• Tidak ada hasil yang ditemukan

mempunyai aspek ekonomi dan merupakan unsur pelayan­ an yang tidak termasuk dalam pengelolaan apotik di bidang pelayanan kefarmasian, Dalam penelitian ini faktor-faktor nonfarmasi yang dimaksud adalah ;

(1) faktor lokasi apotik, (2) faktor harga obat, (3) faktor pelayanan ekstra (servis).

2. Pemllihan responden

Sesuai dengan ruang lingkup penelitian yang men- jadi obyek penelitian adalah masyarakat yang memanfaat- kan jasa apotik untuk memperoleh pelayanan obatnya.

Dengan mengingat keterbatasan biaya, tenaga dan waktu, maka sebagai responden dipilih mahasiswa ting* kat earjana dari berbagai fakultas dl lingkungan Uni- versitas Alrlangga yang pemah memanfaatkan jasa apo­ tik untuk memperoleh pelayanan obatnya.

Sebagai dasar pertimbangan pemllihan responden adalah: 2.1. Mahasiswa adalah golongan masyarakat terpelajar yang

tanggap terhadap terjadinya perubahan-perubahan di masyarakat, dalam hal penelitian ini perubahan yang dimaksud adalah perubahan perundang-undangan apotik PP 25/80.

Ditentukan mahasiswa dari bermacara-maoara dislplin il­ mu (kedokteran, hukum, ekonomi, kedokteran hewan, fak.

ilmu sosial dan lain-lain) dengan harapan raendapat sudut pandang yang leblh luas.

2*3* Dengan ossiilih nahasiawa tlngkat aarjexm dihcrap- ken aeaparoleh raapondcm ycng aeragaa ddca ting* kfkt kecatangan berpikir, kemantapan oencerna per- tcnyaan dan aenjawabnya aocora Jujur dan realie- tin, aeblngga tarjadinya Dias dapat dthindori aa- minitial e>ungkin» Kaearagaaxm raapondan ini pan­

ting artinya, aengingat paraepsi eesaorosg terha- dap auatu obyek dipengaruhi olah kottd iai-kondiel

n,

tertentu balk yang oolaknt pada diri orang yang

(a\

3* Pemilihan responden yang pernah datang ke apotik, maka dalam mengisi kwesioner akan didasari oleh pengalaman rill dl lapangan.

Cara pengumpulan data

Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan daftar pertanyaan untuk dllsl oleh respon­ den*

Besar Hampel yang direncanakan adalah 250 orang responden yang terdiri atas mahasiswa tlngkat earjana dari fakultas-fakultas Kedokteran, Hukum, Ekonoml, Kedokteran Hewan, Pak* Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Pendidikan Ahli Admlnistrasi Perusahaan dan Ahli Pen- dldikan Lahoratorium dl lingkungan Universitas Air-

langga. Atas pertimbangan terjadinya kesalahan atau ketidak sempurnaan pengisian kwesioner, maka jumlah kwesioner yang disebarkan dilebihkan sebanyak 30 %

dari yang seharusnya dibutuhkan*

Setelah mendapat rekomendasi dari pimpinan masing«*ma- sing fakultas, pada waktu dan tempat yang telah di- tetapkan dilakukan pengisian kwesioner eeeara lang- sung oleh para responden*

