• Tidak ada hasil yang ditemukan

A Konstitusi yang Pernah Berlaku di Indonesia

Dalam dokumen smp8pkn PKnMenumbuhkanNasionalisme Lukman (Halaman 38-42)

1. Pengertian Konstitusi

Konstitusi berasal dari bahasa Latin, yaitu constitution

yang diartikan sebagai keseluruhan peraturan, baik yang tertulis, maupun tidak tertulis. Selain itu konstitusi juga mengatur tata cara yang mengikat bagaimana suatu pemerintah menyeleng garakan pemerintahan dalam suatu negara. Kons titusi sebagai naskah tertulis atau yang hanya diartikan sebagai Undang-Undang Dasar (UUD) merupakan undang-undang tertinggi yang berlaku dalam suatu negara. Secara isi (materi) konstitusi dalam bentuk UUD merupakan peraturan yang bersifat mendasar. Hal ini berarti konsitusi hanya memuat hal-hal yang bersifat pokok, dasar, atau asas-asas saja.

Menurut Usep Ranawidjaya (pakar hukum tata negara), konstitusi memiliki dua pengertian, yaitu konsti - tusi dalam arti luas dan konstitusi dalam arti sempit. Konstitusi dalam arti luas mencakup segala ketentuan yang berhubungan dengan keorganisasian negara, baik yang terdapat dalam Undang-Undang Dasar, Undang- Undang organik, per aturan per undangan lainnya, maupun kebiasaan atau konvensi. Konstitusi dalam arti sempit dapat diartikan Undang-Undang Dasar saja.

Konstitusi memiliki dua sifat, yaitu luwes (flexible) atau kaku (rigid), dan tertulis atau tidak tertulis. Oleh karena itu, untuk menentukan suatu konstitusi bersifat luwes atau kaku dapat dinilai dari cara mengubah konstitusi, apakah konstitusi itu mudah atau tidak mengikuti perkembangan zaman?

Konstitusi pada hakikatnya adalah suatu hukum dasar yang merupakan dasar bagi peraturan perundangan lainnya. Oleh karena itu bagi negara yang menganggap bahwa konstitusi tidak dapat diubah dengan cara yang mudah maka konstitusi tersebut dapat dianggap sebagai konstitusi yang kaku (rigid).

Adapun bagi negara yang menganggap bahwa pengubahan konstitusi tidak perlu dilakukan secara istimewa, yaitu cukup dilakukan oleh lembaga pembuat undang-undang maka negara tersebut menerapkan konstitusi yang luwes. Dengan demikian, untuk menilai bahwa suatu konstitusi itu luwes atau kaku dapat

Z

O O M

1. Konstitusi 2. Undang-Undang Dasar 3. Parlementer 4. Presidensial 5. Serikat 6. Federal

Konstitusi memiliki arti lebih luas daripada pengertian Undang-Undang Dasar karena pengertian Undang-Undang Dasar hanya meliputi konstitusi tertulis saja. Sedangkan dalam konstitusi masih terdapat konstitusi tidak tertulis yang tidak tercakup dalam Undang- Undang Dasar.

Sumber: Pendidikan Pancasila, 2003

dilakukan dengan menilai apakah suatu konstitusi tersebut mudah atau tidak mengikuti perkembangan zaman.

Konstitusi yang mudah mengikuti per kembangan zaman biasanya mengatur hal-hal pokok dalam bernegara. Hal ini disebabkan peraturan yang bersifat khusus biasanya diatur oleh peraturan yang lebih rendah derajatnya dan lebih mudah membuatnya. Jadi, konstitusi yang bersifat luwes adalah konstitusi yang mampu mengikuti perkembangan zaman.

Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi atau hukum dasar tertinggi bangsa Indonesia adalah konstitusi yang dapat digolongkan kaku dan luwes. UUD 1945 dikatakan kaku karena untuk mengubah UUD itu bukanlah hal yang mudah. Hal ini terlihat dalam Pasal 37 ayat 1 UUD 1945 yang mensyaratkan bahwa untuk mengubah Undang-Undang Dasar sekurang-kurangnya 2/3 daripada jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat harus hadir. Sejak tahun 1999 MPR telah mengadakan perubahan (Amandemen) terhadap UUD sebanyak empat kali. UUD 1945 juga dapat digolongkan sebagai konstitusi yang luwes, jika ditinjau bahwa UUD 1945 hanya mengatur hal-hal yang pokok dan pengaturan nya ditentukan oleh peraturan yang lebih rendah derajatnya.

Sumber:Tempo, 3 Agustus 2003

Gambar 2.1 Suasana Sidang

Umum MPR

Untuk melakukan perubahan UUD 1945 haruslah dihadiri minimal 2/3 anggota MPR.

