BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.2. a Produktivitas Pekerjaan Bekisting Kolom
Perhitungan awal yang perlu dilakukan sebelum menghitung produktivitas tenaga kerja pada kelompok kerja pemasangan besi beton adalah dengan menghitung volume harian. Tabel 4.9, berikut ini menunjukkan rekapitulasi volume pekerjaan pemasangan bekisting struktur Tabel 4.9 Volume pemasangan bekisting kolom bekisting kolom
Data
Berdasarkan tabel 4.9, untuk menghitung produktivitas digunakan rumus volume yang dihasilkan dibagi dengan jumlah pekerja yang terlibat.
Tabel 4.9, menunjukkan bahwa produktvitas tenaga kerja pada pemasangan besi pada jam kerja normal adalah sebesar 4,63 m2/OH atau bila dikonversikan ke jam orang (7 jam) didapat produktivitas sebesar 0,66 m2/manhours. Sedangkan pada jam kerja lembur produktivitas menurun menjadi 2,23 m2/OH atau bila dikonversikan ke jam orang (4 jam) didapat produktivitas sebesar 0,55 m2/manhours atau terjadi penurunan sebesar 15,51%.
Tabel 4.10 Koefesien tenaga kerja pemasangan bekisting kolom
Data Tenaga Kerja (Normal) Tenaga Kerja (lembur) ke- Mandor Tukang P.Tukang Mandor Tukang P.Tukang Produktivitas masing-masing komposisi tenaga kerja dihitung berdasarkan koefesien tenaga kerja. Koefesien dihitung berdasarkan jumlah volume yang dihasilkan dibagi dengan jumlah pekerja masing-masing komposisi tenaga kerja. Tabel 4.10, menunjukkan nilai koefesien masing-masing tenaga kerja pada pemasangan bekisting selama pengamatan berlangsung.
Tabel 4.11 Koefesien rata-rata tenaga kerja pemasangan bekisting kolom Tenaga Kerja
Produktivitas masing-masing komposisi tenaga kerja dapat dihitung dengan cara membagi 1 dengan nilai koefisien. Sehingga didapat produktivitas mandor,tukang besi,dan pembantu tukang sesuai dengan tabel 4.12 berikut :
Tabel 4.12 Produktivitas komposisi tenaga kerja pemasangan bekisting kolom Tenaga Kerja
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa terjadi penurunan produktivitas pada jam kerja normal ke jam kerja lembur antara mandor,tukang besi, dan pembantu tukang.
4.1.2.b Produktivitas Pekerjaan Bekisting Balok
Perhitungan awal yang perlu dilakukan sebelum menghitung produktivitas tenaga kerja pada kelompok kerja pemasangan besi beton adalah dengan menghitung volume harian. Tabel 4.13, berikut ini menunjukkan rekapitulasi volume pekerjaan pemasangan bekisting struktur Tabel 4.13a Volume pemasangan bekisting balok
Data
Berdasarkan tabel 4.13, untuk menghitung produktivitas digunakan rumus volume yang dihasilkan dibagi dengan jumlah pekerja yang terlibat.
Tabel 4.13, menunjukkan bahwa produktvitas tenaga kerja pada pemasangan besi pada jam kerja normal adalah sebesar 4,03 m2/OH atau bila dikonversikan ke jam orang (7 jam) didapat produktivitas sebesar 0,58 m2/manhours. Sedangkan pada jam kerja lembur produktivitas menurun menjadi 1,97 m2/OH atau bila dikonversikan ke jam orang (4 jam) didapat produktivitas sebesar 0,49 m2/manhours atau terjadi penurunan sebesar 14,31%.