4* M e to d a p e n g o la h a n d a a a n a l i s a d a t a T a h a p - ta h a p y a n g d i l a l u i d alam m e n g o la h d a t a h a s i l p e n e l i t i a n a d a l a h % 4 VI • T ah ap e d i t i n g T ah ap i n i d i l a k u k a n u n tu k m e n g e c e k k e s e m p u r- n a a n p e n g i s i a n k w e s i o n e r , 4*2# T ah ap c o d in g S e lu r u h d a t a y an * d i p e r o l e h d ip in d a h k a n k e d alam " c o d i n g s h e e t " * S e t i a p le m b a ra n " c o d i n g s h e e t " h e r i a i n o m o r p e r t a - n y a a n , p i l i h a n jaw ah & n t i a p - t i a p p e r ta n y a a n d an s k o r e t i a p p i l i h a n ^aw ahan.* C o n to h " c o d i n g s h e e t 11 : - k o lo m 1 : u n tu k m e n e n p a tk a n c o d e p e r n a h / tid a k n y a r e s p o n d e n m e n g u n ^ u n g i a p o t i k * P i l i h a n jaw afc an I S k o r e a * S e r i n g s e k a l i I 1 5 h . S e r i n g i 1 i 4 c * Ja r a n g i ! i 3 d . Kad a n g - k a d an g ! « 2 e . T id a k p e m a h 1 0 i« M I L I K.

- kolora 2 s untuk menempatkan kode intensitas ree- ponden dalam menggimakan apotik untuk memperoleh pelayanan obatnya#

--- j---

Pilihan jawaban ! Skore t a# selalu !t t 5 b* Bering i! I 4 c* jarang 1 i 3 d* kadang-kadang 1 « 2 tidak pernah ! 1 0

- koloTQ 3 : untuk menempatkan kode, di mana respon- den memperoleh obat selain apotik*

P i l i h a n ja w a b a n t ! I Sk o r e a * to k o o b a t ! I 4 b » k a k i l i m a i I • 3 c « la n g e u n g d a r i i ! 2 d o k te r t * d * l a i n - l a i n i» 1 !

- kolom 4 s untuk aenempatkan kode, apakah reapon- den selalu menebus resepnya di apotik.

Filihan jawaban Skore

a. selalu 5

b* sering 4

c# jarang 3

d. kad ang-kad ang 2

e. tidak pemab y O ' O

Contoh pengisian "coding sheet0 :

1 era "bar 1 :

: 1 ! 2 ! 3 i 4 : 5 ! 7 : 8 i dst

J • p • £ • J » • • • « • » • * • * * • • * • • • «

• 4 • 5 * 2 • 2 • •••«•»*«••*•••<•** » 2 * 2 s 3 • 2 • •***••»•*••••«•■*•

Cara membaca kode :

3 3 2 5 t berarti responden parang ke apotik ,

responden jarang tnenggunakan apotik untuk memperoleh obat, selain apotik

juga pergi ke toko obat dan selalu

menggunakan apotik bila mengambil ^ o- bat*

4 5 2 2 , berarti responden sering mengunjungi

apotik, selalu berusaha memperoleh obat dari apotik, selain apotik juga toko obat, sering mengambil obat^ ke apotik*

dan seterusnya.

4*3* Tahap tabulae! dan Internretasi

Dalam penelitian ini akan dipersiapkan dua macam tabulaei, yaitu t

4.3*1* Tabulae! untuk anallsa diskriptip

Proses tabulaei dilakukan dua tahap, yaitii :

(1) tabulasi frekwensi masing-roasing pilihan 3a~ waban dari tiap-tiap pertanyaan; (2) tabulasi fre- kwensi pada tahap pertama, kemudian dilakukan peng- hitungan tertentu yang relevan untuk melakukan dio- kripsi terhadap variabel yang diamati. Hasil tabu­ lasi tahap kedua berupa data olahan dalam bentuk pelukisan besar proporsi*

Besar suatu proporsi didapatkan dengan ;jalan mera-

■p

bagi jumlah frekwensi dengan jumlah N (-jj— ) *

Dengan demikian, besar proporsi yang tertinggi « 1,00 (sama artinya dengan 100^), Bila becar pro­ porsi HX” didapatkan 0.25, berarti proporsi wXn =< 25 %.

dengan metoda skoring, Sedangkan interpretasl terhadap data olahan, didasarkan pada krIterla tertentu yang ditetapkan atas dasar pertimbangan kepantasannya*

Sebagai contoh, Interpretasl persepsl responden terhadap pelayanan apotik misalnya, ada 17 (tu- juh belas) pemyataan yang dia;)ukan, dan setlap pernyataan roendapat nilai 2 (dua) apabila dija~ wab dengan benar (dengan demikian skala nilainya antara 0 - 34).

