BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3. Analisis Faktor-faktor Produktivitas
4.3.2. Pengujian Variabel dengan SPSS
Berikut ini hasil pengujian variabel dengan SPSS pada Proyek Pembangunan Gedung Apartemen The Wahid Residences Medan.
a. Uji Validitas
Dengan menggunakan rumus product Moment Perason dan bantuan program SPSS, maka diketahui hasil dari uji validitas adalah sebagai berikut ini :
Tabel 4.23 Hasil Uji Validitas
Item Koef. Korelasi Syarat Kesimpulan
1 0,858 r=0.334 Valid
Dari hasil uji validitas terhadap 35 responden tersebut diketahui bahwa nilai koefisien korelasi (r hitung ) lebih besar dari nilai r tabel (r tabel = 0,355) sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh item tersebut telah valid.
b. Uji Reliabilitas
Dalam pengujian reliabilitas digunakan metode alpha Cronbach yang menunjukkan bagaimana butir-butir dan kuesioner berkorelasi atau berinteraksi.
Dari hasil pengujian dilakukan penganalisaan dengan membandingkan terhadap R tabel. Berikut hasil pengujian reliabilitas :
Tabel 4.24 Hasil Uji Reliabilitas Nilai Minimal Alpha 0.517
Nilai Alpha Analisa 0.645
Dari hasil pengujian tersebut dapat diketahui bahwa koefisien reliabilitas lebih besar dari nilai koefisien alpha yang sesuai dengan jumlah butir pertanyaan yang diskoring yaitu untuk 22 butir nilai koefisiennya 0,517 (Tabel diinterpolasi).
Sehingga dengan demikian seluruh item pertanyaan penelitian dinyatakan reliabel.
c. Uji Normalitas Data
Uji normalitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Kolmogorov Smirnov. Normalitas terpenuhi jika nilai Asymp.Sig.(2-tailed) lebih besar dari nilai α (0,05). Hasil uji asumsi normalitas data untuk pekerjaan normal dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov ditunjukkan pada tabel sebagai berikut.
Tabel 4.25 Hasil Uji Normalitas Data
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 Y
N 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35
Normal Parametersa Mean 9.63 9.11 8.06 8.14 7.60 16.26 16.09 4.00 4.06 32.2469
Std. Deviation 2.971 2.774 1.083 1.332 1.311 1.884 1.652 .420 .639 79.33704
Most Extreme Differences Absolute .175 .206 .222 .257 .306 .137 .222 .414 .307 .433
Positive .175 .206 .207 .200 .180 .097 .206 .414 .307 .433
Negative -.130 -.165 -.222 -.257 -.306 -.137 -.222 -.414 -.293 -.354
Kolmogorov-Smirnov Z 1.034 1.217 1.312 1.522 1.808 .809 1.314 2.451 1.817 2.563
Asymp. Sig. (2-tailed) 0.236 0.104 0.064 0.194 0.895 0.529 0.063 1.211 0.272 0.253
a. Test distribution is Normal.
Dari tabel diatas dilihat bahwa nilai Asymp.Sig.(2-tailed) untuk semua variabel bebas dan variabel terikan lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data tersebut terdistribusi normal.
d. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari variabel secara bersama-sama terhadap produktivitas. Berikut adalah hasil pengujian regresi linier berganda.
Tabel 4.26 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa
Dari hasil perhitungan maka persamaan linier berganda sebagai berikut : Y = -88,892 - 3,268X1 + 4,312X2 + 4,493X3 + 3,766X4 + 5,699X5 + 23,892X6
+ 3,014X7 – 5,205X8 – 30,018X9
e. Uji Koefisien Determinasi Berganda
Tabel 4.27 Hasil Uji Koefisien Determinasi Berganda
Model R R
Dari tabel diatas diperoleh nilai koefisien determinasi berganda = 0,883 yang artinya 88,3% produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh sembilan variabel yang ditentukan dan 1,7% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang ditentukan dalam penelitian ini.
Dari tabel diketahui nilai F hitung = 7,213 dan nilai sig = 0,044 sedangkan nilai F tabel = 2,22 dan α yang ditetapkan 0,05. Karena nilai F 7,213 > 2,22 dan nilai sig 0,044 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa HO ditolak dan HI diterima. Artinya bahwa seluruh variabel bebas secara simultan mempunyai pengaruh/hubungan yang signifikan terhadap variabel terikat.
Untuk hasil uji t dapat dilihat pada tabel 4.11 Nilai T tabel = 1,6973 dan α yang ditetapkan 0,05, jika T hitung < T tabel maka HO diterima dan sebaliknya, sedangkan untuk nilai sig > 0,05 maka HO diterima dan sebaliknya. Dari tabel didapat kesimpulan sebagai berikut :
Variabel pendidikan, dengan T hitung = -0,401 < 1,6973 dan nilai sig = 0,692 >
0,05 maka HO diterima dan HI ditolak. Artinya variabel pendidikan secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel upah, dengan T hitung = 2,521 > 1,6973 dan nilai sig = 0,033< 0,05
maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel upah secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel usia, dengan T hitung = 0,285 < 1,6973 dan nilai sig = 0,778 > 0,05
maka HO diterima dan HI ditolak. Artinya variabel usia secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel pengalaman kerja, dengan T hitung = 2,251 > 1,6973 dan nilai sig =
0,039< 0,05 maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel pengalaman kerja secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel kemampuan kerja, dengan T hitung = 2,368 > 1,6973 dan nilai sig =
0,049< 0,05 maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel kemampuan kerja secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel disiplin kerja, dengan T hitung = 2,175 > 1,6973 dan nilai sig = 0,039<
0,05 maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel disiplin kerja secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel kondisi lapangan dan material, dengan T hitung = 2,566 > 1,6973 dan
nilai sig = 0,023< 0,05 maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel kondisi lapangan dan material secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel alat berat, dengan T hitung = -0,117 < 1,6973 dan nilai sig = 0,908 >
0,05 maka HO diterima dan HI ditolak. Artinya variabel alat berat secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel manajerial, dengan T hitung = -1,054 < 1,6973 dan nilai sig = 0,302 >
0,05 maka HO diterima dan HI ditolak. Artinya variabel manajerial secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
g. Uji Dominasi
Untuk mengetahui variabel yang paling mendominasi atau yang paling berpengaruh dilihat dari nilai koefisien beta masing-masing variabel bebas.