Tabel 4.14 Koefesien tenaga kerja pemasangan bekisting balok Data Tenaga Kerja (Normal) Tenaga Kerja (lembur)
ke- Mandor Tukang P.Tukang Mandor Tukang P.Tukang Tabel lanjutan 4.13b Volume pemasangan bekisting
balok
Data
Tanggal
Tenaga Kerja Volume (m2)
ke- Mandor Tukang P.Tukang Normal Lembur
10 25/11/2017 1 4 4 33,65 16,8
71,1147 33,65 16,8
Produktivitas (kg/OH) 4,03 1,97
Produktivitas masing-masing komposisi tenaga kerja dihitung berdasarkan koefesien tenaga kerja. Koefesien dihitung berdasarkan jumlah volume yang dihasilkan dibagi dengan jumlah pekerja masing-masing komposisi tenaga kerja. Tabel 4.14, menunjukkan nilai koefesien masing-masing tenaga kerja pada pemasangan bekisting selama pengamatan berlangsung.
Produktivitas masing-masing komposisi tenaga kerja dapat dihitung dengan cara membagi 1 dengan nilai koefisien. Sehingga didapat produktivitas mandor,tukang besi,dan pembantu tukang sesuai dengan tabel 4.16, berikut :
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa terjadi penurunan produktivitas pada jam kerja normal ke jam kerja lembur antara mandor,tukang besi, dan pembantu tukang.
Tabel 4.15 Koefesien rata-rata tenaga kerja pemasangan bekisting balok
Tenaga Kerja
Koefesien Tenaga Kerja
Normal Lembur SNI
Mandor 0,0316 0,0647 0,0330
Tukang 0,1069 0,2179 0,3300
P.Tukang 0,1103 0,2247 0,6600
Tabel 4.16 Produktivitas Komposisi Tenaga Kerja Pemasangan Bekisting balok Tenaga Kerja
Produktivitas (m2/OH)
Normal Lembur
Mandor 31,69 15,47
Tukang 9,35 4,59
P.Tukang 9,07 4,45
4.2 PERHITUNGAN FAKTOR UTILITAS PEKERJA
Nilai LUR (Labour Utilization Rate) didapat dengan rumus :
%
Pengamatan total = waktu efektif + waktu kontribusi + waktu tidak efektif
Untuk sebuah tim kerja dikatakan mencapai waktu efektif atau memuaskan bila faktor utilitas pekerjanya lebih dari 50%.
Tabel 4.17 Labor Utilitas Rate Pekerja Pada Jam Normal Faktor Utilitas Pekerja (LUR) Jam Kerja Normal,
Hari 1
Faktor Utilitas Pekerja (LUR) Jam Kerja Normal,
Faktor Utilitas Pekerja (LUR) Jam Kerja Normal, Hari 2
Tabel 4.18 Rekapitulasi Hasil Perhitungan LUR Jam Normal
Tabel 4.19 Labor Utilitas Rate Pekerja Pada Jam Lembur.
Faktor Utilitas Pekerja (LUR) Jam Kerja Lembur, Hari 1
Faktor Utilitas Pekerja (LUR) Jam Kerja Lembur,
Faktor Utilitas Pekerja (LUR) Jam Kerja Lembur, Hari 3
Tabel 4.20 Rekapitulasi Hasil Perhitungan LUR Jam Lembur.
4.3 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PRODUKTIVITAS 4.3.1 Data Hasil Kuesioner
Pada penelitian ini kuesioner terdiri dari 9 variabel yaitu pendidikan (X1), upah (X2), usia (X3), pengalaman kerja (X4), kemampuan kerja (X5), disiplin kerja (X6), kondisi lapangan dan material (X7), alat berat (X8) dan manajerial (X9). Total butir pertanyaan yaitu sebanyak 22 butir. Masing-masing pertanyaan terdapat 5 alternatif jawaban yang memiliki skor yaitu sangat tidak setuju = 1, tidak setuju = 2, netral = 3, setuju = 4, dan sangat setuju = 5.
