• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III Peranan Kepemimpinan

HASIL PENELITIAN

4.3. Analisis Univariat

4.3.1. Pengambilan Keputusan

Berdasarkan hasil wawancara dengan menggunakan kuisioner tentang pengambilan keputusan yang dilaksanakan kepala puskesmas dengan motivasi kerja staf pada puskesmas kabupaten Rokan Hulu tahun 2012 dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut ini:

Tabel 4.8.Distribusi Frekuensi Penilaian Responden Pada Aspek Pengambilan Keputusan Berdasarkan Puskesmas Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2012

Frekuensi Pada Puskesmas

No Pertanyaan

PuskesmasTambusai Puskesmas Rambah Puskesmas Tandun

Tidak Kadang Kadng- Ya Tidak Kadang-Kadang Ya Tidak Kadang-Kadang Ya

F % F % F % F % F % F % F % F % F % 1 Pimpinan mengikutsertakan mengambil keputusan. 4 36,4 4 36,4 3 27,2 4 36,4 3 27,2 4 36,4 5 45,4 3 27,3 3 27,3

2 Pimpinan menggunakan analisa tepat. 7 63,6 2 18,2 2 18,2 5 45,4 3 27,3 3 27,3 5 45,4 2 18,2 4 36,4 3 Pimpinan berkomunikasi yang baik. 4 36,4 4 36,4 3 27,2 4 36,4 4 36,4 3 27,2 5 45,4 3 27,3 3 27,3 4 Pimpinan melibatkan merumuskan tujuan. 5 45,4 4 36,4 2 18,2 4 36,4 5 45,4 2 18,2 4 36,4 6 54,5 1 9,1 5 Pimpinan bersahabat. 4 36,4 3 27,2 4 36,4 5 45,4 3 27,3 3 27,3 6 54,5 2 18,2 3 27,3 6 Pimpinan mengambil keputusan sendiri. 7 63,6 2 18,2 2 18,2 7 63,6 2 18,2 2 18,2 7 63,6 2 18,2 2 18,2

Tabel 4.9. Distribusi Penilaian Responden Terhadap Peranan Kepemimpinan Kepala Puskesmas dalam Melakukan Pengambilan Keputusan Berdasarkan Puskesmas Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2012

Berdasarkan Puskesmas

No Pengambilan Keputusan

Tambusai Rambah Tandun

Jum lah Persenta se Jum lah Persenta se Jum lah Persenta se 1. 2. 3. Baik Cukup Kurang 3 5 3 27,3 45,4 27,3 2 7 2 18,2 63,6 18,2 3 4 4 27,2 36,4 36,4 Jumlah 11 100 11 100 11 100

a. Aspek Pengambilan Keputusan Pada Puskesmas Tambusai

Dari tabel 4.8. yang tersebut di atas dapat diketahui keterangan sebagai berikut: - Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak mengikutsertakan staf dalam mengambil keputusan, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang dan 3 responden (27,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 7 responden (63,6%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak menggunakan analisa yang tepat dan mendalam dalam membuat

keputusan, 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang dan 2 responden juga ( 18,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak menjalankan komunikasi yang baik dalam pengambilan keputusan, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang dan 3 responden (27,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 5 responden(45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak melibatkan dan mengajak staf dalam merumuskan tujuan, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang, dan 2 responden (18,2%) mengatakan ya .

Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak bersifat bersahabat, 3 responden (27,2%) mengatakan kadang-kadang, dan 4 responden (36,4%) mengatakan ya.

- Sebanyak 7 responden (63,6%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai dalam proses pengambilan keputusan tidak sering mengambil keputusan sendiri, 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang, dan 2 responden mengatakan ya.

Secara persentasi menunjukkan bahwa distribusi frekuensi menurut kemampuan kepala puskesmas Tambusai dalam melakukan pengambilan keputusan pada peranan kepemimpinannya sebagian besar responden menilai bahwa kepala puskesmas cukup baik dalam melakukan pengambilan keputusan, sebanyak 5 responden (45,4%), sementara yang menilai dalam kategori kurang baik 3 responden (27,3%), dan yang menilai baik hanya 3 responden (27,3%).

