BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.3. Penelitian Terdahulu
Tabel 2.3 Daftar Refrensi Terdahulu
NO
KETERANGAN PENELITIAN
PENELITI JUDUL PENELITIAN TUJUAN PENELITIAN KESIMPULAN
1. Agus
1. Produktivitas rata rata setiap kelompok kerja pembesian pada jam kerja reguler sebesar 104 kg/OH atau 14,86
pada pembangunan gedung bertingkat di Surabaya.
2. Mengetahui angka produktivitas tenaga kerja pada jam kerja lembur.
kg/manhours dan lembur sebesar 42,6 kg/Oh atau 10,65 kg/manhours.
2. Produktivitas rata rata setiap kelompok kerja kayu pada jam kerja reguler sebesar 4,68 m2/OH atau 0,67 m2/manhours dan lembur sebesar 2,43 m2/Oh atau 0,60/manhours.
3. Penurunan rata rata produktivitas tenaga kerja konstruksi di surabaya adalah sebesar 19,39%. produktivitas kerja tukang pada proyek konstruksi di daerah Medan dan Pematang Siantar.
2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dan yang paling berpengaruh terhadap produktivitas kerja tukang di daerah Medan dan Pematang Siantar.
1. Produktivitas pekerjaan pasangan bata dan pekerjaan keramik pada proyek pasangan bata dan pekerjaan keramik yaitu 2,37 m2/Jam dan 2,49 m2/Jam dengan nilai LUR sebesar 74,23%.
3. Variabel yang paling berpengaruh terhadap produktivitas kerja pada proyek konstruksi di daerah
Medan adalah variabel usia sedangkan pada proyek konstruksi di daerah Pematang siantar adalah variabel kondisi lapangan dan material.
1. mengetahui tingkat produktivitas tenaga kerja pada proyekpembangunan RS. Dr. Moewardi Surakarta Jawa Tengah.
2. Mengetahui pengaruh variabel yang ditentukan terhadap tingkat produktivitaskerja.
3. Mengetahui faktor variabel yang mempunyai pengaruh
dominanterhadap produktivitas pekerja.
1. Besarnya tingkat produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan pasangan bata pada proyek pembangunan rumah sakit Dr. Moewardi cukup memuaskan karena rata rata produktivitasnya sebesar 86,34% > 50%.
2. Variabel yang mempunyai berpengaruh terhadap produktivitas kerja pada proyek pembangunan rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta adalah variabel umur dan variabel pengalaman kerja.
3. Variabel pengalaman kerja mempunyai pengaruh yang dominan terhadap tingkat produktivitas tenaga kerja di proyek pembangunan rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 JENIS PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode analisis deskriptif yaitu dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari instansi proyek.
3.2 LOKASI DAN WAKTU PROYEK
Penelitian ini dilakukan pada proyek konstruksi yang sedang berlangsung di kota Medan yaitu Proyek Pembangunan Apartemen The Wahid Residences di Medan.
Pengamatan dilapangan dilakukan pada waktu pekerjaan pemasangan besi.
Pengamatan dilakukan selama satu hari jam kerja yaitu pada jam kerja normal pukul 08.30 – 17.00, sedangkan jam kerja lembur dilakukan pada pukul 18.00 – 22.00.
3.3 SUMBER DATA
Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua sumber, yaitu:
1. Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh dari lapangan yaitu berupa hasil wawancara, data hasil kuesioner dan data dari pengamatan secara langsung dilapangan.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari pihak konstruksi yaitu berupa data tenaga kerja.
3.4 METODE PENGUMPULAN DATA
Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu :
1. Studi Lapangan
Pengumpulan data secara studi lapangan adalah dengan mendapatkan data-data secara langsung dari lapangan.
Adapun data secara studi lapangan yang digunakan diperoleh dari tiga metode, yaitu :
a) Wawancara
Yaitu berupa hasil wawancara tidak terstruktur dengan tanya jawab sepihak terhadap beberapa sumber yang bersangkutan dilapangan.
b) Kuesioner
Yaitu metode pengumpulan data melalui beberapa pertanyaan tertulis yang disebarkan kepada sumber yang bersangkutan.
c) Observasi (Pengamatan)
Yaitu data yang diperoleh dengan melakukan pengamatan dilapangan untuk mendapatkan produktivitas pekerjaan dari pekerjaan pasangan bata dan pekerjaan keramik berdasarkan
dari hasil perbandingan output dan input serta dilakukan pengamatan untuk mendapatkan nilai produktivitas pekerja dengan menghitung LUR (Labour Utilization Rate) dengan cara mengamati nilai effective work, essential contributory work, dan ineffective work.