Persepsl responden dikatakan Hpositipn apabila dapat men;Jawab 6056 dari jumlah pemyataan yang diajukan dengan benar*

4i#3,2* Tabulasi untuk analisa korelaai

Tabel-tabel dalam tabuXasl analisa korelasl di- persiapkan untuk mencarl ada tldaknya hubungan antara variabel yang diteliti dan sekallgus di- gunakan untuk raembuktikan hlpotesa yang diajukan* Tehnis analisa korelasi yang digunakan adalah tehnis analisis Yule's Q« Clri umim dari anali- sis Yule*s Q adalah pengelompokan variabel seca- ra dichotomi dengan menggunakan tabel 2 x 2 atau

four-fold tabel.^2*13*24^

Untuk itu model tabel yang digunakan dieusun se- bagai berlkut ;

CONTOH TA BEL

KORELASI ANTARA X {VARIABEL BEBAS)

DAN Y (VARIABEL TERPENGARUH)

T/x f ... ! bukan X i t + f X ! 1 9 • Total I i I Y ! A t !! B f • f • A + B 1 bukan Y i c !! D 1 • 1• C + D ! • t ! • ! ! Total l A + C »• B + D t N * ! « f

Rumusan perhitungan nilai Qxy adalah s

<1 5 , ? 4 >

Besamya nilai Qxy antara - 1 sampai dengan ♦ 1 , di mana - 1 menyatakan korelasi negatif yang se m -

p u m

+ 1 menyatakan korelasi positip yang sern- p u m a

0 menyatakan bahwa antara X dan Y tidak ada.korelasi*

Untuk dapat menafeirkan 'bsg-atmana arti korelasi antara X dan Y digunakan kriteria dari nilai Qxy sebagai berikut :

•f 0*70 ke atas : hubungan positip yang sangat ku- at (a very strong positif asso­

♦ 0.50 s/d ♦ 0.69 t hubungan pooitlp yang santap (a substantial positlf u s o * oiation)*

♦ 0*50 s/d ♦ 0#49 3 hubungan posit Ip yang ssiang

(a mods rats positlf assoeia- tion).

♦ 0.10 s/d ♦ 0*29 : hubungan poaitip yang rsndak (a low positlf association)* ♦ 0*01 s/d * 0*09 t hubungan posltip yang tidak

bsrarii (« nsgligiblo positlf association)•

- 0*01 s/d * 0*09 l hubungan nagatip yang tidak bsrarti (a nsgllglbls «*g**- til association)*

- 0*10 s/d - 0*29 i hubungan nagatip yang rsndah (a Ins nsgativs association)* *0*50 s/d - 0.49 * hubungan nogatip yang sadang

(a sods rats nogatlf assoola~ tion)*

- 0*50 s/d * 0*69 l hubungan nogatip yang ■ an tap

(a substantial nogatif asso-* elation)*

•* 0*70 a/d ks bavahahubungan nogatip yang sangat (a vary strong nsgatlf asso­ ciation)*

Agar dapat rtenganaliaa dengan menggunakaa Tule's Q, senna data haras dikatagorikan menjadi dua bagian, yaitu poaitif nagatif, tlnggt rendah, cukup kurang dan aebagainya . ( ^ »13 )

Untuk keperluan ini dal am oengelorapokkan data digunakan tehnis scoring* Dengan cara member! akore tertentu pada catlap variabel atau iten yang bersangkutan, dengan kriteria tertentu bar- dasar junlah akore yang diperoleh* maka persepal naalngnnacing responden dapat dikatagorikan poei-

tlf atau negatif*

Dengan cara yang sana, yaitu dengan cara neaberl okoro tertentu berdaaar jumloh akore yang dida- pat, naka balk variabel depanden maupun variabel independennya dapat dlkatagorikan positif atau negatif*

Atas daaar cara pengkatagorian sepertl tereebut, apabila dicari korelasi antara aatu variabel de~ penden dengan satu variabel independent maka mo­ del tabel 2 x 2 akan dapat diiai.

