BAB IV ANALISA DAN INTEPRETASI DATA
III. A.2. Kehidupan Pacaran Philip
Sebagai seoranggay, Philip mengaku tetap membutuhkan seseorang yang dapat menjadi pasangan dalam hidupnya. Philip membentuk hubungan pacaran pada usia 25 tahun. Usia yang cukup dewasa bagi seseorang untuk berpacaran pertama kali. Hal tersebut disebabkan pendapat Philip mengenai hubungan pacaran dengan seorang gay tidak akan pernah ada, tidak akan bertahan lama,
ingin tetap merasakan kebebasan, dan tidak akan adanya rasa kekhawatiran menyakiti orang yang menjadi pacarnya.
Mmm . Dulu .dulu ya pada awalnya, abang merasa ga mungkinlah ada pacaran antargay. Ga yakin itu ada, dan ga mungkin. Bikin sakit hati menurut abang. Ya kamu jadian, terus menikmati hubungan tersebut, tapi engga lama Abang yakin, awalnya pacaran di gay tuh ga ada yang lama. Ya udah, abang lebih mau untuk sendiri, ya, merasa bebas ajakan. Ga ada yang larang larang. Ga ada orang yang kita khawatirkan bakal ada yang tersakiti orang yang kita sayang, kalau kita bertindak macam-macam
(SI/VI/L385-396)
Pada usia Philip yang menjelang usia dewasa madya, dengan ketidakmungkinan dirinya untuk menikahi seorang wanita, ia membutuhkan seorang pria, yang bukan saja berperan sebagai pacar, tetapi juga menjadi pendamping dalam kehidupan Philip. Ketakutan untuk hidup sendiri jika tidak memiliki pacar juga menjadi alasan mengapa Philip membutuhkan seorang pacar.
Ya perlu bangetlah Anda. Buat abang dia bukan hanya pacar, tapi pasangan hidup. Maksud kamu,kalau abang tidak menikah, abang hanya hidup sendiri?
(SI/VI/L116-119)
Bisa dibilang iya,abang takut. Duh, abang tidak bisa bayangkan lo kalau abang sendiri
(SI/VI/L120-122)
Itu .awalnya, abang mmmm .lebih ke ooh abang juga butuh orang yang memperhatikan abang secara khusus. Intinya abang merasa, abang butuh seseorang Abang butuh banget seseoranglah. Ya,prinsip itu juga yang jadi salah satu pertimbangan abang, sampai sekarang punya pacar (SI/VI/398-404)
Bagi Philip, pentingnya kehadiran seorang pacar baginya membuat Philip tidak sembarangan dalam memilih seseorang menjadi pacaranya. Philip merasa orang yang sesuai untuk menjadi pacarnya adalah seseorang yang dapat menerima
dirinya sepenuhnya, berorientasi terhadap hubungan bukan untuk sesaat saja. Ketika Philip sudah memilih seseorang menjadi pacarnya, orang tersebut adalah segalanya bagi Philip.
Iya. Makanya abang tidak sembarang milih. Pacar itu bagi abang tuh penting banget. Lebih dari sekedar seseorang yang selalu ada saja buat abang. Ya...itulah
(SI/VI/L124-127)
Ouh .itu harus Da. Ya, pertama kali dia bisa paham dan terima abanglah. Dan itu aja deh yang penting buat abang. Yang penting dia dan abang cocok dan saling melengkapi. Soalnya, hubungan yang abang harapkan bukan hanya untuk sesaat aja. Iyakan
(SI/VII/L237-241)
Ya,harus berhati-hati. Bukan asal pilih. Abang ga mau main-main dalam punya pacar. Dia tuh akan jadi segalanya dalam hidup abang, makanya abang harus benar-benar milih
(SI/VII/L243-246)
Sebelum membentuk sebuah hubungan, menurut Philip akan ada proses perkenalan antara keduanya sehingga akan menyadari konsekuensi dari membentuk hubungan tersebut.
Ya enggalah. Sebelum kita jadian, kita dah saling kenal satu sama lain. Tahu siapa dia, dan aku tahu siapa dia. Kita dah tahu konsekuensi hubungan kita berdua dengan keadaan kita
(SI/VI/L100-103)
Philip memiliki 3 pengalaman dalam berpacaran. Masa pacaran Philip dengan pacar pertama kurang lebih 8 tahun. Sementara dengan pacar kedua Philip, hubungan tersebut bertahan kurang lebih 1 tahun. Ketiga, yaitu Andre yang menjadi pacar Philip sekarang sudah memasuki tahun ke 2. Berakhirnya hubungan Philip dengan pacar pertama disebabkan pria tersebut harus meninggalkan dirinya karena menikahi wanita pilihan orang tuanya, sementara
Philip. Pacar Philip tersebut tidak menginginkan Philip melakukan hubungan seksual selain dengan dirinya, sementara Philip tidak terlalu menyukai keinginan pacarnya tersebut.