2. Studi Pustaka
Pengumpulan data secara studi pustaka adalah pengumpulan data dengan cara membaca literatur yang dapat berupa buku, jurnal, tugas akhir, artikel ataupun yang lainnya yang berhubungan dengan penelitian yaitu mengenai produktivitas kerja pada pekerjaan konstruksi.
3.5 FLOWCHART
RUMUSAN MASALAH
Data Primer : Pengamatan dilapangan, wawancara, dan Kuesioner
KAJIAN PUSTAKA DAN TEORI PENDUKUNG
PENGUMPULAN DATA
Data Sekunder : Data Tenaga Kerja
Analisis Data dan Pembahasan - Mengukur Produktivitas - Mengukur LUR
- Skoring Kuesioner - Input Data SPSS
Kesimpulan dan Saran
ANALISIS PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS KERJA NORMAL DAN
LEMBUR
3.6 PROSES PENGOLAHAN DATA
i. Perhitungan Produktivitas Pekerjaan
Untuk mengetahui produktivitas pekerjaan pemasangan besi dan Bekisitng didapatkan dari pengamatan secara langsung di lapangan. Dari pengamatan akan diperoleh hasil pekerjaan kelompok tukang berupa pekerjaan pembesian dan bekisting (kg/m2) yang dapat dikerjakan per hari.
ii. Perhitungan Tingkat Produktivitas Pekerja LUR
Untuk mengukur tingkat LUR (Labour Utilization Rate) dilakukan dengan metode productivity rating, dimana aktivitas pekerja diklasifikasikan dalam 3 hal, yaitu essential contributy work (pekerjaan konntribusi), effective work (pekerjaan efektif) dan not useful (pekerjaan tidak efektif) yang didapat dari pengamatan secara langsung dilapangan yang dilakukan selama tiga hari. Sehingga LUR dapat dihitung :
%
Pengamatan total = waktu efektif + waktu kontribusi + waktu tidak efektif
iii. Analisa Faktor Produktivitas dengan Program SPSS
Untuk menganalisa faktor-faktor produktivitas didapat dari hasil skoring kuesioner. Teknik skoring yang digunakan adalah skala likert yaitu memberikan pertanyaan–pertanyaan dengan 5 alternatif jawaban yang
diberi skor 1, 2, 3, 4, 5. Dari hasil penilaian tersebut akan didapatkan skor dari setiap faktor – faktor yang dijadikan sebagai variabel penelitian.
Hasil skoring dari variabel–variabel penelitian yang didapatkan selanjutnya dilakukan analisa faktor dengan program SPSS. Adapun analisa faktor dengan program SPSS adalah sebagai berikut :
a. Uji Validitas b. Uji Reliabilitas c. Uji Normalitas Data
d. Analisis Regresi Linier Berganda e. Uji Koefisien Determinasi Berganda f. Uji Hipotesis
g. Uji Dominasi
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 PERHITUNGAN PRODUKTIVITAS PEKERJAAN
Dalam penelitian (Agus Nurhadi, 2015) untuk mengetahui angka produktivitas rata - rata tenaga kerja sebagai berikut:
4.1.1 Produktivitas Pekerjaan Besi
4.1.1.a Produktivitas Pekerjaan Besi Kolom
Perhitungan awal yang perlu dilakukan sebelum menghitung produktivitas tenaga kerja pada kelompok kerja pemasangan besi beton adalah dengan menghitung volume harian. Tabel 4.1, berikut ini menunjukkan rekapitulasi volume pekerjaan pemasangan besi struktur : Tabel 4.1 Volume pemasangan besi kolom
Data
Tanggal
Tenaga Kerja Volume (kg)
ke- Mandor Tukang P.Tukang Normal Lembur
Berdasarkan tabel 4.1, untuk menghitung produktivitas digunakan rumus volume yang dihasilkan dibagi dengan jumlah pekerja yang terlibat.