BAB III

HASIL PENELITIAN

1* G-aabaran umum responden

Setelah dilakukan editing terhadap 293 kwesio- ner, terdapat 11 responden yang menyatakan tidak per- nah mengunjungi apotik dan 16 responden mengisi kwe- sioner tidak lengkap. Kwesioner yang tidak memenuhi persyaratan ini dibuang, sehingga jumlah responden yang digunakan untuk pengolahan data adalah 266*

Dari jumlah responden tersebut, setelah dilaku­ kan pengolahan didapatkan gambaran umum responden, seperti tertera pada tabel-tabel 1, II dan III*

TABEL 1

PERNAH DAN TIDAKNYA RESPONDEN MENGUNJUNGI

APOTIK PADA TAHUN 1983 - 1984

Besar proporsi jawaban Indikasi Sering sekali Pernah/tidaknya responden me- ngunjungi apotik pada tahun 1983 - 1984 0,12 j 0,20 j 0,33 | 0,26 j 0,09 47

XSfHiSISAS RESP03DE3 HESGIBJUHGI

m m x PADA fAHUH 1985 - 1984

TABEL II

Indikfiti

Baaar proporsl ja*abaa

T

Xntensitaa r«i! potidan d a l M t t palayanan apo-! tik ! t 0*44 i---r I ! 1 ! ? I 0,30 I 0,07 I 0t 18 I f ! ! 1 t 1 0 , 0 1 I f I S&BSb- til

S E n m RESPOOTBH HEnPEROldSH 03AT 8EXJLXS AP02X1

--- --- -- |---

Stmpat oamporolah obat i--- Frektteusl I #

--- j--- {---

1. ffoko obat 1 114 I 43*68

f !

2. KaKI lisa ! 83 1 32*57

I !

3* Langaung dari doktar ! 25 1 9*58

4« I»aln-lain t 37 I 14*18

2* Deskrlpsi tentang persepai paaien terhadap fungal pe- layanan apotik

Feraepsl responden terhadap fungsi pelayanan apotik meliputi t

1* pengetahuan responden terhadap fungal dan tugaa apotik f

2. pengetahuan responden terhadap jenla barang atau jaea yang dapat diperoleh dari apotik*

Kedua hal tersebut informaeinya bertolak dari jawaban nomor 20*

Hasil penelitian mengenai persepai pasien ter* hadap fungsi pelayanan apotik tertera pada tabel-ta- bel IV dan V.

TABEL XV

HSGETABTJAK RTSPOSKES TEUHADAP TWQBl UAH SUSAS AHKXE

Tn/441ra«4 Benar p ro p o rai javab an Banar j C alah 1 . A p otik aeb ag ai earan a

pelayanan k aseh atan d i b idang f a ra a a i I 0 ,9 5 j I 0 ,0 5 2 . A p otik aeb cg ai te ap at pengabdian p p o f eai A po*

te k o r 0*77 I 0 ,2 5

5 . A p otik merupakan taap at untuk aeajp croleh in f o r- a a a l ^ sn tan g o b at b ag i o aay arak at 1 ! 0 ,7 8 1 I 1 0 ,2 2

4* A p otik eaelakukan paab u- atan dan p erao lk an o b at/ bahan o b at

r 0 ,8 7 I

f 0 ,1 5 5* A potik raenyediakar, me-

nyicapan dan aenyerahkan

ob at/b ab an o b at 0 ,9 1 t t

0 ,0 9

6* f teaterik an in f o raas i ten tan g o b at dan p erb e* k alan f cra a a i lain n y a

! 0 ,6 0 1

1

Dokumen terkait