Pada Proyek Pembangunan Gedung Apartemen The Wahid Residences Medan jumlah responden yaitu 35 orang untuk pekerjaan normal maupun pekerjaan lembur. Jawaban kuesioner dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.21 Jawaban Hasil Kuesioner Proyek Pembangunan Gedung Apartemen The Wahid Residences Medan
Skoring data untuk masing-masing variabel dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.22 Skoring Hasil Kuesioner Jawaban Hasil Kuesioner Proyek Pembangunan Gedung Apartemen The Wahid Residences Medan
NO Nama Pendidikan Upah
Selengkapnya dapat dilihat pada lampiran C .1
4.3.2 Pengujian Variabel dengan SPSS
Berikut ini hasil pengujian variabel dengan SPSS pada Proyek Pembangunan Gedung Apartemen The Wahid Residences Medan.
a. Uji Validitas
Dengan menggunakan rumus product Moment Perason dan bantuan program SPSS, maka diketahui hasil dari uji validitas adalah sebagai berikut ini :
Tabel 4.23 Hasil Uji Validitas
Item Koef. Korelasi Syarat Kesimpulan
1 0,858 r=0.334 Valid
Dari hasil uji validitas terhadap 35 responden tersebut diketahui bahwa nilai koefisien korelasi (r hitung ) lebih besar dari nilai r tabel (r tabel = 0,355) sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh item tersebut telah valid.
b. Uji Reliabilitas
Dalam pengujian reliabilitas digunakan metode alpha Cronbach yang menunjukkan bagaimana butir-butir dan kuesioner berkorelasi atau berinteraksi.
Dari hasil pengujian dilakukan penganalisaan dengan membandingkan terhadap R tabel. Berikut hasil pengujian reliabilitas :
Tabel 4.24 Hasil Uji Reliabilitas Nilai Minimal Alpha 0.517
Nilai Alpha Analisa 0.645
Dari hasil pengujian tersebut dapat diketahui bahwa koefisien reliabilitas lebih besar dari nilai koefisien alpha yang sesuai dengan jumlah butir pertanyaan yang diskoring yaitu untuk 22 butir nilai koefisiennya 0,517 (Tabel diinterpolasi).
Sehingga dengan demikian seluruh item pertanyaan penelitian dinyatakan reliabel.
c. Uji Normalitas Data
Uji normalitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Kolmogorov Smirnov. Normalitas terpenuhi jika nilai Asymp.Sig.(2-tailed) lebih besar dari nilai α (0,05). Hasil uji asumsi normalitas data untuk pekerjaan normal dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov ditunjukkan pada tabel sebagai berikut.
Tabel 4.25 Hasil Uji Normalitas Data
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 Y
N 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35
Normal Parametersa Mean 9.63 9.11 8.06 8.14 7.60 16.26 16.09 4.00 4.06 32.2469
Std. Deviation 2.971 2.774 1.083 1.332 1.311 1.884 1.652 .420 .639 79.33704
Most Extreme Differences Absolute .175 .206 .222 .257 .306 .137 .222 .414 .307 .433
Positive .175 .206 .207 .200 .180 .097 .206 .414 .307 .433
Negative -.130 -.165 -.222 -.257 -.306 -.137 -.222 -.414 -.293 -.354
Kolmogorov-Smirnov Z 1.034 1.217 1.312 1.522 1.808 .809 1.314 2.451 1.817 2.563
Asymp. Sig. (2-tailed) 0.236 0.104 0.064 0.194 0.895 0.529 0.063 1.211 0.272 0.253
a. Test distribution is Normal.
Dari tabel diatas dilihat bahwa nilai Asymp.Sig.(2-tailed) untuk semua variabel bebas dan variabel terikan lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data tersebut terdistribusi normal.
d. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari variabel secara bersama-sama terhadap produktivitas. Berikut adalah hasil pengujian regresi linier berganda.