Uraian hasil penelitian dalam bentuk tabulasi penilaian responden mengenai peranan kepemimpinan kepala puskesmas Tambusai dalam pengambilan keputusan dapat dilihat pada tabel 4.9 tersebut di atas.

b. Aspek Pengambilan Keputusan Pada Puskesmas Rambah

Dari tabel 4.8. yang tersebut di atas dapat diketahui keterangan sebagai berikut: - Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak mengikutsertakan staf dalam mengambil keputusan, 3 responden (27,2%) mengatakan kadang-kadang dan 4 responden (36,4%) mengatakan ya.

- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak menggunakan analisa yang tepat dan mendalam dalam membuat keputusan, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang dan 3 responden juga (27,3%) mengatakan ya.

- Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak menjalankan komunikasi yang baik dalam pengambilan keputusan, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang dan 3 responden (27,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 4 responden(36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak melibatkan dan mengajak staf dalam merumuskan tujuan, 5 responden (45,4%) mengatakan kadang-kadang, dan 2 responden (18,2%) mengatakan ya .

- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak bersifat bersahabat, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya.

- Sebanyak 7 responden (63,6%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah dalam proses pengambilan keputusan tidak sering mengambil keputusan sendiri, 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang, dan 2 responden mengatakan ya.

Secara persentasi menunjukkan bahwa distribusi frekuensi menurut kemampuan kepala puskesmas Rambah dalam melakukan pengambilan keputusan pada peranan kepemimpinannya sebagian besar responden menilai bahwa kepala puskesmas cukup baik dalam melakukan pengambilan keputusan, sebanyak 7 responden (63,6%), sementara yang menilai dalam kategori kurang baik 2 responden (18,2%), dan yang menilai baik hanya 2 responden (18,2%). Uraian hasil penelitian dalam bentuk tabulasi penilaian responden mengenai peranan kepemimpinan kepala puskesmas Rambah dalam pengambilan keputusan dapat dilihat pada tabel 4.9 tersebut di atas.

c. Aspek Pengambilan Keputusan Pada Puskesmas Tandun

Dari tabel 4.8. yang tersebut di atas dapat diketahui keterangan sebagai berikut: - Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak mengikutsertakan staf dalam mengambil keputusan, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya.

- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak menggunakan analisa yang tepat dan mendalam dalam membuat keputusan, 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang dan 4 responden juga (36,4%) mengatakan ya.

- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak menjalankan komunikasi yang baik dalam pengambilan keputusan, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang dan 3 responden (27,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 4 responden(36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak melibatkan dan mengajak staf dalam merumuskan tujuan, 6 responden (54,4%) mengatakan kadang-kadang, dan 1 responden (9,1%) mengatakan ya .

- Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak bersifat bersahabat, 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya.

- Sebanyak 7 responden (63,6%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun dalam proses pengambilan keputusan tidak sering mengambil keputusan sendiri, 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang, dan 2 responden mengatakan ya.

Secara persentasi menunjukkan bahwa distribusi frekuensi menurut kemapuan kepala puskesmas Tandun dalam melakukan pengambilan keputusan pada peranan kepemimpinannya sebagian besar responden besar menilai bahwa kepala puskesmas cukub baik dalam melkukan pengambilan keputusan sebanyak 4 responden (36,4%), sementara yang menilai dalam kategori juga 4 responden (36,4%) dan yang menilai baik hanya 3 responden (27,2%).

Uraian hasil penelitian dalam bentuk tabulasi penilaian responden mengenai peranan kepemimpinan kepala puskesmas Tandun dalam pengambilan keputusan dapat dilihat pada tabel 4.9 tersebut di atas.

4.3.2. Perencanaan

Berdasarkan hasil wawancara dengan menggunakan kuisioner tentang perencanaan yang dilaksanakan kepala puskesmas dengan motivasi kerja staf pada puskesmas kabupaten Rokan Hulu tahun 2012 dapat dilihat pada tabel 4.10 berikut ini:

Tabel 4.10.Distribusi Frekuensi Penilaian Responden Pada Aspek Perencanaan Berdasarkan Puskesmas Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2012

