipuasakan selama 24 jam. Tangan probandus dibersihkan dengan menggunakan sabun, dibilas dengan air lalu dikeringkan. Kemudian mengukur

6 Baca lebih lajut

UJI DAYA PROTEKSI MINYAK ATSIRI PEPPERMINT (Mentha piperita) SEBAGAI REPELEN TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti

UJI DAYA PROTEKSI MINYAK ATSIRI PEPPERMINT (Mentha piperita) SEBAGAI REPELEN TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti

Pada konsentrasi 100%, diperoleh daya proteksi yang tinggi pada jam ke-0 akan tetapi menurun cukup cepat pada waktu pengamatan berikutnya. Hal tersebut dimungkinkan karena minyak atsiri memiliki sifat mudah menguap sehingga tidak bertahan lama melindungi kulit dari hinggapan nyamuk. Sedangkan pada konsentrasi 80%, di mana mulai ditambahkan pelarut parafin cair, diperoleh daya proteksi yang menurun secara cepat pula. Hal ini menunjukkan parafin cair tidak begitu berpengaruh untuk memperpanjang durasi efek repelen minyak peppermint. Hasil penelitian ini didapatkan pula daya proteksi konsentrasi 80% lebih tinggi dari konsentrasi 100% di jam ke-1, penyebabnya bisa karena dari variabel luar baik yang terkendali maupun yang tak terkendali. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Formulasi lotion minyak nilam dan uji aktivitas repelan terhadap nyamuk Aedes aegypti.

Formulasi lotion minyak nilam dan uji aktivitas repelan terhadap nyamuk Aedes aegypti.

Berdasarkan gambar 22, ukuran droplet lotion mengalami kenaikkan yang berbeda bermakna (p-value <0,05) dari awal hingga akhir penyimpanan. Hal ini menunjukkan adanya fenomena koalesen. Koalesen adalah fenomena bergabungnya droplet droplet kecil menjadi satu yang menghasilkan droplet berukuran besar (Eccleston, 2007). Akibat ada fenomena koalesen, ukuran droplet lotion menjadi lebih besar. Semakin lama fenomena koalesen akan menghasilkan fenomenan pemisahan fase. Penggunaan Tween 80 dan Span 80 belum dapat menghasilkan ukuran droplet emulsi lotion minyak nilam yang stabil. Semakin besar ukuran droplet maka pemisahan fase yang terjadi akan semakin cepat. Hal ini sesuai dengan hukum Stokes dimana radius droplet berbanding lurus dengan kecepatan pemisahan fase. Kecepatan pemisahan fase dapat dikurangi dengan cara mengurangi ukuran droplet. (Troy and Beringer, 2006).
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

AKTIVITAS REPELAN MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK PONTIANAK (Citrus nobilis Lour.) TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti L. DENGAN METODE WHOPES

AKTIVITAS REPELAN MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK PONTIANAK (Citrus nobilis Lour.) TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti L. DENGAN METODE WHOPES

Pengujian aktivitas repelan dilakukan berdasarkan metode dari WHOPES (2009), minyak atsiri diaplikasikan pada lengan bawah relawan (pergelangan tangan hingga siku). Area kulit relawan dibersihkan, dibilas dengan air dan dikeringkan dengan handuk. Bagian telapak tangan ditutupi oleh sarung tangan. Dilakukan uji kesiapan nyamuk dengan menggunakan lengan kiri relawan sebagai kontrol negatif. Lengan kiri dioleskan dengan etanol 70%, dimasukkan ke dalam kandang pengujian yang berisi 50 ekor nyamuk Ae. aegypti L. dan diamati serta dicatat jumlah nyamuk yang hinggap dalam periode waktu 30 detik. Selama periode waktu tersebut, jika nyamuk yang hinggap >10 ekor maka pengujian dapat dilanjutkan pada kelompok uji. Setelah 30 detik lengan tersebut dikeluarkan dengan hati-hati dari kandang pengujian. Kemudian lengan yang sama diolesi
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia, Swingle) DALAM SEDIAAN LOTION SEBAGAI REPELAN TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti

UJI AKTIVITAS MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia, Swingle) DALAM SEDIAAN LOTION SEBAGAI REPELAN TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti

Pengujian aktivitas repelan lotion minyak atsiri dari kulit buah jeruk nipis sebagai kontrol negatifnya basis lotion dan kontrol positifnya autan. Dipilih autan karena mengandung DEET 12,5 %-13 % (N,N diethyl-m-toluamide atau N,N-diethyl-3-methylbenzamide) yang merupakan anti serangga yang dikembangkan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat pada tahun 1946, dimana telah dilakukan percobaan terhadap berbagai macam serangga dan kemampuan DEET telah teruji pada berbagai kondisi iklim dan lingkungan. Pengujian dilakukan kontrol negatif terlebih dahulu dikarenakan menghindari pencemaran di dalam sangkar nyamuk.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

AKTIVITAS REPELAN MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK PONTIANAK (Citrus nobilis Lour.) TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti L. DENGAN METODE WHOPES ABSTRAK