Tabel 4.1, menunjukkan bahwa produktvitas tenaga kerja pada pemasangan besi pada jam kerja normal adalah sebesar 32,74 kg/OH atau bila dikonversikan ke jam orang (7 jam) didapat produktivitas sebesar 4,68 kg/manhours. Sedangkan pada jam kerja lembur produktivitas menurun
menjadi 14,30 kg/OH atau bila dikonversikan ke jam orang (4 jam) didapat produktivitas sebesar 3,57 kg/manhours atau terjadi penurunan sebesar 23,58%.
Tabel 4.2 Koefesien tenaga kerja pemasangan besi kolom
Data Tenaga Kerja (Normal) Tenaga Kerja (lembur) ke- Mandor Tukang P.Tukang Mandor Tukang P.Tukang Produktivitas masing-masing komposisi tenaga kerja dihitung berdasarkan koefesien tenaga kerja. Koefesien dihitung berdasarkan jumlah volume yang dihasilkan dibagi dengan jumlah pekerja masing-masing komposisi tenaga kerja. Tabel 4.2, menunjukkan nilai koefesien masing-masing tenaga kerja pada pemasangan bekisting selama pengamatan berlangsung.
Tabel 4.3 Koefesien rata-rata tenaga kerja pemasangan besi kolom Tenaga Kerja
Produktivitas masing-masing komposisi tenaga kerja dapat dihitung dengan cara membagi 1 dengan nilai koefisien. Sehingga didapat produktivitas mandor,tukang besi,dan pembantu tukang sesuai dengan tabel 4.4, berikut :
Tabel 4.4 Produktivitas komposisi tenaga kerja pemasangan besi kolom
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa terjadi penurunan produktivitas pada jam kerja normal ke jam kerja lembur antara mandor,tukang besi, dan pembantu tukang.
4.1.1.b Produktivitas Pekerjaan Besi Balok
Perhitungan awal yang perlu dilakukan sebelum menghitung produktivitas tenaga kerja pada kelompok kerja pemasangan besi beton adalah dengan menghitung volume harian. Tabel 4.5, berikut ini menunjukkan rekapitulasi volume pekerjaan pemasangan besi struktur : Tabel 4.5 Volume pemasangan besi balok
Data
Tanggal
Tenaga Kerja Volume (kg)
ke- Mandor Tukang P.Tukang Normal Lembur
Berdasarkan tabel 4.5, untuk menghitung produktivitas digunakan rumus volume yang dihasilkan dibagi dengan jumlah pekerja yang terlibat.
Tabel 4.5, menunjukkan bahwa produktvitas tenaga kerja pada pemasangan besi pada jam kerja normal adalah sebesar 40,27 kg/OH atau bila
dikonversikan ke jam orang (7 jam) didapat produktivitas sebesar 5,75 kg/manhours. Sedangkan pada jam kerja lembur produktivitas menurun menjadi 16,86 kg/OH atau bila dikonversikan ke jam orang (4 jam) didapat produktivitas sebesar 4,22 kg/manhours atau terjadi penurunan sebesar 26,72%.
Tabel 4.6 Koefesien tenaga kerja pemasangan besi balok
Data Tenaga Kerja (Normal) Tenaga Kerja (lembur) ke- Mandor Tukang P.Tukang Mandor Tukang P.Tukang Produktivitas masing-masing komposisi tenaga kerja dihitung berdasarkan koefesien tenaga kerja. Koefesien dihitung berdasarkan jumlah volume yang dihasilkan dibagi dengan jumlah pekerja masing-masing komposisi tenaga kerja. Tabel 4.6, menunjukkan nilai koefesien masing-masing tenaga kerja pada pemasangan bekisting selama pengamatan berlangsung.
Tabel 4.7 Koefesien rata-rata tenaga kerja pemasangan besi balok Tenaga Kerja
Produktivitas masing-masing komposisi tenaga kerja dapat dihitung dengan cara membagi 1 dengan nilai koefisien. Sehingga didapat produktivitas mandor,tukang besi,dan pembantu tukang sesuai dengan tabel 4.8, berikut :
Tabel 4.8 Produktivitas komposisi tenaga kerja pemasangan besi balok Tenaga Kerja
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa terjadi penurunan produktivitas pada jam kerja normal ke jam kerja lembur antara mandor,tukang besi, dan pembantu tukang.