Kita bahas itu ya? Ok lah. Andre pacar abang yang ke...ke 3. (SI/VI/L130-131)
8 tahun Da. Lama kan? (SI/VI/L133)
dia kawin ama cewek. Ga bisa lagi dia nolak permintaan orangtuanya (SI/VI/L137-138)
He eh. Sama dia cuma 1 tahun lah. Ga lama (SI/VI/L142)
abang ketangkul lagi jalan ama cowok lain. Dia cemburuan banget. Maklum masih muda. Buat dia, kalau uda jadian ya, ml lah dengan pacar kamu saja
(SI/VI/L144-147)
Awal perkenalan antara Philip dan Andre melalui perkenalan yang ditawarkan oleh salah satu teman Philip. Philip mengaku temannya tersebut menyampaikan bahwa Andre ingin berkenalan dengan dirinya. Philip menerima tawaran tersebut dan memulai perkenalan dengan Andre. Perkenalan dilakukan melalai sarana percakapan di dunia maya, bertukar foto dan nomor yang dapat dihubungi untuk melanjutkan komunikasi. Melalui percakapan tanpa tatap muka tersebut, keduanya merasa cocok satu sama lain, dan sepakat untuk bertemu yang dilanjutkan dengan melakukan hubungan seksual. Hubungan berlanjut dengan kesepakatan untuk melanjutkan komunikasi diantara keduanya.
Dengan pacar abang sekarang, Andre mah itu lewat chatting. Awalnya emang ditawarin teman,katanya ada cowok. Mau kenalan. Kita
chatting,tukeran friendster, dan kemudian tukeran nomor. Ya udah,kopi darat. Janjian ketemu
(SI/VI/L3-8)
Ya kita merasa cocok untuk jumpa, ML, ya lanjutlah keep in touch aja ama dia
(SI/VI/L10-11)
Pada awal perkenalan keduanya, Philip merasa bahwa Andre adalah seseorang yang menyenangkan saat berinteraksi dengan dirinya, dan Andre memiliki pribadi yang menyenangkan. Pendapat Philip tersebut membuat Philip selalu merasa rindu, ingin selalu bertemu dengan Andre. Terutama dengan kondisi keduanya yang jarang bertemu karena aktivitas masing-masing.
Hmmm ..cakep. Anaknya lucu lo. Seru kalau jalan ama dia. Orangnya seru
(SI/VI/L14-15)
Yup,paling smsan,telepon-teleponan. Jarang ketemu, ya Anda tahulah, kita jadi rindu selalu satu sama lain
(SI/VI/L25-27)
Iya, kalau abang bilang Andre tuh, sosok cowok yang rinduable.dirindukan selalu. Sama dia selalu asyik. Ada aja cari kita untuk buat acara ketemuan kita kayaknya hanya untuk kita berdua
(SI/VI/L29-33)
Justru karena jarang ketemu tuh Da, and dasarnya dia juga anakanya asyik
(SI/VI/L39-40)
Philip mengaku selama memiliki hubungan pacaran dengan Andre, suasana pertemuan keduanya selalu menyenangkan.
Mmm diu tuh buat suasana ketemu tuh selalu menyenangkan. Serulah selama ini bisa jadian ama dia
Dalam menjaga hubungan pacaran, Philip mengaku selalu berusaha mengatur jadwal pertemuan antara keduanya. Andre berdomisili di Jakarta, sementara Philip tidak terlalu sering berada di Jakarta. Pada saat Philip tidak dapat menemui Andre di kota keberadaan Andre berada, Andre akan datang ke kota tempat Philip berada.
Jakarta maksud kamu? Ga juga. Kalau udah lama ga ketemu, dan dah ga bisa lagi nahan rindu, ya Andre datang ke sini. Medan
(SI/VI/L44-46)
Memiliki kesibukan masing-masing, Philip mengaku keduanya sudah menyadari konsekuensi hubungan yang mereka jalankan, yaitu perselingkuhan. Bagi Philip, perselingkuhan adalah hal yang biasa di kehidupan gay pada umumnya.
Oh..kalau membahas itu sih Da, buat abang itu udah menjadi konsekuensi hubungan kia. Dan kita dah tahulah itu. Dan yang kamu bilang tentang selingkuh itu,mmmm itu benar. Ga ada namanya tidak selingkuh diantaragay
(SI/VI/L52-57)