Frekuensi Pada Puskesmas

No Pertanyaan

PuskesmasTambusai Puskesmas Rambah Puskesmas Tandun

Tidak Kadang Kadng- Ya Tidak Kadang-Kadang Ya Tidak Kadang-Kadang Ya

F % F % F % F % F % F % F % F % F % 1 Pimpinan melakukan analisis situasi seblm rencana. 4 36,4 4 36,4 3 27,2 5 45,4 3 27,3 3 27,3 4 36,4 4 36,4 3 27,2 2 Pimpinan lakukan kajian minat, bakat. 5 45,4 3 27,3 3 27,3 6 54,5 2 18,2 3 27,3 7 63,6 2 18,2 2 18,2 3 Pimpinan buat rencana kembang karir. 6 54,5 3 27,3 2 18,2 7 63,6 2 18,2 2 18,2 8 72,7 2 18,2 1 9,1 4 Pimpinan buat usulan penambahan, mutasi stafnya. 4 36,4 3 27,3 4 36,4 3 27,3 2 18,2 6 54,5 3 27,3 2 18,2 6 54,5 5 Pimpinan buat rencana tepat waktu. 5 45,4 4 36,4 2 18,2 5 45,4 4 36,4 2 18,2 6 54,5 3 27,3 2 18,2 6 Pimpinan membuat lokakarya mini dengan staf 6 54,5 2 18,2 3 27,3 5 45,4 2 18,2 4 36,4 6 54,5 1 9,1 4 36,4

setiap bulannya.

7 Pimpinan

membuat loka karya mini lintas sektoral setiap tiga bualnya. 6 54,5 2 18,2 3 27,3 8 72,7 1 9,1 2 18,2 7 63,6 1 9,1 3 27,3 8 Pimpinan membuat RUK dengan stafnya. 5 45,4 3 27,3 3 27,3 6 54,5 2 18,2 3 27,3 6 54,4 3 27,3 2 18,2 9 Pimpinan merancang juklak kerja. 4 36,4 4 36,4 3 27,2 6 54,5 3 27,3 2 18,2 4 36,4 4 36,4 3 27,2 10 Pimpinan menetapkan protap kerja secara tertulis . 5 45,4 3 27,3 3 27,3 5 45,4 3 27,3 3 27,3 4 36,4 4 36,4 3 27,2 11 Pimpinan rencanakan anggaran sesuai. 5 45,4 4 36,4 2 18,2 6 54,5 4 36,4 1 9,1 6 54,5 4 36,4 1 9,1

Tabel 4.11. Distribusi Penilaian Responden Terhadap Peranan Kepemimpinan Kepala Puskesmas dalam Melakukan Perencanaan Berdasarkan Puskesmas Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2012

Berdasarkan Puskesmas

No Perencanaan

Tambusai Rambah Tandun

Jum lah Persenta se Jum lah Persenta se Jum lah Persenta se 1. 2. 3. Baik Cukup Kurang 3 5 3 27,3 45,4 27,3 3 5 3 27,3 45,4 27,3 3 6 2 27,3 54,5 18,2 Jumlah 11 100 11 100 11 100

a. Aspek Perencanaan Pada Puskesmas Tambusai

- Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak melakukan analisis situasi sebelum membuat perencanaan, 4 (36,4%) responden mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak pernah melakukan pengkajian tentang minat, bakat, dan kemampuan masing-masing staf, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya.

- Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak membuat perencanaan pengembangan karir dan pendidikan bagi stafnya, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang, dan 2 responden (18,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak pernah mengajukan pengusulan tentang penambahan, mutasi atau pengurangan tenaga stafnya, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang, 4 responden (36,4%) mengatakan ya.

- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak menyususn rencana selalu tepat waktu yang telah ditentukan dan komitmen dalam hal pelaksanaannya, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang, 2 responden (18,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak merencanakan rapat/pertemuan rutin intern pada stafnya melalui lokakarya mini setiap bulannya, 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya.

- Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak merencanakan rapat/pertemuan dengan lintas sektoran dalam membahas program melalui loka karya mini setiap 3 bulan, 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,3) mengatakan ya

- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak melakukan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) dengan melibatkan staf pengelola program, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,3) mengatakan ya.

- Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak melaksankan rancangan standar pedoman, petunjuk pelaksanaan dan tata kerja untuk setiap kegiatan, 4 responden (36,4) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak menetapkan prosedur tetap (protap) tiap kegiatan secara lengkap, terinci dan tertulis, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya.

- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak dalam pengajuan perencanaan dan kegiatan dan anggaran sesuai dengan realita kebutuhan, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang 2 responden (18,2%) mengatakan ya.