Tabel 4.26 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa
Dari hasil perhitungan maka persamaan linier berganda sebagai berikut : Y = -88,892 - 3,268X1 + 4,312X2 + 4,493X3 + 3,766X4 + 5,699X5 + 23,892X6
+ 3,014X7 – 5,205X8 – 30,018X9
e. Uji Koefisien Determinasi Berganda
Tabel 4.27 Hasil Uji Koefisien Determinasi Berganda
Model R R
Dari tabel diatas diperoleh nilai koefisien determinasi berganda = 0,883 yang artinya 88,3% produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh sembilan variabel yang ditentukan dan 1,7% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang ditentukan dalam penelitian ini.
Dari tabel diketahui nilai F hitung = 7,213 dan nilai sig = 0,044 sedangkan nilai F tabel = 2,22 dan α yang ditetapkan 0,05. Karena nilai F 7,213 > 2,22 dan nilai sig 0,044 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa HO ditolak dan HI diterima. Artinya bahwa seluruh variabel bebas secara simultan mempunyai pengaruh/hubungan yang signifikan terhadap variabel terikat.
Untuk hasil uji t dapat dilihat pada tabel 4.11 Nilai T tabel = 1,6973 dan α yang ditetapkan 0,05, jika T hitung < T tabel maka HO diterima dan sebaliknya, sedangkan untuk nilai sig > 0,05 maka HO diterima dan sebaliknya. Dari tabel didapat kesimpulan sebagai berikut :
Variabel pendidikan, dengan T hitung = -0,401 < 1,6973 dan nilai sig = 0,692 >
0,05 maka HO diterima dan HI ditolak. Artinya variabel pendidikan secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel upah, dengan T hitung = 2,521 > 1,6973 dan nilai sig = 0,033< 0,05
maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel upah secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel usia, dengan T hitung = 0,285 < 1,6973 dan nilai sig = 0,778 > 0,05
maka HO diterima dan HI ditolak. Artinya variabel usia secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel pengalaman kerja, dengan T hitung = 2,251 > 1,6973 dan nilai sig =
0,039< 0,05 maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel pengalaman kerja secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel kemampuan kerja, dengan T hitung = 2,368 > 1,6973 dan nilai sig =
0,049< 0,05 maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel kemampuan kerja secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel disiplin kerja, dengan T hitung = 2,175 > 1,6973 dan nilai sig = 0,039<
0,05 maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel disiplin kerja secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel kondisi lapangan dan material, dengan T hitung = 2,566 > 1,6973 dan
nilai sig = 0,023< 0,05 maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel kondisi lapangan dan material secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel alat berat, dengan T hitung = -0,117 < 1,6973 dan nilai sig = 0,908 >
0,05 maka HO diterima dan HI ditolak. Artinya variabel alat berat secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel manajerial, dengan T hitung = -1,054 < 1,6973 dan nilai sig = 0,302 >
0,05 maka HO diterima dan HI ditolak. Artinya variabel manajerial secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
g. Uji Dominasi
Untuk mengetahui variabel yang paling mendominasi atau yang paling berpengaruh dilihat dari nilai koefisien beta masing-masing variabel bebas.
Berdasarkan tabel 4.11 diketahui nilai koefisien beta terbesar dimiliki oleh variabel disiplin kerja yaitu 23,892 dengan t hitung sebesar 2,175. Maka variabel disiplin kerja menjadi variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi besarnya produktivitas produktivitas tenaga kerja.
Selanjutnya untuk pekerjaan lembur dibedakan dengan nilai produktivitas kerja, sedangkan untuk variabel bebasnya sama dengan pekerjaan normal. Hal ini
dikarenakan responden dan kuisioner penelitian yang digunakan untuk kedua jenis pekerjaan tersebut adalah sama.
a. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari variabel secara bersama-sama terhadap produktivitas kerja lembur. Berikut adalah hasil pengujian regresi linier berganda.