AKTIVITAS REPELAN MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK PONTIANAK (Citrus nobilis Lour.) TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti L. DENGAN METODE WHOPES ABSTRAK

minyak atsiri kulit buah C. nobilis Lour. bekerja sebagai repelan adalah minyak atsiri yang dioleskan merata di tangan relawan akan meresap ke pori-pori kulit, karena panas tubuh, minyak atsiri akan menguap ke udara. Bau minyak atsiri yang menguap ini akan terdeteksi oleh reseptor kimia (chemoreceptor) yang terdapat pada antena nyamuk dan diteruskan ke impuls saraf. Bau dari minyak atsiri tidak disukai nyamuk. Hal itulah yang kemudian diterjemahkan ke dalam otak nyamuk sehingga nyamuk akan mengekspresikan untuk menghindar dari sumber bau. Nyamuk memilih menghindar dan membatalkan arah dari lengan relawan, mencari sumber
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Efek Anti Nyamuk Minyak Atsiri Jeruk Keprok (Citrus reticulata) Terhadap Nyamuk Aedes aegypti

Efek Anti Nyamuk Minyak Atsiri Jeruk Keprok (Citrus reticulata) Terhadap Nyamuk Aedes aegypti

2.Salah satu sisi kotak kaca diberi sekat kertas saring agar nyamuk dapat terkumpul pada satu sisi 3.Pada kotak kaca I diletakkan kertas saring yang telah dibasahi dengan minyak atsiri kulit jeruk keprok dengan konsentrasi 60%, kotak II akuades, kotak III DEET 13%

5 Baca lebih lajut

OPTIMASI FORMULA GEL MINYAK ATSIRI BUAH ADAS  Optimasi Formula Gel Minyak Atsiri Buah Adas (Foeniculum vulgare) Dengan Kombinasi Propilen Glikol – Carbopol Terhadap Sifat Fisik Dan Aktivitas Repelan Pada Nyamuk Anopheles aconitus betina.

OPTIMASI FORMULA GEL MINYAK ATSIRI BUAH ADAS Optimasi Formula Gel Minyak Atsiri Buah Adas (Foeniculum vulgare) Dengan Kombinasi Propilen Glikol – Carbopol Terhadap Sifat Fisik Dan Aktivitas Repelan Pada Nyamuk Anopheles aconitus betina.

yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi yang berjudul “Optimasi Formula Gel Repelan Minyak Atsiri Buah Adas (Foeniculum vulgare) Dengan Kombinasi Propilen Glikol – Karbopol Serta Aktivitas Pada Nyamuk Anopheles aconitus Betina” yang disusun sebagai salah satu syarat untuk mencapai derajat Sarjana Farmasi (S.Farm) pada Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

11 Baca lebih lajut

OPTIMASI FORMULA GEL MINYAK ATSIRI BUAH ADAS  Optimasi Formula Gel Minyak Atsiri Buah Adas (Foeniculum vulgare) Dengan Kombinasi Propilen Glikol – Carbopol Terhadap Sifat Fisik Dan Aktivitas Repelan Pada Nyamuk Anopheles aconitus betina.

OPTIMASI FORMULA GEL MINYAK ATSIRI BUAH ADAS Optimasi Formula Gel Minyak Atsiri Buah Adas (Foeniculum vulgare) Dengan Kombinasi Propilen Glikol – Carbopol Terhadap Sifat Fisik Dan Aktivitas Repelan Pada Nyamuk Anopheles aconitus betina.

Penentuan bobot jenis minyak atsiri dilakukan di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan menggunakan piknometer 10 mL. Sebelumnya piknometer dibersihkan terlebih dahulu dengan alkohol dan dikeringkan, kemudian ditimbang. Piknometer diisi air suling, diletakkan dalam wadah yang berisi air es sampai suhu turun menjadi 15 o C. Apabila terjadi penyusutan volume selama proses pendinginan, maka ditambahkan lagi air suling sampai volume mencapai 10 mL. Kemudian piknometer diangkat dan suhunya dinaikkan menjadi 20 o C. Ujung kapiler pada piknometer ditutup dan ditimbang setelah mencapai suhu kamar. Bagian luar piknometer dibersihkan. Piknometer dikosongkan dan dibersihkan dengan menggunakan alkohol, kemudian ditimbang. Selanjutnya, piknometer diisi minyak atsiri buah adas dan dilakukan dengan proses serta suhu yang sama pada pengerjaan air suling. Berat jenis minyak atsiri merupakan perbandingan berat minyak atsiri terhadap bobot air pada volume dan suhu yang sama .
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS SALEP MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Canangium odoratum Baill) SEBAGAI REPELAN TERHADAP SKRIPSI

UJI AKTIVITAS SALEP MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Canangium odoratum Baill) SEBAGAI REPELAN TERHADAP SKRIPSI

Probosis terdiri atas palpus dan sepasang antena yang terletak di sisi kiri dan kanannya. Palpus probosis terdiri atas 5 ruas dan antena terdiri atas 15 ruas. Antena pada nyamuk jantan berambut lebat (plumase) dan pada nyamuk betina jarang (pilase). Sebagian besar toraks yang tampak (mesonatum) diliputi bulu halus. Bulu ini berwarna putih/kuning dan membentuk gambaran yang khas untuk masing-masing spesies. Posterior dari mesonatum terdapat skutelum yang berbentuk melengkung (rounded). Sayap nyamuk panjang dan langsing, mempunyai vena yang permukaannya ditumbuhi sisik-sisik sayap (wingscales) yang letaknya mengikuti vena. Pada tepi sayap terdapat deretan rambut yang disebut fringe. Abdomen berbentuk silinder dan terdiri atas 10 ruas. Dua ruas yang terakir nerubah menjadi alat kelamin (Hoejojo, 2000).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects