BAB III Peranan Kepemimpinan
HASIL PENELITIAN
4.3. Analisis Univariat
4.3.6. Actuating atau Penggerakkan
Berdasarkan hasil wawancara dengan menggunakan kuisioner tentang actuating yang dilaksanakan kepala puskesmas dengan motivasi kerja staf pada
puskesmas kabupaten Rokan Hulu tahun 2012 dapat dilihat pada tabel 4.18. berikut ini:
Tabel 4.18. Distribusi Frekuensi Penilaian Responden Pada Aspek Actuating Berdasarkan Puskesmas Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2012
Frekuensi Pada Puskesmas
No Pertanyaan
PuskesmasTambusai Puskesmas Rambah Puskesmas Tandun
Tidak Kadng-Kadang Ya Tidak Kadang-Kadang Ya Tidak Kadang-Kadang Ya F % F % F % F % F % F % F % F % F % 1 Pimpinan mengadakan pendekatan untuk berikan motivasi pada stafnya. 4 36,4 4 36,4 3 27,2 5 45,4 3 27,3 3 27,3 6 54,5 2 18,2 3 27,2 2 Pimpinan berikan kesempatan mendapatkan penghasilan lebih. 5 45,4 4 36,4 2 18,2 5 45,4 3 27,3 3 27,3 4 36,4 4 36,4 3 27,2 3 Pimpinan berkomunikasi dua arah dengan stafnya. 3 27,3 5 45,4 3 27,3 4 36,4 4 36,4 3 27,2 5 45,4 3 27,3 3 27,3 4 Pimpinan menanyakan apa diharapkan staf dalam kerjanya. 5 45,4 3 27,3 3 27,3 6 54,5 3 27,3 2 18,2 6 54,5 3 27,3 2 18,2 5 Pimpinan menjadi panutan bagi stafnya. 5 45,4 4 36,4 2 18,2 6 54,5 3 27,3 2 18,2 6 54,5 3 27,3 2 18,2 6 Pimpinan mengkoreksi hasil pekerjaan stafnya dan memeriksa juga. 4 36,4 3 27,2 4 36,4 4 36,4 4 36,4 3 27,2 5 45,4 3 27,3 3 27,3 7 Pimpinan memberikan dorongan penyelesaian pekerjaan. 6 54,5 2 18,2 3 27,3 8 72,7 1 9,1 2 18,2 7 63,6 1 9,1 3 27,3 8 Pimpinan membimbing stafnya. 4 36,4 4 36,4 3 27,2 5 45,4 4 36,4 2 18,2 5 45,4 4 36,4 2 18,2 9 Pimpinan melaksanakan supervise . 5 45,4 3 27,3 3 27,3 7 63,6 2 18,2 2 18,2 6 54,5 3 27,3 2 18,2 10 Pimpinan memberikan teguran sanksi pada staf absen .
Tabel 4.19. Distribusi Penilaian Responden Terhadap Peranan Kepemimpinan Kepala Puskesmas dalam Melakukan Actuating Berdasarkan Puskesmas Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2012
Berdasarkan Puskesmas
No Actuating
Tambusai Rambah Tandun
Jum lah Persenta se Jum lah Persenta se Jum lah Persenta se 1. 2. 3. Baik Cukup Kurang 3 5 3 27,3 45,4 27,3 3 5 3 27,3 45,4 27,3 2 6 3 18,2 45,5 27,3 Jumlah 11 100 11 100 11 100
a. Aspek Actuating Pada Puskesmas Tambusai
Dari tabel 4.18. yang tersebut di atas dapat diketahui keterangan sebagai berikut:
- Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak mengadakan pendekatan secara pribadi untuk memberi motivasi bagi stafnya yang kurang produktif, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,2%) mengatakan ya.
- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak memberikan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih pendidikan dan latihan atau promosi jabatan bagi stafnya yang ada dinilai produktif, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang 2 responden (18,2%) mengatakan ya. - Sebanyak 3 responden (27,3%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak selalu mengadakan komunikasi 2 arah dengan stafnya, dalam menanggapi keluhan, 5 responden (45,4%), dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya.
- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak menanyakan tentang apa yang diharapkan stafnya atas pekerjaan yang dilakukannya, 3 responden, (27,3%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya.
- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak selalu menjadi panutan staf baik dari segi motivasi (semangat) kerja atau prilaku dikantor, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang 2 responden (18,2%) mengatakan ya.
- Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak selalu memeriksa atau mengoreksinya hasil kerjaan stafnya, 3 responden (27,2%) mengatakan kadang-kadang, dan 4 responden (36,4%) mengatakan ya. - Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak selalu memberikan dorongan semangat terhadap menyelesaikan semua pekerjaan yang ada, 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya.
- Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak mengadakan bimbingan dan pengarahan secara berkala melalui rapat/pertemuan rutin lokakarya mini setiap bulannya kepada stafnya, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,2)%) mengatakan ya.
- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak melaksanakan kegiatan supervise berkala untuk mengetahui permasalahan dan hamabatan stafnya dalam menyelesaikan, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya.
- Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak ada usaha memberikan teguran atau sanksi kepada staf yang sering mangkir/absen, 3 responden (27,2%) mengatakan kadang-kadang, dan 4 responden (36,4%) mengatakan ya.
Dari tabel 4.18. di atas dapat diketahui bahwa, sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak memberikan dorongan semangat terhadap menyelesaikan semua pekerjaan yang ada. Dari tabel 4.18. juga dapat diketahui bahwa ada sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak melaksanakan kegiatan supervise berkala untuk mengetahui permasalahan dan hambatan stafnya dalam menyelesaikan tugasnya.