Tabel 4.29 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Pekerjaan Lembur Coefficientsa
Dari hasil perhitungan maka persamaan linier berganda sebagai berikut : Y = -77,605 + 0,991X1 + 1,009X2 + 2,320X3 + 0,374X4 + 1,064X5 + 12,713X6 + 0,683X7 – 7,837X8 – 12,082X9
e. Uji Koefisien Determinasi Berganda
Tabel 4.30 Hasil Uji Koefisien Determinasi Berganda
Model R R
Dari tabel diatas diperoleh nilai koefisien determinasi berganda = 0,613 yang artinya 61,3% produktivitas tenaga kerja lembur dipengaruhi oleh sembilan variabel yang ditentukan dan 38,7% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang ditentukan dalam penelitian ini.
f. Uji Hipotesis
Sama halnya dengan pekerjaan normal pada uji hipotesis terdapat 2 pengujian yaitu uji f dan uji t. Berikut ini merupakan hasil uji f.
Tabel 4.31 Hasil Uji F
Dari tabel diketahui nilai F hitung = 8,032 dan nilai sig = 0,033 sedangkan nilai F tabel = 2,22 dan α yang ditetapkan 0,05. Karena nilai F 8,032 > 2,22 dan nilai sig 0,033 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa HO ditolak dan HI diterima. Artinya bahwa seluruh variabel bebas secara simultan mempunyai pengaruh/hubungan yang signifikan terhadap variabel terikat produktivitas kerja lembur.
Untuk hasil uji t dapat dilihat pada tabel 4.14 Nilai T tabel = 1,6973 dan α yang ditetapkan 0,05, jika T hitung < T tabel maka HO diterima dan sebaliknya, sedangkan untuk nilai sig > 0,05 maka HO diterima dan sebaliknya. Dari tabel didapat kesimpulan sebagai berikut :
Variabel pendidikan, dengan T hitung = 1,994 >1,6973 dan nilai sig = 0,038<
0,05 maka HO diterima dan HI ditolak. Artinya variabel pendidikan secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja lembur.
Variabel upah, dengan T hitung = 2,306 > 1,6973 dan nilai sig = 0,018< 0,05
maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel upah secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel usia, dengan T hitung = 0,369 < 1,6973 dan nilai sig = 0,715 > 0,05
maka HO diterima dan HI ditolak. Artinya variabel usia secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel pengalaman kerja, dengan T hitung = 2,067 > 1,6973 dan nilai sig =
0,047< 0,05 maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel pengalaman kerja secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel kemampuan kerja, dengan T hitung = 1,967 > 1,6973 dan nilai sig =
0,024< 0,05 maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel kemampuan kerja secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel disiplin kerja, dengan T hitung = 2,713 > 1,6973 dan nilai sig = 0,012<
0,05 maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel disiplin kerja secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel kondisi lapangan dan material, dengan T hitung = 2,133 > 1,6973 dan
nilai sig = 0,033< 0,05 maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel kondisi lapangan dan material secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel alat berat, dengan T hitung = -0,447 < 1,6973 dan nilai sig = 0,659 >
0,05 maka HO diterima dan HI ditolak. Artinya variabel alat berat secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel manajerial, dengan T hitung = -1,085 < 1,6973 dan nilai sig = 0,288 >
0,05 maka HO diterima dan HI ditolak. Artinya variabel manajerial secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
g. Uji Dominasi
Untuk mengetahui variabel yang paling mendominasi atau yang paling berpengaruh dilihat dari nilai koefisien beta masing-masing variabel bebas.
Berdasarkan tabel 4.14 diketahui nilai koefisien beta terbesar dimiliki oleh variabel disiplin kerja yaitu 12,713 dengan t hitung sebesar 2,713. Maka variabel disiplin kerja menjadi variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi besarnya produktivitas produktivitas tenaga kerja lembur.