4.1.2 Produktivitas Pekerjaan Bekisting
4.1.2.a Produktivitas Pekerjaan Bekisting Kolom
Perhitungan awal yang perlu dilakukan sebelum menghitung produktivitas tenaga kerja pada kelompok kerja pemasangan besi beton adalah dengan menghitung volume harian. Tabel 4.9, berikut ini menunjukkan rekapitulasi volume pekerjaan pemasangan bekisting struktur Tabel 4.9 Volume pemasangan bekisting kolom bekisting kolom
Data
Berdasarkan tabel 4.9, untuk menghitung produktivitas digunakan rumus volume yang dihasilkan dibagi dengan jumlah pekerja yang terlibat.
Tabel 4.9, menunjukkan bahwa produktvitas tenaga kerja pada pemasangan besi pada jam kerja normal adalah sebesar 4,63 m2/OH atau bila dikonversikan ke jam orang (7 jam) didapat produktivitas sebesar 0,66 m2/manhours. Sedangkan pada jam kerja lembur produktivitas menurun menjadi 2,23 m2/OH atau bila dikonversikan ke jam orang (4 jam) didapat produktivitas sebesar 0,55 m2/manhours atau terjadi penurunan sebesar 15,51%.
Tabel 4.10 Koefesien tenaga kerja pemasangan bekisting kolom
Data Tenaga Kerja (Normal) Tenaga Kerja (lembur) ke- Mandor Tukang P.Tukang Mandor Tukang P.Tukang Produktivitas masing-masing komposisi tenaga kerja dihitung berdasarkan koefesien tenaga kerja. Koefesien dihitung berdasarkan jumlah volume yang dihasilkan dibagi dengan jumlah pekerja masing-masing komposisi tenaga kerja. Tabel 4.10, menunjukkan nilai koefesien masing-masing tenaga kerja pada pemasangan bekisting selama pengamatan berlangsung.
Tabel 4.11 Koefesien rata-rata tenaga kerja pemasangan bekisting kolom Tenaga Kerja
Produktivitas masing-masing komposisi tenaga kerja dapat dihitung dengan cara membagi 1 dengan nilai koefisien. Sehingga didapat produktivitas mandor,tukang besi,dan pembantu tukang sesuai dengan tabel 4.12 berikut :
Tabel 4.12 Produktivitas komposisi tenaga kerja pemasangan bekisting kolom Tenaga Kerja
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa terjadi penurunan produktivitas pada jam kerja normal ke jam kerja lembur antara mandor,tukang besi, dan pembantu tukang.
4.1.2.b Produktivitas Pekerjaan Bekisting Balok
Perhitungan awal yang perlu dilakukan sebelum menghitung produktivitas tenaga kerja pada kelompok kerja pemasangan besi beton adalah dengan menghitung volume harian. Tabel 4.13, berikut ini menunjukkan rekapitulasi volume pekerjaan pemasangan bekisting struktur Tabel 4.13a Volume pemasangan bekisting balok
Data
Berdasarkan tabel 4.13, untuk menghitung produktivitas digunakan rumus volume yang dihasilkan dibagi dengan jumlah pekerja yang terlibat.
Tabel 4.13, menunjukkan bahwa produktvitas tenaga kerja pada pemasangan besi pada jam kerja normal adalah sebesar 4,03 m2/OH atau bila dikonversikan ke jam orang (7 jam) didapat produktivitas sebesar 0,58 m2/manhours. Sedangkan pada jam kerja lembur produktivitas menurun menjadi 1,97 m2/OH atau bila dikonversikan ke jam orang (4 jam) didapat produktivitas sebesar 0,49 m2/manhours atau terjadi penurunan sebesar 14,31%.
Tabel 4.14 Koefesien tenaga kerja pemasangan bekisting balok Data Tenaga Kerja (Normal) Tenaga Kerja (lembur)
ke- Mandor Tukang P.Tukang Mandor Tukang P.Tukang Tabel lanjutan 4.13b Volume pemasangan bekisting
balok
Data
Tanggal
Tenaga Kerja Volume (m2)
ke- Mandor Tukang P.Tukang Normal Lembur
10 25/11/2017 1 4 4 33,65 16,8
71,1147 33,65 16,8
Produktivitas (kg/OH) 4,03 1,97
Produktivitas masing-masing komposisi tenaga kerja dihitung berdasarkan koefesien tenaga kerja. Koefesien dihitung berdasarkan jumlah volume yang dihasilkan dibagi dengan jumlah pekerja masing-masing komposisi tenaga kerja. Tabel 4.14, menunjukkan nilai koefesien masing-masing tenaga kerja pada pemasangan bekisting selama pengamatan berlangsung.