Berdasarkan tabel 4.11 diketahui nilai koefisien beta terbesar dimiliki oleh variabel disiplin kerja yaitu 23,892 dengan t hitung sebesar 2,175. Maka variabel disiplin kerja menjadi variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi besarnya produktivitas produktivitas tenaga kerja.
Selanjutnya untuk pekerjaan lembur dibedakan dengan nilai produktivitas kerja, sedangkan untuk variabel bebasnya sama dengan pekerjaan normal. Hal ini
dikarenakan responden dan kuisioner penelitian yang digunakan untuk kedua jenis pekerjaan tersebut adalah sama.
a. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari variabel secara bersama-sama terhadap produktivitas kerja lembur. Berikut adalah hasil pengujian regresi linier berganda.
Tabel 4.29 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Pekerjaan Lembur Coefficientsa
Dari hasil perhitungan maka persamaan linier berganda sebagai berikut : Y = -77,605 + 0,991X1 + 1,009X2 + 2,320X3 + 0,374X4 + 1,064X5 + 12,713X6 + 0,683X7 – 7,837X8 – 12,082X9
e. Uji Koefisien Determinasi Berganda
Tabel 4.30 Hasil Uji Koefisien Determinasi Berganda
Model R R
Dari tabel diatas diperoleh nilai koefisien determinasi berganda = 0,613 yang artinya 61,3% produktivitas tenaga kerja lembur dipengaruhi oleh sembilan variabel yang ditentukan dan 38,7% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang ditentukan dalam penelitian ini.
f. Uji Hipotesis
Sama halnya dengan pekerjaan normal pada uji hipotesis terdapat 2 pengujian yaitu uji f dan uji t. Berikut ini merupakan hasil uji f.
Tabel 4.31 Hasil Uji F
Dari tabel diketahui nilai F hitung = 8,032 dan nilai sig = 0,033 sedangkan nilai F tabel = 2,22 dan α yang ditetapkan 0,05. Karena nilai F 8,032 > 2,22 dan nilai sig 0,033 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa HO ditolak dan HI diterima. Artinya bahwa seluruh variabel bebas secara simultan mempunyai pengaruh/hubungan yang signifikan terhadap variabel terikat produktivitas kerja lembur.
Untuk hasil uji t dapat dilihat pada tabel 4.14 Nilai T tabel = 1,6973 dan α yang ditetapkan 0,05, jika T hitung < T tabel maka HO diterima dan sebaliknya, sedangkan untuk nilai sig > 0,05 maka HO diterima dan sebaliknya. Dari tabel didapat kesimpulan sebagai berikut :
Variabel pendidikan, dengan T hitung = 1,994 >1,6973 dan nilai sig = 0,038<
0,05 maka HO diterima dan HI ditolak. Artinya variabel pendidikan secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja lembur.
Variabel upah, dengan T hitung = 2,306 > 1,6973 dan nilai sig = 0,018< 0,05
maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel upah secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel usia, dengan T hitung = 0,369 < 1,6973 dan nilai sig = 0,715 > 0,05
maka HO diterima dan HI ditolak. Artinya variabel usia secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel pengalaman kerja, dengan T hitung = 2,067 > 1,6973 dan nilai sig =
0,047< 0,05 maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel pengalaman kerja secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel kemampuan kerja, dengan T hitung = 1,967 > 1,6973 dan nilai sig =
0,024< 0,05 maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel kemampuan kerja secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel disiplin kerja, dengan T hitung = 2,713 > 1,6973 dan nilai sig = 0,012<
0,05 maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel disiplin kerja secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel kondisi lapangan dan material, dengan T hitung = 2,133 > 1,6973 dan
nilai sig = 0,033< 0,05 maka HO ditolak dan HI diterima. Artinya variabel kondisi lapangan dan material secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel alat berat, dengan T hitung = -0,447 < 1,6973 dan nilai sig = 0,659 >
0,05 maka HO diterima dan HI ditolak. Artinya variabel alat berat secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
Variabel manajerial, dengan T hitung = -1,085 < 1,6973 dan nilai sig = 0,288 >
0,05 maka HO diterima dan HI ditolak. Artinya variabel manajerial secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja.
g. Uji Dominasi
Untuk mengetahui variabel yang paling mendominasi atau yang paling berpengaruh dilihat dari nilai koefisien beta masing-masing variabel bebas.
Berdasarkan tabel 4.14 diketahui nilai koefisien beta terbesar dimiliki oleh variabel disiplin kerja yaitu 12,713 dengan t hitung sebesar 2,713. Maka variabel disiplin kerja menjadi variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi besarnya produktivitas produktivitas tenaga kerja lembur.