4.4 PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Setelah dilakukan pengamatan pada Proyek Pembangunan Ruang Server Dinas KOMINFO di Medan dan Proyek Pembangunan Kantor Konsultan di Pematang Siantar didapat hasil sebagai berikut :
Tabel 4.32 Hasil Penelitian
No Pekerjaan Pembesian Pekerjaan Pembesian
Normal Lembur
1 Produktivitas rata – rata setiap kelompok kerja pembesian pada pekerjaan kolom, jam kerja normal sebesar 32,74 kg/OH atau 4,68 kg/manhours.
dan pada jam kerja lembur 14,30 kg/OH atau 3,57 kg/manhours.
2 Produktivitas rata – rata setiap kelompok kerja pembesian pada pekerjaan balok, jam kerja normal sebesar 40,27 kg/OH atau 5,75 kg/manhours.
dan pada jam kerja lembur 16,86 kg/OH atau 4,22 kg/manhours.
No Pekerjaan Bekisting Pekerjaan Bekisting
Normal Lembur
3 Produktivitas rata – rata setiap kelompok kerja tukang kayu bekisting pada pekerjaan kolom, jam kerja normal sebesar 4,63 m2/OH atau 0,66 m2/manhours
dan pada jam kerja lembur 2,23 m2/OH atau 0,55 m2/manhours
4 Produktivitas rata – rata setiap kelompok kerja tukang kayu bekisting pada pekerjaan balok, jam kerja normal sebesar 4,03 m2/OH atau 0,58 m2/manhours
dan pada jam kerja lembur 1,97 m2/OH atau 0,49 m2/manhours
5 Rata-rata produktivitas LUR adalah
81,07% > 50% yang berarti cukup produktif
Rata-rata produktivitas LUR adalah
36,77% < 50% yang berarti tidak produktif
6 Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan variabel yang telah ditentukan secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja normal normal dan lembur. variabel yang paling tenaga kerja normal normal dan lembur. variabel yang paling berpengaruh terhadap
produktivitas kerja normal dan lembur adalah variabel disiplin kerja
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 KESIMPULAN
Berdasarkan dari hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. - Produktivitas rata – rata setiap kelompok kerja pembesian pada pekerjaan kolom, jam kerja normal sebesar 32,74 kg/OH atau 4,68 kg/manhours dan pada jam kerja lembur 14,30 kg/OH atau 3,57 kg/manhours terjadi penurunan sebesar 23,58%.
- Produktivitas rata – rata setiap kelompok kerja pembesian pada pekerjaan balok, jam kerja normal sebesar 40,27 kg/OH atau 5,75 kg/manhours dan pada jam kerja lembur 16,86 kg/OH atau 4,22 kg/manhours terjadi penurunan sebesar 26,72%.
- Produktivitas rata – rata setiap kelompok kerja tukang kayu bekisting pada pekerjaan kolom, jam kerja normal sebesar 4,63 m2/OH atau 0,66 m2/manhours dan pada jam kerja lembur 2,23 m2/OH atau 0,55 m2/manhours terjadi penurunan sebesar 15,51%.
- Produktivitas rata – rata setiap kelompok kerja tukang kayu bekisting pada pekerjaan balok, jam kerja normal sebesar 4,03 m2/OH atau 0,58 m2/manhours dan pada jam kerja lembur 1,97 m2/OH atau 0,49 m2/manhours terjadi penurunan sebesar 14,31%.
Jadi penurunan rata-rata produktivitas tenaga kerja konstruksi adalah sebesar 20,03%. Produktivitas pekerjaan dibawah 50%
dikarenakan saat penelitian di proyek alat berat mengalami kerusakan.
2. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan variabel yang telah ditentukan yaitu pendidikan, upah, usia, pengalaman kerja, kemampuan kerja, disiplin kerja, kondisi lapangan dan material, alat berat serta manajerial secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja normal normal dan lembur. variabel yang paling berpengaruh terhadap produktivitas kerja normal dan lembur adalah variabel disiplin kerja.