Produktivitas masing-masing komposisi tenaga kerja dapat dihitung dengan cara membagi 1 dengan nilai koefisien. Sehingga didapat produktivitas mandor,tukang besi,dan pembantu tukang sesuai dengan tabel 4.16, berikut :
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa terjadi penurunan produktivitas pada jam kerja normal ke jam kerja lembur antara mandor,tukang besi, dan pembantu tukang.
Tabel 4.15 Koefesien rata-rata tenaga kerja pemasangan bekisting balok
Tenaga Kerja
Koefesien Tenaga Kerja
Normal Lembur SNI
Mandor 0,0316 0,0647 0,0330
Tukang 0,1069 0,2179 0,3300
P.Tukang 0,1103 0,2247 0,6600
Tabel 4.16 Produktivitas Komposisi Tenaga Kerja Pemasangan Bekisting balok Tenaga Kerja
Produktivitas (m2/OH)
Normal Lembur
Mandor 31,69 15,47
Tukang 9,35 4,59
P.Tukang 9,07 4,45
4.2 PERHITUNGAN FAKTOR UTILITAS PEKERJA
Nilai LUR (Labour Utilization Rate) didapat dengan rumus :
%
Pengamatan total = waktu efektif + waktu kontribusi + waktu tidak efektif
Untuk sebuah tim kerja dikatakan mencapai waktu efektif atau memuaskan bila faktor utilitas pekerjanya lebih dari 50%.
Tabel 4.17 Labor Utilitas Rate Pekerja Pada Jam Normal Faktor Utilitas Pekerja (LUR) Jam Kerja Normal,
Hari 1
Faktor Utilitas Pekerja (LUR) Jam Kerja Normal,
Faktor Utilitas Pekerja (LUR) Jam Kerja Normal, Hari 2
Tabel 4.18 Rekapitulasi Hasil Perhitungan LUR Jam Normal
Tabel 4.19 Labor Utilitas Rate Pekerja Pada Jam Lembur.
Faktor Utilitas Pekerja (LUR) Jam Kerja Lembur, Hari 1
Faktor Utilitas Pekerja (LUR) Jam Kerja Lembur,
Faktor Utilitas Pekerja (LUR) Jam Kerja Lembur, Hari 3
Tabel 4.20 Rekapitulasi Hasil Perhitungan LUR Jam Lembur.
4.3 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PRODUKTIVITAS 4.3.1 Data Hasil Kuesioner
Pada penelitian ini kuesioner terdiri dari 9 variabel yaitu pendidikan (X1), upah (X2), usia (X3), pengalaman kerja (X4), kemampuan kerja (X5), disiplin kerja (X6), kondisi lapangan dan material (X7), alat berat (X8) dan manajerial (X9). Total butir pertanyaan yaitu sebanyak 22 butir. Masing-masing pertanyaan terdapat 5 alternatif jawaban yang memiliki skor yaitu sangat tidak setuju = 1, tidak setuju = 2, netral = 3, setuju = 4, dan sangat setuju = 5.
Pada Proyek Pembangunan Gedung Apartemen The Wahid Residences Medan jumlah responden yaitu 35 orang untuk pekerjaan normal maupun pekerjaan lembur. Jawaban kuesioner dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.21 Jawaban Hasil Kuesioner Proyek Pembangunan Gedung Apartemen The Wahid Residences Medan
Skoring data untuk masing-masing variabel dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.22 Skoring Hasil Kuesioner Jawaban Hasil Kuesioner Proyek Pembangunan Gedung Apartemen The Wahid Residences Medan
NO Nama Pendidikan Upah
Selengkapnya dapat dilihat pada lampiran C .1
4.3.2 Pengujian Variabel dengan SPSS
Berikut ini hasil pengujian variabel dengan SPSS pada Proyek Pembangunan Gedung Apartemen The Wahid Residences Medan.
a. Uji Validitas
Dengan menggunakan rumus product Moment Perason dan bantuan program SPSS, maka diketahui hasil dari uji validitas adalah sebagai berikut ini :
Tabel 4.23 Hasil Uji Validitas
Item Koef. Korelasi Syarat Kesimpulan
1 0,858 r=0.334 Valid
Dari hasil uji validitas terhadap 35 responden tersebut diketahui bahwa nilai koefisien korelasi (r hitung ) lebih besar dari nilai r tabel (r tabel = 0,355) sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh item tersebut telah valid.
b. Uji Reliabilitas
Dalam pengujian reliabilitas digunakan metode alpha Cronbach yang menunjukkan bagaimana butir-butir dan kuesioner berkorelasi atau berinteraksi.