Secara persentasi menunjukkan bahwa distribusi frekuensi menurut kemampuan kepala puskesmas Tambusai dalam melakukan actuating pada peranan kepemimpinannya sebagian besar responden menilai bahwa kepala puskesmas cukup baik dalam melakukan actuating sebanyak 5 responden (45,4%), sementara yang menilai dalam kategori kurang baik 3 responden (27,3%), dan yang menilai baik juga 3 responden (27,3%). Uraian hasil penelitian dalam bentuk tabulasi penilaian responden mengenai peranan kepemimpinan kepala puskesmas Tambusai dalam perencanaan dapat dilihat pada tabel 4.19. tersebut di atas.
b. Aspek Actuating Pada Puskesmas Rambah
Dari tabel 4.18. yang tersebut di atas dapat diketahui keterangan sebagai berikut:
- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak mengadakan pendekatan secara pribadi untuk memberi motivasi bagi stafnya yang kurang produktif, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya.
- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak memberikan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih pendidikan dan latihan atau promosi jabatan bagi stafnya yang ada dinilai produktif, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang 3 responden (27,3%) mengatakan ya. - Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak selalu mengadakan komunikasi 2 arah dengan stafnya, dalam menanggapi keluhan, 4 responden (36,4%), dan 3 responden (27,2%) mengatakan ya.
- Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak menanyakan tentang apa yang diharapkan stafnya atas pekerjaan yang dilakukannya, 3 responden, (27,3%) mengatakan kadang-kadang, dan 2 responden (18,2%) mengatakan ya.
- Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak selalu menjadi panutan staf baik dari segi motivasi (semangat) kerja atau prilaku dikantor, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang 2 responden (18,2%) mengatakan ya.
- Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak selalu memeriksa atau mengoreksinya hasil kerjaan stafnya, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,2%) mengatakan ya.
- Sebanyak 8 responden (72,7%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak selalu memberikan dorongan semangat terhadap menyelesaikan semua pekerjaan yang ada, 1 responden (9,1%) mengatakan kadang-kadang dan 2 responden (18,2%) mengatakan ya.
- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak mengadakan bimbingan dan pengarahan secara berkala melalui rapat/pertemuan rutin lokakarya mini setiap bulannya kepada stafnya, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang, dan 2 responden (18,2)%) mengatakan ya.
- Sebanyak 7 responden (63,6%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak melaksanakan kegiatan supervise berkala untuk mengetahui permasalahan dan hamabatan stafnya dalam menyelesaikan, 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang, dan 2 responden (18,2%) mengatakan ya.
- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak ada usaha memberikan teguran atau sanksi kepada staf yang sering mangkir/absen, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya.
Secara persentasi menunjukkan bahwa distribusi frekuensi menurut kemampuan kepala puskesmas Rambah dalam melakukan actuating pada peranan kepemimpinannya sebagian besar responden menilai bahwa kepala puskesmas cukup baik dalam melakukan actuating, sebanyak 5 responden (45,4%), sementara yang menilai dalam kategori kurang baik 3 responden (27,3%), dan yang menilai baik hanya 3 responden (27,3%). Uraian hasil penelitian dalam bentuk tabulasi penilaian
responden mengenai peranan kepemimpinan kepala puskesmas Rambah dalam perencanaan dapat dilihat pada tabel 4.19. tersebut di atas.
c. Aspek Actuating Pada Puskesmas Tandun
Dari tabel 4.18. yang tersebut di atas dapat diketahui keterangan sebagai berikut:
- Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak mengadakan pendekatan secara pribadi untuk memberi motivasi bagi stafnya yang kurang produktif, 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,2%) mengatakan ya.
- Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak memberikan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih pendidikan dan latihan atau promosi jabatan bagi stafnya yang ada dinilai produktif, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang 3 responden (27,2%) mengatakan ya. - Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak selalu mengadakan komunikasi 2 arah dengan stafnya, dalam menanggapi keluhan, 3 responden (27,3%), dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya.
- Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak menanyakan tentang apa yang diharapkan stafnya atas pekerjaan yang dilakukannya, 3 responden, (27,3%) mengatakan kadang-kadang, dan 2 responden (18,2%) mengatakan ya.
- Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak selalu menjadi panutan staf baik dari segi motivasi (semangat) kerja atau prilaku
dikantor, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang 2 responden (18,2%) mengatakan ya.
- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak selalu memeriksa atau mengoreksinya hasil kerjaan stafnya, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya. - Sebanyak 7 responden (63,6%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak selalu memberikan dorongan semangat terhadap menyelesaikan semua pekerjaan yang ada, 1 responden (9,1%) mengatakan kadang-kadang dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya.
- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak mengadakan bimbingan dan pengarahan secara berkala melalui rapat/pertemuan rutin lokakarya mini setiap bulannya kepada stafnya, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang, dan 2 responden (18,2)%) mengatakan ya.
- Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak melaksanakan kegiatan supervise berkala untuk mengetahui permasalahan dan hamabatan stafnya dalam menyelesaikan, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang, dan 2 responden (18,2%) mengatakan ya.
- Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak ada usaha memberikan teguran atau sanksi kepada staf yang sering mangkir/absen, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,2%) mengatakan ya.
Secara persentasi menunjukkan bahwa distribusi frekuensi menurut kemampuan kepala puskesmas Tandun dalam melakukan actuating pada peranan
kepemimpinannya sebagian besar responden menilai bahwa kepala puskesmas cukup baik dalam melakukan actuating sebanyak 6 responden (54,5%), sementara yang menilai dalam kategori kurang baik 3 responden (27,3%), dan yang menilai baik hanya 2 responden (18,2%).
Uraian hasil penelitian dalam bentuk tabulasi penilaian responden mengenai peranan kepemimpinan kepala puskesmas Tandun dalam actuating dapat dilihat pada tabel 4.19. tersebut di atas.