Secara persentasi menunjukkan bahwa distribusi frekuensi menurut kemampuan kepala puskesmas Tambusai dalam melakukan perencanaan pada peranan kepemimpinannya sebagian besar responden menilai bahwa kepala

puskesmas Tambusai cukup baik dalam melakukan perencanaan sebanyak 5 responden (45,4%), sementara yang menilai dalam kategori kurang baik 3 responden (27,3%), dan yang menilai baik juga 3 responden (27,3%). Uraian hasil penelitian dalam bentuk tabulasi penilaian responden mengenai peranan kepemimpinan kepala puskesmas Tambusai dalam perencanaan dapat dilihat pada tabel 4.11. tersebut di atas.

b. Aspek Perencanaan Pada Puskesmas Rambah

Dari tabel 4.10. yang tersebut di atas dapat diketahui keterangan sebagai berikut: - Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak melakukan analisis situasi sebelum membuat perencanaan, 3 (27,3%) responden mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya.

- Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak pernah melakukan pengkajian tentang minat, bakat, dan kemampuan masing-masing staf, 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya.

- Sebanyak 7 responden (63,6%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak membuat perencanaan pengembangan karir dan pendidikan bagi stafnya, 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang, dan 2 responden (18,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 3 responden (27,3%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak pernah mengajukan pengusulan tentang penambahan, mutasi atau pengurangan tenaga stafnya, 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang, 6 responden (54,5%) mengatakan ya.

- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak menyususn rencana selalu tepat waktu yang telah ditentukan dan komitmen dalam hal pelaksanaannya, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang, 2 responden (18,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak merencanakan rapat/pertemuan rutin intern pada stafnya melalui lokakarya mini setiap bulannya, 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang, dan 4 responden (36,4%) mengatakan ya.

- Sebanyak 8 responden (72,7%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak merencanakan rapat/pertemuan dengan lintas sektoran dalam membahas program melalui loka karya mini setiap tiga bulan, 1 responden (9,1%) mengatakan kadang-kadang, dan 2 responden (18,2) mengatakan ya

- Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak melakukan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) dengan melibatkan staf pengelola program, 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,3) mengatakan ya.

- Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak melaksankan rancangan standar pedoman, petunjuk pelaksanaan dan tata kerja untuk setiap kegiatan, 3 responden (27,3) mengatakan kadang-kadang, dan 2 responden (18,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak menetapkan prosedur tetap (protap) tiap kegiatan secara lengkap,

terinci dan tertulis, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya.

Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak dalam pengajuan perencanaan dan kegiatan dan anggaran sesuai dengan realita kebutuhan, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang 1 responden (9,1%) mengatakan ya.

Secara persentasi menunjukkan bahwa distribusi frekuensi menurut kemampuan kepala puskesmas Rambah dalam melakukan perencanaan pada peranan kepemimpinannya sebagian besar responden menilai bahwa kepala puskesmas Rambah cukup baik dalam melakukan perencanaan, sebanyak 5 responden (45,4%), sementara yang menilai dalam kategori kurang baik 3 responden (27,3%), dan yang menilai baik juga 3 responden (27,3%).

Uraian hasil penelitian dalam bentuk tabulasi penilaian responden mengenai peranan kepemimpinan kepala puskesmas Rambah dalam perencanaan dapat dilihat pada tabel 4.11. tersebut di atas.

c. Aspek Perencanaan Pada Puskesmas Tandun

Dari tabel 4.10. yang tersebut di atas dapat diketahui keterangan sebagai berikut: - Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak melakukan analisis situasi sebelum membuat perencanaan, 4 (36,4%) responden mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 7 responden (63,6%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak pernah melakukan pengkajian tentang minat, bakat, dan kemampuan

masing-masing staf, 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang, dan 2 responden (18,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 8 responden (72,7%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak membuat perencanaan pengembangan karir dan pendidikan bagi stafnya, 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang, dan 1 responden (9,1%) mengatakan ya.

- Sebanyak 3 responden (27,3%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak pernah mengajukan pengusulan tentang penambahan, mutasi atau pengurangan tenaga stafnya, 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang, 6 responden (54,5%) mengatakan ya.

- Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak menyususn rencana selalu tepat waktu yang telah ditentukan dan komitmen dalam hal pelaksanaannya, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang, 2 responden (18,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak merencanakan rapat/pertemuan rutin intern pada stafnya melalui lokakarya mini setiap bulannya, 1 responden (9,1%) mengatakan kadang-kadang, dan 4 responden (36,4%) mengatakan ya.