Dari hasil pengujian dilakukan penganalisaan dengan membandingkan terhadap R tabel. Berikut hasil pengujian reliabilitas :
Tabel 4.24 Hasil Uji Reliabilitas Nilai Minimal Alpha 0.517
Nilai Alpha Analisa 0.645
Dari hasil pengujian tersebut dapat diketahui bahwa koefisien reliabilitas lebih besar dari nilai koefisien alpha yang sesuai dengan jumlah butir pertanyaan yang diskoring yaitu untuk 22 butir nilai koefisiennya 0,517 (Tabel diinterpolasi).
Sehingga dengan demikian seluruh item pertanyaan penelitian dinyatakan reliabel.
c. Uji Normalitas Data
Uji normalitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Kolmogorov Smirnov. Normalitas terpenuhi jika nilai Asymp.Sig.(2-tailed) lebih besar dari nilai α (0,05). Hasil uji asumsi normalitas data untuk pekerjaan normal dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov ditunjukkan pada tabel sebagai berikut.
Tabel 4.25 Hasil Uji Normalitas Data
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 Y
N 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35
Normal Parametersa Mean 9.63 9.11 8.06 8.14 7.60 16.26 16.09 4.00 4.06 32.2469
Std. Deviation 2.971 2.774 1.083 1.332 1.311 1.884 1.652 .420 .639 79.33704
Most Extreme Differences Absolute .175 .206 .222 .257 .306 .137 .222 .414 .307 .433
Positive .175 .206 .207 .200 .180 .097 .206 .414 .307 .433
Negative -.130 -.165 -.222 -.257 -.306 -.137 -.222 -.414 -.293 -.354
Kolmogorov-Smirnov Z 1.034 1.217 1.312 1.522 1.808 .809 1.314 2.451 1.817 2.563
Asymp. Sig. (2-tailed) 0.236 0.104 0.064 0.194 0.895 0.529 0.063 1.211 0.272 0.253
a. Test distribution is Normal.
Dari tabel diatas dilihat bahwa nilai Asymp.Sig.(2-tailed) untuk semua variabel bebas dan variabel terikan lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data tersebut terdistribusi normal.
d. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari variabel secara bersama-sama terhadap produktivitas. Berikut adalah hasil pengujian regresi linier berganda.
Tabel 4.26 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa
Dari hasil perhitungan maka persamaan linier berganda sebagai berikut : Y = -88,892 - 3,268X1 + 4,312X2 + 4,493X3 + 3,766X4 + 5,699X5 + 23,892X6
+ 3,014X7 – 5,205X8 – 30,018X9
e. Uji Koefisien Determinasi Berganda
Tabel 4.27 Hasil Uji Koefisien Determinasi Berganda
Model R R
Dari tabel diatas diperoleh nilai koefisien determinasi berganda = 0,883 yang artinya 88,3% produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh sembilan variabel yang ditentukan dan 1,7% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang ditentukan dalam penelitian ini.
Dari tabel diketahui nilai F hitung = 7,213 dan nilai sig = 0,044 sedangkan nilai F tabel = 2,22 dan α yang ditetapkan 0,05. Karena nilai F 7,213 > 2,22 dan nilai sig 0,044 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa HO ditolak dan HI diterima. Artinya bahwa seluruh variabel bebas secara simultan mempunyai pengaruh/hubungan yang signifikan terhadap variabel terikat.