Sifat konstitusi kedua adalah konstitusi yang tertulis atau tidak tertulis. Konstitusi dinyatakan tertulis, jika ditulis dalam suatu naskah atau beberapa naskah. Konstitusi dinyatakan tidak tertulis, jika ketentuan- ketentuan yang mengatur suatu pemerintahan tidak tertulis dalam suatu naskah tertentu, melainkan dalam

suatu konvensi atau Undang-Undang biasa. Satu-satunya negara di dunia yang menerapkan konstitusi tidak tertulis adalah negara Inggris. Undang-undang Inggris, yaitu Bill of Rights.

2. Konstitusi di Suatu Negara

Semua negara di dunia memiliki konstitusi dan hampir semua negara memiliki konstitusi tertulis dan sebagian kecil saja memiliki konstitusi tidak tertulis. Konsti tusi tidak tertulis bukan berarti konstitusi tersebut tidak ditulis, melainkan konstitusi tersebut tidak dikodifikasikan (dibukukan) dalam satu naskah tertentu,

atau konstitusi tersebut hanya dibuat dalam undang- undang biasa. Indonesia, Amerika, Belanda, dan negara lain di dunia memiliki konstitusi dalam bentuk tertulis.

Konstitusi dalam arti sempit diartikan sebagai Undang-Undang Dasar (hukum dasar). Dalam per- kembangannya, konstitusi di banyak negara adalah konstitusi yang selalu dapat mengikuti perkembangan masyarakat. Oleh karena itu, agar dapat mengikuti perkembangan masyarakat maka konstitusi tersebut harus dapat diubah dan hanya mengatur hal-hal yang sifatnya pokok.

Konstitusi dalam arti UUD selalu menempatkan satu pasal tentang pengubahan UUD tersebut. Dalam UUD 1945 terdapat pasal yang memberikan tempat ter hadap pengubahan. Pengubahan UUD menurut Sri Soemantri

(pakar hukum tata negara) dapat me ngandung dua tujuan, yaitu:

a. mengubah sesuatu yang telah diatur dalam UUD/ konstitusi;

b. menambahkan sesuatu yang belum diatur dalam UUD/konstitusi.

Pengubahan UUD dalam pelaksanaannya tidak semudah seperti mengubah undang-undang biasa. Berdasarkan pendapat C. F. Strong (pakar hukum tata negara) yang kemudian dikutip oleh Sri Soemantri

(pakar hukum tata negara) dikemukakan bahwa untuk mengubah konstitusi dapat dilakukan oleh:

a. kekuasaan legislatif, tetapi dengan pembatasan-pem- batasan tertentu;

b. rakyat melalui suatu referendum;

c. sejumlah negara bagian (untuk negara serikat);

Diskusikan dalam kelompok belajarmu mengenai proses perubahan UUD 1945 pertama sampai keempat. Kemudian hasilnya dipresentasikan di depan kelas.

d. kebiasaan ketatanegaraan atau oleh suatu lembaga negara yang khusus dibentuk hanya untuk perubahan.

3. Konstitusi di Indonesia

Para pendiri negara dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) menyatakan bahwa bangsa Indonesia memerlukan ground wet. Ground berarti dasar dan wet

berarti undang-undang. Ground wet dalam bahasa Belanda diartikan sebagai Undang-Undang Dasar. Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada 18 Agustus 1945 me netap kan hukum dasar tertulis berupa Undang- Undang Dasar. Undang-Undang Dasar tersebut dikenal dengan nama Undang-Undang Dasar 1945.

Dalam sejarah konstitusi di Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945 sampai saat ini telah mengalami empat kali perubahan. Menurut pendapatmu mengapa nama Undang-Undang Dasar negara kita masih UUD 1945 padahal telah mengalami pengubahan? Diskusikan dengan teman sebangkumu. Kemudian kumpulkan hasilnya pada gurumu.

Telaah

Sumber:Album Perjuangan Kemerdekaan 1945 –1950, 1975

Gambar 2.2 Suasana Sidang PPKI

18 Agustus 1945

Sidang Istimewa yang dilakukan oleh PPKI telah menghasilkan keputusan-

keputusan penting dalam perjalanan sejarah konstitusi di Indonesia.

Sejak proklamasi kemerdekaan sampai sekarang, bangsa Indonesia telah memberlakukan tiga macam Undang-Undang Dasar dalam empat periode, yaitu sebagai berikut.

a. Periode UUD 1945 pertama

(18 Agustus 1945–27 Desember 1949). b. Periode Konstitusi RIS

(27 Desember 1949–17 Agustus 1950). c. Periode UUD Sementara 1950

(17 Agustus 1950–5 Juli 1959).

Dalam dokumen smp8pkn PKnMenumbuhkanNasionalisme Lukman (Halaman 38-42)