3. Variabel disiplin kerja mempunyai pengaruh yang dominan terhadap tingkat produktivitas tenaga kerja di proyek pembangunan Apartemen Wahid Residences Medan
5.2 SARAN
1. Diperlukan adanya manajemen material dan peningkatan penggunaan alat berat yang baik agar pelaksanaan proyek berjalan lancar sehingga produktivitas pekerja dapat meningkat.
2. Perlu dilakukan evaluasi kedisiplinan pekerja pada jam kerja agar dapat menjaga kinerja pekerja tetap baik.
3. Disarankan dalam pengamatan dilapangan sebaiknya dilakukan lebih dari 1 orang pengamat agar data lebih akurat.
4. Untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti produktivitas pekerjaan lainya seperti pekerjaan struktur dalam skala proyek yang lebih besar.
DAFTAR PUSTAKA
Agus Nurhadi, 2015. Perbandingan Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi Pada Jam Kerja Reguler dan Jam Kerja Lembur Pada Pembangunan Gedung Bertingkat di Surabaya.
Arman Hakim Nasution, 2006. Manajemen industri. Penerbit Andi.
Yogyakarta.
http://www.sanitasi.net/undang-undang-nomor-13-tahun-2003-tentang-ketenagakerjaan.html
Istimawan Dipohusodo, 1995. Manajemen Proyek & Konstruksi.
Yogyakarta : Badan Penerbit Kanisius.
Roscoe, 1975. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta : Salemba Empat.
Sinungan Muchdarsyah, 1997. Produktivitas Apa dan Bagaimana.
Bumi Aksara. Jakarta.
The Associated General Contractors of America, 2003. Guidelines for a Succesful Construction Project.
Thomas Aprilian, 2010. Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Pada Pekerjaan Struktur Rangka Atap “Studi Kasus Proyek Pembangunan Rumah Sakit Dr. Moewardi, Surakarta Jawa Tengah”. Tugas Akhir, Universitas Sebelas Maret, Surakarta Wulfram I Ervianto, 2002. Manajemen Proyek Konstruksi. Yogyakarta
: Andi.
Wulfram I Ervianto, 2004. Teori Aplikasi Manajemen Proyek Konstruksi.
Yogyakarta: Andi.
FORM KUISONER PENELITIAN Nama :
Umur : Jabatan :
Berilah tanda cek list ( √ ) pada kotak jawaban
NO PERTANYAAN
Setujukah anda bahwa pengetahuan dibutuhkan dalam pekerjaan
anda?
3
Setujukah anda pendidikan yang lebih tinggi mempengaruhi
kemampuan dalam melakukan pekerjaan?
UPAH
4
Setujukah anda upah yang diterima saat ini sesuai dengan jumlah
jam kerja?
5
Setujukah anda upah yang diterima saat ini sudah sesuai dengan
standar UMR (upah Minumum Regional)?
6
Setujukah anda upah yang diterima saat ini dapat memenuhi
kebutuhan sehari-hari?
USIA
7
Setujukah anda bahwa pekerja dengan usia lebih dari 44 tahun memiliki keterampilan dan kecekatan dalam bekerja semakin
berkurang?
8
Setujukah anda bahwa pekerja dengan usia 25 - 35 tahun memiliki keterampilan dan kecekatan yang paling baik dalam pekerjaan
konstruksi?
PENGALAMAN KERJA
9
Setujukah anda pekerja dengan pengalaman bekerja lebih dari 5 tahun memiliki keterampilan dan kecekatan dalam bekerja semakin
bertambah?
10
Setujukah anda bahwa semakin lama bekerja dalam bidang
konstruksi maka keterampilan bekerja juga semakin bertambah?
KEMAMPUAN KERJA
11
Setujukah anda dengan adanya pujian dan penghargaan atas prestasi
kerja yang dicapai menambah motivasi kerja?