Untuk hasil uji t dapat dilihat pada tabel 4.11 Nilai T tabel = 1,6973 dan α yang ditetapkan 0,05, jika T hitung < T tabel maka HO diterima dan sebaliknya, sedangkan untuk nilai sig > 0,05 maka HO diterima dan sebaliknya. Dari tabel didapat kesimpulan sebagai berikut :
Variabel pendidikan, dengan T hitung = -0,401 < 1,6973 dan nilai sig = 0,692 >
0,05 maka HO diterima dan HI ditolak. Artinya variabel pendidikan secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel upah, dengan T hitung = 2,521 > 1,6973 dan nilai sig = 0,033< 0,05
maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel upah secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel usia, dengan T hitung = 0,285 < 1,6973 dan nilai sig = 0,778 > 0,05
maka HO diterima dan HI ditolak. Artinya variabel usia secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel pengalaman kerja, dengan T hitung = 2,251 > 1,6973 dan nilai sig =
0,039< 0,05 maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel pengalaman kerja secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel kemampuan kerja, dengan T hitung = 2,368 > 1,6973 dan nilai sig =
0,049< 0,05 maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel kemampuan kerja secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel disiplin kerja, dengan T hitung = 2,175 > 1,6973 dan nilai sig = 0,039<
0,05 maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel disiplin kerja secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel kondisi lapangan dan material, dengan T hitung = 2,566 > 1,6973 dan
nilai sig = 0,023< 0,05 maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel kondisi lapangan dan material secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel alat berat, dengan T hitung = -0,117 < 1,6973 dan nilai sig = 0,908 >
0,05 maka HO diterima dan HI ditolak. Artinya variabel alat berat secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel manajerial, dengan T hitung = -1,054 < 1,6973 dan nilai sig = 0,302 >
0,05 maka HO diterima dan HI ditolak. Artinya variabel manajerial secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
g. Uji Dominasi
Untuk mengetahui variabel yang paling mendominasi atau yang paling berpengaruh dilihat dari nilai koefisien beta masing-masing variabel bebas.
Berdasarkan tabel 4.11 diketahui nilai koefisien beta terbesar dimiliki oleh variabel disiplin kerja yaitu 23,892 dengan t hitung sebesar 2,175. Maka variabel disiplin kerja menjadi variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi besarnya produktivitas produktivitas tenaga kerja.
Selanjutnya untuk pekerjaan lembur dibedakan dengan nilai produktivitas kerja, sedangkan untuk variabel bebasnya sama dengan pekerjaan normal. Hal ini
dikarenakan responden dan kuisioner penelitian yang digunakan untuk kedua jenis pekerjaan tersebut adalah sama.
a. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari variabel secara bersama-sama terhadap produktivitas kerja lembur. Berikut adalah hasil pengujian regresi linier berganda.
Tabel 4.29 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Pekerjaan Lembur Coefficientsa
Dari hasil perhitungan maka persamaan linier berganda sebagai berikut : Y = -77,605 + 0,991X1 + 1,009X2 + 2,320X3 + 0,374X4 + 1,064X5 + 12,713X6 + 0,683X7 – 7,837X8 – 12,082X9
e. Uji Koefisien Determinasi Berganda
Tabel 4.30 Hasil Uji Koefisien Determinasi Berganda
Model R R
Dari tabel diatas diperoleh nilai koefisien determinasi berganda = 0,613 yang artinya 61,3% produktivitas tenaga kerja lembur dipengaruhi oleh sembilan variabel yang ditentukan dan 38,7% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang ditentukan dalam penelitian ini.
f. Uji Hipotesis
Sama halnya dengan pekerjaan normal pada uji hipotesis terdapat 2 pengujian yaitu uji f dan uji t. Berikut ini merupakan hasil uji f.
Tabel 4.31 Hasil Uji F
Dari tabel diketahui nilai F hitung = 8,032 dan nilai sig = 0,033 sedangkan nilai F tabel = 2,22 dan α yang ditetapkan 0,05. Karena nilai F 8,032 > 2,22 dan nilai sig 0,033 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa HO ditolak dan HI diterima. Artinya bahwa seluruh variabel bebas secara simultan mempunyai pengaruh/hubungan yang signifikan terhadap variabel terikat produktivitas kerja lembur.
Untuk hasil uji t dapat dilihat pada tabel 4.14 Nilai T tabel = 1,6973 dan α yang ditetapkan 0,05, jika T hitung < T tabel maka HO diterima dan sebaliknya,
Untuk hasil uji t dapat dilihat pada tabel 4.14 Nilai T tabel = 1,6973 dan α yang ditetapkan 0,05, jika T hitung < T tabel maka HO diterima dan sebaliknya,