- Sebanyak 7 responden (63,6%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak merencanakan rapat/pertemuan dengan lintas sektoran dalam membahas program melalui loka karya mini setiap tiga bulan, 1 responden (9,1%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,3) mengatakan ya.

- Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak melakukan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) dengan melibatkan staf pengelola program, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang, dan 2 responden (18,2) mengatakan ya.

- Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak melaksankan rancangan standar pedoman, petunjuk pelaksanaan dan tata kerja untuk setiap kegiatan, 4 responden (36,4) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak menetapkan prosedur tetap (protap) tiap kegiatan secara lengkap, terinci dan tertulis, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,2%) mengatakan ya.

Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak dalam pengajuan perencanaan dan kegiatan dan anggaran sesuai dengan realita kebutuhan, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang 1 responden (9,1%) mengatakan ya.

Secara persentasi menunjukkan bahwa distribusi frekuensi menurut kemampuan kepala puskesmas Tandun dalam melakukan perencanaan pada peranan kepemimpinannya sebagian besar responden menilai bahwa kepala puskesmas Tandun cukup baik dalam melakukan perencanan, sebanyak 6 responden (54,5%), sementara yang menilai dalam kategori kurang baik 2 responden (18,2%), dan yang menilai baik hanya 3 responden (27,3%).

Uraian hasil penelitian dalam bentuk tabulasi penilaian responden mengenai peranan kepemimpinan kepala puskesmas Tandun dalam perencanaan dapat dilihat pada tabel 4.11. tersebut di atas.

4.3.3. Pengawasan

Berdasarkan hasil wawancara dengan menggunakan kuisioner tentang pengawasan yang dilaksanakan kepala puskesmas dengan motivasi kerja staf pada puskesmas kabupaten Rokan Hulu tahun 2012 dapat dilihat pada tabel 4.12 berikut ini:

Tabel 4.12.Distribusi Frekuensi Penilaian Responden Pada Aspek Pengawasan Berdasarkan Puskesmas Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2012

Frekuensi Pada Puskesmas

No Pertanyaan

PuskesmasTambusai Puskesmas Rambah Puskesmas Tandun

Tidak Kadang Kadng- Ya Tidak Kadang-Kadang Ya Tidak Kadang-Kadang Ya

F % F % F % F % F % F % F % F % F % 1 Pimpinan mengadakan pengawasan langsung. 6 54,5 3 27,3 2 18,2 6 54,5 3 27,3 2 18,2 7 63,6 2 18,2 2 18,2 2 Pimpinan membimbing pekerjaan sulit. 5 45,4 3 27,3 3 27,3 5 45,4 3 27,3 3 27,3 5 45,4 3 27,3 3 27,3 3 Pimpinan memberikan arahan tugas. 4 36,4 3 27,2 4 36,4 4 36,4 4 36,4 3 27,2 5 45,4 3 27,3 3 27,3 4 Pimpinan mengamati hasil pekerjaan stafnya. 5 45,4 2 18,2 4 36,4 7 63,6 1 9,1 3 27,3 6 54,5 2 18,2 3 27,3 5 Pimpinan menerangkan sebelum pekerjaaan dijalankan. 5 45,4 4 36,4 2 18,2 5 45,4 4 36,4 2 18,2 4 36,4 5 45,4 2 18,2

Tabel 4.13. Distribusi Penilaian Responden Terhadap Peranan Kepemimpinan Kepala Puskesmas dalam Melakukan Pengawasan Berdasarkan Puskesmas Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2012

Frekuensi Berdasarkan Puskesmas No Pengawasan

Tambusai Rambah Tandun

Jum lah Persenta se Jum lah Persenta se Jum lah Persenta se 1. 2. 3. Baik Cukup Kurang 2 4 5 18,2 36,4 45,4 3 4 4 27,2 36,4 36,4 4 3 4 36,4 27,2 36,4 Jumlah 11 100 11 100 11 100

a. Aspek Pengawasan Pada Puskesmas Tambusai

Dari tabel 4.12. yang tersebut di atas dapat diketahui keterangan sebagai berikut:

- Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak selalu mengadakan pengawasan langsung dalam pekerjaan, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang 2 responden (18,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak memberikan bimbingan pada pekerjaan yang sulit pada stafnya, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya.

- Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak selalu memberikan pengarahan apabila terdapat kesalahan dalam melaksakan tugas, 3 responden (27,2%) mengatakan kadang-kadang, dan 4 responen (36,4%) mengatakan ya.

- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak mengamati hasil pekerjaan stafnya, dan 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang serta 4 responden (36,4%) mengatakan ya.

- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak memberikan bimbingan/penerangan pada stafnya sebelum melaksanakan, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang, 2 responden (18,2%) mengatakan ya.

Secara persentasi menunjukkan bahwa distribusi frekuensi menurut kemampuan kepala puskesmas Tambusai dalam melakukan pengawasan pada peranan kepemimpinannya sebagian besar responden menilai bahwa kepala puskesmas Tambusai kurang baik dalam melakukan pengawasan, sebanyak 5 responden (45,4%), sementara yang menilai dalam kategori cukup baik 4 responden (36,4%), dan yang menilai baik hanya 2 responden (18,2%).

Uraian hasil penelitian dalam bentuk tabulasi penilaian responden mengenai peranan kepemimpinan kepala puskesmas Tambusai dalam pengawasan dapat dilihat pada tabel 4.13. tersebut di atas.

b. Aspek Pengawasan Pada Puskesmas Rambah

Dari tabel 4.12. yang tersebut di atas dapat diketahui keterangan sebagai berikut:

- Sebanyak 6 responden (54,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak selalu mengadakan pengawasan langsung dalam pekerjaan, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang 2 responden (18,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak memberikan bimbingan pada pekerjaan yang sulit pada stafnya, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya.

- Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak selalu memberikan pengarahan apabila terdapat kesalahan dalam melaksakan tugas, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responen (27,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 7 responden (63,6%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak mengamati hasil pekerjaan stafnya, dan 1 responden (9,1%) mengatakan kadang-kadang serta 3 responden (27,3%) mengatakan ya.

- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Rambah tidak memberikan bimbingan/penerangan pada stafnya sebelum melaksanakan, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang, 2 responden (18,2%) mengatakan ya.

Secara persentasi menunjukkan bahwa distribusi frekuensi menurut kemampuan kepala puskesmas Rambah dalam melakukan pengawasan pada peranan kepemimpinannya sebagian besar responden menilai bahwa kepala puskesmas kurang baik dalam melakukan pengawasan, sebanyak 4 responden (36,4%), sementara yang menilai dalam kategori cukup baik 4 responden (36,4%), dan yang menilai baik hanya 3 responden (27,2%).

Uraian hasil penelitian dalam bentuk tabulasi penilaian responden mengenai peranan kepemimpinan kepala puskesmas Rambah dalam pengawasan dapat dilihat pada tabel 4.13. tersebut di atas.

c. Aspek Pengawasan Pada Puskesmas Tandun

Dari tabel 4.12. yang tersebut di atas dapat diketahui keterangan sebagai berikut:

- Sebanyak 7 responden (63,6%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak selalu mengadakan pengawasan langsung dalam pekerjaan, 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang 2 responden (18,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak memberikan bimbingan pada pekerjaan yang sulit pada stafnya, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responden (27,3%) mengatakan ya.

- Sebanyak 5 responden (45,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tamduni tidak selalu memberikan pengarahan apabila terdapat kesalahan dalam melaksakan tugas, 3 responden (27,3%) mengatakan kadang-kadang, dan 3 responen (27,3%) mengatakan ya.

- Sebanyak 6 responden (64,5%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak mengamati hasil pekerjaan stafnya, dan 2 responden (18,2%) mengatakan kadang-kadang serta 3 responden (27,3%) mengatakan ya.

- Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tandun tidak memberikan bimbingan/penerangan pada stafnya sebelum

melaksanakan, 5 responden (45,4%) mengatakan kadang-kadang, 2 responden (18,2%) mengatakan ya.

Secara persentasi menunjukkan bahwa distribusi frekuensi menurut kemampuan kepala puskesmas Tandun dalam melakukan pengawasan pada peranan kepemimpinannya sebagian besar responden menilai bahwa kepala puskesmas kurang baik dalam melakukan pengawasan, sebanyak 4 responden (36,4%), sementara yang menilai dalam kategori cukup baik 3 responden (27,2%), dan yang menilai baik hanya 4 responden (36,4%). Alasan responden yang menyatakan baik dan cukup baik adalah karena sebagian besar staf puskesmas menilai peranan kepemimpinan kepala puskesmas Tandun dalam melaksanakan kegiatan pengawasan seperti memberikan bimbingan/penerangan pada stafnya sebelum melaksanakan tugasnya. Sedangkan penilaian staf puskesmas Tandun pada peranan kepemimpinan dalam aspek pengawasan menyatakan kurang baik dalam hal kegiatan memberikan bimbingan pada pekerjaan yang sulit pada stafnya, dan juga kurang baik dalam hal memberikan pengarahan apabila terdapat kesalahan dalam melaksanakan tugas.