12
Setujukah anda bahwa dengan mengerjakan konstruksi yang sulit
kemampuan bekerja akan bertambah?
KETERANGAN
STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju N : Netral S : Setuju
DISIPLIN KERJA 13
Setujukah anda diperlukan kedisiplinan dalam penggunaan APD (Alat
Pelindung Diri) dalam areal kerja?
14
Setujukah anda kehadiran pekerja yang tepat waktu diperlukan dalam
pelaksanaan pekerjaan?
15
Setujukah anda bahwa dengan menerima sangsi bila terlambat akan
mempengaruhi disiplin kerja?
16 Setujukah anda bahwa kondisi psikis keluarga mempengaruhi disiplin kerja?
KONDISI LAPANGAN DAN MATERIAL
17 Setujukah anda kondisi cuaca berpengaruh dalam pekerjaan anda?
18
Setujukah anda penyediaan material yang tepat waktu diperlukan dalam
pekerjaan anda?
19
Setujukah anda kondisi lapangan yang sempit mempengaruhi dalam pekerjaan
anda?
Setujukah anda faktor kontraktor dan mandor dalam memberikan arahan yang
baik akan mempengaruhi pekerjaan anda?
KETERANGAN
STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju N : Netral S : Setuju SS : Sangat Setuju
Lampiran Jawaban Hasil Kuesioner Proyek Pembangunan Apartemen The Wahid Residences Meda Waktu Normal
No Nama
Variabel Bebas Variabel
terikat Pendidikan Upah Usia Pengalaman
Kerja
18 Hafiz 2 2 2 2 3 2 3 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 5 2 4 4 4 22.29
19 Rasyid 2 2 2 2 3 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 22.29
20 Syahrial 2 2 2 2 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 37.37
21 Alwi 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2.73
22 Ridwan 5 4 5 4 4 4 3 4 5 4 4 3 5 4 3 2 4 5 4 3 4 3 2.73
23 Najib 5 4 5 5 5 5 3 4 4 3 3 3 5 4 5 5 4 5 4 4 3 5 2.73
24 Basit 5 4 4 3 3 3 4 5 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 3 4 4 4 2.73
25 Fadlan 5 5 5 4 4 5 4 5 4 5 5 4 4 5 5 5 4 5 5 4 4 5 2.51
26 Raji 3 4 2 5 4 5 4 5 4 3 3 5 3 3 4 5 2 3 4 3 3 5 2.51
27 Wahyu 3 3 5 3 3 3 4 4 5 5 3 5 5 4 3 4 5 5 5 3 4 4 2.51
28 Jaya 3 4 5 2 2 2 5 5 5 5 3 4 5 5 3 5 5 5 5 5 5 4 2.51
29 Agung 3 4 5 2 2 2 4 5 5 5 4 4 5 5 4 4 5 5 3 4 4 5 31.69
30 Ikbal 4 3 2 2 2 2 4 4 4 4 3 4 4 5 3 5 5 5 3 4 4 4 3.12
31 Fahmi 2 4 5 2 3 2 5 4 5 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 3 4 4 3.12
32 Tarmidzi 4 3 5 3 3 2 4 2 5 4 4 5 3 4 4 5 3 4 5 4 4 5 3.12
33 Wildan 4 3 2 4 3 5 3 2 4 3 4 5 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3.02
34 Safrul 3 4 2 4 4 4 4 5 4 3 5 5 4 5 3 3 3 3 4 5 4 3 3.02
35 Sandi 4 3 2 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 3 2 4 3 4 3 3 3 3.02
Jumlah 112 117 108 105 110 104 141 141 142 143 129 137 149 147 131 142 141 147 139 136 140 142 1128.64
Lampiran Jawaban Hasil Kuesioner Proyek Pembangunan Apartemen The Wahid Residences Meda Waktu Lembur
No Nama
Variabel Bebas Variabel
Variabel Bebas Variabel