Uraian hasil penelitian dalam bentuk tabulasi penilaian responden mengenai peranan kepemimpinan kepala puskesmas Tandun dalam pengawasan dapat dilihat pada tabel 4.13. tersebut di atas

4.3.4. Kepemimpinan

Berdasarkan hasil wawancara dengan menggunakan kuisioner tentang perencanaan yang dilaksanakan kepala puskesmas dengan motivasi kerja staf pada puskesmas kabupaten Rokan Hulu tahun 2012 dapat dilihat pada tabel 4.14. berikut ini:

Tabel 4.14. Distribusi Frekuensi Penilaian Responden Pada Aspek Kepemimpinan Berdasarkan Puskesmas Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2012

Frekuensi Pada Puskesmas

No Pertanyaan

PuskesmasTambusai Puskesmas Rambah Puskesmas Tandun

Tidak Kadang Kadng- Ya Tidak Kadang-Kadang Ya Tidak Kadang-Kadang Ya

F % F % F % F % F % F % F % F % F % 1 Pimpinan memberikan motivasi kerja pada pegawai. 4 36,4 4 36,4 3 27,2 4 36,4 3 27,2 4 36,4 4 36,4 3 27,2 4 36,4 2 Pimpinan berikan pelimpahan wewenang staf. 3 27,2 4 36,4 4 36,4 2 18,2 3 27,3 6 54,5 3 27,2 4 36,4 4 36,4 3 Pimpinan menegakkan disiplin pada staf.

4 36,4 3 27,2 4 36,4 3 27,3 2 18,2 6 54,5 4 36,4 2 18,2 5 45,4 4 Pimpinan meberikan insentif sesuai dengan jabatan . 5 45,4 3 27,3 3 27,3 6 54,5 3 27,3 2 18,2 7 63,6 2 18,2 2 18,2 5 Pimpinan berikan

gaji tepat waktu. 3 27,2 4 36,4 4 36,4 3 27,3 3 27,3 5 45,4 2 18,2 4 36,4 5 45,4

6 Pimpinan memberikan insentif terhadap stafnya bekerja lembur. 6 54,5 2 18,2 3 27,3 6 54,5 3 27,3 2 18,2 5 45,4 3 27,3 3 27,3 7 Pimpinan memberikan bimbingan pada tugas dan fungsi.

3 27,3 3 27,3 5 45,4 3 27,3 2 18,2 6 54,5 3 27,3 3 27,3 5 45,4

8 Pimpinan berikan

hadiah pegawai berprestasi.

Tabel 4.15. Distribusi Penilaian Responden Terhadap Peranan Kepemimpinan Kepala Puskesmas dalam Melakukan Kepemimpinan Berdasarkan Puskesmas Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2012

Berdasarkan Puskesmas

No Kepemimpinan

Tambusai Rambah Tandun

Jum lah Persenta se Jum lah Persenta se Jum lah Persenta se 1. 2. 3. Baik Cukup Kurang 5 4 2 45,4 36,4 18,2 4 5 2 36,4 45,4 18,2 4 5 2 36,4 45,4 18,2 Jumlah 11 100 11 100 11 100

a. Aspek Kepemimpinan Pada Puskesmas Tambusai

Dari tabel 4.14. yang tersebut di atas dapat diketahui keterangan sebagai berikut:

- Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa pimpinan puskesmas Tambusai tidak memberikan motivasi/semangat kerja terhadap staf, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang dan 3 responden (27,2%) mengatakan ya.

- Sebanyak 3 responden (27,2%) mengatakan bahwa puskesmas Tambusai tidak memberikan tanggungjawab dan pelimpahan wewenang serta mempercayai stafnya dalam tugas dan fungsi, 4 responden (36,4%) mengatakan kadang-kadang, dan 4 responden (36,4%) mengatakan ya.

- Sebanyak 4 responden (36,4%) mengatakan bahwa puskesmas Tambusai tidak